PENDAHULUAN
Identifikasi Masalah
Guru belum maksimal dalam menggunakan keterampilan dasar mengajar dalam proses pembelajaran di kelas, misalnya model pengajaran yang tidak berubah, media masih terbatas dan penguatan kurang.
Batasan Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Sistematika Penulisan
KAJIAN TEORI
Keterampilan Mengajar Guru
- Pengertian Keterampilan Mengajar Guru
- Macam-Macam Keterampilan Mengajar Guru
Tindakan tersebut dimaksudkan untuk memberikan penghargaan atau dorongan kepada siswa agar lebih aktif berpartisipasi dalam interaksi pembelajaran. 18Ramayulis, Profesi guru dan etika.., hal.280. . menjaga tingkah laku dan memelihara iklim belajar yang kondusif agar peserta didik dapat belajar secara maksimal.19.
Hasil Belajar
- Pengertian Hasil Belajar
- Bentuk-Bentuk Hasil Belajar
- Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar
Jenis-jenis hasil belajar afektif diwujudkan dalam diri siswa dalam berbagai perilaku seperti perhatian atau perhatian di kelas, kedisiplinan, motivasi belajar, hormat kepada guru dan teman sekelas, kebiasaan belajar dan lain-lain. Jenis-jenis hasil belajar di atas sebenarnya tidak berdiri sendiri, melainkan selalu saling berkaitan bahkan hidup berdampingan.
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)
- Pengertian PPKn
- Tujuan PPKn
Pendidikan Kewarganegaraan dalam membangun warga negara yang baik mengembangkan tiga macam kompetensi, yaitu pengetahuan kewarganegaraan, keterampilan kewarganegaraan dan karakter (civic disposition). Syarat utama menjadi warga negara yang baik adalah memiliki pengetahuan, keterampilan, dan karakter berdasarkan Pancasila. Mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang menitikberatkan pada pembentukan warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, cakap, dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945.34 .
Sebagai upaya membentuk sikap dan pola perilaku peserta didik/warga negara agar menjadi warga negara yang sadar bela negara, bertanggung jawab dan berkomitmen terhadap keberlangsungan dan pembangunan kehidupan bangsa serta menegakkan persatuan dan kesatuan. negara Republik Indonesia. Membentuk peserta didik menjadi manusia/warga negara yang mempunyai rasa kebangsaan dan cinta tanah air serta rasa kesadaran bela negara. Membekali peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan dasar terkait “Hubungan Sipil-Negara dan Pendidikan Persiapan Pertahanan agar menjadi warga negara yang dapat diandalkan oleh Bangsa dan Negara.
Mampu memahami dan mampu melaksanakan hak dan kewajibannya secara santun, jujur, demokratis, dan ikhlas sebagai warga negara yang telah terdidik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai warga negara Republik Indonesia yang bertanggung jawab.
Penelitian Relevan
Kelima, penelitian yang dilakukan oleh Teguh Prayitno (2015) dengan judul Pengaruh Persepsi Siswa Mengenai Keterampilan Mengajar Guru Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa di SMP Muhamadiyah 1 Cileungsi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh persepsi siswa terhadap keterampilan mengajar guru terhadap hasil belajar IPS siswa. Ketujuh, penelitian yang dilakukan oleh Amalia Nur Risqi M (2019) dengan judul Pengaruh Persepsi Siswa Terhadap Keterampilan Mengajar Guru Terhadap Aktivitas Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Karakteristik Kelas VIII Di SMP Negeri 1 Sigaluh Tahun Pelajaran 2019/2020.
Pengaruh Keterampilan Mengajar Guru Terhadap Motivasi Belajar Siswa di MTS Ma'arif 13 Hargomulyo Akhlak Lampung Timur. Pengaruh persepsi siswa terhadap keterampilan mengajar guru terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS di SMP Muhamadiyah 1 Cileungsi. 6 Meta Yunia Pengaruh Keterampilan Mengajar Terhadap Motivasi Belajar Siswa Di SD Negeri Jatibarang Kidul 05 Kabupaten Brebes.
Keterampilan Mengajar Guru Terhadap Aktivitas Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Pendidikan Akhlak Kelas VIII SMP Negeri 1 Sigaluh Tahun Pelajaran 2019/2020.
Kerangka Berpikir
Keterampilan mengajar yang diharapkan minimal meliputi keterampilan pendahuluan dan penutup, keterampilan penjelasan, keterampilan bertanya, keterampilan penguatan, keterampilan penggunaan variasi, keterampilan diskusi kelompok kecil dan individu, keterampilan pengelolaan kelas, dan keterampilan penilaian.
