BAB I PENDAHULUAN
A. Penelitian Terdahulu
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
dalam meningkatkan kualitas hafalan di Pondok Pesantren AlMubarak Jambi City, Pondok Pesantren Jauharul Falah Al-Islami Muaro Jambi dan Pondok Pesantren Bustanul 'Ulum Tanjung Jabung Timur. Kajian ini menempuh tiga tahapan, yaitu: pemaparan teori, deskripsi fakta di lapangan, analisis kesesuaian antara teori dan praktik. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman dan teknik validitas data menggunakan triangulasi data. Hasil kajian menemukan bahwa pengelolaan kegiatan tahfiz, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan hingga pengawasan berjalan secara alami, dengan sedikit sentuhan manajemen modern, inilah faktual dokumen perencanaan, pengorganisasian, pengelolaan dan pengawasan yang mudah diakses, strategi kiai dalam meningkatkan kualitas tahfiz dengan motivasi dan keteladanan kiai berperan sebagai panutan dalam kegiatan tahfiz dan terus melakukan pengawasan, bimbingan dan penilaian serta secara periodik dan spontan dalam kapasitasnya sebagai pimpinan pondok. sekolah sebagai guru dalam pengembangan tahfiz.
Kedua, Muhammad Santoso, Nasrudin Baidan, dan Zainul Muttaqin,
“Learning Management of Tahfidz Al-Qur'an Program at Modern Pesantren of Indonesia” dalam European Journal of Molecular & Clinical Medicine, Vol. 07, No. 08, 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pemantauan, pendukung dan penghambat, serta hasil yang dicapai dalam pengelolaan pembelajaran Tahfidz Al-Qur'an. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui teknik wawancara, observasi dan dokumentasi atau penyalinan dalam
pengumpulan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan dalam program Tahfidzul Qur'an di Pondok Pesantren dilakukan dengan empat tahap seleksi, pengorganisasian dengan menentukan tugas dan mekanisme dalam proses pembelajaran, pelaksanaan ditandai dengan proses pembelajaran menghafal Al- Qur'an'an, dengan memantau perkembangan hafalan Al-Qur'an oleh para santri melalui buku pantauan dan daftar hadir santri. Faktor pendukung berasal dari lingkungan pondok pesantren, sedangkan faktor penghambatnya adalah kurangnya konsistensi santri dalam menghafal Tahfidz al-Qur'an. Keberhasilan yang diraih oleh program Tahfidz Al-Qur'an di pondok pesantren dapat dilihat dari hasil prestasi lomba Tahfidz Al-Qur'an di berbagai tingkatan dan lomba.
Ketiga, Chusnul Chotimah, Achmad Rifai Rc, Titi Prihatin, dengan judul
“The Management of the Tahfidz Al Qur’an Education Program in Children Tahfidh Yanbu’ul Qur’an Islamic Boarding School Kudus” dalam Educational Management, 7 (1) (2018) 39-45; http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/eduman.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran tahfidzul Qur'an pada program tahfidz dalam pengembangan karakter siswa di MTs Al-Arqom Sarirejo, Balen, Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Al-Arqom Sarirejo. Waktu penelitian ini dilaksanakan pada bulan April- Juli 2021. Subyek penelitian ini adalah kepala madrasah, wakil ketua bidang kurikulum, guru tahfidzul, wali kelas, siswa dan wali siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik keabsahan
data menggunakan triangulasi sumber dan metode. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif, yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Strategi pembelajaran Tahfidz Qur'an yang dilakukan di MTs Al-Arqom adalah: a) talaqqi, yaitu umpan balik antara guru dan siswa. b) takrir, yaitu menghafal dengan bimbingan guru dan dititipkan pada guru. c) muroja'ah, yaitu dengan mengulang hafalan bersama-sama dengan siswa lain. d) mudarosah, yaitu siswa menghafal dengan bergiliran dengan teman yang lain. e) tes yaitu tes hafalan untuk mengetahui kelancaran hafalan siswa. 2) Penerapan strategi pembelajaran tahfidzul Qur'an mampu mengubah karakter peserta didik menjadi lebih baik.
