• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan

99 Multimedia

4. Respon Guru Semua aspek dalam pembelajaran di respon cukup positif dan positif.

Semua aspek dalam pembelajaran direspon positif dan sangat positif.

5. Respon Siswa Tidak semua aspek direspon secara positif.

Semua aspek direspon positif dan sangat positif

Keefektifan Pembelajaran Cukup Efektif Sangat Efektif.

Berdasarkan tabel tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran CD Interaktif Berbasis Multimedia menggunakan Photoshop dan Construct 2 telah memenuhi kriteria efektif untuk melaksanakan uji coba lapangan di MAN Se-Kota Mataram.

100

2. Pengetahuan pengembang masih terbatas mengenai pengoperasian software Construct 2, sehingga dalam pembuatan media ini, pengembang meminta kepada seorang yang ahli desain grafis untuk membuat dan mendesain media ini, akan tetapi dari segi materi media ini dibuat oleh oleh pengembang sendiri dari buku-buku lks, buku paket, dan lain sebagainya.

Berdasarkan produk awal yang telah dibuat dilakukan uji ahli materi dan ahli media, dan dilakukan uji coba terbatas kepada 4 oarang siswa dan 2 orang guru dari MAN I dan MAN II tersebut, kemudian dilakukan revisi berdasarkan penilaian - penilaian dan komentar dari para ahli, dan masukan dari guru dan siswa tersebut.

Produk yang telah selesai direvisi kemudian dilakukan pada tahap uji coba lapangan terhadap 16 orang siswa dari MAN I dan MAN II kelas XI IPS. Berdasarkan uji coba lapangan mendapatkan hasil yang cukup baik, baik dan sangat baik dari dua sekolah tersebut.

Hal ini tentunya dinilai dari respon siswa dan guru. Diantaranya siswa merasa senang dan bersemangat dalam mempelajari media CD Interaktuf berbasis multimedia tersebut.

Antusiasme siswa terlihat saat membaca ilustrasi, animasi, gambar dan video pembelajarannya yang membuat siswa sangat tertarik, siswa menjadi lebih semangat dalam mengerjakan soal- soal latihan, soal evaluasi dan menggunakan fitur-fitur simulasi karena menurut siswa tampilan dari media pembelajaran ini sangat menarik serta menjadi lebih mudah dalam belajar yang dibuktikan dengan lembar angket respon siswa dengan hasil respon positif dari semua siswa dengan persentase respon positif dari kedua sekolah tersebut yang paling rendah adalah 68,75%., dan respon guru dengan persentase respon positif dari kedua sekolah tersebut adalah 100% dengan rata-rata respon 3,8 yang artinya repon guru sangat positif.

Hal ini sesuai dengan penelitian terdahulu dilakukan oleh Suryanto dan Ahmad Sopyan menunjukkan bahwa dalam hasil penelitiannya di peroleh rata-rata skor pre-test hasil belajar peserta didik sebesar 83,71, sedangkan rata-rata skor post-test hasil belajar peserta didik sebesar 92,07. Uji efektivitas dengan uji t, tes menunjukkan bahwa pembelajaran dengan CD Interaktif ternyata

101

mampu meningkatkan hasil belajar yang signifikan sebesar t = 12,396. Hasil analisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran CD Interaktif dapat mencapai ketuntasan belajar peserta didik, sehingga dapat dikatakan pembelajaran CD Interaktif layak dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik.90.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Suryanto tersebut sangat relevan dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti karena hasil dari pengembangan media CD Interaktif ini sangat baik dalam proses pembelajaran terutama dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Kemudian dilakukan revisi akhir untuk menghasilkan produk akhir yaitu Media Pembelajaran CD Interaktif berbasis multimedia.

