• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengembangan lembar kegiatan siswa (lks) berbasis

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "pengembangan lembar kegiatan siswa (lks) berbasis"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) BERBASIS PENEMUAN TERBIMBING PADA MATERI PERSAMAAN LINIER

SATU VARIABEL UNTUK SISWA KELAS VII MTsN UJUNG GADING KABUPATEN PASAMAN BARAT

Oleh:

Elmisda*, Yulia Haryono**, Alfi Yunita**

*

)

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI SUMBAR

**

)

Staf Pengajar Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI SUMBAR ABSTRACT

The background of this research are the teaching materials that have not been able to facilitate and guide students to learn independently in finding concepts.

The purpose of this research to determine the validity and practicalities of guided discovery-based worksheets. This type of research is the use of 4-D models, but in this study conducted three stages: define, design and develop. Stage Define is to analysis of needs and problem. Stage design is designing worksheet-based guided discovery and develop developing stage worksheet then tested the validity and test the practicalities. Validity test is done to look at the suitability of the material, presentation and language and legibility. Test practicalities tested on 6 students and 2 teachers using a questionnaire and interview guidelines. Results-based worksheet validity guided discovery by worksheet -based validators show valid guided discovery is 3.00. Test the practicalities of the students showed worksheet very practical based guided discovery, namely 86%, test the practicalities of the teacher demonstrate practical guided discovery-based worksheet is 75%, so it can be concluded that based worksheet guided discovery is valid and practical.

Keywords: Students’ worksheet, Guided Discovery PENDAHULUAN

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang mempunyai peranan penting dalam berbagai disiplin ilmu dan memajukan daya pikir manusia.

Matematika secara umum dapat kita pandang dari dua sudut yang berbeda, yaitu sebagai ilmu dan sebagai alat yang dapat mempermudah manusia dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi sehari-hari. Untuk itu, mata pelajaran

matematika wajib dipelajari oleh peserta didik mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi.

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di MTsN Ujung Gading pada tanggal 4-6 September 2014 ditemukan bahwa guru menggunakan bahan ajar berupa buku teks. Dari hasil wawancara dengan guru diperoleh informasi bahwa buku teks yang digunakan sulit dipahami oleh siswa dan belum mampu

(2)

membimbing siswa untuk menemukan konsep matematika dengan baik. Selain itu juga diperoleh informasi bahwa setahun sebelumnya siswa kelas VII menggunakan bahan ajar berupa LKS.

Namun, LKS yang digunakan belum efektif dalam memfasilitasi belajar mandiri. Berdasarkan wawancara dengan siswa diperoleh informasi bahwa materi dan soal dalam buku teks dan LKS yang ada sulit dipahami dan belum dapat membimbing siswa menemukan konsep materi tersebut secara mandiri.

Permasalahan di atas tentunya harus diberikan sebuah solusi. Dalam hal ini salah satu alternatif yang dilakukan adalah memberikan sebuah produk yaitu Lembar Kegiatan Siswa (LKS). Menurut Prastowo (2011:204) ”LKS adalah suatu bahan ajar cetak berupa lembar-lembar kertas yang berisi materi, ringkasan dan petunjuk-petunjuk pelaksanaan tugas pembelajaran yang harus dikerjakan oleh peserta didik yang mengacu pada kompetensi yang harus dicapai”. LKS digunakan untuk membantu siswa dalam pembelajaran dan dengan bahasa yang sesuai dengan kemampuan siswa. LKS yang dikembangkan adalah LKS berbasis penemuan terbimbing. Menurut Hamdani (2011:2) ”Penemuan adalah proses mental siswa mengasimilasikan suatu konsep atau suatu prinsip, dimana proses mental yang dimaksud adalah

mengamati, menjelaskan,

mengelompokkan serta menyimpulkan”.

Dalam hal ini berati siswa yang diminta untuk aktif dalam proses pembelajaran, dan terbimbing yang dimaksud adalah guru memberikan bimbingan terhadap siswa dalam proses penemuan yang dilakukan oleh siswa.

Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan LKS berbasis penemuan terbimbing yang valid dan praktis pada materi Persamaan Linear Satu Variabel untuk siswa kelas VII MTsN Ujung Gading Pasaman Barat.

Penelitian yang relevan dengan penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan oleh Vivien Almira (2013) dengan judul ”Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Berbasis Penemuan Terbimbing Pada Materi Statistika Untuk Siswa Kelas XI IPA SMA”. Hasil penelitian ini menyatakan LKS yang dikembangkan adalah valid.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (research and development). Menurut Borg dalam Sugiyono (2012 : 9) ”penelitian dan pengembangan (research and development) merupakan metode penelitian yang digunakan untuk mengembangkan atau menvalidasi produk-produk yang digunakan dalam pendidikan dan pembelajaran”.

