• Tidak ada hasil yang ditemukan

KARTU SOAL Tahun Pelajaran 2019/ 2020

N/A
N/A
Anida lky

Academic year: 2023

Membagikan "KARTU SOAL Tahun Pelajaran 2019/ 2020"

Copied!
96
0
0

Teks penuh

(1)

Sosiologi79

1

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN

KARTU SOAL

Tahun Pelajaran 2019/ 2020

Provinsi/Kota/Kabupaten : Banten/ Lebak

Nama Sekolah : SMAN 1 CIBEBER Nama Penulis Soal : Satuan Kerja :

Mata Pelajaran : 2019/ 2020 Dani Ramdani, S.Sos SMAN 1 CIBEBER

Kurikulum : 2013 NIP. 197908032010011015

Kompetensi yang Diuji :

Peserta didik mampu memahami dan menguasai tentang konsep dasar sosiologi

Buku Acuan/ Referensi :

• Dwi Mulyono, 2016, Buku Siswa Sosiologi Untuk Kelas X, XI, XII dan MA Kelompok Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial, Solo ; PT.

Wangsa Jatra Lestari.

• Soerjono Soekanto, 2014, Sosiologi Suatu Pengantar (Edisi Revisi), Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

• Suharsimi Arikunto, Prof. Dr ; 2006, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta ; PT. Rineka Cipta.

Pengetahuan/ Aplikasi Penalaran Pemahaman

Lingkup Materi :

Konsep dasar sosiologi Nomor Soal :

1

Kunci Jawaban : C

Deskripsi Soal :

Awal terjadinya Pasar Pagi atau Pasar Subuh sampai menjadi kaki lima yang berada di Rangkasbitung sekarang dipicu dengan banyaknya pengangguran yang ingin merubah nasibnya. Dengan modal pas-pasan maka jadilah mereka berdagang di pinggiran jalan kantor Pegadaian Rangkasbitung. Kenapa berdagang dipinggir jalan? Alasan yang masuk akal jelas karena tidak punya tempat untuk berdagang di dalam pasar. Pilihan membeli jalur ‘aspal’

yang memerlukan uang sedikit berbeda dengan harga ruang tembok yang disediakan pemerintah. Jadi biar bisa gratisan maka dipilihlah trotoar dekat pasar utama, tepat dekat kantor pegadaian. Awalnya sedikit tapi lama-lama pedagang jadi bertambah banyak dan membuat waktunya semakin naik jadi pagi benar, kira-kira jam 4 pagi.

Pernyataan itu sesuai dengan ciri-ciri sosiologi, yaitu ….

A. Empiris B. Kumulatif C. Non Etis D. Teoritis E. Kategoris Indikator Soal :

Disajikan ilustrasi tentang kegiatan yang berhubungan dengan sosiologi dalam kehidupan masyarakat, peserta didik mampu menunjukan ciri-ciri ilmu sosiologi dengan tepat

X

(2)

2

Pembahasan :

Sosiologi merupakan salah satu bidang ilmu sosial yang mempelajari masyarakat. Sosiologi sebagai ilmu telah memenuhi semua unsur ilmu pengetahuan. Menurut Harry M. Johnson, yang dikutip oleh Soerjono Soekanto, sosiologi sebagai ilmu mempunyai ciri-ciri, sebagai berikut.

1. Empiris, yaitu didasarkan pada observasi (pengamatan) dan akal sehat yang hasilnya tidak bersifat spekulasi (menduga-duga).

2. Teoritis, yaitu selalu berusaha menyusun abstraksi dari hasil observasi yang konkret di lapangan, dan abstraksi tersebut merupakan kerangka dari unsur-unsur yang tersusun secara logis dan bertujuan menjalankan hubungan sebab akibat sehingga menjadi teori.

3. Komulatif, yaitu disusun atas dasar teori-teori yang sudah ada, kemudian diperbaiki, diperluas sehingga memperkuat teori-teori yang lama.

4. Nonetis, yaitu pembahasan suatu masalah tidak mempersoalkan baik atau buruk masalah tersebut, tetapi lebih bertujuan untuk menjelaskan masalah tersebut secara mendalam.

(3)

Sosiologi79

3

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN

KARTU SOAL

Tahun Pelajaran 2019/ 2020

Provinsi/Kota/Kabupaten : Banten/ Lebak

Nama Sekolah : SMAN 1 CIBEBER Nama Penulis Soal : Satuan Kerja :

Mata Pelajaran : 2019/ 2020 Dani Ramdani, S.Sos SMAN 1 CIBEBER

Kurikulum : 2013 NIP. 197908032010011015

Kompetensi yang Diuji :

Peserta didik mampu memahami dan menguasai tentang konsep dasar sosiologi

Buku Acuan/ Referensi :

• Dwi Mulyono, 2016, Buku Siswa Sosiologi Untuk Kelas X, XI, XII dan MA Kelompok Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial, Solo ; PT.

Wangsa Jatra Lestari.

• Soerjono Soekanto, 2014, Sosiologi Suatu Pengantar (Edisi Revisi), Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

• Suharsimi Arikunto, Prof. Dr ; 2006, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta ; PT. Rineka Cipta.

Pengetahuan/ Aplikasi Penalaran Pemahaman

Lingkup Materi :

Konsep dasar sosiologi Nomor Soal :

2

Kunci Jawaban : B

Deskripsi Soal :

Perhatikan gejala kemasyarakat di bawah ini !

Keluarga diartikan sebagai satuan sosial terkecil yang terikat berdasarkan pengabdian, ikatan darah, ikatan perkawinan, adopsi dan kasih sayang. Adapun yang termasuk anggota keluarga antara lain suami, istri dan anak –

X

(4)

4

Indikator Soal :

Disajikan pernyataan tentang fakta yang terjadi dalam suatu masyarakat, peserta didik mampu menentukan hakikat sosiologi dengan tepat.

anak. Anggota keluarga tersebut saling berinteraksi sesuai peranannya masing – masing sehingga mampu menghasilkan sebuah budaya baru atau melestarikan budaya. Berdasarkan pernyataan tersebut, maka hakikat Sosiologi yang paling tepat adalah ….

A. Berdasarkan penerapannya, sosiologi digolongkan dalam ilmu pengetahuan murni (pure science) dan dapat menjadi ilmu terapan (applied science).

B. Sosiologi adalah ilmu sosial, hal ini sesuai dengan kenyataan bahwa sosiologi mempelajari atau berhubungan dengan gejala-gejala kemasyarakatan

C. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang abstrak dan bukan pengetahuan yang konkret. Artinya, yang menajdi perhatian adalah bentuk dan pola peristiwa dalam masyarakat secara menyeluruh, tidak hanya peristiwa itu sendiri.

D. Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan pengertian dan pola manusia dan masyarakatnya. Sosiologi meneliti dan mencari apa yang menjadi prinsip dan hukum-hukum umum dari interaksi manusia serta bentuk, sifat, isi dan struktur masyarakat.

E. Sosiologi merupakan ilmu umum, bukan khusus, artinya mempelajari gejala-gejala pada interaksi antarmanusia.

Pembahasan : Hakikat Sosiologi :

1. Sosiologi adalah ilmu sosial, hal ini sesuai dengan kenyataan bahwa sosiologi mempelajari atau berhubungan dengan gejala-gejala kemasyarakatan 2. Berdasarkan penerapannya, sosiologi digolongkan dalam ilmu pengetahuan murni (pure science) dan dapat menjadi ilmu terapan (applied science).

3. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang abstrak dan bukan pengetahuan yang konkret. Artinya, yang menajdi perhatian adalah bentuk dan pola peristiwa dalam masyarakat secara menyeluruh, tidak hanya peristiwa itu sendiri.

4. Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan pengertian dan pola manusia dan masyarakatnya. Sosiologi meneliti dan mencari apa yang menjadi prinsip dan hukum- hukum umum dari interaksi manusia serta bentuk, sifat, isi dan struktur masyarakat.

5. Sosiologi merupakan ilmu umum, bukan khusus, artinya mempelajari gejala-gejala pada interaksi antarmanusia.

(5)

Sosiologi79

5

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN

KARTU SOAL

Tahun Pelajaran 2019/ 2020

Provinsi/Kota/Kabupaten : Banten/ Lebak

Nama Sekolah : SMAN 1 CIBEBER Nama Penulis Soal : Satuan Kerja :

Mata Pelajaran : 2019/ 2020 Dani Ramdani, S.Sos SMAN 1 CIBEBER

Kurikulum : 2013 NIP. 197908032010011015

Kompetensi yang Diuji :

Peserta didik mampu memahami dan menguasai tentang konsep dasar sosiologi

Buku Acuan/ Referensi :

• Dwi Mulyono, 2016, Buku Siswa Sosiologi Untuk Kelas X, XI, XII dan MA Kelompok Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial, Solo ; PT.

Wangsa Jatra Lestari.

• Soerjono Soekanto, 2014, Sosiologi Suatu Pengantar (Edisi Revisi), Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

• Suharsimi Arikunto, Prof. Dr ; 2006, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta ; PT. Rineka Cipta.

Pengetahuan/ Aplikasi Penalaran Pemahaman

Lingkup Materi :

Objek Kajian Sosiologi Nomor Soal :

3

Kunci Jawaban : A

Deskripsi Soal :

Perhatikan pernyataan berikut!

1) Erupsi Gunung Anak Krakatau mengakibatkan terjadinya hujan abu vulkanik

2) Aksi demonstrasi mahasiswa di serang menolak kenaikan harga bahan bakar minyak 3) Kemacetan dan menjamurnya rumah kumuh di pusat kota serang

4) Budaya k-pop menyebar di kalangan remaja Rangkasbitung 5) Kemarau panjang menyebabkan kebakaran hutan d

Objek kajian sosiologi ditunjukkan oleh pernyataan nomor...

