• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PRAKTIKUM KI203: PENENTUAN ORDE REAKSI DAN TETAPAN LAJU

N/A
N/A
Soffy Nur A

Academic year: 2023

Membagikan "LAPORAN PRAKTIKUM KI203: PENENTUAN ORDE REAKSI DAN TETAPAN LAJU"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PRAKTIKUM KI203 PRAKTIKUM KIMIA DASAR

PENENTUAN ORDE REAKSI DAN TETAPAN LAJU

Kamis, 4 November 2021 Dosen Pengampu:

Drs. Hokcu Suhanda, M.Si.

Dra. Wiwi Siswaningsih, M.Si.

Oleh:

Soffy Nur Aafiah (NIM: 2108044) Pendidikan Kimia B

DEPARTEMEN PENDIDIKAN KIMIA

FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

BANDUNG 2021

(2)

1. Tujuan

1) Menentukan orde reaksi dari reaksi oksidasi vitamin C oleh I2

2) Menentukan tetapan laju reaksi dari reaksi oksidasi vitamin C oleh I2

2. Dasar Teori

Kinetika reaksi merupakan cabang ilmu kimia yang membahas tentang laju reaksi dan faktor-faktor yang mempengaruhi. Laju (kecepatan) reaksi dinyatakan sebagai perubahan konsentrasi pereaksi atau hasil reaksi terhadap satuan waktu. Laju rekasi suatu reaksi kimia dapat dinyatakan dengan persamaan laju reaksi. Untuk reaksi berikut:

A + B AB

Persamaan laju reaksi secara umum ditulis sebagai berikut:

r = k [A]m[B]n

Dengan k sebagai konstanta laju reaksi, m dan n orde reaksi masing-masing pereaksi.

Laju reaksi didefinisikan sebagai perubahan konsentrasi persatuan waktu. Laju reaksi kimia terlihat dari perubahan konsentrasi molekul reaktan atau konsentrasi molekul produk terhadap waktu. Laju reaksi tidak tetap, melainkan berubah terus menerus seiring dengan perubahan konsentrasi.

Faktor – faktor yang memepengaruhi laju reaksi:

a. Konsentrasi

Makin besar konsentrasi, makin banyak zat-zat yang bereaksi sehingga makin besar kemungkinan terjadinya tumbukan, dengan demikian makin besar pula kemungkinan terjadinya reaksi.

b. Luas permukaan zat

Reaksi hanya berlangsung pada bidang batas campuran, inilah yang disebut bidang sentuh. Dengan memeperbesar luas bidang sentuh, reaksi akan berlangsung lebih cepat.

c. Suhu

Pada suhu tinggi laju reaksi akan meningkat, hal ini dikarenakan temperatur yang tinggi meningkatkan energi molekul, sehingga meningkatkan tumbukan antar molekul persatuan waktu.

d. Katalis

(3)

Katalis homogen : yaitu katalis yang satu fase dengan zat yang dikatalis Katalis heterogen : yaitu katalis yang tidak satu fase dengan zat – zat yang

bereaksi.

Suatu reaksi dapat dikelompokkan berdasarkan ordenya. Orde reaksi suatu pereaksi sama dengan pangkat konsentrasi pereaksi tersebut dalam hukum laju yang hanya dapat ditentukan secara percobaan. Orde suatu reaksi ialah jumlah semua eksponen (dari konsentrasi dalam persamaan laju. Orde reaksi juga menyatakan besarnya pengaruh konsentrasi reaktan (pereaksi) terhadap laju reaksi.

1. Orde 0

Laju reaksi tidak bergantung pada konsentrasi pereaksi.

Persamaan laju reaksi orde 0:

r = k[A]0

Reaksi dikatakan berorde nol terhadap salah satu pereaksinya apabila perubahan konsentrasi pereaksi tersebut tidak mempengaruhi laju reaksi. Artinya, asalkan terdapat dalam jumlah tertentu, perubahan konsentrasi pereaksi itu tidak mempengaruhi laju reaksi.