Karakter yang menonjol adalah: religius, jujur, disiplin, mandiri, bertanggung jawab, bersih, istiqomah, sabar, santun.
Keempat, Maulana Ishaq Ernas, “Tahfidz Al-Qur'an Learning Model at Hidayatullah Putri Islamic Boarding School, Ohoitel Village, North Dullah District, Tual City, Maluku Towards a World-Class Campus” dalam Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal), Vol. 5, No 1, 2022, Page: 4591-4598; doi: https://doi.org/10.33258/birci.v5i1.4168. Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang menggambarkan dan menggambarkan suatu prosedur yang sistematis dalam menyelenggarakan pembelajaran dan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran dan berfungsi sebagai pedoman dalam perencanaan pembelajaran bagi pendidik dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Model pembelajaran tahfidzul qur'an merupakan desain konseptual yang disusun secara sistematis sebagai pedoman
bagi guru untuk mencapai tujuan tertentu dalam menghafal al qur'an. Belajar tahfiz Al-Qur'an juga dapat didefinisikan sebagai proses menghafal Al-Qur'an dalam ingatan sehingga dapat diucapkan atau diucapkan keluar kepala dengan benar dengan cara-cara tertentu secara terus menerus. Program pembelajaran tahfidzul Qur'an di Pondok Pesantren Hidayatullah Putri Ohoitel memiliki dua program yaitu dengan menggunakan program regular atau reguler yang merupakan program pembelajaran yang menargetkan santri untuk dapat melakukan setoran wajib dalam waktu minimal seminggu dua lembar lampiran Al-Qur'an. Sedangkan untuk program kedua yaitu program khusus tahfidzul Al- Qur'an dimana santri putri di Pondok Pesantren Hidayatullah Ohoitel menggunakan program hafalan 6 bulan yang merupakan program pembelajaran dengan sasaran santri yang bisa dan bisa menghafal Al-Qur'an. dalam waktu 6 bulan dengan melakukan setoran wajib sehari minimal 2 lembar lampiran Al- Qur'an. Dalam proses pembelajaran tahfidzul Qur'an Pondok Pesantren Hidayatullah Putri Ohoitel menggunakan metode gabungan atau lebih dari satu metode yang digunakan santri putri dalam menghafal Al Qur'an. Model pembelajaran tahfidzul Qur'an di Pondok Pesantren Hidayatullah Putri Ohoitel menggunakan model pembelajaran yang berpusat pada santri putri dengan tipe model pembelajaran personal.
Kelima, Ahyar Rasyidi dan Agus Setiawan, “Typology of Tahfidz Islamic Boarding School Curriculum In South Kalimantan” dalam Journal of Islamic Education, Vol. 9, No. 2, 2021; doi: https://doi.org/10.21093/sy.v9i2.3923.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tipologi kurikulum
pondok pesantren tahfizh di Kalimantan Selatan. Kurikulum sebagai pedoman dalam pembelajaran pada suatu lembaga pendidikan, khususnya lembaga pendidikan pesantren tahfizd, belum banyak eksis dan diteliti sehingga menarik untuk diteliti. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Teknik analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu “deskriptif analitik” dan dalam penelitian kualitatif pada umumnya dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh lembaga tahfizh al-Qur'an memiliki harapan yang sama, dimana proses perencanaan, pengorganisasian, pengerahan, dan pengendalian orang dan sumber daya lainnya dalam mencapai tujuan yang ditargetkan secara efektif dan efisien. Sedangkan target yang ingin dicapai oleh lembaga tahfizh adalah kemampuan peserta didik dalam menghafal al- qur'an.walaupun banyak perbedaan metode dan model di setiap lembaga tahfidzulqur'an.Jadi,kurikulum masing-masing lembaga boleh berbeda,tetapi hasil yang diinginkan oleh pengelola semua lembaga sama yaitu percepatan atau memudahkan semua orang dalam menghafal Al-Qur'an.Kurikulum Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur'an disusun hanya untuk mendukung program hafalan santri, baik dari modelnya atau metode yang digunakan dalam proses hafalan, pembacaan kitab, proses pendidikan di kelas, hingga tata tertib bagi santri. sama seperti sistem pendidikan pesantren pada umumnya yaitu terdapat kurikulum, metode pembelajaran, tempat belajar dan lain-lain, hanya saja ada yang berbeda antara pondok yang satu dengan pondok yang lain sehingga memiliki keunikan tersendiri.
