• Tidak ada hasil yang ditemukan

MODUL 1 DKV TECKNOPRENEUR

N/A
N/A
Reny Catur Wulandari

Academic year: 2025

Membagikan "MODUL 1 DKV TECKNOPRENEUR"

Copied!
38
0
0

Teks penuh

(1)

Modul Ajar : Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual – techreneur

(2)

SMK Negeri 10 Surabaya

A. Informasi Umum Nama

Sekolah SMK Negeri 10

Surabaya Tahun

Ajaran 2022/2023 Kelas/

Semester

X/ 1 (ganjil) Mapel Dasar-dasar Desain Komunikasi Visual Alokasi

Waktu

84 JP × 40 menit (7 pertemuan)

Guru Reny Catur Wulandari Program

Keahlian

Desain Komunikasi Visual

Fase/

Elemen

E/ technopreneur Konsentrasi

Keahlian

Desain Komunikasi Visual

B. Capaian Pembelajaran

Pada akhir fase E peserta didik mampu memahami jenis kamera, menentukan komposisi pemotretan dan mengatur pencahayaan, melakukan pemotretan, menyimpan data, dan melakukan pekerjaan akhir dalam editing pada fotografi serta menerapkannya dengan kreativitas dan disiplin dalam perancangan dan proses produksi dalam eksekusi kerja Desain Komunikasi Visual.

C. Materi Pokok

Profil technopreneur, peluang usaha dan pekerjaan/profesi bidang Desain Komunikasi Visual D. Pengetahuan Prasyarat

Sebelum mempelajari modul ini peserta didik harus memahami : 1. Istilah technopreneur

E. Profil Pelajar Pancasila

1. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti berdoa di awal dan akhir kegiatan pembelajaran

2. Mandiri yang ditunjukkan melalui kemampuan dalam mencari tahu dan memahami pengertian fotografi dan perkembangan kamera

3. Bernalar kritis, yang ditunjukkan melalui analisis hubungan jenis kamera dengan perkembangan zaman

4. Kreatif, yang ditunjukkan melalui kemampuan menerapkan fotografi dengan kreativitas dan disiplin dalam eksekusi kerja Desain Komunikasi Visual.

Modul Ajar : Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual – techreneur

(3)

SMK Negeri 10 Surabaya

F. Sarana dan Prasaran 1. Sarana

a. Alat : Laptop, LCD, Kamera dan Printer b. Bahan : Kertas Foto dan Kertas HVS 2. Prasarana

a. Sumber belajar : Modul ajar dan buku paket

b. Media belajar : R. Laboratorium, WA Group, LKPD G. Target Peserta Didik

Kelas X Fase E pada kompetensi keahlian Desain Komunikasi Visual dengan kriteria : 1. Peserta didik reguler/ tipikal (umum)

H. Moda/Model Pembelajaran

Problem Based Learning (PBL) dan Project Based Learning (PJBL) I. Tujuan Pembelajaran

1. X.DKV.1 Peserta didik mampu memahami pekerjaan atau profesi dalam bidang Desain Komunikasi Visual

2. X.DKV.2 Peserta didik mampu kewirausahaan di bidang ekonomi kreatif yang mampu membaca peluang pasar dan usaha

3. X.DKV.3 Peserta didik mampu memahami membangun visi dan passion

4. X.DKV.4 Peserta didik mampu memahami melakukan pembelajaran berbasis projek nyata sebagai simulasi projek kewirausahaan.

J. Pemahaman Bermakna

Pemahaman konsep fotografi bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari dan kegiatan industri yang menggunakan editing pada fotografi dalam proses produksinya. Pengetahuan fotografi dalam industri memungkinkan untuk mendapatkan produk berkualitas dan ekonomis dalam Desain Komunikasi Visual.

K. Pertanyaan Pemantik

1. Apakah Anda pernah mendengar tentang Technopreneur ?

2. Apakah Anda tahu tata cara beretika sosial dalam menghadapi klien di bidang Desain Komunikasi Visual ?

3. Apakah Anda tahu tata cara beretika berbicara/berkomunikasi yang baik?

Modul Ajar : Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual – techreneur

(4)

SMK Negeri 10 Surabaya

4. Apakah Anda tahu tata cara beretika sesuai dengan profesi bidang Desain Komunikasi Visual L. Persiapan Pembelajaran

1. Guru menyusun modul/handout/ bahan ajar dan media pembelajaran Technopreneur 2. Guru menyusun LKPD berisi penemuan terbimbing berkaitan dengan permasalahan

Technopreneur

3. Guru menyusun asesmen yang akan digunakan selama proses dan akhir kegiatan pembelajaran.

4. Guru menyampaikan materi/ bahan ajar dan LKPD sebelum kegiatan pembelajaran agar siswa dapat belajar secara mandiri

M. Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan 1 (Problem Based Learning / PBL) a. Pendahuluan

1. Peserta didik dikondisikan untuk siap dalam mengikuti pembelajaran.

2. Peserta didik dan guru membuka pelajaran dengan salam dan berdoa bersama. (PPK- Religius)

3. Peserta didik disapa dan melakukan pemeriksaan kehadiran bersama guru. (4C- Communication)

4. Peserta didik diberikan motivasi untuk mengikuti kegiatan pembelajaran serta diingatkan untuk selalu mejaga protokol kesehatan dimanapun berada.

5. Peserta didik diberikan penjelasan tentang materi yang akan dipelajari, Capaian Pembelajaran, Tujuan Pembelajaran, dan KKTP yaitu Technopreneur

6. Peserta didik diberikan penjelasan tentang desain kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan pada pertemuain ini.

7. Peserta didik diberikan penjelasan teknik penilaian yang akan dilakukan pada kegiatan pembelajaran.

b. Kegiatan Inti

Orientasi pada Masalah

1. Peserta didik dibentuk menjadi 7 kelompok sesuai kondisi dan jumlah siswa. (4C- Collaboration)

2. Peserta didik diberikan materi tentang Technopreneur melalui tayangan slide PPT yang berkaitan dengan Sikap Techopreneur dan istilah Technopreneur . (TPACK)

3. Peserta didik dan guru berdiskusi tentang Pengertian Technopreneur dan Sikap Techopreneur yang ada di sekitar tempat tinggal atau sekolah. (4C- Communication, Collaboration, Critical Thinking)

4. Peserta didik diarahkan untuk bekerja dalam kelompok yang telah disiapkan/dibentuk.

(TPACK)

5. Setiap kelompok diberikan LKPD. (TPACK)

Modul Ajar : Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual – techreneur

(5)

SMK Negeri 10 Surabaya

Mengorganisasikan Peserta Didik untuk Belajar

6. Peserta didik berdiskusi di kelompok masing-masing untuk mengidentifikasi

permasalahan yang terdapat pada LKPD dengan bimbingan guru. (4C-Communication, HOTS)

7. Peserta didik dalam kelompoknya mencermati permasalahan kontekstual yang telah disusun di dalam LKPD. (4C-Collaboration, HOTS)

8. Peserta didik dapat membuka kembali materi ajar/handout yang telah disampaikan sebagai sumber belajar dalam menyelesaikan permasalahan dalam LKPD. (Literasi, TPACK)

9. Peserta didik menyimak PPT tentang jenis-jenis kamera dan istilah fotografi. (TPACK, 4C- Collaboration, Literasi)

10. Peserta didik dibimbing untuk membuat catatan-catatan penting dari bahan ajar atau video. ( TPACK)

Membimbing Penyelidikan Individu maupun Kelompok

11. Peserta didik mengerjakan LKPD secara berkelompok pada breakout room meeting dengan membuka link dan menuliskan hasil diskusi. (TPACK)

12.Peserta didik dibimbing untuk menyelesaikan permasalahan yang terdapat pada LKPD dalam kelompoknya.(4C-Collaboration, Critical Thinking, Creative)

13.Peserta didik berdiskusi dengan bimbingan guru untuk memanfaatkan sumber belajar yang sudah ditemukan dan diterapkan pada penyelesaian masalah hingga disusun menjadi sebuah penyelesaian yang padu dan kesepakatan oleh seluruh anggota kelompok. (4C- Critical Thinking, Creative)

Mengembangkan dan Menyajikan Hasil

14. Peserta didik menemukan dan menyimpulkan hasil diskusi pada LKPD dan mencatatnya pada buku tulis masing-masing.

15. Peserta didik dibimbing untuk menyelesaikan LKPD dan mengirim hasilnya hingga siap untuk dipresentasikan.

16.Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi, sedangkan kelompok lain menyimak dan dapat memberikan pendapat atau bertanya. (4C-Communication, Collaboration).

Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah

17. Peserta didik memberikan masukan dan saling mengoreksi hasil presentasi kelompok lain. (4C-Communication, Collaboration)

18. Peserta didik diberikan penghargaan telah melaksanakan presentasi dan melakukan tanya jawab.

19.Peserta didik bersama-sama guru melakukan pembahasan dari soal-soal dalam LKPD dan saling mengoreksi jawaban kelompok yang memunculkan miskonsepsi. (4C- Communication, Collaboration)

20. Peserta didik diberikan penguatan tentang hasil presentasi kelompok dan membuat

Modul Ajar : Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual – techreneur

(6)

SMK Negeri 10 Surabaya

kesimpulan dari pembelajaran. (4C-Communication)

21. Peserta didik dapat menggeneralisasi jenis-jenis kamera pada permasalahan yang lain. (4C- Critical Thinking)

c. Penutup (15 menit)

1. Peserta didik merangkum dan menyimpulkan materi pembelajaran dengan bimbingan guru.

2. Peserta didik diberikan penguatan tentang hasil kesimpulan yang telah disampaikan.

3. Peserta didik membuat catatan tentang hasil kesimpulan bersama pada buku tulis masing-masing.

4. Peserta didik diberikan kesempatan bertanya jika ada materi yang belum dipahami.

5. Peserta didik dan guru melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran yang telah berlangsung. (4C-Communication)

6. Peserta didik diberikan informasi tentang materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.

7. Peserta didik dan guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan salam dan berdoa.

(PPK-religius)

Pertemuan 2 (Problem Based Learning / PBL) a. Pendahuluan

1. Peserta didik dikondisikan untuk siap dalam mengikuti pembelajaran.

2. Peserta didik dan guru membuka pelajaran dengan salam dan berdoa bersama. (PPK- Religius)

3. Peserta didik disapa dan melakukan pemeriksaan kehadiran bersama guru. (4C- Communication)

4. Peserta didik diberikan motivasi untuk mengikuti kegiatan pembelajaran serta diingatkan untuk selalu mejaga protokol kesehatan dimanapun berada.

5. Peserta didik diberikan penjelasan tentang materi yang akan dipelajari, Capaian Pembelajaran, Tujuan Pembelajaran, dan KKTP yaitu membaca peluang usaha 6. Peserta didik diberikan penjelasan tentang desain kegiatan pembelajaran yang akan

dilaksanakan pada pertemuain ini.

7. Peserta didik diberikan penjelasan teknik penilaian yang akan dilakukan pada kegiatan pembelajaran.

b. Kegiatan Inti

Orientasi pada Masalah

1. Peserta didik dibentuk menjadi 7 kelompok sesuai kondisi dan jumlah siswa. (4C- Collaboration)

2. Peserta didik diberikan materi melalui tayangan slide PPT yang berkaitan dengan Peluang usaha (TPACK)

3. Peserta didik dan guru berdiskusi tentang peluang usaha yang ada di sekitar tempat tinggal atau sekolah. (4C- Communication, Collaboration, Critical Thinking)

4. Peserta didik diarahkan untuk bekerja dalam kelompok yang telah disiapkan/dibentuk.

(TPACK)

5. Setiap kelompok diberikan LKPD. (TPACK)

Modul Ajar : Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual – techreneur

(7)

SMK Negeri 10 Surabaya

Mengorganisasikan Peserta Didik untuk Belajar

6. Peserta didik berdiskusi di kelompok masing-masing untuk mengidentifikasi

permasalahan yang terdapat pada LKPD dengan bimbingan guru. (4C-Communication, HOTS)

7. Peserta didik dalam kelompoknya mencermati permasalahan kontekstual yang telah disusun di dalam LKPD. (4C-Collaboration, HOTS)

8. Peserta didik dapat membuka kembali materi ajar/handout yang telah disampaikan sebagai sumber belajar dalam menyelesaikan permasalahan dalam LKPD. (Literasi, TPACK)

9. Peserta didik menyimak video pada link youtube https://www.youtube.com/watch?

v=dHUZoxv1G6A tentang peluang usaha (TPACK, 4C- Collaboration, Literasi) 10. Peserta didik dibimbing untuk membuat catatan-catatan penting dari bahan ajar atau

video. (TPACK)

Membimbing Penyelidikan Individu maupun Kelompok

11. Peserta didik mengerjakan LKPD secara berkelompok pada breakout room meeting dengan membuka link dan menuliskan hasil diskusi. (TPACK)

12.Peserta didik dibimbing untuk menyelesaikan permasalahan yang terdapat pada LKPD dalam kelompoknya.(4C-Collaboration, Critical Thinking, Creative)

13.Peserta didik berdiskusi dengan bimbingan guru untuk memanfaatkan sumber belajar yang sudah ditemukan dan diterapkan pada penyelesaian masalah hingga disusun menjadi sebuah penyelesaian yang padu dan kesepakatan oleh seluruh anggota kelompok. (4C-Critical Thinking, Creative)

Mengembangkan dan Menyajikan Hasil

14. Peserta didik menemukan dan menyimpulkan hasil diskusi pada LKPD dan mencatatnya pada buku tulis masing-masing.

15. Peserta didik dibimbing untuk menyelesaikan LKPD dan mengirim hasilnya hingga siap untuk dipresentasikan.

16. Peserta didik menemukan dan menyimpulkan hasil diskusi pada LKPD dan mencatatnya pada buku tulis masing-masing.

17. Peserta didik dibimbing untuk menyelesaikan LKPD dan mengirim hasilnya hingga siap untuk dipresentasikan.

18.Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi, sedangkan kelompok lain menyimak dan dapat memberikan pendapat atau bertanya. (4C-Communication, Collaboration).

Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah

19. Peserta didik memberikan masukan dan saling mengoreksi hasil presentasi kelompok lain. (4C-Communication, Collaboration)

20. Peserta didik diberikan penghargaan telah melaksanakan presentasi dan melakukan tanya jawab.

21.Peserta didik bersama-sama guru melakukan pembahasan dari soal-soal dalam LKPD dan saling mengoreksi jawaban kelompok yang memunculkan miskonsepsi. (4C- Communication, Collaboration)

22. Peserta didik diberikan penguatan tentang hasil presentasi kelompok dan membuat kesimpulan dari pembelajaran. (4C-Communication)

Modul Ajar : Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual – techreneur

(8)

SMK Negeri 10 Surabaya

23. Peserta didik dapat menggeneralisasi peluang usaha pada permasalahan yang lain. (4C- Critical Thinking)

C. Penutup (15 menit)

1. Peserta didik merangkum dan menyimpulkan materi pembelajaran dengan bimbingan guru.

2. Peserta didik diberikan penguatan tentang hasil kesimpulan yang telah disampaikan.

3. Peserta didik membuat catatan tentang hasil kesimpulan bersama pada buku tulis masing-masing.

4. Peserta didik diberikan kesempatan bertanya jika ada materi yang belum dipahami.

5. Peserta didik dan guru melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran yang telah berlangsung. (4C-Communication)

6. Peserta didik diberikan informasi tentang materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.

7. Peserta didik dan guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan salam dan berdoa.

(PPK-religius)

Pertemuan 3 dan 4 (Problem Based Learning / PBL) A. Pendahuluan

1. Peserta didik dikondisikan untuk siap dalam mengikuti pembelajaran.

2. Peserta didik dan guru membuka pelajaran dengan salam dan berdoa bersama. (PPK- Religius)

3. Peserta didik disapa dan melakukan pemeriksaan kehadiran bersama guru. (4C- Communication)

4. Peserta didik diberikan motivasi untuk mengikuti kegiatan pembelajaran serta diingatkan untuk selalu mejaga protokol kesehatan dimanapun berada.

5. Peserta didik diberikan penjelasan tentang materi yang akan dipelajari, Capaian Pembelajaran, Tujuan Pembelajaran, dan KKTP yaitu membangun visi dan passion Peserta didik diberikan penjelasan tentang desain kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan pada pertemuain ini.

