• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA 2

N/A
N/A
Muhammad Nabil Anandiansyah@10 Lawang Sewu

Academic year: 2023

Membagikan "LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA 2"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA

Disusun Oleh Kelompok 5 : 1. Cairina Ulya Izzati (08) 2. Ghazalah Fawaas (13) 3. M Nabil Anandiansyah (18) 4. M Farrel Setiawan (21) 5. Thoriq Mikail (38)

SMA NEGERI 3 SIDOARJO

Jl. Dr. Wahidin No. 130, Sekardangan

Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo

(2)

LATAR BELAKANG

Terdapat aspek yang penting dalam pembelajaran, terutama di bidang IPA yaitu pengembangan aspek sensorik-motorik dan psikososial. Kedua aspek tersebut merujuk ke salah satu strategi/metode pembelajaran yang representatif yaitu biasa disebut praktikum.

Dengan pembelajaran metode praktikum ini, dapat semakin meluruskan proses pembelajaran IPA yang ideal. (Subiantoro, 2010). Dengan ini, kita mendapatkan pengalaman dan keterampilan dalam melakukan praktikum, mempertinggi partisipasi siswa baik secara individu maupun kelompok, siswa belajar berfikir melalui prinsip-prinsip metode ilmiah atau belajar dengan kreativitas.

METODE PRAKTIKUM

1. Praktikum 3

a. Judul :

Pengaruh Luas Permukaan Terhadap Laju Reaksi b. Tujuan percobaan :

Menyelidiki pengaruh luas permukaan bidang sentuh terhadap laju reaksi c. Alat dan Bahan :

Alat Spesifikasi Jumlah

Baskom kaca - 1

Erlenmeyer 100 ml 3

Gelas ukur 25 ml 1

Statif - 1

Klem - 1

Boshead - 1

Pipa kaca + Sumbat - 1

Bahan Spesifikasi

Larutan HCl 1M

CaCO3 Serbuk

CaCO3 Granula

CaCO3 Bongkahan

d. Langkah percobaan

1. Menimbang 1 gram CaCO3 kepingan, 1 gram CaCO3 butiran / granula dan 1 gram CaCO3 serbuk

(3)

3. Merangkai alat seperti gambar

4. Memenuhi gelas ukur dengan air, selanjutnya dibalik dengan posisi ujung pipa kaca masuk ke dalam mulut gelas ukur

5. Memasukan 1 gram CaCO3 kepingan ke dalam erlenmeyer, segera tutup dan catat waktu saat memasukan larutan

6. Mencatat waktu reaksi CaCO3 dimasukkan sampai diperoleh gas pada gelas ukur sebanyak 20 ml

2. Praktikum 4

a. Judul :

Pengaruh Konsentrasi Terhadap Laju Reaksi b. Tujuan percobaan :

Menyelidiki pengaruh konsentrasi zat terhadap laju reaksi c. Alat dan Bahan :

Alat Spesifikasi Jumlah

Tabung reaksi 16 x 150 mm 3

Rak tabung reaksi - 1

Stopwatch - 1

Bahan Spesifikasi

Pta Magnesium (Mg) 1 cm

Larutan HCl 1 M

Larutan HCl 2 M

Larutan HCl 3 M

d. Langkah percobaan

1. Memasukan 3 mL larutan HCl 1 M ke dalam tabung reaksi 1, 3 mL larutan HCl 2 M ke dalam tabung reaksi 2, 3 mL larutan HCl 3 M ke dalam tabung reaksi 3 2. Secara bersamaan, memasukan pita Mg yang sama panjangnya ke dalam masing-

masing tabung reaksi

3. Mencatat waktu reaksi mulai memasukkan pita Mg sampai pata Mg habis bereaks 3. Praktikum 5

a. Judul :

Pengaruh Suhu Terhadap Laju Reaksi b. Tujuan percobaan :

(4)

Menyelidiki pengaruh suhu zat terhadap laju reaksi c. Alat dan Bahan :

