PEDAHULUAN
Rumusan Masalah
Bab keempat berisi hasil penelitian dan pembahasan yang menjelaskan penerapan kaidah syariat Mekasid dalam program dana bergulir SAMISAKE. Program Pengelolaan Dana Bergulir SAMISAKE berada di bawah payung hukum Peraturan Daerah Kota Bengkulu Nomor 12 Tahun 2013.
Tujuan Masalah
Kegunaan Penelitian
Melalui penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan yang lebih luas mengenai penerapan prinsip syariah. Diharapkan kepada penulis penelitian ini dapat menambah wawasan dan pengalaman mengenai pentingnya format penyaluran dana SAMISAKE yang sesuai dengan prinsip syariah.
Penelitian Terdahulu
Program Dana Bergulir SAMISAKE pada dasarnya adalah program pinjaman lunak untuk masyarakat dan pengusaha mikro. Pemerintah Kota Bengkulu meluncurkan Program Dana Bergulir Samisake sebagai kebijakan yang berpihak pada masyarakat miskin yang bertujuan untuk memutus rantai kemiskinan di Kota Bengkulu.
Metode Penelitiaan
- Jenis dan Pendekatan Penelitian
- Sumber dan Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisi Data
Sistematika Penulisan
Pernyataan masalah adalah suatu pernyataan yang dirumuskan secara formal atau suatu pernyataan yang diharapkan dapat dicari jawabannya melalui penelitian yang dilakukan dan juga berguna untuk memudahkan dalam melakukan penelitian karena. Tujuan penelitian memuat penjelasan secara spesifik tentang hal-hal yang ingin dicapai dari penelitian yang dilakukan.
KAJIAN TEORI
Sejarah Munculnya Istilah Teori Maqasid Syariah
Sejarah gagasan maqasid syariah dapat diketahui pada zaman Rasulullah, ketika Mu'adz bin Jabal mengimami shalat isya dengan membaca surah-surah yang panjang, setelah itu salah seorang dari mereka meninggalkan shalat berjamaah dan shalat. bersendirian. Perkembangan berterusan berlaku pada zaman pemerintahan Sayyidina Umar bin Khattab. Beliau merupakan orang pertama yang mengumpulkan orang ramai untuk menunaikan solat Tarawih pada tahun 14 H. Teori maslahah mursalah mula diperkenalkan oleh Imam Malik, pengasas Malik. sekolah pada era klasik.
Namun apabila masalah hukum baru yang dihadapi masyarakat tidak ditemui dalam nas yang mendasarinya, baik yang menghalalkannya maupun yang melanggarnya, bahkan dalam hal-hal tertentu, Imam Malik menggunakan metode maslahah mursalah untuk menilai ayat-ayat umum al-Qur’an. satu 'an. 16 Namun, pengikut Imam Malik yang terkemudian menafikannya, maka selepas abad ke-3 H tidak ada lagi ulama ushul fiqh yang menisbahkan maslahah mursalah kepada Imam Malik. Maka ada pendapat yang mengatakan bahawa teori maslahah mursalah ini ditemui dan dipopularkan oleh ulama ushul fiqh di kalangan mazhab Syafi'iyah iaitu Imam Haramain al-Juwaini, beliau adalah guru kepada Imam Ghazali. Dasar untuk perkara yang tiada kaitan dengan kepentingan utama atau umum, contohnya menghapuskan kebencian kecil.
Kelima pembagian illat dan ushul tersebut di atas menjadi dasar pembagian tiga tingkatan manfaat menurut sistematika as-Syatibi, yaitu dharuriyat (hak primer), hajiyat (hak sekunder), dan tahsiniyat (hak tambahan). Apalagi pembahasan maqasid syariat menurut as-Syatibi di zaman modern ini diarahkan pada kemaslahatan dunia dan akhirat.