Hipotesis Penelitian
METODOLOGI PENELITIAN
Tempat dan Waktu Penelitian
Populasi dan Sampel Penelitian
Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus benar-benar representatif (mewakili) 4 Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti. Alasan saya menggunakan Teknik Purposive Sampling karena selama ini pembelajaran yang berlangsung di kelas I – kelas VI, proses pembelajaran di kelas V kurang berjalan maksimal dan masih monoton. Model pembelajaran yang diterapkan di kelas V tidak mengalami perubahan, media pembelajaran masih terbatas dan kurangnya penguatan yang diberikan guru kepada siswa.
Definisi Operasional Variabel
Teknik Pengumpulan Data
Indikator hasil belajar berupa kognitif (pengetahuan/pemahaman): Hasil belajar yang dicapai siswa setelah selesai kegiatan pembelajaran (hasil tes tema 1 dan tema 2). Kuesioner atau angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab 7. Bentuk angket yang digunakan adalah bentuk angket terstruktur, dengan lembar jawaban tertutup. Sedangkan bentuk respon tertutup adalah kuesioner yang di dalamnya tersedia alternatif jawaban yang berbeda-beda untuk setiap pertanyaannya.8 Kuesioner jenis ini dipilih untuk membatasi tanggapan responden dengan memilih jawaban yang diberikan.
Yang akan diukur dalam penelitian ini melalui angket adalah keterampilan mengajar guru melalui persepsi siswa. Tersedia empat alternatif jawaban yaitu selalu (S), sering (SR), kadang-kadang (KD), dan tidak pernah (TP). Dalam penelitian ini peneliti menggunakan dokumentasi berupa foto untuk mengumpulkan data nama siswa kelas V, dokumentasi proses pembelajaran di kelas V serta data hasil ulangan tema 1 dan tema 2 semester ganjil. tahun ajaran 2020 2021 untuk kelas V SD Negeri 72 Kota Bengkulu.
Teknik ini digunakan untuk mengumpulkan data mengenai variabel terikat atau variabel terikat (Y) melalui hasil belajar siswa yaitu hasil tes mata pelajaran 1 dan mata pelajaran 2 semester acak kelas V tahun pelajaran 2020-2021.
Teknik Validitas dan Reliabilitas Data
Dasar pengambilan keputusan jika r skor > r tabel maka item kuesioner yang diuji valid, namun jika r skor < r tabel maka item kuesioner tidak valid. Karena seluruh siswa kelas V SD Negeri 72 Kota Bengkulu menjadi sampel penelitian, maka peneliti mengambil sampel tes angket di sekolah lain yaitu SD Negeri 24 Kota Bengkulu. Pelaksanaan uji validasi angket dilakukan kepada 20 siswa kelas V sebagai responden yang terdiri dari 25 butir angket keterampilan mengajar guru (variabel X).
Skor item nomor 1 sebesar 0,429, sehingga setelah dibandingkan diketahui item nomor 1 dinyatakan tidak valid. Untuk soal tes nomor 2 sampai dengan 25 dapat dilakukan dengan cara yang sama seperti soal tes nomor 1 diatas. Item yang valid siap digunakan untuk alat pendataan dan item yang tidak valid dibuang atau tidak digunakan.
Selain itu, untuk mencari varians item nomor 2 terhadap item nomor 14 dilakukan dengan cara yang sama seperti item nomor 1.
Teknik Analisis Data
Menguji hipotesis ada atau tidaknya pengaruh antara keterampilan pedagogik guru terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn. Untuk melihat keeratan hubungan keterampilan mengajar guru (variabel X) dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn (variabel Y). Melihat kontribusi keterampilan mengajar guru (variabel X) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn (variabel Y).
Dalam penelitian ini peneliti ingin mengetahui pengaruh keterampilan mengajar guru terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn di kelas V SD Negeri 72 Kota Bengkulu. Pada bagian ini akan disajikan hasil pengaruh keterampilan mengajar guru terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn di Kelas V SD Negeri 72 Kota Bengkulu. Uji hipotesis terdapat pengaruh atau tidak antara keterampilan mengajar guru (variabel x) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn (variabel y).
Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh keterampilan mengajar guru terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn di kelas V SD Negeri 72 Kota Bengkulu.
HASIL PENELITIAN
Deskripsi Data Penelitian
Data keterampilan mengajar guru diperoleh berdasarkan persepsi siswa mengenai keterampilan guru dalam pengelolaan pembelajaran melalui angket yang dibagikan kepada siswa kelas V dalam beberapa tahap. Sedangkan data hasil belajar PPK siswa kelas V diperoleh dari rangkuman hasil tes mata pelajaran 1 dan mata pelajaran 2 semester ganjil tahun ajaran 2020-2021. Di bawah ini adalah hasil penelitian yang telah dilakukan selama kurang lebih satu setengah bulan di SD Negeri 72 Kota Bengkulu dengan sampel penelitian siswa kelas V.