Alat Spesifikasi Jumlah

Gelas kimia 100 ml 6

Pembakar spiritus - 1

Kaki tiga - 1

Kasa - 1

Termometer -10 – 110 °C 1

Korek api - 1

Bahan Spesifikasi

Pta Magnesium (Mg) 1 cm

Larutan HCl 1 M

Larutan HCl 2 M

Larutan HCl 3 M

d. Langkah percobaan

1. Memasukan ke dalam masing-masing gelas kimia 1, 2, dan 3 sebanyak 20 mL Na2S2O3 0,2 M

2. Memanaskan gelas kimia 1 hingga 40°C

3. Meletakkan di atas kertas yang telah diberi tanda silang

4. Memasukkan 10 mL larutan HCl 2M ke dalam masing-masing gelas kimia

5. Mencatat waktu reaksi mulai saat HCl dimasukkan sampai tanda silang pada kertas tidak terlihat lagi

6. Mengulangi langkah 2 – 4 pada gelas kimia 2 dengan suhu 50°C dalam gelas kimia 3 dengan suhu 60°C

4. Praktikum 6

a. Judul : Pengaruh Katalis Terhadap Laju Reaksi b. Tujuan percobaan :

Menyelidiki pengaruh katalis zat terhadap laju reaksi penguraian H2O2

c. Alat dan Bahan :

Alat Spesifikasi Jumlah

Tabung reaksi 16 x 150 mm 3

Rak tabung reaksi - 1

Gelas ukur 10 mm 1

Pipet tetes - 3

(5)

Larutan H2O2 5 %

Larutan NaCl 0,1 M

Larutan FeCl3 0,1 M

d. Langkah percobaan

1. Menyiapkan 3 tabung reaksi, kemudian memasukkan 2,5 mL larutan H2O2 5% ke dalam masing-masing gelas kimia.

2. Menambahkan 3 tetes larutan NaCl 0,1 M pada gelas kimia 2 3. Menambahkan 3 tetes larutan FeCl3 0,1 M pada gelas kimia 3 4. Mengamati peristiwa yang terjadi

TINJAUAN PUSTAKA

1. Laju reaksi

Pada dasarnya, laju reaksi menyatakan tentang kelajuan dari menurunya jumlah konsentrasi dari reaktan dan menyatakan menigkatnya konsentrasi dari produk pada suatu reaksi kimia. Dari besaran kelajuan, maka terdapat besaran pokok waktu yang digunakan untuk menyatakan perubahan jumlah konsentrasi dari reakstan dan produk pada waktu tertentu (Simanjuntak, 2019).

Suatu reaksi akan terjadi apabila terdapat energi yang cukup untuk melakukan tumbukan antar partikel serta arah tumbukan yang tepat (tumbukan yang efektif).

Tumbukan efektif dengan jumlah yang banyak akan membuat laju reaksi semakin cepat.

Terdapat 4 faktor yang mempengaruhi jalanya laju reaksi (Sucipto, 2019).

a. Luas Permukaan Bidang Sentuh

Luas permukaan bidang sentuh suatu zat mempengaruhi kelajuan dari suatu reaksi. Permukaan bidang yang luas memungkinkan untuk menyebabkan terjadinya tumbukan efektif. Jadi, semakin luas permukaan bidang sentuh akan mempercepat laju reaksi. Namun sebaliknya, semakin sempit luas permukaan bidang sentuh akan memperlambat laju reaksi (Sucipto, 2019).

b. Konsentrasi

Jika konsentrasi dari zat pereaksi meningkat, maka secara logis partikel dalam zat pereaksi akan meningkat. Jika jumlah dari partikel dalam pereaksi meningkat, maka probabilitas terjadinya tumbukan efektif semakin besar serta menyebabkan semakin cepatnya laju reaksi (Sucipto, 2019).

c. Suhu

(6)

Kelajuan reaksi akan meningkat ketika suhu bertambah melebihi dari suhu sebelumnya. Bertambahnya suhu menyebabkan partikel bergerak semakin cepat sehingga menyebabkan banyak energi kinetik dalam partikel bertambah.

