• Tidak ada hasil yang ditemukan

OBAT OBAT GANGGUAN JANTUNG OBAT OBAT GANGGUAN JANTUNG

Dalam dokumen Buku Saku Obat obatan (Halaman 40-48)

OBAT GANGGUAN SISTEM KARDIOVASKULEROBAT GANGGUAN SISTEM KARDIOVASKULER

4.1 OBAT OBAT GANGGUAN JANTUNG OBAT OBAT GANGGUAN JANTUNG

BAB IV

BAB IV

mg/kg/hari dalam dosis mg/kg/hari dalam dosis terbagi 2.

terbagi 2.

Dewasa, IV: sama Dewasa, IV: sama seperti oral.

seperti oral.

Anak, IV: dosis Anak, IV: dosis  bervarias

 bervariasi.i.

Deslanosid Deslanosid (Cedilanid-D) (Cedilanid-D)

Dewasa : IV : 1,2

Dewasa : IV : 1,2 –  –   1,6  1,6 mg/hari dalam dosis mg/hari dalam dosis terbagi 1- 2

terbagi 1- 2

Untuk digitalisasi Untuk digitalisasi cepat, diikuti dengan cepat, diikuti dengan digoksin atau digoksin atau digitoksin oral

digitoksin oral Digitalis kerja panjang

Digitalis kerja panjang Digitoksin

Digitoksin (Crystodigin) (Crystodigin)

Oral : IV : dosis awal Oral : IV : dosis awal 0,8

0,8 –  –  1,2 mg/hari, R : D 1,2 mg/hari, R : D : PO : 0,05

: PO : 0,05 –  –  0,3 mg/hari 0,3 mg/hari

Untuk PJK.

Untuk PJK.

Inotropik Positif : Bipiridin Inotropik Positif : Bipiridin Amrinon

Amrinon (Inocor) (Inocor) D D : : IV IV : : DP DP : : 0,75 0,75 mg/kgmg/kg dalam 2

dalam 2 –  –  3 menit 3 menit D : IV : M : 5

D : IV : M : 5  –  –    1010 μg/kg/menit (tidak μg/kg/menit (tidak melampaui 10 mg / kg / melampaui 10 mg / kg / hari)

hari)

Untuk PJK jika Untuk PJK jika digoksin dan diuretik digoksin dan diuretik tidak efektif

tidak efektif

Keterangan : Keterangan :

D : dewasa, A : anak

D : dewasa, A : anak –  –  anak, anak,

PO : per oral, IV : intravena, DP : dosis pembebanan (loading PO : per oral, IV : intravena, DP : dosis pembebanan (loading dose/dosis awal),

dose/dosis awal),

R : dosis rumatan (maintenance dose), R : dosis rumatan (maintenance dose),

t½ : waktu paruh, PJK : penyakit jantung koroner (istilahnya t½ : waktu paruh, PJK : penyakit jantung koroner (istilahnya lebih dikenal gagal

lebih dikenal gagal jantung kongestif).jantung kongestif).

Jika memakai singkatan seperti di atas pada penulisan dosis Jika memakai singkatan seperti di atas pada penulisan dosis (pada tabel2 obat) mohon untuk di samakan dari awal hingga (pada tabel2 obat) mohon untuk di samakan dari awal hingga akhir.

akhir.

   InteraksInteraksi i ::

Obat : diuretik yang mengeluarkan kalium Obat : diuretik yang mengeluarkan kalium

Elektrolit : hipokalemia, hipomagnesemia, dan hiperkalsemia Elektrolit : hipokalemia, hipomagnesemia, dan hiperkalsemia Makanan : makanan berserat tinggi

Makanan : makanan berserat tinggi

   Efek terapeutik dan efek samping dan reaksi merugikanEfek terapeutik dan efek samping dan reaksi merugikan

Efek terapeutik obat adalah meningkatkan kontraksi jantung, Efek terapeutik obat adalah meningkatkan kontraksi jantung, meningkatkan sirkulasi dan meningkatkan perfusi jaringan, meningkatkan sirkulasi dan meningkatkan perfusi jaringan, sedangkan efek sampingnya adalah anoreksia dan mual.

sedangkan efek sampingnya adalah anoreksia dan mual.