6. Peserta didik diberikan penjelasan teknik penilaian yang akan dilakukan pada kegiatan pembelajaran.

B. Kegiatan Inti

Orientasi pada Masalah

1. Peserta didik dibentuk menjadi 11 kelompok sesuai kondisi dan jumlah siswa. (4C- Collaboration)

2. Peserta didik mengamati PPT melalui tayangan slide yang berkaitan dengan membangun visi , passion , Ruang lingkup serta Profil Technopreneur (TPACK) 3. Peserta didik dan guru berdiskusi tentang membangun visi dan passion serta Profil

Technopreneur (TPACK) yang ada di sekitar tempat tinggal atau sekolah. (4C- Communication, Collaboration, Critical Thinking)

Modul Ajar : Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual – techreneur

(9)

SMK Negeri 10 Surabaya

4. Peserta didik diarahkan untuk bekerja dalam kelompok menggunakan link breakout meeting yang telah disiapkan. (TPACK)

5. Setiap kelompok diberikan LKPD. (TPACK) Mengorganisasikan Peserta Didik untuk Belajar

6. Peserta didik berdiskusi di kelompok masing-masing untuk mengidentifikasi

permasalahan yang terdapat pada LKPD dengan bimbingan guru. (4C-Communication, HOTS)

7. Peserta didik dalam kelompoknya mencermati permasalahan kontekstual yang telah disusun di dalam LKPD. (4C-Collaboration, HOTS)

8. Peserta didik dapat membuka kembali materi ajar/handout yang telah disampaikan sebagai sumber belajar dalam menyelesaikan permasalahan dalam LKPD. (Literasi, TPACK)

9. Peserta didik menyimak video pada link youtube https://fairuzelsaid.wordpress.com/2013/03/02/watak- technopreneur/

tentang Profil Technopreneur. (TPACK, 4C- Collaboration, Literasi)

10. Peserta didik dibimbing untuk membuat catatan-catatan penting dari bahan ajar atau video. (TPACK)

Membimbing Penyelidikan Individu maupun Kelompok

11. Peserta didik mengerjakan LKPD secara berkelompok pada breakout room meeting dengan membuka link dan menuliskan hasil diskusi. (TPACK)

12.Peserta didik dibimbing untuk menyelesaikan permasalahan yang terdapat pada LKPD dalam kelompoknya.(4C-Collaboration, Critical Thinking, Creative)

13.Peserta didik berdiskusi dengan bimbingan guru untuk memanfaatkan sumber belajar yang sudah ditemukan dan diterapkan pada penyelesaian masalah hingga disusun menjadi sebuah penyelesaian yang padu dan kesepakatan oleh seluruh anggota kelompok. (4C-Critical Thinking, Creative)

Mengembangkan dan Menyajikan Hasil

14. Peserta didik menemukan dan menyimpulkan hasil diskusi pada LKPD dan mencatatnya pada buku tulis masing-masing.

15. Peserta didik dibimbing untuk menyelesaikan LKPD dan mengirim hasilnya hingga siap untuk dipresentasikan.

16.Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi, sedangkan kelompok lain menyimak dan dapat memberikan pendapat atau bertanya. (4C-Communication, Collaboration Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah

17. Peserta didik memberikan masukan dan saling mengoreksi hasil presentasi kelompok lain. (4C-Communication, Collaboration)

18. Peserta didik diberikan penghargaan telah melaksanakan presentasi dan melakukan tanya jawab.

Modul Ajar : Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual – techreneur

(10)

SMK Negeri 10 Surabaya

19.Peserta didik bersama-sama guru melakukan pembahasan dari soal-soal dalam LKPD dan saling mengoreksi jawaban kelompok yang memunculkan miskonsepsi. (4C- Communication, Collaboration)

20. Peserta didik diberikan penguatan tentang hasil presentasi kelompok dan membuat kesimpulan dari pembelajaran. (4C-Communication)

21. Peserta didik dapat menggeneralisasi membangun visi, passion, Ruanag lingkup serta Profil Technopreneur pada permasalahan yang lain. (4C-Critical Thinking)

C. Penutup (15 menit)

1. Peserta didik merangkum dan menyimpulkan materi pembelajaran dengan bimbingan guru.

2. Peserta didik diberikan penguatan tentang hasil kesimpulan yang telah disampaikan.

3. Peserta didik membuat catatan tentang hasil kesimpulan bersama pada buku tulis masing-masing.

4. Peserta didik diberikan kesempatan bertanya jika ada materi yang belum dipahami.

5. Peserta didik dan guru melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran yang telah berlangsung. (4C-Communication)

6. Peserta didik diberikan informasi tentang materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.

7. Peserta didik dan guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan salam dan berdoa.

(PPK-religius)

N. Asesmen

Asesmen Formatif

Penilaian Teknik Bentuk

Instrum en

Instrumen dan Rubrik

Waktu

Pelaksanaan Keterangan

Sikap Observa

si

Jurnal Terlampir Selama Proses pembelajaran

Penilaian untuk pembelajaran Pengetahuan Tes

tertu lis

LKPD Terlampir Selama Proses

pembelajaran

Penilaian pencapai an

pembelajaran Tes

tertu lis

Soal Terlampir Akhir

pembelajaran

Penilaian pencapai an

pembelajaran Keterampilan Portofoli LKPD Terlampir Selama Proses Penilaian

Modul Ajar : Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual – techreneur

(11)

SMK Negeri 10 Surabaya

o pembelajaran pencapai

an

pembelajaran Praktik Lembar

Pengamat an

Presentasi

Terlampir Selama Proses pembelajaran

Penilaian pencapai an

pembelajaran Asesmen Sumatif

Penilaian Tekni k

Bentuk Instrum

en

Instrumen dan Rubrik

Waktu Pelaksana

an

Keterangan

Pengetahuan Tertuli s

Soal Terlampir Setelah

pembelajaran

Penilaian pencapaian pembelajaran

O. Pengayaan dan Remidial

a. Pengayaan

Perbaikan diberikan kepada peserta didik yang nilai akhir pengetahuan dan keterampilan kurang dari KKTP (80).

a) Jika jumlah peserta didik yang tidak mencapai KKTP ≤50% maka bentuk perbaikan dengan mengerjakan soal evaluasi dan LKPD hingga nilai mencapai KKTP, paling banyak 3 kali mengerjakan.

Selebihnya akan diberikan tugas individu dengan tingkat kesulitan soal diturunkan.

b) Jika jumlah peserta didik yang tidak mencapai KKTP 51-80% maka diberikan tugas secara berkelompok dan mengikuti tes ulang.

c) Jika jumlah peserta didik yang tidak mencapai KKTP >80% maka dilakukan kegiatan remedial (pembelajaran ulang) bagi siswa tersebut, kemudian mengikuti tes ulang.

Pengayaan diberikan kepada peserta didik yang nilai akhir pengetahuan dan keterampilan lebih dari atau sama dengan KKTP (80).

Bentuk pengayaan dapat dilakukan secara berkelompok maupun individu dengan diberikan penugasan. Jenis tugas yang diberikan berupa permasalahan yang memuat kemampuan berpikir tingkat tinggi/ HOTs.

P. Refleksi Guru dan Peserta Didik

1. Apakah ada kendala pada kegiatan pembelajaran?

2. Apakah semua siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran?

3. Apa saja kesulitan siswa yang dapat diidentifikasi pada kegiatan pembelajaran?

4. Apakah siswa yang memiliki kesulitan ketika berkegiatan dapat teratasi dengan baik?

5. Apa level pencapaian rata-rata siswa dalam kegiatan pembelajaran ini?

6. Apakah seluruh siswa dapat dianggap tuntas dalam pelaksanaan pembelajaran?

7. Apa strategi agar seluruh siswa dapat menuntaskan kompetensi?

Modul Ajar : Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual – techreneur

(12)

SMK Negeri 10 Surabaya

Mengetahui, Surabaya, 18 Juli 2024

Kepala SMK Negeri 10 Surabaya Guru Mata Pelajaran

Q. H. Kamus, S.Pd, MM Reny Catur Wulandari, S.Pd

NIP. 19710403 200003 1 004 NIP. 19830507 202221 2 035

Modul Ajar : Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual – techreneur

(13)

1. Peluang usaha : Kesempatan yang dimiliki seseorang untuk mencapai tujuan (keuntungan, uang, kekayaan) dengan cara

melakukan usaha yang memanfaatkan berbagai sumber daya yang dimiliki.