Dikarenakan terdapat banyak energi kinetik yang di hasilkan, maka akan banyak menimbulkan tumbukan yang efektif. sehingga semakin banyak partikel-partikel dalam reaktan yang bereaksi (Sucipto, 2019).

Bedasarkan fakta eksperimen, para ahli menemukan bahwa setiap kenaikan suhu sebesar 10°C, reaksi akan berlangsung menjadi dua kali lipat lebih cepat.

Bedasarkan fakta eksperimen tersebut, banyak industri-industri yang menggunakan suhu tinggi pada proses produksinya agar mempercepat dalam menghasilkan suatu produk (Sucipto, 2019).

d. Katalis

laju reaksi dapat dipengaruhi oleh katalis. Katalis berfungsi untuk meningkatkan laju reaksi dengan cara mengurangi energi aktivasi pada reaksi.

Energi aktivasi adalah energi kinetik minimum yang digunakan untuk menghasilkan suatu produk dalam suatu reaksi kimia (Sucipto, 2019).

Bedasarkan sifatnya, katalis dibagi menjadi dua macam. Katalis yang dapat mempercepat laju reaksi disebut katalisator. Sedangkan katalis yang memperlambat laju reaksi dinamakan inhibitor (Sucipto, 2019).

(7)

1. Praktikum 3 a. Hasil

N o

Bentuk CaCO3 (1 gram)

Waktu Reaksi

1 Kepingan 1 menit 18,59 detik

2 Butiran 7,36 detik

3 Serbuk 2,37 detik

b. Pembahasan

Pada praktikum ke 3 ini, membuktikan bahwa luas permukaan bidang sentuh mempengaruhi cepat lambatnya suatu laju reaksi. Pada praktikum ini, menggunakan senyawa CaCO3 dengan luas permukaan bidang sentuh yang berbeda. Variabel kontrol dari praktikum adalah massa yang sama dari ketiganya sebesar 1 gram.

senyawa CaCO3 dimasukkan kedalam larutan HCl sehingga menghasilkan rumus kimia dibawah ini:

CaCO3(s) + HCl(aq) → CaCl2(aq) + H2O(l) + CO2(g)

Reaksi tersebut dilakukan sebanyak tiga kali dengan luas permukaan sentuh senyawa CaCO3 yang berbeda. Yang pertama, senyawa CaCO3 berbentuk kepingan, yang kedua berbentuk butiran, dan yang terakhir berbentuk serbuk.

Dari hasil pengamatan akhir, gas CO2 yang terbentuk diukur Dari hasil pengamatan akhir, terdapat ?????

2. Praktikum 4 a. Hasil

Nomor Tabung Reaksi Konsentrasi Larutan HCl Waktu Reaksi

1 1 M 1 menit 56 detik

2 2 M 39 detik

3 3 M 23 detik

b. Pembahasan 3. Praktikum 5

a. Hasil

Percobaan Na2S2O3 HCl Suhu Waktu Reaksi

1 20 mL, 0,2M 10 mL, 2M 40°C 24,59 detik

2 20 mL, 0,2M 10 mL, 2M 50°C 15,83 detik

3 20 mL, 0,2M 10 mL, 2M 60°C 12,37 detik

(8)

b. Pembahasan 4. Praktikum 6

a. Hasil

Nomor Larutan Katalis Hasil Pengamatan

1 H2O2 5% - Suhu tetap

2 H2O2 5% NaCl 0,1M Suhu tetap

3 H2O2 5% FeCl3 0,1M Suhu meningkat b. Pembahasan

JAWABAN LKPD

1. Praktikum 1

a. Gejala apakah yang menunjukkan telah terjadi reaksi kimia pada percobaan di atas?

Perubahan suhu, daru suhu awal menjadi lebih panas dan dingin.

b. Bagaimanakah jumlah entalpi zat-zat hasil reaksi (1) dan (2) jika diukur pada suhu tekanan yang sama?

