• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perbankan Individu

Dalam dokumen Buku Laporan Tahunan BCA 2015 Indonesia (Halaman 70-78)

68

PT Bank Central Asia Tbk Laporan Tahunan 2015

69

PT Bank Central Asia Tbk Laporan Tahunan 2015 Dalam dua tahun terakhir produk pinjaman perbankan

individu mencatat pertumbuhan yang lebih rendah sejalan dengan pelemahan kinerja sektor properti dan penurunan penjualan mobil di Indonesia. Meskipun demikian, pada tahun 2015 BCA terus mengembangkan kredit konsumer dengan menawarkan kembali sejumlah produk dan program kredit konsumer yang menarik dengan tetap mempertahankan standar penyaluran kredit yang ketat.

BCA tetap optimis terhadap prospek bisnis jangka panjang Grup Perbankan Individu. Pertumbuhan jumlah para profesional dan masyarakat kelas menengah akan mendukung peningkatan kebutuhan produk perbankan konsumer seperti kredit pemilikan rumah, kredit kendaraan bermotor, kartu kredit, produk asuransi serta produk dan layanan wealth management di masa mendatang.

BCA fokus dalam memahami perilaku dan kebutuhan nasabah sebagai dasar untuk pengembangan produk dan layanannya maupun untuk pendukung kegiatan pemasaran dan promosi. BCA memanfaatkan dan terus meningkatkan infrastruktur dan sistem teknologi informasi, sumber daya manusia, kemampuan analisa data, serta sinergi antar unit bisnis, sebagai upaya dalam melayani kebutuhan nasabah lebih baik lagi.

Perbankan Prioritas dan Wealth Management

Pada tahun 1996, BCA mengembangkan layanan dan cabang khusus BCA Prioritas yang berfokus untuk melayani nasabah segmen affluent. Segmen nasabah ini telah berkembang pesat sejak saat itu dan telah memberikan dampak yang signifikan terhadap penerimaan produk perbankan individu. Pada tahun 2009 BCA memperkenalkan layanan BCA Solitaire untuk segmen nasabah high net-worth individual.

Untuk menciptakan layanan bernilai tambah sesuai dengan kebutuhan nasabah, BCA Prioritas dan BCA Solitaire menyediakan beragam kemudahan dan kenyamanan dalam bertransaksi. BCA telah menambah 8 jaringan lounge Prioritas menjadi 160 cabang pada tahun 2015 yang didukung oleh relationship officer yang andal.

Di tahun 2015, BCA membuka lounge Solitaire terbarunya di Menara Satu Kelapa Gading di Jakarta Utara, untuk melengkapi layanan Solitaire yang sebelumnya telah hadir di Menara BCA Grand Indonesia, Jakarta Pusat. Layanan eksklusif Solitaire didukung oleh para staf yang terlatih dalam membantu dan memberikan layanan personal kepada nasabah Solitaire dalam mengelola keuangan pribadinya.

BCA menawarkan layanan dan solusi keuangan yang komprehensif bagi nasabah Solitaire dan Prioritas, antara lain layanan transaksi perbankan premium, kredit pemilikan rumah, pembiayaan mobil, layanan safe deposit box, bancassurance, solusi wealth management dan kartu kredit premium. Di samping itu, melalui kerja sama dengan mitra usaha terpercaya, BCA Prioritas dan BCA Solitaire menyediakan fasilitas dan program eksklusif di bidang pelayanan kesehatan, pendidikan, traveling dan lifestyle.

BCA terus mengembangkan produk dan layanan wealth management baru untuk memenuhi kebutuhan keuangan nasabah Prioritas dan Solitaire yang berkembang.

Fasilitas-fasilitas tersebut telah memungkinkan BCA menghasilkan fee-based income dan pada saat yang sama memenuhi kebutuhan nasabah akan produk asuransi dan berbagai produk investasi termasuk unit-link insurance, reksa dana, Obligasi Ritel Indonesia, Sukuk Ritel dan Saving Bonds Ritel.