2. Orde 1

Reaksi orde 1 adalah reaksi-reaksi yang lajunya berbanding langsung hanya dengan konsentrasi satu senyawa A ⟶ B

r = 𝐝[𝐀]

𝐝𝐭 = k[A]

3. Orde 2

Reaksi dikatakan memiliki orde 2, jika laju reaksi sebanding dengan kuadrat konsentrasi salah satu pereaksi atau dengan hasil kali konsentrasi dua pereaksi yang masing-masing dipangkatkan satu A + B ⟶ produk

Jika konsentrasi awal kedua pereaksi sama r = 𝐝[𝐀]

𝐝𝐭 = k[A]2

Pada penentuan hukum laju suatu reaksi, perubahan konsentrasi dari zat yang bereaksi harus dapat diamati baik secara langsung maupun tidak langsung.

Pengukuran konsentrasi dapat dilakukan berdasarkan pada kemudahan

(4)

pengamatan. Dengan begitu, pengukuran dapat dilakukan terdahap pereaksi maupun produk reaksi.

3. Alat dan Bahan 1) Alat

Nama Alat Ukuran Jumlah

Gelas Kimia 150 mL 5 buah

Spatula - 1 buah

Gelas Ukur 100 mL 1 buah

2) Bahan

Nama Bahan Rumus Kimia Jumlah

Tablet Vitamin C C6H8O6 8 keping

Betadine I2 1,5 mL

Air H2O @100 mL x 5

= 500 mL

3) Spesifikasi Bahan

No Nama Zat Sifat Fisika Sifat Kimia

1. Air • Tidak berwarna.

• Memiliki massa molar sebesar 18.02 g/mol.

• Memiliki densitas sebesar 0.998 g/cm³.

• Memiliki titik didih sebesar 100 °C, titik lebur sebesar 0

°C, dan tidak mudah terbakar.

• Memiliki rumus kimia H2O.

• Merupakan pelarut polar.

(5)

Bahaya Penanggulangan dan Pencegahan

Tidak berbahaya. Tidak diperlukan adanya tindakan penanggulangan yang serius.

No Nama Zat Sifat Fisika Sifat Kimia

2. Larutan Iodin • Berwarna coklat

• Memiliki massa molar sebesar 126,90 g/mol

• Pada 20 °C memiliki densitas sebesar 1,02 g/cm3

• Memiliki titik didih sebesar 184.3

°C, titik lebur sebesar 113.7 °C, dan kelarutan dalam air sebesar 0.00134 mol/liter pada suhu 25 °C.

• Memiliki rumus molekul I2.

• Tidak mudah meledak.

• pH 3,5 pada 20 °C.

• Reaktivitasnya paling rendah dan bersifat paling elektropositif.

• Sedikit larut dengan air.

• Larutan senyawa anorganik dalam air.

Bahaya Penanggulangan dan Pencegahan Jika tertelan, dapat

menyebabkan

kerusakan pada organ (tiroid) melalui paparan yang lama atau berulang.

Minum air putih yang banyak, kemudian dapatkan perhatian medis.

No Nama Zat Sifat Fisika Sifat Kimia

(6)

3. Asam Askorbat • Berbentuk hablur atau serbuk.

• Berwarna putih atau kuning.

• Dalam kering bersifat stabil di udara dan dalam larutan cepat teroksidasi.

• Melebur pada suhu lebih kurang 190

°C.

• Mempunyai rumus kimia C6H8O6.

• Mudah larut dalam air.

• Sukar larut dalam etanol.

• Tidak larut dalam kloroform, eter, dan benzene.

Bahaya Penanggulangan dan Pencegahan Tidak berbahaya. Tidak berbahaya.

4. Prosedur, Hasil dan Pengamatan

Prosedur Hasil dan Pengamatan

Membuat 100 mL Larutan Iodin (5 Tetes) dengan 1 Keping Vitamin C

• Membuat 100 mL larutan I2 dalam air dengan menambah 5 tetes cairan antiseptic ke dalam gelas kimia.

• Mengambil 1 tablet vitamin C dan memasukannya kedalam Larutan I2.

• Mengaduk larutan dengan spatula.

• Menghitung waktu yang dibutuhkan hingga warna larutan menjadi tidak berwarna .

