• Tidak ada hasil yang ditemukan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

N/A
N/A
Pengacara Sunda

Academic year: 2023

Membagikan "Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia"

Copied!
56
0
0

Teks penuh

(1)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 1 dari 56 halaman Putusan Nomor : 90/G/2017/PTUN-MDN

P U T U S A N Nomor : 90/G/2017/PTUN-MDN

“ DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA”

Pengadilan Tata Usaha Negara Medan yang memeriksa, memutus dan menyelesaikan Sengketa Tata Usaha Negara pada Tingkat Pertama dengan Acara Biasa, yang dilangsungkan di gedung yang telah ditentukan untuk itu Jalan Bunga Raya No. 18, Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang, Medan, telah menjatuhkan Putusan dalam perkara antara;--- Drs. JOSKAR, M.Si. ; Kewarganegaraan Indonesia, Pekerjaan Mantan

Pegawai Negeri Sipil, bertempat tinggal di Jalan TD. Pardede Komp. Maju Bersama, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara. Dalam hal ini memberikan Kuasa kepada : --- 1. CHRISTINA NURMAYA DEWI, S.H.--- 2. DAVID PANGGABEAN, S.H.,M.H. dan--- 3. ESRON TITO NAPITUPULU, S.H.--- Kewarganegaraan Indonesia, Pekerjaan Advokat pada Law Office Dr. JANUARI SIREGAR, S.H., M.Hum. & Associates, beralamat Kantor di Jalan Perintis Kemerdekaan No. 32 Medan, Kelurahan Perintis, Kecamatan Medan Timur, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 30 Juni 2017. Selanjutnya disebut sebagai PENGGUGAT

M E L A W A N:

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1

(2)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 2 dari 56 halaman Putusan Nomor : 90/G/2017/PTUN-MDN

GUBERNUR SUMATERA-UTARA ; Berkedudukan di Jalan P. Diponegoro No.

30 Medan;--- Dalam hal ini diwakili oleh: --- 1. H. SULAIMAN,S.H.,M.Si, Jabatan : Kepala Biro Hukum;--- 2. T. TULUS NAIBAHO,S.H, Jabatan : Kepala Bagian Bantuan Hukum;--- 3. FREDY,S.H.,M.Hum, Jabatan : Kasubbag Sengketa dan Bantuan Hukum;--- 4. BAMBANG HARIANTO,S.H, Jabatan Staf;--- Kesemuanya kewarganegaraan Indonesia, Pekerjaan Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera-Utara yaitu Biro Hukum Setdaprovsu, beralamat di Jalan P.

Diponegoro No. 30 Medan, berdasarkan Surat Kuasa Khusus Nomor:

180/8024/2017, tanggal 29 Agustus 2017, Selanjutnya disebut sebagai ...TERGUGAT;

Pengadilan Tata Usaha Negara Medan;--- Telah membaca Penetapan Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Medan, Tanggal 19 Juli 2017, Nomor : 90/G/Pen.MH/2017/PTUN-Mdn,

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2

(3)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 3 dari 56 halaman Putusan Nomor : 90/G/2017/PTUN-MDN

Tentang Penunjukan Majelis Hakim dan Penunjukan Panitera Pengadilan Tata Usaha Negara Medan;---

Telah membaca Penetapan Hakim Ketua Majelis Pengadilan Tata Usaha Negara Medan, tanggal 24 Juli 2017, Nomor: 90/Pen.PP/2017/PTUN- MDN, Tentang Pemeriksaan Persiapan yang dilaksanakan pada tanggal 01 Agustus 2017;---

Telah membaca Penetapan Hakim Ketua Majelis Pengadilan Tata Usaha Negara Medan, tanggal 9 Agustus 2017, Nomor:

90/Pen.HS/2017/PTUN-MDN, Tentang Penetapan Hari Persidangan tanggal 15 Agustus 2017;---

Telah mendengarkan keterangan Para Pihak yang bersengketa;--- Telah memeriksa dan mempelajari bukti-bukti berupa surat-surat yang diajukan oleh Para Pihak;---

Telah mendengar keterangan Saksi yang diajukan Penggugat dalam Persidangan;---

Telah mendengar Keterangan Para Pihak yang bersengketa di Persidangan ;---

---TENTANG DUDUK PERKARA--- Menimbang, bahwa Penggugat telah mendaftarkan Gugatan tertanggal 18 Juli 2017, yang diterima dan didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Tata Usaha Negara Medan pada tanggal itu juga dibawah Register perkara Nomor:

90/G/2017/PTUN-MDN dan telah diadakan perbaikan formal terakhir pada tanggal 9 Agustus 2017, yang pada pokok isinya sebagai berikut ;--- I. OBJEK SENGKETA ;---

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3

(4)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 4 dari 56 halaman Putusan Nomor : 90/G/2017/PTUN-MDN

Keputusan Gubernur Sumatera-Utara Nomor : 800/1491/2017, tertanggal 17 April 2017, Tentang Penjatuhan Hukuman Disiplin Berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat Sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) atas nama Drs. Joskar, M.Si., NIP :19640915 199003 1 006;--- II. KEPENTINGAN :--- 1. Bahwa, di dalam pasal 53 ayat (1) Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004

Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara disebutkan: Orang atau Badan Hukum Perdata yang merasa kepentingannya dirugikan oleh suatu Keputusan Tata Usaha Negara dapat mengajukan gugatan tertulis kepada Pengadilan yang berwenang yang berisi tuntutan agar Keputusan Tata Usaha Negara yang disengketakan itu dinyatakan batal atau tidak sah, dengan atau tanpa disertai tuntutan ganti rugi dan/atau direhabilitasi.;--- 2. Bahwa, Surat Keputusan Tergugat a quo, telah menimbulkan kerugian bagi