70

PT Bank Central Asia Tbk Laporan Tahunan 2015

Perbankan Individu

Kredit Pemilikan Rumah

Pasar Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di Indonesia belum sepenuhnya tergali. Hal tersebut dapat dilihat dari rendahnya tingkat penetrasi KPR terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) maupun jumlah debitur KPR BCA yang relatif lebih sedikit apabila dibandingkan dengan jumlah seluruh rekening nasabah Bank. BCA melihat bahwa KPR merupakan produk strategis dalam membina hubungan jangka panjang dengan para nasabah sehingga membuka peluang bagi BCA untuk menawarkan berbagai produk keuangan lainnya (cross selling) kepada debitur KPR.

Sejak tahun 2007, portofolio KPR BCA tumbuh secara rata-rata 32% per tahun. BCA menyalurkan KPR ke debitur- debitur berkualitas dan fokus terhadap pembiayaan properti rumah tapak di prime residential areas, sehingga portofolio KPR BCA dapat terus bertumbuh dengan tetap menjaga risiko gagal bayar yang rendah. Kualitas KPR yang baik tercermin dari rasio NPL yang rendah sebesar 0,4%. Rasio NPL tersebut tetap stabil selama beberapa tahun terakhir.

Dalam dua tahun terakhir, portofolio KPR tumbuh lebih lambat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2014, BCA menerapkan langkah hati-hati untuk menahan laju pertumbuhan KPR dalam mengantisipasi risiko yang tidak terduga di tengah kondisi perekonomian yang tidak menentu. Pada tahun 2015, KPR dipengaruhi secara negatif oleh kondisi pasar properti yang melemah sejalan dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi di Indonesia secara keseluruhan.

Di tengah pasar yang kurang bergairah, BCA terus menawarkan produk KPR dengan suku bunga yang menarik sebagai upaya untuk menjaga posisi strategis BCA di pasar KPR dan melanjutkan pertumbuhan yang positif. Pada Februari 2015, BCA meluncurkan kembali produk KPR ‘Fix & Cap’ dengan suku bunga rendah (fixed

3-tahun 8,88% dan cap maksimum 2-tahun 9,99%). BCA juga melakukan penurunan suku bunga KPR 50 bps untuk produk-produk KPR lainnya pada akhir tahun 2014 dan dipertahankan sepanjang tahun 2015. Selain itu, sebagai bagian dari upaya inovasi sesuai dengan aspirasi nasabah, pada Agustus 2015 BCA memperpanjang jangka waktu program KPR ‘Fix & Cap’ selama 1 tahun sehingga total jangka waktu program menjadi 6 tahun, dibandingkan sebelumnya yaitu selama 5 tahun. Dana CASA sebagai sumber pendanaan inti yang stabil memungkinkan BCA untuk menawarkan produk-produk yang kompetitif di pasar KPR di Indonesia. BCA terus mempertahankan posisinya sebagai salah satu penyedia layanan KPR terdepan di Indonesia. KPR BCA meningkat 8,7% menjadi Rp 59,4 triliun, dimana market share BCA tercatat sebesar 17,4%. Keseluruhan produk-produk KPR merupakan komposisi terbesar dalam portofolio kredit konsumer BCA. Keputusan Bank Indonesia untuk melonggarkan kebijakan mengenai rasio kredit terhadap nilai agunan (Loan to Value) turut memberikan stimulasi dan mendukung pertumbuhan industri properti dan KPR di tahun 2015 yang penuh tantangan.

Dalam rangka menyempurnakan tingkat layanan bagi nasabah, selama beberapa tahun terakhir BCA membentuk Kantor Kredit Konsumer yang merupakan pusat administrasi KPR di beberapa kota yang menjadi target pemasaran. BCA akan terus membuka Kantor Kredit Konsumer baru sejalan dengan perkembangan pasar.

Selain itu, untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan, Bank telah menggunakan aplikasi KPR online melalui sistem berbasis web yang berhasil menyederhanakan proses pengolahan kredit individu secara massal.

Pengakuan atas komitmen BCA dalam memfasilitasi kebutuhan pembiayaan rumah tercermin dari berbagai penghargaan yang diterima sepanjang 2015, termasuk Top Brand Award untuk produk KPR dari Frontier Consulting Group dan majalah Marketing.