2. Profesi : Pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus.

3. Technopreneur : sebagai suatu usaha yang memanfaatkan kemajuan

dalam mengembangkan suatu usaha yang bergerak di bidang teknologi

Modul Ajar : Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual – techreneur

Glosarium

(14)

Maylinda Ambarwati, 2021. Dasar-dasar Desain Komunikasi Visual untuk SMK X. Direktorat Pembinaan SMK Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Replublik Indonesia

Ady Wicaksono & Mario Gunawan . 2022 . Dasar-dasar Desain Komunikasi Visual untuk SMK Kelas X . PT. Liniswara

a. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2021.Dasar-dasar Komunikasi Visual SMK Kelas X. Jakarta : Kemendikbud

b. Internet :

- Watak, Spirit, Ciri dan Profil Technopreneur, fairuzelsaid.wordpress.com, 2 Maret 2013, 11.30 Wita, https://fairuzelsaid.wordpress.com/2013/03/02/watak- technopreneur/

- Desain Komunikasi Visual & Etika, http://rudytahu.blogspot.com, 22 Nopember 2013, 11.45 Wita,http://rudytahu.blogspot.com/2013/11/desain-komunikasi-visual-etika.html

c. Video Tutorial

-https://www.youtube.com/watch?v=fR6R87iixos -https://www.youtube.com/watch?v=x5N1IIdZm60 -https://www.youtube.com/watch?v=WG2FpyNkGnM -https://www.youtube.com/watch?v=rfpueme1EgU -https://www.youtube.com/watch?v=rB2rJPryfbs&t=8s

Daftar Lampiran

A Ringkasan Materi

B Lembar Kerja Peserta Didik a. Format Laporan Proyek b. Format Laporan Praktik c. Refleksi Pemahaman Materi C Instrumen Penilaian Proyek

D Instrumen Penilaian Kognitif a. Naskah Soal

Modul Ajar : Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual – techreneur

Daftar Pustaka

(15)

LAMPIRAN

BAHAN BACAAN GURU DAN PESERTA DIDIK 1. Pengertian Technopreneur

Gambar 1.2. Ilustrasi technopreneur

Sumber : www.shutterstock.com dan diolah oleh penulis (2021)

Sebelum membahas mengenai technopreneur desain komunikasi visual. Kalian harus mengetahui terlebih dahulu apa itu yang dimaksud dengan technopreneur. Menurut Chua Eung Hwa (Triyono, 2016), “A technopreneur is an extension of an entrepreneur, and makes use of technology to make a new invention an innovation and thereby exploits his achievement in the market to make money”.

Technopreneurship adalah pengembangan diri seorang pengusaha yang memanfaatkan teknologi untuk membuat penemuan baru atau inovasi sehingga mampu menghasilkan nilai ekonomis.

Sedangkan menurut Jousma (Walker, 2012, p.12) “Technopreneurship is described as the interaction between science and industry with the intended output of new economic activity.”. Technopreneurship digambarkan sebagai pemanfaatan ilmu pengetahuan teknologi dan industri dengan menghasilkan nilai ekonomis. Technopreneure berasal dari kata techno yang memiliki arti “teknologi” dan enterpreneur yang artinya “kewirausahaan” maka dapat dikatakan technopreneur adalah sebagai suatu usaha yang memanfaatkan kemajuan dalam mengembangkan suatu usaha yang dimana bergerak di bidang teknologi. Sedangkan enterpreneur merupakan kemampuan seseorang untuk memberikan suatu nilai tambah ekonomis berupa barang atau jasa yang dijual.

Kemajuan teknologi dan keterampilan dalam berwirausaha merupakan proses terjadinya technopreneur . Dengan adanya kemajuan teknologi dan keterampilan dalam berwirausaha maka akan terjadi proses technopreneur. Seseorang yang berani bertanggung jawab menanggung segala resiko baik untung maupun rugi disebut dengan Enterpreneur. Kata lain dari enterpreneur yaitu bisa juga disebut dengan wirausaha. Wirausaha adalah sesorang yang menjalankan suatu usaha atau perusahaan dengan segala resikonya, yaitu seperti mendapatkan untung atau rugi dari produk atau jasa yang dijualnya.

Modul Ajar : Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual – techreneur

A. RINGKASAN MATERI

(16)

Gambar 1.3. Yohanes Auri, seorang wirausahawan sukses di bidang desain grafis.

Sumber : www.biografi-tokohpengusaha.blogspot.com

Seiring perkembangan jaman pengertian kewirausahaan mengalami perkembangan arti menjadi suatu kemampuan seseorang untuk melihat peluang dan mewujudkannya menjadi sebuah usaha. Di bawah ini beberapa pengertian wirausaha menurut para ahli:

1) Richard Cantillon (1775)

Gambar 1.4. Richard Cantillon Sumber : www.wikipedia.com

Menurut pendapat Richard Cantillon kewirausahaan adalah seseorangyangbekerja sendiri (self- employment). Seorang wirausahawan membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu. Jadi, definisi ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi resiko atau ketidakpastian.

Modul Ajar : Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual – techreneur

(17)

2) Jean Baptista Say(1816)

Gambar 1.5. Jean Baptista Say

Sumber : https://en.wikipedia.org/wiki/Jean-Baptiste_Lamarck

Menurut Jean Baptista Say seorang wirausahawan adalah agen yang menyatukan berbagai alat- alat produksi dan menemukan nilai dari produksinya.

3) Ahmad Sanusi

Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku dasar tujuan, trik, taktik, tenaga penggerak, proses dan hasil bisnis.

4) Raymond

Kewirausahaan adalah seseorang yang inovatif, kreatif, dan mampu mewujudkan kreativitasnya untuk meningkatkan kesejahteraan diri, lingkungan, dan masyarakat. Dapat disimpulkan beberapa pengertian kewirausahaan menurut para ahli bahwa kewirausahaan sangat berkaitan dengan adanya nilai sikap, kreatif dan inovatif guna meningkatkan kesejahteraan diri sendiri maupun masyarakat umum.

5) Joseph Schumpeter (1934)

Gambar 1.6. Joseph Schumpeter

Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Joseph_Schumpeter

Wirausaha adalah seseorang inovator yang mengimplentasikan perubahan- perubahan didalam pasar melalui kombinasi- kombinasi baru. Kombinasi baru tersebut bisa berupa

Memperkenalkan produk baru atau dengan kualitas baru.

Modul Ajar : Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual – techreneur

(18)

a) Memperkenalkan metode produksi baru.

b) Membuka pasar yang baru (new market).

c) Memperoleh sumber pasokan baru dari bahan atau komponen baru.

d) Menjalankan organisasi baru dalam suatu industri.

Schumpeter mengkaitkan wirausaha dengan konsep inovasi yang diterapkan dalam konteks bisnis serta mengkaitkannya dengan sumber daya.

5. Tujuan Wirausaha

Dalam berwirausaha tentunya kalian harus memiliki tujuan :

1) Dapatmeningkatkanjumlahwirausahawanyang memiliki kualitas

2) Dapat mewujudkan kemampuan wirausahawan dalam menghabiskan produk atau jasa 3) Melestarikan budaya sikap, perilaku, serta kemampuan dalam berwirausaha

4) Menumbuhkan rasa kesadaran serta orientasi kewirausahaan kepada para peserta didik dan masyarakat

6. Elemen Kewirausahaan

Ada beberapa elemen-elemen kewirausahaan.Diantaranya sebagai berikut : 1. Mengembangkan usaha

2. Membentuk sumber daya manusia

3. Mendapatkan sumber pemasukan baik berupa finansial ataupun material 4. Memiliki sikap leader ship atau kepemimpinan

5. Dapat bertanggung jawab 6. Menghindari resiko 7. Displin

8. Memiliki komitmen tinggi 9. Jujur

10. Kreatif dan Inovatif 7. Sikap technopreneur

Seorang technopreneur harus mempunyai beberapa sikap, yaitu:

a. Mempu berfikir dan bertindak kreatif dan inovatif b. Mampu bekerja tekun, teliti dan dan produktif

c. Mampu berkarya berlandaskan etika bisnis yang sehat d. Mampu berkarya dengan semangat dan kemandirian

Modul Ajar : Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual – techreneur

(19)

e. Mampu memecahkan masalah dan mengambil keputusan secara sistematis dan berani mengambil resiko.

