• Tidak ada hasil yang ditemukan

FAKULTAS USHULUDDIN ADAB DAN DAKWAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI BENGKULU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "FAKULTAS USHULUDDIN ADAB DAN DAKWAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI BENGKULU "

Copied!
127
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Bagaimana proses pelaksanaan tradisi Kenduri Tebat Danau Dendam yang dilakukan masyarakat Lembak Kota Bengkulu.

Batasan Masalah

Tujuan Penelitian

Kegunaan Penelitian

Kajian Terhadap Penelitian Terdahulu

14 Meigy Rosawan, Titel Cultural Da'wah in the Mangka Luagh Custom of the Pasemah Tribe in Later Agung Village, Kedurang District, IAIN Bengkulu, 2020. Die navorsing wat die skrywer sal ondersoek is getitel "The Kenduri Tebat Tradition of the Lembak Community of Bengkulu City as 'n media vir kulturele Da'wah."

Sistematika Penulisan Skripsi

Setelah peneliti mencermati, ketiga penelitian di atas mempunyai beberapa perbedaan dengan penelitian yang akan penulis ulas, yaitu pada objek, sumber, dan lokasi penelitian. Penulis memfokuskan penelitian pada tradisi Kenduri Tebat yang merupakan bagian dari adat turun temurun yang dilakukan masyarakat Lembak sebagai media dawat budaya.

KERANGKA TEORI

Unsur-unsur tradisi

Beliau merupakan pejabat pemerintah di Kecamatan Dusun Besar yang selalu ikut serta dalam pelaksanaan tradisi Kenduri Tebat. Tradisi Tebat kenduri setiap akhir tahun menjadi warisan masyarakat Kecamatan Dusun Besar. Diantaranya adalah tradisi Kenduri Tebat masyarakat Suku Lembak di Desa Dusun Besar Kecamatan Singaran Pati yang masih dilestarikan hingga saat ini.

Nilai tersebut senantiasa mendorong masyarakat Kecamatan Dusun Besar untuk berkontribusi dalam pelaksanaan tradisi Kenduri Tebat.

Fungsi tradisi bagi masyarakat

Kajian tentang Budaya

  • Wujud kebudayaan dan Unsur-unsurnya
  • Budaya Lembak

Kajian tentang Dakwah

  • Ayat Al-Qur‟an dan Hadist tentang tradisi
  • Unsur-unsur Dakwah
  • Materi/Pesan Dakwah
  • Media Dakwah
  • Metode Dakwah
  • Pola Dakwah

Kajian Dakwah Kultural

  • Fungsi Dakwah Kultural
  • Prinsip Dakwah Kultural
  • Landasan Dakwah Kultural
  • Strategi Dakwah Kultural

Dakwah budaya merupakan kegiatan dakwah yang menekankan pada pendekatan Islam budaya, yaitu: pendekatan yang berupaya merevisi kaitan doktrinal formal antara Islam dan negara. Kegiatan dakwah budaya mencakup seluruh aspek kehidupan, baik aspek sosial budaya, pendidikan, ekonomi, kesehatan, lingkungan alam dan lain sebagainya. Dakwah budaya merupakan kegiatan dakwah yang menekankan pendekatan budaya-Islam yang bertujuan untuk merevisi hubungan doktrinal formal antara Islam dan negara.

Dakwah budaya adalah dakwah yang mendekati objek dakwah dengan memperhatikan aspek sosial budaya yang berlaku dalam masyarakat.46. Dakwah budaya mengakui perubahan masyarakat atau pergeseran bentuk sosial ke arah yang lebih baik. 45Yanto, Skripsi, Strategi Dakwah Budaya KH.Abdul Karim Al-Hafidz Dalam Mengantisipasi Radikalisme Islam Pada Jamaah Majelis Taklim Ta'klim Surakarta, 2016, halaman 19-20.

48 Yanto, Tesis, Strategi Dakwah Budaya KH.Abdul Karim Al-Hafidz Dalam Mengantisipasi Radikalisme Islam Pada Jamaah Majelis Taklim Ar-Risala Surakarta, 2016, hal. Kegiatan dakwah budaya mencakup seluruh aspek kehidupan, baik aspek sosial, budaya, pendidikan, ekonomi, kesehatan, lingkungan hidup dan lain sebagainya.

