Kumpulan Khutbah Jum'at & Hari Raya | 125
20
126 | Dr. Khairul Hamim, MA.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah
Lewat mimbar ini , saya ingin menyampaikan firman Allah dalam al-Quran Surah al-Haj: 77
اوُلَعْفا َو ْم ُكَّبَر او ُدُبْعا َو او ُد ُج ْسا َو اوُعَكْرا اوُنَمآ َنيِذَّلا اَ ُّيَأ اي
َنو ُحِلْفُت ْم ُكَّلَعَل َ ْيَ ْلا
‘Wahai orang-orang yang beriman, rukuk dan sujudlah kamu, sembahlah (beribadahlah kepada) Tuhanmu dan berbuatlah kebaikan supaya kamu mendapat kemenangan.”
Ayat ini menjelaskan bahwa ibadah, baik secara vertikal maupun horizontal akan mengantarkan manusia pada kemenangan. Dalam Al-Qur’an terjemahan Indonesia, kata
نوحلفت
sering diartikan beruntung atau berjaya. Sebagai isyaratbahwa ibadah akan mengantarkan kita kepada kejayaan.
Dalam surat al-Baqarah: 3 -5 dalam rangkaian ayat di atas ditegaskan bahwa, orang-orang yang percaya kepada yang ghaib, menegakan shalat, menunaikan Zakat, percaya kepada al-Qur’an dan sunnah serta kitab-kitab sebelumnya, dan yakin akan hari kiamat, adalah orang orang yang mendapat hidayah dan keberuntungan.
Ibnu katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa keberuntungan atau kemenangan yang dimaksud dalam kata
نوحلفت
maupunنوحلفم
adalah kemenangan denganmasuk surga. Jika kita kaum muslimin bisa menegakan ibadah dengan sebaik baiknya, yakni ibadah yang berpijak pada akidah yang kokoh serta teraplikasi dalam akhlak yang mulia, maka kemenangan dunia inilah yang akan menentukan kemenangan selanjutnya di akhirat.
Dalam konteks kehidupan kaum muslimin yang hingga kini masih terus berjuang untuk membangun peradaban Islam di muka bumi ini, maka makna kemenangan itu tentu saja bisa menjadi sandaran, artinya cita-cita luhur itu akan dapat dicapai
Kumpulan Khutbah Jum'at & Hari Raya | 127 jika kita kaum muslimin bisa menegakan ibadah dengan sebaik baiknya yakni dengan ibadah yang berpijak pada akidah yang kokoh serta teraplikasi dalam akhlak yang mulia. Kemenangan dunia inilah yang akan menentukan kemenangan selajutnya di akhirat.
Hadirin kaum muslimin rahimakumullah
Mengapa ibadah kepada Allah dapat mengantarkan manusia pada kemenangan hidup yang ideal dan hakiki? secara fitrah manusia diciptakan hanya untuk beribadah kepada Allah SWT. Allah berfirman dalam Surah al-A’raf: 172
ْم ُه َدَه ْشَأ َو ْمُهَتَّي ِّر ُذ ْمِهِروُه ُظ ْنِم َمَدآ يِنَب ْنِم َكُّب َر َذ َخَأ ْذِإ َو
َم ْوَي اوُلوُقَت ْنَأ ان ْدِه َش لَب اوُلاق ْم ُكِّبَرِب ُت ْسَلَأ ْمِهِسُفْنَأ لَع
َيِلِفاغ اذه ْنَع اَّنُك اَّنِإ ِةَمايِقْلا
“Dan ingatlah ketika tuhanmu mengeluarkan keturunan anak anak adam dari Sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka ( seraya berfirman ) : bukankah aku ni tuhanmu? Mereka menjawab : betul ( engkau tuhan kami), kami menjadi saksi ( kami melakukan yang demikian itu) agar dihari kiamat kamu tidak mengatakan : “Sesungguhnya kami ( bani adam) adalah orang orang yang lengah terhadap ini ( ke-esaan Tuhan).”
Dengan demikian, jika kita ingin berhasil mencapai kemenangan hidup yang hakiki maka kita harus berupaya membangun tiang ibadah itu dimulai dari keluarga dengan menjadikannya sebagai karakter di dalam setiap anggota keluarga. Salah satu misi besar kita di rumah adalah menjadikan seluruh anggota keluarga kita sebagai ahli ibadah. Anak istri atau suami, para pembantu rumah tangga dan siapapun yang tinggal bersama kita harus menjadi orang orang yang menegakan kalimat tauhid dengan bukti bukti konkrit, yaitu beribadah hanya kepada Allah SWT.