(3)

Berdasarkan uraian di atas dapat dikatakan penelitian pengembangan bertujuan untuk menghasilkan produk sebagai fungsi pengembangan untuk mengatasi masalah dalam pembelajaran.

Model pengembangan ini terdiri dari 4 tahap yaitu: pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate).

Pada penelitian ini tahap penelitian terbatas sampai tahap develop saja yaitu sampai tahap praktikalitas.

HASIL PENELITIAN DAN

PEMBAHASAN

Berdasarkan angket hasil penilaian dari validator maka didapatkan hasil sebagai berikut:

Tabel 1. Hasil Validasi Aspek

yang divalidasi

Rerata Kategori

Materi 3,00 valid

Penyajian 3,00 valid

Bahasa dan keterbacaa n

3,00 valid

Rata-rata 3,00 Valid

Tabel 1 di atas menunjukkan LKS berbasis penemuan terbimbing pada materi PLSV untuk siswa kelas VII MTsN Ujung Gading Kabupaten Pasaman Barat dengan rerata keseluruhan 3,00 dikategorikan valid.

Nilai validasi pada aspek materi yaitu 3,00 dengan keterangan valid. Nilai validasi tersebut menunjukkan bahwa isi

LKS yang dirancang sudah sesuai dengan kompetensi dasar, tingkat kemampuan perkembangan siswa, contoh mudah dipahami, merangsang daya berfikir kritis siswa, kesesuaian dengan langkah pendekatan berbasis penemuan terbimbing, dan konsep yang terdapat pada materi persamaan linier satu variabel.

Nilai validasi aspek penyajian yang diperoleh yaitu 3,00 dengan keterangan valid. Nilai validasi tersebut menunjukkan bahwa penyajian LKS yang dirancang sudah sesuai dengan cara mudah membantu siswa memahami LKS, kesesuaian rangkuman dengan materi, langkah-langkah penggunaan LKS jelas, sistematika materi, contoh soal dan latihan relevan dengan materi yang disajikan, umpan balik sebagai pedoman penilain yang sebenarnya, kunci jawaban sesuai dengan latihan yang diberikan.

Nilai validasi pada aspek bahasa dan keterbacaan yang diperoleh yaitu 3,00 dengan keterangan valid. Nilai validitas tersebut menunjukkan bahwa bahasa LKS yang dirancang sudah sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, bahsa sederhana dan langsung kesasaran, kalimat tidak mengandung makna ambigu, kesesuaian dengan tingkat pemahaman siswa, bahasa yang digunakan komunikatif, kalimat yang digunakan melibatkan kemampuan

(4)

berfikir logis, dan penggunaan tanda baca.

Uji praktikalitas dilakukan oleh 6 orang siswa MTsN Ujung Gading dan 2 orang guru matematika MTsN Ujung Gading.

Tabel 2. Hasil angket praktikalitas LKS oleh guru

Indikator Nilai praktik

alitas (%)

Kategori

Kemudahan penggunaan LKS

75% Praktis

Waktu yang diperlukan

75% Praktis

Mudah diinterpretasi kan

75% Praktis

Memiliki ekivalensi yang sama

75% Praktis

Rata-rata 75% Praktis

Tabel 2 di atas menunjukkan bahwa LKS yg dikembangkan telah memiliki kriteria praktis untuk indikator kemudahan penggunaan LKS, waktu yang diperlukan, mudah diinterpretasikan dan memiliki ekivalensi yang sama.

Rata-rata nilai praktikalitas dari angket adalah 75% berarti LKS yg dikembangkang praktis.

Nilai praktikalitas pada aspek kemudahan dan penggunaan adalah 75%

dengan kategori praktis. Nilai praktikalitas menunjukkan bahwa kemudahan dalam penggunaan LKS yang dirancang sudah sesuai dalam mengarahkan menemukan konsep dalam

materi, mudah digunakan karena dilengkapi dengan petunjuk belajar, kunci latihan membantu siswa dalam memeriksa kebenaran jawaban, soal dapat mengukur tingkat pemahaman, memudahkan siswa memahami materi persamaan linier satu variabel.