Jenis dan Pendekatan Penelitian

Waktu dan Lokasi Penelitian

Informan Penelitian

Tebat) dan tradisi ini tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat Lembak yang tinggal di lingkungan tersebut. Dari kriteria yang telah ditetapkan di atas, peneliti menetapkan bahwa informan dalam penelitian ini terdiri dari tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat sekitar yang mengikuti dan memahami dengan baik tradisi dan proses pelaksanaan Kenduri Tebat. Informan penelitian ini berjumlah 8 orang, yaitu: 1 orang tokoh adat, 1 orang tokoh pemerintah, 3 orang tokoh agama, 1 orang tokoh masyarakat Berendo, 2 orang masyarakat Lembak sekitar Danau Dendam yang menganut tradisi ini.

Penelitian ini memilih informan yang benar-benar mengetahui dan memahami tradisi Kenduri Tebat pada masyarakat Lembak.

Sumber Data

Data sekunder merupakan data yang dikumpulkan langsung oleh peneliti untuk menunjang sumber data utama yang disusun berupa dokumentasi, arsip dan foto hasil penelitian 54 Data sekunder dalam penelitian ini berupa dokumentasi foto pada saat wawancara, dokumentasi pelaksanaan kegiatan. Tradisi Kenduri Tebat, dan data pendukung lainnya.

Teknik Pengumpulan Data

Teknik Analisis Data

Teknik Keabsahan Data

DESKRIPSI, HASIL DAN ANALISA PENELITIAN

Sejarah tradisi Kenduri Tebat

Pada zaman nenek moyang, tradisi ini hanya dilakukan oleh beberapa orang dan tidak melibatkan banyak orang, misalnya saja perayaan perahu baru yang bermakna ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas rezeki yang berupa sebuah perahu. perahu baru. Para leluhur meyakini perlunya bersedekah sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan. Dalam sebuah pesan, tradisi tidak hanya bersifat lisan atau tulisan saja, bisa juga dalam bentuk kegiatan, namun dapat menarik warga untuk memahami makna dari sebuah tradisi yang dilakukan.

Tradisi Kenduri Tebat dilakukan untuk mengungkapkan bahwa dalam setiap keadaan yang kita terima dari Allah SWT, kita patut bersyukur. Berdasarkan penelitian peneliti dari berbagai sumber khususnya tokoh masyarakat Lembak yang memahami tradisi Kenduri Tebat yaitu. Tradisi Kenduri Tebat tidak bertentangan dengan ajaran Islam karena meskipun demikian tradisi Kenduri Tebat merupakan warisan tradisi leluhur yang selalu dijalankan secara turun temurun.

Namun isi tradisi Kenduri Tebat tidak bertentangan dengan ajaran Islam, yaitu sebagai wujud rasa syukur atas anugerah berupa kebahagiaan yang diberikan Allah SWT dan untuk memohon ampun agar kita diberikan keselamatan, dijauhkan dari mara bahaya atau bahaya.”66 Tradisi ini merupakan wujud rasa syukur yang dilaksanakan dengan melakukan tradisi atas hasil panen padi yang melimpah.

Jumlah Penduduk

Kondisi sosial keagamaan

Kecamatan Dusun Besar mempunyai fasilitas ibadah yang relevan diantaranya 7 masjid yaitu Masjid Syuhada, Masjid Al Mukaromah, Masjid Amalia, Masjid Darussalam, Masjid AlMunawarah, Masjid Darul Arifin dan Masjid Al Ikhlas. Masjid ini juga menjadi simbol kesuksesan tokoh Islam suku Lembak yang dikenal dengan nama Haji Tue oleh masyarakat Dusun Besar Lembak. Wajid Bin Raud yang mendirikan Masjid Syuhada selain menyebarkan akidah Haji Tua juga menyebarkan kebudayaan yang berjiwa Islam.

Berdasarkan pernyataan di atas, terlihat bahwa tempat ibadah (masjid) yang ada di Dusun Besar cukup banyak. Dengan adanya beberapa masjid di Kelurahan Dusun Besar dapat menjadi tempat ibadah keagamaan dan media penanaman nilai-nilai keagamaan kepada masyarakat. Taman edukasi Al-Quran dan Risma juga didirikan di masjid untuk anak sekolah dan remaja.

Keberadaan taman edukasi Al-Quran dan Risma membuat lingkungan masjid menjadi lebih hidup. Selain itu juga berperan untuk membantu program-program yang dilaksanakan di masjid-masjid agar kegiatan keagamaan dapat berjalan dengan baik.” 70.

