BAB III METODE PENELITIAN
D. Prosedur Penelitian Pengembangan
2. Prosedur Pengembangan
ADDIE merupakan singakatan dari Analysis, Design, Depelopment, or Production, Implementation or Delevery and Evaluation. Berdasarkan langkah-langkah pengembangan produk model pengembangan ini lebih rasional dan lebih lengkap dari pada model pengembangan 4D, Oleh sebab itu, model ini dapat digunakan untuk berbagai macam bentuk pengembangan produk seperti model strategi pembelajaran, metode pembelajaran, media maupun bahan ajar pembelajaran, untuk dapat menghasilkan produk tertentu digunakan penelitian yang bersifat analisis kebutuhan dan digunakan untuk menguji keefektifan produk tersebut supaya dapat berfungsi di masyarakat luas. Penelitian ini bersifat longitudinal dan bertahap. Adapun prosedur pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah prosedur pengembangan model ADDIE.
Analisis Data Uji Coba
Produk Efektif
Hasil Pengembangan
Implementasi
Apakah Efektif?
Revisi
Tidak Ya
43
Adapun langkah-langkah dalam pengembangan model ADDIE adalah sebagai berikut:68
1. Analysis.
Kegiatan pertama yang dilakukan pada tahap ini antara lain:
a. Kajian kurikulum
Kegiatan ini dilakukan untuk memilih materi apa yang harus disajikan dalam CD Interaktif tersebut, menggali sub pokok pembahasan dan tema pelajaran sehingga peneliti dapat menentukan beberapa kompetensi dasar minimal yang harus dikuasai oleh peserta didik serta agar pengembangan dapat membuat jalinan antar topik atau antar bahasan pokok dalam mendesain media tersebut
b. Tahap analisis KI dan KD.
Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah penentuan Kompetensi Dasar yang harus dicapai oleh Peserta Didik. KI dan KD yang digunakan dalam proses pembelajarannya adalah:
KOMPETENSI INTI
1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai) santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
68 Asrori, Perkembangan Peserta Didik (Malang :Wineka Media, 2003), h. 138- 139.
44
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
KOMPETENSI DASAR
1.1 Meyakini bahwa berdakwah adalah kewajiban setiap muslim
1.2 Menghayati nilai-nilai kepribadian dari para khalifah pada masa Bani Abbasiyah
1.3 Menyadari pentingnya sikap adil Khalifah Abu Ja'far al-Mansur dalam pemerintahan Bani Abbasiyah sebagai contoh bagi kepemimpinan pemerintahan sekarang
1.4 Menghayati perilaku jujur dari khalifah abu ja’far al- mansur sebagai implementasi dari ahklakul karimah.69 c. Analisis kebutuhan CD Interaktif
Tahap ini dilakuakan sebagai upaya untuk media CD Interaktif Berbasis Multimedia agar mudah diaplikasikan dan menarik minat peserta didik dan yang terpenting adalah peserta didik tidak merasa terbebani dengan media yang di kembangkan oleh peneliti, dan kebutuhan-kebutuhan apa saja yang dibutuhkan oleh siswa dalam proses pembelajaran berdasarkan hasil wawancara yang kemudian dianalisis oleh peneliti. Adapun hal-hal yang dilakukan dalam analisis kebutuhan adalah: Keruntutan penyajian media pembelajaran CD Interaktif berbasis multimedia, cara penyajian media pembelajaran berdasarkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, cara pengoperasian media pembelajaran yang
69Puskur dalam Masnur Muchin, KTSP Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual, (Jakarta: Bumi Aksara, 2007), 17
45
mudah dan penyajian gambar tokoh yang menarik minat peserta didik dalam belajar. 70
d. Analisis kondisi
Tahap ini dilakukan untuk mengetahui masalah- masalah yang di hadapi pendidik dan peserta didik dalam media pembelajaran yang telah diterapkan sebelumya.
Masalah dapat terjadi karena media pembelajaran yang ada sekarang sudah tidak begitu relevan dengan kebutuhan peserta didik, seperti sarana, lingkungan belajar, teknologi, karakteristik peserta didik dan lain sebagainya.
2. Design
Perancangan model/metode pembelajaran pada tahap ini memiliki kemiripan dengan merancang kegiatan belajar mengajar. Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan adalah : a. Menetapkan tujuan pembelajaran
Tahap ini dilakukan sebagai pedoman dalam merumuskan indikator, tujuan pembelajaran dan menentukan isi bahan ajar serta pengembangan kegiatan pembelajaran dengan memperhatikan alokasi waktu yang telah ditetapkan.