Sedangkan reaksi yang merugikan: muntah, aritmia, ilusi Sedangkan reaksi yang merugikan: muntah, aritmia, ilusi  penglihatan

 penglihatan dan dan penglihatpenglihatan an kabur. kabur. OverdosiOverdosis s atau atau akumulasiakumulasi digoksin dapat menyebabkan toksisitas digitalis. Tanda

digoksin dapat menyebabkan toksisitas digitalis. Tanda  –  – tandatanda dan gejala

dan gejala –  –  gejalanya adalah anoreksia, diare, mual dan muntah, gejalanya adalah anoreksia, diare, mual dan muntah,  bradikardi

 bradikardia (denyut nada (denyut nadi < 60 kali per mei < 60 kali per menit(dpm)) danit(dpm)) dan takikardian takikardia (>120dpm), kontraksi ventrikel prematur, aritmia jantung, sakit (>120dpm), kontraksi ventrikel prematur, aritmia jantung, sakit kepala, amalise, penglihatan kabur, ilusi penghilatan (halo putih, kepala, amalise, penglihatan kabur, ilusi penghilatan (halo putih, hijau, kuning di sekitar objek), bingung, dan delirium. Orang hijau, kuning di sekitar objek), bingung, dan delirium. Orang lanjut usia lebih

lanjut usia lebih rentan terhadap toksisitas.rentan terhadap toksisitas.

B.

B.  

Antiangina Antiangina Obat

Obat –  –  obat antiangina dipakai untuk mengobati angina pektoris (nyeri obat antiangina dipakai untuk mengobati angina pektoris (nyeri  jantung

 jantung yang yang mendadak mendadak akibat akibat tidak tidak cukupnycukupnya a aliran aliran darah darah karenakarena adanya sumbatan pada arteri koroner yang menuju jantung). Angina adanya sumbatan pada arteri koroner yang menuju jantung). Angina  pektoris

 pektoris adalah adalah kondiskondisi i yang yang paling paling sering sering melibatkan melibatkan iskemiaiskemia  jaringan di m

 jaringan di mana obatana obat –  –  obat vasodilator digunakan. obat vasodilator digunakan.

   Golongan nitratGolongan nitrat

Senyawa nitrat bekerja langsung merelaksasi otos polos Senyawa nitrat bekerja langsung merelaksasi otos polos  pembuluh

 pembuluh vena, vena, tanpa tanpa bergantung bergantung pada pada sistem sistem persarafanpersarafan miokardium. Dilatasi vena menyebabkan alir balik vena miokardium. Dilatasi vena menyebabkan alir balik vena  berkurang

 berkurang sehinggsehingga a menguranmengurangi gi beban beban hulu hulu jantung. jantung. Selain Selain itu,itu, senyawa nitrat juga merupakan vasodilator koroner yang poten.

senyawa nitrat juga merupakan vasodilator koroner yang poten.

1) Gliseril trinitrat 1) Gliseril trinitrat 2) Isosorbid dinitrat 2) Isosorbid dinitrat 3) Isosorbid mononitrat 3) Isosorbid mononitrat 4)

4) PentaeriPentaeritritol tetranitrattritol tetranitrat  Nitrogliserin

 Nitrogliserin tidak tidak ditelan ditelan karena karena akan akan mengalammengalami i metabolismmetabolismee tingkat pertama di hati, oleh karenanya obat diberikan sublingual dan tingkat pertama di hati, oleh karenanya obat diberikan sublingual dan dengan cepat diabsorpsi ke dalam sirkulasi melalui pembuluh darah dengan cepat diabsorpsi ke dalam sirkulasi melalui pembuluh darah sublingual.

sublingual.

   Golongan antagonis kalsiumGolongan antagonis kalsium

Antagonis kalsium bekerja dengan cara menghambat influks ion Antagonis kalsium bekerja dengan cara menghambat influks ion kalsium transmembran, yaitu mengurangi masuknya ion kalsium kalsium transmembran, yaitu mengurangi masuknya ion kalsium melalui kanal kalsium lambat ke dalam sel otot polos, otot melalui kanal kalsium lambat ke dalam sel otot polos, otot  jantung

 jantung dan dan saraf. saraf. BerkuBerkurangnyrangnya a kadar kadar kalsium kalsium bebas bebas di di dalamdalam sel sel tersebut menyebabkan berkurangnya kontraksi otot polos sel sel tersebut menyebabkan berkurangnya kontraksi otot polos  pembuluh

 pembuluh darah darah (vasodi(vasodilatasi), latasi), kontrakkontraksi si otot otot jantung jantung (inotropik(inotropik negatif), serta pembentukan dan konduksi impuls dalam jantung negatif), serta pembentukan dan konduksi impuls dalam jantung (kronotropik dan dromotropik negatif).