Kondisi sosial kebudayaan

Tradisi ini dijadikan sebagai semacam peninggalan (heritage), yang harus dilestarikan dan dilestarikan oleh masyarakat guna melestarikan tradisi tersebut. Tradisi Kendur Tebat diperkenalkan kepada masyarakat kurang lebih sejak tahun 1936 dan awalnya menyebar ke masyarakat dari mulut ke mulut. Kemudian disosialisasikan melalui kontak dan komunikasi yang lebih masif, sehingga akhirnya tradisi ini dikenal oleh seluruh lapisan masyarakat.

Hal ini dikarenakan mereka berasal dari suku yang sama sehingga mempunyai ikatan kesukuan yang kuat, hal ini terlihat dari hubungan sosial yang terjalin, yang dalam konsep sosiologi dikenal dengan konsep interaksi sosial.

Sarana Pendidikan

Di Kecamatan Dusun Besar terdapat beberapa sarana pendidikan, berupa Sekolah Dasar (SD) 2 unit, Sekolah Menengah Atas (SMP) 1 unit, Pondok Pesantren 1 unit, dan Taman Kanak-kanak 3 unit. Sehingga masyarakat kecamatan Dusun Besar mempunyai fasilitas pendidikan yang memadai untuk mendapatkan pendidikan bagi anaknya.

Profil Informan

Sesuai dengan kriteria penentuan informan pada BAB III dengan teknik pengumpulan purposive, maka informan dalam penelitian ini berjumlah 8 orang yang terdiri dari tokoh adat, tokoh masyarakat dan masyarakat suku Lembak sekitar kecamatan Dusun Besar. Informan pertama adalah Ahmad Sukri, SH, kepala desa di Kecamatan Dusun Besar, berusia 44 tahun. Informan kedua adalah Abdullah T.T M.Pd, toko tradisional suku Lembak. Beliau merupakan seorang guru yang memahami sejarah tradisi Kenduri Tebat dan juga mempunyai pengetahuan yang mendalam tentang ajaran agama Islam yang terkandung dalam tradisi Kenduri Tebat.

Beliau merupakan tokoh agama sekaligus sesepuh masyarakat Lembak yang memahami sejarah asal usul tradisi Kenduri Tebat. Kenduri Tebat dan juga mempunyai pengetahuan mengenai isi ajaran yang termasuk dalam pelaksanaan tradisi Kenduri Tebat. Informan kelima adalah seorang Gharim dari salah satu masjid di Kelurahan Dusun Besar bernama Abu Hurairah, 57 tahun, seorang tokoh agama yang selalu turut serta dalam pelaksanaan tradisi Kenduri Tebat.

Informan ketujuh adalah seorang warga Kelurahan Dusun Besar berusia 61 tahun bernama Sulaiman, beliau merupakan ketua kelompok nelayan Dusun Besar yang kurang lebih memahami asal muasal tradisi Kenduri Tebat. Informan kedelapan adalah seorang warga desa Dusun Besar berusia 51 tahun bernama Bambang yang memahami tradisi Kenduri Tebat dan selalu mengikuti pelaksanaan tradisi Kenduri Tebat.

Hasil Penelitian

  • b) Kenduri Tebat sebagai Media Dakwah Kultural
  • c) Kenduri Tebat sebagai Dakwah Kultural

Setelah proses musyawarah, langkah selanjutnya adalah mempersiapkan peralatan yang akan digunakan dalam tradisi Kenduri Tebat. Tradisi Kenduri Tebat dilakukan untuk menjalin silaturahmi agar masyarakat Lembak hidup rukun dan damai.” 77. Setelah rangkaian tradisi Kenduri Tebat selesai, kelompok masyarakat berbondong-bondong datang ke Cugung untuk makan bersama.

Dalam tradisi Kenduri Tebat tentunya mempunyai kaitan dengan ajaran Islam seperti mengucap syukur. Dari wawancara di atas terlihat bahwa tradisi Kenduri Tebat berkaitan dengan ajaran Islam tentang syukur. Keterkaitan tradisi Kenduri Tebat dengan ajaran Islam juga disebutkan oleh Bapak. Abu Hurairah di bawah.

Berdasarkan pendapat di atas terlihat bahwa musyawarah sudah menjadi rutinitas sebelum melaksanakan tradisi Kenduri Tebat. Tradisi Kenduri Tebat dapat menjadi alat komunikasi dakwah dengan konsep mengedukasi masyarakat agar mengenal ajaran Islam.

