MODUL PRAKTIKUM
KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH II
PERAWATAN STOMA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN NERS
FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA
2022
PERAWATAN OSTOMI
I. Tujuan Umum:
Mahasiswa mampu melakukan dan memahami perawatan stoma dengan tepat.
II. Tujuan Khusus:
Setelah mengikuti praktikum ini mahasiswa diharapkan mampu:
1. Menjelaskan definisi ostomi, stoma dengan tepat.
2. Menjelaskan tujuan perawatan stoma dengan tepat.
3. Menjelaskan indikasi dari tindakan perawatan stoma dengan tepat.
4. Menjelaskan dan mempersiapkan alat-alat yang diperlukan untuk tindakan perawatan stoma dengan benar.
5. Mendemonstrasikan tindakan perawatan stoma dengan benar.
PROSEDUR PERAWATAN STOMA PADA KLIEN I. DEFINISI:
Ostomi adalah suatu prosedur bedah untuk membuat artificial opening (stoma) berada di dinding abdomen.
Stoma adalah mulut
Ostomet: pasien penyandang stoma
Pada abdomen, tindakan ostomi bertujuan untuk dekompresi usus, diversi fekal (kolostomi, ileostomi), atau dalam keadaan tertentu untuk feeding (gastrostomi).
Pada anak, ostomi paling sering dilakukan untuk mengalihkan aliran fekal sebagai bagian dari suatu bedah rekonstruksi pada kelainan kolon, rektum dan anus misal astresia ani, astresia esophagus dll, trauma.
II. INDIKASI OSTOMI:
a. Congenital:Atresia esophagus, atresia usus, malformasi anorektal letak tinggi, hirshsprung
b. Infeksi:Kolitis fulminant, perforasi usus dengan keadaan umum buruk c. Neoplasma:tumor yang menyebabkan sumbatan pada usus
d. Trauma:trauma multiple, trauma rektum
III. JENIS OSTOMI
A. Berdasarkan lokasi:
a. Kolostomi: Kolon
b. Ileostomi: berasal dari usus halus c. Gastrostomi:Lambung
d. Esofagostomi
B. Berdasarkan tipe teknik operasi:
a. End colostomy (satu mulut)/ single barrel
b. Divided ileostomy (muncul dua mulut) / double barrel c. Loop ileostomy
Gambar: Stoma yang bagus
Sumber: http://www.colostomyuk.org/information/what-is-a-stoma/
IV. TUJUAN PERAWATAN STOMA:
1. Memberikan kenyamanan kepada pasien.
2. Mencegah infeksi.
3. Mencegah iritasi kulit sekitar stoma.
4. Mempertahankan kenyamanan pasien dan lingkungan
V. INDIKASI:
1. Klien yang memiliki diversi usus sementara atau permanen.
VI. KOMPLIKASI:
1. Gagal memposisikan dengan benar (pouch) tepat di atas stoma
2. Cedera pada stoma dari penggunaan ikat pinggan (belt) yang tidak benar 3. Reaksi alergi dari penggunaan produk ostomi
VII. JENIS KANTONG STOMA:
Sumber: https://www.sehatq.com/artikel/mengenal-fungsi-dan-berbagai-jenis-kantong- kolostomi
VIII. PERSIAPAN ALAT:
1. Colostomy bag (berbagai macam tipe, jenis dan merk) beserta pengukur diameter dan penjepit
2. Kapas / kasa steril 3. Nacl
4. Alkohol semprot 5. Kasa steril
6. 1 pasang sarung tangan bersih 7. 1 pasang sarung tangan steril 8. Bengkok/ Neirbekken
9. Celemek
10. Zink salep/obat powder khusus stoma (sesuai resep dokter) 11. Perlak
12. Plester
13. Gunting perban
14. 2 pinset anatomis steril 15. 1 pinset sirurgis steril 16. 2 /3 buah cucing 17. 2 buah Washlap
18. Cairan sabun / 1 buah ember berisi air sabun 19. 1 buah ember berisi air
20. Bedpan/ urinal untuk tempat feses
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PERAWATAN STOMA
No Kegiatan Ya Tidak Perlu
latihan Pra interaksi
1 a. Mengkaji kebutuhan klien untuk perawatan stoma (cek instruksi dokter).
