• Tidak ada hasil yang ditemukan

KASUS diare dietetik

N/A
N/A
narcissa

Academic year: 2025

Membagikan "KASUS diare dietetik"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

KASUS DIARE

Nn. R berusia 9 tahun dengan tinggi badan 140 cm dan berat badan 30 kg. Datang ke rumah sakit dengan keluhan merasa lemas, perut terasa kembung, feses cair dan kental 10x sehari tidak berdarah. Selalu merasa ingin buang air besar, mengalami mual muntah, demam, nyeri perut hingga kram, Nn. R terlihat lemas dan mata cekung hingga bibir kering, serta Nn. R mengeluhkan bahwa pasien selalu merasa sangat haus, urine menjadi warna gelap dan sedikit.

Diagnosis medis didapatkan bahwa Nn. R mengalami diare akut. Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik diperoleh TD = 110/80 mmHg, RR = 25x/menit, Nadi = 95x/menit, Suhu = 40°C. Hasil pemeriksaan Na = 130 mEq/L, Cl = 90 mEq/L, K = 3 mEq/L, Leukosit = 13.000, Hb = 13 g/dl, Eritrosit = 5,0 juta/mcl. Nn. R sangat menyukai jajan di kantin sekolah, jajan di pinggi jalan seperti bakso, es lilin, pop ice, sempol dan lain sebagainya di dekat sekolahnya.

Hasil food recall Nn. R didapatkan hasil yaitu E = 1324 kkal, P = 65 gram, L = 40 gram, KH

= 170 gram.

(2)

PROSES ASUHAN GIZI TERSTANDAR 1. ASESMENT GIZI

Kelompok Data Data Standar Pembanding

(Comparatove Standar)

Identifikasi Masalah Riwayat Personal

(Client History/CH)

(CH 1) Riwayat Personal 1. Nama pasien : Nn. R 2. Umur : 9 tahun 3. Jenis kelamin :

Perempuan (CH 2) Riwayat Medis

1. Diagnosis Medis : Diare akut

2. Keluhan : merasa lemas, perut terasa kembung, feses cair dan kental 10x sehari tidak berdarah.

Selalu merasa ingin buang air besar,

mengalami mual

muntah, demam, nyeri perut hingga kram, Pasien terlihat lemas dan mata cekung hingga bibir kering, serta pasien mengeluhkan bahwa pasien selalu merasa sangat haus, urine menjadi warna gelap dan sedikit.

Data Fisik

(Physical Data/

PD)

(PD 1.1.1) Kondisi Umum 1. Lemas dan lemah

(PD 1.1.2) Tanda-Tanda Vital

1. Tekanan Darah : 110/80 mmHg

2. Nadi : 95x/menit 3. RR : 25x/menit 4. Suhu : 40°C

1. Tekanan Darah:

<120/80 mmHg 2. Nadi: 60-

100x/menit 3. Respirasi: 20-30

x/menit 4. Suhu: 36,5-

37,5oC

Tekanan darah normal Nadi normal Resepirasi normal Suhu tinggi

Data Antropometri (AD 1.1) Data Antropometri Gizi buruk <-3 SD Status Gizi

(3)

(Antropometri/AD

) 1. BB : 30 kg

2. TB : 140 cm Gizi kurang - 3 SD sd <- 2 SD Gizi baik (normal) -2 SD sd +1 SD

Berisiko gizi lebih

> + 1 SD sd + 2 SD Gizi lebih > + 2 SD sd + 3 SD Obesitas

> + 3 SD

Normal

Data Biokimia (Biokimia

Data/DB)

(BD 1.1) Data Biokimia Na = 130 mEq/L, K = 3 mEq/L, Cl = 90 mEq/L Leukosit = 13.000 Hb = 13 g/dl,

Eritrosit = 5,0 juta/mcl..

Kadar Na : 135-145 mEq/L

Kadar K : 3,5-5,5 mEq/L

Kadar Cl : 98-110 mEq/L

Hb : 12-14 g/dl Hematokrit : 40- 48%

Leukosit : 5.000- 10.000/m

Na rendah K rendah Cl rendah Hb Normal Eritrosit normal Leukosit tinggi Riwaat Gizi (Food

History/FH)

(FH 1) Asupan Makanan dan Zat Gizi

1. Konsumsi asupan makan pasien sebelum masuk RS E = 1324 kkal,

P = 65 gram L = 40 gram, KH = 170 gram.