Sebelum ditambahkan vitamin C

Setelah ditambahkan vitamin C dan diaduk

Gelas Kimia

(7)

Waktu yang diperlukan: 06,71 detik

Membuat 100 mL Larutan Iodin (5 Tetes) dengan 2 Keping Vitamin C

• Membuat 100 mL larutan I2 dalam air dengan menambah 5 tetes cairan antiseptic ke dalam gelas kimia.

• Mengambil 2 tablet vitamin C dan memasukannya kedalam Larutan I2.

• Mengaduk larutan dengan spatula.

• Menghitung waktu yang dibutuhkan hingga warna larutan menjadi tidak berwarna.

• Sebelum ditambahkan vitamin C

• Setelah ditambahkan vitamin C dan diaduk

Hasil

Gelas Kimia

(8)

• Waktu yang diperlukan: 05,29 detik

Membuat 100 mL larutan Iodin (5 tetes) dengan 3 keping Vitamin C

• Membuat 100 mL larutan I2 dalam air dengan menambah 5 tetes cairan antiseptic ke dalam gelas kimia.

• Mengambil 3 tablet vitamin C dan memasukannya kedalam Larutan I2.

• Mengaduk larutan dengan spatula

• Menghitung waktu yang dibutuhkan hingga warna larutan menjadi tidak berwarna

• Sebelum ditambahkan vitamin C

• Setelah ditambahkan vitamin C dan diaduk

Hasil

Gelas Kimia

Hasil

(9)

• Waktu yang dibutuhkan: 02,51 detik

Membuat 100 mL Larutan Iodin (10 Tetes) dengan 1 Keping Vitamin C

• Membuat 100 mL larutan I2 dalam air dengan menambah 10 tetes cairan antiseptic ke dalam gelas kimia.

• Mengambil 1 tablet vitamin C dan memasukannya kedalam Larutan I2.

• Mengaduk larutan dengan spatula.

• Menghitung waktu yang dibutuhkan hingga warna larutan menjadi tidak berwarna.

• Sebelum ditambahkan vitamin C

• Setelah ditambahkan vitamin C dan diaduk

• Waktu yang diperlukan: 08.32 detik Gelas Kimia

Hasil

(10)

Membuat 100 mL Larutan Iodin (15 tetes) dengan 1 Keping Vitamin C

• Membuat 100 mL larutan I2 dalam air dengan menambah 15 tetes cairan antiseptic ke dalam gelas kimia.

• Mengambil 1 tablet vitamin C dan memasukannya kedalam Larutan I2

• Mengaduk larutan dengan spatula

• Menghitung waktu yang dibutuhkan hingga warna larutan menjadu tidak berwarna

Sebelum ditambahkan vitamin C

• Setelah ditambahkan vitamin C dan diaduk

• Waktu yang diperlukan: 08,08 detik Gelas Kimia

Hasil

(11)
(12)

5. Perhitungan

Perhitungan dilakukan dengan cara menghitung waktu yang diperlukan oleh air untuk kembali jernih dengan menggunakan alat bantu stopwatch.

6. Pembahasan

Asam askorbat dan larutan I2 merupakan dua jenis indikator yang sering digunakan dalam percobaan laju reaksi. Keduanya akan bereaksi membentuk sebuah persamaan reaksi sebagai berikut:

C6H8O6 + I2 → C6H6O6 + 2I- + 2H+

Pada reaksi tersebut, asam askorbat (C6H8O6) berperan sebagai reduktor. Sementara itu, I2 bertindak sebagai oksidator dan berubah menjadi 2I-. Adapun pada pelaksanaannya, larutan iodin yang semula berwarna coklat akan berubah menjadi jernih seiring dengan penambahan asam askorbat ke dalamnya.