A. 2), 3), dan 4) B. 1), 2), dan 3) C. 1), 2), dan 4) D. 2), 4), dan 5) E. 3), 4), dan 5) Indikator Soal :

Disajikan beberapa pernyataan tentang fakta sosial yang ada dalam masyarakat, peserta didik dapat menunjukan objek sosiologi dengan tepat.

X

(6)

6

Pembahasan :

Objek Kajian Sosiologi 1. Objek Material

Objek kajian sosiologi yang pertama adalah objek material (material object). Yang dimaksud objek material sosiologi berkaitan dengan kehidupan sosial, gejala- gejala dan proses hubungan antara manusia. Objek material juga meliputi hal-hal mempengaruhi kesatuan manusia itu sendiri.

2. Objek Formal

Objek sosiologi berikutnya adalah objek formal (formal object). Yang dimaksud objek formal sosiologi menitikberatkan pada manusia sebagai makhluk sosial atau masyarakat. Artinya objek formal meliputi hubungan manusia antara manusia serta proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat.

3. Objek Budaya

Selanjutnya adalah objek budaya (culture object). Penjelasan objek budaya sosiologi adalah hal-hal yang berkaitan dengan norma kebudayaan dalam masyarakat. Objek budaya juga menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi hubungan satu dengan yang lain.

4. Objek Agama

Objek-objek sosiologi yang terakhir adalah objek agama (religion object). Pengaruh dari objek agama sosiologi dapat menjadi pemicu dalam hubungan sosial masyarakat yang berkaitan dengan Ketuhanan. Banyak juga dampak yang memengaruhi hubungan manusia yang ditimbulkan dari objek agama.

(7)

Sosiologi79

7

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN

KARTU SOAL

Tahun Pelajaran 2019/ 2020

Provinsi/Kota/Kabupaten : Banten/ Lebak

Nama Sekolah : SMAN 1 CIBEBER Nama Penulis Soal : Satuan Kerja :

Mata Pelajaran : 2019/ 2020 Dani Ramdani, S.Sos SMAN 1 CIBEBER

Kurikulum : 2013 NIP. 197908032010011015

Kompetensi yang Diuji :

Peserta didik mampu memahami dan menguasai tentang konsep dasar sosiologi

Buku Acuan/ Referensi :

• Dwi Mulyono, 2016, Buku Siswa Sosiologi Untuk Kelas X, XI, XII dan MA Kelompok Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial, Solo ; PT.

Wangsa Jatra Lestari.

• Soerjono Soekanto, 2014, Sosiologi Suatu Pengantar (Edisi Revisi), Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

• Suharsimi Arikunto, Prof. Dr ; 2006, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta ; PT. Rineka Cipta.

Pengetahuan/ Aplikasi Penalaran Pemahaman

Lingkup Materi :

Fungsi dan manfaat sosiologi Nomor Soal : 4

Kunci Jawaban : D

Deskripsi Soal :

Kemajuan teknologi menyebabkan perubahan yang begitu besar pada kehidupan umat manusia dengan segala peradabannya. Perubahan ini juga memberikan dampak yang begitu besar terhadap transformasi nilai-nilai yang ada dalam masyarakat, khususnya masyarakat dengan budaya dan adat ketimuran seperti

X

(8)

8

Indikator Soal :

Disajikan ilustrasi tentang fakta sosial dalam suatu masyarakat, peserta didik mampu menentukan fungsi sosiologi dalam perencanaan sosial dengan tepat.

Indonesia. Saat ini di Indonesia dapat kita saksikan begitu besar pengaruh kemajuan teknologi terhadap keberadaab nilai-nilai kebudayaan yang di anut masyarakat baik perkotaan maupun pedesaan. K e m a j u a n teknologi seperti televisi, telepon genggam, internet bukan hanya melanda masyarakat kota namun juga telah dapat dinikmati oleh masyarakat di pedesaan. Akibatatnya segala informasi baik yang positif maupun negatif dapat dengan mudah di akses oleh masyarakat. Dan di akui atau tidak perlahan-lahan mulai mengubah pola hidup dan pola pemikiran masyarakat khususnya masyarakat pedesaan. dengan segala image yang men4adi 6iri khas mereka. Dalam mempelajari gejala di atas, salah satu fungsi sosiologi yang paling tepat adalah ….

A. Untuk bersikap hati-hati dan selalu berpikir rasional

B. Untuk dapat memahami simbol, kode, dan berbagai istilah yang menjadi obyek penelitian

C. Mempelajari konflik sosial dan cara mengatasinya Read more : https://alanhaidir.blogspot.com/2015/08/fungsi- sosiologi-dalam-segala-aspek.html

D. Menyusun perencanaan sosial sebagai alat untuk mengetahui perubahan yang terjadi di masyarakat E. Memberikan data sosial yang di perlukan pada tahap perencanaan pelaksanaan maupun pembangunan Pembahasan :

Fungsi Sosiologi dalam Perencanaan Sosial :

Perencanaan sosial merupakan kegiatan untuk mempersiapkan masa depan individu di masyarakat. Tujuannya untuk mengatasi kemungkinan munculnya masalah- masalah saat terjadinya perubahan. Perencanaan sosial bersifat antisipatif, maksudnya: bersifat mencegah, mempersiapkan untuk sesuatu yang mungkin terjadi.

Fungsi Sosiologi dalam Perencanaan Sosial:

1. Perencanaan sosial merupakan alat untuk mengetahui perubahan yang terjadi di masyarakat 2. Perencanaan disusun atas dasar kenyataan yang faktual

3. Perencanaan sosial digunakan untuk mengantisipasi berbagai masalah yang timbul di masyarakat

4. Perencanaan sosial sebagai alat untuk mengetahui perkembangan masyarakat, sehingga dapat meng- himpun kekuatan sosial di masyarakat 5. Sosiologi memahami perkembangan masyarakat , baik desa maupun kota, sehingga proses penyusunan perencanaan sosial dapat dilakukan.

(9)

Sosiologi79

9

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN

KARTU SOAL

Tahun Pelajaran 2019/ 2020

Provinsi/Kota/Kabupaten : Banten/ Lebak

Nama Sekolah : SMAN 1 CIBEBER Nama Penulis Soal : Satuan Kerja :

Mata Pelajaran : 2019/ 2020 Dani Ramdani, S.Sos SMAN 1 CIBEBER

Kurikulum : 2013 NIP. 197908032010011015

Kompetensi yang Diuji :

Peserta didik mampu memahami dan menguasai tentang norma sosial

Buku Acuan/ Referensi :

• Dwi Mulyono, 2016, Buku Siswa Sosiologi Untuk Kelas X, XI, XII dan MA Kelompok Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial, Solo ; PT.

Wangsa Jatra Lestari.

• Soerjono Soekanto, 2014, Sosiologi Suatu Pengantar (Edisi Revisi), Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

• Suharsimi Arikunto, Prof. Dr ; 2006, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta ; PT. Rineka Cipta.

Pengetahuan/ Aplikasi Penalaran Pemahaman

Lingkup Materi :

Fungsi norma sosial Nomor Soal :

5

Kunci Jawaban : E

Deskripsi Soal :

Sebagian besar masyarakat mengunjungi pasar modern untuk berbelanja barang kebutuhan sehari-hari setiap akhir pekan. Ketika suasana antrian sangat padat dan tanpa adanya arahan oleh petugas, sangat mungkin terjadi hal-hal yang tidak sesuai norma sosial setempat. Berdasarkan deskripsi tersebut, norma sosial diciptakan dalam masyarakat untuk ….

A. Mengarahkan perubahan sosial dalam masyarakat modern B. Memperkuat identitas sosial kelompok dalam masyarakat C. Membedakan kelompok sosial strata atas dan strata bawah D. Menghubungkan masyarakat lapis bawah dan lapis atas

E. Melaksanakan pengendalian sosial agar tercipta tertib sosial Indikator Soal :

Disajikan sebuah deskripsi tentang dinamika kehidupan sosial masyarakat, siswa dapat menunjukkan salah satu fungsi norma sosial sesuai dengan deskripsi.

X

(10)

10

Pembahasan :

Fungsi Norma Sosial :

1. Sebagai prinsip ataupun barometer kepribadian serta sikap dalam masyarakat.

2. Sebagai wujud aktual dari nilai nilai yang dikandung oleh masyarakat

3. Sebagai standar ataupun rasio ukur beragam kategori tingkah laku yang terdapat dalam sebuah masyarakat tidak cuma itu, ditambahkan oleh hanneman samuel dalam bukunya nilai dan norma (2004) apabila salah satu fungsi norma sosial ialah keutuhan kehidupan bersama-sama dalam masyarakat.

4. Sebagai aturan atau pedoman tingkah laku dalam masyarakat.

5. Sebagai alat untuk menertibkan dan menstabilkan kehidupan sosial.

6. Sebagai sistem kontrol sosial dalam masyarakat.

7. Sebagai pedoman hidup yang berlaku untuk semua warga masyarakat.

8. Sebagai pengikat setiap anggota masyarakat sehingga berakibat memberikan sanksi terhadap anggota masyarakat yang melanggarnya.

(11)

Sosiologi79

11

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN

KARTU SOAL

Tahun Pelajaran 2019/ 2020

Provinsi/Kota/Kabupaten : Banten/ Lebak

Nama Sekolah : SMAN 1 CIBEBER Nama Penulis Soal : Satuan Kerja :

Mata Pelajaran : 2019/ 2020 Dani Ramdani, S.Sos SMAN 1 CIBEBER

Kurikulum : 2013 NIP. 197908032010011015

Kompetensi yang Diuji :

Peserta didik mampu mengaplikasikan pengetahuan dan pemahaman tentang nilai dan norma sosial.

