PENDAHULUAN
Fokus dan Subfokus Penelitian
Berdasarkan latar belakang di atas, maka penelitian ini kemudian difokuskan pada implementasi pembelajaran e-learning pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 11 Kota Tangerang Selatan.
Perumusan Masalah
Kegunaan Penelitian
Peneliti ini digunakan untuk menambah pemahaman penulis tentang analisis pembelajaran e-learning pada mata pelajaran pendidikan agama Islam. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi berkenaan dengan analisis pembelajaran e-learning pada mata pelajaran pendidikan agama Islam. Menambah khazanah ilmu dan memperkaya hasil penelitian yang sudah ada dan diharapkan dapat memberikan gambaran tentang analisis pembelajaran e-learning pada mata pelajaran pendidikan agama Islam.
Sistematika Penulisan
Pendidikan agama islam menjelaskan tentang pentingnya pendidikan agama islam, tujuan pendidikan agama islam, pentingnya pendidikan agama islam, tujuan pendidikan agama islam, fungsi pendidikan agama islam, ciri-ciri pendidikan agama islam, ruang lingkup pendidikan agama islam pendidikan dan pembelajaran pendidikan agama Islam. Temuan penelitian terdiri dari implementasi e-learning pada mata pelajaran pendidikan agama Islam, kendala dan tantangan yang dihadapi guru dalam e-learning. Pembahasan temuan penelitian yaitu terdiri dari implementasi pembelajaran e-learning pada mata pelajaran pendidikan agama Islam, hambatan dan tantangan bagi guru dalam pembelajaran e-learning pada mata pelajaran pendidikan agama Islam.
TINJAUAN PUSTAKA
Implementasi
Implementasi selain dianggap sebagai suatu proses juga dipahami sebagai penggunaan inovasi dan selalu menimbulkan perubahan ke arah inovasi atau perbaikan, implementasi dapat berlangsung terus sepanjang waktu. Nana Syaodih sebagaimana dikutip Syaifuddin mengatakan, setidaknya ada tiga fase atau langkah yang harus dilakukan dalam proses implementasi, yakni: fase perencanaan, implementasi, dan evaluasi.
Pembelajaran
Belajar adalah mata pelajaran khusus pendidikan (Corey, 1986) 2) Belajar adalah proses interaksi antara siswa dan sumber daya. Pembelajaran berbeda dengan pengajaran yang pada prinsipnya menggambarkan kegiatan guru, sedangkan pembelajaran menggambarkan kegiatan siswa. Dapat disimpulkan bahwa konsep evaluasi adalah suatu proses yang sistematis, menyeluruh yang meliputi pengukuran, penilaian, analisis dan interpretasi informasi/data untuk menentukan sejauh mana siswa telah mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
E-Learning
Pendidikan Agama Islam
Zuhairini, pendidikan agama Islam merupakan upaya akar rumput untuk membimbing, dalam arti, pembentukan kepribadian peserta didik. Kegiatan pembelajaran pendidikan agama Islam dilakukan melalui bimbingan pendidikan atau pelatihan kepada peserta didik oleh guru pendidikan agama Islam sebagai pendidik. Pendidikan agama Islam diharapkan mampu menciptakan manusia yang memiliki keutuhan, mulai dari ilmu hingga amalan.
Melihat hakikat pendidikan agama Islam yang sangat penting dalam pembentukan dan pengembangan akhlak mulia bagi peserta didik. Untuk itu, pendidikan agama Islam tidak hanya menekankan pada kemampuan kognitif, tetapi juga kemampuan afektif dan psikomotorik.
Penelitian Relevan
Pembelajaran pendidikan agama Islam mencakup tiga ranah penting yang saling berkaitan, yaitu ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Sehingga dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Islam harus dipersiapkan perencanaan yang matang terlebih dahulu dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran pendidikan agama Islam. Perencanaan disusun oleh guru pendidikan agama Islam dalam bentuk RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Terbuka)”.51 Tujuan yang ingin dicapai adalah (1) Perencanaan bimbingan online: dilakukan perencanaan.
Penerapan E-Learning Sistem Pendidikan Jarak Jauh Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (Studi Kasus Tutorial Online di Universitas Terbuka)”, Skripsi UIN Jakarta. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam bagi Siswa di SMA Negeri 1 Yogyakarta.” 52 Tujuan yang ingin dicapai adalah penggunaan media e-learning dalam pembelajaran PAI di SMA Negeri (1) Yogyakarta dengan blended learning, yaitu kurikulum yang menggabungkan informasi dari teknologi komunikasi atau web berbasis pertemuan tatap muka. 2) Penggunaan media e-learning dalam pembelajaran PAI dinyatakan efektif terhadap prestasi belajar siswa. Anisatu Solihah NPM dengan judul “Model Komunikasi Dosen-Mahasiswa Dalam Pendalaman Tahsin Tahsin Melalui Pembelajaran Virtual (Studi di SMA Abdullah Al-Qur'an Abdullah.
