Kontribusi Motivasi Berprestasi dan Manajemen Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru SMP Negeri Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat. Dari hasil observasi yang dilakukan oleh beberapa guru SMP Negeri di Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat terlihat bahwa kinerja mereka masih rendah. Rangkuman Hasil Analisis Korelasi Ganda Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Motivasi Kinerja Guru dengan Kinerja Guru.
Data pada Tabel 1 di atas menunjukkan bahwa kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat masih rendah dalam pelaksanaan tugasnya di sekolah dimana terdapat indikasi sebagai berikut. Jadi jelas bahwa masih ada guru SMP Negeri di Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat yang menunjukkan kinerja yang relatif rendah dalam pelaksanaan tugasnya sehari-hari. Rendahnya kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat ini tentunya dipengaruhi oleh banyak faktor.
Identifikasi Masalah
Adanya kepemimpinan kepala sekolah yang baik tentunya akan menghasilkan kinerja guru yang tinggi dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari. Sebagian guru berpendapat bahwa kepala sekolah kurang membimbing guru dalam melaksanakan tugas, yaitu ada indikasi kepala sekolah sibuk dengan urusannya sehingga tidak banyak mengawasi guru. Sebagian guru beranggapan bahwa kepala sekolah tidak mengarahkan guru dalam pelaksanaan tugasnya, ternyata kepala sekolah tidak melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas guru.
Sebagian guru berpendapat bahwa kepala sekolah tidak memotivasi guru dalam melaksanakan tugas, hal ini terlihat dari kepala sekolah tidak memberikan dukungan moril kepada guru dalam melaksanakan tugas. Sebagian guru berpendapat bahwa kepala sekolah kurang memfasilitasi guru dalam melaksanakan tugasnya, hal ini ditunjukkan dengan indikasi bahwa kepala sekolah kurang memperhatikan kebutuhan guru akan fasilitas yang diperlukan untuk kelancaran proses belajar mengajar di sekolah. Oleh karena itu diketahui bahwa kinerja guru dalam melaksanakan tugas akan meningkat dengan adanya kepemimpinan kepala sekolah yang baik.
Pembatasan Masalah
Begitu pula dengan manajemen kepala sekolah yang tidak sesuai dengan kondisi sekolah dikatakan mempengaruhi kinerja guru. Ada kecenderungan guru menghasilkan program pembelajaran yang akan tiba tepat waktu sesuai dengan kepemimpinan kepala sekolah. Jika guru menyukai kepemimpinan kepala sekolah maka kinerja guru akan tinggi, namun realita yang kita lihat di banyak sekolah saat ini gaya kepemimpinan kepala sekolah tidak sepenuhnya sesuai dengan harapan guru.
Berdasarkan pertimbangan di atas, penelitian ini dibatasi pada faktor motivasi kinerja guru dan kepemimpinan kepala sekolah sebagai penyebab rendahnya kinerja guru. Mencermati permasalahan yang terjadi berkaitan dengan kinerja SMP Negeri di Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat dan faktor penyebabnya, maka penulis merasa terpanggil untuk melakukan penilaian terhadap kinerja guru, motivasi kinerja guru dan kepemimpinan kepala sekolah. Mengingat pentingnya masalah kinerja guru tersebut maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Kontribusi Motivasi Kinerja Guru dan Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru SMP Negeri Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat.
Perumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Kontribusi Motivasi Berprestasi Guru dan Kepemimpinan Kepala Sekolah Secara Bersama-sama Terhadap Kinerja Guru Sekolah Menengah Umum Negeri di Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat.
Manfaat Penelitian
Kinerja Guru
Pencapaian mutu pendidikan sangat dipengaruhi oleh kinerja guru dalam melaksanakan tugasnya, sehingga efektivitas guru menjadi syarat penting bagi tercapainya keberhasilan pendidikan. Bafadal (2004:47) mengatakan bahwa kinerja guru adalah derajat kemampuan guru dalam mengelola, menemukan berbagai masalah dalam tugas dan kemampuannya menyelesaikannya secara mandiri. Menurut Siswant (2002:30), kinerja guru adalah hasil kerja yang dicapai seorang guru dalam tugas dan pekerjaan yang dibebankan kepadanya.
Sedangkan kinerja guru adalah kemampuan guru dalam melaksanakan tugas terutama untuk melaksanakan proses pembelajaran di sekolah dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan oleh sekolah. Salah satu faktor internal yang dapat mempengaruhi kinerja guru adalah motivasi kinerja, dan faktor eksternalnya adalah kepemimpinan kepala sekolah. Kinerja guru sebagai guru dengan demikian merupakan gambaran dan hasil dari kemampuan guru dalam melaksanakan dan tanggung jawabnya.
Motivasi Berprestasi Guru
Direktur digambarkan sebagai seseorang yang memiliki ekspektasi tinggi terhadap karyawan dan mahasiswa. Menurut Abor (1994:32), inilah peran penting yang harus dipenuhi kepala sekolah sebagai pemimpin di sekolah. Kepala sekolah membimbing guru dalam pelaksanaan tugas dengan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas guru.