Buku Acuan/ Referensi :

• Dwi Mulyono, 2016, Buku Siswa Sosiologi Untuk Kelas X, XI, XII dan MA Kelompok Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial, Solo ; PT.

Wangsa Jatra Lestari.

• Soerjono Soekanto, 2014, Sosiologi Suatu Pengantar (Edisi Revisi), Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

• Suharsimi Arikunto, Prof. Dr ; 2006, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta ; PT. Rineka Cipta.

Pengetahuan/ Aplikasi Penalaran Pemahaman

Lingkup Materi :

Nilai dan Norma Sosial Nomor Soal :

6

Kunci Jawaban : C

Deskripsi Soal :

Perhatikan perilaku berikut!

1). Rio rutin membayar pajak penghasilan 2). Fani mudik setiap menjelang lebaran 3). Ayah setiap bulan membayar pajak listrik

4). Tono selalu memakai helm ketika mengendarai sepeda motor

5). Masyarakat Jawa melakukan ritual siraman sebelum upacara pernikahan

Perilaku yang mencerminkan ketaatan terhadap norma hukum ditunjukkan oleh nomor...

A. 1), 2), dan 3) B. 1), 3), dan 5) C. 1), 3), dan 4) D. 2), 4), dan 5) E. 3), 4), dan 5) Indikator Soal :

Disajikan beberapa pernyataan tentang realitas kehidupan dalam suatu masyarakat, peserta dididik dapat mengidentifikasi jenis-jenis norma sosial berdasarkan sangsinya dengan tepat

X

(12)

12

Pembahasan :

Terdapat lima jenis norma sosial berdasarkan daya ikatnya : 1. Cara atau Usage

Jenis norma sosial ini lebih menunjuk pada suatu bentuk perbuatan yang dilakukan pribadi atau perseorangan, akan tetapi tidak dilakukan secara terus menerus didalam kehidupan masyarakat. Norma sosial ini juga memiliki daya ikat yang lemah, sehingga tidak ada sanksi yang tegas bagi para pelanggar, mereka biasanya akan mendapat teguran atau celaan saja. Beberapa contoh norma ini diantaranya adalah:

• Norma mengenai cara makan yang baik dan benar, seperti adanya larangan makan menggunakan tangan kiri, berbicara saat makan, bersendawa setelah makan, makan mengeluarkan bunyi, dan lain sebagainya.

2. Kebiasaan atau Folkways

Kebiasaan merupakan suatu perbuatan yang diulang-ulang dan dalam bentuk yang sama, dimana memberikan bukti bahwa perbuatan tersebut merupakan perbuatan yang dianggap baik atau benar oleh masyarakat. Jenis norma sosial ini lebih mengarah pada suatu petunjuk perbuatan, dengan daya ikat yang juga lemah. Kebiasaan dapat bersifat positif maupun negatif, dan biasanya juga tidak ada sanksi yang berat bagi kebiasaan-kebiasaan negatif. Beberapa contoh diantaranya seperti:

• Memberikan penghargaan seperti hadiah bagi mereka yang berprestasi dan membanggakan.

• Kebiasaan mengeluarkan bunyi saat makan untuk mengekspresikan pendapatnya mengenai makanan yang dimakan.

3. Tata Kelakuan atau Mores

Tata kelakuan merupakan sekumpulan perbuatan-perbuatan yang mencerminkan sifat-sifat hidup suatu kelompok masyarakat dalam rangka untuk mengawasi perbuatan atau pola tingkah laku para anggotanya secara sadar. Fungsi dari adanya jenis norma sosial ini adalah untuk membantu dan membuat para anggota masyarakat memiliki perbuatan yang sesuai dengan tata kelakuan didalam lingkungan masyarakat itu sendiri. Beberapa contoh nya seperti:

• Larangan untuk mencuri, merampok, atau pun membunuh.

• Adanya larangan mengenai menikahi kerabat dekat atau kerabat yang masih satu darah karena dianggap tidak lazim.

4. Adat Istiadat

Adat istiadat merupakan sekumpulan tata kelakuan yang memiliki kedudukan sangat tinggi dibanding yang lainnya dalam suatu masyarakat. Adat istiadat juga bersifat kekal dan berinteraksi secara kuat terhadap masyarakat yang memilikinya. Beberapa contoh diantaranya adalah:

• Pelanggaran atau adanya suatu tata cara pembagian harta warisan keluarga.

• Pelanggaran atau adanya suatu peraturan upacara-upacara adat atau tradisional.

5. Hukum

Hukum merupakan suatu serangkaian aturan atau peraturan bagi seluruh anggota masyarakat yang berisi perintah, kewajiban, ketentuan-ketentuan, dan juga larang yang memiliki sanksi yang sangat beragam. Beberapa diantaranya seperti:

• Peraturan untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas

• Peraturan mengenai larangan berbuat kriminal dengan berbagai sanksi yang tegas, dan lain sebagainya.

(13)

Sosiologi79

13

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN

KARTU SOAL

Tahun Pelajaran 2019/ 2020

Provinsi/Kota/Kabupaten : Banten/ Lebak

Nama Sekolah : SMAN 1 CIBEBER Nama Penulis Soal : Satuan Kerja :

Mata Pelajaran : 2019/ 2020 Dani Ramdani, S.Sos SMAN 1 CIBEBER

Kurikulum : 2013 NIP. 197908032010011015

Kompetensi yang Diuji :

Peserta didik mampu mengaplikasikan pengetahuan dan pemahaman tentang penyimpangan sosial.

Buku Acuan/ Referensi :

• Dwi Mulyono, 2016, Buku Siswa Sosiologi Untuk Kelas X, XI, XII dan MA Kelompok Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial, Solo ; PT.

Wangsa Jatra Lestari.

• Soerjono Soekanto, 2014, Sosiologi Suatu Pengantar (Edisi Revisi), Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

• Suharsimi Arikunto, Prof. Dr ; 2006, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta ; PT. Rineka Cipta.

Pengetahuan/ Aplikasi Penalaran Pemahaman

Lingkup Materi :

Perilaku Menyimpang Nomor Soal :

7

Kunci Jawaban : B

Deskripsi Soal :

Perhatikan pernyataan-pernyataan di bawah ini !

1). Seseorang memaknai ajaran agama tidak secara menyeluruh sehingga tumbuh menjadi fanatis

2). Di masyarakat terdapat aliran suatu agama yang diikuti oleh sebagian warga, meskipun oleh pemerintah sudah dinyatakan sebagai aliran sesat.

3). Terlalu sering menoton tayangan sinetron di televisi, remaja menjadi bergaya hidup konsumtif.

4). Sekelompok pelajar melakukan tawuran dengan kelompok pelajar lain di sekolah karena sekolah mereka tidak memiliki aturan tegas tentang tawuran.

5). Buruh pabrik salah menggunakan seragam kerja karena tidak memahami peraturan yang telah diberikan perusahaan.

Berdasarkan pernyataan-pernyataan di atas, manakah penyimpangan sosial yang disebabkan oleh proses sosialisasi tidak sempurna ….

A. 1), 2) dan 3) B. 1), 4) dan 5) C. 1), 2) dan 4) D. 1), 3) dan 5) E. 3), 4) dan 5) Indikator Soal :

Disajikan beberapa pernyataan yang berhubungan dengan proses sosial yang dialami oleh seseorang, peserta didik mampu mengkategorikan faktor penyebab perilaku menyimpang dengan tepat

X

(14)

14

Pembahasan :

Sebab terjadinya penyimpangan dari sudut pandang sosiologi :

1. Perilaku menyimpang karena sosialisasi, hal tersebut karena adanya gangguan pada proses penyerapan dan pengamalan nilai-nilai yang ada di masyarakat.

2. Anomie, yaitu situasi tanpa norma dan arah sehingga tidak tercipta keselarasan antara kenyataan yang diharapkan dengan kenyataan sosial yang ada atau mulai memudarnya norma lama yang tidak relevan tetapi masyarakat belum menciptakan norma baru yang sesuai sehingga masyarakat mengalami kegalauan dalam bertindak.

3. Pemberian julukan (labeling), upaya kontrol sosial yang diberikan kepada masyarakat melalui pem- berian label (julukan). Pada perilaku menyimpang seringkali menimbulkan serangkaian peristiwa yang justru mempertegas dan meningkatkan tin- dakan penyimpangan.

Faktor-Faktor Penyebab Perilaku Menyimpang

• Faktor Internal: Penyebab perilaku menyimpang dalam faktor internal adalah intelegensi atau tingkat kecerdasan, usia, jenis kelamin dan kedudukan seseorang dalam keluarga. Contohnya: seseorang ang tidak normal dan pertambahan usia

• Faktor Eksternal: Penyebab perilaku menyimpang dalam faktor eksternal adalah kehidupan rumah tangga, atau keluarga, pendidikan di sekolah, pergaulan dan media massa. Contohnya: seorang anak yang biasa melihat orang tuanya bertengkar dapat melarikan diri pada obat-obatan, atau narkoba. Pergaulan individu yang berhubungan dengan teman-temannya, media massa, media cetak, media eletkronik.

(15)

Sosiologi79

15

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN

KARTU SOAL

Tahun Pelajaran 2019/ 2020

Provinsi/Kota/Kabupaten : Banten/ Lebak

Nama Sekolah : SMAN 1 CIBEBER Nama Penulis Soal : Satuan Kerja :

Mata Pelajaran : 2019/ 2020 Dani Ramdani, S.Sos SMAN 1 CIBEBER

Kurikulum : 2013 NIP. 197908032010011015

Kompetensi yang Diuji :

Peserta didik mampu mengaplikasikan pengetahuan dan pemahaman tentang sosialisasi.