Konsep Maqasid Syariah
Pemberlakuan syariat, baik secara keseluruhan (jumlatan) maupun secara rinci (tafsilan), didasarkan pada suatu ‘illat (motif diundangkannya hukum), yaitu mewujudkan kemaslahatan hamba. syara'), maslahah mulghah (ditolak syara') dan maslahah murlahah (tidak didukung dan tidak ditolak syara', namun didukung oleh kumpulan maknanashal-Qur'an dan al-Hadits). Menurut al-Syatibi, ada dua aspek ketentuan hukum yang merupakan bentuk pelestarian kemaslahatan manusia, yaitu aspek positif (ijabiyyah) dan aspek negatif (salbiyah).18. Konsep pertama adalah utilitas; Konsep utilitas diartikan sebagai konsep kepuasan konsumen dalam mengkonsumsi suatu barang atau jasa.
Konsep kedua adalah maslahah yang diartikan sebagai konsep pemetaan perilaku konsumen berdasarkan kebutuhan dan prioritas, sangat berbeda dengan utilitas yang pemetaan gandanya tidak terbatas. Pelayanan yang mempunyai ciri kebebasan muncul dari epistemologi Smithian yang menyatakan bahwa motivasi hidup berasal dari kemandirian dalam kebebasan alamiah.
Cara Untuk Mengetahui Maqasid Syariah
Konsep maslahah tidak sepadan dengan kemudaratan, justeru ia melahirkan persepsi penolakan kemudaratan seperti barang haram, termasuk shubhat, satu bentuk pengambilan yang mengabaikan orang lain dan merugikan diri sendiri. Ini menunjukkan bahawa maqasid syariah dalam pengaplikasiannya menggunakan kaedah yang ditetapkan oleh para ulama sekali gus mengesahkan bahawa maqasid syariah itu bukan berdasarkan kehendak hati atau mengikut hawa nafsu. Sehubungan dengan perkara di atas, perlu diketahui bahawa masalah undang-undang yang timbul pada masa kini sudah pasti berbeza dengan masalah yang berlaku pada masa lampau.
Untuk menjawab berbagai permasalahan hukum Islam di dunia modern, tentu diperlukan suatu cara yang tepat agar tercipta ketentuan hukum yang mempunyai nilai bagi kesejahteraan umat manusia. Sedangkan dalam kaitannya dengan permasalahan modern, konsep maqasid syariah sangat diperlukan dalam penyelesaian permasalahan modern. Satu-satunya solusi yang tepat adalah dengan memahami prinsip-prinsip dasar, makna-makna universal dan tujuan-tujuan yang dikandungnya agar dapat digunakan demi kebaikan bersama.
Tathbīq merupakan tahap akhir dalam menentukan hukum dengan mempertimbangkan kemaslahatan, akibat hukum dan tujuan pokok dari hukum itu sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa konsep maqasid syariah adalah yang terpenting dan mempunyai metodologi tersendiri yang harus dipahami oleh setiap mujtahid.
Pembagian Maqasid Syariah
Memelihara atau melestarikan agama berdasarkan kepentingan dapat dibedakan menjadi tiga tingkatan: (1) menjaga derajat agama. Jika ketentuan ini tidak dilaksanakan maka tidak akan mengancam eksistensi agama, namun hanya akan mempersulit orang yang melakukannya. Kegiatan tersebut hanya berkaitan dengan kesopanan dan etika, sama sekali tidak akan mengancam keberadaan jiwa manusia atau menyulitkan kehidupan manusia.
Pemeliharaan kewarasan ditinjau dari kepentingannya dapat dibedakan menjadi tiga tingkatan: (1) pemeliharaan kewarasan pada tingkat dharuriyyat, seperti meminum minuman beralkohol dan hal-hal terlarang lainnya. 2) menjaga kewarasan dalam berhajiyat sesuai anjuran dengan mencari ilmu. Mengurus keturunan menurut tingkat kebutuhannya dapat dibedakan menjadi tiga tingkatan: (1) pemeliharaan keturunan pada tingkat dharuriyyat, seperti hukum perkawinan dan larangan zina. Jika hal ini dibiarkan maka tidak akan membahayakan keberadaan keturunan dan tidak menyulitkan orang untuk menikah.
