PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Khou>f atau ketakutan merupakan salah satu emosi terpenting dalam kehidupan manusia, berperan penting dalam melindungi dari berbagai masalah yang mengancam jiwa. Khou>f dalam Al-Qur'an diartikan dengan rasa takut atau khawatir.3 Sedangkan menurut Al-Ashafahani, khou>f berarti meramalkan akan terjadi sesuatu yang dibenci karena suatu tanda yang dicurigai atau diyakini, seperti harapan yang tinggi. dan keinginan adalah ramalan akan terjadi sesuatu yang disenangi karena suatu tanda yang diduga atau diyakini, baik dalam urusan duniawi maupun rohani. Khou>f dalam Al-Qur'an adalah masdar dari kata kha>fa, yakha>fu, kha>fan.
Fokus Kajian
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran yang bermanfaat dalam pengembangan ilmu keilmuan Islam khususnya bagi fakultas Ushuluddin jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, yang nantinya dapat dijadikan landasan untuk penelitian selanjutnya dalam permasalahan yang sama. Dapat menyumbangkan pemikiran dan wawasan baru terhadap kajian sehingga dapat bermanfaat dan membangkitkan semangat bagi masyarakat khususnya umat Islam.
Definisi Istilah
2Kusumawati Erwin, “Khauf dalam Al-Qur'an” (Skripsi, Fakultas Jurusan Ushuludin dan Pemikiran Islam, Institut Agama Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, 2014). 5 Muhammad Nabiul Janan, “Sinonimi dalam Al-Qur’an (Analisis Semantik Lafadz Khouf dan Khasyyah)”, (Skripsi, Jurusan Usuhuluddin, Institut Agama Islam Negeri Surakarta, 2017). Sinonimi dalam Al-Qur'an (Analisis Semantik Lafadz Khouf dan Khasyyah), Skripsi, Jurusan Usuhuluddin, Institut Agama Islam Negeri Surakarta.
KAJIAN TEORI
Kajian Kepustakaan
Terdapat beberapa kajian mengenai Khouf dalam Al-Qur'an yaitu skripsi yang membahas tentang Khouf, diantaranya adalah skripsi yang disusun oleh Erwin Kusumawati yang berjudul “Khauf dalam Al-Qur'an”. Pokok pembahasannya adalah tentang Arti khuf dalam Al-Qur'an, siapa yang merasa khouf dan siapa yang tidak merasa khuf, apa saja objek khuf dalam Al-Qur'an, bagaimana cara menghindari khuf dalam Al-Qur'an dan solusinya. untuk mengatasi perasaan khuf. Sinonim dalam Al-Qur'an (Analisis Semantik Lafadz Khouf dan Khasyyah).5 Dalam menyusun tesisnya, ia menjelaskan makna dasar khouf dan khasyah dalam Al-Qur'an yang digunakannya.
Kajian Teori
Hubungan yang sangat tidak normal orang neurotik dengan dunia dan orang sering dicerminkan dalam masalah seksual. Orang lain, sebagai contoh, seseorang yang mempunyai dorongan agresif dalam dirinya berubah menjadi seorang yang baik dan sangat peramah. 16 Shabiin ialah orang yang mengikut syariat nabi-nabi dahulu atau orang yang menyembah binatang atau tuhan.
19 Rekonsiliasi ialah menyuruh pewasiat berlaku adil dalam membuat wasiat mengikut had yang ditetapkan oleh Syarak. Orang-orang yang menafkahkan hartanya malam dan siang dengan sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, maka mereka akan mendapat pahala di sisi Tuhannya. Mereka berada dalam keadaan bergembira kerana kurniaan Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergembira di sana.
Sesungguhnya mereka tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (kaum musyrikin Quraisy), maka janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku jika kamu benar-benar orang yang beriman. dan jika kamu takut bahawa kamu tidak akan dapat berlaku adil22 terhadap. Wahai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari imannya, maka Allah akan mendatangkan orang-orang yang dicintai Allah dan juga mereka. Allah akan menguji kamu dengan sesuatu daripada permainan yang mudah diperolehi oleh tangan dan lembing kamu34, supaya Allah mengetahui orang yang takut kepadanya walaupun dia tidak melihatnya.
Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis39, maka janganlah kamu mendekati mereka. Sesungguhnya yang demikian itu mempunyai pengajaran bagi orang-orang yang takut akan azab akhirat. Sesungguhnya orang-orang yang berkata: "Tuhan kami ialah Allah", kemudian mereka meneguhkan kedudukan mereka, kemudian malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah kamu bersedih hati, dan hendaklah mereka bergembira dengan syurga yang telah dijanjikan Allah kepadamu. ".
METODOLOGI PENELITIAN
Sistematika Penulisan
GAMBARAN UMUM TENTANG KHOUF
Al-Qur'an adalah firman Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi atau Rasul terakhir melalui malaikat Jibril, ditulis dalam mushaf dan dibawa kepada kita melalui tawatur (mutawatir). Membacanya merupakan ibadah yang diawali dengan surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat an-Nas.25. Dia awalnya berpendapat bahwa kecemasan adalah akibat dari libido yang tidak terekspresikan atau tertekan. Proyeksi adalah mekanisme pertahanan seseorang yang mempersepsikan impuls-impuls buruk, agresif, dan tidak dapat diterima bukan sebagai miliknya, tetapi sebagai milik orang lain.
Dalam penyesalan, individu akan melakukan perilaku atau pemikiran ritualistik dalam upaya mencegah impuls yang tidak dapat diterima. Pendekatan sejarah adalah pendekatan yang digunakan untuk membahas khouf dalam Al-Qur'an, yang kemudian akan dijelaskan secara deskriptif latar belakang kehidupannya yang mengalami perasaan khouf (takut). Dalam pendekatan ini objek materialnya adalah manusia yang mengalami perasaan takut (khouf) yang disebutkan dalam Al-Qur'an.
Selain itu, penulis menggunakan program media seperti Quran digital versi 2.0 dan zekr.org (Open Quranic Project) versi 1.0.0.0 untuk memudahkan browsing ayat-ayat. Mengumpulkan dan mengidentifikasi beberapa ayat Al-Qur'an yang membahas tentang khouf dalam Al-Qur'an dan teori psikoanalisis Sigmund Frued. Inventarisasi tafsir berbagai ulama tafsir mengenai ayat-ayat penjelasan khouf dalam Al-Qur'an dan teori psikoanalisis Sigmund Frued.
Ia menguraikan beberapa penafsiran para ahli tafsir ketika membahas ayat khouf dalam Al-Qur'an dan menjelaskan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Wujud pelaku khouf adalah khaaif, dan bentuk nahi adalah khaf, dengan kha pada fathah.5 Khauf secara definisi berarti kegelisahan batin karena takut akan sesuatu yang tidak diinginkan atau kehilangan sesuatu yang tidak disukai.6 Al-Hafidz mengatakan bahwa “Khouf suatu emosi dalam diri yang dengannya kita dapat mengharapkan apa yang ditunjukkan oleh orang yang membencinya atau takut kehilangan sesuatu yang dicintainya”.7 Dalam Al-Qur'an, Khouf terbagi menjadi dua: 8 yaitu takut terhadap orang , takut di depan orang lain. Muhammad Rawas, halaman 180 Lihat di Jurnal Kajian Ayat-ayat Ilmuwan Al-Qur'an, Erwin Kusumawati diakses Januari 2018.
KHOUF DALAM AL-QUR’AN
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, Yahudi, Nasrani, dan Sya'bi'in16, siapa di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah17 Hari Akhir, dan beramal shaleh18, maka dia akan menerima pahala dari Tuhannya tanpa rasa khawatir, karena mereka adalah orang-orang yang beriman. dan tidak. Akan tetapi) barangsiapa memelihara orang yang mempunyai wasiat, berbuat kasar terhadap sesamanya atau berbuat dosa lalu berdamai satu sama lain19, maka tidak ada dosa baginya. 20 Ayat ini menjadi dasar hukum khulu' dan pengangkatan 'iwadh, kulu', yaitu permohonan menceraikan suami dengan bayaran yang disebut 'iwadh,.