Buku Acuan/ Referensi :

• Dwi Mulyono, 2016, Buku Siswa Sosiologi Untuk Kelas X, XI, XII dan MA Kelompok Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial, Solo ; PT.

Wangsa Jatra Lestari.

• Soerjono Soekanto, 2014, Sosiologi Suatu Pengantar (Edisi Revisi), Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

• Suharsimi Arikunto, Prof. Dr ; 2006, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta ; PT. Rineka Cipta.

Pengetahuan/ Aplikasi Penalaran Pemahaman

Lingkup Materi :

Sosialisasi dan Pembetukkan Kepribadian Nomor Soal : 8

Kunci Jawaban : D

Deskripsi Soal :

Perhatikan pernyataan-pernyataan di bawah ini !

1). Seseorang mulai dewasa dan mulai mampu memposisikan dirinya dengan baik dalam kehidupan masyarakat

X

(16)

16

Indikator Soal :

Disajikan beberapa pernyataan yang berhubungan dengan perkembangan seseorang dalam menyesuaikan diri, peserta didik dapat mengidentifikasi tahapan sosialisasi dengan tepat.

luas.

2). Adanya kesadaran bahwa dunia sosial manusia berisikan orang-orang yang jumlahnya relatif banyak sudah mulai terbentuk.

3). Seseorang mulai paham tentang arti penting peraturan, tata tertib, undang-undang, dan sejenisnya

4). Seseorang mulai mengenal “significant other” yaitu orang-orang di sekitarnya yang dianggap penting bagi pertumbuhan dan pembentukan diri

5). Seseorang mulai mampu menirukan beberapa peran orang dewasa secara relatif sempurna.

Berdasarkan pernyataan-pernyataan di atas, manakah yang merupakan ciri-ciri tahapan sosialisasi “PLAY STAGE” ….

A. 1), 2) dan 3) B. 1), 3) dan 5) C. 1), 3) dan 4) D. 2), 4) dan 5) E. 2), 3) dan 5) Pembahasan :

Tahap-Tahap Sosialisasi Menurut George Herbert Mead :

1. Persiapan (Prepatory Stage), tahap persiapan merupakan tahap awal dalam sosialisasi yang dilakukan oleh manusia. Pada tahap ini dimulai sejak manusia lahir di dunia. Sejak saat itulah seseorang sudah memiliki persiapan untuk melakukan tindakan sesuai dengan lingkungan.

2. Tahap meniru (Play Stage), pada tahap ini anak mulai mampu meniru secaravsempurna. Tahap meniru ini juga disebut tahap bermain. Pada tahap ini kesadaran bahwa dunia sosial manusia berisikan orang-orang yang jumlahnya relatif banyak sudah mulai terbentuk. Pada tahap ini anak mengenal “significant other” yaitu orang-orang di sekitarnya yang dianggap penting bagi pertumbuhan dan pembentukan diri, missal : ayah, ibu, kakak, pengasuh, kakek, nenek, yang sering berinteraksi dengannya.

3. Tahap siap bertindak (Game Stage), Pada tahap ini peniruan yang dilakukan seseorang mulai berkurang digantikan oleh peranan yang secara langsung dimainkan sendiri dengan penuh kesadaran. Pada tahap ini kemampuan menempatkan dirinya pada posisi orang lain mulai meningkat sehingga memungkinkan adanya kemampuan bermain secara beregu. Pada tahap ini partner interaksinya makin banyak, hubungan pun makin kompleks. Kemantapan diri pada tahap ini jauh lebih tinggi dari tahap-tahap sebelumnya. Peraturan-peraturan yang berlaku di luar keluarganya secara bertahap mulai dipahami. Pada tahap ini mulai siap menjadi partisipan aktif dalam masyarakat. Teman sebaya sangat berpengaruh pada game stage, karena dengan teman sebaya seseorang mulai mengenal dan berinteraksi dengan dunia di luar keluarga.

4. Tahap penerimaan norma kolektif (Generalized Other), pada tahap ini manusia/seseorang disebut sebagai manusia dewasa. Dia bukan hanya dapat menempatkan dirinya pada posisi orang lain, tetapi juga dapat bertenggang rasa dengan masyarakat secara luas. Seseorang telah menyadari pentingnya peraturan-peraturan sehingga kemampuan bekerja sama menjadi mantap. Dalam tahap ini, manusia telah menjadi warga masyarakat dalam arti sepenuhnya.

(17)

Sosiologi79

17

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN

KARTU SOAL

Tahun Pelajaran 2019/ 2020

Provinsi/Kota/Kabupaten : Banten/ Lebak

Nama Sekolah : SMAN 1 CIBEBER Nama Penulis Soal : Satuan Kerja :

Mata Pelajaran : 2019/ 2020 Dani Ramdani, S.Sos SMAN 1 CIBEBER

Kurikulum : 2013 NIP. 197908032010011015

Kompetensi yang Diuji :

Peserta didik mampu mengaplikasikan pengetahuan dan pemahaman tentang penyimpangan sosial

Buku Acuan/ Referensi :

• Dwi Mulyono, 2016, Buku Siswa Sosiologi Untuk Kelas X, XI, XII dan MA Kelompok Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial, Solo ; PT.

Wangsa Jatra Lestari.

• Soerjono Soekanto, 2014, Sosiologi Suatu Pengantar (Edisi Revisi), Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

• Suharsimi Arikunto, Prof. Dr ; 2006, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta ; PT. Rineka Cipta.

Pengetahuan/ Aplikasi Penalaran Pemahaman

Lingkup Materi :

Interaksi sosial Nomor Soal :

9

Kunci Jawaban : A

Deskripsi Soal :

Hampir setiap saat tayangan media televisi menawarkan barang kebutuhan sehari-hari dengan berbagai fungsi dan penampilan yang menarik. Banyak anggota masyarakat yang tertarik dan terpengaruh untuk membeli meskipun kondisi ekonominya tidak mendukung. Mereka memaksakan diri untuk memiliki barang mewah secara kredit sehingga terlilit utang. Dilihat dari proses interaksi sosial tertentu yang dialami, contoh penyimpangan perilaku tersebut berhubungan dengan ….

A. Subbudaya menyimpang kelompok B. Lingkungan pergaulan yang konsumtif C. Peran lembaga ekonomi yang efektif D. Ekonomi keluarga yang sangat terbatas E. Pola dan kebiasaan hidup individu Indikator Soal :

Disajikan sebuah ilustrasi tentang perilaku remaja dalam kehidupan sosial, siswa dapat menunjukkan satu pernyataan yang paling benar tentang hubungan antara sosialisasi sosial dengan perilaku menyimpang.

X

(18)

18

Pembahasan :

Hubungan antara perilaku menyimpang dan sosialisasi yang tidak sempurna :

Setiap pelaku sosialisasi mempunyai fungsi masing-masing yang seharusnya saling melengkapi. Akan tetapi, pada kenyataannya sering terjadi ketidaksepadanan antara pesan yang disampaikan pelaku sosialisasi yang satu dengan pelaku sosialisasi yang lain. Ketidaksepadanan ini membuat proses sosialisasi menjadi kurang sempurna. Contohnya, sebuah keluarga memberikan pesan untuk tidak merokok kepada anggota keluarganya (anak). Namun, si anak melihat atau membaca di media massa bagaimana rokok diiklankan dengan sangat menarik. Ia juga mungkin melihat bahwa teman-teman di kelompok bermainnya semuanya merokok. Anak itu akan mengalami konflik batin antara menghargai norma atau nilai yang diberikan keluarga atau memilih norma yang berkembang pada kelompok bermainnya.

Pada kondisi di atas bukan tidak mungkin anak akan berperilaku menyimpang. Jika anak mengikuti pesan dari keluarga, maka ia akan menyimpang dari nilai dan norma kelompoknya. Sementara jika anak itu mengikuti pesan dari kelompok bermainnya, maka ia akan menyimpang dari nilai dan norma keluarganya.

Ketidaksepadanan pesan-pesan yang disampaikan oleh pelaku-pelaku sosialisasi juga bisa dilihat dari maraknya perkelahian antarpelajar yang menjurus pada tindakan kriminal, seperti pembunuhan dan perusakan. Masalah ini tentu sangat meresahkan. Perilaku seperti ini akan menghancurkan sendi-sendi kemasyarakatan maupun kenegaraan. Mereka akan selalu menganggap bahwa kekerasan adalah satu-satunya cara untuk menyelesaikan masalah.