Penggugat, dimana dengan adanya Keputusan Tergugat a quo, Penggugat telah kehilangan pekerjaan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sehingga, mengakibatkan hilangnya gaji dan tunjangan kinerja serta telah menghambat karier Penggugat, oleh karenanya telah memenuhi syarat untuk membatalkan Surat Keputusan Tergugat a quo;--- 3. Bahwa, oleh karena keputusan Tergugat a quo, telah merugikan

kepentingan Penggugat, berdasarkan ketentuan Pasal 53 ayat (1) Undang- Undang Nomor 9 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara, Keputusan Tergugat a quo dapat dituntut pembatalannya atau dituntut agar dinyatakan tidak sah;--- III. TENTANG WAKTU PENGAJUAN GUGATAN :---

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4

(5)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 5 dari 56 halaman Putusan Nomor : 90/G/2017/PTUN-MDN

1. Bahwa, Pasal 55 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha disebutkan: Gugatan dapat diajukan hanya dalam tenggang waktu sembilan puluh hari terhitung sejak saat diterimanya atau diumumkannya Keputusan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara”;--- 2. Bahwa, Keputusan Tergugat a quo, ditetapkan pada tanggal 17 April

2017, sedangkan Petikan Surat Keputusan a quo, baru diterima oleh Penggugat pada tanggal 30 Mei 2017. Sedangkan, Gugatan ini diajukan pada tanggal 18 Juli 2017, dengan demikian Gugatan ini diajukan masih dalam batas tenggang waktu 90 (sembilan puluh) hari sebagaimana ditentukan dalam Pasal 55 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha tersebut;--- 3. Bahwa, oleh karena Penggugat telah mengajukan Gugatan ini masih

dalam tenggang waktu yang ditentukan oleh Perundang-Undangan yang berlaku untuk itu, maka patut dan beralasan pula menurut hukum apabila

gugatan Penggugat dinyatakan dapat diterima”;--- IV. TENTANG KEWENANGAN PENGADILAN TATA USAHA NEGARA :---

1. Bahwa, dalam pasal 47 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara disebutkan bahwa : Pengadilan bertugas dan berwenang memeriksa, memutus, dan menyelesaikan sengketa Tata Usaha Negara;--- 2. Bahwa, dalam pasal 1 angka (10) Undang-Undang Nomor 51 Tahun

2009 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara disebutkan : Sengketa Tata Usaha Negara adalah, sengketa yang timbul dalam bidang Tata Usaha Negara antara Orang atau Badan Hukum Perdata dengan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara, baik di Pusat maupun di Daerah,

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5

(6)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 6 dari 56 halaman Putusan Nomor : 90/G/2017/PTUN-MDN

sebagai akibat dikeluarkannya Keputusan Tata Usaha Negara, termasuk sengketa kepegawaian berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku.;--- 3. Bahwa, dalam Keputusan pasal 1 angka (9) Undang-Undang Nomor 51

Tahun 2009 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara disebutkan:

Keputusan Tata Usaha Negara adalah, suatu penetapan tertulis yang dikeluarkan oleh Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang berisi tindakan hukum Tata Usaha Negara yang berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku, yang bersifat Konkret, Individual dan Final, yang menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau Badan Hukum Perdata;--- 4. Bahwa, dalam pasal 1 angka (8) Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009

Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara disebutkan : Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara adalah, Badan atau Pejabat yang melaksanakan urusan Pemerintahan berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku;--- 5. Bahwa, Surat Keputusan a quo telah memenuhi syarat sebagai

Keputusan Tata Usaha Negara sebagaimana ditentukan dalam Pasal 1 angka (9) Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara ;--- 6. Bahwa, Surat Keputusan Tergugat a quo, adalah suatu Penetapan

Tertulis (beschikking), yang dikeluarkan oleh Tergugat dalam kapasitasnya sebagai Badan Tata Usaha Negara yaitu, Badan atau Pejabat yang melaksanakan urusan Pemerintahan dan Otonomi Daerah

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6

(7)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 7 dari 56 halaman Putusan Nomor : 90/G/2017/PTUN-MDN

sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah. Sehingga, dengan demikian Tergugat merupakan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara sebagaimana ditentukan oleh Pasal 1 angka (8) Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara ;---

a. Bersifat Konkret. :--- Bahwa, Surat Keputusan Tergugat a quo, telah bersifat Konkret, karena nyata-nyata dibuat Tergugat tidak abstrak tetapi berwujud Surat Keputusan yang tertulis dan secara Konkrit menegaskan Tentang Menjatuhkan Hukuman Disiplin Berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat Sebagai Pegawai Negeri Sipil kepada Drs.

Joskar, M.Si;--- b. Bersifat Individual :--- Bahwa, Surat Keputusan Tergugat a quo, bersifat Individual, karena ditujukan pada Penggugat;--- c. Bersifat Final ;--- Bahwa, Surat Keputusan Tergugat a quo, bersifat Final, karena sudah tidak memerlukan persetujuan dari instansi lainnya sehingga sudah bersifat definitive dan sudah menimbulkan akibat hukum;---- V. DASAR-DASAR DAN ALASAN GUGATAN :---

1. Bahwa, Penggugat diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 1948/I05/c1/90.3, tertanggal 2 Juni 1990, yang bertugas sebagai guru Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMTA) pada SMA Negeri di Sarula, Kabupaten Tapanuli-Utara, yang selanjutnya

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7

(8)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 8 dari 56 halaman Putusan Nomor : 90/G/2017/PTUN-MDN

diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No.