Kepala sekolah memotivasi guru dalam melaksanakan tugas dan memberikan dukungan moril kepada guru dalam melaksanakan tugas. Sebagai seorang pemimpin, hal ini berarti kepala sekolah harus mampu memberikan arahan dan pengawasan serta meningkatkan keterampilan tenaga kependidikan. Sebagai motivator, berarti kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memotivasi guru dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
Kerangka Pemikiran
Kontribusi Motivasi Berprestasi Guru terhadap Kinerja Guru
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa semakin tinggi motivasi berprestasi guru maka kinerja guru dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya di sekolah pasti akan semakin meningkat. Kontribusi Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru Kinerja guru merupakan hasil kerja yang dilakukan oleh guru selama melaksanakan kinerja.
Kontribusi Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru Kinerja guru merupakan hasil kerja dicapai guru dalam melaksanakan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan guru dan kepemimpinan kepala sekolah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pelaksanaan tugas guru di SMA Negeri Kabupaten Tebo. Aprianti (2004) dalam penelitiannya menyebutkan kontribusi motivasi kerja dan persepsi pimpinan yang unggul terhadap kinerja pegawai Dinas Pendidikan dan Pendidikan Kabupaten Kerinci. Hermawati, Lilis (2002) dengan penelitian berjudul “Persepsi Guru Terhadap Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Pelaksanaan Pengawasan Kinerja Guru di SMA Negeri Kota Padang”.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa persepsi guru terhadap gaya kepemimpinan dan kontrol kepala sekolah memberikan kontribusi sebesar 30% terhadap kinerja guru di SMA Negeri Kota Padang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kepemimpinan yang baik oleh kepala sekolah akan semakin meningkatkan efektivitas guru dalam menjalankan tugas dan fungsinya di sekolah.
Kontribusi Motivasi Berprestasi Guru dan Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru
Taslim (2004) menyelidiki kontribusi gaya kepemimpinan dan iklim kolaboratif kepala sekolah terhadap kinerja guru di Kabupaten Agam. Akmal (2008) meneliti kontribusi keterlibatan guru dalam tugas kepala sekolah dan kepemimpinan terhadap kinerja guru sekolah menengah di Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa kontribusi keterlibatan guru terhadap kinerja guru sebesar 21% dan kepemimpinan kepala sekolah memberikan kontribusi sebesar 11,5% terhadap kinerja guru.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa motivasi kinerja guru dan manajemen kepala sekolah memberikan kontribusi terhadap kinerja guru. Adanya manajemen kepala sekolah yang lebih baik dan adanya motivasi berprestasi guru yang tinggi untuk melaksanakan tugas sehari-hari tentunya akan meningkatkan kinerja guru dalam pelaksanaan tugas. Secara skematis kontribusi motivasi kinerja dan manajemen kepala sekolah terhadap kinerja guru dapat digambarkan melalui kerangka konseptual berikut ini.
Hipotesis Penelitian
Sampel
Sampel penelitian adalah sejumlah guru sebagai responden yang mewakili populasi secara proporsional yang diperoleh dengan menggunakan teknik stratified proportional random sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang memberikan kesempatan yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi. Teknik ini digunakan karena populasi penelitian terdiri dari unsur-unsur yang tidak homogen dan bertingkat (Sugiyono, 2007:40). Setelah menentukan strata, langkah selanjutnya adalah menentukan proporsi berdasarkan masing-masing strata dan hasilnya adalah sebagai berikut.
Hal ini dilakukan untuk memberikan kesempatan yang sama bagi semua anggota populasi pada setiap strata untuk menjadi anggota sampel penelitian.
Definisi Operasional
Kinerja Guru (Y)
Motivasi Berprestasi Guru (X 1 )
Kepemimpinan Kepala Sekolah (X 2 )
Instrumen Penelitian
Uji Persyaratan Analisis a. Uji Normalitas
Karena kedua variabel independen harus digabungkan dalam analisis regresi linier berganda, garis hubungan dari variabel independen ke variabel dependen harus berupa garis linier. Salah satu syarat untuk menggunakan analisis dengan menggunakan regresi berganda adalah independensi variabel independen. Untuk itu terlebih dahulu dilakukan uji variabel bebas yaitu uji hubungan (korelasi) antar variabel bebas.
Pengujian Hipotesis
Hipotesis pertama motivasi kinerja guru berpengaruh terhadap kinerja guru, pengujian dilakukan dengan menggunakan teknik korelasi dan regresi linier sederhana. Hipotesis kedua adalah kepemimpinan kepala sekolah berkontribusi terhadap kinerja guru.Pengujian dilakukan dengan menggunakan teknik korelasi dan regresi linier sederhana. Hipotesis ketiga adalah bahwa motivasi kinerja guru dan kepemimpinan kunci secara bersama-sama memberikan kontribusi terhadap kinerja guru.Pengujian dilakukan dengan menggunakan teknik korelasi dan regresi berganda, kemudian dilanjutkan dengan teknik korelasi parsial untuk mengevaluasi kontribusi yang tidak bias dari masing-masing variabel independen untuk menemukan variabel dependen.
