Dakwah a. Pengertian
Merujuk arti bahasa, kata “dakwah” merupakan mashdar (kata dasar) dari
kata da’a (yang mempunyai arti mengajak, memanggil, dan menyeru untuk hal tertentu. Orang yang melakukan pekerjaan dakwah disebut dai (laki-laki) dan daiyah (perempuan).
Adab Berdakwah
Adab atau etika dakwah yang harus diperhatikan, antara lain:
1. Dakwah dengan cara hikmah, yaitu ucapan yang jelas, tegas, dan sikap yang bijaksana.
2. Dakwah menggunakan cara mauidzatul hasanah atau nasihat yang baik, yaitu cara-cara persuasif (damai dan menenteramkan, tanpa kekerasan)dan edukatif (memberikan pengajaran, i’tibar dan pelajaran hidup).
3. Dakwah dengan cara mujadalah, yaitu diskusi atau tukar pikiran yang berjalan secara dinamis dan santun dengan menghargai pendapat orang lain.
4. Dakwah melalui teladan yang baik (uswatun hasanah).
Artinya: Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah danpengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yangterbaik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapayang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk (Q.S. an-Nahl/16: 125).
d. Tujuan dan Sasaran Dakwah
Sasaran dan tujuan dakwah--sejak zaman dulu (mulai Nabi Adam a.s sampaiNabi Muhammad Saw.), bahkan sampai berakhirnya kehidupan--memilikisasaran yang jelas dan tetap, yakni sebagai berikut:
1. Sasaran Dakwah
a) Memberi semangat kepada manusia agar selalu meningkatkankualitas dan kuantitas amalnya, dari baik menjadi terbaik, sudahbanyak amalnya agar diperbanyak lagi, serta dari yang sekadarmengejar formalitas menuju ke substansi, sehingga profil mukminyang sejati menjadi nyata adanya.
b) Mengubah jalan hidup yang tidak baik menjadi baik, serta yangmenyimpang dari aturan Allah Swt. agar kembali ke jalan-Nya