6. Profil Technopreneur

Profil technopreneur (ciri dan watak) dapat dilihat seperti pada tabel berikut:

Ciri Watak

Percaya Diri Keyakinan, kemandirian, individualitas,

optimisme

Berorientasi Tugas dan Hasil Kebutuhan akan prestasi, beorientasi hasil, ketekunan dan ketabahan, tekad kerja keras, memilki dorongan kuat, enerjik dan berinisiatif

Pengambil resiko Kemampuan mengambil resiko, suka pada

tantangan

Kepemimpinan Bertingkah laku sebagai pemimpin, dapat

bergaul dengan orang lain

Orisinalitas Fleksible, memiliki banyak sumber, serba

bisa, mengetahui banyak hal Berorientasi ke masa depan Pandangan ke depan, perseptif

Semakin banyak sifat dan ciri yang dimiliki (dari tabel diatas), akan semakin besar kemungkinannya untuk menjadi technopreneur yang sukses (ditambah faktor pengaruh lainnya).

7. Peluang Usaha Desain Komunikasi Visual

Tujuan penggunaan Desain Komunikasi visual adalah karya desain komunikasi visual dapat digunakan dalam kehidupan sehari-sehari di lingkungan sekitar kalian. Misalkan, saat ini banyak konsumen yang membutuhkan jasa desain, jasa pembutan konten video promosi, dan lain sebaginya.

Berikut prospek atau peluang usaha dalam bidang desain komunikasi visual :

● Ilustrator

Ilustator merupakan orang bekerja pada bidang dimana menyediakan jasa pembuatan gambar ilustrasi yang diaplikasikan pada media koran, majalah, cover buku, situs web, biro periklanan dan pembuatan storyboard pada perifilman.

Pekerjaan sebagai ilustrator dapat dikerjakan secara individu ataupun secara berkelompok sesuai peranan dan tugas masing- masing. Ada beberapa bagian dalam tim ilustrator yang dibagi berdasarkan peranannya, diantaranya yaitu :

Modul Ajar : Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual – techreneur

(20)

• Perancang gambar (skecther)

• Bagian tinta ( inker)

• Bagian pewarnaan (colouring)

Seorang ilustrator dapat bekerja baik manual maupun menggunakan teknologi seperti komputer untuk menyempurnakan hasil karyanya. Keahlian menggunakan perangkat komputer yang harus dimiliki seorang ilustrator ialah dapat mengolah gambar-gambar grafis berupa gambar vektor dan bitmap.

Gambar 1.7. Seorang ilustrator mengerjakan proses penintaan digital pada hasil gambar sketsa.

• Komikus

Seorang komikus tidak jauh berbeda dengan seorang ilustrator, seorang komikus bekerja yang berkaitan dengan gambar. Seorang komikus dapat membuat sebuah cerita komik yang dimana ceritanya lebih kompleks.

Gambar 1.8. Harya Suryaminata salah satu komikus Indonesia Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Harya_Suraminata

• Desainer Grafis

Desainer Grafis adalah seseorang yang pekerjaannya adalah membuat atau merancang desain, baik desain logo, desain kemasan atau packaging. Jasa desain ini dapat dimulai dari usaha kecil terlebih

Modul Ajar : Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual – techreneur

(21)

dahulu seperti membuka jasa layanan desain undangan pernikahan, kartu nama, spanduk, dan lain sebagainya.

Gambar 1.9. Desainer grafis mengerjakan suatu pekerjaan desain logo.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Harya_Suraminata

• Desainer web

Desainer web adalah sesorang yang bekerja membuat desain web. Isi dari web tersebut berupa konten-konten informasi yang akan ditampilkan. Seorang desainer web harus bisa membuat konten promosi semenarik mungkin sehingga konsumen dapat tertarik untuk mengakses suatu halaman web tersebut.

• Animator

Animator adalah seseorang yang menciptakan berbagai macam gambar yang dapat bergerak pada saat ditayangkan dengan cepat yang disebut dengan frame. Animator bekerja dalam berbagai bidang seperti film, televisi, video game, dan Internet. Contoh karya seorang animator adalah film kartun animasi yang sering kalian lihat, seperti Doraemon, Upin ipin, Mickey Mouse dan lain sebagainya.

Gambar 1.10. Animator Norman McLaren mencoba untuk melukis di sebuah film pada tahun 1944.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Animator

Modul Ajar : Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual – techreneur

(22)

Gambar 1.11. Menggambar gambar animasi kartun Sumber : www. provideocoalition.com

• Fotografer

Fotografer merupakan seseorang yang pekerjaan merekam suatu objek gambar pada moment tertentu.

Gambar 1.12. Proses pekerjaan mengambil gambar model secara teknik fotografi studio indoor.

Sumber : www.freepik.com

• Videografer

Seseorang yang pekerjaannya merekam suatu video moment atau merekam suatu objek gambar video dalam membuat produksi suatu iklan atau film disebut videografer. Tugas seorang videografer harus bisa mengambil atau merekam objek gambar secara bagus dan menarik.

Gambar 1.13. Proses pekerjaan merekam adegan dengan menggunakan kamera video.

Sumber : www.freepik.com

Modul Ajar : Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual – techreneur

(23)

• Editor Video

Editor video adalah seseorang yang bekerja pada bidang video dimana tugasnya ialah mengedit video atau memanipulasi dan mengatur pengambilan atau sudut pandang perekaman gambar.

Fungsi dari pengeditan video agar video rekaman dapat disajikan kepada khalayak.secara baik dan menarik.

Gambar 1.14. Proses pekerjaan tata sunting hasil rekaman video dari tahapan produksi videografi.

Sumber : www.freepik.com

• Periklanan (advertising)

Periklanan merupakan sub sektor industri yang dimana saat ini sedang digalangkan oleh

pemerintah karena peluang usaha di bidang periklanan ini masih sangat luas. Hampir setiap hari para pengusaha membutuhkan media promosi dan iklan. Pekerjaan menjadi seorang advertising sangat membutuhkan ide yang kreatif dan inovatif, mulai dari pembuatan desain iklan, membuat poster, iklan televisi, dan media luar ruang seperti baliho atau videotron.

• UX Designer

UX designer bertugas untuk membuat produk, proses kerja, dan layanan aplikasi menjadi mulus dan intuitif bagi pengguna.

UI designer

UI Designer adalah profesi seorang designer yang memudahkan user untuk mengakses sebuah website dari sisi tampilan dan elemen-elemen pendukung lainnya, atau bisa dibilang mendesain antar muka sebuah website supaya mudah dipahami.

Modul Ajar : Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual – techreneur

(24)

Sumber : https://www.logique.co.id/blog/2018/01/24/menjadi-seorang-ui-designer/

• Operator Mesin Cetak

Operator atau teknisi yang bertugas mengoperasikan jalannya mesin cetak (khususnya pada mesin cetak offset), memegang peranan yang amat penting dalam industri jasa cetak. Operator dalam melaksanakan tugasnya, bertanggungjawab untuk berkerja dan menghasilkan sesuai standard yang berlaku atau diberlakukan dalam suatu industri percetakan.

Etika Sosial

1. Pengertian Etika Sosial

Apakah Etika Sosial itu? Etika Sosial merupakan suatu etika sehubungan dengan relasi manusia dengan sesamanya dalam sosietas (masyarakat). Etika Sosial menunjuk pada etika yang berkenaan dengan suatu sosietas yang secara khusus berhubungan dengan pengaturan secara normatif relasi-relasi sosial dalam rangka tatanan hidup bersama. Ilmu etika mempelajari realitas sosialitas manusia, sosietas itu sendiri dan dalam lingkuplingkupnya seperti sosietas konjugal atau keluarga, sosietas yang di tengah-tengah antara keluarga dan negara, sosietas politis, dan sosietas internasional, relasi-relasi individu-individu dan komunitas-komunitas, dan bidang-bidang hidup- tindakan individual maupun kolektif manusiawi yang melibatkan relasi sosial.

2. Apakah manusia itu makhluk sosial?

• Pertama, bahwa seorang pribadi manusia mengalami fakta bahwa selain dirinya sebagai individu mengada, mengada pula individu-individu manusia yang lain yang hidup bersama dengannya. Bahkan, fakta bahwa manusia mengada bersama yang lain ini turut menyusun esensi manusia.