Melihat kepentingannya, pemeliharaan harta boleh dibahagikan kepada tiga peringkat: (1) pemeliharaan harta di peringkat dharuriyyah, seperti syariat mengenai cara pemilikan harta dan larangan mengambil harta orang lain secara cara haram. . Jika kaedah ini tidak digunakan, ia tidak akan mengancam kewujudan harta tersebut, tetapi ia akan menyusahkan orang yang memerlukan modal.
Metode Dalam Memahami Maqasid Syariah
Makna batin yang menjadi dasar pertimbangan dalam mengetahui maqashid al-syari'ah didasarkan pada asumsi bahwa maqashid al-syari'ah tidak berbentuk dhahir dan tidak dipahami dari makna yang ditunjukkan oleh maqashid al-syari'ah. dhahir lafadz teks islam. Al-Syatibi menyebut kelompok yang menganut metode ini sebagai kelompok al-Bathiniyah, yaitu kelompok ulama yang berniat menghancurkan Islam. Metode ini disebut juga dengan metode gabungan atau gabungan, yaitu metode penemuan maqashid al-syari'ah dengan menggabungkan dua metode menjadi satu tanpa menghilangkan makna dhahir, kandungan maknanya.
Al-Syatibi sebagai salah satu ulama yang mengembangkan metode konvergensi ini berpendapat bahwa pertimbangan makna dhahir, makna batin dan makna nalar mempunyai hubungan simbiosis. Ada beberapa aspek yang menyangkut upaya memahami maqashid al-syari'ah, yaitu analisis pengucapan perintah dan larangan, kajian perintah 'illah dan larangan 'illah, analisis keheningan. Syariah' dan penentuan hukum sesuatu serta analisis tujuan ashliyah dan thabi'ah dari semua hukum yang ditetapkan syariah'.
Dari penjelasan di atas, metode konvergensi pemahaman maqashid al-syari'ahini banyak digunakan oleh para ulama, dan di Indonesia termasuk kalangan NU dan Muhammadiyah. Dengan demikian, sebagian besar ulama menggunakan pendekatan linguistik (pendekatan tekstual) dan pendekatan manfaat (pendekatan kontekstual) dalam upaya memahami maqashid al-syari'ah.25.
Urgensi Maqasid Syariah Dalam Hukum Islam
Maqasid Syariah Dalam Persepsi Ekonomi Syariah
Pemerintah Kota Bengkulu mengeluarkan Program Dana Bergulir Samisake sebagai kebijakan yang berpihak pada masyarakat miskin yang bertujuan memutus rantai kemiskinan di Kota Bengkulu. Dengan penyerapan dana pada tahun anggaran 2013, dana bergulir Samisake disalurkan sebesar Rp kepada 62 lembaga keuangan mikro (LKM) di 61 kecamatan. Pengelola dana bergulir SAMISAKE adalah Dinas Koperasi dan UKM melalui UPTD SAMISAKE yang berstatus UPTD.
Sementara itu, sikap negatif/penolakan muncul dari kelompok masyarakat yang merasa kepentingannya tidak terpenuhi dalam kebijakan tersebut karena belum menerima pinjaman dari intervensi program dana bergulir SAMISAKE yang diberikan oleh Pemerintah Kota Bengkulu. Diharapkan dana bergulir SAMISAKE yang merupakan dana kegiatan usaha pemerintah kota Bengkulu dapat dikembalikan pada waktunya oleh masyarakat yang meminjam, sehingga dana tersebut dapat terus disalurkan kepada masyarakat kota Bengkulu yang membutuhkannya. . Sehingga dana bergulir SAMISAKE bagi masyarakat yang ingin mendapatkan pinjaman harus memiliki surat keterangan usaha dari Landsbyhovedet dan RT.