Seperti halnya media pembelajaran lain, media ini juga merupakan salah satu media pembelajaran interaktif yang bisa digunakan dalam proses pembelajaran apa saja dan memberikan manfaat bagi dunia pendidikan. Hal ini semakin diperjelas dengan apa yang disampaikan oleh Titik Irawati bahwa pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam tidak hanya berpaku pada buku paket saja, namun diperlukan inovasi-inovasi baru agar proses belajar menjadi lebih menyenangkan. Sebab bagi kebanyakan siswa belajar Sejarah Kebudayaan Islam merupakan beban berat, tidak menarik dan membosankan sehingga siswa kurang termotivasi, cepat bosan dan lelah. Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di sekolah sangat erat kaitannya dengan sejarah, wilayah, tokoh- tokoh, biografis dan lain sebagainya.91 Oleh karena itu berdasarkan penelitian yang telah dilakukan melalui uji coba lapangan mengenai penggunaan produk media pembelajaran ini memiliki beberapa kelebihan, antara lain sebagai berikut:

90 “Suryanto,”Pengembangan Pembelajaran CD Interaktif Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran PAI Pada Peserta Didik Kelas VII SMP 1 Kudus,”Innovatif Jurnal Of Curriculum And Educational Technology. No 2 (November 2012): 100, Diakses 1 Maret 2021, Http://Journal .Unnes.Ac.Id/Sju/Index.Php/Ujet.Pdf.”

91Titiek Irawati”Pengelolaan Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Berbasis Teknologi Informasi Untuk Meningkatkan Pemahaman Tentang Konsep Sejarah di SMK I Sawit Boyolali” (Tesis, Universitas Muhammaddiyah Surakarta, Surakarta, 2018), Hlm.30.

102

a. Pembelajaran menjadi lebih menarik dan menyenangkan karena software yang digunakan baru dikenal oleh siswa sehingga membuat siswa lebih tertarik dan bersemangat ketika menggunakan media pembelajaran tersebut. Selain hal tersebut keterbatasan waktu dalam belajar sejarah bisa diatasi terutama pada kondisi saat ini, karena media pembelajaran ini dibuat dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa serta dilengkapi dengan unsur-unsur yang terdapat pada media pembelajaran seperti ilustrasi video, contoh soal, latihan soal, soal evaluasi, KI dan KD, indikator dan tujuan pembelajarannya.

b. Media pembelajaran ini bisa digunakan di materi pelajaran lainnya.

c. Media ini dapat diakses tidak hanya di laptop saja tapi bisa juga diakses di Ipad dan Tablet.

d. Media pembelajaran ini berupa CD namun juga bisa dalam bentuk File aplikasi sehingga lebih mudah dalam memfasilitasi siswa dalam penggunaan media tersebut.

2. Hasil Uji Coba Lapangan Berdasarkan Kepraktisan dan Keefektifan Media dalam Proses Pembelajaran

Berdasarkan hasil uji coba lapangan dari kedua sekolah tersebut yang dilihat dari aspek Aktivitas siswa, Respon siswa, Respon guru, dan Observasi Kemampuan Guru dalam mengelola proses pembelajaran sudah mencapai kriteria efektif dan sangat efektif. Pembelajaran di MAN I Mataram berdasarkan hasil uji coba media pembelajaran mencapai kriteria cukup efektif karena siswa yang belum begitu responsif dan memperhatikan guru dalam proses pembelajaran, dan juga cara mengajar dan menyampaikan materi pembelajaran, guru yang belum begitu menarik minat siswa dalam belajar sehingga siswa pun tidak begitu tertarik terhadap apa yang disampaikan oleh guru, adapun dari segi media saat pengoperasian media tersebut LCD di dalam kelas cukup lama untuk bisa digunakan (macet) sehingga siswa menjadi jenuh dan bosan karena menunggu terlalu lama, Proses pembelajaran pada tahap uji coba I cukup efektif karena media pembelajaran yang dinilai oleh siswa, dengan rata-rata persentase respon positif

103

sebesar 72,79% dengan rata-rata respon sebesar 3,0 serta respon guru dengan rata-rata respon sebesar 85,5% dikatakan efektif karena persentase respon siswa melebihi 70%. Adapun dikatakan praktis karena diperoleh hasil observasi kemampuan guru dalam mengelolah pembelajaran melebihi 80% yaitu 85,5%.

