Page 1
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LIPID
Kelompok : Anggota:
1.
2.
3.
Page 2
Indikator
Mengidentifikasi fenomena dalam kehidupan sehari-hari terkait lemak dan minyak
Mencari informasi terkait praktikum sederhana terkait lemak dan minyak dalam pembuatan sabun
Merancang projek praktikum sederhana pembuatan sabun dengan rasa tanggung jawab dan disiplin
Membuat produk dari minyak sebagai pembuatan sabun
Menghasilkan produk sabun dari hidrolisis lemak dan minyak secara kolaboratif
Mempresentasikan produk sabun dengan percaya diri
Kompotensi Dasar
3.11 Menganalisis struktur, tata nama,
sifat dan penggolongan
makromolekul.
4.11 Menganalisis hasil penelusuran informasi mengenai pembuatan dan dampak suatu produk dari
Mata Pelajaran : Kimia Materi Pembelajaran : Lipid
Page 3 petunjuk
1. Bacalah LKPD ini dengan teliti
2. Diskusikan setiap pertanyaan dan permasalahan yang ada dalam LKPD ini melalui diskusi dengan sesama anggota Kelompok
Tujuan Pembelajaran:
Adapun tujuan pembelajaran ini adalah sebagai berikut :
1. Peserta didik dapat menganalisis peran lemak dan minyak dalam pembuatan sabun
2. Peserta didik dapat melakukan percobaan dari minyak jelantah dalam pembuatan sabun
3. Peserta didik dapat menganalisis hasil percobaan pembutan sabun dari minyak jelantah atau minyak bekas
A. MATERI
Lemak dan minyak adalah senyawa lipida yang paling banyak di alam.
Perbedaan antara keduanya adalah perbedaan konsistensi/sifat fisik pada suhu kamar, yaitu lemak berbentuk padat sedangkan minyak berbentuk cair. Perbedan titik cair dari lemak disebabkan karena perbedaan jumlah ikatan rangkap, panjang rantai karbon, bentuk cis atau trans yang terkandung di dalam asam lemak tidak jenuh (Sartika, 2008).
Semua lemak bahan pangan hewani dan sebagian besar minyak nabati men- gandung asam lemak rantai panjang. Titik cair asam lemak meningkat dengan bertambah panjangnya rantai karbon. Umumnya asam lemak yang menyusun lemak bahan pangan secara alami terdiri dari asam lemak dengan konfigurasi posisi cis minyak kelapa sawit, kedelai, jagung, canola dan kelapa (Sartika, 2008).
Lipid tidak memiliki rumus molekul yang sama, akan tetapi terdiri dari beberapa golongan yang berbeda. Berdasarkan kemiripan struktur kimia yang dimiliki, lipid dibagi menjadi beberapa golongan, yaitu Asam lemak, Lemak dan fosfolipid. Lemak secara kimiadiartikan sebagai ester dari asam lemak dan gliserol.
Rumus umum lemak yaitu: R1, R2, dan R3 adalah rntai hidrokarbin dengan jumlah atom karbon dari 3 sampai 23, tetapi yang paling umum dijumpai yaitu 15 dan 17 (Salirawati, 2007).
Lemak digolongkan berdasarkan kejenuhan ikatan pada asam lemaknya.
Adapun penggolongannya adalah asam lemak jenuh dan tak jenuh. Lemak yang mengandung asam-asam lemak jenuh, yaitu asam lemak yang tidak memiliki ikatan rangkap. Dalam lemak hewani misalnya lemak babi dan lemak sapi, kandungan asam lemak jenuhnya lebih dominan. Asam lemak tak jenuh adalah asam lemak yang mempunyai ikatan rangkap. Jenis asam lemak ini dapat di identifikasi dengan reaksi adisi, dimana ikatan rangkap akan terputus sehingga terbentuk asam lemak jenuh (Salirawati ,2007).
Fungsi lipid seperti minyak dan lemak sebagai nutrisi dan juga merupakan sumber energi utama yang digunakan sebagai energi cadangan makanan yang disimpan pada jaringan adiposa dalam tubuh, dalam bentuk lipoprotein fosfalipid yang berfungsi sebagai pengangkut zat-zat yang melewati membran sel. Steroid
senyawa-senyawa memiliki beberapa fungsi misalnya kolestrol berperan dalam proses pengangkutan lemak dalam tubuh. Estrogen dan testoleron berfungsi sebagai hormon kelamin: dehidroksikolestrol dan ergastrol berperan sebagai provitamin D (Sutresna, 2009).
