• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGERTIAN PENGUSAHA

Dalam dokumen BUKU MATERI POKOK HUKUM BISNIS (Halaman 137-140)

Perseroan (Persero) adalah badan hukum, Perseroan Terbatas adalah Badan Usaha Milik Swasta (BUMS), sedangkan Perusahaan Umum dan Perusahaan Perseroan (Persero) adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Jenis usaha adalah berbagai macam usaha di bidang perekonomian, yaitu bidang perindustrian, bidang perdagangan dan bidang jasa. Usaha adalah setiap tindakan, perbuatan, atau kegiatan apa pun dalam bidang perekonomian, yang dilakukan oleh setiap pengusaha dengan tujuan memperoleh keuntungan dan atau laba. Dengan demikian, suatu kegiatan dapat disebut usaha dalam arti hukum perusahaan apabila memenuhi unsur- unsur: dalam bidang perekonomian; dilakukan oleh pengusaha; tujuan memperoleh keuntungan dan atau laba.

dalam segala hal mengenai pengelolaan perusahaan. Pemimpin perusahaan berfungsi sebagai wakil pengusaha dan berkuasa dalam segala hal yang berkenaan dengan pengelolaan perusahaan yang dipimpinnya. Pemimpin perusahaan adalah pemegang kuasa tertinggi dalam menjalankan perusahaan.

Pada perusahaan besar, pemimpin perusahaan berbentuk dewan pimpinan yang disebut Dewan Direksi yang diketuai oleh seorang Direktur Utama (Dirut). Di bawah Direktur Utama adalah Direktur yang diberi kuasa mengelola salah satu bidang usaha tertentu dalam perusahaan.

Dalam hal pengusaha juga berfungsi sebagai pemimpin perusahaan (seperti terdapat pada perusahaan perseorangan), maka pemimpin perusahaan selalu diidentikkan dengan pengusaha. Timbul anggapan di kalangan masyarakat bahwa Direktur Utama dan Direktur adalah pengusaha karena kenyataannya mereka menjalankan perusahaan. Secara yuridis mereka sebenarnya bukan pengusaha, melainkan pemegang kuasa dari pengusaha.

Kecuali pada perusahaan yang dijalankan sendiri oleh pengusahanya, maka dengan sendirinya pemimpin perusahaan itu adalah pengusaha.

Dalam menjalankan kegiatannya, pengusaha dibantu oleh pembantu pengusaha yaitu setiap orang yang melakukan perbuatan membantu pengusaha dalam menjalankan perusahaan dengan memperoleh upah.

Pemimpin perusahaan tidak termasuk dalam pembantu pengusaha karena dia memperoleh kuasa menjalankan perusahaan menggantikan kedudukan pengusaha, atau karena pemimpin perusahaan dirangkap oleh pengusaha sendiri.

Dalam hal pengusaha memberi kuasa kepada pemimpin perusahaan untuk menjalankan perusahaan, maka pembantu pengusaha adalah mereka yang membantu pemimpin perusahaan dalam menjalankan perusahaan. Hal ini penting dari segi hubungan kerja. Apabila pengusaha menjalankan sendiri perusahaannya, maka pembantu pengusaha mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha. Apabila pengusaha memberi kuasa kepada pemimpin perusahaan untuk menjalankan perusahaannya, maka pembantu pengusaha mempunyai hubungan kerja dengan pemimpin perusahaan atas nama pengusaha.

Pembantu pengusaha dibedakan antara pembantu dalam lingkungan perusahaan dan pembantu luar perusahaan. Pembantu dalam lingkungan perusahaan mempunyai hubungan kerja tetap dan subordinatif dengan pengusaha dan bekerja dalam lingkungan perusahaan itu. Mereka yang termasuk dalam kelompok ini adalah:

1. pemegang prokurasi adalah pemegang kuasa dari pengusaha untuk mengelola satu bagian besar/bidang tertentu dari perusahaan. Bagian besar/bidang tertentu itu misalnya produksi, pemasaran, administrasi, keuangan, sumber daya manusia, perbekalan dan perlengkapan;