Keenam, Laela Rahmawati, Mukhtar Latif, dan Kemas Imron Rosadi,
“Management of Islamic Boarding School Education in Instilling the Character of Santri” dalam Nazhruna: Jurnal Pendidikan Islam, Vol. 5 Issue 2, 2022; doi:
https://doi.org/10.31538/nzh.v5i2.2227. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen pendidikan Pondok Pesantren An-Nur Desa Tangkit, untuk mengetahui karakter santri yang ditanamkan di Pondok Pesantren, untuk mengetahui manajemen pendidikan pondok pesantren dalam menanamkan karakter santri di Pondok Pesantren, untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam menanamkan karakter santri di Pondok Pesantren An-Nur Desa Tangkit. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode survey yang dilaksanakan di Pondok Pesantren An-Nur Desa Tangkit. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data dari penelitian ini adalah dari hasil observasi peneliti, wawancara dan hasil dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah: pertama, manajemen Pondok Pesantren An-Nur Desa Tangkit dibagi dalam dua bagian yaitu bagian pengasuhan dan bagian pengajaran. Kedua, Karakter yang ditanamkan di Pondok Pesantren An-Nur Desa Tangkit adalah Religius, Jujur, Disiplin, Mandiri, Menghargai Prestasi, Bersahabat/Komunikatif, Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Kerja Keras, Demokratis, Rasa Ingin Tahu, Gemar Membaca, dan Tanggung Jawab.
Ketujuh, Khaeroni, Yayan Sofyan, Eneng Muslihah, Ade Adriadi, “Islamic Boarding School Education Management during the Covid-19 Pandemic” dalam Tarbawi: Jurnal Keilmuan Manajemen Pendidikan, Vol. 7, No. 02, 2021;
doi:10.32678/tarbawi.v7i02.4832. Pesantren merupakan model lembaga
pendidikan Islam pertama yang mendukung kelangsungan pendidikan nasional.
Namun, di masa pandemi Covid-19, mulai terjadi pergeseran tatanan proses pembelajaran yang biasanya berlangsung; salah satu contohnya adalah pembelajaran tatap muka berubah menjadi pembelajaran online. Pergeseran model pembelajaran ini mulai menimbulkan tantangan bagi guru atau ustadz dalam mengevaluasi perkembangan belajar siswa. Demikian juga agak sulit untuk mengontrol siswa dalam kegiatan seperti ibadah wajib dan sunnah lainnya. Seperti salah satu lembaga pendidikan Islam, pondok pesantren belum memberikan model yang adaptif terhadap masalah ini. Manajemen pondok pesantren dalam menyikapi pandemi telah melahirkan beberapa kebijakan yang dinilai kontroversial, seperti tetap menggelar kegiatan pembelajaran tatap muka.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan pembelajaran pondok pesantren di masa pandemi Covid-19. Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Gintung, Jayanti, Tangerang, Banten, Indonesia, digunakan sebagai lokasi penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif reflektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen pendidikan di Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 meliputi dua hal pokok yaitu manajemen fisik dan non fisik. Implementasi ini memenuhi aspek dasar pendidikan pesantren dengan tetap memperhatikan kebijakan pemerintah.
Kedelapan, Nur Rohmah, “Manajemen Program Tahfidz dalam Pengembangan Karakter Siswa”, dalam IRSYADUNA: Jurnal Studi Kemahasiswaan, Vol. 1, No. 2, 2021; https://jurnal. stituwjombang. ac. id/index.
php/irsyaduna. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan
mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran tahfidzul Qur'an pada program tahfidz dalam pengembangan karakter siswa di MTs Al- Arqom Sarirejo, Balen, Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif.