Bagi orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Shabiin dan orang-orang Nasrani, barangsiapa (di antara mereka) yang benar-benar bertakwa, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. 33 Baik orang mukmin mahupun Yahudi, Nasrani dan Shabiin yang beriman kepada Allah, termasuk beriman kepada Muhammad, beriman kepada hari akhirat dan beramal soleh, mereka mendapat pahala daripada Allah. 35 Maksud membalas sumpah itu ialah saksi-saksi yang berlainan agama itu ditolak dengan sumpah saksi-saksi yang kerabat dekat, atau bermakna orang yang bersumpah itu mendapat pahala di dunia dan di akhirat, untuk sumpah bohong. .
42 Kerana orang musyrik tidak boleh mengerjakan haji dan umrah, kerana rezeki orang Islam boleh dikurangkan. -Allahlah yang menunjukkan kepadamu kilat untuk menimbulkan ketakutan dan harapan, dan Dia meninggikan awan yang mendung. dan guruh itu untuk Allah. begitu sahaja). Sesungguhnya kami takut akan (azab) Tuhan kami pada hari (hari itu) orang-orang yang bermasam muka penuh dengan kesengsaraan.
IMPLIKASI TEORI PSIKOANALISIS SIGMUND FRUED
Ayat di atas menjelaskan bahwa kita tidak boleh takut atau bersedih karena ayat ini mengandung makna adzab, yang mana ayat ini lebih menitikberatkan pada perasaan takut akan kematian. Ketakutan akan kematian muncul ketika naluri buruk mulai diproses dalam pikiran, sehingga menimbulkan rasa takut yang tidak terkendali. Singkatnya, perasaan takut akan kematian bukanlah suatu naluri yang muncul karena tidak adanya akibat, melainkan perasaan takut yang muncul karena pengaruh eksternal dan internal yang membuat seseorang tetap memikirkan ketakutan akan kematian.
Takut akan kematian merupakan fitrah manusia, mereka mungkin takut akan kematian, mungkin karena mengira dirinya banyak berbuat dosa, kurang beramal shaleh dan sering melakukan hal-hal yang dilarang oleh agama. Perasaan takut pada dasarnya hanya terhadap Allah. karena kita tidak boleh takut pada siapapun selain Allah. Teori Sigmund menyimpulkan bahwa perasaan takut hanya terhadap Allah SWT dan rasa takut akan kematian merupakan suatu pemikiran yang dapat merusak organ tubuh manusia karena manusia itu sendiri yang merusaknya.
Kesimpulannya, takut adalah sifat Ukhrawi yang setiap manusia pasti merasa takut, tetapi dengan adanya ketakutan itu. Khouf menurut pandangan ulama tafsir ialah perasaan yang dimiliki oleh setiap makhluk yang dengan sendirinya merasa terkejut sehingga menyebabkan mereka merasai rasa takut yang berlebihan. Penerangan dan penelitian tentang Khouf dalam Kajian Psikoanalisis Al-Qur'an Sigmund Frued, pengkaji berpendapat masih banyak penjelasan yang tidak mencukupi dan pemahaman serta analisis yang dilakukan belum dijelaskan dengan baik.
Khauf dalam Al-Quran”, Jurusan Fakultas Ušuludin dan Pemikiran Islam, Institut Agama Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta.
PENUTUP
Kesimpulan
Frued mengatakan bahwa naluri kematian merupakan teori yang bertentangan dengan teori naluri dualistik, dimana setengah dari dikotomi tersebut adalah naluri untuk melindungi/menyelamatkan diri. Dimana naluri mempertahankan diri/pelestarian berfungsi untuk memastikan bahwa organisme menempuh jalannya sendiri menuju kematian dan mencegah cara untuk kembali ke diri yang anorganik. Freud menjelaskan bahwa teori kecemasan adalah keadaan afektif yang tidak menyenangkan terkait dengan sensasi fisik yang memperingatkan orang akan bahaya yang akan datang.
Saran
Tesis “Hubungan Khouf Dengan Perilaku Agresif Siswa MA NU Demak”, Jurusan Ushuluddin Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.