Adapun tujuan pembelajaran yang digunakan peneliti dalam pengembangan media pembelajaran adalah sebagai berikut:
1. Setelah proses mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasi siswa diharapkan dapat menjabarkan tentang keperibadian dari khalifah yang terkenal pada masa bani abbasiyah
2. Setelah proses mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasi siswa diharapkan dapat dapat menyebutkan kebijakan pemerintahan pada masa bani abbasiyah
3. Setelah proses mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasi siswa diharapkan dapat mengidentifikasi kemajuan peradaban masa Abu jafar al-mansur
70 Ziauddin Sardar (Ed.), Media Pembelajaran , (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2000), Hlm. 22.
46
4. Setelah proses mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasi siswa diharapkan dapat memberikan contoh sistem pemerintahan Abu- ja’far al mansur bagi sistem pemerintahan sekarang (ditambah).
b. Pengembangan materi pembelajaran.
Materi pembelajaran disusun sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dicapai oleh peserta didik, dalam pembelajaran yang di mulai dengan menyajikan masalah kontekstual pada setiap peserta didik. Berdasarkan masalah yang disajikan peserta didik diberikan pertanyaan yang mengarah pada penemuan suatu konsep sehingga peserta didik mengkonstruksi sendiri pemahaman mereka akan materi yang disampaikan. Adapun materi yang diambil mengenai Khalifah-khalifah Bani Abbasiyah dan Sistem Pemerintahannya.
c. Pengembangan Kegiatan Belajar.
Kegiatan belajar dimaksudkan disini adalah membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) agar kompetensi dasar yang sudah di susun sebelumnya dapat tercapai dalam proses pembelajaran.
d. Menyusun alat evaluasi pembelajaran.
Alat eveluasi yang digunakan dalam pembelajarannya adalah soal pilihan ganda dan soal uraian yang digunakan untuk mengukur sejauh mana kemampuan peserta didik terhadap materi yang telah diberikan oleh pendidik.
e. Perancangan model pembelajaran.
Tahap perancangan model pembelajaran ini dituangkan dalam Storyboard dan flowchart. Berikut flowchartdari perancangan media pembelajaran dengan menggunakan photoshop dan construct 2.71
3. Development
71Asnawir Dan Basyiruddin Usman, Media Pembelajaran Jilid II:
(Jakarta:Ciputut Pers, 2002),1.
47
Development dalam model ADDIE berisi kegiatan realisasi rancangan produk. Kegiatan yang dilakukan pada tahap desain adalah:
a. Menyusun kerangka konseptual penerapan model pembelajaran baru.
Kegiatan pada tahap ini adalah pengembangan kerangka konseptual tersebut direalisasikan menjadi produk yang telah siap diimplementasikan.
b. Pembuatan Media Pembelajaran.
Pada tahap ini maksudnya adalah media yang telah dirancang oleh peneliti dan menghasilkan prototype, kemudian dibuat dan dikembangkan. Media ini dikembangkan menggunakan aplikasi photoshop dan construct 2.
c. Pengembangan Konten CD Interaktif.
Pengembangan konten media CD interaktif dikembangkan sesuai dengan materi pembelajaran, kondisi peserta didik dan tempat diadakan penelitian dengan memadukan teori tentang media, motivasi belajar serta belajar dan pembelajaran.
d. Validasi kelayakan produk
Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini setelah media pembelajaran selesai dibuat adalah validasi kelayakan produk. Validasi media pembelajaran ini dilakukan oleh validator ahli materi dan validator ahli media.72
4. Implemetation
Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah sebagai berikut:
a. Melakukan uji coba lapangan
Pada tahap ini dilakukan dengan Mengimplementasikan rancangan dan metode yang telah dikembangkan sebelumnya pada situasi yang nyata yaitu
72 “Anisa Nanindra Mahastrajaya, ‘Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Materi Melaksanakan Sholat Untuk Siswa Kelas IV SDN Lempuyangwangi, Yogyakarta’ Tesis Universitas Negeri Yogyakarta, Lempuyangwangi 2015).”
48
dikelas. Selama proses implementasi, rancangan model yang telah dikembangkan diterapkan pada kondisi yang sebenarnya.
b. Evaluasi awal media pembelajaran.
Setelah penerapan metode pembelajarannya, kemudian dilakukan evaluasi awal untuk memberi umpan balik pada penerapan media pembelajaran selanjutnya.73