Data keterampilan mengajar guru diperoleh dari hasil angket respon dari 53 sampel penelitian dengan 14 pertanyaan. Berdasarkan tabel kategori TSR di atas dapat disimpulkan bahwa keterampilan mengajar guru berada pada kategori sedang dengan frekuensi 33 sampel dan persentase 62,26%. Data hasil belajar siswa pada mata pelajaran PPKn diperoleh dari rangkuman hasil tes yang dilakukan guru pada mata pelajaran 1 dan mata pelajaran 2 semester ganjil tahun ajaran 2020-2021.
Berdasarkan tabel kategori TSR diatas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn berada pada kategori sedang dengan frekuensi 32 sampel dan persentase 60,38%.
Analisis Data Penelitian
Kemudian hitung persentase kategori TSR berdasarkan data diatas pada tabel berikut :. Dan untuk mencari frekuensi harapan selanjutnya ( ), yaitu dengan cara yang sama seperti diatas. i) Tentukan. Data keterampilan mengajar guru diperoleh dari hasil jawaban responden melalui angket, sedangkan data hasil belajar PPKn siswa diperoleh dari hasil pengulangan tema 1 dan tema 2 mahasiswa asing semester genap tahun ajaran 2020-2021. tahun ajaran.
Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh variabel X terhadap variabel Y digunakan rumus regresi linier sederhana. Jadi dari hasil diatas terlihat persamaan regresi linier sederhana jika X=3, X=7, X=11 maka variabel Y bertambah. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan rumus korelasi product moment diperoleh hasil sebesar 0,95 yang berarti hubungan antara variabel X (keterampilan mengajar guru) dengan variabel Y (hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn) sangat erat karena nilainya dekat. ke positif 1.
Jadi dari hasil perhitungan dengan menggunakan rumus koefisien determinasi diperoleh hasil sebesar 90,25% yang berarti besarnya pengaruh keterampilan mengajar guru terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran kewarganegaraan di kelas V sebesar 90,25% sedangkan 9,75% siswa warga negara. Hasil belajar dipengaruhi oleh faktor lain.
Pembahasan Hasil Penelitian
Dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa pada mata pelajaran kewarganegaraan berada pada kategori sedang dengan persentase sebesar 60,38%. Untuk mengetahui pengaruh keterampilan mengajar guru terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran kewarganegaraan di kelas V SD Negeri 72 Kota Bengkulu dapat dilihat dari hasil analisis data penelitian yang menguji hipotesis yang dijelaskan bahwa regresi linier sederhana persamaan tersebut membentuk pola YX yang berarti nilai koefisien regresi (b) sebesar 0,92 menunjukkan adanya kenaikan nilai. Untuk besarnya sumbangan pengaruh keterampilan pedagogik guru (variabel X) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran kewarganegaraan (variabel Y) sebesar 90,25% dilihat dari perhitungan koefisien determinasi dan sisanya sebesar 9,75% dari hasil belajar. hasil siswa. dipengaruhi oleh faktor lain.
Investigasi analisis faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar pada mata pelajaran teknik elektro otomotif dasar. 25 Apakah guru mengadakan tes remedial atau ulangan bagi siswa yang hasil tesnya masih di bawah KKM (rendah). 8 Apakah guru memberikan penghargaan berupa bintang, acungan jempol, reward dan lain-lain kepada siswa yang aktif di kelas.
14 Adakah guru mengadakan latih tubi pembetulan atau susulan bagi murid yang kadar ulangannya masih di bawah KKM (rendah)?
PENUTUP
Saran-Saran
Bagi guru diharapkan dapat memaksimalkan kemampuannya dalam menerapkan keterampilan mengajar yang dimilikinya saat melaksanakan proses pengajaran. Pengaruh Keterampilan Mengajar Guru dan Penggunaan Alat Peraga Terhadap Prestasi Belajar Ekonomi Siswa Kelas XI IPS SMA Dharma Pancasila T.A Tahun Pelajaran 2016/2017. Analisis Keterampilan Dasar Mengajar Guru Dalam Sudut Pandang Mahasiswa Guru Program Studi PGMI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Fatah Palembang.
Analisis Keterampilan Mengajar Mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Borneo Tarakan Sebagai Calon Guru Melalui Kegiatan PPL. 19 Apabila diskusi antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain menimbulkan perbedaan pendapat, guru memberikan pemecahan masalah tersebut.