Efektifitas Media Pembelajaran E-Learning Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Pendidikan Agama Islam Di SMA Negeri 1 Yogyakarta. Hambatan komunikasi yang terjadi dalam komunikasi dosen dan mahasiswa dalam pengajian tahsin di SMA Al-Qur’an Abdullah bin Mas’ud banyak sekali hambatan yang muncul yaitu hambatan teknis dan hambatan semantik. Sedangkan perbedaannya (1) peneliti sebelumnya melakukan penelitian yaitu model komunikasi dosen dan mahasiswa dalam pendalaman tajwid Tahsin melalui pembelajaran virtual, sedangkan peneliti melakukan pembelajaran e-learning pada mata pelajaran pendidikan agama Islam. 2) Peneliti sebelumnya berada di tempat penelitian yaitu di SMA Abdullah bin Abdullah bin Al-Qur'an Shuffah.
Model komunikasi dosen dan mahasiswa dalam pendalaman tajwid Tahsin melalui pembelajaran virtual (Studi di Al-Qur'an Abdullah bin Mas'ud SMA Abdullah Bin Mas'ud Muhajirun Natar Lampung Selatan) “Skripsi Universitas Islam Raden Intan Lampung.
METODOLOGI PENELITIAN
- Tempat dan Waktu Penelitian
- Latar Penelitian
- Metode dan Prosedur Penelitian
- Data dan Sumber Data
- Teknik dan Prosedur Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
- Pemeriksa Keabsahan Data
- Kreadibilitas
- Transfermabilitas
- Dependabilitas
- Konfirmabilitas
Dan fokus penelitian ini adalah implementasi pembelajaran e-learning pada mata pelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 11 Kota Tangerang Selatan. Implementasi pembelajaran e-learning pada mata pelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 11 Kota Tangerang Selatan. Hambatan Guru Dalam Pembelajaran E-Learning Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di SMP Negeri 11 Kota Tangerang Selatan.
Dari hasil wawancara penulis dengan guru pendidikan agama Islam kelas VIII dan IX SMP Negeri 11 Kota Tangerang Selatan. Implementasi E-Learning Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di SMP Negeri 11 Kota Tangerang Selatan. Implementasi E-Learning Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di SMP Negeri 11 Kota Tangerang Selatan.
Apakah e-learning berjalan dengan baik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 11 Kota Tangerang Selatan? 2 Apakah e-learning berjalan dengan baik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 11 Kota Tangerang Selatan? Jabatan : Guru Pendidikan Agama Islam Kelas IX Nama Sekolah : SMP Negeri 11 Kota Tangerang Selatan Hari/Tanggal : Kamis, 03 Desember 2020.
Hal ini menegaskan bahwa peneliti telah meneliti implementasi e-learning dalam bidang pendidikan agama Islam di SMP Negeri 11 Kota Tangerang Selatan.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Sejarah Singkat SMP Negeri 11 Kota Tangerang
SMP Negeri 11 Kota Tangerang Selatan adalah sekolah yang terletak di Jalan Buana Kencana Sektor XII BSD Serpong, Tangerang Selatan, Banten 15318. Pada awal berdirinya, SMP Negeri 11 Kota Tangerang Selatan bernama SMP Negeri 5 Serpong, sesuai dengan nama SMP Negeri 11 Kota Tangerang Selatan ini. sekolah kembali berubah menjadi SMP Negeri 3 Serpong dan akhirnya terjadi pemekaran daerah yaitu kota Tangerang Selatan, sekolah ini berubah nama menjadi SMP Negeri 11 Kota Tangerang Selatan. Fasilitas di SMP Negeri 11 Kota Tangerang Selatan juga cukup memadai untuk kegiatan belajar mengajar yaitu memiliki ruang perpustakaan.
Visi, Misi, Tujuan Umum dan Tujuan Khusus SMP
SMP Negeri 11 Kota Tangerang Selatan mempunyai tujuan umum yaitu “Tujuan pendidikan menengah adalah untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia dan keterampilan untuk hidup mandiri dan partisipasi dalam pendidikan lebih lanjut.”71.
Lokasi SMP Negeri 11 Kota Tangerang Selatan
Daftar Pimpinan dan Tenaga Pendidik SMP Negeri 11
Berdasarkan data pada tabel 4.1 diketahui bahwa SMP Negeri 11 Kota Tangerang Selatan memiliki tenaga pendidik sebanyak 56 orang tenaga pendidik dengan tingkat kualifikasi pendidik yang baik dalam proses belajar mengajar di sekolah. Sehingga tingkat pendidikan yang dimiliki oleh masing-masing guru tersebut akan mendukung proses kegiatan belajar mengajar dan meningkatkan kualitas pembelajaran e-learning di SMP Negeri 11 Kota Tangerang Selatan.