5659/I05/c1/91.3, tertanggal 05 Desember 1991, dengan Pangkat Penata Muda Golongan III/a;--- 2. Bahwa, berdasarkan Surat Keputusan Bupati Tapanuli-Utara Nomor :

821/25/K/BKD/2002, tertanggal 20 Maret 2002, Penggugat diangkat sebagai Kepala Sekolah SMU Negeri 1 Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Utara, dengan pangkat Penata Tingkat I Golongan III/d;--- 3. Bahwa, berdasarkan Surat Keputusan Bupati Tapanuli-Utara Nomor :

821.23/44/K/BKD/2009, tertanggal 3 Juni 2009, Penggugat diangkat sebagai Kabid Tenaga Teknis Pada Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli-Utara, dengan Pangkat Pembina Golongan IV/a, Eselon III.b;---- 4. Bahwa, berdasarkan Surat Keputusan Bupati Tapanuli-Utara Nomor :

821.23/07/K/BKD/I/2010, tertanggal 06 April 2010, Penggugat diangkat sebagai Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Tapanuli Utara, dengan Pangkat Pembina Golongan IV/a, Eselon III.a;--- 5. Bahwa, berdasarkan Surat Keputusan Keputusan Bupati Tapanuli-Utara

Nomor : 821.22/08/K/BKD/I/2010, tertanggal 27 April 2010, Penggugat diangkat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Tapanuli Utara, dengan Pangkat Pembina Golongan IV/a, Eselon II.b ;--- 6. Bahwa, berdasarkan Surat Keputusan Bupati Tapanuli-Utara Nomor :

823.4/4804/2011, tertanggal 12 Desember 2011, Penggugat dinaikkan Pangkatnya menjadi Pembina Tk I, Golongan IV/b;--- 7. Bahwa, berdasarkan Surat Keputusan Bupati Tapanuli-Utara Nomor :

821.22/23/K/BKD/I/2012, tertanggal 23 April 2012, Penggugat diangkat sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Tapanuli Utara, dengan Pangkat Pembina Tk. I, Golongan IV/b, Eselon II.b;---

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 8

(9)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 9 dari 56 halaman Putusan Nomor : 90/G/2017/PTUN-MDN

8. Bahwa, berdasarkan Surat Keputusan Bupati Tapanuli-Utara Nomor : 821.22/32/K/BKD/I/2014, tertanggal 24 Juli 2014, Penggugat menduduki jabatan sebagai Staf Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli-Utara, dengan Pangkat Pembina Tk I, Golongan IV/b;--- 9. Bahwa, berdasarkan Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pada

Pengadilan Negeri Medan, No. 96/Pid.Sus-TPK/2015/PN.Mdn, tertanggal 29 Pebruari 2016, Penggugat dinyatakan melakukan tindak Pidana Korupsi yang dilakukan secara bersama-sama dengan Pidana penjara selama 1 (satu) tahun dan 2 (dua) bulan dan denda sebesar Rp.

50.000.000,- (lima puluh juta rupiah);--- 10. Bahwa, berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia

Republik Indonesia Nomor : W2-1361.PK.01.05.06, Tahun 2016, Tentang Pemberian cuti bersyarat bagi Narapidana, tertanggal 24 Juni 2016, Penggugat pada hari Kamis tanggal 29 Juni 2016, telah selesai menjalani masa hukumannya pada Rumah Tahanan Negara;--- 11. Bahwa, selama Penggugat menjalani proses Persidangan dan juga

menjalani hukuman tahanan, Penggugat masih menerima gajinya seperti biasanya sebagai Staff pada Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Utara;--- 12. Bahwa, pada hari Selasa, tanggal 12 Juli 2016, setelah

memberitahu/melapor kepala Kepala Dinas Pendidikan Tapanuli-Utara, Penggugat diberi perintah untuk kembali bekerja seperti biasa sebagai Staff pada Dinas Pendidikan Tapanuli-Utara dan tetap memperoleh gaji dan juga kembali menerima Tunjangan Tambahan Penghasilan (TPP) sejak bulan Juli 2016 sampai dengan April 2017;--- 13. Bahwa, berdasarkan Surat Badan Kepegawaian Negara Kabupaten

Tapanuli-Utara Nomor: 800/696/BKD/Sekre/2016, tertanggal 13

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 9

(10)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 10 dari 56 halaman Putusan Nomor : 90/G/2017/PTUN-MDN

September 2016, Perihal Kenaikan Gaji Berkala An. Drs. Joskar, M.Si, Penggugat masih memperoleh Kenaikan Gaji Berkala sampai dengan bulan Mei 2017;--- 14. Bahwa, pada tanggal 30 Mei 2017, Penggugat dipanggil menghadap

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli-Utara dan Penggugat diberikan Surat Keputusan Tergugat berupa Keputusan Gubernur Sumatera-Utara Nomor : 800/1491/2017, tertanggal 17 April 2017, Tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat Sebagai Pegawai Negeri Sipil Drs. Joskar, M.Si.;--- 15. Bahwa, sejak diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil, dengan jabatan

terakhir Staf pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tapanuli-Utara, dengan Pangkat /Golongan terakhir sebagai Pembina Tk. I, Golongan (IV/b), Penggugat telah menunjukkan sikap, perbuatan, loyalitas dan pengabdian yang tinggi dalam melaksanakan tugas;--- Alasan-Alasan Pembatalan:--- Bahwa, berdasarkan Pasal 53 ayat (2) huruf (a) dan (b) Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara disebutkan alasan-alasan yang dapat digunakan dalam gugatan Sengketa Tata Usaha Negara adalah :---

1. Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat itu bertentangan dengan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku;--- 2. Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat itu bertentangan dengan

