MULAI DARI DIRI
Prinsip Pengajaran dan Asesmen yang Efektif Topik 7
Nama : Chandra Triadi NIM : X9022082252
1. Mengapa refleksi pembelajaran dan asesmen perlu dilakukan oleh guru setelah mereka melakukan kegiatan pembelajaran dan asesmen tersebut?
Jawab :.Karena guru butuh untuk melihat dan mencermati kembali kelebihan dan kekurangan dalam proses pembelajaran. Refleksi ini dapat digunakan sebagai acuan pembelajaran pertemuan berikutnya agar selalu berkembang.
2. Apa tujuan dari refleksi pembelajaran dan asesmen perlu dilakukan oleh guru? Jawab : tujuan refleksi yakni dimaksudkan untuk melihat berbagai tindakan yang pernah dilakukan, memahami tindakan tersebut dan selanjutnya membuat pemaknaan dari tindakan tersebut dalam kaitannya dengan masa lalu, saat sekarang, dan masa yang akan datang dengan tujuan memperbaiki kinerja guru.
3. Apa manfaat refleksi pembelajaran dan asesmen bagi guru dan peserta didik? Jawab:
manfaat refleksi yakni guru tidak akan mengulang kesalahan yang telah terjadi pada pembelajaran sebelumnya. kegiatan refleksi berkontribusi terhadap perilaku profesional maupun usaha untuk mengembangkan profesionalisme guru. Bagi siswa agar memahami diri sendiri terhadap materi yang telah dicapai, memberikan kesan pembelajaran terhadap guru, dan memberikan ungkapan, kritik atau saran kepada proses pembelajaran.
Menemukan solusi atas permasalahan tersebut.
4. Hal-hal apa saja yang perlu direfleksi terkait dengan pembelajaran dan asesmen yang telah dilakukan?
Jawab: Refleksi diri terhadap perencanaan dan proses pembelajaran. Model, media, metode pembelajaran dan asesmen yang dilakukan sudah tepat atau belum.
Dalam perencaan harus menerapkan plant A dan plant B terkait media yang digunakan karena terkait dengan sinyal atau jaringan.
5. Bagaimana prosedur melaksanakan refleksi pembelajaran dan asesmen? Jawab: Asesmen terhadap perencanaan pembelajaran dapat dilakukan dengan cara (Permendikbud Nomor 16 Tahun 2022):
1) Refleksi diri terhadap perencanaan dan proses pembelajaran.
2) Refleksi diri terhadap hasil asesmen yang dilakukan oleh sesama Pendidik, kepala Satuan Pendidikan, dan/atau Peserta Didik
Langkah yang dilakukan yakni mulai dari
1) Refleksi diri sendiri, Pendidik perlu melakukan refleksi diri terhadap perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran dan asesmen yang telah dilakukan.
2) Refleksi sesama pendidik (guru), Hal ini ditujukan untuk membangun budaya saling belajar, kerjasama dan saling mendukung. Sebagaimana refleksi diri, refleksi sesama pendidik dilakukan paling sedikit satu kali dalam satu semester.
3) Refleksi dengan kepala sekolah 4) Refleksi oleh peserta didik
Selain itu, agar dapat melakukan refleksi terhadap praktik pembelajaran dan asesmen yang telah dilakukan dengan akurat maka Langkah yang dapat dilakukan guru yakni : 1) Tentukan tujuan refleksi yang akan dilakukan
2) Pahami terlebih dahulu latar belakang masalah, mengapa perlu dilakukan refleksi 3) Tentukan waktu kapan akan melakukan refleksi dan berapa lama durasinya 4) Pilih model refleksi yang tepat, agar proses refleksi dapat lebih terarah, 5) Siapkan juga pertanyaan kunci dimana jawaban dari pertanyaan itu harus ditemukan pada saat proses refleksi berlangsung.
Prosedur dan model dalam melakukan refleksi praktik pembelaajran dan asesmen misalkan 4F (fact, feeling, finding, and future), model DEAL (description, examination, and articulation of learning, model papan cerita refleksi, model 4C (Connection, challenge, concept, change).