1. Reaksi 1 keping asam askorbat di dalam 100 mL larutan I2

Pada percobaan ini, digunakan 5 tetes betadine yang dicampurkan dengan 100 mL air. Warna larutan yang dihasilkan adalah coklat mendekati jernih. Setelah itu, 1 keping asam askorbat akan dimasukkan dan diaduk bersamaan dengan larutan yang berada di dalam gelas. Tercatat diperlukan waktu 06,71 detik untuk membuat larutan menjadi jernih. Hal tersebut dikarenakan luas permukaan sentuhnya yang relatif kecil, sehingga membuat reaksi berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

2. Reaksi 2 Keping asam askorbat di dalam 100 mL larutan

Pada Percobaan ini digunakan 5 tetes betadine yang dicampurkan dengan 100 mL air . warna larutan yang dihasilkan adalah masih coklat mendekati jernih.setelah itu 1 keping asam askorbat dimasukan dan diaduk dengan larutan iodin. Dan waktu yang diperlukan agar larutan berubah warna ada 05.29 detik. Dan penambahan 2 keping asam askorbat tentunya sangat berpengaruh terhadap laju reaksi.

3. Reaksi 3 keping asam askorbat di dalam 100 mL larutan

Pada percobaan ini digunakan 5 tetes betadine atau iodine yang dicampurkan dengan 100 ml air. Larutan berwarna coklat mendekati jernih sama pada percobaan 1 dan 2. Setelah itu 3 keping asam askorbat dimasukan dan diaduk dengan iodine.

Dan waktu untuk asam askorbat berubah warna mendekati jernih adalah 02. 51 detik. Dan pada penambahan 3 keping vitamin c ini membuat waktu yang dihasilkan semakin cepat .

4. Reaksi 1 keping asam askorbat dalam 100 mL air

(13)

Pada percobaan ini digunakan 10 tetes betadine atau iodine yang dicampurkan dengan 100 ml air. Larutan berwarna .Setelah itu 1 keping asam askorbat dimasukan dan diaduk dengan iodine. Dan waktu untuk asam askorbat berubah warna mendekati jernih adalah 08.32 detik. Dan pada penambahan 1 keping vitamin c ini membuat waktu yang dihasilkan semakin lama dibandingkan dengan percobaan 1 dan 2. Dikarenakan tetesan iodine yang diperbanyak tetapi penambahan vitamin c yang semakin sedikit yaitu 1 keping. Sehingga akan berpengaruh pada waktu yang diperlukan agar larutan iodine menjadi jernih.

5. Reaksi 1 keping asam askorbat dalam 100 mL air

Pada percobaan ini digunakan 15 tetes betadine atau iodine yang dicampurkan dengan 100 ml air. Larutan berwarna .Setelah itu 1 keping asam askorbat dimasukan dan diaduk dengan iodine. Dan waktu untuk asam askorbat berubah warna mendekati jernih adalah 08.08 detik. Dan pada penambahan 1 keping vitamin c ini membuat waktu yang dihasilkan semakin lama dibandingkan dengan percobaan 1 dan 2. Dikarenakan tetesan iodine yang diperbanyak tetapi penambahan vitamin c yang semakin sedikit yaitu 1 keping. Sehingga akan berpengaruh pada waktu yang diperlukan agar larutan iodine menjadi jernih.

7. Kesimpulan

Pada percobaan yang telah dilakukan mengenai laju reaksi dengan ujicoba asam askorbat dengan vitamin c , maka akan terlihat bagaimana ujicoba ini mempengaruhi terhadap adanya laju reaksi. Pada percobaan 1 yaitu penambahan 1 keping asam askorbat dengan 5 tetes larutan iodine waktu yang diperlukan untuk menjernihkan air relatif singkat. Dan pada percobaan 2 yaitu percobaan dengan menggunakan 2 keping asam askorbat ditambah degan 5 tetes larutan iodine waktu untuk menjernihkan larutan iodine relative lebih cepat daripada percobaan 1. Dan pada percobaan ke 3 yaitu reaksi antara 3 keping asam askorbat dengan 5 tetes larutan iodine , waktu yang diperlukan untuk menjernihkan air lebih singkat daripada percobaan 1 dabn 2. Dan pada percobaan 4 yaitu digunakan 10 tetes larutan iodine degan 1 keping asam askorbat. Dan untuk waktu menjernihkan larutan iodine relative lama. Serta pada percobaan terakhir yaitu penambahan 15 tetes larutan iodine dengan 1 keping asam askorbat waktu yang diperlukan relative aga lama. Dan hal ini menunjukan adanya pengaruh konsentrasi serta luas permukaan untuk mempercepat laju reaksi dan terbukti pada data waktu yang dihasilkan pada saat berlangsungnya kegiatan ujicoba.