Proses pembelajaran di MAN II Mataram berdasarkan hasil uji coba media pembelajaran mencapai kriteria sangat efektif hal ini disebabkan karena siswa yang begitu antusias dan responsif dalam memperhatikan guru menyampaikan materi pembelajaran, cara guru dalam mengelola pembelajaran sangat baik membuat kelas tidak jenuh dan siswa ikut aktif dalam proses pembelajaran baik dalam merespon pertanyaan maupun materi yang disampaikan, sedangkan dari segi media saat melakukan uji coba di MAN II LCD sangat mendukung (Tidak macet) pencahayaan dari jendela yang masuk ditutup sehingga tampilan media menjadi jelas, pengoperasian media cepat sehingga tidak membuat siswa bosan dan jenuh. Adapun proses pembelajaran pada uji coba II dengan rata-rata persentase respon positif siswa sebesar 86,68%

dengan rata-rata respon sebesar 3,5 serta respon positif guru sebesar 93,5% dan dikatakan efektif karena persentase respon siswa sudah melebihi 80%. Dikatakan praktis karena diperoleh hasil observasi kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran melebihi 80% yaitu 88,9%

Hal ini tentunya merupakan pengaruh yang positif dan baik dari pengembangan media pembelajaran tersebut, yang mendorong siswa untuk aktif dalam mengemukakan pendapat dan menanggapi pendapat gurunya serta dapat membuat ingatan lebih kuat dan mampu bekerja sama satu sama lain dalam menggunakan media CD Interaktif berbasis multimedia. Selain itu, di dalam Qs.Al-Isro’

ayat 14 juga menjelaskan mengenai penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dengan memiliki tiga hal utama yaitu: ajakan untuk berpikir, memiliki media kongret sebagai sarana penunjang dalam proses pembelajaran dan mendemonstrasikan atau menggunakan sendiri media tersebut

104

(Praktek).92 Dengan demikian, yang terkandung dalam ayat-ayat pembelajaran sesungguhnya untuk mengajak manusia berpikir secara rasional dengan bantuan media kongkrit. Bagi para guru agar dapat menghadirkan media dalam setiap pembelajaran yang berkaitan dengan proses pembelajaran, karena Allah SWT. Selalu mengajarkan manusia dengan dukungan media secara simbolis, miniatur atau media asli.93

Hakekatnya penggunaan media pembelajaran lebih efektif digunakan dalam dunia pendidikan karena pada saat pembelajaran siswa dilatih, dibimbing, dididik, dan dibentuk dalam proses pembelajaran sehingga pemahaman dan kemampuan siswa dalam memahami, mengamati dan menalar apa yang disampaikan oleh guru lebih muda untuk dicerna dan diolah oleh pemikiran siswa.94 Seperti pada teori menurut Killent bahwa media pembelajaran yang baik adalah teknik pembelajaran ekspositori (pemindahan pengetahuan dari guru kepada murid secara langsung misalnya melalui metode ceramah, demonstrasi dan tanyak jawab yang melibatkan seluruh kelas atau siswa yang berada di dalam kelas baik sebagai model pembelajaran maupun peraga pembelajaran).95

Dari uraian tersebut dapat dilihat bahwa hasil pembelajaran dengan CD Interaktif berbasis multimedia mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Oleh karena itu, secara keseluruhan media pembelajaran tersebut dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Hal ini disebabkan karena penerapan media pembelajaran CD Interaktif di dalam kelas dapat mendorong motivasi belajar siswa dan meningkatkan pemahaman secara langsung, kemudian siswa berani untuk mengemukakan

92 Syukri. Tafsir Ayat-ayat Pembelajaran Dalam Al-Qur’an. (Mataram: Insan

Madani Pres. 2016) hlm. 9.

93 Ibid.,hlm, 14.

94Syukri Metode Khusus Pendidikan dan Pembelajaran (Jakarta:Prenadamedia Group,2019), Hlm:149.