(kronotropik dan dromotropik negatif).

1) Amlodipin besilat (

1) Amlodipin besilat (obat ini sering di pake)obat ini sering di pake) 2) Diltiazem hidroklorida

2) Diltiazem hidroklorida 3) Nikardipin hidroklorida 3) Nikardipin hidroklorida 4) Nifedipin

4) Nifedipin 5) Nimodipin 5) Nimodipin

   Golongan beta-blokerGolongan beta-bloker

Obat-obat penghambat adrenoseptor beta (beta-bloker) Obat-obat penghambat adrenoseptor beta (beta-bloker) menghambat adrenoseptorbeta di jantung, pembuluh darah menghambat adrenoseptorbeta di jantung, pembuluh darah  perifer,

 perifer, bronkubronkus, s, pankreapankreas, s, dan dan hati. hati. Beta Beta bloker bloker menurunmenurunkankan efek sistem saraf simpatetik sehingga dapat menurunkan heart efek sistem saraf simpatetik sehingga dapat menurunkan heart rate dan tekanan darah. Saat ini banyak tersedia beta-bloker yang rate dan tekanan darah. Saat ini banyak tersedia beta-bloker yang  pada

 pada umumumumnya nya menunmenunjukkan jukkan efektifitas efektifitas yang yang sama. sama. Namun,Namun, terdapat perbedaan-perbedaan diantara berbagai betabloker, yang terdapat perbedaan-perbedaan diantara berbagai betabloker, yang akan mempengaruhi pilihan dalam mengobati penyakit atau akan mempengaruhi pilihan dalam mengobati penyakit atau  pasien tertentu. Beta-blok

 pasien tertentu. Beta-bloker dapat mencetuskaer dapat mencetuskan asma dan efek inin asma dan efek ini  berbahay

 berbahaya. a. Karena Karena itu, itu, harus harus dihindarkdihindarkan an pada pada pasien pasien dengandengan riwayat asma atau penyakit paru obstruktif menahun.

riwayat asma atau penyakit paru obstruktif menahun.

1) Propranolol hidroklorida 1) Propranolol hidroklorida 2) Atenolol

2) Atenolol

3) Metoprolol tartrat 3) Metoprolol tartrat

Obat Dosis

Obat Dosis Pemakaian danPemakaian dan Pertimbangan Pertimbangan Nitrogliserin

Nitrogliserin Isosorbid

Isosorbid dinitrat dinitrat D:PO: D:PO: 5-40 5-40 mg mg 4 4 kalikali sehari. SL : 2,5-10 mg sehari. SL : 2,5-10 mg 4 kali Sehari. Tabelt 4 kali Sehari. Tabelt

Untuk mencegah Untuk mencegah serangan angina,

serangan angina,

tersedia dalam bentuk tersedia dalam bentuk

 perlu

 perlu kunyahkunyah. . ToleransiToleransi dapat terjadi pada dapat terjadi pada  pemaka

 pemakaian ian lama. lama. PadaPada  penggu

 penggunaan naan awalawal  pasien

 pasien dapatdapat mengalami nyeri mengalami nyeri kepala,dizziness,

kepala,dizziness, faintness.

faintness.

Antagonis kalsium Antagonis kalsium  Nifedipin

 Nifedipin D:PO: D:PO: 10-30 10-30 mg,mg, setiap 6-8 jam, tidak setiap 6-8 jam, tidak melebihi 180 mg melebihi 180 mg sehari

sehari

Untuk angina, tekanan Untuk angina, tekanan darah harus dipantau darah harus dipantau secara ketat, terutama secara ketat, terutama  jika

 jika klienklien menggunakan nitrat menggunakan nitrat atau penghambat beta atau penghambat beta Beta blocker

Beta blocker Propranolol

Propranolol D:PO:M:10-20 D:PO:M:10-20 mg mg 33 atau 3 kali sehari.

atau 3 kali sehari.