Norma-norma dan nilai sosial keagamaan yang ditawarkan sejak mereka bayi tidak cukup berjalan dan sinkron untuk bisa dihadapkan dengan kenyataan dalam masyarakat. Para orang tua dan pemimpin tidak cukup terbuka untuk menyampaikan kenyataan-kenyataan yang dihadapi dalam bermasyarakat. Ada perasaan canggung dan tidak pantas untuk menyampaikan fakta kekerasan yang terjadi di masyarakat. Akibatnya, anak-anak dan para remaja akan mencari sendiri misalnya melalui media massa seperti televisi. Mereka kemudian membuat pembenaran atau persepsi sendiri atas suatu perbuatan. Contoh, begitu banyak film yang menampilkan nilai kekerasan yang sebetulnya tidak sesuai dengan nilai yang mereka peroleh dari agama atau keluarga. Namun, karena kurang mendapat penjelasan dari orang tua maupun pelaku pembina yang lain, mereka kemudian mempersepsikan bahwa tokoh-tokoh keras adalah pahlawan (hero). Persepsi ini akan terbawa ketika mereka menghadapi persoalan dengan sesama pelajar. Terjadilah tawuran. Perilaku menyimpang juga bisa terjadi ketika dalam proses sosialisasi, seseorang mengambil peran yang salah dari generalized others atau meniru perilaku yang salah. Contoh, dalam masyarakat tentu memiliki pemimpin, entah itu pemimpin formal, seperti lurah, RT, maupun pemimpin nonformal, seperti pemuka agama atau adat. Seorang pemimpin idealnya bertindak sebagai panutan yang mampu memberi teladan bagi anggota masyarakat yang lainnya. Terlebih lagi dalam masyarakat paternalistik seperti Indonesia, keteladanan pemimpin (patron) akan menjadi model bahkan kebenaran perilaku bagi bawahan atau anggotanya (client). Namun, kadang terjadi seorang pemimpin justru memberi contoh yang salah kepada masyarakatnya, seperti melakukan kolusi, korupsi, manipulasi, dan nepotisme. Celakanya, karena pelakunya memiliki kekuasaan, penyimpangan tersebut akhirnya diterima masyarakat sebagai "nilai atau norma" yang diikuti. Akhirnya berkembanglah penyimpangan ini dalam masyarakat.

Perilaku menyimpang juga terjadi pada masyarakat yang memiliki nilai-nilai subkebudayaan yang menyimpang, yaitu suatu kebudayaan khusus yang normanya bertentangan dengan norma budaya yang dominan. Kebudayaan tersebut terdapat pada lingkungan masyarakat yang memiliki nilai-nilai yang berbeda dengan nilai- nilai yang dominan seperti nilai-nilai yang berlaku di daerah kumuh, di lokalisasi pelacuran, dan lingkungan perjudian. Contoh, di lingkungan kumuh, masalah etika kurang diperhatikan karena masyarakatnya lebih sibuk dengan usaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Bagi kebanyakan mereka, cekcok antarwarga dengan mengeluarkan kata-kata kasar, atau tindakan buang sampah sembarangan, ataupun membunyikan radio dengan keras menjadi hal yang biasa. Di tempat-tempat seperti itu, banyak terjadi tindakan yang oleh masyarakat lingkungannya merupakan hal yang biasa namun bagi masyarakat umum dianggap sebagai perilaku yang menyimpang. Di tempat-tempat itu, yang dipelajari dalam proses sosialisasi adalah nilai dan norma yang menyimpang menurut standar nilai dan norma masyarakat umum.

(19)

Sosiologi79

19

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN

KARTU SOAL

Tahun Pelajaran 2019/ 2020

Provinsi/Kota/Kabupaten : Banten/ Lebak

Nama Sekolah : SMAN 1 CIBEBER Nama Penulis Soal : Satuan Kerja :

Mata Pelajaran : 2019/ 2020 Dani Ramdani, S.Sos SMAN 1 CIBEBER

Kurikulum : 2013 NIP. 197908032010011015

Kompetensi yang Diuji :

Peserta didik mampu mengaplikasikan pengetahuan dan pemahaman tentang konflik sosial dan akomodasi penyelesaiannya dengan menggunakan konsep dasar sosiologi

Buku Acuan/ Referensi :

• Dwi Mulyono, 2016, Buku Siswa Sosiologi Untuk Kelas X, XI, XII dan MA Kelompok Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial, Solo ; PT.

Wangsa Jatra Lestari.

• Soerjono Soekanto, 2014, Sosiologi Suatu Pengantar (Edisi Revisi), Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

• Suharsimi Arikunto, Prof. Dr ; 2006, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta ; PT. Rineka Cipta.

Pengetahuan/ Aplikasi Penalaran Pemahaman

Lingkup Materi :

Konflik sosial Nomor Soal :

10

Kunci Jawaban : D

Deskripsi Soal :

Bentrok antarpemuda kompleks perumahan Asri dan kompleks perumahan Bersih awalnya diselesaikan dengan cara berdialog bersama. Oleh karena kesalahpahaman, konflik terjadi kembali dan menyebabkan korban luka.

Akibatnya, ketua RT dan RW turut campur tangan dalam penyelesaian konflik. Urutan proses akomodasi dalam menyelesaikan konflik tersebut adalah...

A. Mediasi dan negosiasi B. Toleransi dan arbitrase C. Arbitrase dan rekonsiliasi D. Negosiasi dan mediasi E. Negosiasi dan arbtrase Indikator Soal :

Disajikan ilustrasi yang menggambarkan konflik sosial dalam masyarakat, peserta didik mampu menentukan bentuk akomodasi dengan tepat sesuai dengan pernyataan dalam soal

X

(20)

20

Pembahasan :

1. Koersi (coersion), adalah bentuk akomodasi yang dilakukan dengan cara paksaan atau kekerasan baik secara psikis ( tidak langsung) maupun secara fisik (langsung). Paksaan ini dapat terjadi jika ada salah satu pihak yang lebih kuat dibandingkan dengan pihak yang lain.

2. Kompromi (compromize), adalah suatu bentuk akomodasi yang mana pihak-pihak yang sedang bertikai saling mengurangi tuntutannya supaya permasalahan cepat teratasi.

3. Arbitrasi (arbitration), adalah suatu bentuk penyelesaian pertikaian atau permasalahan antara dua pihak dengan bantuan pihak ketiga. Pihak ketiga dalam hal ini harus mempunyai kedudukan yang lebih tinggi, sehingga kedua belah pihak dapat menerima keputusan yang dihasilkan.

4. Mediasi (mediation), yaitu penyelesaian masalah atau pertikaian antara dua pihak yang dibantu pihak ketiga. Akan tetapi dalam mediasi, pihak ketiga bersikap netral dan hanya sebagai penasihat. Pihak ketiga tidak mempunyai wewenang dalam membuat keputusan seperti pada arbritasi.

5. Konsiliasi (conciliation), merupakan bentuk atau upaya penyelesaian masalah dengan cara mempertemukan keinginan dari pihak yang berkonflik untuk mencapai penyelesaian yang terbaik. Pihak-pihak yang bertikai dipertemukan dan diberi kesempatan untuk menyesuaikan diri.

6. Toleransi, merupakan bentuk akomodasi yang didasari adanya kesadaran untuk saling menghormati dan menghargai antar individu / kelompok yang bertikai sehingga permasalahan dapat dicegah sebelum terjadi.

7. Ajudikasi (adjudication), adalah bentuk akomadasi yang mana penyelesaian suatu permasalah dilakukan melalui pengadilan. Keputusan yang dihasilkan dari ajudikasi bersifat mengikat, yang mana harus ditaati oleh pihak-pihak yang bertikai.

8. Stalemate, adalah suatu keadaan di mana pihak-pihak yang terlibat pertikaian berhenti pada tingkatan-tingkatan tertentu. Hal ini terjadi biasanya karena kekuatan kedua belah pihak seimbang, dan sadar bahwa ika pertiakain tetap dilanjutkan tidak akan ada yang menang.

9. Akulturasi, adalah proses penerimaan unsur kebudayaan lain ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menghilangkan kepribadian asli.

10. Asimilasi, adalah peleburan dua unsur kebudayaan atau lebih menjadi satu kebudayaan milik bersama (mengarah pada hilangnya perbedaan).

11. Amalgamasi, adalah peleburan dua kelompok budaya atau lebih menjadi satu kelompok budaya baru.

12. Segregation (Segregasi), adalah penyelesaian suatu pertikaian di suatu daerah dengan cara menghindar supaya pertikaian tersebut tidak berkelanjutan. Contoh dari bentuk akomodasi segregation adalah adanya pemisahan warna kulit dan asal daerah dalam masyarakat.

13. Elimination (Eliminasi), adalah bentuk akomodasi dalam penyelesaian suatu permasalahan dengan cara salah satu pihak ada yang meminta maaf, mengalah, dan mengundurkan diri dari persaingan.

(21)

Sosiologi79

21

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN

KARTU SOAL

Tahun Pelajaran 2019/ 2020

Provinsi/Kota/Kabupaten : Banten/ Lebak

Nama Sekolah : SMAN 1 CIBEBER Nama Penulis Soal : Satuan Kerja :

Mata Pelajaran : 2019/ 2020 Dani Ramdani, S.Sos SMAN 1 CIBEBER

Kurikulum : 2013 NIP. 197908032010011015

Kompetensi yang Diuji :

Peserta didik mampu menggunakan nalar dalam mengkaji permasalahan sosial yang terjadi dalam masyarakat.

Buku Acuan/ Referensi :

• Dwi Mulyono, 2016, Buku Siswa Sosiologi Untuk Kelas X, XI, XII dan MA Kelompok Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial, Solo ; PT.

Wangsa Jatra Lestari.

• Soerjono Soekanto, 2014, Sosiologi Suatu Pengantar (Edisi Revisi), Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

• Suharsimi Arikunto, Prof. Dr ; 2006, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta ; PT. Rineka Cipta.

Pengetahuan/ Aplikasi Penalaran Pemahaman

Lingkup Materi :

Permasalahan Sosial Nomor Soal :

11

Kunci Jawaban : C

Deskripsi Soal :

Perhatikan ilustrasi kasus di bawah ini !