(FH 5) Perilaku Makan : Nn. R sangat menyukai jajan di kantin sekolah, jajan di pinggi jalan seperti bakso, es lilin, pop ice, sempol dan lain sebagainya di dekat sekolahnya.

Rumus Schifield:

(19,49 x BB) + (1,303 x TB) + 414,9 = (19,49 x 30) + (1,303 x 140) + 414,9 = 1.182,02 TEE : BMR x FA x FS = 1.182 x 1,3 x 1,4 = 2.151 kkal Kebutuhan :

Energi = 2.100 kkal Protein = 78 gram Lemak = 46 gram Karbohidrat = 341 gram

(4)

2. DIAGNOSIS GIZI

Kelompok Data Domain Uraian Diagnosa Gizi

Nutrition Intake NI-3.1 Asupan cairan tidak adekuat (NI-3.1) berkaitan dengan feses cair, mual muntah, demam, nafsu makan menurun, nyeri perut serta kram, dan sering meraasa kehausan dan ditandaai dengan asupan elektrolit Natrium (Na), klorida (Cl), dan kalium (K).

Clinical Domain - -

Behavior Domain NB-3.1 Konsumsi makanan yang tidak aman (NB-3.1) berkaitan dengan kurangnya pengetahuan terkait makanan yang berpotensi tidak aman ditandai dengan perut kembung, feses cair, mual muntah, demam, nafsu makan menurun, nyeri perut serta kram.

3. Intervensi Gizi

Domain Pemberian Makanan 1) Perencanaan Diet

 Jenis Diet : Diet Rendah Sisa I

 Bentuk Makanan : Makanan Saring

 Rute Pemberian : Oral

 Frekuensi makan : 3x makanan utama, 2x selingan 2) Tujuan Diet :

a. Memperbaiki keseimbangan cairan dan elektrolit

b. Mengganti kehilangan zat gizi dan memperbaiki status gizi kurang c. Mencegah inflamasi dan iritasi lebih lanjut

d. Mengistirahatkan usus pada masa akut 3) Syarat Diet

a. Energi diberikan sesuai dengan kebutuhan b. Protein diberikan sesuai dengan kebutuhan 15%

(5)

c. Lemak cukup, yaitu 20% dari kebutuhan total, diutamakan sumber MCT

d. Karbohidrat cukup, sisa dari kebutuhan energi total

e. Menghindari makanan dengan serat tinggi, asupan serat maksimal 4g/hari

f. Asupan natrium dibatasi <2300 mg/hari, kalium 4700 mg 4) Preskripsi Diet :

a. Kebutuhan Asupan Pasien BBI : 36 kg, BBA : 30 kg BMR (Rumus Schiefild)

= (19,49 x BB) + (1,303 x TB) + 414,9

= (19,49 x 30) + (1,303 x 140) + 414,9 = 1.182,02 TEE : BMR x FA x FS

= 1.182 x 1,3 x 1,4 = 2.151 kkal >> 2.100 kkal b. Kebutuhan Zat Gizi

Energi : 2100 kkal Protein : 78 gr

(6)

Lemak : 46 gr Karbohidrat : 315 gr

Kelompok Data Data

Domain Edukasi (E) Topik : Diet Rendah Sisa I Waktu : 30 menit

Sasaran : Ny. L dan keluarga Media : Leaflet

Metode : Ceramah, diskusi, tanya jawab Materi : Diet rendah sisa dan pantangan makanan

Domain Konseling (C) C-2.1 : Wawancara motivasi memberikan motivasi dan meyakinkan pasien untuk mampu mengikuti terapi diet yang diberikan sehingga dapat menjaga kestabilan kesehatan klien C 2.2 : Penetapan tujuan mengingatkan pasien terkait makanan yang dianjurkan dan tidak dianjurkan untuk menunjang keberhasilan diet pasien

C 2.3 : Memberikan dukungan kepada pasien dan keluarga agar dapat mengikuti terapi diet dengan baik dan benar

4. MONITORING DAN EVALUASI

Kategori

Monitoring

Hasil

Evaluasi Waktu Hari ke 1 Hari ke

2

Hari ke 3 Data

Antropometri

1. BB : 30 kg 2. TB : 140 cm

Normal Setiiap minggu

(7)

Data Fisik/Klinis

1. Tekanan Darah : 110/80 mmHg

2. Nadi :

95x/menit

3. RR :

25x/menit 4. Suhu : 40°C

Suhu mencapai batas normal

Setiap hari

Data Biokimia

1. Na = 130 mEq/L, 2. K = 3

mEq/L, 3. Cl = 90

mEq/L 4. Leukosit =

13.000 5. Hb = 13

g/dl,

6. Eritrosit = 5,0

juta/mcl..