Program Dana Bergulir SAMISAKE Pemerintah Kota Bengkulu ditinjau dari sudut maqasid syariah yaitu terwujudnya kemaslahatan yang merupakan tujuan akhir dari maqasid syariah yaitu kelestarian agama, jiwa, akal, nasab dan harta benda. Pemerintah juga memberikan sosialisasi mengenai Dana Bergulir SAMISAKE mengenai keunggulan Pinjaman Dana Bergulir SAMISAKE dibandingkan dengan pinjaman lainnya.
GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN
Dasar Hukum Pengelolaan Dana Bergulir SAMISAKE
Sebagai langkah untuk menjamin kepastian hukum dalam pelaksanaan dana bergulir SAMISAKE, kemudian diatur dalam peraturan daerah yang menjadi payung hukum bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk melaksanakan pengelolaan dana bergulir SAMISAKE agar dapat mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat kota Bengkulu. Model kerjasamanya adalah LKM bertindak sebagai pelaksana penyalur dana bergulir SAMISAKE dengan tugas memilih dan memeriksa calon penerima, memberi nasihat, menagih dan melaporkan. Dana Bergulir SAMISAKE merupakan dana yang dikelola pemerintah kota untuk dipinjamkan dan disalurkan kepada masyarakat, yang dilakukan dalam bentuk kerjasama kolektif antara pemerintah kota, dunia usaha, serta lembaga swadaya masyarakat dan masyarakat. komunitas. memanfaatkan secara optimal sumber daya yang dimilikinya dalam upaya menciptakan perekonomian lokal yang berkelanjutan, kuat, mandiri, dan berkelanjutan yang mampu menghasilkan lapangan kerja atau peluang usaha.
-Dzâriyât: 56) Program dana bergulir SAMISAKE dalam melaksanakan prinsip perlindungan agama (hifdzu ad-diin), yaitu mewujudkan kesempurnaan ibadah manusia, dalam hal ini dana dari pemerintah bersumber dari APBD dan digunakan oleh pemerintah untuk keperluan kesejahteraan masyarakat kota Bengkulu yang dikelola dalam kegiatan UKM berupa dana pinjaman. Dalam hal ini, dana bergulir SAMISAKE, yaitu dana pinjaman pemerintah kota yang berasal dari keuntungan, dapat digunakan oleh masyarakat yang meminjam untuk menggunakan keuntungan perusahaan guna memenuhi kebutuhan hidup dan kebutuhan sehari-hari. Dengan adanya dana bergulir SAMISAKE, Kota Bengkulu memberikan kesempatan kepada seluruh warga Kota Bengkulu yang mempunyai usaha dan ingin membuka usaha untuk mendapatkan dana bergulir SAMISAKE yang dapat digunakan sebagai modal kerja bagi masyarakat.
Dengan bantuan dana bergulir SAMISAKE, diharapkan masyarakat dapat menabung hasil keuntungan usaha untuk kebutuhannya dan mengembalikan dana tersebut kepada pemerintah. Jika dana bergulir bermasalah, pemerintah dibantu kelurahan dan RT untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut. Program Dana Bergulir SAMISAKE Pemerintah Kota Bengkulu merupakan dana yang dikelola oleh pemerintah kota untuk dipinjamkan dan disalurkan kepada masyarakat, yang dilaksanakan dalam bentuk kerjasama kolektif antara pemerintah kota, dunia usaha serta sektor non-pemerintah dan masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya yang dimiliki DPRD Kota Bengkulu, upaya mewujudkan perekonomian daerah yang kuat, mandiri dan berkelanjutan serta mampu menciptakan lapangan kerja atau peluang usaha.
Mengenai lima unsur dilihat dari pencapaian maqasid syariah dari tahap keperluan, dana pusingan SAMISAKE termasuk dalam adh-dharuriyyat dan termasuk dalam perlindungan agama.