Senyawa yang atom-atomnya digabungkan oleh ikatan ion disebut senyawa ion. Dalam senyawa ion terdapat partikel-partikel yang bermuatan listrik positif atau ion positif yang disebut kation dan partikel-partikel yang bermuatan listrik negatif atau ion negatif yang disebut anion.
Jika senyawa ion tersebut dilarutkan ke dalam air maka ion-ion tersebut akan bergerak bebas. Ion- ion yang bergerak bebas itulah yang dapat menghantarkan arus listrik. Oleh karena itu, kita dapat memahami mengapa senyawa elektrolit yang berwujud padat tidak dapat menghantarkan arus listrik.
Contoh reaksi pengionan senyawa ion, mislanya: KBr(aq) → K+(aq) + Br–(aq) 2) Sifat Elektrolit pada Senyawa Kovalen
Senyawa yang atom-atomnya digabungkan oleh ikatan kovalen disebut senyawa kovalen. Mengapa senyawa kovalen dapat bersifat elektrolit? Pada bab ikatan kimia, kalian telah mempelajari bahwa ada senyawa kovalen yang bersifat polar. Hal itu disebabkan adanya perbedaan keelektronegatifan yang cukup besar antara dua atom yang membentuk molekul dwikutub yang terpolarisasi sehingga menimbulkan molekul polar. Molekul dwikutub adalah molekul yang mempunyai kutub positif dan kutub negatif.
Senyawa kovalen yang bersifat polar disebut senyawa kovalen polar. Contohnya adalah HCl, HBr, dan NH3. Senyawa kovalen polar secara keseluruhan merupakan partikel yang netral. Senyawa itu dalam bentuk murni merupakan penghantar listrik yang lemah, tetapi jika senyawa tersebut dilarutkan dalam air maka akan menghasilkan larutan yang dapat menghantarkan arus listrik dengan baik. Hal itu disebabkan pelarut air merupakan molekul dwikutub yang juga merupakan senyawa kovalen polar yang membantu menguraikan senyawa kovalen polar menjadi ion positif dan ion negatif. Contoh:
HCl(l) + H2O(l) → H3O+(aq) + Cl–(aq) atau HCl(l) → H+(aq) + Cl–(aq)
Senyawa kovalen yang daya hantar listriknya lemah, misalnya larutan amonia dan larutan asam cuka merupakan elektrolit lemah. Zat itu dapat bereaksi dengan air membentuk ion. Akan tetapi, hanya sebagian yang terurai menjadi ion sehingga jumlah ion di dalam larutannya juga sedikit.
Refleksi
Pelajari materi tentang larutan elektrolit ikatan kimia (sifat elektrolit pada senyawa ion dan sifat elektrolit pada senyawa kovalen). Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).
Tabel 3.2 Refleksi Diri
Materi Tidak
Menguasai Kurang
Menguasai Menguasai Hubungan antara sifat elektrolit suatu zat dengan ikatan kimia
Sifat elektrolit pada senyawa ion Sifat elektrolit pada senyawa kovalen
Setelah peserta didik mempelajari tentang larutan elektrolit ikatan kimia (sifat elektrolit pada senyawa ion dan sifat elektrolit pada senyawa kovalen), peserta didik diminta untuk menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta didik juga diminta menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka kembang- kan dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.
Catatan:
• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru maka minta remedial.
• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.
Lembar Refleksi Diri (Sikap) 1. Isikan identitas kalian!
2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!
3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!
4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!
5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya” yang terisi.
Nama: ... Kelas: ...
No. Pernyataan Ya Tidak
1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.
2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.
3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.
4. Saya berperan aktif dalam kelompok.
5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.
6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.
7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.
8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.
9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan.
10. Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.
Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan
Jika lebih dari dan sama dengan 8
pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 8 pernyataan terisi
“Ya” Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
“Ya”
Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan) 1. Isikan identitas kalian!
2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!
3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!
4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!
5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya” yang terisi.
Nama: ... Kelas: ...
No. Pernyataan Ya Tidak
1. Saya dapat menjelaskan hubungan antara sifat elektrolit suatu zat dengan ikatan kimia dengan benar.
2. Saya dapat menjelaskan tentang sifat elektrolit pada senyawa ion dengan tepat.
3. Saya dapat menjelaskan tentang sifat elektrolit pada senyawa kovalen dengan tepat.
Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan
Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”
c. Kegiatan Penutup (10 menit)
1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.
2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan mempersiapkan materi selanjutnya.
3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.
Pertemuan 19
Proses Kegiatan Pembelajaran
Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.
a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
1) Guru meminta salah seorang peserta didik untuk memimpin doa, dan peserta didik berdoa sesuai dengan agamanya masing-masing.
2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik tersebut untuk berisitirahat di UKS.
