KEMAMPUAN MENULIS BERITA
SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 11 SOLOK SELATAN DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK KONSTRUKTIVISME
SKRIPSI
Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (Strata 1)
WIRDAYANI NPM 11080057
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
(STKIP) PGRI SUMATERA BARAT PADANG
2016
KEMAMPUAN MENULIS BERITA
SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 11 SOLOK SELATAN DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK KONSTRUKTIVISME
Oleh
Wirdayani
1, Upit Yulianti
2, Lira Hayu Afdetis Mana
31) Mahasiswa STKIP PGRI Sumatera Barat 2)
3) Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (STKIP) PGRI Sumatera Barat
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah, yaitu rendahnya minat siswa dalam menulis, siswa kurang memahami unsur-unsur dalam menulis berita yaitu unsur 5W+1H, kurangnya motivasi siswa dalam menulis sehingga sulit mendapatkan ide-ide. Berdasarkan permasalahan tersebut maka perlu dilaksanakan penelitian pembelajaran menulis berita dengan menggunakan teknik konstruktivisme. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan menulis siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Solok Selatan dengan menggunakan teknik konstruktivisme.Jenis penelitiaan ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Solok Selatan yang terdaftar pada tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 130 orang terdiri dari empat kelas. Sampel penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik penarikan sampel berdasarkan strata siswa yang tertinggi (proposive sampling) yaitu 32 siswa. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat diketahui sebagai berikut ini. Pertama, kemampuan menulis berita siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Solok Selatan dengan menggunakan teknik konstruktivisme untuk indikator 1 (judul berita) tergolong baik (B) dengan rata-rata 81,34 berada pada rentangan 76-85% pada skala 10. Kedua, kemampuan menulis berita siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Solok Selatan dengan menggunakan teknik konstruktivisme untuk indikator 2 (teras berita) tergolong baik sekali (BS) dengan rata-rata 91,75 berada pada rentangan -86-95% pada skala 10. Ketiga, kemampuan menulis berita siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Solok Selatan dengan menggunakan teknik konstruktivisme untuk indikator 3 (tubuh berita) tergolong cukup (C) dengan rata-rata 65,75 berada pada rentangan 56-65% pada skala 10. Kemampuan menulis berita siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Solok Selatan dengan menggunakan teknik konstruktivisme secara keseluruhan tergolong baik (B) dengan rata-rata 79,71 berada pada rentangan 76-85% pada skala 10.
Kata Kunci : Menulis Berita, Konstruktivisme
STUDENT ABILITY IN NEWS WRITING USED CONSTRUCTIVEISME TECHNIQUE ON EIGHT GRADE STUDENTS AT SMPN 11 SOLOK SELATAN
By
Wirdayani
1, Upit Yulianti
2, Lira Hayu Afdetis Mana
3West Sumatra STKIP PGRI students
2) 3) West Sumatra STKIP PGRI Education of Indonesian and Literature Department Lecturers
ABSTRACT
This research which the background by problem, that is low interest of students in writing, students less understand of element in news written those idea. Based on the problem, so need to do the research of learning news writting which used constructivisme technique. The aim this research is for description of students ability in writing second grade students at SMPN 11 Solok Selatan which used construktivisme technique.
Types of this research is quantitative research used descriptive method. The population in this research is second grade students of SMPN 11 Solok Selatan as registered at 2015/2016 academic year which the number is 130 students consist of 4 clases. The sample in this research on take with used. Drawing sample technique based on hight level of students (purposive sampling) that is 32 students.
Based on the result data analysis and discussion get to know this following. First, students ability fornews writing of second grade students at SMPN 11 Solok Selatan which used constructivisme technique for indicator 1 (title of news) belong to good (B) with average 81,34 well off distance 76-85% of schala 10. Second, students ability for news writing of second grade student at SMPN 11 Solok Selatan which used constructivisme technique for indicator 2 (assencenews) belong to very good (BS) with the average 91,75 well off a distance 86- 95% of scala 10. Third, students ability for news writing of second grade students at SMPN 11 Solok Selatan which used contructivisme technique for indicator 3 (news body) belong to sufficient (C) with average 65,75 well of a distance 56-65% of scala 10. Students ability for news writing of second grade students at SMPN 11 Solok Selatan which used constructivisme technique totalitity on a sale classified good (B) with average 79,71 well off a distance 76-85% of scala 10.