Data Siswa di SMP Negeri 11 Kota Tangerang Selatan
Data Sarana dan Prasarana
Dari data pada Tabel 4.3 diketahui bahwa SMP Negeri 11 Kota Tangerang Selatan memiliki 31 ruang kelas, ruang kepala sekolah, ruang guru, laboratorium, tempat ibadah, UKS, auditorium dan fasilitas lainnya dalam kondisi baik. Fasilitas tersebut merupakan sarana untuk menunjang terselenggaranya kegiatan pembelajaran yang baik sehingga dapat memberikan kenyamanan kepada siswa dalam belajar dan meningkatkan kualitas pembelajaran di SMP Negeri 11 Kota Tangerang Selatan. Berdasarkan data pada tabel 4.4 diketahui bahwa SMP Negeri 11 Kota Tangerang Selatan memiliki infrastruktur yang terdiri dari instalasi air, jaringan listrik, jaringan telepon, internet dan akses jalan dalam kondisi baik.
Sarana prasarana disediakan oleh SMP Negeri 11 Kota Tangerang Selatan sebagai fasilitas untuk mendukung terciptanya suasana belajar yang nyaman, terselenggaranya kegiatan pembelajaran yang baik bagi seluruh civitas akademika, peningkatan hasil belajar dan kualitas pembelajaran.
Data Ekstrakurikuler
Berdasarkan data pada tabel di atas, terdapat 16 kegiatan ekstrakurikuler siswa SMP Negeri 11 Kota Tangerang Selatan. Seluruh kegiatan ekstrakurikuler siswa SMP Negeri 11 Kota Tangerang Selatan sebagai wadah pengembangan ilmu pengetahuan, pembentukan kepribadian dan karakter anak serta arena pengembangan potensi, bakat dan minat siswa.
Temuan Penelitian
Proses pembelajaran e-learning kelas VIII mata pelajaran pendidikan agama Islam dalam proses e-learning berlangsung, guru menyiapkan materi yang akan disampaikan dengan menggunakan media power point. Mengenai mata pelajaran pendidikan agama Islam untuk kelas IX, beliau menjelaskan materi pada BAB IX tentang menuai berkah dengan menghormati dan menaati orang tua dan guru. Untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas 7 diajarkan oleh Ny. Tuti Restuti, ia memberikan tugas harian berupa hafalan kemudian mengirimkannya dengan voice note, video atau.
Implementasi e-learning pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas VIII. ke kelas dilakukan dengan menggunakan media elektronik seperti handphone, laptop, notebook, dll, dengan bantuan WhatsApp Groups, Google Meet, Zoom, Baca, Rangkuman rangkuman kemudian difoto lalu dikirim melalui WhatsApp agar lebih mudah) dan catatan suara (untuk menghindari siswa dengan kuota terbatas). Implementasi e-learning pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di IX. kelas dilakukan dengan menggunakan media internet yang artinya pembelajaran menggunakan media media elektronik seperti menggunakan handphone, laptop atau laptop menggunakan zoom, google meet, classroom, whatsapp group. 75 Halimatussadiyah, Guru Pendidikan Agama Islam Kelas IX SMP Negeri 11 Kota Tangerang Selatan, wawancara pribadi, Kamis, 3 Desember 2020.
Penerapan e-learning pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang dilakukan secara daring sudah berlangsung sejak pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, sehingga proses belajar mengajar harus dilakukan secara daring di rumah masing-masing atau yang biasa disebut dengan e-learning atau PJJ. PJJ).Pembelajaran jarak jauh). Hambatan e-learning pada mata pelajaran PAI adalah keterbatasan kuota dan kurangnya handphone. Selain itu, peneliti juga melakukan wawancara dengan Ibu. Halimatussadiyah, MA Guru Kelas IX Pendidikan Agama Islam tentang Hambatan dan Tantangan Bagi Guru Dalam E-Learning Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di SMP Negeri 11 Kota Tangerang Selatan. penjelasan oleh Ny. Halimatussadiyah, MA: 77.
Dari hasil observasi peneliti menemukan kendala yang muncul pada e-learning pada pendidikan agama Islam, peneliti melihat kendala yaitu sinyal atau jaringan internet yang tidak stabil sehingga menjadi tidak jelas bahkan terputus pada saat pembelajaran siswa.
Pembahasan Temuan Penelitian
KESIMPULAN
Saran
Melalui sejumlah pertanyaan terkait implementasi e-learning pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang disampaikan oleh para guru Pendidikan Agama Islam di kelas VIII. kelas dan guru pendidikan agama Islam di IX. kelas di SMP Negeri 11 Kota Tangerang Selatan. Peneliti dari hasil observasi yang disampaikan oleh para guru pendidikan agama Islam kelas VIII. kelas dan guru pendidikan agama Islam di IX. Jabatan : Guru Pendidikan Agama Islam Kelas VII Nama : SMP Negeri 11 Kota Tangerang Selatan Hari/Tanggal : Kamis 3 Desember 2020.