3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang sifat elektrolit pada senyawa ion dan sifat elektrolit pada senyawa kovalen.
4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya, dengan cara tanya jawab.
5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian kompetensi) disertai dengan penjelasan peranan larutan elektrolit bagi tubuh.
6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu peranan larutan elektrolit bagi tubuh.
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi peranan larutan elektrolit bagi tubuh, baik kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi dalam bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong, mandiri, dan bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi peranan larutan elektrolit bagi tubuh menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait;
kompetensi keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang peranan larutan elektrolit bagi tubuh dengan menekankan pada pengembangan nilai-nilai karakter antara lain iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis.
b. Kegiatan Inti (70 menit)
Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.
Sebelum mempelajari materi tentang peranan larutan elektrolit bagi tubuh, peserta didik diminta untuk mengamati gambar dan mengerjakan tugas dalam buku teks pada halaman 87. Guru juga dapat mengarahkan peserta didik untuk membaca Fakta Sains atau fitur Smart Learning yang ada di buku teks sesuai dengan materi yang sedang diajarkan.
Pembelajaran tentang peranan larutan elektrolit bagi tubuh dapat dipelajari melalui materi berikut.
Dalam tubuh manusia, larutan elektrolit terdapat dalam bentuk ion bebas. Elektrolit yang terdapat dalam jumlah besar dalam tubuh antara lain adalah natrium (Na+), kalium (K+), kalsium (Ca2+), magnesium (Mg2+), klorida (Cl–), bikarbonat (HCO3–), dan monohidrofosfat ((HPO42–). Di dalam tubuh manusia, kesetimbangan antara air (H2O) dan elektrolit diatur secara ketat agar sel-sel dan organ tubuh dapat berfungsi dengan baik. Misalnya, dalam proses ekskresi air keringat kesetimbangan air (H2O) dan elektrolit. Mengapa air keringat terasa asin?
Air keringat yang keluar dari tubuh kita mengandung tiga mineral utama, yaitu zat elektrolit berupa ion natrium, ion kalium, dan ion klorida dalam jumlah besar. Semakin besar laju pengeluaran keringat maka laju kehilangan Na+, K+, dan Cl– juga semakin besar. Di antara ketiga mineral ini, Na+ dan Cl– merupakan mineral dalam jumlah besar (konsentrasi tinggi) yang terbawa keluar tubuh melalui kelenjar keringat. Hal ini yang menyebabkan air keringat terasa asin.
Dalam tubuh manusia, elektrolit-elektrolit memiliki beberapa fungsi antara lain dalam menjaga tekanan osmotik tubuh, mengatur pendistribusian cairan ke dalam kompartemen badan, menjaga pH tubuh, dan juga akan terlibat dalam setiap reaksi oksidasi dan reduksi, serta ikut berperan dalam setiap proses metabolisme. Kekurangan elektrolit dapat menyebabkan terganggunya metabolisme tubuh.
Untuk mengganti kekurangan dan kehilangan elektrolit yang akut dalam tubuh, dapat ditambahkan elektrolit murni ke dalam tubuh.
Refleksi
Pelajari materi tentang peranan larutan elektrolit bagi tubuh. Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).
Tabel 3.3 Refleksi Diri
Materi Tidak
Menguasai Kurang
Menguasai Menguasai Larutan elektrolit dalam tubuh manusia
Beberapa ion (elektrolit) yang terdapat dalam tubuh Peranan atau fungsi larutan elektrolit bagi tubuh
Setelah peserta didik mempelajari tentang peranan larutan elektrolit bagi tubuh, peserta didik diminta untuk menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta didik juga diminta menuliskan profil pelajar Pan- casila apa yang dapat mereka kembangkan dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang diper- oleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.
Catatan:
• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru maka minta remedial.
• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.
Lembar Refleksi Diri (Sikap) 1. Isikan identitas kalian!
2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!
3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!
4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!
5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya” yang terisi.
Nama: ... Kelas: ...
No. Pernyataan Ya Tidak
1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.
2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.
3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.
4. Saya berperan aktif dalam kelompok.
5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.
6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.
7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.
8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.
9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan.
10. Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.
Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan
Jika lebih dari dan sama dengan 8
pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 8 pernyataan terisi
“Ya” Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
“Ya”
Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan) 1. Isikan identitas kalian!
2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!
3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!
4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!
5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya” yang terisi.
Nama: ... Kelas: ...
No. Pernyataan Ya Tidak
1. Saya dapat menjelaskan larutan elektrolit dalam tubuh manusia dengan benar.
2. Saya dapat menyebutkan beberapa ion (elektrolit) yang terdapat dalam tubuh dengan tepat.
3. Saya dapat menjelaskan tentang peranan atau fungsi larutan elektrolit bagi tubuh dengan tepat.
Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan
Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”
c. Kegiatan Penutup (10 menit)
1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.