95Supriyono,”Penerapan Model Pembelajaran Langsung Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Tema Peristiwa di Sekolah Dasar” Jurnal Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar (JPGSD),Vol 2, Nomor 3, Tahun 2015, hlm. 3. Diakses Pada Tanggal 18 September 2019. Jam 18.20

105

pendapatnya ketika proses pembelajaran berjalan dengan lancar dan tidak serta merta sebagai pendengar dan penerima hasil belajar saja melainkan turut berperan aktif ketika proses pembelajaran berlangsung. Keterlibatan siswa secara aktif dalam pembelajaran dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, membuat pembelajaran berjalan secara lancar, dan memungkinkan siswa menciptakan hal- hal baru dalam proses pembelajaran. 96

Siswa akan mengingat materi pembelajaran lebih lama karena siswa sendiri yang memprogramkan media tersebut sehingga siswa merasakan secara langsung media apa yang digunakan tersebut. Terlebih lagi media pembelajaran yang digunakan secara langsung oleh siswa adalah sebuah cara pembelajaran di mana siswa melaksanakan kegiatan pelatihan atau praktek agar memiliki ketegasan atau keterampilan yang lebih tinggi dari teori yang dipelajari. Hal ini memberikan jalan kepada siswa untuk menerapkan, menguji dan menyesuaikan teori dengan kondisi sesungguhnya melalui penggunaan media tersebut, akan mendapatkan pengajaran yang sangat baik untuk mengembangkan dan menyempurnakan keterampilan yang diperlukan dalam mengoperasikan media pembelajaran. 97 Dengan demikian

“Pengembangan media pembelajaran CD Interaktif berbasis multimedia ini tidak terlepas dari pengamatan secara langsung terhadap mdia pembelajaran yang digunakan.

Adapun pada akhirnya siswa mampu lebih mudah memahami materi pembelajaran karena memperhatikan dan sekaligus melihat proses pembelajaran dan bisa juga siswa termotivasi dalam belajar.98 Dengan demikian berdasarkan pembahasan di atas, Pengembangan media pembelajaran CD Interaktif berbasis multimedia dengan menggunakan Photoshop

96Ramayulis, Metodelogi Pendidikan Islam,(Jakarta:Jl.Teladan No.2 Johar Baru V, Desember 2014), hlm. 249.

97 Titin Syahrowiyah,”Pengaruh Metode Pembelajaran Praktik Terhadap

Motivasi dan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas IV Sekolah Dasar,”

Jurnal Online Studia Didaktika ,Vol. 10, No 2, Tahun 2016 ,hlm. 3. Diakses pada tanggal 18 September 2019. Jam 00.54

98 Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Langsung,( Jakarta:Kencana Perdana

Media, 2006), hlm 6

106

dan Construct 2 ini efektif dan praktis untuk digunakan di dalam kelas dalam proses pembelajaran.

107

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN A.Kesimpulan Tentang Produk.

Berdasarkan pada Bab Pembahasan sebelumnya diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

1. Media pembelajaran CD Interaktif Berbasis Multimedia dengan menggunakan Photoshop dan Construct II. Dengan menggunakan model ADDIE menurut Dick And Carry, Reiser and Mollenda.