Kata Kunci : News Writing, Constructivisme
A.
PE
NDAHULUANPembelajaran bahasa dan sastra Indonesia pada hakikatnya mengacu kepada dua keseimbangan, yaitu keterampilan memberi dan keterampilan menerima pesan. Keterampilan memberi pesan di dalam berbahasa disampaikan melalui keterampilan menulis dan berbicara, sedangkan keterampilan menerima informasi diperoleh melalui menyimak dan membaca. Pada satuan pendidikan, secara garis besar cakupan keterampilan berbahasa meliputi keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Diantara empat aspek tersebut maka kemampuan menulis yang lebih mengacu pada penelitian ini. Kemampuan menulis tidak dapat diperoleh secara alami seperti kemampuan menyimak dan kemampuan berbicara, melainkan harus diperoleh dengan cara mempelajari dan berlatih bersungguh-sungguh.
Menulis merupakan suatu kegiatan yang sangat penting untuk mengekspresikan pikiran seseorang.
Melalui keterampilan menulis, akan terlihat seberapa jauh kekreativitasan seseorang dalam berpikir.
Keterampilan menulis seseorang ditandai dengan cara mengaplikasikan tata bahasa, kosa kata, kalimat efektif, dan ejaannya di dalam tulisan yang ditulis. Jika siswa mampu mengaplikasikan aturan itu dengan benar, maka komunikasi bisa berjalan dengan lancar. Materi menulis dalam pembelajaran bahasa Indonesia sangat membantu siswa dalam memahami berbagai jenis tulisan. Keterampilan menulis dibiasakan untuk menunjang kemampuan siswa berpikir kritis dan logis dalam melihat sesuatu.
Menulis berita merupakan materi pokok yang diajarkan di sekolah, khususnya di SMP N 11 Solok Selatan. Pembelajaran menulis berita berpedoman pada kurikulum yang berlaku yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada kelas VIII Semester 2 pada rumusan Standar Kompetensi (SK) 12 tentang menulis. “Mengungkapkan informasi dalam bentuk rangkuman, teks berita, slogan/poster”. Kompetensi Dasar (KD) 12.2. Menulis teks berita secara singkat, padat, dan jelas. Indikator yang ingin dicapai dalam Kompetensi Dasar ini, yaitu siswa mampu menulis berita secara singkat, padat dan jelas, dan siswa mampu menulis berita yang memenuhi unsur 5W + 1H, (unsur what/apa, unsur who/siapa, unsur when/kapan, unsur where/dimana, unsur why/mengapa, unsur how/bagaimana) dengan tepat.
Berdasarkan hasil wawancara dengan salah seorang guru Bahasa dan Sastra Indonesia secara informal dengan Ibu Azizah, di SMPN 11 Solok Selatan pada tanggal 9 maret 2015 diperoleh keterangan sebagai berikut.
Pertama, rendahnya minat siswa dalam menulis, terutama dalam menulis berita, karena siswa dalam menulis berita sulit menemukakan ide-idenya. Kedua, siswa kurang memahami unsur-unsur dalam menulis berita, yaitu unsur 5W+1H, sehingga siswa tidak memahami cara dalam menulis berita Ketiga, kurangnya motivasi siswa dalam menulis sehingga sulit mendapatkan ide-ide, karena menulis berita sangat membosankan dan membuat kantuk
Selain kepada guru, wawancara juga dilakukan pada beberapa orang siswa kelas VIII SMP N 11 Solok Selatan, yaitu Fuji Wulandari dan M. Ramadi. Berdasarkan hasil wawancara tersebut, diperoleh keterangan sebagai berikut. Siswa beranggapan bahwa menulis adalah kegiatan yang sangat sulit dilaksanakan, karena rendahnya minat siswa dalam menulis serta siswa kurang termotivasi dalam menulis sehingga siswa sulit menemukan ide ide, terutama dalam menulis berita. Teknik pembejaran yang kurang variatif dari guru membuat siswa bosan dalam pembelajaran menulis, terutama menulis berita. Untuk mengatasi permasalahan di atas, penulis akan menggunakan teknik pembelajaran dalam menulis berita, yaitu teknik konstruktivisme. Teknik konstruktivisme adalah proses membangun atau menyusun pengetahuan baru dalam struktur kogniti siswa berdasarkan pengalaman. Penggunaan teknik ini bertujuan untuk memotivasi siswa dalam menulis berita.