2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan mempersiapkan materi selanjutnya.
3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.
Pertemuan 20
Proses Kegiatan Pembelajaran
Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.
a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
1) Guru meminta salah seorang peserta didik untuk memimpin doa, dan peserta didik berdoa sesuai dengan agamanya masing-masing.
2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik tersebut untuk berisitirahat di UKS.
3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang peranan larutan elektrolit bagi tubuh.
4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya, dengan cara tanya jawab.
5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian kompetensi) disertai dengan penjelasan reaksi reduksi dan oksidasi (bilangan oksidasi).
6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu reaksi reduksi dan oksidasi (bilangan oksidasi).
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi reaksi reduksi dan oksidasi (bilangan oksi- dasi), baik kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi dalam bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong, mandiri, dan bernalar kritis; kompetensi pengeta- huan, menganalisis materi reaksi reduksi dan oksidasi (bilangan oksidasi) menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait; kompetensi keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang reaksi reduksi dan oksidasi (bilangan oksidasi) dengan menekankan pada pengembangan nilai-nilai karakter antara lain iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis.
b. Kegiatan Inti (70 menit)
Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.
Sebelum mempelajari materi tentang reaksi reduksi dan oksidasi (bilangan oksidasi), peserta didik diminta untuk mengamati gambar dan mengerjakan tugas dalam buku teks pada halaman 88. Guru juga dapat mengarahkan peserta didik untuk membaca Fakta Sains atau fitur Smart Learning dan melakukan Aktivitas Sains 3.2 pada halaman 88–89 yang ada di buku teks sesuai dengan materi yang sedang diajarkan.
Pembelajaran tentang reaksi reduksi dan oksidasi (bilangan oksidasi) dapat dipelajari melalui materi berikut.
Jika suatu zat bergabung dengan oksigen akan terjadi reaksi oksidasi, seperti yang terjadi pada potongan apel dan kentang yang dibiarkan terbuka di udara. Oksigen di udara menyebabkan terjadinya reaksi oksidasi. Reaksi oksidasi dapat terjadi dengan cepat seperti pada reaksi pembakaran atau secara lambat seperti pada reaksi perkaratan (besi berkarat). Pelepasan oksigen dari suatu reaktan yang mengandung oksigen dinamakan reduksi. Jika dalam suatu reaksi ada zat yang mengalami oksidasi dan ada zat yang mengalami reduksi maka reaksi ini disebut reaksi redoks.
Konsep reaksi oksidasi dan reduksi mengalami penyempurnaan seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Urutan perkembangan konsep reduksi oksidasi, yaitu reaksi penerimaan dan pelepasan oksigen, kemudian reaksi penerimaan dan pelepasan elektron, serta perubahan bilangan oksidasi.
Bilangan oksidasi (biloks) adalah bilangan yang menunjukkan jumlah elektron suatu atom unsur yang dilepaskan atau diterima suatu unsur atau senyawa. Harga bilangan oksidasi menunjukkan banyaknya elektron yang dilepaskan atau diterima. Harga bilangan oksidasi dapat positif atau negatif. Jika berharga positif, berarti atom melepaskan elektron dan jika berharga negatif, artinya atom menerima elektron. Bagaimana menentukan bilangan oksidasi unsur dalam senyawa atau ion?
Bilangan oksidasi unsur-unsur dalam senyawa atau ion dapat ditentukan dengan menggunakan aturan sebagai berikut.
1) Bilangan oksidasi atom unsur bebas = 0.
2) Bilangan oksidasi atom logam dalam senyawa selalu bertanda positif.
3) Bilangan oksidasi atom H dalam senyawanya = +1, sedangkan bilangan oksidasi atom H dalam senyawa hidrida = –1.
4) Bilangan oksidasi atom O dalam senyawanya = –2, bilangan oksidasi atom O dalam senyawa peroksida = –1, dan bilangan oksidasi atom O dalam senyawa superoksida = – 1
2. 5) Bilangan oksidasi atom O dalam senyawa F2O, adalah +2.
6) Bilangan oksidasi atom fluor (F) dalam senyawanya = –1. Fluor adalah atom unsur yang paling elektronegatif dan membutuhkan 1 elektron untuk mencapai konfigurasi elektron stabil.
7) Bilangan oksidasi suatu atom unsur dalam suatu ion monoatom = muatan ionnya.
8) Jumlah bilangan oksidasi atom unsur dalam suatu senyawa = 0.
9) Jumlah bilangan oksidasi atom unsur dalam suatu ion poliatom = muatannya.
Refleksi
Pelajari materi tentang reaksi reduksi dan oksidasi (bilangan oksidasi). Unsur-unsur yang dinilai adalah pemahaman tentang materi (asesmen proses) dan kemampuan mengerjakan tugas (asesmen produk).