Asas-Asas Umum Pemerintahan Yang Baik ;--- A. Keputusan Tergugat Bertentangan Dengan Peraturan Perundang -

Undangan Yang Berlaku ;---

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 10

(11)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 11 dari 56 halaman Putusan Nomor : 90/G/2017/PTUN-MDN

Surat Keputusan Tergugat Bertentangan dengan Pasal 24 ayat (1) dan ayat (2) serta Pasal 25 ayat (1) Peraturan Pemerintah RI Nomor 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil ;---

a. Bahwa, Pasal 24 ayat (1) dan ayat (2) Peraturan Pemerintah (PP) No. 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil menyatakan :--- ayat (1) :---

Sebelum PNS dijatuhi hukuman disiplin, setiap atasan wajib memeriksa terlebih dahulu PNS yang diduga melakukan pelanggaran disiplin ;--- ayat (2) :--- Pemeriksaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilakukan secara

tertutup dan hasilnya dituangkan dalam bentuk Berita Acara Pemeriksaan;- b. Bahwa, Pasal 25 ayat (1) Peraturan Pemerintah (PP) No. 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil menyatakan :--- Khusus untuk pelanggaran disiplin yang ancaman hukumannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (3) dan ayat (4) dapat dibentuk Tim Pemeriksa;---

c. Bahwa, pada bagian Penjelasan Pasal 24 ayat (1) PP No. 53 Tahun 2010 dijelaskan :--- Tujuan pemeriksaan sebagaiamana dimaksud pada ayat ini, adalah untuk mengetahui apakah PNS yang bersangkutan benar atau tidak melakukan pelanggaran disiplin, serta untuk mengetahui faktor-faktor yang mendorong atau yang menyebabkan ia melakukan pelanggaran disiplin;--- Pemeriksaan harus dilakukan dengan teliti dan objektif, sehingga dengan demikian pejabat yang berwenang menghukum dapat mempertimbangkan dengan seadil-adilnya tentang jenis hukuman disiplin yang akan dijatuhkan;-

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 11

(12)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 12 dari 56 halaman Putusan Nomor : 90/G/2017/PTUN-MDN

d. Bahwa, pada bagian Penjelasan Pasal 24 ayat (2) PP No. 53 Tahun 2010 dijelaskan :--- Yang dimaksud dengan ”pemeriksaan secara tertutup” adalah, Pemeriksaan hanya dihadiri oleh PNS yang diduga melakukan pelanggaran disiplin dan pemeriksa;---

e. Bahwa, sampai dengan Penggugat menerima Keputusan Tergugat yang menjadi Objek dalam perkara a quo, Tergugat tidak pernah membentuk Tim Pemeriksa, Penggugat tidak pernah dipanggil dan juga diperiksa oleh atasan Penggugat untuk dimintai keterangan mengenai tindakan disiplin yang dilakukan oleh Penggugat dan juga tidak pernah mendapatkan Berita Acara Pemeriksaan pelanggaran disiplin sebagaimana termaktub dalam Pasal 24 ayat (1) dan ayat (2) tersebut, padahal Pelanggaran disiplin yang diduga dilakukan oleh Penggugat ancaman hukumannya diatur dalam Pasal 7 ayat (3) dan ayat (4) No. 53 Tahun 2010;--- f. Bahwa, bila mengacu kepada Peraturan tersebut diatas yaitu, Keputusan

Tergugat yang memberhentikan Penggugat sebagai Pegawai Negeri Sipil secara tidak hormat tanpa adanya proses pemeriksaan terlebih dahulu terhadap diri Penggugat sebagaimana termaktub dalam Objek Perkara a quo, maka Keputusan Tergugat dapat dikatakan merupakan suatu bentuk Keputusan yang mengandung cacat hukum. Karena bertentangan dengan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku sehingga harus dianggap tidak sah dan harus dibatalkan;--- B. Keputusan Tergugat Bertentangan dengan Asas-Asas Umum

Pemerintahan Yang Baik (algemene beginselen van behoorlijk bestuur);--- 1. Asas Kepastian Hukum:---

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 12

(13)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 13 dari 56 halaman Putusan Nomor : 90/G/2017/PTUN-MDN

Bahwa, yang dimaksud dengan ”Asas Kepastian Hukum” adalah, azas dalam negara hukum yang mengutamakan landasan Perundang- Undangan, kepatutan dan keadilan dalam setiap kebijakan penyelenggara negara Penjelasan Pasal 3 Angka 1 Undang Undang Nomor 28 Tahun 1999 Tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih Dan Bebas Dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme);--- a. Penggugat Dalam Surat Keputusannya Menggunakan Peraturan

Perundang-Undangan Yang Sudah Dinyatakan Dicabut Dan Tidak Berlaku Lagi;--- Bahwa, dalam Konsideran ”Mengingat” dalam Surat Keputusan Tergugat yang menjadi Objek dalam perkara a quo, yang merupakan dasar hukum bagi Tergugat dalam mengeluarkan Surat Keputusannya, Tergugat menggunakan beberapa peraturan Perundang-Undangan antara lain :--- 1. Mengingat :--- Angka (1) : Undang-Undang No. 8 Tahun 1974 Tentang Pokok- Pokok Kepegawaian, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 8 Tahun 1974 Tentang Pokok-pokok Kepegawaian;--- Bahwa, Undang-Undang No 8 tahun 1974 Tentang Pokok-Pokok Kepegawaian, sebagimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian, telah dinyatakan tidak berlaku lagi berdasarkan Pasal 136 Undang- Undang No. 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara, yang menyatakan :---

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 13

(14)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 14 dari 56 halaman Putusan Nomor : 90/G/2017/PTUN-MDN