Berdasarkan teknik ini siswa lebih mudah dalam mengembangkan ide, pokok pikirannya dalam menulis berita.
Penggunaan teknik konstruktivisme dalam menulis berita dapat memicu semangat siswa untuk menulis. Dengan menggunakan teknik konstruktivisme, siswa lebih terampil dalam menulis berita. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan penelitian tentang „‟kemampuan menulis berita siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Solok Selatan dengan menggunakan teknik konstruktivisme.
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, dapat diidentifikasikan beberapa permasalahan sebagai berikut. Pertama, rendahnya minat siswa dalam menulis berita. Kedua, siswa kurang memahami unsur berita, yaitu unsur 5W+1H dengan baik. Ketiga, kurangnya motivasi dan teknik pembelajaran yang variatif oleh guru dalam menulis.
Menurut Rusman, (2014:193) konstruktivisme merupakan landasan berpikir (filosofi) dalam CTL, yaitu bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas. Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta, konsep atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat.
Manusia harus membangun pengetahuan itu memberi makna melalui pengalaman yang nyata. Batasan konstruktivisme di atas memberikan penekanan bahwa konsep bukanlah tidak penting sebagai bagian integral dari pengalaman belajar yang harus dimiliki siswa, akan tetapi bagaimana dari setiap konsep atau pengetahuan yang dimiliki siswa itu dapat memberikan pedoman nyata terhadap siswa untuk diaktualisasikan dalam kondisi nyata.
Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa konstruktivisme merupakan suatu teknik pembelajaran yang menuntut siswa untuk menyususn pengetahuan sedikit demi sedikit berdasarkan pengalaman untuk membentuk pengetahuan tertentu. Selain itu yang paling penting adalah guru tidak boleh hanya semata-
mata memberikan pengetahuan kepada siswa, siswa harus membangun pengetahuan didalam benaknya sendiri.
B. METODE PENELITIAN
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Penelitian ini dikatakan kuantitatif karena penelitian ini menggunakan angka-angka dan menggunakan rumus statistik.
Arikunto (2006:12) mengatakan bahwa penelitian kuantitatif adalah penelitian yang menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilkan hasilnya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Metode deskritif adalah suatu metode yang digunakan untuk mendeskripsikan atau memaparkan sesuatu hal (Arikunto, 2010:3) sesuai dengan penjelasan tersebut, metode deskriptif dalam penelitian ini digunakan untuk menggambarkan kemampuan menulis berita siswa kelas VIII SMP negeri 11 Solok Selatan dengan menggunakan teknik konstruktivisme.
Data penelitian ini adalah data yang diperoleh langsung dari sampel yang berkaitan dengan hal-hal yang diteliti, yaitu skor hasil menulis berita dengan teknik konstruktivisme. Langkah-langkah pengumpulan data dilakukan sebagai berikut. Pertama guru menjelaskan materi tentang berita. Kedua guru menentukan tema berita yang akan ditulis siswa yaitu kebakaran. Ketiga guru menugaskan siswa menulis berita berdasarkan tema yang telah ditentukan Keempat guru mengumpulkan hasil tulisan siswa kemudian dianalisis sesuai indikator penelitian.
C. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan data dalam tabel yang terdapat pada lampiran 4 yang sudah diolah dengan menggunakan rumus persentase, tingkat penguasaan tertinggi diperoleh siswa adalah 100 dan yang terendah 33. Jadi, dapat diambil gambaran kemampuan menulis berita siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Solok Selatan dengan menggunakan teknik konstruktivisme untuk indikator 1 (judul berita) sebagai berikut. Pertama, siswa yang tingkat penguasaannya 100 berjumlah 17 orang (53,125%). Kedua, siswa yang tingkat penguasaannya 67 berjumlah 12 orang (37,5%). Ketiga, siswa yang tingkat penguasaanya 33 berjumlah 3 orang (9,375%)
Pertama, untuk indikator judul berita, siswa yang tingkat penguasaannya 100 berjumlah 17 orang (53,125%) siswa yang tingkat penguasaannya 67 berjumlah 12 orang (37,5%). Ketiga, siswa yang tingkat penguasaanya 33 berjumlah 3 orang (9,375%). Kedua, untuk indikator teras berita, siswa yang tingkat penguasaannya 100 berjumlah 24 orang (75%). Kedua, siswa yang tingkat penguasaannya 67 berjumlah 8 orang (25%). Ketiga, untuk indikator tubuh berita, siswa yang tingkat penguasaannya 100 berjumlah 6 orang (18,75%), siswa yang tingkat penguasaanya 67 berjumlah 19 orang (59,375%), siswa yang tingkat penguasaannya 33 berjumlah 7 orang (21,875%).