71

PT Bank Central Asia Tbk Laporan Tahunan 2015 Pembiayaan Kendaraan Bermotor

BCA mengelola fasilitas pembiayaan mobil dan sepeda motor melalui entitas anaknya yaitu BCA Finance dan Central Santosa Finance (CS Finance). Baik BCA Finance maupun CS Finance mengelola pembiayaan kendaraan bermotor melalui skema joint financing dengan porsi utama dicatat secara langsung pada neraca BCA dan selebihnya dicatat pada neraca dua entitas anak tersebut.

Pembiayaan Mobil

Pada tahun 2015 BCA dan BCA Finance terus menekankan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan pembiayaan mobil di tengah kondisi ekonomi yang kurang kondusif dan penurunan daya beli masyarakat. Industri otomotif mengalami tekanan signifikan di tahun 2015 dengan penjualan mobil baru tercatat sebanyak 1,0 juta unit, mengalami penurunan 16,1% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Melalui tahun 2015 yang penuh tantangan, BCA menawarkan produk pembiayaan mobil dengan suku bunga yang lebih kompetitif sekaligus tetap disiplin dalam mempertahankan kualitas agunan serta proses penagihan dan lelang yang ketat. BCA menerapkan kebijakan uang muka yang tinggi dan memprioritaskan pembiayaan untuk jenis-jenis mobil populer yang telah diterima secara luas oleh pasar otomotif Indonesia. Kebijakan tersebut telah mendukung terjaganya rasio kredit bermasalah pada level yang rendah dengan recovery rate yang tinggi atas portofolio pembiayaan yang diambil alih, serta di sisi lain tetap mempertahankan pertumbuhan portofolio pembiayaan mobil secara positif.

BCA Finance mengandalkan layanan dengan proses yang cepat dan mudah untuk meningkatkan daya saing dan menjaga tingkat kepuasan yang melebihi harapan nasabah. Dalam beberapa tahun terakhir, BCA Finance telah mengembangkan berbagai aplikasi yang memanfaatkan kemajuan teknologi, seperti mobile entry, mobile approval, mobile collection dan lainnya, untuk meningkatkan efisiensi pengolahan pembiayaan pelanggan.

Berbagai promosi menarik dilakukan di tahun 2015 untuk semakin meningkatkan daya saing BCA di pasar pembiayaan mobil. BCA Finance menawarkan program dengan nama ‘Kredit Keren Banget’, sebuah program undian berhadiah yang memberi kesempatan bagi nasabah untuk mendapatkan 3 mobil, apabila mereka memenangkan undian. Program ini mendapatkan tanggapan positif dari para nasabah dan mendukung aktivitas pembiayaan BCA Finance di tahun 2015. Selain itu, BCA Finance menawarkan produk KKB dengan jangka waktu yang lebih panjang yaitu sampai dengan 6 tahun untuk pembiayaan kendaraan tertentu. Melalui berbagai pengembangan produk yang inovatif dan promosi yang menarik, BCA Finance berupaya mempertahankan posisinya sebagai top of mind pembiayaan kendaraan mobil terkemuka di Indonesia.

Berbagai upaya tersebut secara efektif menopang pertumbuhan portofolio kredit mobil BCA. Jumlah new booking (dalam unit) penjualan mobil yang dibiayai oleh BCA & BCA Finance mengalami peningkatan 11,4% mencapai 178.667 unit pada tahun 2015. Hal ini merupakan prestasi tersendiri bila dibandingkan penjualan mobil nasional yang mengalami penurunan di tahun 2015. Estimasi pangsa pasar BCA Finance dalam pasar pembiayaan mobil meningkat menjadi 13,2% pada tahun 2015 dibandingkan 11,1% pada tahun 2014. Dalam nominal Rupiah, jumlah new booking kredit mobil BCA dan BCA Finance meningkat 16,6% mencapai Rp 26,4 triliun di tahun 2015. Pencapaian penjualan tersebut mendukung

72

PT Bank Central Asia Tbk Laporan Tahunan 2015

posisi total portofolio kredit mobil BCA, termasuk BCA Finance, sebesar Rp 32,9 triliun pada akhir 2015, naik 10,6% dibandingkan Rp 29,8 triliun pada akhir 2014. Pada akhir 2015, portofolio kredit mobil yang dibukukan di BCA adalah sebesar Rp 27,3 triliun.