Permasalahan sosial gelandangan dan pengemis merupakan akumulasi dan interaksi dari berbagai permasalahan Disamping itu, penyempitan lahan pertanian di mendorong mereka untuk memilih pergi ke kota dengan mencari penghasilan namun tidak dibekali dengan ketrampilan (skill) sehingga memilih menjadi gelandangan ataupun pengemis di pinggir jalan maupun di sudut kota terutama dengan memanfaatkan fasilitas umum untuk melakukan aktifitas bahkan beristirahat seperti di masjid, taman kota, terminal dan alun-alun. Masalah umum gelandangan dan pengemis erat kaitan nya dengan masalah ketertiban dan keamanan yang menganggu ketertiban dan keamanan di daerah perkotaan.

Berdasarkan ilustrasi kasus di atas, faktor penyebab munculnya masalah sosial adalah ….

A. Faktor biologis B. Lingkungan alam C. Faktor ekonomi D. Faktor psikologis E. Faktor kebudayaan Indikator Soal :

Disajikan ilustrasi kasus tentang masalah sosial, peserta didik dapat menganalisis faktor penyebab masalah sosial dengan tepat sesuai dengan pernyataan dalam soal.

X

(22)

22

Pembahasan :

Menurut Soerjono Soekanto faktor penyebab masalah sosial dibedakan menjadi 4 yaitu :

1. Faktor Ekonomi, dalam segi ekonomi ini biasanya timbul masalah sosial seperti kemiskinan dan pengangguran yang seharusnya menjadi tanggungjawab pemerintah. Hal seperti ini bisa terjadi karena minimnya lapangan pekerjaan yang disediakan oleh pemerintah. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa masalah ekonomi sangatlah sensitif bagi masyarakat, oleh karena itu permasalahan sosial akan menimbulkan dampak seperti tindakan kriminalitas merampok, mencuri dll.

Dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Faktor ekonomi juga bisa dijadikan sebagai acuan atau tolak ukur kemajuan sebuah negara sekaligus menjadi faktor yang dapat memengaruhi masalah sosial terhadap aspek psikologis dan biologis dalam masyarakat.

2. Faktor Biologis, faktor ini juga bisa menimbulkan permasalahan sosial, misal terjadinya wabah penyakit, kurang gizi, dll. Itu semua bisa terjadi karena kurangnya fasilitas kesehatan yang memadai ditambah lagi dengan kondisi ekonomi dan pendidikan masyarakat yang kurang baik. Oleh karena itu perlu diadakan penyuluhan atau hanya sekedar berbagi informasi yang terkait dengan pentingnya pola hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan.

3. Faktor Psikologis, dapat berpengaruh terhadap masalah sosial. Faktor psikologis ini bisa muncul karena beratnya beban hidup yang dirasakan, sehingga akan mengeluarkan emosi dan memicu konflik di masyarakat.

4. Faktor Kebudayaan, adalah perkembangan budaya yang mempunyai peran dalam memicu timbulnya permasalahan sosial. Misal, kenakalan remaja, pernikahan dan perceraian, pernikahan dini, dan lain-lain. Seharusnya faktor budaya ini perlu mendapatkan perhatian yang serius dan penanganan yang tepat tanggap, hal seperti ini sebenarnya mencerminkan tradisi dan kebiasaan masyarakat.

(23)

Sosiologi79

23

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN

KARTU SOAL

Tahun Pelajaran 2019/ 2020

Provinsi/Kota/Kabupaten : Banten/ Lebak

Nama Sekolah : SMAN 1 CIBEBER Nama Penulis Soal : Satuan Kerja :

Mata Pelajaran : 2019/ 2020 Dani Ramdani, S.Sos SMAN 1 CIBEBER

Kurikulum : 2013 NIP. 197908032010011015

Kompetensi yang Diuji :

Peserta didik mampu menggunakan nalar dalam mengkaji berbagai gejala sosial dalam memahami hubungan sosial di masyarakat dengan menggunakan konsep dasar dan objek kajian sosiologi

Buku Acuan/ Referensi :

• Dwi Mulyono, 2016, Buku Siswa Sosiologi Untuk Kelas X, XI, XII dan MA Kelompok Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial, Solo ; PT.

Wangsa Jatra Lestari.

• Soerjono Soekanto, 2014, Sosiologi Suatu Pengantar (Edisi Revisi), Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

• Suharsimi Arikunto, Prof. Dr ; 2006, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta ; PT. Rineka Cipta.

Pengetahuan/ Aplikasi Penalaran Pemahaman

Lingkup Materi :

Konsep dasar dan objek kajian sosiologi

Nomor Soal : 12

Kunci Jawaban : D

Deskripsi Soal :

Perhatikan gambar berikut !

X

(24)

24

Indikator Soal :

Disajikan 2 gambar tentang kehidupan sosial masyarakat, siswa dapat membandingkan contoh penerapan nilai sosial dalam masyarakat.

Gambar 1 Gambar 1

Dari kedua gambar tersebut, jika kita berperan sebagai siswa maka dapat kita bandingkan bahwa gambar 1 memiliki nilai yang lebih penting daripada gambar 2 karena ....

A. Belajar bukan merupakan tanggung jawab utama B. Belajar merupakan proses internalized value individu C. Belajar merupakan tuntutan zaman sekarang

D. Belajar mempunyai nilai dominan daripada bekerja E. Belajar mempunyai nilai moral yang lebih tinggi

Pembahasan :

Term "gender" secara kebahasaan, "jenis kelamin",5 yang membedakan segala aspek antara laki-laki dan perempuan, baik dari segi perbuatan, perilaku, usaha, dan aktivitas. Dengan kata lain, gender the apparent disparity between man and women in values and behavior, maksudnya bahwa gender diartikan sebagai "perbedaan dari segi nilai dan tingkah laku".6 Dengan demikian, jender merupakan suatu istilah untuk membedakan kaum laki-laki dan perempuan dalam aspek tertentu, terutama perbedaan segi "sex", jenis kelamin. Berdasarkan batasan di atas, dan bila dikaitkan dengan kondisi sosial masyarakat, sudah terlihat ada pembatasan bagi kedua jenis kelamin tersebut. Bagi perempuan yang sedang mengandung, lalu melahirkan, dan menyusui, mau tak mau langkahnya terbatas di sekitar rumah. Kondisi yang demikian merupakan pembatasan peran yang sudah membudaya bagi perempuan. Lebih dari itu, ada yang dengan ekstrim beranggapan bahwa, perempuan dibatasi oleh dinding tebal rumah, dan lebih khusus lagi dapur. Pendapat seekstrim ini yang sebenarnya menyebabkan masih banyak perempuan berada pada status sosial tingkat bawah, karena mereka hanya tinggal di rumah, tidak bekerja, dan mereka mengabdikan seluruh hidupnya hanya untuk suami dan anak-anaknya.

Kaum perempuan yang dalam kesehariannya menghabiskan waktu untuk urusan dapur, mulai dari mengatur menu, berbelanja, memasak, menghidangkannya di meja makan, hingga membenahi kembali peralatan dapur (mencuci, membersihkan dan menyiapkannya kembali) merupakan hal yang telah menjadi budaya. Hal lain yang nampak sebagai fenomena sosial masa kini adalah perempuan yang mampu menjadi "pekerja", perannya sering tidak dihargai. Penghasilan yang diperolehnya dari bekerja hanya dianggap sebagai penghasilan sampingan, walaupun mungkin jumlahnya lebih besar daripada kaum laki-laki. Karenanya, terkadang seorang istri malu untuk menyebut besaran gajinya. Jawaban yang seringkali muncul adalah "hanya cukup untuk membeli bedak dan lipstik", artinya ia tidak mampu menghargai jerih payahnya sendiri. Mengapa demikian? Jawaban untuk pertanyaan ini sekali lagi mengingatkan bahwa konsep dan paham kesetaraan jender masih banyak dipengaruhi oleh pandangan masa lalu, masa sebelum sebelum Islam datang, yakni masa Jahiliah dimana kaum perempuan tidak memiliki peran signifikan dan hanya dipandang sebagai pelengkap hidup laki-laki.

(25)

Sosiologi79

25

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN

KARTU SOAL

Tahun Pelajaran 2019/ 2020

Provinsi/Kota/Kabupaten : Banten/ Lebak

Nama Sekolah : SMAN 1 CIBEBER Nama Penulis Soal : Satuan Kerja :

Mata Pelajaran : 2019/ 2020 Dani Ramdani, S.Sos SMAN 1 CIBEBER

Kurikulum : 2013 NIP. 197908032010011015

Kompetensi yang Diuji :

Peserta didik mampu menggunakan nalar dalam mengkaji permasalahan sosial yang terjadi dalam masyarakat

Buku Acuan/ Referensi :

• Dwi Mulyono, 2016, Buku Siswa Sosiologi Untuk Kelas X, XI, XII dan MA Kelompok Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial, Solo ; PT.

Wangsa Jatra Lestari.

• Soerjono Soekanto, 2014, Sosiologi Suatu Pengantar (Edisi Revisi), Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

• Suharsimi Arikunto, Prof. Dr ; 2006, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta ; PT. Rineka Cipta.

Pengetahuan/ Aplikasi Penalaran Pemahaman

Lingkup Materi :

Permasalahan Sosial Nomor Soal :

13

Kunci Jawaban : A

Deskripsi Soal :

Perhatikan deskripsi singkat di bawah ini !

Penyebarluasan berita hoax adalah masalah sosial di era digital. Meskipun sebenarnya masalah ini sudah ada sejak jaman kuno, media digital membuatpenyebaran hoax makin intensif dan dengan mudah menjadi konsumsi publik. Berita hoax diproduksi oleh kelompok kepentingan tertentu dengan tujuan yang beragam, dari meraup untung finansial sampai memecah belah persatuan bangsa.

Berdasarkan deskrisi singkat di atas, bagaimanakah upaya pemecahan yang dapat dilakukan ….