Dosis Rumatan 20-60 Dosis Rumatan 20-60 mg 3 atau 4 kali sehari mg 3 atau 4 kali sehari

Merupakan Merupakan  pengham

 penghambat bat betabeta  pertama,

 pertama, tidak tidak lagilagi menjadi obat pilihan menjadi obat pilihan

karena resiko

karena resiko

 bronkosp

 bronkospasme.asme.

Atenolol

Atenolol D:PO: D:PO: 50-100 50-100 mg/hari,mg/hari, tidak melebihi 200 mg tidak melebihi 200 mg / hari

/ hari

Penghambat beta 1 Penghambat beta 1 yang kardioselektif, yang kardioselektif, dapat dipakai untuk dapat dipakai untuk  penderita a

 penderita asmasma

C.

C.   AntidisritmiaAntidisritmia

   PengertianPengertian

Distritmia (aritmia) jantung didefinisikan sebagai setiap Distritmia (aritmia) jantung didefinisikan sebagai setiap  penyim

 penyimpangan pangan frekuensi frekuensi atau atau pola pola denyut denyut jantung jantung yang yang normal;normal;

termasuk denyut jantung terlalu lambat (bradikardia), terlalu termasuk denyut jantung terlalu lambat (bradikardia), terlalu cepat (takikardia), atau tidak teratur. Istilah disritmia (irama cepat (takikardia), atau tidak teratur. Istilah disritmia (irama  jantung yang

 jantung yang terganggterganggu) u) dan dan aritmia aritmia (tidak ada (tidak ada irama) irama) seringkseringkaliali dipakai berganti

dipakai berganti –  –  ganti, walaupun artinya sedikit berbeda. ganti, walaupun artinya sedikit berbeda.

Kerja yang diharapkan dari obat antidisritmia adalah pemulihan Kerja yang diharapkan dari obat antidisritmia adalah pemulihan irama jantung, yang bisa dicapai dengan berbagai cara.

irama jantung, yang bisa dicapai dengan berbagai cara.

1) Menghambat perangsangan adrenergik dari jantung.

1) Menghambat perangsangan adrenergik dari jantung.

2) Menekan eksitabilitas dan kontraktilitas dari miokardium.

2) Menekan eksitabilitas dan kontraktilitas dari miokardium.

3) Menurunkan kecepatan hantaran pada jaringan jantung.

3) Menurunkan kecepatan hantaran pada jaringan jantung.

4) Meningkatkan masa pemulihan (repolarisasi) dari miokardium.

4) Meningkatkan masa pemulihan (repolarisasi) dari miokardium.

5) Menekan otomatisitas (depolarisasi spontan untuk memulai 5) Menekan otomatisitas (depolarisasi spontan untuk memulai denyutan)

denyutan)

   Klasifikasi antidisaritmiaKlasifikasi antidisaritmia

Obat Dosis

Obat Dosis Pemakaian danPemakaian dan Pertimbangan Pertimbangan IA : Penghambat Rantai (Natrium) Cepat I

IA : Penghambat Rantai (Natrium) Cepat I   Quinidin Sulfat

Quinidin Sulfat (Cin-Quin)

(Cin-Quin)

Dewasa, Oral: 200 Dewasa, Oral: 200  –  –    400 mg, 3 atau 4 kali 400 mg, 3 atau 4 kali sehari. Anak, Oral : 30 sehari. Anak, Oral : 30 mg/kg atau 900 mg/m2 mg/kg atau 900 mg/m2 dalam dosis terbagi 5 dalam dosis terbagi 5

   Untuk Untuk disritmiadisritmia artium, ventrikel &

artium, ventrikel &

supraventrikel supraventrikel

   Kadar Kadar terapeutikterapeutik serum : 2

serum : 2  –  –    66 μg/mL

μg/mL  

   Interaksi Interaksi meningkatkanmeningkatkanobat obat :: kerja digoksin

kerja digoksin Prokainamid

Prokainamid (Pronestyl, (Pronestyl, Procan) Procan)

Dewasa, Oral: 250 Dewasa, Oral: 250  –  –    500 mg, setiap 4

500 mg, setiap 4  –  –    66  jam.