Perubahan entalpi reaksi 1 bernilai negatif, sedangkan perubahan reaksi 2 bernilai positif.

c. Simpulkan pengertian reaksi eksoterm dan endoterm!

Eksoterm yaitu reaksi yang melepaskan kalor dari sistem ke lingkungan sehingga kalor berkurang. Endoterm yaitu yang menyerap kalor dari lingkungan ke sistem

2. Praktikum 2

a. Apakah dalam percobaan tersebut terjadi perpindahan kalor?

Iya terjadi perpindahan kalor, karena setelah diamati dengan menggunakan termometer, terdapat perubahan suhu dari suhu ruangan menjadi suhu yang lebih tinggi.

b. Apakah reaksi diatas termasuk eksoterm atau endoterm? Jelaskan!

Reaksi tersebut kedalam reaksi eksoterm dikarenakan terjadinya kenaikan suhu dan terjadi pelepasan kalor dari sistem ke lingkungan

c. Dapatkah kalor diserap atau dilepas ke lingkungan oleh gelas styrofoam dapat diabaikan dalam perhitunganya?

Iya, karena dari sifat isolator dari styrofoam yang dipastikan tidak mempengruhi suhu.

(9)

Karena suhu dalam keadaan konstan lebih mudah untuk menghitung kalors

KESIMPULAN

Bahwa dalam kegiatan mereaksikan larutan HCl dengan pita magnesium, termasuk dari reaksi eksoterm dikarenakan energi melakukan transpor menuju ke lingkungan. Sedangkan, dalam kegiatan mereaksikan kristal urea dengan cairan aquadest, termasuk reaksi endoterm dikarenakan energi dari lingkungan diserap oleh sistem.

Reaksi terjadi akibat campuran NaOH dan larutan HCl termasuk eksoterm dikarenakan terjadinya kenaikan suhu naik.

DAFTAR PUSTAKA

Subiantoro, Agung W. "Pentingnya praktikum dalam pembelajaran IPA." Yogyakarta:

Universitas Negeri Yogyakarta 7.5 (2010).

Simanjuntak, Familia Novita. "MODUL PRAKTIKUM KIMIA DASAR II." (2019).

Sucipto. Modul Kimia. “Tanpa Tempat Terbit” Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas 2019.

(10)

Referensi

Dokumen terkait

 Kesetimbangan kimia sebagai kondisi yang dicapai suatu reaksi jika laju reaksi dalam dua arah yang berlawanan adalah sama, dan konsentrasi reaktan serta produk tetap

Konsentrasi memiliki peranan yang sangat penting dalam laju reaksi, sebab semakin besar konsentrasi pereaksi, maka tumbukan yang terjadi semakin

 Kesetimbangan kimia sebagai kondisi yang dicapai suatu reaksi jika laju reaksi dalam dua arah yang berlawanan adalah sama, dan konsentrasi reaktan serta produk tetap

Prinsip percobaan kinetika reaksi redoks yaitu ditentukannya orde reaksi dan ketetapan laju reaksi yang didasarkan pada reaksi redoks yang terjadi antara ion peroksida

Iodoform merupakan senyawa kimia yang dapat disentesis berdasarkan reaksi halogenasi (halogenais pada dasarnya ialah reaksi substansi / Penggantian karena atom halogen

Reaksi orde dua adalah reaksi dimana laju reaksi bergantung pada konsentrasi satu reaktan yang dipangkatkan dengan bilangan dua atau konsentrasi dua reaktan

Sesuai dengan azas Le chatelier (reaksi = –aksi), jika konsentrasi salah ika konsentrasi salah satu komponen diperbesar maka reaksi sistem adalah mengurangi. satu komponen

1 0 Metode Laju Reaksi Awal Initial rate method Metode Laju Reaksi Awal Initial rate method Variasi konsentrasi awal reaktan tertentu Variasi konsentrasi awal reaktan tertentu