A. Peningkatan literasi media sosial, mencari komparasi berita dan wacana alternatif sebelum sharing di media

B. Pembatasan penggunaan alat komunikasi khususnya bagi remaja dan siswa.

C. Pembatasan kepemilikan alat-alat komunikasi dan tempat-tempat penggunaannya.

D. Bersikap apatis/ tidak perduli karena informasi dalam teknologi komunikasi terjadi tanpa bisa dibendung.

E. Menghindarkan diri dari hal-hal berhubungan dengan teknologi informasi dan komunikasi.

Indikator Soal :

Disajikan deskripsi tentang masalah sosial yang terjadi dalam masyarakat, peserta didik dapat memecahkan masalah sosial dengan tepat

X

(26)

26

Pembahasan :

Upaya Pemecahan Masalah Berita HOAX :

1. Peningkatan literasi media sosial, mencari komparasi berita dan wacana alternatif sebelum sharing di media.

Kirsch dan Jungeblut dalam buku Literacy Profiles of America’s young adults mendefinisikan literasi kontemporer sebagai kemampuan seseorang dalam menggunakan informasi tertulis atau cetak untuk mengembangkan pengetahuan sehingga mendatangkan manfaat bagi masyarakat. Lebih jauh, seorang baru bisa dikatakan literat jika ia sudah bisa memahami sesuatu karena membaca dan melakukan sesuatu berdasarkan pemahaman bacaannya.

2. Cek Nara Sumber.

Ketika kamu menerima berita dari sosial media seperti Twitter, Line, WhatsApp, dan lain -lain, cobalah untuk melihat dari mana sumber beritanya. Terkadang, berita hoax hanya memiliki keterangan ‘dari grup sebelah’ atau tidak menyebutkan nara sumber. Sebelum kamu yakin tentang sumber berikta, jangan kamu sebarkan beritanya.

3. Antisipasi Judul Berita yang Provokatif.

Judul yang provokatif sangat marak digunakan bagi penulis artikel untuk meningkatkan kunjungan atau tanggapan di media sosial maupun media masa elektronik lainnya. Sehingga, tidak jarang, pembaca segera tergiur untuk membaca. Padahal belum tentu berita tersebut benar adanya. Untuk menghindari berita hoax jenis ini, pembaca disarankan untuk mencari berita yang sama dari sumber yang lain.

4. Waspada Dengan Gambar yang Dikirimkan.

Selain artikel, yang paling mengena di pikiran adalah gambar yang disebarkan. Hati-hati ketika melihat gambar yang terlalu menyeramkan atau fenomenal.

Terkadang, gambar itu bukan dari kejadian yang sebenarnya, melainkan diambil dari kejadian yang sudah lewat di tempat lain.

5. Jangan Buru-buru Sharing.

Di era sosial media seperti sekarang ini, setiap orang cenderung ingin jadi sumber pertama yang menyebarkan berita dan inilah yang membuat kita jadi tanpa pikir panjang langsung share berita yang diterima. Sebelum kamu putuskan untuk membagikan, ada baiknya untuk memastikan kebenarannya.

6. Baca Secara Menyeluruh

Biasanya, berita hoax cenderung panjang dan bertele-tele dengan judul yang bersifat click-bait. Kebiasaan setiap orang adalah hanya membaca judul dan headline saja tanpa membaca secara keseluruhan. Sebelum kamu sebarkan, ada baiknya kamu cek sumber lain ataupun diskusikan dengan teman terdekat.

(27)

Sosiologi79

27

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN

KARTU SOAL

Tahun Pelajaran 2019/ 2020

Provinsi/Kota/Kabupaten : Banten/ Lebak

Nama Sekolah : SMAN 1 CIBEBER Nama Penulis Soal : Satuan Kerja :

Mata Pelajaran : 2019/ 2020 Dani Ramdani, S.Sos SMAN 1 CIBEBER

Kurikulum : 2013 NIP. 197908032010011015

Kompetensi yang Diuji :

Peserta didik dapat memahami dan menguasai tentang prosedur penelitian

Buku Acuan/ Referensi :

• Dwi Mulyono, 2016, Buku Siswa Sosiologi Untuk Kelas X, XI, XII dan MA Kelompok Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial, Solo ; PT.

Wangsa Jatra Lestari.

• Soerjono Soekanto, 2014, Sosiologi Suatu Pengantar (Edisi Revisi), Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

• Suharsimi Arikunto, Prof. Dr ; 2006, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta ; PT. Rineka Cipta.

Pengetahuan/ Aplikasi Penalaran Pemahaman

Lingkup Materi :

Penelitian Sosial Nomor Soal :

14

Kunci Jawaban : E

Deskripsi Soal :

Meningkatnya tindak kekerasan pada kalangan remaja semakin mengkhawatirkan berbagai pihak. Untuk itu peneliti melakukan wawancara kepada beberapa pelaku tindak kekerasan tersebut untuk mengetahui secara mendalam latar belakang terjadinya tindak kekerasan. Metode penelitian yang tepat digunakan ….

A. Survey B. Historis C. Eksplorasi D. Eksperimen E. Deskriptif Indikator Soal :

Disajikan pernyataan tentang suatu proses penelitian, peserta didik dapat menentukan jenis penelitian dengan tepat sesuai dengan pernyataan dalam soal.

X

(28)

28

Pembahasan :

Jenis-jenis Penelitian :

1. Survey, merupakan penelitian yang mengumpulkan informasi dari suatu sampel dengan menanyakan melalui angket atau interview supaya nantinya menggambarkan berbagai aspek dari populasi (Faenkel dan Wallen, 1990). Survey merupakan salah satu jenis penelitian yang banyak dilakukan oleh peneliti dalam bidang sosiologi, bisnis, politik, pemerintahan dan pendidikan.

2. Historis, merupakan penelitian mengenai pengumpulan dan evaluasi data secara sistematis berkaitan dengan dengan kejadian masa lampau untuk menguji kebenaran hipotesis yang berkaitan dengan sebab akibat atau kecendrungan kejadian-kejadian yang dapat membantu menggambarkan atau menerangkan kejadian masa kini dan mengantisipasi kejadian dimasa yang akan datang. Peneitin ini menggambarkan kejadian masa lalu yang kemudian digunakan untuk menjadi proses pembelajaran masyarakat sekarang.

3. Eksplorasi, adalah salah satu jenis penelitian sosial yang tujuannya untuk memberikan sedikit definisi atau penjelasan mengenai konsep atau pola yang digunakan dalam penelitian.Dalam penelitian ini, peneliti belum memiliki gambaran akan definisi atau konsep penelitian.Peneliti akan mengajukan what untuk menggali informasi lebih jauh.[3] Sifat dari penelitian ini adalah kreatif, fleksibel, terbuka, dan semua sumber dianggap penting sebagai sumber informasi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjadikan topik baru lebih dikenal oleh masyarakat luas, memberikan gambaran dasar mengenai topik bahasan, menggeneralisasi gagasan dan mengembangkan teori yang bersifat tentatif, membuka kemungkinan akan diadakannya penelitian lanjutan terhadap topik yang dibahas, serta menentukan teknik dan arah yang akan digunakan dalam penelitian berikutnya.

4. Eksperimen, adalah merupakan metode sistematis guna membangun hubungan yang mengandung fenomena sebab akibat. Penelitian eksperimen merupakan metode inti dari model penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Dalam metode eksperimen, peneliti harus melakukan tiga persyaratan yaitu kegiatan mengontrol, kegiatan memanipulasi, dan observasi. Dalam penelitian eksperimen, peneliti membagi objek atau subjek yang diteliti menjadi 2 kelompok yaitu kelompok treatment yang mendapatkan perlakuan dan kelompok kontrol yang tidak mendapatkan perlakuan.

5. Deskriptif

Penelitian deskriptif adalah istilah dalam bahasa inggris “descriptive reasearch” seringkali disebut juga dengan penelitian taksonomik. Intisari dari penelitian ini ialah mengungkap tentang fenomana sosial dan gejala sosial secara spesifik di dalam kehidupan masyarakat. penelitian deskriptif adalah karakteristik penelitian yang mengungkapkan secara spesifik berbagai fenomena sosial dan alam yang ada di dalam kehidupan masyarakat. Spesifik yang dimaksudkan disini lebih dekat pada hubungan, dampak, dan cara penyelesainnya yang diungkapkan.

(29)

Sosiologi79

29

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN

KARTU SOAL

Tahun Pelajaran 2019/ 2020

Provinsi/Kota/Kabupaten : Banten/ Lebak

Nama Sekolah : SMAN 1 CIBEBER Nama Penulis Soal : Satuan Kerja :

Mata Pelajaran : 2019/ 2020 Dani Ramdani, S.Sos SMAN 1 CIBEBER

Kurikulum : 2013 NIP. 197908032010011015

Kompetensi yang Diuji :

Peserta didik mampu memahami dan menguasai tentang data penelitian

Buku Acuan/ Referensi :

• Dwi Mulyono, 2016, Buku Siswa Sosiologi Untuk Kelas X, XI, XII dan MA Kelompok Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial, Solo ; PT.

Wangsa Jatra Lestari.

• Soerjono Soekanto, 2014, Sosiologi Suatu Pengantar (Edisi Revisi), Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

• Suharsimi Arikunto, Prof. Dr ; 2006, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta ; PT. Rineka Cipta.

Pengetahuan/ Aplikasi Penalaran Pemahaman

Lingkup Materi :

Sumber data/ data penelitian Nomor Soal : 15

Kunci Jawaban : D

Sebelum mengumpulkan data, peneliti perlu membuat instrumen pengumpulan data dalam bentuk daftar pertanyaan yang tersusun rapi sesuai dengan topik penelitian. Peneliti menemui sumber data untuk melakukan tanya jawab dan mencatat hasilnya. Berdasarkan cara memperolehnya, data penelitian tersebut tergolong jenis ….