yang terdiri dari 5 tahapan yaitu (Analisys, Design, Development, Implementation and Evaluations) yang dimodifikasi oleh peneliti menjadi 4 tahapan yaitu: Analisis (analysis), Perancangan (Design), Pengembangan (Development), dan Implementasi (Implementation). Pada tahap analisis, peneliti melakukan observasi awal di MAN I dan MAN II dengan melakukan wawancara kepada guru mata pelajaran dan juga beberapa siswa dikelas yang akan menjadi objek peneliti dalam melakukan penelitian. Tahap selanjutnya yaitu tahap perancangan, peneliti mulai merancang media pembelajaran dengan mempertimbangkan hasil observasi yang telah dilakukan pada tahap analisis, dengan merumuskan tujuan pembelajaran yang SMAR (Spesifik, Measurable, Applicable, and Realistic) dan kemudian membuat media pembelajaran CD Interaktif Berbasis Multimedia dengan menggunakan Photoshop dan Construct 2. Tahap selanjutnya yaitu tahap pengembangan, setelah media pembelajaran selesai dirancang oleh pengembang, maka selanjutnya akan divalidasi oleh para ahli baik ahli media maupun ahli materi kemudian para ahli memberikan saran perbaikan dan pengembang merevisi media tersebut sesui dengan masukan yang diberikan oleh ahli media dan ahli materi. Setelah media pembelajaran dinyatakan valid oleh ahli materi dan ahli media maka tahap selanjutnya yaitu tahap implementasi yaitu uji coba terbatas dan uji coba lapangan kepada 2 orang guru dan 4 orang siswa pada uji coba terbatas dan 2 oarang guru dan 18 orang siswa pada uji coba lapangan yang di lakukan di MAN Se-Kota Mataram yaitu MAN I dan MAN II pada kelas XI

108

IPS II, setelah uji coba siswa dan guru diberikan lembar angket untuk menilai dan memberikan saran untuk media pembelajaran interaktif tersebut.

2. Hasil Akhir Produk yang dikembangkan berupa Media Pembelajaran CD Interaktif Berbasis Multimedia yang terdiri dari 8 Frame Frame pertama berisi Desain Opening Awal Media Pembelajaran, Frame kedua berisi Profil Peneliti, Frame ketiga berisi Petunjuk Penggunaan Media Pembelajaran, Frame keempat berisi KI,KD, Indikator dan Tujuan pembelajaran, Frame kelima berisi Ringkasan Materi Pembelajaran, Frame keenam berisi Video Pembelajaran, Frame ketujuh berisi Soal Latihan dan Frame terakhir yaitu Frame kedelapan berisi Soal Evaluasi Pembelajaran.

3. Jika ditinjau dari aspek kevalidan, media pembelajaran yang dikembangkan oleh peneliti telah memenuhi syarat valid, kecuali bagian animasi awal dari media pembelajaran memenuhi kriteria cukup valid berdasarkan validasi ahli media, karena animasi yang tidak sesuai dengan jenjang sekolah yang akan dijadikan objek uji coba. Ditinjau dari aspek keefektifan, pada uji coba I di MAN 1 Mataram proses pembelajaran cukup berjalan secara efektif.

Sedangkan pada uji coba II di MAN II Mataram proses pembelajaran telah berjalan secara efektif secara keseluruhan.

Sedangkan jika ditinjau dari aspek kepraktisan pada uji coba I dan II, media pembelajaran dapat secara praktis digunakan oleh siswa dan guru dalam proses pembelajaran dengan baik.

4. Hasil validasi ahli materi dengan rata-rata 3,7 yang berada pada kategori sangat valid untuk digunakan karena, 3,5M4 sehingg materi pada media pembelajaran tersebut dikatakan sangat valid, sedangkan hasil validasi ahli media dengan rata-rata 3,5 juga berada pada kategori sangat valid, karena 3,5M4 sehingga media pembelajaran dikatakan sangat valid. Dikatakan efektif karena media pembelajaran yang dinilai oleh siswa di MAN I Mataram dengan respon positif dengan rata-rata persentase respon positif sebesar 72,79% dengan rata-rata respon sebesar 3.0 serta respon guru dengan rata-rata respon sebesar 85,5% dikatakan efektif karena persentase respon siswa melebihi 50%. Dikatakan

109

praktis karena diperoleh hasil keterlaksanaan media pembelajaran melebihi 80% yaitu 85,5%. Sedangkan di MAN II Mataram dengan respon positif dengan rata-rata persentase respon positif sebesar 86,68% dengan rata-rata respon sebesar 3,5 serta respon guru dengan rata-rata respon sebesar 93,5% dikatakan efektif karena persentase respon siswa melebihi 50%. Praktis karena diperoleh hasil keterlaksanaan media pembelajaran melebihi 70%

yaitu 88,9%.