Penelitian ini dilaksanakan di MTs Al-Arqom Sarirejo. Waktu penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Juli 2021. Subyek penelitian ini adalah kepala madrasah, wakil ketua bidang kurikulum, guru tahfidzul, wali kelas, siswa dan wali siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan metode. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif, yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Strategi pembelajaran Tahfidz Qur'an yang dilakukan di MTs Al-Arqom adalah: a) talaqqi, yaitu umpan balik antara guru dan siswa. b) takrir, yaitu menghafal dengan bimbingan guru dan dititipkan pada guru. c) muroja'ah, yaitu dengan mengulang hafalan bersama-sama dengan siswa lain. d) mudarosah, yaitu siswa menghafal dengan bergiliran dengan teman yang lain. e) tes yaitu tes hafalan untuk mengetahui kelancaran hafalan siswa. 2) Penerapan strategi pembelajaran tahfidzul Qur'an mampu mengubah karakter peserta didik menjadi lebih baik. Karakter yang menonjol adalah: religius, jujur, disiplin, mandiri, bertanggung jawab, bersih, istiqomah, sabar, santun.
Kesembilan, M. Hanif Satria Budi, “Manajemen Strategi Pembelajaran Tahfidz Al-Qur'an dalam Meningkatkan Kualitas Hafalan Santri di Pesantren”
dalam DIRASAH Vol. 5, No. 1, 2022; https:// ejournal. iaifa. Ac
.id/index.php/dirasah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis (1) Bagaimana strategi pembelajaran hifdzil jadid dalam meningkatkan kualitas hafalan santri di PPTQ Lubabul Fattah dan PP Bustanu Usyaqil Qur’an Tulungagung?, (2) Bagaimana strategi muraja’ah hifdzil jadid dalam meningkatkan kualitas hafalan santri di PPTQ Lubabul Fattah dan PP Bustanu Usyaqil Qur’an Tulungagung?, dan (3) Bagaimana strategi muraja’ah hifdzil qadim dalam meningkatkan kualitas hafalan santri di PPTQ Lubabul Fattah dan PP Bustanu Usyaqil Qur’an Tulungagung?. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan jenis penelitiannya adalah penelitian lapangan.
Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi nonpartisipan, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) strategi pembelajaran hifdzil jadid dalam meningkatkan kualitas hafalan santri adalah menghafal dengan metode tahfidz, dan setoran dengan metode talaqqi, (2) strategi muroja’ah hifdzil jadid dalam meningkatkan kualitas hafalan santri adalah muroja’ah menggunakan metode takrir, sorogan muroja’ah menggunakan metode talaqqi, mengadakan kegiatan mudarosah dengan sima’an antar santri,(3) strategi muroja’ah hifdzil qodim dalam meningkatkan kualitas hafalan santri adalah muroja’ah mandiri menggunakan metode takrir, sorogan muroja’ah hifdzil qodim dengan metode talaqqi, sema’an rutin dan evaluasi.
Kesepuluh, Eva Fatmawati, “Manajemen Pembelajaran Tahfidz Al- Qur’an” dalam Jurnal Islamic Education Manajemen, Vol. 4 No. 1, 2019;
doi:10.15575/isema.v3i2.5255. Pondok Pesantren Al-Ashr Al-Madani merupakan pondok pesantren yang memiliki konsep dengan memfokuskan terhadap
Tahfidzul Qur’an, hal yang menjadi permasalahan di dalam program Tahfidz Al- Qur’an tersebut dalam proses pembelajaran, terlihat dari belum sesuainya metode yang digunakan dalam manajemen pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui latar alamiah Pondok Pesantren Al-Ashr AlMadani, perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, faktor pendukung dan penghambat, serta hasil yang dicapai dalam manajemen pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskritif-kualitatif yang digunakan melalui teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi atau menyalin. Hasil penelitian ini di peroleh kesimpulan bahwa, pondok pesantren Al-Ashr Al-Madani merupakan Boarding School dengan berbasis pada tahfidzul Qur’an. Perencanaan dilakukan dengan empat tahapan seleksi, pengorganisasian dengan menentukan tugas dan mekanisme dalam proses pembelajaran, pelaksanaan ditandai dengan adanyan proses belajar mengajar, pengawasan dengan melakukan pemantauan melihat buku setoran santri dan mengabsen santri, faktor pendukung ialah dari lingkungan pondok pesantren, yang menghambat kurangnya istiqomah santri dalam menghafal tahfidz al-Qur’an.