A. Data sekunder B. Data empiris C. Data kuantitatif D. Data primer E. Data kualitatif Indikator Soal :

Disajikan sebuah deskripsi tentang kegiatan pengumpulan data dalam suatu penelitian, siswa dapat menunjukkan salah satu jenis sumber data.

X

(30)

30

Pembahasan :

Data Primer dan Data Sekunder 1. Data Primer.

Pengertian Data primer adalah sumber data penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumber aslinya yang berupa wawancara, jajak pendapat dari individu atau kelompok (orang) maupun hasil observasi dari suatu obyek, kejadian atau hasil pengujian (benda). Dengan kata lain, peneliti membutuhkan pengumpulan data dengan cara menjawab pertanyaan riset (metode survei) atau penelitian benda (metode observasi).

Kelebihan dari data primer adalah data lebih mencerminkan kebenaran berdasarkan dengan apa yang dilihat.dan didengar langsung oleh peneliti sehingga unsur- unsur kebohongan dari sumber yang fenomenal dapat dihindari. Sedangkan kekurangan dari data primer adalah membutuhkan waktu yang relatif lama serta biaya yang dikeluarkan relatif cukup besar.

2. Data Sekunder.

Pengertian Data sekunder adalah sumber data penelitian yang diperoleh melalui media perantara atau secara tidak langsung yang berupa buku, catatan, bukti yang telah ada, atau arsip baik yang dipublikasikan maupun yang tidak dipublikasikan secara umum. Dengan kata lain, peneliti membutuhkan pengumpulan data dengan cara berkunjung ke perpustakaan, pusat kajian, pusat arsip atau membaca banyak buku yang berhubungan dengan penelitiannya.

Kelebihan dari data sekunder adalah waktu dan biaya yang dibutuhkan untuk penelitian untuk mengklasifikasi permasalahan dan mengevaluasi data, relatif lebih sedikit dibandingkan dengan pengumpulan data primer. Sedangan kekurangan dari data sekunder adalah jika sumber data terjadi kesalahan, kadaluwarsa atau sudah tidak relevan dapat mempengaruhi hasil penelitian.

(31)

Sosiologi79

31

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN

KARTU SOAL

Tahun Pelajaran 2019/ 2020

Provinsi/Kota/Kabupaten : Banten/ Lebak

Nama Sekolah : SMAN 1 CIBEBER Nama Penulis Soal : Satuan Kerja :

Mata Pelajaran : 2019/ 2020 Dani Ramdani, S.Sos SMAN 1 CIBEBER

Kurikulum : 2013 NIP. 197908032010011015

Kompetensi yang Diuji :

Peserta didik dapat menunjukkan tiga pilihan faktor penyebab konflik yang tepat

Buku Acuan/ Referensi :

• Dwi Mulyono, 2016, Buku Siswa Sosiologi Untuk Kelas X, XI, XII dan MA Kelompok Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial, Solo ; PT.

Wangsa Jatra Lestari.

• Soerjono Soekanto, 2014, Sosiologi Suatu Pengantar (Edisi Revisi), Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

• Suharsimi Arikunto, Prof. Dr ; 2006, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta ; PT. Rineka Cipta.

Pengetahuan/ Aplikasi Penalaran Pemahaman

Lingkup Materi :

Struktur, Konflik, dan Mobilitas, dan Kelompok Sosial dalam Masyarakat Multikultural

Nomor Soal : 16

Kunci Jawaban : C

Deskripsi Soal :

Perhatikan contoh konflik berikut!

1). Bentrok antara pedagang kaki lima dengan petugas satpol PP 2). Konflik antara anggota DPR dalam membahas undang-undang

3). Debat pengurus OSIS membahas agenda kegiatan yang sesuai budaya Indonesia 4). Pengguna sepeda motor dan penjual pengecer berebut membeli BBM

5). Tuntutan para buruh pada perusahaan tentang kenaikan upah

Konflik sosial yang disebabkan oleh faktor perbedaan kepentingan ditunjukkan oleh nomor...

A. 1), 2), dan 3) B. 1), 2), dan 4) C. 3), 4), dan 5) D. 1), 3), dan 5) E. 2), 3), dan 5) Indikator Soal :

Disajikan beberapa pernyataan tentang faktor penyebab konflik sosial, peserta didik dapat menunjukkan 3 pilihan faktor penyebab konflik secara tepat

X

(32)

32

Pembahasan : Konflik kepentingan

Kepentingan yang dimiliki oleh setiap orang berbeda-beda. Perbedaan dapat membawa ke arah konflik apabila kedua kepentingan ini mengalami benturan. Misalnya demo buruh yang menuntut kenaikan upah kepada pengusaha. Dari sisi buruh, mereka menuntut kenaikan upah untuk memperbaiki kualitas hidupnya. Namun dari sisi pengusaha, kenaikan upah buruh berarti menambah pengeluaran perusahaan.

(33)

Sosiologi79

33

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN

KARTU SOAL

Tahun Pelajaran 2019/ 2020

Provinsi/Kota/Kabupaten : Banten/ Lebak

Nama Sekolah : SMAN 1 CIBEBER Nama Penulis Soal : Satuan Kerja :

Mata Pelajaran : 2019/ 2020 Dani Ramdani, S.Sos SMAN 1 CIBEBER

Kurikulum : 2013 NIP. 197908032010011015

Kompetensi yang Diuji :

Peserta didik dapat memahami dan

menguasai tentang prosedur dan metode penelitian

Buku Acuan/ Referensi :

• Dwi Mulyono, 2016, Buku Siswa Sosiologi Untuk Kelas X, XI, XII dan MA Kelompok Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial, Solo ; PT.

Wangsa Jatra Lestari.

• Soerjono Soekanto, 2014, Sosiologi Suatu Pengantar (Edisi Revisi), Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

• Suharsimi Arikunto, Prof. Dr ; 2006, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta ; PT. Rineka Cipta.

Pengetahuan/ Aplikasi Penalaran Pemahaman

Lingkup Materi :

Penelitian Sosial Nomor Soal :

17

Kunci Jawaban : E

Deskripsi Soal :

Pemerintah daerah kota X melakukan penelitian untuk mengetahui angka anak putus sekolah sebagai upaya pengentasan wajib belajar dua belas tahun. Dari ilustrasi tersebut rumusan penelitian yang tepat adalah...

A. Bagaimana perilaku anak-anak yang mengalami putus sekolah di kota X ?

B. Apa usaha yang dilakukan pemerintah kota X dalam mengentaskan wajib belajar dua belas tahun ? C. Mengapa anak-anak di kota X tidak dapat melanjutkan jenjang pendidikan hingga dua belas tahun ? D. Kapan penelitian mengenai upaya pengentasan wajib belajar dua belas tahun di kota X dilakukan ? E. Berapa angka tingkat anak-anak yang mengalami putus sekolah di kota X ?

Indikator Soal :

Disajikan pernyataan tentang proses penelitian, peserta didik dapat menentukan prosedur dan metode penelitian (perumusan masalah).

Pembahasan :

X

(34)

34

Cara-cara Membuat Perumusan Masalah :

1. Rumusan masalah harus di tulis atau dirumuskan dengan jelas

2. Rumusan masalah di tulis dalam bentuk kalimat tanya dengan alternatif tindakan yang dilakukan 3. Rumusan masalah harus mengandung unsur pertanyaan yang dapat diuji secara empiris

4. Rumusan masalah harus mengandung deskripsi tentang kenyataan dan keadaan yang diinginkan 5. Rumusan masalah harus disusun dalam bahasa yang jelas dan singat, istilahnya padat berisi.

6. Cakupan dari rumusan maslaah juga harus jelas.

7. Pertanyaan dalam rumusan masalah harus memungkinkan untuk di jawab dengan metode ilmiah.

Gambar

Gambar di atas merupakan arah perubahan sosial yang memiliki arti bahwa ….

Referensi

Dokumen terkait

Peserta didik dapat menggunakan nalar dalam mengkaji:  keterkaitan antara sistem organ pada manusia  percobaan fotosintesis.  pewarisan sifat makhluk hidup untuk meningkatkan

Dengan pendekatan multikultural pada pendidikan kewarganegaraan adalah setiap peserta didik di sekolah disiapkan untuk menghadapi berbagai masalah dan konflik

Penentuan penjurusan program telah mempertimbangkan potensi, minat dan kebutuhan peserta didik, yang harus dibuktikan dengan hasil prestasi akademik yang sesuai dengan kriteria

Ujian Sekolah selanjutnya disingkat US adalah kegiatan pengukuran dan penilaian kompetensi peserta didik yang dilakukan satuan pendidikan terhadap standar kompetensi

Disajikan pernyataan tentang fenomena geosfer, peserta didik dapat menentukan fenomena yang sesuai dengan prinsip geografi tertentu.... Menentukan obyek sesuai ciri

Disajikan pernyataan mengenai fenomena geosfer, peserta didik dapat menentukan konsep geografi yang sesuai dengan fenomena yang disajikan... Gempa berkekuatan 6,1 Skala

Dampak letak Geologi ASEAN Peserta didik dapat mengidentifikasi dampak geologi negara ASEAN 8 PG L3 Mengenal negara ASEAN Peserta didik dapat mengidentifikasi negara yang tidak

Keputusan ini menetapkan kelulusan peserta didik kelas XII SMK Negeri 3 Pekalongan pada tahun pelajaran 2019/2020 setelah mereka menyelesaikan seluruh program pembelajaran dan Ujian