b. Cuci tangan
c. Mempersiapkan alat Fase interaksi
2 Menjelaskan:
a. Mengucapkan salam terapeutik b. Nama perawat
c. Identifikasi gelang pasien, cek nama, tanggal lahir, nomor register dll d. Jelaskan prosedur
e. Tujuan perawatan stoma
f. Persetujuan pasien (informed consent) g. Kontrak waktu (pada klien dan keluarga) h. Menjaga privasi
Fase kerja
3 Perawatan stoma:
a. Mengkaji apakah pasien kooperatif
b. Pakai sarung tangan bersih, gunakan celemek
c. Inspeksi kondisi kantung / barrier kulit yang terpasang untuk melihat adanya kebocoran dan perhatikan penampakan stoma di bawahnya dan insisi bedah
d. Perhatikan jumlah drainase dari stoma, warna
e. Kaji kulit di sekitar stoma, perhatikan adanya jaringan parut, lipatan atau tonjolan kulit, letakkan kantong stoma di bedpan
f. Kaji pemahaman klien akan kolostomi g. Dekatkan alat dan bahan yang diperlukan h. Atur posisi pasien
i. Semprotkan alkohol di sekitar tempat perekat kantong stoma, ratakan dengan kapas.
j. Angkat kantong stoma dengan hati-hati
k. Inspeksi keadaan lubang stoma, cek adanya tanda-tanda infeksi l. Inspeksi karakteristik cairan yang dihasilkan
m. Ukur lubang diameter lubang stoma, siapkan dengan menggunting diameter sesuai ukuran. (1/2-1 cm lebih besar dari lubang stoma)
n. Letakkan 1 washlap pada ember berisi air, peras dan gosok perlahan pada sekitar stoma (1 arah), masukkan washlap ke ember berisi air sabun . Stoma tidak boleh ditekan terlalu keras.
o. Ganti washlap, bilas dengan air bersih. Pastikan saat menggosok hanya di sekitar area ostomi. Bukan di lubang stoma.
p. Buka sarung tangan bersih
q. Siapkan set steril pinset (set steril) yaitu pinset anatomis dan sirurgis, masukkan NaCl pada cucing, kasa/kapas steril dengan prinsip steril.
r. Gunakan sarung tangan steril
s. Peras beberapa kasa/ kapas di cucing, letakkan di cucing kosong
t. Ambil kasa / kapas dengan pinset sirurgis (pada tangan non dominan), alihkan ke pinset anatomis (tangan dominan), bersihkan area stoma, 1 arah, dari dalam ke luar, perhatikan prinsip kesterilan (ulangi beberapa kali sesuai kebutuhan). Stoma tidak boleh ditekan terlalu keras.
u. Keringkan dengan kapas / kasa kering
v. Berikan obat sesuai resep dokter (salep/powder) w. Pasang kantung stoma tanpa ada udara di dalamnya x. Rapikan klien dan lingkungan
y. Akhiri kontrak, membereskan alat, membuang kotoran z. Melepas sarung tangan, cuci tangan.
4 Dokumentasi
1. Tanggal dan waktu penggantian kantung stoma
2. Karakteristik drainase: jumlah, warna, tipe, konsistensi 3. Penampakan stoma dan kulit sekitar stoma
4. Respon klien dan evaluasi perkembangan 5. Pendidikan kesehatan yang telah diberikan 6. Nama perawat, tanda tangan
IV. REFERENSI:
Barbara, Kozier, 1995. Fundamental Of Nursing.California: Addison Wesley
Carpenito, LJ, 2000, Buku saku diagnosa keperawatan. Edisi 8, Alih Bahasa Ester M, EGC, Jakarta
Depkes RI (1995), Penerapan Proses Keperawatan Pada Klien Dengan Gangguan Sistem Muskuloskeletal. Jakarta. Bakti Husada.
Graham, AA & Solomon, L 2005, Buku ajar dan fraktur sistem Apley; alih bahasa, Edi Nugroho, Widya Medika, Jakarta
Kozier, Barbara. 2008, Fundamentals of Nursing: Concepts, Process and Practice. New Jersey. Pearson Education
Price, SA & Wilson L, 2005, Patofisiologi: Konsep Dasar Klinis Proses Penyakit edisi 2, EGC, Jakarta.
Potter, Patricia Ann et al, 2011. Basic Nursing (7th Ed). Missouri. Mosby Elsevier
Smeltzer, S. C. (2001), Buku ajar keperawatan medikal bedah Brunner & Suddart. Ed. 8.
Jakarta: EGC
Suratun, dkk.2008, Klien Gangguan Sisten Moskuluskeletal: Seri Asuhan Keperawatan.Jakarta: EGC