• Kedua, fakta pemakaian bahasa oleh manusia. Kemampuan berbahasa mengandaikan bahwa manusia merupakan subjek yang memiliki kesadaran dan menyadari dirinya sendiri, yang mana kesadarannya ini membuatnya dapat mengatasi dirinya sendiri untuk berelasi dengan yang lain.

• Ketiga, fakta keberadaan manusia yang sejak semula berada di dalam suatu keluarga, yang mana keluarga itu sendiri pun dimulai dari persekutuan suami isteri. Sejak lahir yang

Modul Ajar : Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual – techreneur

(25)

merupakan awal kehidupannya tanpa bantuan manusia yang lain manusia tidak dapat bertahan hidup.

• Keempat, kecenderungan manusia untuk mengembangkan dirinya dan lingkungannya memerlukan syarat-syarat dan sarana-sarana dasar, yang mana ini tidak bisa tidak tanpa kerja sama dan bantuan dari pribadi-pribadi yang lain.

3. Contoh etika sosial dalam Masyarakat

Sebagaimana kita ketahui bila di setiap komunitas masyarakat pasti terdapat etika sosial yang berlaku. Maka setiap orang yang tinggal bersama anggota masyarakat tersebut harus mau mentaati segala macam aturan yang berlaku. Tujuannya tentu saja untuk menjalin kehidupan yang harmonis, terutama dengan anggota masyarakat yang lain. Setiap tindakan yang kita lakukan harus sesuai dengan etika sosial yang berlaku di daerah tersebut. Hal ini berlaku secara global dimanapun kita tinggal. Entah itu di belahan dunia barat, timur, selatan atau utara. Masing masing punya aturan tersendiri untuk menjaga kehidupan yang baik di lingkungannya.

Berikut ini beberapa contoh etika sosial di masyarakat dari berbagai wilayah.

1. Di daerah Jawa (terutama Jawa Tengah), kita harus membungkukan badan ketika sedang lewat atau berjalan kaki di depan orang lain, terutama yang lebih tua. Etika sosial ini berlaku dengan maksud sebagai simbol penghormatan.

2. Ketika mau masuk ke rumah orang lain, kita harus mengetuk pintu rumah dan memberi salam atau minta permisi. Tujuannya tentu saja untuk menghargai privasi dan keberadaan dari tuan rumah.

3. Bertamu tidak boleh di malam hari. Tujuannya tentu saja agar tidak mengganggu orang yang sedang beristirahat di waktu malam.

4. Bersendawa ketika makan. Ini adalah contoh etika yang berlawanan dengan budaya indonesia.

Di daerah Korea bila ada saudara atau teman yang mengajak makan bersama lalu kita bersendawa, maka hal ini merupakan suatu bentuk penghormatan. Di negara tersebut sendawa adalah simbol kebahagiaan, penghormatan serta ucapan terima kasih karena telah diajak makan bersama.

Namun di daerah Eropa ketika kita melakukan sendawa di waktu atau setelah makan adalah hal yang sangat tidak sopan.

Alasannya adalah hal tersebut bisa mengganggu suasana serta menghilangkan nafsu makan karena suara yang ditimbulkan bisa memunculkan rasa jijik. Contoh etika sosial lain yang saling berlawanan adalah di Jawa. Orang yang sedang mendapat saran atau teguran dari orang tua harus

menundukan muka. Karena bila menatap orang tua dianggap menantang dan tidak menghormati.Namun di Eropa, ketika ada orang yang bicara harus menatap mukanya, sebagai bentuk perhatian pada pembicaraan yang sedang dilakukan.

Modul Ajar : Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual – techreneur

(26)

Modul Ajar : Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual – techreneur

(27)

Etika Profesi Bidang Desain Komunikasi Visual

Bagi desainer komunikasi visual, kode etik bertujuan mencapai 'fair play', artinya, semua yang berhubungan dengan industri maupun profesi tersebut, seperti: klien, desainer, seta pihak-pihak lainnya memiliki hubungan yang seimbang dalam hak dan kewajiban sesuai dengan aturan yang disepakati/

berlaku. Kode etik disusun guna mencegah terjadinya praktek bisnis curang/ tidak adil serta kerugian- kerugian yang akan diakibatkannya.

Selain itu, kode etik disusun guna memperjelas hal-hal penting dalam hubungan kerja antara klien, desainer maupun pihak ketiga lainnya, sehingga harapan masing-masing pihak, serta standar profesional dalam industri/ profesi ini dapat tercapai. Kode etik juga diharapkan dapat membantu memperjelas pengetahuan klien mengenai apa, mengapa, bagaimana DKV itu.

Kode etik biasanya dibuat dan disusun oleh asosiasi profesi, dalam hal ini asosiasi profesi desainer komunikasi visual. Umumnya asosiasi profesi DKV suatu negara berinduk pada Organisasi Asosiasi Profesi Desain Grafis Internasional, atau yang sering disebut ICOGRADA (International Council Graphic Design Associations). Pada tahun 1987 ICOGRADA menyusun dan menerbitkan kode perilaku professional (Code of Professional Conduct) yang menjadi salah satu acuan untuk menyusun kode etik profesi Desainer Komunikasi Visual di asosiasi-asosiasi profesi DKV di berbagai Negara anggotanya.

Code of Professional Conduct

Pada dasarnya kode etik yang disusun oleh ICOGRADA antara lain mencakup hal-hal sebagai berikut:

Keharusan membuat kesepakatan dan order dalam bentuk tertulis dan kontrak yang ditandatangani oleh desainer dan klien.

1. Perubahan dan tambahan yang bukan merupakan kesalahan desainer harus dibebankan pada klien sebagai biaya tambahan terpisah.

2. Kesalahan/ kelalaian yang dilakukan desainer menjadi tanggung jawab desainer/ seniman. Waktu dan biaya yang digunakan untuk memperbaikinya tidak dapat dibebankan kepada klien.

3. Jika sebuah order pekerjaan desain ditunda atau dibatalkan secara sepihak oleh klien maka biaya pembatalan (cancellation fee) harus dibayarkan kepada desainer berdasarkan waktu, upaya dan biaya yang telah digunakan.

4. Penyelesaian pembayaran (pelunasan) harus dilakukan pada saat pengiriman desain, kecuali sebelumnya telah ada kesepakatan lainnya. Pembayaran atas desain tidak dapat ditunda karena menunggu pembayaran/ persetujuan pihak lain.

5. Pengubahan pada karya desain/ seni tidak dapat dilakukan tanpa konsultasi dengan seniman/

desainernya. Bila pengubahan dibutuhkan, seniman/ desainer harus diberi kesempatan untuk melakukan hal tersebut. Klien tidak diperbolehkan melakukan modifikasi, mengubah atau menggunakan karya desain/ seni tersebut untuk kegunaan lain selain yang tertera pada kontrak.

6. Desainer harus selalu menepati tenggat waktu (deadline). Desainer dapat dan akan dikenakan pertanggungjawaban atas biaya yang muncul akibat keterlambatan deadline.

7. Desainer harus memberitahukan kemungkinan keterlambatan pada pengiriman desain. Jika desainer gagal memenuhi kesepakatan kontrak karena keterlambatan dengan alasan yang tidak jelas atau

Modul Ajar : Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual – techreneur

(28)

desain yang spesifikasinya tidak sesuai kontrak, maka akan dianggap sebagai pelanggaran kontrak oleh desainer. Jika jadwal pekerjaan desain tertunda karena keinginan klien, maka desainer harus memberikan hasil akhir desain yang kualitasnya paling mendekati hasil akhir sesuai jadwal pekerjaan.

8. Klien/ pembeli suatu desain harus menyediakan bagi desainernya duplikat/ contoh reproduksi desain tersebut untuk kepentingan portfolio desainer.

9. Segala jenis komisi, diskon, suap, bonus serta hadiah yang tidak dapat dipertanggungjawabkan perhitungannya dianggap ilegal, dan tidak diperbolehkan dalam kegiatan bisnis yang sehat.

10.Desainer memiliki seluruh hak dan kepemilikan atas desain yang dibuatnya, kecuali bila hak dan kepemilikan tersebut secara tertulis dijual kepada klien sebagian atau seluruhnya. Tidak ada pekerjaan desain yang diperbolehkan untuk diduplikasi, didokumentasikan, discan atau dikopi dalam berbagai cara/ bentuk tanpa ijin desainer pembuatnya.