 jam. Rumatan Rumatan : : 250250 mg

mg –  –  1 g, setiap 6 jam 1 g, setiap 6 jam atau 50 mg/kg dalam atau 50 mg/kg dalam dosis terbagi 4

dosis terbagi 4

   Untuk Untuk disritmiadisritmia

atrium dan

atrium dan

ventrikel ventrikel

   Mempunyai Mempunyai efekefek hipotensi yang hipotensi yang lebih ringan dripda lebih ringan dripda quinidin

quinidin

  

Pengikatan pada Pengikatan pada  protein

 protein sebanysebanyakak

20%. Kadar

20%. Kadar

terapeutik serum : terapeutik serum : 4

4 –  –   8 μg/mL8 μg/mL   Disopiramid

Disopiramid (Norpace) (Norpace)

Dewasa, Oral: 100 Dewasa, Oral: 100  –  –    200 mg,

200 mg, setiap 6 jam setiap 6 jam

Anak (4-2 th) : Oral : Anak (4-2 th) : Oral : 10 -15

10 -15

mg/kg dalam dosis ter mg/kg dalam dosis ter

   Untuk Untuk disritmiadisritmia ventrikel

ventrikel

   DapatDapat

menyebabkan menyebabkan gejala

gejala  –  –    gejalagejala antikolinergik; t. : antikolinergik; t. :

8 jam 8 jam

   Kadar Kadar terapeutikterapeutik serum : 3

serum : 3  –  –    88 μg/mL

μg/mL   IB : Penghambat Rantai (Natrium) Cepat II

IB : Penghambat Rantai (Natrium) Cepat II Lidokain

Lidokain (Xylocaine) (Xylocaine)

Dewasa : IV : dosis Dewasa : IV : dosis  bervarias

 bervariasi.i.

Batas terapeutik serum Batas terapeutik serum

; 1,5

; 1,5 –  –   6 μg/mL6 μg/mL  

Untuk disritmia Untuk disritmia ventrikel pada ventrikel pada keadaan gawat.

keadaan gawat.

Fenitoin Fenitoin (Dilantin) (Dilantin)

Dewasa : IV : 100 mg, Dewasa : IV : 100 mg, setiap 5

setiap 5  –  –   10 menit  10 menit sampai disritmia sampai disritmia  berhenti;

 berhenti; dosisdosis maksimum adalah maksimum adalah 1000 mg

1000 mg

   Untuk Untuk disritmiadisritmia ventrikel akibat ventrikel akibat digitalis

digitalis

   Tidak Tidak disetujuidisetujui oleh FDA sebagai oleh FDA sebagai obat disritmia

obat disritmia

   Kadar serum <20Kadar serum <20 mikrogram/mL mikrogram/mL Tokainid

Tokainid (Tonocard) (Tonocard)

Dewasa, Oral : 400 Dewasa, Oral : 400 mg, setiap 8 jam

mg, setiap 8 jam

   Untuk Untuk disritmiadisritmia ventrikel, terutama ventrikel, terutama (KVP) kontraksi (KVP) kontraksi ventrikel prematur ventrikel prematur

   Serupa Serupa dengandengan lidokain kecuali lidokain kecuali dalam bentuk oral dalam bentuk oral

   Pengikatan Pengikatan padapada  protein

 protein sebanysebanyakak 15%; t. : 11

15%; t. : 11  –  –    1515  jam

 jam

   Kadar Kadar serumserum terapeutik : 4

terapeutik : 4 –  –    1010 μg/mL

μg/mL   Meksiletin

Meksiletin (Mexitil) (Mexitil)

Dewasa, Oral : 200 Dewasa, Oral : 200  –  –    400 mg, setiap 8 jam 400 mg, setiap 8 jam

   Untuk Untuk disritmiadisritmia ventrikel, tetapi ventrikel, tetapi dapat

dapat

menimbulkan menimbulkan

disritmia ventrikel disritmia ventrikel

   KategoriKategori kehamilan B kehamilan B Enkadin

Enkadin Dewasa, Dewasa, Oral Oral : : 2 2 mg,mg, setiap 8 jam; dapat setiap 8 jam; dapat ditingkatkan sampai ditingkatkan sampai 50-75 mg setiap 8 jam.

50-75 mg setiap 8 jam.