BCA dan BCA Finance bekerja sama secara erat dan semakin memperkokoh sinergi usaha. Melalui skema pembiayaan bersama secara berkelanjutan, BCA Finance memiliki struktur pendanaan yang kokoh dan stabil dengan biaya bunga yang rendah. Sinergi pemasaran melalui jaringan cabang BCA memungkinkan diversifikasi basis nasabah yang solid antara nasabah cabang BCA dan nasabah rekomendasi dari para dealer sebagai pihak ketiga. Sinergi juga tercipta di sisi pemanfaatan teknologi dan sistem operasional antara lain penggunaan platform sistem pembayaran BCA untuk mengelola tagihan nasabah BCA Finance serta penggunaan layanan HaloBCA terkait produk-produk BCA Finance.

Pembiayaan Sepeda Motor

CS Finance secara berkesinambungan terus memperkuat kemampuan dan kapabilitas melalui pengembangan aspek promosi dan pemasaran, infrastruktur jaringan, sumber daya manusia maupun pengembangan teknologi dan manajemen risiko.

CS Finance mengembangkan strategi pemasaran berisiko rendah dengan menawarkan kredit sepeda motor kepada basis nasabah BCA maupun melalui dealer-dealer sepeda motor sesuai dengan kriteria dan standar yang telah ditetapkan. CS Finance juga melakukan kerja sama eksklusif pemberian fasilitas kredit sepeda motor bagi anggota salah satu penyedia aplikasi jasa pengantaran melalui sepeda motor.

Pada tahun 2015, CS Finance terus memperkuat infrastruktur jaringan serta mengembangkan sumber

daya manusia. Selain melalui jaringan BCA dan jaringan cabang CS Finance, untuk melayani pembayaran cicilan kredit kendaraan roda dua, CS Finance membuka payment point melalui kerja sama dengan partner lainnya seperti minimarket modern maupun kantor pos.

Di tengah pelemahan ekonomi dan kredit bermasalah yang lebih tinggi dari perkiraan, CS Finance menahan laju pertumbuhan kredit sepeda motor dan memperkuat team collection cabang sepanjang tahun 2015. Langkah- langkah aktif dalam menangani kredit bermasalah mulai menunjukkan hasil positif dimana laju pertumbuhan NPL melambat di 2015.

CS Finance mencatat new booking pembiayaan sepeda motor, gabungan BCA & CS Finance, sebesar 368 ribu unit di tahun 2015, dibandingkan 387 ribu unit di tahun 2014. Dalam nominal Rupiah, jumlah new booking tersebut tercatat sebesar Rp 4,6 triliun pada tahun 2015, dibandingkan Rp 4,2 triliun pada tahun 2014, menghasilkan posisi total portofolio kredit sepeda motor BCA (termasuk CS Finance) sebesar Rp 6,4 triliun pada akhir tahun 2015, dibandingkan Rp 6,2 triliun pada akhir tahun 2014. Portofolio kredit sepeda motor keseluruhan yang dibukukan di BCA adalah sebesar Rp 4,3 triliun pada akhir tahun 2015.

Kartu Kredit

Melalui penawaran beragam kartu kredit dan program- program menarik, BCA mengukuhkan posisinya sebagai salah satu penyedia layanan kartu kredit yang terdepan di Indonesia. Pada tahun 2015, BCA mengelola 2,7 juta kartu kredit dengan nilai transaksi kartu kredit sebesar Rp 50,6 triliun, meningkat 9,7% dari tahun sebelumnya, dan membukukan pangsa pasar 18%. Outstanding kartu kredit tercatat sebesar Rp 9,5 triliun pada akhir 2015, meningkat 8,1% dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan nilai transaksi dan outstanding kartu kredit

Perbankan Individu

73

PT Bank Central Asia Tbk Laporan Tahunan 2015 tersebut diimbangi oleh kualitas kredit yang tetap terjaga

dengan rasio NPL sebesar 1,4%.