8. Pertenyaan Setelah Praktikum

1. LKS Pengaruh Suhu Pada Laju Reaksi

1. Mengapa kedua larutan kimia tersebut disimpan terpisah dalam light stick? Apa yang terjadi ketika mereka bercampur?

Jawab :

(14)

Pada video demonstrasi light stick adalah suatu tabung kaca yang tipis dan didalamnya terdapat tabung plastic, dan kedua tabung tersebut diisi oleh suatu zat kimia yang apabila dibengkokan maka bahan kimia yang ada di dalam tabung dan diluar tabung akan bercampur dan bereaksi sehingga menghasilkan cahaya yang menandakan bahwa reaksi berlangsung secara cepat.

2. Apa yang Anda perhatikan ketika kedua light stick diaktifkan?

Jawab :

Pada saat kedua light stick diaktifkan pada suhu yang berbeda yaitu pada air panas dan air dingin.

3. Bagaimana Anda bisa tahu apakah reaksi kimia berlangsung lebih cepat atau lebih lambat di setiap tongkat pijar?

Jawab :

Reaksi kimia akan berlangsung lebih cepat jika terdapat kenaikan suhu, contohnya untuk light stick yang direndam di dalam air yang panas.

4. Beberapa orang menempatkan glow stick di dalam freezer agar lebih tahan lama.

Menurut Anda mengapa ini berhasil?

Jawab :

Dikarenakan agar light stick tersebut lebih tahan lama. Dikarenakan reaksi kimia akan berlangsung secara lambat pada suhu yang dingin. Perbedaannya pada suhu yang panas light stick akan cepat terang dan cepat juga menghilang. Sedangkan pada suhu yang dingin reaksi akan berlangsung secara lambat tetapi aga redup.

5. Apakah menurut Anda memulai dengan reaktan yang lebih hangat meningkatkan laju reaksi kimia lainnya? Mengapa?

Jawab :

ya, dikarenakan pada reaksi tersebut terjadi kenaikan suhu dengan ditandai light stick menyala dengan terang (reaksi berlansung secara cepat) dan menghasilkan banyak produk (cahaya yg dipancarkan )

6. Jika kita ingin melihat apakah suhu reaktan mempengaruhi laju reaksi ini, bagaimana kita bisa melakukannya? Jelaskan eksperimen yang akan membantu menjawab pertanyaan ini.

Jawab :

yaitu dengan kita mengujicobakan natrium bikarbonat atau soda kue dengan ditambahkan kedalam larutan kalsium klorida yang panas dan dingin. Maka kita akan bisa melihat pengaruh suhu terhadap laju reaksi.

7. Apakah suhu reaktan mempengaruhi laju reaksi kimia?

a. Ya b. Tidak

8. Ketika reaktan dicampur, mana yang bereaksi lebih cepat?

a. mereka bereaksi sama

b. reaktan dingin bereaksi lebih cepat c. reaktan panas bereaksi lebih cepat

(15)

9. Jelaskan mengapa menurut Anda ini terjadi.

Jawab :

Pada reaktan dengan yang panas (larutan kalsium klorida) jika dicampurkan dengan natrium bikarbonat . maka akan terjadi reaksi yang sangat cepat yang ditandai dengan adanya produk berupa tumpahan gelembung2 gas . Dan pada pencampuran larutan kalsium klorida dengan suhu yang dingin dan natrium bikarbonat reaksi berlangsung secara lambat. Dan produk yang dihasilkan (berupa gelembung gas) akan lambat untuk diproduksi.

10. Dalam animasi, molekul yang bergerak lebih cepat seperti molekul reaktan yang __________ dalam percobaan tongkat cahaya dan dalam percobaan larutan kalsium klorida dan soda kue.

Jawab : didinginkan dipanaskan

11. Molekul yang dipanaskan bergerak lebih cepat sehingga mereka bertabrakan lebih sering dan lebih keras. Tumbukan cukup ____________ sehingga atom menyusun ulang untuk membentuk produk.

Jawab : lemah kuat

12. Kayu bereaksi dengan oksigen di udara dan terbakar. Tapi setumpuk kayu yang duduk di sebelah perapian tidak secara acak mulai terbakar. Anda harus menyalakan api.