11.Desain dan karya seni asli, serta segala material objek yang digunakan untuk menyimpan file komputer, yang berisi desain/ karya seni asli, menjadi hak desainer/ senimannya kecuali secara khusus dinyatakan ikut dijual/ dibeli. Hal ini berbeda dengan penjualan/ pembelian hak reproduksi (copy right). Seluruh transaksi harus dalam bentuk tertulis.

12.Desainer memiliki seluruh hak reproduksi, kecuali jika dinyatakan dijual/ dibeli dalam kontrak tertulis. Hal-hal yang tidak diperinci dalam kontrak akan tetap menjadi hak desainer.

13.Pekerjaan desain bukanlah pekerjaan 'sewa tenaga', sehingga hak kepemilikan tidak diberikan sepenuhnya kepada klien.

14.Jika sebuah karya desain dijual berdasarkan perjanjian dengan hak pengunaan terbatas, maka jika desain tersebut digunakan melampaui batasan tersebut, maka desainer berhak menerima pembayaran tambahan.

15.Karya seni, desain, termasuk juga fotografi serta presentasi kepada klien tidak dapat dikopi untuk keperluan lain tanpa seijin desainer/ senimannya. Jika pekerjaan awal seperti sketsa awal, comprehensive serta desain awal lainnya kemudian dipilih untuk direproduksi, maka harus memperoleh ijin dari desainer/ senimannya dan mereka berhak atas pembayaran yang sesuai.

16.Hak pada media elektronik dibedakan dengan hak pada media cetak, dan harus dinegosiasikan secara terpisah. Jika copyright untuk melakukan transfer secara total (pada media lainnya) tidak disebutkan dalam kontrak, maka hak untuk mereproduksi desain pada media lain tersebut harus dinegosiasikan.

17.Setiap penggunaan karya seni/ desain harus mencantumkan kepemilikan copyright 18.Plagiarisme tidak diijinkan dengan alasan apapun.

19.Jika desainer secara khusus diminta membuat desain pada waktu kerja tidak umum, pembayaran tambahan yang sesuai harus diberikan. Waktu kerja di luar waktu kerja umum serta masa deadline yang pendek dapat dibebankan sebagai biaya khusus.

20.Setiap klien yang menerima portfolio aau contoh karya dari desainer bertanggung jawab mengembalikannya dalam keadaan yang sama seperti waktu menerimanya.

Modul Ajar : Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual – techreneur

(29)

21.Interpretasi kode etik dalam hal arbitrasi harus dilakukan oleh badan yang berwewenang untuk menyelesaikan sengketa, dan dapat diperkuat oleh organisasi induk penyusun kode etik melalui perwakilannya.

Modul Ajar : Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual – techreneur

(30)

Etika Berbicara/Berkomunikasi 1. Pengertian Etika Berbicara/Berkomunikasi

Etika merupakan seperangkat norma, aturan, atau pedoman yang mengatur segala perilaku manusia, baik yang harus dilakukan dan yang harus ditinggalkan, yang dianut oleh sekelompok masyarakat.

Sedangkan yang dimaksud dengan komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan atau berita yang dimaksud dapat dipahami. Etika komunikasi dapat diartikan sebagai norma, nilai, atau ukuran tingkah laku baik dalam kegiatan komunikasi dalam suatu masyarakat. Sebagai makhluk sosial, manusia dalam hidupnya tidak terlepas dari komunikasi. Dalam kehidupan bermasyarakat terdapat suatu sistem yang mengatur tentang tata cara individu-individu atau kelompok dalam bergaul.

Tata cara pergaulan dalam masyarakat bertujuan untuk :

• Menjaga kepentingan para pihak yang bersangkutan agar tidak ada yang merasa dirugikan.

• Agar setiap perbuatan, tindakan, dan tingkah laku yang dilakukan oleh individu-individu atau kelompok dalam masyarakat sesuai dengan adat kebiasaan yang berlaku serta tidak bertentangan dengan hak asasi manusia secara umum.

Tata cara pergaulan yang baik antar individu, kelompok, atau antar individu dengan kelompok dalam suatu masyarakat tersebut merupakan manifestasi dari etika komunikasi. Etika komunikasi merupakan salah satu dari etika khusus, karena membahas bagian tertentu dari kehidupan manusia.

Dalam kaitannya dengan komunikasi, etika komunikasi mencakup segala nilai dan norma yang menjadi standar dan acuan setiap orang dalam berkomunikasi dengan orang lain. Etika komunikasi menilai mana yang tindakan komunikasi yang baik dan buruk berdasarkan standar yang berlaku.

Sehingga adanya etika komunikasi adalah untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kesalahpahaman, perselisihan, pertengkaran, dan lain-lain. Etika komunikasi yang tidak diterapkan dalam pergaulan atau dalam komunikasi antar individu, kelompok, atau antar individu dan kelompok dalam suatu masyarakat dapat menyebabkan buruknya hubungan di antara mereka.

Tentunya hal tersebut tidaklah baik, karena bagaimanapun juga sebagai makhluk sosial, manusia akan selalu membutuhkan manusia yang lain.

2. Tujuan Etika Berbicara/Berkomunikasi

Setelah membahas pengertian etika komunikasi, sekarang apa yang menjadi tujuan etika komunikasi.

Terdapat beberapa tujuan dari etika komunikasi, diantaranya adalah :

1. Membantu individu atau kelompok dalam masyarakat untuk bertindak secara bebas tapi dapat dipertanggung-jawabkan.

2. Membantu individu atau kelompok dalam masyarakat untuk dapat mengambil sikap atau tindakan secara tepat.

3. Menciptakan rasa saling menghormati dan menghargai.

3. Manfaat Etika Berbicara/Berkomunikasi

Dalam pergaulan bermasyarakat, etika komunikasi mempunyai manfaat yaitu :

Modul Ajar : Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual – techreneur

(31)

• Melancarkan komunikasi dengan orang lain, sehingga hubungan yang sudah terjalin akan semakin erat memahami apa yang dikomunikasikan oleh orang lain, sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik.

• Dengan mengikuti dan menaati etika yang berlaku, kita akan diterima dengan baik dalam lingkungan sosial masyarakat.

• Menumbuhkan rasa saling menghargai di antara anggota masyarakat.

• Mencegah individu atau kelompok untuk tidak bertindak atau berperilaku sembarangan atau seenaknya sendiri dalam berkomunikasi.

• Mempererat hubungan dengan orang lain.

• Etika komunikasi tidak hanya berkaitan dengan tutur kata yang baik, tetapi juga harus berangkat dari niat tulus yang diekspresikan dari ketenangan, kesabaran, dan empati kita dalam berkomunikasi.

Modul Ajar : Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual – techreneur

(32)

A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

1. STIMULUS

Video : https://www.youtube.com/watch?v=_vBTGXci4Pg

Pernahkah anda mempraktekkan sudut pengambilan gambar seperti video diatas?

Bagaimana perbedaannya?

2. PERTANYAAN MENDASAR 1)

2) 3)

3. TUGAS PROYEK

1. TUGAS : Buatlah PPT menjelaskan tentang Macam-macam ruang lingkup atau peluang usaha Desain komunikasi Visual. dalam lingkungan sehari-hari sesuai pembagian kelompok.

PETUNJUK UMUM

Tugas Proyek disekolah (Tatap Muka ke tiga)

2. Pelajarilah pengertian Technopreneur yang menjelaskan tentang Macam-macam ruang lingkup atau peluang usaha Desain komunikasi Visual.

3. Buatlah PPT menjelaskan tentang Macam-macam ruang lingkup atau peluang usaha Desain komunikasi Visual. dalam lingkungan sehari-hari sesuai pembagian kelompok.

4. Tentukan alat dan bahan yang akan digunakan 5. Tiap kelomapok bebas membuat desain PPTnya Tugas Proyek Di Luar Jam Pelajaran

1. Setelah Membuat rancangan, lakukan percobaan sudut pengambilan gambar, lakukan dengan hati-hati

2. Dokumentasikan kegiatan percobaan dalam bentuk video 3. Print/Cetak hasil percobaan laporkan hasilnya

Buat laporan percobaan dengan format yang telah disediakan dan siapkan powerpoint untuk presentasi.