B.Implikasi Penelitian.

Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan media pembelajaran CD Interaktif Berbasis Multimedia dengan menggunakan Photoshop dan Construct 2 pada materi Sejarah Kebudayaan Islam pada pokok bahasan Khalifah - khalifah yang terkenal pada masa pemerintahan Bani Abbasiyah dan sistem pemerintahannya, implikasi penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Media pembelajaran berbasis multimedia layak dipertimbangkan sebagai salah satu sumber pembelajaran mandiri yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran di kelas maupun pembelajaran di rumah.

2. Pembuatan dan pengembangan media pembelajaran berbasis multimedia perlu dikuasai oleh guru mata pelajaran, agar guru dapat membuat media pembelajaran sendiri, yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa.

3. Siswa perlu memiliki kemampuan dasar dibidang ilmu komputer, agar terbiasa dalam mengoperasikan software seperti media pembelajaran berbasis multimedia yang menggunakan Photoshop dan Construct 2.

C.Keterbatasan Penelitian

Beberapa keterbatasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Materi yang dikembangkan hanya sebatas pada pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam dengan pokok bahasan Bani Abbasiyah.

2. CD Interaktif yang dikembangkan dalam media pembelajaran ini hanya sebatas pada Sejarah Kebudayaan Islam yaitu mencakup Khalifa yang berkuasa pada masa Bani Abbasiyah, wilayah kekuasaan Bani Abbasiyah dan sistem pemerintahannya.

110

3. Produk yang dikembangkan hanya terbatas pada: CD Interaktif.

4. Uji coba hanya dilakukan pada 2 tahap dengan 2 sekolah, yang semestinya diperlukan uji coba lanjutan untuk menghasilkan media pembelajaran yang lebih baik.

5. Media pembelajaran yang dikembangkan peneliti hanya sampai pada tahap Implementasi, sedangkan tahap evaluasi tidak dilaksanakan karena peneliti melakukan evaluasi pada setiap tahapan pengembangan.

D.Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan ini, maka dapat disarakan hal-hal sebagai berikut:

1. Media pembelajaran CD interaktif berbasis multimedia hasil pengembangan diharapkan dapat digunakan untuk pembelajaran SKI, sehingga akan mempermudah siswa dalam memahami materi yang disajikan.

2. Mengingat hasil produk penelitian dan pengembangan dapat memberikan manfaat bagi pembelajaran, maka disarakan pada guru untuk mengembangkan produk ini dengan cakupan yang lebih luas ataupun pada materi lain, bahkan pada mata pelajaran lain pada waktu yang akan datang.

111

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Majid, Belajar Dan Pembelajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2012.

Abu Bakar. ”Pengaruh Pembelajaran Langsung Dengan Metode Praktek Terhadap Kemampuan Memahami Pendidikan Dalam Diri”,Journal Of Physical Educations Sport and Recreation, Vol.

1, no.1 (September 2017): 19. Diakses pada tanggal 29 April 2021. Jam 13.40

Aeni Evi Rufaedah, ”Media Pembelajaran Menurut Persfektif Islam”

Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam.Vol.4, No.1, Desember 2017.

Ahmad Marzuki ‘ Efektivitas Media Pembelajaran CD Interaktif Berbasis ADOBE FLASH CS5 Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PAI Di SMK PGRI

Pandaan,’Al Ghazwa 7, No.2

(September 2017): Http://Journal.Yudharta.Ac.Id/Index.Php/Al G azwahdownload Full papers Kmntsc5983a9a08full.Pdf..

“Anisa Nanindra Mahastrajaya, ‘Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Materi Melaksanakan Sholat Untuk Siswa Kelas IV SDN Lempuyangwangi, Yogyakarta’ Tesis Universitas Negeri Yogyakarta, Lempuyangwangi 2015).”