Tabel 3.4 Refleksi Diri
Materi Tidak
Menguasai Kurang
Menguasai Menguasai Konsep reaksi reduksi dan reaksi oksidasi
Bilangan oksidasi
Bilangan oksidasi suatu atom unsur dalam suatu senyawa
Setelah peserta didik mempelajari tentang reaksi reduksi dan oksidasi (bilangan oksidasi), peserta didik diminta untuk menuliskan materi yang belum dipahami. Peserta didik juga diminta menuliskan profil pelajar Pancasila apa yang dapat mereka kembangkan dari pembelajaran ini. Kemudian, laporkan hasil yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.
Catatan:
• Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru maka minta remedial.
• Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam materi yang ditentukan oleh guru maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih kompleks dalam bentuk pengayaan.
Lembar Refleksi Diri (Sikap) 1. Isikan identitas kalian!
2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!
3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!
4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!
5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya” yang terisi.
Nama: ... Kelas: ...
No. Pernyataan Ya Tidak
1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh.
2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian.
3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu.
4. Saya berperan aktif dalam kelompok.
5. Saya menghormati dan menghargai teman dan guru.
6. Saya dapat bekerja sama dengan teman.
7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami.
8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran.
9. Saya merefleksikan setiap pembelajaran yang saya lakukan.
10. Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari.
Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan
Jika lebih dari dan sama dengan 8
pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 8 pernyataan terisi
“Ya” Jika kurang dari 5 pernyataan terisi
“Ya”
Lembar Refleksi Diri (Pengetahuan dan Keterampilan) 1. Isikan identitas kalian!
2. Berikan tanda (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan sesuai dengan sikap kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai!
3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur!
4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”!
5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Perlu Perbaikan sesuai jumlah “Ya” yang terisi.
Nama: ... Kelas: ...
No. Pernyataan Ya Tidak
1. Saya dapat menjelaskan tentang konsep reaksi reduksi dan reaksi oksidasi dengan benar.
2. Saya dapat menjelaskan tentang bilangan oksidasi dengan tepat.
3. Saya dapat menuliskan bilangan oksidasi suatu atom unsur dalam suatu senyawa dengan tepat.
Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan
Jika 3 pernyataan terisi “Ya” Jika 2 pernyataan terisi “Ya” Jika kurang dari 2 pernyataan terisi
“Ya”
c. Kegiatan Penutup (10 menit)
1) Guru melakukan review hasil pembelajaran yang telah dilakukan.
2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari lebih dalam materi ini dan mempersiapkan materi selanjutnya.
3) Guru memberikan kesimpulannya dan menutup kelas.
Pertemuan 21
Proses Kegiatan Pembelajaran
Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.
a. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
1) Guru meminta salah seorang peserta didik untuk memimpin doa, dan peserta didik berdoa sesuai dengan agamanya masing-masing.
2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada peserta didik yang kurang sehat (sakit) maka guru meminta peserta didik tersebut untuk berisitirahat di UKS.
3) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang bilangan oksidasi.
4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya, dengan cara tanya jawab.
5) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian kompetensi) disertai dengan penjelasan perkembangan konsep reduksi dan oksidasi.
6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari, yaitu perkembangan konsep reduksi dan oksidasi (reaksi penerimaan dan pelepasan oksigen, reaksi penerimaan dan pelepasan elektron, serta kenaikan dan penurunan bilangan oksidasi.
7) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi perkembangan konsep reduksi dan oksidasi, baik kompetensi sikap (profil pelajar Pancasila) dengan observasi dalam bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong, mandiri, dan bernalar kritis; kompetensi pengetahuan, menganalisis materi perkembangan konsep reduksi dan oksidasi menggunakan tes tertulis dan kompetensi terkait;
kompetensi keterampilan, yaitu mendiskusikan tentang perkembangan konsep reduksi dan oksidasi dengan menekankan pada pengembangan nilai-nilai karakter antara lain iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, integritas, dan bernalar kritis.
b. Kegiatan Inti (70 menit)
Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut.
Sebelum mempelajari materi tentang perkembangan konsep reduksi dan oksidasi, peserta didik diminta untuk membaca materi dalam buku teks pada halaman 91. Guru juga dapat mengarahkan peserta didik untuk membaca Fakta Sains atau fitur Smart Learning dan melakukan Aktivitas Sains 3.3 pada halaman 93 yang ada di buku teks sesuai dengan materi yang sedang diajarkan.
Pembelajaran tentang reaksi reduksi dan oksidasi (bilangan oksidasi) dapat dipelajari melalui materi berikut.
Berikut konsep reaksi reduksi dan reaksi oksidasi berdasarkan penerimaan dan pelepasan oksigen, penerimaan dan pelepasan elektron, serta perubahan bilangan oksidasi.