Modul Ajar : Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual – techreneur

(33)

Untuk tahap penarikan Kesimpulan maka cobalah lakukan diskusi berikut

1. Apa sajakah Ruang linkup atau peluang usaha desain komunikasi Visual yang bisa dilakukan oleh seorang Technopreneur ?

Modul Ajar : Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual – techreneur

1. DISKUSI PROYEK

1. Sebutkan pengertian dan kode etik seorang Technopreneur?

(34)

Modul Ajar : Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual – techreneur

Mata Pelajaran : Dasar-dasar Desain Komunikasi Visual

Elemen : Profil technopreneur, peluang usaha dan pekerjaan/profesi bidang Desain Komunikasi Visual

Sub Topik : peluang usaha dan pekerjaan/profesi bidang Desain Komunikasi Visual

Tugas : Membuat PPT menjelaskan tentang Macam-macam ruang lingkup atau peluang usaha Desain komunikasi Visual. dalam lingkungan sehari- hari sesuai pembagian kelompok.Kelompok :

Anggota :

FORMAT LAPORAN TUGAS PROYEK

(35)

Modul Ajar : Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual – techreneur

FORMAT LAPORAN PRAKTIK

A. Judul Percobaan : Macam-macam Pergerakan Kamera B. Tujuan Percobaan :

C. Kelompok :

D. Anggota :

E. Alat dan Bahan : F. Langah Kerja : G. Data Pengamatan :

Percobaan Perubahan yang diamati Waktu

H. Pembahasan

I. Kesimpulan

(36)

Bagaimana kalian sekarang?

untuk mengukur diri kalian sendiri terhadap materi yang sudah dipelajari.

Jawablah sejujurnya terkait dengan penguasaan materi faktor-faktor laju reaksi.

Tabel 1.1 Tabel Refleksi Diri Pemahaman Materi

N o

Pertanyaan Ya Tidak

1 .

Apakah saya telah memahami tentang macam-macam Pengertian Tecnopreneur?

2 .

Apakah saya telah memahami tentang kode etik technopreneur dan tujuan usaha?

3 .

Dapatkah saya menganalisis hal yang bisa saya lakukan dalam peluang usaha desain komunikasi visual ?

Jika menjawab “TIDAK” pada salah satu pertanyaan tersebut, maka pelajarilah kembali materi dalam bahan ajar jika perlu kalian ulang dengan bimbingan guru atau teman sejawat. Jangan putus asa untuk mengulang lagi!. Apabila kalian menjawab “YA” pada semua pertanyaan, maka kalian dapat melanjutkan ke perdalaman materi faktor-faktor laju reaksi.

Tetap semangat untuk belajar……..

Modul Ajar : Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual – techreneur

(37)

PENILAIAN PROYEK

N

o Aspek yang dinilai

Penilaian Belum

Kompeten (0-6)

Cukup Kompeten

(6-7)

Kompeten (8-9)

Sangat Kompeten

(10) 1 Perencanaan

2 Tahapan proses proyek 3 Monitoring

4 Kesimpulan

RUBRIK PENILAIN PROYEK

Aspek yang dinilai

Penilaian Belum

Kompeten (0-6)

Cukup Kompeten

(6-7)

Kompeten (8-9)

Sangat Kompeten

(10) Perencanaan Tidak sesuai

materi

pembelajaran , tidak

orisinal, tidak konstektual

Sesuai materi pembelajaran, tidak orisinal, tidak

konstektual

Sesuai materi pembelajaran, orisinal, tidak konstektual

Sesuai materi pembelajaran, orisinal,

konstektual

Tahapan proses Proyek

Kurang lengkap, kurang sistematis, kurang metodologis

Lengkap, kurang sistematis, kurang metodologis

Lengkap, kurang sistematis, metodologis

Lengkap, sistematis, metodologis

Monitoring Sesuai tahapan proyek, jadwal jelas, ada lembar kemajuan

Sesuai tahapan proyek, jadwal jelas, tidak ada lembar

kemajuan

Sesuai tahapan proyek, jadwal tidak jelas, ada lembar

kemajuan

Tidak sesuai tahapan proyek

Kesimpulan Tidak benar atau tidak sesuai tujuan.

Sebagian kesimpulan ada yang salah atau tidak sesuai tujuan.

Semua benar atau sesuai tujuan.

Semua benar atau sesuai tujuan.

Modul Ajar : Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual – techreneur

B. INSTRUMEN PENILAIAN PROYEK

(38)

NASKAH SOAL Mata Pelajaran : Dasar-dasar Desain Komunikasi Visual

Elemen : Profil technopreneur, peluang usaha dan pekerjaan/profesi bidang Desain Komunikasi Visual

Sub Topik : Peluang usaha dan pekerjaan/profesi bidang Desain Komunikasi Visual

Alokasi Waktu : 20 menit

A. Pilihlah satu jawaban yang paling benar

1. Technopreneur berasal dari kata Techno yang artinya....

a. Canggih b. Teknologi c. Masa kini d. Cepat

e. Perkembangan kecanggihan

2. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku dasar tujuan, trik, taktik, tenaga penggerak, proses dan hasil bisnis. Menurut pendapat siapakah hal tersebut...

a. Ahmad Sanusi b. Raymond

c. Joseph Schumpeter (1934) d. Jean Baptista Say(1816) e. Richard Cantillon (1775)

3. Yang bukan termasuk elemen dalam berwirausaha adalah....

a. Mengembangkan usaha

b. Memiliki Modal usaha yang besar c. Membentuk sumber daya manusia

d. Memiliki sikap leader ship atau kepemimpinan e. Dapat bertanggung jawab

4. Yang bukan termasuk sikap technopreneur adalah ...

a. Mempu berfikir dan bertindak kreatif dan inovatif b. Mampu bekerja tekun, teliti dan dan produktif

c. Mampu berkarya berlandaskan etika bisnis yang sehat d. Mampu berkarya dengan semangat dan kemandirian e. Mampu mengeluarkan Modal

5. Dibawah ini yang termasuk ruang lingkup DKV adalah....

a. Ilustrator, Advertising, desain marka lingkungan b. Ilustrator, Fotografi, desain marka lingkungan c. Ilustrator, Fotografi, desain grafis industri d. Ilustrator, Multimedia, animasi

e. Ilustrator, kurator, animasi

Modul Ajar : Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual – techreneur

C. INSTRUMEN PENILAIAN KOGNITIF

Gambar

            Gambar 1.2. Ilustrasi technopreneur
Gambar 1.4. Richard Cantillon                                                            Sumber : www.wikipedia.com
Gambar 1.7. Seorang ilustrator mengerjakan proses penintaan digital pada hasil gambar sketsa.
Gambar 1.8. Harya Suryaminata salah satu komikus Indonesia Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Harya_Suraminata
+7

Referensi

Dokumen terkait

Guru mengarahkan peserta didik untuk berdiskusi dengan kelompoknya untuk menyelesaikan permainan ‘jalan sukses (permainan monopoli) kemudian mengidentifikasi permasalahan dalam

Dengan bahan ajar dan LKPD serta melalui pendekatan scientific dan TPACK, model pembelajaran Problem Based Learning, berbasis 4C, literasi dan PPK, peserta didik dapat

Setelah mengamati tayangan power point yang disampaikan guru dan aktif berdiskusi dengan anggota kelompoknya untuk menyelesaikan LKPD, peserta didik dapat

Setelah peserta didik berdiskusi dengan teman kelompoknya melalui LKPD yang diberikan guru, peserta didik secara mandiri dapat memecahkan masalah yang berkaitan dengan operasi

 Peserta didik berdiskusi dengan kelompok untuk menganalisis infiormasi terkait Fiskal PT Rajawali Sejahtera yang disajikan guru melalui LKPD (4C : Colaboration)5.

 Peserta didik juga berdiskusi (critical and creative thinking) dan melakukan kajian pustaka (dapat menggunakan berbagai sumber dan literatur baik dari buku pelajaran

TPACK 10.Peserta didik menganalisis kata tidak baku yang ada dalam teks eksplanasi dan teks biografi, lalu guru meminta peserta didik berdiskusi mengerjakan LKPD yang sudah dibagikan

Setelah mencapai kesepakatan dengan kelompoknya peserta didik menyelesaikan LKPD  Generalization Menarik Kesimpulan: Peserta didik menyampaikan hasil analisis dan simpulan konsep dan