Pada saat Undang-Undang ini mulai berlaku, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 Tentang Pokok-Pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 1974, Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor : 3041) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 Tentang Pokok-Pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 1999 Nomor : 169, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor : 3890), dicabut dan dinyatakan tidak berlaku;--- 2. Mengingat :--- Angka (2) : Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang

Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor : 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor : 4437), sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor : 4844) ;--- Bahwa, bab V Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang- Undang Nomor 12 Tahun 2008, telah dinyatakan tidak berlaku lagi berdasarkan Pasal 137 Undang- Undang No. 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara, yang menyatakan :---

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 14

(15)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 15 dari 56 halaman Putusan Nomor : 90/G/2017/PTUN-MDN

Pada saat Undang-Undang ini mulai berlaku, ketentuan mengenai Kepegawaian Daerah yang diatur dalam Bab V Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor : 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor : 4437), sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor : 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844) dan Peraturan pelaksanaannya, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku;---

3. Mengingat :--- Angka (6) : Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003

Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah No. 96 Tahun 2000 Tentang wewenang Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor : 15, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4263);--- Bahwa, Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 Tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil telah dinyatakan tidak berlaku lagi berdasarkan Pasal 362 angka (14) Peraturan Pemerintah No 11 Tahun 2017 Tentang Manajemen Pegawai Sipil, yang mulai berlaku pada tanggal 7 April 2017, yang menyatakan :---

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 15

(16)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 16 dari 56 halaman Putusan Nomor : 90/G/2017/PTUN-MDN

Pada saat Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah No. 96 Tahun 2000 Tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor : 15, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor : 4263), dicabut dan dinyatakan tidak berlaku;--- Bahwa, Keputusan Tergugat yang memakai dasar hukum yang sudah dinyatakan dicabut dan tidak berlaku lagi dalam mengeluarkan Surat Keputusannya yang menjadi Objek dalam perkara a quo dalam Konsideran ”Mengingat” angka (1), angka (2), dan angka (6), merupakan bentuk pelanggaran terhadap Asas Kepastian Hukum dalam Asas-Asas Umum Pemerintahan Yang Baik (algemene beginselen van behoorlijk bestuur).

Sehingga, Keputusan Tergugat dapat harus dianggap tidak sah dan harus dibatalkan;--- b. Tergugat dalam Surat Keputusannya salah menetapkan bentuk

pelanggaran yang dilakukan Tergugat ;--- 1. Bahwa, dalam Surat Keputusannya yang menjadi Objek dalam

perkara a quo dalam Konsideran ”Menimbang” huruf (c) dan juga dalam Konsideran ”Memutuskan” bagian ”Kesatu”, Tergugat menjatuhkan hukuman disiplin berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil kepada Penggugat dengan menetapkan perbuatan yang dilakukan oleh Penggugat adalah pelanggaran terhadap Pasal 87 ayat (4) huruf b dan d Undang-Undang Aparatur Sipil Negara No. 5 Tahun 2014;---

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 16

(17)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 17 dari 56 halaman Putusan Nomor : 90/G/2017/PTUN-MDN

2. Bahwa, Pasal 87 ayat (4) huruf b dan d Undang-Undang Aparatur Sipil Negara No. 5 Tahun 2014, menyatakan :--- PNS diberhentikan dengan tidak hormat karena :--- b. Dihukum penjara atau kurungan berdasarkan Putusan

Pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak Pidana kejahatan atau tindak Pidana kejahatan yang ada hubungannya dengan jabatan dan/atau Pidana umum.

d. Dihukum penjara berdasarkan Putusan Pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak Pidana kejahatan atau tindak Pidana dengan Pidana penjara paling singkat 2 (dua) tahun yang dilakukan dengan berencana ;--- 3. Bahwa, Pasal yang dikenakan oleh Tergugat kepada Penggugat

adalah, Pasal 87 ayat (4) huruf b dan d Undang-Undang Aparatur Sipil Negara No. 5 Tahun 2014, kata ”dan” mengindikasikan suatu bentuk perbuatan kumulatif atau gabungan, yang berarti Penggugat telah melanggar Pasal 87 ayat (4) yaitu, huruf b dan juga huruf d;---- 4. Bahwa, kata ”dan” menunjukkan kata gabungan yang menunjukkan Penggugat dinyatakan melakukan pelanggaran terhadap kedua pelanggaran dalam Pasal 87 ayat (4) tersebut yaitu, huruf b dan d, bukan kalimat pilihan yang dapat menyatakan Penggugat melanggar perbuatan huruf b atau d, yang juga berarti pelanggaran pada huruf b dan d, telah menjadi satu kesatuan perbuatan yang tidak terpisahkan yang dinyatakan telah dilanggar oleh Penggugat.

Sehingga, Penggugat dijatuhi hukuman disiplin berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil dalam Surat Keputusan yang menjadi Objek dalam perkara a quo;---

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 17

(18)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 18 dari 56 halaman Putusan Nomor : 90/G/2017/PTUN-MDN

5. Bahwa, sehingga apabila salah satu unsur dari kedua pelanggaran yang telah ditunjuk dalam Surat Keputusan yang telah diterbitkan oleh Penggugat yang menjadi Objek dalam perkara a quo tersebut, tidak terpenuhi maka, tentu ketentuan pelanggaran yang telah ditetapkan dilanggar oleh Penggugat dinyatakan tidak sah;--- 6. Bahwa, Penggugat tidak pernah melanggar Pasal 87 ayat (4) huruf

d Undang-Undang Aparatur Sipil Negara No. 5 Tahun 2014, yang menyatakan:--- PNS diberhentikan dengan tidak hormat karena :

d. Dihukum penjara berdasarkan Putusan Pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak Pidana kejahatan atau tindak pidana dengan Pidana penjara paling singkat 2 (dua) tahun yang dilakukan dengan berencana;--- 7. Bahwa, berdasarkan Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi

Medan, Nomor: 96/Pid.sus-TPK/2015/PN.Mdn, tertanggal 29 Pebruari 2016, Penggugat hanya dijatuhi hukuman penjara selama 1 (satu) Tahun dan 2 (dua) bulan. Sehingga, dapat diketahui Penggugat tidak dipidana dengan penjara 2 (dua) tahun atau lebih.