Menurut Anda mengapa hal ini terjadi?

Jawab :

tentunya kita harus melihat terlebih dahulu kayu yang bereaksi dengan oksigen di udara yang terbakar itu tidak terjadi di dalam suhu kamar. Dan ada pula setumpuk kayu yang dekat dengan sumber api tidak langsung terbakar hal itu dikarenakan kayu tersebut memerlukan energi (bantuan untuk dinyalakan ) agar kayu tersebut dapat terbakar.

13. Apakah Anda menyalin Konsep Utama ke dalam buku catatan Anda?

Jawab : Ya Tidak

(16)

14. Pikirkan salah satu demonstrasi atau eksperimen dalam pelajaran ini yang menurut Anda sangat berkesan. Jelaskan bagaimana demonstrasi atau eksperimen ini membantu Anda memahami salah satu Konsep Kunci yang tercantum di atas..

Jawab :

Pada video demonstrasi yang dipaparkan sangat membantu saya dalam memahami bagaimana gambaran suhu sangat mempengaruhi akan terjadinya laju reaksi.

15. Bagaimana perasaan Anda tentang apa yang telah Anda pelajari dalam pelajaran ini?

• Bagus! Saya yakin bahwa saya memahami materi.

• Bagus, tapi saya masih punya pertanyaan. Saya akan bertanya kepada guru tentang hal itu melalui email atau di kelas.

• Oke, tapi saya perlu lebih banyak latihan. Saya akan membaca pelajaran dan menonton kembali beberapa video.

• Saya butuh bantuan. Saya akan meninjau pelajaran dan membuat daftar topik yang membingungkan saya. Saya akan menghubungi guru untuk meminta bantuan.

2. LKS Pengaruh Katalis Pada Laju Reaksi

1. Bagaimana Anda bisa tahu bahwa gas dihasilkan dalam reaksi kimia?

Jawab :

karena terlihat dari salah satu ciri dari perubahan kimia adalah terbentuknya gas.

(menghasilkan zat baru dari keadaan / fasa sebelumnya)

2. Pilih satu kata yang melengkapi kedua kalimat ini: Pelajaran ini tentang mempercepat reaksi kimia. Beberapa reaksi terjadi sangat lambat, tetapi bahan kimia yang disebut ____ dapat ditambahkan untuk membuatnya terjadi lebih cepat. Demonstrasi pasta gigi gajah mengandalkan ________________.

Jawab : surfaktan katalis elemen molekul

3. Manakah pernyataan yang benar?

Jawab :

Katalis dianggap sebagai reaktan dalam reaksi kimia.

Katalis dianggap sebagai produk dalam reaksi kimia.

Katalis bukan reaktan, dan bukan produk, dalam reaksi kimia.

4. Berapa banyak masing-masing jenis atom dalam reaktan (2 molekul hidrogen peroksida)?

1 2 3 4 5 6

Hidrogen H4

Oksigen O4

(17)

5. Berapa banyak masing-masing jenis atom dalam produk (2 molekul air dan 1 molekul gas oksigen)?

1 2 3 4 5 6

Hidrogen H4

Oksigen O4

6. Apa persamaan antara demonstrasi Pasta Gigi Gajah dan Jin dalam Botol?

Jawab :

Persamaannya sama sama ditambah katalis untuk mempercepat laju reaksi dan juga dan sama- sama menggunakan hydrogen peroksida

7. Apa perbedaan demonstrasi Pasta Gigi Gajah dan Jin dalam Botol?

Jawab :

Perbedaannya dapat dilihat pada pembuatan pasta gigi gajah ditambah dengan sabun/

detergen sehingga produk yang dihasilkan berupa gelembung2 gas yang menyerupai pasta gigi . sedangkan pada pembuatan produk jin dalam botol tidak ditambah dengan deterjen / sabun dan produk yang dihasilkan adalah gas O2

8. Petunjuk apa yang Anda miliki bahwa reaksi kimia terjadi dalam video ini?

Jawab :

Penambahan katalis yang akan mempengaruhi laju reaksi 9. Apa reaktan dalam video ini?