Keberhasilan yang diraih Pondok Pesantren Al-Ashr Al-Madani dapat dilihat dari hasil prestasi dengan mengikuti perlombaan Tahfidz Al-Qur’an berbagai tingkatan dan kejuaraan.
Kesebelas, Khoirun Nidhom, “Manajemen Pembelajaran Tahfizh Al- Qur’an Dalam Mencetak Generasi Qur’ani (Studi Kasus Program Intensif Tahfizhul Qur’an di Institut Daarul Qur’an)” dalam Jurnal Tahdzibi: Manajemen Pendidikan Islam, Vol. 3 No. 2 2018; doi: 10.24853/tahdzibi.3.2.83-102.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas sistem pembelajaran tahfidz Al-Qur’an di Institut Daarul Qur’an Tangerang dalam mengajarkan dan melatih para peserta didik dalam membaca dan menghafalkan Al-Qur’an secara utuh di program intensif ini. Selain itu juga untuk mengetahui sistem pembelajaran qiroah dan tahfidz Al-Qur’an dimulai dari perencanaan, proses pembelajaran, metode pembelajaran hingga faktor-faktor penghambat dalam menghafalkan AlQur’an di Institut Daarul Qur’an dengan maksud seberapa efektif metode pembinaan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metodologi penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yaitu dengan menggunakan penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan. Dengan memilih metode kualitatif ini, penulis dapat memperoleh data yang akurat. Ditinjau dari sifat penyajian datanya, metode deskriptif merupakan penelitian yang tidak mencari atau menjelaskan hubungan, tidak menguji hipotesis atau prediksi. Dari hasil penelitian ini penulis dapat simpulkan bahwa sistem pembelajaran Qiro’ah dan Tahfidz Al-Qur’an program intensif di Institut Daarul Qur’an Tangerang sudah efektif dimulai dari proses pembagian kelompok yang sangat ketat dalam memulai menghafalkan Al-Qur’an, memberikan pengajar-pengajar yang hafidz dan selalu memberikan motivasi, memberikan banyak pilihan metode menghafal Al-Qur’an, evaluasi harian tahfidz hingga mendapatkan sanad bacaan Al-Qur’an.
Keduabelas, Muhammad Riduan, Mustolah Maufur, Omon Abdurakhman,
“Program Management Memorizing the Quran at Islamic Boarding School” dalam Ta’dibi Vol. 5 No. 1, 2016. Penelitian ini dilatarbelakangi pentingnya kegiatan
menghafal Alquran sebagai bentuk penjagaan keaslian Alquran dan mempersiapkan generasi penerus yang hafal Alquran bersanad yang berindikator insan cendekia, berakhlak mulia sebagai bentuk dari insan yang unggul dalam Pencapaian Standar Ketuntasan Belajar Minimal, mampu bersaing dalam melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, aplikatif, aktif dan berprestasi dalam keagamaan berdasarkan Alquran dan Hadits. Oleh karena itu, perlu adanya pengelolaan program tahfizh yang baik dan sitematis, agar tujuan program tersebut dapat tercapai secara efektif dan efisien. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana manajemen program tahfizh Alquran di Pondok Pesantren Fathan Mubina dan apakah faktor pendukung dan penghambat dalam menghafal Alquran? Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data penelitian diperoleh dengan metode wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses kegiatan program tahfizh Alquran di Pondok Pesantren Fathan Mubina dari mulai perencanaan, pelaksanaan, sampai evaluasi sudah berjalan dengan baik. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil percapaian target hapalan Alquran sudah mencapai 80% dari sejumlah santri yang hapal dan ustadz penggung jawab tahfizh selalu membuat target hafalan setiap santri yang disusun dalam perangkat perencanaan pembelajaran seperti kalender pendidikan, Prota, Prosem, penentuan alokasi waktu dan minggu efektif. Pelaksanaan pembelajaran tahfidzul Qur’an memakai metode tahsin, tahfidz, talaqqi, dan tasmi. Di samping itu kepala sekolah dan koordinator tahfidz yang selalu mengkoordinasi, memonitoring dan melakukan supervisi kepada para guru ketika pembelajaran berlangsung. Bentuk evaluasi
pembelajaran yang dilakukan adalah dengan tes setoran harian, setoran hafalan Semester dan Ujian Akhir tahfidz (UAT). Sedangkan untuk anak yang belum mengalami ketuntasan, maka dilakukan remedial sesuai dengan ketentuan.