Oleh karena itu, jelas Penggugat tidak dapat dikategorikan telah melanggar ketentuan huruf d Pasal 87 ayat (4) Undang-Undang Aparatur Sipil Negara No. 5 Tahun 2014;--- 8. Bahwa, oleh karena Penggugat tidak melanggar ketentuan Pasal 87

ayat (4) huruf d Undang-Undang Aparatur Sipil Negara No. 5 Tahun 2014, sehingga unsur-unsur pertimbangan yang menjadi dasar penjatuhan hukuman disiplin kepada Penggugat oleh Tergugat dalam Surat Keputusannya yang menjadi Objek dalam perkara a

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 18

(19)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 19 dari 56 halaman Putusan Nomor : 90/G/2017/PTUN-MDN

quo tidak terpenuhi sehingga, Keputusan Tergugat harus dianggap tidak sah dan harus dibatalkan;--- 2. Azas Profesionalitas;---

1. Bahwa, yang dimaksud dengan ”Azas Profesionalitas” adalah, Azas yang mengutamakan keadilan yang berlandaskan kode etik dan ketentuan Perundang-Undangan yang berlaku Penjelasan Pasal 3 Angka 6 Undang Nomor 28 Tahun 1999 Tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih Dan Bebas Dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme);--- 2. Bahwa, dalam pembuatan dan penerbitan serta pelaksanaan suatu

Keputusan, seharusnya didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan terhadap fakta-fakta yang relevan dan sebenarnya serta dengan mempertimbangkan semua kepentingan terkait berkenaan dengan pembuatan dan penerbitan serta pelaksanaan Keputusan yang bersangkutan, sehingga akan dapat diterbitkan suatu Keputusan yang tidak bersifat sewenang-wenang (Willekeurig);--- 3. Bahwa, jelas Tergugat dalam mengeluarkan Surat Keputusannya tidak

didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan terhadap fakta-fakta yang relevan dan sebenarnya serta tidak mempertimbangkan semua kepentingan terkait berkenaan dengan pembuatan dan penerbitan serta pelaksanaan Keputusan yang bersangkutan;--- 4. Bahwa, dalam Surat Keputusannya dapat dilihat ketidakcermatan

Tergugat dalam mengeluarkan Keputusannya karena tidak berdasarkan fakta-fakta yang ada, dimana dalam Surat Keputusannya dalam Konsideran ”Menimbang” huruf (a), yang menyatakan Tergugat berdasarkan Surat Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Medan, Nomor : 96/PidSus-TPK/2015/PN.Mdn, tanggal 15 Pebruari 2016,

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 19

(20)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 20 dari 56 halaman Putusan Nomor : 90/G/2017/PTUN-MDN

dijatuhi hukuman Pidana penjara selama 1 (satu) tahun dan 6 (enam) bulan;--- ---- 5. Bahwa, dalam Konsideran ”Menimbang” huruf (a), dalam Surat

Keputusan Tergugat tersebut dapat dilihat Tergugat tidak melihat fakta- fakta yang ada mengenai Putusan Pidana yang dijatuhkan kepada Tergugat karena fakta yang sebenarnya adalah, Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Medan, Nomor : 96/PidSus-TPK/2015/PN.Mdn tertanggal 29 Pebruari 2016 dan hukuman yang dijatuhi kepada Penggugat adalah hukuman Pidana penjara selama 1 (satu) tahun dan 2(dua) bulan;--- 6. Bahwa, dari hal tersebut diatas dapat dilihat Tergugat tidak menaati Asas

Profesionalitas dalam Asas-Asas Umum Pemerintahan Yang Baik (algemene beginselen van behoorlijk bestuur) Sehingga, Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Tergugat dapat dinyatakan tidak sah dan harus dibatalkan adanya;--- 7. Bahwa, Penggugat ditahan dalam Rumah Tahanan Negara kelas II b

Tarutung, sejak tanggal 22 Juli 2015 dan kemudian bebas pada tanggal 29 Juni 2016, dimana kemudian pada tanggal 12 Juli 2016, Penggugat atas izin Pimpinan Penggugat kembali masuk bekerja seperti biasanya pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tapanuli-Utara, Dimana semenjak ditahan, Penggugat tetap menerima gaji pokok dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tapanuli-Utara, akan tetapi Penggugat tidak menerima Tunjangan Tambahan Penghasilan dan bahkan setelah Penggugat bebas, Penggugat tetap menerima gaji pokok dan kembali memperoleh Tunjangan Tambahan Penghasilan sejak bulan Juli 2016 sampai dengan bulan April 2017 dan juga menerima kenaikan gaji berdasarakan Surat Badan Kepegawaian Negara Kabupaten

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 20

(21)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 21 dari 56 halaman Putusan Nomor : 90/G/2017/PTUN-MDN