2. pengurus filial adalah pemegang kuasa yang mewakili pengusaha menjalankan perusahaan dengan mengelola satu cabang perusahaan yang meliputi daerah tertentu. Pengurus filial adalah pemimpin cabang yang bertanggung jawab mengelola cabang perusahaan yang bersangkutan;

3. pelayan toko adalah setiap orang yang memberikan pelayanan membantu pengusaha di toko dalam menjalankan perusahaannya. Termasuk pelayan toko antara lain adalah penjual barang, pengepak barang, penyerah barang, pemegang buku, penerima pembayaran;

4. pekerja keliling adalah pembantu pengusaha yang bekerja keliling di luar toko/kantor untuk memajukan perusahaan, dengan mempromosikan barang dagangan atau membuat perjanjian antara pengusaha dan pihak ketiga.

Selanjutnya yang termasuk pembantu luar perusahaan adalah sebagai berikut.

1. Agen perusahaan

Agen perusahaan adalah orang yang mewakili pengusaha untuk mengadakan dan melaksanakan perjanjian dengan pihak ketiga atas nama pengusaha. Agen perusahaan adalah perusahaan yang berdiri sendiri yang mewakili kepentingan pengusaha yang diageninya di suatu daerah tertentu. Agen perusahaan mempunyai hubungan tetap dan koordinatif dengan pengusaha.

2. Bank

Bank adalah lembaga keuangan berupa perusahaan yang mewakili pengusaha untuk melakukan:

a. pembayaran kepada pihak ketiga;

b. penerimaan uang dari pihak ketiga;

c. penyimpanan uang milik pengusaha selaku nasabah.

Pengusaha yang diwakili adalah nasabah bank di mana dia mempunyai rekening giro. Semua kegiatan pembayaran, penerimaan, dan penyimpanan uang dilakukan melalui bank dan dicatat dalam rekening gironya itu. Bank mempunyai hubungan tetap dan koordinatif dengan

pengusaha yang menjadi nasabahnya dan memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya.

3. Makelar

Menurut Pasal 67 KUHD, Makelar adalah orang yang menjalankan perusahaan dengan menghubungkan pengusaha dengan pihak ketiga untuk mengadakan berbagai perjanjian. Dalam perjanjian yang dibuat, makelar bukan pihak, sedangkan yang menjadi pihak adalah pengusaha yang diwakilinya. Makelar mengadakan hubungan dengan pihak ketiga atas nama pengusaha yang berkepentingan. Makelar mendapat pengangkatan dari Menteri Kehakiman dan sebelum menjalankan perusahaan, makelar harus mengangkat sumpah di muka Ketua Pengadilan Negeri yang berwenang. Dalam melakukan usahanya makelar mendapat upah dari pengusaha yang diwakilinya yang disebut provisi (courtage). Makelar yang diatur dalam KUHD ini tidak pernah dipraktekkan, karena yang dikenal dalam masyarakat adalah makelar menurut kebiasaan setempat tanpa pengangkatan dan penyumpahan.

4. Komisioner

Komisioner adalah orang yang menjalankan perusahaan dengan membuat perjanjian atas namanya sendiri berdasarkan perintah dan pembiayaan komiten dengan menerima upah atau provisi. Orang yang memberi perintah disebut komiten. Komisioner tidak wajib memberitahukan kepada pihak ketiga nama komitennya. Komisioner menjadi pihak dalam perjanjian yang dibuatnya itu. Komiten tidak berhak menuntut pihak lain dalam perjanjian dan pihak lain itu tidak dapat menuntut komiten.

5. Notaris dan Pengacara

Notaris dan pengacara adalah pembantu pengusaha dalam hubungan tidak tetap dan koordinasi. Bantuan jasa mereka diperlukan secara insidental saja apabila pengusaha memerlukannya. Notaris diperlukan dalam hal pembuatan perjanjian ataupun akta-akta lainnya bagi perusahaan. Pengacara diperlukan dalam hal mewakili pengusaha di muka pengadilan dan di luar pengadilan yang menyangkut segi hukum.

Dalam dokumen BUKU MATERI POKOK HUKUM BISNIS (Halaman 137-140)