128 | Dr. Khairul Hamim, MA.
Dalam rangka menanamkan karakter ibadah ini a. Orang tua harus menjadi”qudwah” (contoh, taladan) b. Orang tua harus lebih siap menyonsong panggilan azan
sebelum memerintahkan anaknya menjalankan shalat.
c. Orang tua sudah lebih dahulu siap dihadapan al-Qur’an sebelum memerintahkan anaknya belajar mengaji (belajar al-Qur’an)
d. Orang tua harus mengaudit pendapatannya terlebih dahulu untuk kemudian disisihkan untuk keperluan zakat, sadaqah, dan jihad fi sabilillah, sebelum mengajarkan anaknya tentang pentingnya ibadah zakat.
Demikian pula halnya dalam berdoa dan berzikir. Lisan orang tua harus senantiasa ditangkap oleh anak-anak dalam keadaan basah karena zikir kepada Allah SWT. Kata-kata orang tua yang seharusnya sering diucapkan, adalah :
لِا َة َّوُق َل َو َل ْو َح َل ُللها َلِا َهٰلِا َل ِ ِلله ُدْمََ ْلا َو للها َنا َحْب ُس
ِمْيِظَعْلا ِّ ِليَعْلا ِللهاِب
Dan seterusnya. Anak anak juga senantiasa melihat orang tuanya biasa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan shalat-shalat sunnah dan amalan sunah lainnya. Dan yang sangat penting lagi, hendaknya:
Orang tua hanya makan dengan yang halal, dan menutup
• lambungnya sama sekali dari makanan yang haram atau subhat, karna hal ini akan sangat mempengaruhi karakter anak nantinya. Satu contoh pemeliharaan diri : dikisahkan dalam sebuah perjalanan panjang ada seorang pemuda yang kehabisan bekal makanan, suatu saat ia melihat buah apel yang terapung di sungai, ia pun segera mengambil dan memakannya, namun saat buah sudah habis di makan, hatinya terusik mencari “ siapa sebenarnya pemilik apel itu ?” ia berusaha mencarinya agar rasa gundah di hatinya
Kumpulan Khutbah Jum'at & Hari Raya | 129 bisa reda. Akhirnya dia pun menemukan pemilik kebun dan meminta ridhanya. jika kita istikomah melakukan hal-hal tersebut dengan niat tanpa disuruh pun mereka akan rajin beribadah, tanpa dipaksa-paksa mereka akan mencintai ibadah sehingga ibadah akan menjadi karakter semua anggota keluarga. Sebagaimana deklarasi kita di dalam shoalat yaitu firman Allah S. Al-An’am: 162 – 163.
ل * َيَِلاعْلا ِّبَر ِللهِ ِتاَ َمم َو َياَيْ َم َو يِك ُسُن َو ِتل َص َّنِإ ْلُق
* َيِمِل ْسُْلا ُل َّوَأ اَنَأ َو ُتْرِمُأ َكِلذِب َو ُهَل َكيِ َش
“Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, tuhan semesta alam. Tada sekutu baginya dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama tama menyerahkan diri (kepada Allah).”
Kaum muslimin sidang jum’at rahimakumullah
Di zaman ketika matrealisme dan hedonisme menjadi peradaban seperti sekarang ini, supaya membangun dan menyuburkan karakter ibadah di dalam keluarga bukan perkara mudah, tapi harus tetap kita lakukan dan tidak ditawar lagi.
Ada beberapa hal yang perlu kita ingat dalam rangka membangun dan menyuburkan ibadah di rumah kita:
Pertama, orang tua yang bisa mengantarkan anggota keluarganya sebagai teman berjuang, kelak akan berjumpa kembali di surga. Hal ini di jelaskan dalam Q.S. al-Thur : 21
ْمُهَتَّي ِّر ُذ ْمِ ِب انْقَ ْلَأ ٍنميِإِب ْمُهُتَّي ِّر ُذ ْمُهْتَعَبَّتا َو اوُنَمآ َنيِذَّلا َو
ٌيِه َر َب َسَك مِب ٍئِرْما ُّلُك ٍء ْ َش ْنِم ْمِهِلَمَع ْنِم ْمُهانْتَلَأ ام َو
“Dan orang orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka berada dalam keimanan, kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka,” maksudnya anak cucu mereka yang beriman
130 | Dr. Khairul Hamim, MA.
itu ditinggikan oleh Allah derajatnya dan mereka dikumpulkan dengan bapak mereka di dalam surga.”