Tapanuli-Utara Nomor : 800/696/BKD/Sekre/2016, tertanggal 13 September 2016, Perihal Kenaikan Gaji Berkala An. Drs. Joskar, M.Si, dimana Penggugat masih memperoleh gaji sampai dengan bulan Mei 2017;--- 8. Bahwa, dari fakta-fakta tersebut diatas dapat dilihat Penggugat tetap

melaksanakan kewajibannya selaku Pegawai Negeri Sipil dengan tetap masuk kerja setelah lepas dari tahanan dan juga dari fakta-fakta tersebut diatas dapat dilihat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga tetap menerima Penggugat untuk bekerja kembali sebagai staf pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan;--- 9. Bahwa, setelah bekerja kembali hampir setahun, Tergugat tiba-tiba

menjatuhkan hukuman disiplin berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil terhadap Penggugat. Sehingga, dapat dilihat Tergugat telah melakukan tindakan yang sewenang-wenang karena telah mengesampingkan Asas Profesionalitas dalam mengeluarkan Surat Keputusannya yang menjadi Objek perkara dalam perkara a quo, sehingga patut dan beralasan kiranya Surat Keputusan Tergugat a quo harus dinyatakan batal atau tidak sah;--- Bahwa, berdasarkan uraian-uraian keberatan tersebut diatas, oleh karena Keputusan Gubernur Sumatera-Utara Nomor : 800/1491/2017, tertanggal 17 April 2017, Tentang Penjatuhan Hukuman Disiplin Berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat Sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) atas nama Drs. Joskar, M.Si., NIP :196409151990031006, telah dinyatakan batal atau tidak sah maka patut dan beralasan kiranya menurut hukum apabila Tergugat Gubernur Sumatera-Utara diwajibkan untuk membatalkan atau mencabut Keputusan Gubernur Sumatera-Utara Nomor : 800/1491/2017, tertanggal 17 April 2017, tentang Penjatuhan Hukuman Disiplin Berupa Pemberhentian Tidak

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 21

(22)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 22 dari 56 halaman Putusan Nomor : 90/G/2017/PTUN-MDN

Dengan Hormat Sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) atas nama Drs.

Joskar, M.Si., NIP :196409151990031006;--- Bahwa, oleh karena Tergugat (Gubernur Sumatera-Utara), telah diwajibkan untuk membatalkan atau mencabut Keputusan Gubernur Sumatera-Utara Nomor : 800/1491/2017, tertanggal 17 April 2017, Tentang Penjatuhan Hukuman Disiplin Berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat Sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) atas nama Drs. Joskar, M.Si., NIP :196409151990031006, maka patut dan beralasan kiranya menurut hukum apabila Tergugat (Gubernur Sumatera-Utara) diwajibkan untuk mengangkat kembali atau merehabilitasi kedudukan Penggugat dalam keadaan semula sebagai Pegawai Negeri Sipil;--- Berdasarkan uraian-uraian dan fakta-fakta tersebut di atas, dimohonkan ke hadapan yang Mulia Bapak Ketua Pengadilan Tata Usaha Negera Medan, agar kiranya berkenan untuk mengambil dan menjatuhkan Putusan yang Amarnya berbunyi sebagai berikut :--- 1. Mengabulkan Gugatan Penggugat Untuk Seluruhnya;--- 2. Menyatakan Batal atau Tidak Sah Keputusan Gubernur Sumatera Utara

Nomor : 800/1491/2017, tertanggal 17 April 2017, Tentang Penjatuhan Hukuman Disiplin Berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat Sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) atas nama Drs. Joskar, M.Si., NIP :196409151990031006;--- 3. Mewajibkan Tergugat (Gubernur Sumatera-Utara) Untuk Mencabut

Keputusan Gubernur Sumatera-Utara Nomor : 800/1491/2017, tertanggal 17 April 2017, Tentang Penjatuhan Hukuman Disiplin Berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat Sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) atas nama Drs.

Joskar, M.Si., NIP :196409151990031006;---

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 22

(23)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 23 dari 56 halaman Putusan Nomor : 90/G/2017/PTUN-MDN

4. Mewajibkan Tergugat (Gubernur Sumatera-Utara) Untuk Mengangkat Kembali Atau Merehabilitasi Kedudukan Penggugat Dalam Keadaan Semula Sebagai Pegawai Negeri Sipil;--- 5. Menghukum Tergugat (Gubernur Sumatera-Utara) Untuk Membayar Biaya- Biaya Yang Timbul Dalam Pemeriksaan Perkara ini;---

Menimbang, bahwa atas Gugatan Penggugat tersebut, Tergugat telah mengajukan Jawaban tertanggal 12 September 2017, yang didalamnya memuat Eksepsi yang pada pokoknya mengajukan dalil-dalil sebagai berikut;---- Bahwa, Tergugat menolak dan membantah segala dalil-dalil Gugatan yang diajukan Penggugat dalam perkara ini kecuali terhadap hal-hal yang diakuinya secara tegas dibawah ini :--- 1. Bahwa, sebelum Tergugat menanggapi lebih lanjut dalil-dalil gugatan

Penggugat dalam perkara a quo, maka Tergugat memandang perlu untuk terlebih dahulu menyampaikan penegasan-penegasan dan penjelasan- penjelasan awal berkaitan dengan dasar dan alasan diterbitkannya Objek Sengketa a quo dan diharapkan dapat dijadikan dasar pertimbangan hukum dalam menolak gugatan Penggugat tersebut, sebagaimana diuraikan secara rinci di bawah ini ;--- 2. Bahwa, benar Surat Keputusan Gubernur Sumatera-Utara (Tergugat)

Nomor : 800/1491/2017, tertanggal 17 April 2017, sebagaimana diuraikan dalam Objek Sengketa adalah merupakan Keputusan Tergugat Tentang Penjatuhan Hukuman Disiplin Berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) atas nama Drs. Joskar, M.Si, NIP : 196409151990031006 ;--- 3. Bahwa, benar dasar pertimbangan hukum yang dijadikan alasan

Pemberhentian Tidak Dengan Hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil atas