Ketigabelas, Muhammad Zaqi, (2019), “Manajemen Pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an di Pondok Modern Badii’usy Syamsi Pucanganom Kebonsari Madiun”. Pondok Modern Badii’usy Syamsi Pucanganom Kebonsari Madiun adalah lembaga pendidikan formal yang memiliki program tahfidz al-Qur’an.
Dalam pelaksanaan pendidikannya, pondok ini tidak hanya melakukan kegiatan menghafal al-Qur’an semata; namun para santri juga harus mengikuti kegiatan lain, seperti Muhadoroh, Kepanduan (kepramukaan), kesenian, olahraga dan lain sebagainya. Namun masalahnya kemudian adalah dengan banyaknya kegiatan tersebut yang harus diikuti oleh santri, membuat santri sulit untuk meningkatkan hafalan dan membagi waktu sedangkan mereka dituntut menyetorkan hafalannya.
Masalah-masalah di atas merupakan tantangan bagi guru dalam menemukan manajemen pembelajaran yang tepat bagi santri. Dalam proses pembelajaran tahfidz al-Qur’an, diperlukan manajemen yang tepat dan relevan sehingga dapat mengatasi masalah-masalah di atas. Fokus penelitan ini yaitu manajemen pembelajaran tahfidz al-Qur’an di Pondok Modern Badii’usy Syamsi Pucanganom Kebonsari Madiun. Adapun pertanyaan penelitan ini adalah bagaimana manajemen pembelajaran tahfidz alQur"an di Pondok Modern Badii’u Syamsi Pucanganom Kebonsari Madiun? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pengecekan
keabsahan data dalam penelitian ini yaitu kredibilitas / kepercayaan (credibility), Dependabilitas / Ketergantungan (dependability), Konfirmabilitas / kepastian (confirmability). Hasil penenlitian ini dapat disimpulkan bahwa perencanaan pembelajaran tahfidz al-Qur’an diawali dengan guru mengumpulkan seluruh santri, memberikan motivasi, mengelompokkan santri, menentukan guru tahfidz, menyampaikan target-target hafalan. Disamping itu merumuskan tujuan pembelajaran, penentuan materi, penentuan alokasi waktu belajar. Pelaksanaannya dilakukan 3 kali dalam sehari, pembelajaran dilaksanakan di mushalla, depan rayon, depan kantor, di lapangan. Metode menghafal yang dugunakan santri metode takrir dan sima’an, sedangkan metode pembelajaran yang digunakan metode setoran dan muroja’ah. Evaluasi pembelajaran ada 3 model, yaitu: ujian mingguan, ujian per dua bulan sekali dan rapat guru pada akhir semester untuk mengevaluasi pembelajaran tahfidz al-Qur’an yang telah dilaksanakan
Keempatbelas, Muhammad Hisam, (2019), “Manajemen Pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an di STIU Pondok Pesantren Tahfidz Wadi Mubarok, Megamendung, Bogor, Jawa Barat Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Konsentrasi Manajemen Pendidikan Al Qur’an,” Institut PTIQ Jakarta, 2019.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: pertama, bagaimana perencanaan pembelajaran tahfidz Al-Qur’an di Wadi Mubarok. Kedua, bagaimana pengorganisasian pembelajaran tahfidz Al-Qur’an di Wadi Mubarok. Ketiga, bagaimana pelaksanaan pembelajaran tahfidz Al-Qur’an di Wadi Mubarok. Dan keempat, bagaiamana evaluasi pembelajaran tahfidz AlQur’an di Wadi Mubarok.
Pengumpulan data ini diperoleh dengan teknik wawancara, obesrvasi, dan studi