Kinerja BCA yang solid dalam layanan kartu kredit dicapai di tengah meningkatnya kompetisi dan lebih ketatnya regulasi termasuk pembatasan kepemilikan kartu kredit pada segmen tertentu. BCA melakukan promosi secara berkelanjutan dan berupaya mendorong nasabah agar menggunakan kartu kredit BCA sebagai kartu utamanya.

Berbagai pengembangan produk dan layanan bertujuan untuk memfasilitasi gaya hidup dan kebiasaan konsumsi nasabah.

BCA adalah satu-satunya bank di Indonesia yang menerbitkan ‘private label’ atau ‘proprietary card’ dengan nama ‘BCA Card’ disamping ‘BCA Visa’ dan ‘BCA MasterCard’. ‘BCA Card’ dapat digunakan secara luas di Indonesia dan juga di beberapa outlet di Singapura melalui kerja sama dengan jaringan NETS. BCA memiliki kerja sama dengan berbagai jaringan internasional terkemuka seperti VISA, MasterCard, American Express (AMEX), JCB dan China UnionPay International dalam layanan acquiring/acceptance. Sejak November 2014, BCA menjadi single acquirer kartu AMEX di Indonesia untuk memperkuat kapabilitas Bank dalam melayani pengguna yang berasal dari luar negeri. AMEX memiliki lebih dari 100 juta pengguna kartu yang tersebar di banyak negara.

Kolaborasi BCA dan AMEX memperkokoh pangsa pasar jaringan terminal Electronic Data Capture/Point-of-Sales (POS) BCA yang tersebar luas di Indonesia.

Pertumbuhan bisnis kartu kredit BCA ditopang oleh brand image yang kuat serta pengembangan produk dan layanan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan nasabah, namun juga sesuai dengan tren gaya hidup terkini berdasarkan segmentasi nasabah. BCA telah mengembangkan beragam produk kartu kredit yang disesuaikan dengan

kebutuhan khusus para nasabah. ‘BCA Visa dan MasterCard Black Card’ ditujukan untuk memfasilitasi gaya hidup kelas atas nasabah individu segmen mass- affluent. BCA juga telah mengembangkan kartu kredit co-branding melalui kerja sama aliansi strategis dengan berbagai mitra perusahaan. Aliansi ini termasuk kartu kredit ‘BCA Singapore Airlines’ yang sangat populer, merupakan kerja sama dengan Singapore Airlines untuk melayani para nasabah kelas menengah ke atas.

Untuk menangkap peluang pertumbuhan dari kebutuhan masyarakat kelas menengah, BCA melanjutkan program kemitraan promosi jangka panjang dengan beberapa mitra strategis, seperti Central Department Store, Starbucks Coffee, Cineplex 21, Haagen-Dazs, dan banyak lagi. BCA bekerja sama dengan para mitra pilihan tersebut untuk menawarkan berbagai program promosi, antara lain potongan harga, penggunaan reward points dan fasilitas cicilan 0%. Aktivitas promosi juga dikemas dalam bentuk penyelenggaraan berbagai event khusus, diantaranya adalah Travel Fair yang bekerja sama dengan maskapai penerbangan terkemuka seperti Garuda Indonesia dan Singapore Airlines.

BCA juga melanjutkan pengembangan di sisi perangkat keras, sistem pendukung dan infrastruktur teknologi informasi untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan dalam penggunaan kartu kredit. Pada triwulan III tahun 2015, BCA telah mengoperasikan sistem kartu kredit dengan menggunakan PIN, sebagai alternatif sistem konvensional yang menggunakan tanda tangan.

Di bidang e-commerce, BCA terus membangun jaringan mitra kerja sama, sejalan dengan bertumbuhnya teknologi dan aktivitas e-commerce. Transaksi e-commerce melalui BCA mengalami pertumbuhan sangat pesat. Bekerja sama dengan berbagai perusahaan seperti Visa, MasterCard,

74

PT Bank Central Asia Tbk Laporan Tahunan 2015

JCB, dan AMEX, BCA memfasilitasi transaksi e-commerce serta melakukan berbagai program dan aktivitas promosi.