Berdasarkan data yang diperoleh bahwa tingkat kemampuan menulis berita siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Solok Selatan dengan menggunakan teknik konstruktivisme secara keseluruhan tergolong baik (B) dengan rata rata 79,21 karena M-nya berada pada penguasaan 76-85% pada skala 10. Hal ini menunjukkan bahwa secara umum siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Solok Selatan mampu menulis berita jika dilihat dari ketiga indikator yang diteliti dengan baik. Untuk lebih jelas, dapa dilihat pada gambar histogram dibawah ini.
Gambar 6. Histogram Gambaran Kemampuan Menulis Berita Siswa Kelas VIII SMP Negeri 11 Solok Selatan dengan Menggunakan Teknik Konstruktivisme untuk Gabungan Ketiga Indikator
D. PENUTUP A. Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian pada bab IV, dapat disimpulkan bahwa kemampuan menulis berita dengan menggunakan teknik konstruktivisme siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Solok Selatan sebagai berikut. Pertama, kemampuan menulis berita siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Solok Selatan untuk indikator 1 (judul berita)
04 128 1620 2428 32
fr ek u en si
kualifikasi
tergolong baik (B) dengan rata-rata 81,34 berada pada rentangan 76-85% pada skala 10. Kedua, kemampuan menulis berita siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Solok Selatan untuk indikator 2 (teras berita) tergolong baik sekali (BS) dengan rata-rata 91,75 berada pada rentangan 86-95% pada skala 10. Ketiga, kemampuan menuli berita siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Solok Selatan dengan menggunakan teknik konstruktivisme untuk indikator 3 (tubuh berita) tergolong cukup (C) dengan rata-rata 65,75 berada pada rentangan 56-65% pada skala 10.
Kemampuan menulis berita siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Solok Selatan dengan menggunakan teknik konstruktivisme untuk gabungan ketiga indikator tergolong baik (B) dengan rata-rata 79,71 berada pada rentangan 76-85% pada skala 10. Untuk itu, dalam kemampuan menulis berita di SMP Negeri 11 Solok Selatan masih perlu peningkatan, terutama untuk indikator tubuh berita karena pada indikator tubuh berita cukup (C).
Tidak hanya indikator tubuh berita saja, tetapi untuk indikator judul berita juga perlu ditingkatkan. Namun, untuk indikator teras berita, tidak perlu peningkatan karena indikator teras berita sudah tergolong baik sekali (BS).
KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat dikemukakan tiga saran sebagai berikut. Pertama, disarankan kepada siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Solok Selatan untuk lebih banyak latihan menulis agar kemampuan menulis berita siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Solok Selatan dapat berkembang lebih baik. Kedua, kepada guru mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Solok Selatan untuk lebih baik memilih media atau teknik pembelajaran, khususnya dalam pembelajaran menulis berita. Hal tersebut disebabkan teknik pembelajaran sangat berperan penting untuk mewujudkan tujuan pembelajaran. Ketiga, peneliti lain dapat dijadikan bahan masukan dan perbandingan dalam melakukan penelitian yang berkaitan dengan skripsi ini.
KEPUSTAKAAN
Abdurrahman dan Ellya Ratna. 2003. Evaluasi Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Buku Ajar. Padang:
FBSS UNP.
Arikunto. Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik Edisi Revisi VI. Jakarta: Rineka Cipta.
Arikunto. Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik Edisi Revisi 2010. Jakarta: Rineka Cipta.
dan Fotografi (Buku Ajar). Padang: Universitas Negeri Padang.
Rusman. 2014. Model-model Pembelajaran.Jakarta: Rajawali Pers.
Semi, M. Atar. 2009. Menulis Efektif. Padang: Angkasa Raya.
Suparno dan Mohamad Yunus. 2003. Keterampilan Dasar Menulis. Jakarta: Universitas Terbuka.
Suprijono, Agus. 2013. Cooperative Learning: Teori dan Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Tarigan, Hendry Guntur. 2008. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa Bandung.
Wardoyo, Sigit Mangun. 2013. Pembelajaran Konstruktivisme. Bandung: Alfabeta.