Kedua, orang tua yang sholeh, warisannya berupa material maupun immaterial, akan dijaga oleh Nabi dan Rasul sebagai mana firman Allah SWT dalam al-Qur’an Surah al-Kahfi: 80-81
ًانايْغ ُط مُهَقِهْرُي ْنَأ انيِش َخَف ِ ْيَنِمْؤُم ُهاوَبَأ َناكَف ُملُغْلا اَّمَأَو
* ًا ْح ُر َبَرْقَأ َو ًةاكَز ُهْنِم ًا ْي َخ مُ ُّبَر مُ َلِدْبُي ْنَأ انْدَرَأَف* ًارْفُكَو
“Dan adapun anak muda itu, maka kedua orang tuanya adalah orang orang mukmin, dan kami khawatir bahwa dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekapiran. Dan kami menghendaki supanya Tuhan mereka mengganti bagi mereka dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu dan lebih dalam kasih sayangnya ( kepada ibu-bapaknya)
Ketiga, istri yang taat kepada suami dan ketika meninggal, suami ridho kepadanya. Ia akan masuk surga lewat pintu mana saja yang disukai. Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW. Yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muuslim.
ِةَّنَ ْلا ِتَل َخَد َّلِا ٍضاَر اَهْنَع اَه ُجْوَزَو ْتَتاَم ٍةَاَرْما َمَّيَا
“Perempuan yang mana saja yang meninggal dan suaminya ridho kepadanya maka ia akan masuk surga.”
Keempat, istri yang taat kepada Allah SWT, dibangunkan rumah oleh Allah SWT di surga. Sebagaimana dinyatakan oleh Allah dalam Q.S al-Tahrim: 11
ِّب َر ْتَلاق ْذِإ َن ْوَعْرِف َتَأَرْما اوُنَمآ َنيِذَّلِل ًلَثَم ُللها َب َ َض َو يِن ِّجَن َو ِهِلَمَع َو َن ْوَعْرِف ْنِم يِن ِّجَن َو ِةَّنَ ْلا ِف ًاتْيَب َك َدْنِع ِل ِنْبا
َ يِِلا َّظلا ِم ْوَقْلا َنِم
Kumpulan Khutbah Jum'at & Hari Raya | 131
“Dan Allah membuat istri Fir’aun perumpamaan bagi orang orang yang beriman. Ketika ia berkata. “ ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisimu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim.”
Dengan menyuburkan ibadah dalam rumah tangga, maka dapat dikatakan bahwa ibadah merupakan pondasi rumah, sekalipun didalamnya tidak tampak atribut kemewahan dan kemegahan, namun dapat membuat wajah sejuk, fisik kuat, rizki lapang dan dicintai oleh manusia. Jika kita benar-benar menginginkan sebuah keluarga yang berkarakter islami maka tidak bisa tidak harus kita suburkan gairah ibadah di dalam keluarga kita.
Mudah-mudahan Allah SWT senantiasa memberikan hidayahnya kepada kita untuk dapat melaksanakan ibadah khususnya dalam pembinaan keluarga menuju keluarga bahagia sejahtera lahir bathin di dunia maupun di akhirat kelak.
Amin ya rabbal alamin.
ِهْيِف َمِب ْمُكاَّيِاَو ْيِنْعَفَنَو .ِمْيِظَع ِنَاْرُقْلا ِف ْمُكَلَو ْ ِل ُللها َكَراَب
ُهَّنِا ُهَت َو َلَت ْم ُكْنَم َو ْيِّنِم َلَّبَقَت َو .ِمْيِكَ ْلا ِرْك ِّذلا َو ِةَي َلْا َنِم
ْ ِل ِمْيِظَعْلا َللهاُرِفْغَت ْساَو ا َذَه ِلْوَق ُلْوُقَا .مْيِلَعْلا ُعْيِم َّسلاَوُه
ُتاَنِم ْؤُلا َو َ ْيِنِم ْؤُلا َو ُت َمِل ْسُلا َو َ ْيِمِل ْسُلا ِرِئا َسِل َو ْم ُكَل َو
. ِمْيِحَّرلا ُروُفَغْلا َوُه ُهَّنِا ُه ْوُرِفْغَت ْساَف
Kumpulan Khutbah Jum'at & Hari Raya | 133