   Untuk Untuk disritmiadisritmia ventrikular,tpi dpt ventrikular,tpi dpt menyebabakan

menyebabakan disritmia

disritmia

ventrikular baru ventrikular baru

   KategoriKategori kehamilan B kehamilan B

   Disetujui Disetujui FDAFDA untuk situasi yang untuk situasi yang mengancam jiwa mengancam jiwa II. Penghambat Beta

II. Penghambat Beta Propranolol

Propranolol (Inderal) (Inderal)

Dewasa, Oral : 10

Dewasa, Oral : 10 –  –  30 30 mg, 3 atau 4 kali mg, 3 atau 4 kali sehari (setiap 6

sehari (setiap 6  –  –    88  jam).

 jam). Bulos Bulos IV IV : : 0,50,5 –  –    3 mg pada 1 mg/menit 3 mg pada 1 mg/menit

Untuk disritmia Untuk disritmia ventrikel, takikardia ventrikel, takikardia artial paroksismal, artial paroksismal, dan denyut ektopik dan denyut ektopik atrium dan ventrikel atrium dan ventrikel Asebutolol

Asebutolol (Sectral) (Sectral)

Dewasa, Oral: 200 mg, Dewasa, Oral: 200 mg,  b.i.d.,

 b.i.d., dosis dosis dapatdapat dinaikkan secara dinaikkan secara  bertahap

 bertahap

   Terutama Terutama untukuntuk kontraksi ventrikel kontraksi ventrikel  prematur

 prematur

   Penghambat Penghambat ββ

yang baru

yang baru

mempengaruhi mempengaruhi

reseptor β1 pada reseptor β1 pada  jantung

 jantung

   KategoriKategori kehamilan B kehamilan B

   DapatDapat

menyebabkan menyebabkan  bradikardi

 bradikardia a dandan menurunkan curah menurunkan curah  jantung

 jantung III : Obat

III : Obat –  –  obat yang Memperpanjang Repolarisasi obat yang Memperpanjang Repolarisasi   Bretilium

Bretilium (Bretylol) (Bretylol)

Dewasa : IM : 5

Dewasa : IM : 5 –  –    1010 mg/kg, setiap 6

mg/kg, setiap 6  –  –    88  jam IV :

 jam IV : 55 –  –  10 mg/kg, 10 mg/kg, ulangi dalam 15 menit, ulangi dalam 15 menit,

Untuk takikardia dan Untuk takikardia dan fibrilasi ventrikel fibrilasi ventrikel (untuk mengubah (untuk mengubah menjadi ritme sinus menjadi ritme sinus

tetes

tetes IV IV atau atau bolus bolus IV IV yang yang normal).normal).

Dipakai jika lidokain Dipakai jika lidokain dan prokainamid dan prokainamid tidak efektif

tidak efektif Amiodaron

Amiodaron (Cordarone) (Cordarone)

Dewasa, Oral: Awal : Dewasa, Oral: Awal : 400

400  –  –   1600 mg/hari  1600 mg/hari dalam dosis terbagi.

dalam dosis terbagi.

Rumatan : 200

Rumatan : 200  –  –   600  600 mg/hari

mg/hari

   Untuk Untuk disritmiadisritmia ventrikel yang ventrikel yang mengancam nyawa mengancam nyawa

   MulaMula –  –   mula dosis  mula dosis lebih besar dan lebih besar dan kemudian

kemudian diturunkan diturunkan

   Kadar serum : 1Kadar serum : 1  –  –    2,5 μg/mL

2,5 μg/mL   IV : Penghambat Rantai (Kalsium) Lambat

IV : Penghambat Rantai (Kalsium) Lambat   Verapamil

Verapamil (Calan) (Calan)

Dewasa, Oral: 240 Dewasa, Oral: 240  –  –    480 mg/hari dalam 480 mg/hari dalam dosis terbagi 3

dosis terbagi 3 –  –    4. 4. IVIV : 5

: 5 –  –  10 mg IV 10 mg IV

   Untuk Untuk disritmiadisritmia supraventrikel

supraventrikel

   Kadar Kadar terapeutikterapeutik serum : 80

serum : 80  –  –   300  300 ng/mL atau 0,08 ng/mL atau 0,08 –  –    0,3 μg/mL

0,3 μg/mL  

4.2

Dalam dokumen Buku Saku Obat obatan (Halaman 40-48)