Jawab :

hidrogen peroksida air

gas oksigen ragi

10. Apa katalis dalam video ini?

Jawab :

hidrogen peroksida air

gas oksigen ragi

11. Ketika Anda menulis persamaan kimia untuk reaksi ini, haruskah ragi dimasukkan pada sisi produk dari persamaan kimia?

Jawab :

Tidak, dikarenakan katalis bukanlah suatu reaktan ataupun produk, tetapi hanya suatu zat yang dapat membantu dekomposisi terjadi lebih cepat.

(18)

12. Apakah Anda menyalin Konsep Utama ke dalam buku catatan Anda?

Jawab : a. Ya b. Tidak

13. Pikirkan salah satu demonstrasi atau eksperimen dalam pelajaran ini yang menurut Anda sangat berkesan. Jelaskan bagaimana demonstrasi atau eksperimen ini membantu Anda memahami salah satu Konsep Kunci yang tercantum di atas.

Jawab :

Pada video demonstrasi yang disajikan dapat membantu saya memahami mengenai bangaimana penambahan katalis pada suatu reaktan akan mempercepat laju reaksi padahal katalis itu sendiri bukanlah reaktan ataupun produk, tetapi hanya suatu zat yang mempengaruhi agar reaksi berlangsung secara cepat

14. Bagaimana perasaan Anda tentang apa yang telah Anda pelajari dalam pelajaran ini?

Jawab :

Bagus! Saya yakin bahwa saya memahami materi.

• Bagus, tapi saya masih punya pertanyaan. Saya akan bertanya kepada guru tentang hal itu melalui email atau di kelas.

• Oke, tapi saya perlu lebih banyak latihan. Saya akan membaca pelajaran dan menonton kembali beberapa video.

• Saya butuh bantuan. Saya akan meninjau pelajaran dan membuat daftar topik yang membingungkan saya. Saya akan menghubungi guru untuk meminta bantuan.

(19)
(20)

REFERENSI

Rimadhani Alifia. 2015. Laporan Praktikumbiokimia Pengujian Kadar Vitamin C.https://www.academia.edu/17562504/laporan_praktikum_biokimia_pengujian_vita min_C

Elizabeth. 2014. Praktikum Titrasi Redoks (Uji Vit C) Metode Iodimetri https://catatangurukimia.blogspot.com/2014/10/praktikum-titrasi-redoks-uji-vit-c.html Narita.2019. Laporan Biokimia Uji Vitamin C Dengan Iodine.

https://laporanprakbiokimia.blogspot.com/2019/01/uji-vitamin-c-dengan- betadine.html

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa reaksi hidrolisis piroksikam mengikuti reaksi order pertama dengan tetapan laju peruraian (k) pala suhu 60oC sebesar

Dan percobaan terakhir yaitu proses esterifikasi dimana timbul aroma yang enak dari larutan asam asetat + alcohol + asam sulfat pekat dalam tabung reaksi

Pada percobaan ini hal pertama yang dilakukan praktikan yaitu mereaksikan antara larutan asam sulfat 0,1 M dengan paku besi, sehingga hasil yang diperoleh selain larutan tidak

Pertama-tama kami memasukkan 7 tetes asam asetat glasial dan 7 tetes etanol ke dalam tabung reaksi,lalu dengan hati-hati kami menambahkan lagi 10 tetes asam sulfat, setelah itu

Waktu yang diperlukan dalam setiap reaksi tentunya tidak akan sama antara reaksi yang satu dengan yang lain sehingga perlu dilakukan percobaan?. Waktu

Pada tabung reaksi ke-1 tambah 2 tetes BTB. Perhatikan warna larutan. Berdasarkan hasil pengamatan, tentukanlah, apakah tanah yang diperiksa bersifat asam, netral atau basa.

Berangkat dari pertimbangan bahwa, sebagai suatu tetapan, harga k f dan k b selalu mempunyai harga yang konstan (pada T tetap) selama reaksi berlangsung dan

Suhu Apabila suhu pada suatu reaksi dinaikkan, maka partikel semakin aktif bergerak, sehingga sering terjadi tumbukan antar partikel, menyebabkan laju reaksi semakin besar..