Na rendah K rendah Cl rendah Leukosit tinggi

Target : mencapai batas normal

Sesuai dengan jadwal pemeriksaaan terbaru

Asupan Food History

Konsumsi asupan makan pasien sebelum masuk RS E = 1324 kkal, P = 65 gram L = 40 gram, KH = 170 gram

Asupan oral makanan tinggi

Target : asupan makanan sesuai dengan kebutuhan

Setiap hari

(8)

MENU PASIEN DIARE

Waktu Menu Bahan Berat Energi Protein Lema

k KH Serat Ca Fe Na K Vit.A Vit.B1 Vit. C

kkal gr gr gr gr mg mg mg mg mcg mcg mcg

Sarapan

Bubur preda ikan

cakalang

tepung

beras 20 71 1,4 0,1 16 0,5 1 0,1 1 48 0 0 0

tepung

maizena 15 51,1 0 0 13 1 3 0,2 1 1,3 0 0 0

ikan

cakalang 40 43 8 0,3 2,2 0 9,2 1,2 26,4 96 154,4 0 0

minyak 5 40 0 4,5 0 0 0 0 0 0 0 0 0

seledri 7 1,6 0,1 0 0,3 0,1 3,5 0,1 4,5 18 1,5 0 18

wortel 20 7,2 0,2 0,1 1,6 0,2 9 0,2 14 49 167 0 3

Bistik bola daging

Daging

sapi 80 292 15 19 14 1,5 6,5 1,2 32 447 5,2 0,1 6

Telur 50 77 6,2 5,4 0,3 0 43 1,5 71 59 30 0 0

Bawang

putih 10 5 0,2 0,1 1 0,3 1,6 0,1 2 33 0 0 7

Tomat 20 5 0,2 0,1 1 0,3 1,6 0,1 2 33 0 0 7

Kecap

manis 15 10 0,8 0,1 1,3 0 18 0,8 167 0 0 0 0

Selingan Smoothie s buah

Pisang 50 54 0,5 0,4 12 0,9 10 0,1 5 0 0 0 4,5

Melon 50 18,5 0,3 0,2 4 0,5 6 0,2 13,5 83,5 0 0 0

Yogurt 30 22 3 0,5 1,2 0 0,2 0 10,2 42,3 27 0 0,2

Gula 5 20 0 0 5 0 0,2 0 0 0,2 0 0 0

(9)