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 23

(24)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 24 dari 56 halaman Putusan Nomor : 90/G/2017/PTUN-MDN

nama Drs. Joskar, M.Si (Penggugat), tersebut tidaklah berdiri sendiri berdasarkan inisiatif Tergugat belaka, melainkan bermula dari adanya usulan Bupati Tapanuli-Utara Nomor : 800/1006/BKD/II/2016, tanggal 16 Desember 2016, Perihal Usul Pemberhentian Tidak Dengan Hormat sebagai PNS atas nama Drs. Joskar, M.Si (Penggugat), dengan alasan Tergugat berdasarkan Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Medan Nomor : 96/Pid.Sus-TPK/2015/PN-MDN, tanggal 15 Pebruari 2015, telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak Pidana korupsi yang dipandang sebagai pelanggaran nyata terhadap ketentuan pasal 87 ayat (4) huruf b dan d Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2015 Tentang Aparatur Sipil Negara. Sehingga, dalam rangka penegakan disiplin Pegawai Negeri Sipil harus dijatuhkan hukuman disiplin yang setimpal atas pelanggaran dimaksud sebagaimana kemudian terurai dalam Objek Gugatan;--- 4. Bahwa, benar dengan mempedomani Putusan Pengadilan yang telah

mempunyai kekuatan hukum tetap tersebut dikaitkan dengan ketentuan pasal 8 huruf b Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 Tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil maka, Penggugat dapat diberhentikan dengan tidak hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil dengan alasan telah dihukum penjara berdasarkan Putusan Pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena dengan sengaja melakukan sesuatu tindak Pidana kejahatan yang diancam dengan Pidana penjara setinggi-tingginya 4 (empat) tahun, atau diancam dengan Pidana yang lebih berat ;--- 5. Bahwa, dengan demikian penerbitan Objek Sengketa a quo telah tepat dan

benar serta sesuai dengan ketentuan hukum dan Perundang-Undangan yang berlaku dengan segala akibat hukumnya ;---

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 24

(25)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 25 dari 56 halaman Putusan Nomor : 90/G/2017/PTUN-MDN

6. Bahwa, kembali kepada pokok masalah Gugatan, maka Tergugat akan menyampaikan tanggapan atau jawaban sebagaimana terurai di bawah ini ; 7. Bahwa, benar Penggugat telah diberhentikan sebagai Pegawai Negeri Sipil

berdasarkan Objek Sengketa a quo dan benar Objek Sengketa tersebut bersifat Konkrit, Individual dan Final ;--- 8. Bahwa, benar dasar dan alasan mengajukan Gugatan terhadap Keputusan

Tata Usaha Negara yang bersifat Konkrit, Individual dan Final telah diatur secara rinci dalam pasal 53 ayat (2) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 sebagaimana dirubah dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 dan Perubahan Kedua Sebagaimana Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara (selanjutnya disebut “Undang- Undang Peradilan Tata Usaha Negara”), sebagaimana telah diakui dan dipahami Penggugat dalam uraian Gugatan halaman 3 angka 2 ;--- 9. Bahwa, benar dari uraian Gugatan sama sekali tidak ditemukan dasar dan

alasan yang cukup dalam mengajukan gugatan a quo, sebab Surat Keputusan yang diterbitkan Tergugat a quo tidaklah bertentangan dengan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku apalagi, disebutkan bertentangan dengan Asas-Asas Umum Pemerintahan Yang Baik, sebab dasar penerbitannya telah memenuhi segala persyaratan yang ditentukan dalam pasal 8 huruf b Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 Tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dan kewenangan yang dilakukan Tergugat tersebut juga telah sesuai dengan ketentuan pasal 24 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 Tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil telah ditentukan bahwasanya, Gubernur menetapkan pemberhentian Pegawai Negeri Sipil Daerah Kabupaten/Kota yang berpangkat Pembina Golongan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 25

Gambar

2. Foto copy  Daftar  Hadir  Dinas  Pendidikan  dan  Kebudayaan  Kabupaten  Tapanuli  Utara,  tertanggal  18  Juli  2016,  telah  dilegalisir  dan  telah  disesuaikan dengan  aslinya

Referensi

Dokumen terkait

2 Bahwa gugatan Para Penggugat telah melewati tenggang waktu pengajuan gugatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan

Bahwa karena gugatan Para Penggugat adalah perkara yang timbul dari perjanjian, maka yang sah sebagai pihak Penggugat atau Tergugat terbatas pada diri pihak yang

Menimbang, bahwa gugatan Penggugat pada pokoknya mohon agar Majelis Hakim Pengadilan Agama Sampang menjatuhkan talak satu bain sughro Tergugat terhadap Penggugat

Dari hal tersebut sangatlah jelas bahwa gugatan yang diajukan Penggugat dalam Konvensi/Tergugat dalam Rekonvensi kabur/tidak jelas (obscuur libel) karena Penggugat dalam

setidaknya sejak diketahui oleh Penggugat, maka gugatan yang diajukan dengan obyek sengketa a quo oleh Penggugat telah terbukti melebihi tenggang waktu untuk mengajukan

Bahwa sedangkan materi surat gugatan Para Penggugat tersebut, sebelumnya telah diajukan oleh Sdr.Binson Logis yang pada saat itu berkapasitas sebagai Penggugat

Namun, baru diberhentikan setelah beberapa tahun kemudian, maka seyogianya Penggugat berterima kasih kepada negara melalui Tergugat dan bukan membuat tuduhan-tuduhan tidak berdasar

Putusan No.13/Pdt.G/2020/PA.Kmn Menimbang, bahwa berdasarkan gugatan Penggugat dihubungkan dengan keterangan Penggugat, bukti tertulis dan keterangan para saksi, Hakim Tunggal telah