1. Asam lemak
Asam karboksilat yang diperoleh dari hidrolisis suatu lemak atau minyak, yang disebut asam lemak
(Fessenden ¿ Fessenden 1986) Ada 2 bentuk Asam Lemak
Asam lemak, terdiri atas asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh. Asam lemak merupakan asam monokarboksilat rantai panjang. Adapun rumus umum dari asam lemak adalah:
Rentang ukuran dari asam lemak adalah C12 sampai dengan C24. Ada dua macam asam lemak yaitu (Lehninger, 1982):
1. Asam lemak jenuh (saturated fatty acid).
Asam lemak ini tidak memiliki ikatan rangkap. Asam lemak jenuh merupakan asam lemak yang mengandung ikatan tunggal pada rantai hidrokarbonnya. Asam lemak jenuh mempunyai rantai zig-zig yang dapat cocok satu sama lain, sehingga gaya tarik vanderwalls tinggi, sehingga biasanya berwujud padat (Lehninger, 1982).
Misalnya,
Asam butirat, CH3(CH2)2CO2H
Page 5
Asam palmitat, CH3(CH2)14CO2H Asam stearat, CH3(CH2)16CO2H Asam laurat, CH3(CH2)10CO2H
2. Asam lemak tak jenuh (unsaturated fatty acid).
Asam lemak tak jenuh merupakan asam lemak yang mengandung satu ikatan rangkap pada rantai hidrokarbonnya. asam lemak dengan lebih dari satu ikatan dua tidak lazim, terutama terdapat pada minyak nabati, minyak ini disebut poliunsaturat.
Trigliserida tak jenuh ganda (poliunsaturat) cenderung berbentuk minyak sedangkan trigliserida jenuh cenderung berbentuk lemak (Lehninger, 1982). Misalnya,
CH3(CH2)5CH=CH(CH2)7CO2H (asam palmitoleat) CH2=CH(CH2)7CO2H (asam oleat)
CH3(CH2)4CH=CHCH2CH=CH(CH2)7CO2H (asam linoleat)
Pada hakekatnya, asam lemak tidak jenuh memiliki titik lebur yang lebih rendah dibandingkan asam lemak jenuh. Contohnya, asam lemak jenuh C 18 (asam stearat) memiliki titih didih 70 oC; suatu bentuk monoenoat (asam oleat) melebur pada 13 oC dan suatu bentuk dienoat (asam linoleat) pada -5 oC (Lehninger, 1982).
Lipida yang paling sederhana dan paling banyak mengandung asam lemak sebagai asam lemak penyusunnya adalah trialgliserol, juga sering disebut lemak, lemak netral, atau trigliserida. Jenis lipid ini merupakan contoh lipid yang paling sering dijumpai baik pada manusia, hewan, dan tumbuhan. Triasilgliserol adalah komponen utama dari lemak penyimpan atau depot lemak pada sel tumbuhan dan hewan, tetapi umumnya tidak dijumpai pada membran. Triasilgliserol adalah molekul hidrofobik nonpolar, karena molekul ini tidak mengandung muatan listrik atau gugus fungsional dengan polaritas tinggi (Lehninger,1982).
B. PERCOBAAN
Instruksi :
Page 7 Alat dan Bahan :
1. Alat-alat yang digunakan :
Pengaduk - Sendok
Saringan - Gelas ukur
Wadah plastic - Cetakan sabun
2. Bahan-bahan yang digunakan :
Soda api / NaOH - Aquadest
Minyak jelantah - Minyak zaitun
Prosedur Percobaan
1. Masukan 100 ml aquadest kedalam wadah plastik
2. Masukan 2 sendok soda api (NaOH) kedalam wadah plastik yang berisi aquadest. Diaduk hingga merata
3. Setelah larutan merata, tunggu larutan aquadest dan NaOH hingga mendingin sampai suhunya sama dengan suhu minyak
4. Sambil menunggu larutan dingin, saring minyak jelantah dan masukan 150 ml minyak jelantah kedalam wadah plastik
5. Lalu masukan 1 sendok minyak zaitun, kemudian masukan 3 sendok makan baby oil, lalu aduk ke 3 minyak tersebut hingga merata
6. Setelah larutan NaOH sudah mendingin dan sesuai dengan suhu minyak, lalu campurkan larutan NaOH dengan larutan minyak, diaduk secara perlahan dan hati-hati.
7. Aduk terus larutan sampai mengental, dan tambahkan pewarna secukupnya
C. Hasil Pengamatan
Tuliskan hasil pengamatan Anda pada tabel dibawah ini! Diskusikan bersama kelompok Anda dan presentasikan hasil diskusi di depan kelas!
No Tahap Hasil Pengamatan
1. Soda api dimasukkan ke dalam 100 ml aquadest
2. Ketika soda api dimasukan kedalam campuran minyak jelantah
3. Ketika ditambahkan pewarna 4. Ketika sabun dituangkan kedalam
cetakan sabun dan di diamkan selama 1 hari
5. Sabun yang telah di diamkan selama 2 hari
D. KESIMPULAN