Pembahasan Hasil Penelitian

  • Analisis tradisi Kenduri Tebat sebagai media Dakwah Kultural

Rangkaian akhir tradisi Kenduri Tebat biasanya diakhiri dengan pengucapan Alhamdulillah secara kolektif. Konsep syukur masyarakat Lembak diwujudkan melalui tradisi Kenduri Tebat atas hasil panen padi yang melimpah. Dalam tradisi Kenduri Tebat, musyawarah merupakan sarana untuk mengungkapkan keterampilan dan kemauan dalam melaksanakan tradisi tersebut.

Jika dikaitkan dengan tradisi Kenduri Tebat dapat menjadi wasilah dalam mendekatkan pemahaman Islam kepada masyarakat. Tradisi Kenduri Tebat sebagai media dakwah merupakan salah satu contoh media yang harus mampu bertahan terhadap arus zaman. Dalam proses tersebut tradisi Kenduri Tebat mampu menjadi sumber media dakwah melalui proses apapun.

Tradisi Kenduri Tebat pada masyarakat Lembak juga mengandung nilai-nilai yang berkaitan dengan ajaran Islam tentang adab atau akhlak mulia. Berdasarkan temuan penelitian terhadap tradisi Kenduri Tebat Masyarakata Lembak sebagai media dakwah budaya dapat disimpulkan bahwa.

Saran

Abul Alim, 2016, judul skripsi Dakwah Budaya Dalam Acara Kongkow Budaya di Aswaja TV Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Meigy Rosawan, 2020, Judul Skripsi Dakwah Budaya Adat Mangka Luagh Suku Pasemah di Desa Later Agung Kecamatan Kedurang Bengkulu Selatan IAIN Bengkulu. Farihah Irzum, 2014 Pengembangan karir pustakawan melalui kedudukan fungsional perpustakaan sebagai media dakwah: Jurnal Libraria, Vol.2 No.:1 Januari-Juni Abdullah, 2017, Komplementaritas dakwah budaya dan struktural, Jurnal Ilmu pengembangan masyarakat bagian IV, no.4.

DOKUMENTASI PELAKSANAAN TRADISI TEBAT KENDURI. perwakilan masyarakat yang sedang mendayung kano menuju tengah danau). Observasi atau pengamatan yang akan dilakukan dalam penelitian ini yaitu pelaksanaan observasi tentang gambaran tradisi Kendur Tebat meliputi. Dalam tradisi Kenduri Tebat terdapat pengaruh positif dari sisi dakwah Islam yang dapat diterapkan oleh masyarakat kecamatan Dusun Besar.

Setakat ini tradisi Pesta Tebat dilaksanakan, terdapat pengaruh positif yang boleh diambil oleh masyarakat. Data dokumentasi berkaitan tradisi perayaan Tebat dalam perspektif dakwah budaya meliputi beberapa komponen antara lain.

Referensi

Dokumen terkait

Guntur, S.Pd., M.Pd Bulkis Abd... Fahmi

Penelitian ini, di sini lain, juga dapat dilihat sebagai penelitian komparatif di mana peneliti akan memperbandingkan bagaimana respon dari dua kelompok masyarakat

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1 Kesadaran religius pada karyawan Hotel Latansa telah tertanam pada diri masing-masing karyawan, 2 Pada pelayanan di Hotel Latansa Kota Bengkulu

44 Pernyataan senadapun juga juga disampaikan dengan Antok selaku Kepala Dusun desa Keban Agung beliau menyatakan: “Menurut saya hukum shalat itu wajib, dan untuk hukum shalat

Ketertarikan peneliti dalam melakukan penelitian yang berjudul Peranan Pengguna Media Sosial Facebook Sebagai Media Penyebar Konten Dakwah Islami Pada Mahasiswa Manajemen Dakwah karena

Adapun teknik yang diguakan adalah convenience sampling, sehingga didapatkan sampel penlitian sebayank 100 mahasiswa, analisis data yang digunkan dalam penlitian ini analisi regresi

Kemudia menurut Myers harga diri merupakan penilaiaan seeorang idividu terhadap dirinya sendiri secara pribadi, baik secara positif ataupun negatif.8 Hubungan antara harga diri dengan

Dari hasil wawancara dengan ustad/ ustadzah tentang strategi dakwah di pondok pesantren Al-Mubaarak mengatakan bahwa para ustad/ ustadzah mempunyai strategi bermacam-macam yang