Di tahun 2015, BCA melakukan kerja sama dengan maskapai penerbangan Garuda Indonesia dimana pelanggan yang melakukan pembelian tiket penerbangan melalui website perusahaan dengan menggunakan kartu kredit BCA dapat menikmati penawaran cicilan BCA 0%

dengan tenor 3 dan 6 bulan. BCA juga menyelenggarakan program promo e-Shopping Carnival dengan beberapa online merchant, dimana seluruh pemegang kartu kredit dari bank manapun memperoleh potongan harga dan cash back atas pembelanjaan online di merchant-merchant tertentu. Program ini bertujuan memperkuat posisi BCA sebagai e-Commerce Acquiring Bank serta memperluas awareness solusi penerimaan pembayaran kartu sebagai salah satu layanan dalam industri e-commerce.

Selain kartu kredit dan kartu debit, BCA juga menawarkan kartu pra-bayar Flazz sebagai solusi pembayaran alternatif dengan kartu. BCA melanjutkan upaya memperluas penggunaan kartu Flazz melalui kerja sama dengan berbagai mitra dalam melayani transaksi dengan nominal kecil, seperti layanan parkir, jalan tol, gerai makanan dan

minuman siap saji serta minimarket. Pada tahun 2015 terdapat 8,6 juta kartu Flazz yang beredar, memfasilitasi transaksi nasabah dalam nominal kecil.

Pengembangan sistem pembayaran berbasis kartu di sektor transportasi massal, seperti Trans Jakarta, Kereta Commuter Jabodetabek dan lainnya, telah mendorong penggunaan kartu Flazz. Regulator juga aktif melakukan kampanye Gerakan Nasional Non Tunai yang turut berkontribusi terhadap peningkatan penggunaan kartu Flazz.

Di tahun 2015, BCA mulai bekerja sama dengan bank lain dalam penerbitan kartu co-branding Flazz. Dengan menggunakan Flazz, para nasabah bank lain dapat melakukan transaksi pembayaran di seluruh merchant Flazz dan diikutsertakan dalam beragam program dan penawaran menarik yang diselenggarakan oleh Flazz, dengan demikian BCA dapat semakin memperluas basis pengguna kartu Flazz.

Sebagai bentuk pengakuan atas berbagai inisiatif Bank dalam pengembangan produk dan layanan, kartu kredit BCA mendapatkan penghargaan Top Brand Award 2015 dari majalah Marketing dan Frontier Consulting Group, dan Customer Loyalty Award sebagai Net Promoter Leader 2015 dari majalah SWA.

Melangkah ke Depan

Bisnis Perbankan Individu memiliki prospek yang cerah dan akan menjadi salah satu fokus kegiatan BCA di masa-masa mendatang. Masyarakat kelas menengah yang terus bertumbuh akan menciptakan kebutuhan layanan perbankan seperti kredit pemilikan rumah, kredit kendaraan bermotor, kartu kredit, bancassurance dan produk perbankan individu lainnya. Dengan didukung oleh jaringan cabang dan perbankan elektronik yang solid

Perbankan Individu

75

PT Bank Central Asia Tbk Laporan Tahunan 2015 serta beragam produk dan layanan, BCA berada pada

posisi yang menguntungkan untuk menangkap berbagai peluang yang akan muncul.

Ke depan, BCA akan terus memasarkan produk dan layanan perbankan individu melalui penyempurnaan kemampuan analisa nasabah. Sistem Customer Relationship Management terus ditingkatkan untuk lebih memahami perilaku dan kebutuhan nasabah sebagai landasan untuk menentukan strategi pengembangan produk serta kegiatan pemasaran dan promosi.

BCA akan terus memperkuat sinergi antar unit, mengembangkan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah, serta melaksanakan pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia, yang dirancang untuk meningkatkan kualitas layanan nasabah.

Melalui penerapan secara berhati-hati atas strategi yang tepat dan berimbang, BCA yakin akan dapat terus memberikan produk dan layanan dengan kualitas yang terbaik bagi para nasabah perbankan individu.

76

PT Bank Central Asia Tbk Laporan Tahunan 2015

Dalam dokumen Buku Laporan Tahunan BCA 2015 Indonesia (Halaman 70-78)