Ardiansyah Arif. “Pengembangan Tutorial Merancang Multimedia Pembelajaran Interaktif Untuk Guru PAI,” Edudeena:Journal Of Islamic

Education, no. 1 (November 2020):76, Diakses 28 Februari 2021, http://journal. Iainkediri.ac.id/indexs.php/edudeena_pdf.

Arsyad Azhar, Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1997

.

112

Asnawir, dan Basyiruddin Usman, Media Pembelajaran Jilid II.

Jakarta: Ciputut Pers, 2002.

Asrori, Perkembangan Peserta Didik. Malang: Wineka Media, 2003.

Budi Haryanto, Media Pembelajaran Pendidikan dan pengenalan Teori-teori Belajar. Sidoarjo: Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, 2004.

Darmawan Dani, Teknologi Pembelajaran. Bandung: PT.Remaja Rosdakarya, 2012.

Daryanto, Panduan Proses Pembelajaran Kreatif Dan Inovatif. Jakarta:

Publisher, 2009.

Desmita, Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2011.

Djam’an Satori dan Aan Komariah, Metodologi Penelitian Kualitatif.

Bandung: Alfabeta, 2017.

Elsya May Wijaya,”Pengembangan Bahan Ajar SKI Berbasis Multimedia Interaktif Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Kelas VII Di MTs

An Nur Bululawang”. (Tesis, Fakultas Pascasarjana UIN Maulan a Malik Ibrahim 2016), 81. http://etheses,uin malang.ac.id/3914/1 /12110110.pdf.

Esthi Santi Ningtyas, Emy Waryani,”Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperatif Learning) Berbantuan Media Komik Interaktif Untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar dan Hasil Belajar IPS,”Jurnal Pendidikan Surya Edukasi (JPSE), Vol. 3, No. 1, Juni 2017 Hlm.67. Diakses pada tanggal 4 April 2021 jam 10.48

113

Fariyatul Fahyunid dan Istikomah, Psikologi Belajar & Mengajar.

Sidoarjo: Nizamia Learning Center. 2016.

MarzukiAhmad.“ Efektivitas Media Pembelajaran CD Interaktif Berbasis ADOBE FLASH CS5 Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada

Mata Pelajaran PAI di SMK PGRI Pandaan,”Al Ghazwa 7, no.2 (Se ptember 2017): 280, Diakses 01 Februari 2021. http://journal.yudha rta.ac.id/index.php/Al-Gazwahdownload-fullpapers-

kmntsc5983a9a08full.pdf

Muhaimin dan Baharuddin, Strategi Belajar Mengajar, Penerapan Dalam Pembelajaran Agama.Surabaya: Citra Media, 1995

“Muhammad Fuad Achsan” Efektifitas Penggunaan Media Pembelajaran Maharah Istima’ Berbasis Aplikasi Autoplay (Penelitian Eksperimen Di Madrasah Aliya Negeri 2 Boyolali )”Tesis, Universitas Negeri Sunan Kalijaga Boyolali, 2016.”

Mujamil Qomar, Epistemologi Pendidikan Islam: dari MetodeRasional Hingga Metode Kritik.Jakarta: Erlangga, 2005.

Mulyasa, Pengembangan Dan Implementasi Kurikulum 2013.Bandung:PT. Remaja Rosdakarya, 2013.

Munif Chatif, Sekolahnya Manusia. Bandung: Mizan Pustaka, 2009.

Nasution, Metode Penelitian Naturalistic Kualitatif . Bandung:

Tarsito,7992.

Nelda Azhar dan Kusman Rukun, “Analisis Pelatihan Penggunaan Media Pembelajaran CD Interaktif Berbasis Multimedia Dan Modul IPA SMA Kelas XI Di Kecamatan Kota Tengah Kota

Padang,” Journal PTK

Pendidikan Tinggi Kejuruan 04. No. 2, (Desember 2019): 351, di akses 28 Februari 2021, http://jptk.ppj.unp.ac.id/index.php/jptk/ar ticle/download/47/29-pdf.full.