HASIL PENELITIAN
Deskripsi Data
Tab interval di bawah Gu Kinerja dan mode termasuk k Kinerja gu istilah Barat. skor rata-rata tidak. guru biasanya masuk kategori cuk, guru SM masuk kategori tersebut. pada pagi hari Kinerja guru secara umum baik Tingkat pencapaian penilaian kinerja guru berada pada kategori cukup atau baik (peringkat ideal 85,1%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa kinerja guru sekolah menengah negeri di Kabupaten Pasaman Kabupaten Pasaman Barat berada pada kategori baik.
Secara rinci dapat dijelaskan bahwa indikator pertama kinerja guru berkaitan dengan penyusunan program pembelajaran dengan tingkat kinerja sebesar 89,7%.
Distrib
- Kepemimpinan Kepala Sekolah (X 2 )
- Pemeriksaan Persyaratan Analisis
- Data Bersumber dari Sampel yang Dipilih Secara Acak
- Uji Normalitas Data
- Uji Homogenitas
- Uji Independensi Antar Variabel Bebas (X 1 dan X 2 )
- Hipotesis Kedua
- Hipotesis Ketiga
- Pembahasan
- Kepemimpinan Kepala Sekolah
- Kontribusi Motivasi Berprestasi terhadap Kinerja Guru
- Kontribusi Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru Setelah melalui serangkaian analisis akhirnya dapat diyakini bahwa
- Kontribusi bersama Motivasi Berprestasi Guru dan Kepemimpinan Sekolah terhadap Kinerja Guru
- Keterbatasan Penelitian
- Implikasi Penelitian
- Saran-Saran
Artinya variabel motivasi berprestasi guru dan variabel kepemimpinan kepala sekolah tidak berhubungan secara signifikan atau independen. Hipotesis pertama yang diajukan dalam penelitian ini adalah “Motivasi Prestasi Guru Berkontribusi Terhadap Kinerja Guru”. Kontribusi motivasi berprestasi guru terhadap kinerja guru sekolah menengah negeri di Kabupaten Pasaman Kabupaten Pasaman Barat ditemukan sebesar 0,198 atau 19,8%.
Kontribusi Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru SMP Negeri Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat sebesar 0,116 atau 11,6%. Pertama-tama dilakukan analisis multivariat tentang korelasi variabel motivasi berprestasi guru dan kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru. Dengan demikian, hipotesis yang menyatakan bahwa “Motivasi Prestasi Guru dan Kepemimpinan Manajerial secara bersama-sama berkontribusi terhadap kinerja guru” telah diuji secara empiris pada tingkat kepercayaan 99%.
Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat, jika diketahui motivasi guru dan hasil pengelolaannya. Selanjutnya untuk menguji besarnya kontribusi murni motivasi berprestasi masing-masing guru dan kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru dapat digunakan analisis korelasi parsial. Hal ini menunjukkan bahwa motivasi berprestasi guru berperan sangat signifikan terhadap kinerja guru meskipun kepemimpinan kepala sekolah tetap dengan kontribusi bersih sebesar 16,3%.
Kontribusi kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di sekolah menengah negeri di Kabupaten Pasaman Kabupaten Pasaman Barat sebesar 0,116 atau 11,6%. Kontribusi bersama motivasi berprestasi guru dan kepemimpinan sekolah terhadap kinerja guru sekolah terhadap kinerja guru. Hipotesis ketiga yang diajukan dalam penelitian ini adalah “Motivasi berprestasi guru dan kepemimpinan kepala sekolah secara bersama-sama berkontribusi terhadap kinerja guru”.
Sumbangan efektif kedua prediktor tersebut terhadap kinerja guru sebesar 26%, berasal dari kepemimpinan kepala sekolah sebesar 17,3% dan motivasi kinerja guru sebesar 8,7%. Hal ini menunjukkan bahwa variabel Motivasi Berprestasi Guru dan Kepemimpinan Kepala Sekolah memiliki daya prediksi sebesar 26%. Hasil analisis data menunjukkan bahwa Motivasi Berprestasi Guru dan Kepemimpinan Kepala Sekolah baik secara individu maupun kolektif memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap kinerja guru.
KONTRIBUSI MOTIVASI BERPRESTASI GURU DAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH
KECAMATAN PASAMAN, KABUPATEN PASAMAN BARAT
OLEH
NINI MURSINI NIM. 80790
PROGRAM STUDI ADMINISTRASI PENDIDIKAN
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2011
UNIVERSITAS NEGERI PADANG