Makan siang

semangka semangka 50 14 0,2 0,1 3,4 0,2 3,5 0,1 3,5 47 14 0 3

Bubur tempe salmon

saring

beras 30 107 2,5 0,5 23 0,1 44 0,5 8,1 21,3 0 0,1 0

tempe 40 80,4 8,3 3,5 5,4 0,5 62 1,6 3,6 94 0 0,1 0

bawang

putih 15 17 1 0 3,4 0,1 6,3 0,1 7 100 0 0 2,2

salmon 50 63 10 2,2 0 0 3,5 0,2 37 183 17 0 0

daun

bawang 8 3,3 0,2 0 0,6 0,2 5 0,1 2,4 7,2 0 0 1

tomat 25 6 0,2 0,1 1,2 0,4 2 0,1 2,5 41,2 0 0 8,5

Kuning

telur 20 71 3,3 6,4 0,1 0 29,4 1,4 22,2 21,5 121,2 0 0

Wortel 15 5,4 0,1 0,1 1,2 0,1 7 0,1 10,5 37 125 0 2,7

Capcay telur puyuh

wortel 100 36 1 1 8 1 45 1 70 245 835 0 18

kembang

kol 50 12,5 1,2 0,1 2,4 1 11 0,5 23,5 93 0 0 34,5

brokoli 50 17 1,4 0,2 3,3 1,3 23,5 0,3 16,5 158 15 0 44,5

telur

puyuh 30 35 3,2 2,1 0,5 0 19,5 1 33,3 3,3 28,5 0 0

bawang

bombay 10 4 0,1 0 1 0,2 3,2 0 1,2 1 0 0 1

Selingan sore

Bubur sumsum

tepung

beras 20 71 1,4 0,1 16 0,5 1 0,1 1 48 0 0 0

susu low

fat 60 27 2,1 1 3,3 0 0 0 36 105 0 0 0

garam 1 0 0 0 0 0 0,4 0 387 0,1 0 0 0

gula merah

50 184 0 0 46 0 37,5 1,5 7,5 195,2 0 0 0

(10)

susu kental manis

15 51,4 1,2 1,5 8,2 0 41,2 0 22,5 48 23 0 0,1

Makan malam

Air kelapa Kelapa 110 75 1 1 15 0 7,7 1 19 621 0 0 4,4

Bubur preda ayam rebus jahe

bayam merah

tepung

beras 30 106 2,1 0,1 24 0,7 1,5 0,2 1,5 72,3 0 0 0

tepung

maizena 20 68,2 0,1 0 17 1,4 4 0,3 1,2 1,8 0 0 0

daging ayam tanpa kulit

50 149 9,1 12,5 0 0 7 0,7 54,5 192 122 0 0

minyak

jagung 5 40 0 4,5 0 0 0 0 0 0 0 0 0

garam 1 0 0 0 0 0 0,4 0 387 0,1 0 0 0

seledri 6 1,4 0 0 0,3 0,1 3 0 3,8 15 1,3 0 0,6

bayam

merah 50 20,5 1,1 0,4 3,1 1,1 260 3,5 10 30 0 0,1 31

kacang

kapri 10 10 1 0 1,7 0,6 2,2 0,2 0,6 30 0 0 2,6

jahe 5 2,5 0 0 0,5 0,6 1 0 0,6 22 0 0 0,2

Sayur sop tahu

wortel 60 22 1 0,4 5 1 27 1 42 147 501 0 11

tahu 50 40 5,4 2,3 0,4 0 111 1,7 1 25 0 0 0

daun

kubis 10 5 0,2 0,1 1 0,2 10 0,3 5 10 0 0 1,6

buncis 25 8,5 0,6 0 1,8 0,4 25 0,1 2 62,5 0 0 2,7

jamur

kuping 20 4,2 0,7 0,1 0,2 1 1 0,3 3,4 7 0 0 1

telur

puyuh 25 29 3 2 0,4 0 16 1 27 2,7 23 0 0

TOTAL 2104 98 73 270 18 934 25 1604 3598 2211 0,4 216,3

(11)

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian mengenai hubungan kebiasaan konsumsi makanan sumber zat seng dan zat besi serta kejadian diare dengan kejadian stunting pada balita usia 1-3

1) Belajar ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku (change behavior). Ini berarti bahwa, hasil dari belajar hanya dapat diamati.. dari tingkah laku, yaitu adanya

NB-Belum siap untuk melakukan perubahan pola hidup berkaitan dengan kurangnya kemauan untuk berubah di tandai dengan pasien masih suka mengkonsumsi makanan yang asin-asin

Kurangnya konsumsi sayur pada siswa SMA Negeri 1 Pekanbaru disebabkan mereka sering makan di luar rumah dengan menu makanan yang biasanya tidak benyak

Obesitas berkaitan dengan pemilihan makan yang salah dan aktivitas fisik kurang yang ditandai dengan sering mengkonsumsi makanan gorengan, bersantan, pedas, mie instan

Dari latar belakang yang telah dijelaskan sebelumnya, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan kebiasaan cuci tangan dan konsumsi makanan dengan kasus

Kebutuhan Sebelum Sakit Saat Sakit # Pola Makan Frekuensi Porsi Makanan yang disukai Makanan yang tidak disukai Jenis makanan Keluhan Pantangan 3 – 4 x sehari 1 mangkok kecil

Domain NB-1.2 Problem : Underweight Etiologi : Prilaku yang salah Sign/symptom : Ditandai dengan Pasien diberi minum asi dan diselingi dengan susu formula dan jika anak tidur ibu