Nilai praktikalitas pada aspek waktu yang diperlukan adalah 75%

dengan kategori praktis. Nilai praktikalitas tersebut menunjukkan bahwa efisiensi waktu pembelajaran LKS yang dirancang sudah sesuai dengan pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisiensi, penggunaan LKS menggunakan waktu relatif singkat, dan penggunaan LKS dapat mengurangi beban guru.

Nilai praktikalitas pada aspek mudah diinterpretasikan adalah 75%

dengan kategori praktis. Nilai praktikalitas tersebut menunjukkan bahwa LKS yang dirancang sudah sesuai dengan penggunaan bahasa, penggunaan kata dan kalimat, LKS mendukung peran guru, dan guru mudah memantau pembelajaran.

Nilai praktikalitas LKS pada aspek memiliki ekivalensi yang sama adalah 75% dengan kategori praktis. Nilai praktikalitas tersebut menunjukkan bahwa LKS yang sudah dirancang dapat dijadikan pendamping buku paket dan catatan, dan dijadikan sebagai sarana pengerjaan tugas.

(5)

Tabel 3. Hasil angket praktikalitas oleh siswa

Indikator Nilai prakti kalitas (%)

Kategori

Kemudahan penggunaan LKS

91% Sangat

praktis Waktu yang

diperlukan

78% Sangat

pratis Mudah

diinterpretasika n

91% Sangat

Praktis Memiliki

ekivalensi yang sama

85% Sangat

Praktis

Rata-rata 86% Sangat

Praktis

Nilai praktikalitas LKS dari segi kemudahan penggunaan LKS adalah 91% dengan kategori sangat praktis.

Nilai praktikalias tersebut menunjukkan bahwa petunjuk penggunaan LKS sudah jelas dan dapat membantu siswa dalam mempelajari LKS, uraian materi dan contoh soal dapat dipahami siswa dengan baik.

Nilai praktikalitas pada aspek waktu yang diperlukan adalah 78%

dengan kategori sangat praktis. Nilai praktikalitas tersebut menunjukkan bahwa efisiensi waktu pembelajaran LKS lebih efektif, latihan dapat dikerjakan dalam waktu yang singkat, dan kesesuaian dengan karakteristik dan kemampuan siswa.

Nilai praktikalitas pada aspek mudah diinterpretasikan adalah 91%

dengan kategori sangat praktis. Nilai praktikalitas tersebut menunjukkan bahwa LKS yang dirancang mudah dengan penggunaan kata-kata dan kalimat, perintah LKS, kunci jawaban LKS mengurangi kesulitan belajar siswa, dan soal latihan sebagai alat ukur.

Nilai praktikalitas pada aspek memiliki ekivalensi yang sama adalah 85% dengan kategori sangat praktis.

Nilai praktikalitas tersebut menunjukkan bahwa ekivalensi yang sama LKS yang dirancang dapat dijadikan pendamping buku paket dan catatan dan dijadikan sebagai sarana pengerjaan tugas pemahaman.

Hasil praktikalitas dapat dilihat pada tabel 3, dan nilai rerata praktiklitas yaitu 86%. Hasil praktikalitas untuk siswa secara umum menunjukkan bahwa LKS berbasis penemuan terbimbing dikategorikan sangat praktis.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. LKS berbasis penemuan terbimbing yang dikembangkan valid menurut praktisi pembelajaran matematika dan bahasa.

2. LKS berbasis penemuan terbimbing yang dikembangkan sangat praktis digunakan menurut

(6)

guru dan siswa setelah diuji cobakan dalam pembelajaran matematika.

DAFTAR PUSTAKA

Almira, Vivien. 2013. Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Berbasis Penemuan Terbimbing Pada Materi Statistika untuk Siswa Kelas XI IPA SMA. Skripsi tidak diterbitkan. Padang: STKIP PGRI Sumatera Barat.

Hamdani. 2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: CV Pustaka Setia.

Prastowo, Andi. 2011. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif.

Yogyakarta: Diva Press.

Referensi

Dokumen terkait

KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan hasil analisis data yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa penelitian menghasilkan LKS berbasis konstruktivisme pada materi segitiga dan

PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA LKS BERBASIS PENEMUAN TERBIMBING PADA MATERI BENTUK ALJABAR UNTUK SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 KOTO KESAR KABUPATEN DHARMASRAYA Oleh:

LKS berbasis konstruktivisme pada materi peluang memiliki beberapa karakteristik yaitu sebagai berikut: LKS ini memiliki cover seperti Gambar 1 berikut Gambar 1 Uraian materi pada

Hasil analisis angket praktikalitas guru dan siswa terhadap Lembar Kegiatan Siswa LKS menulis paragraf argumentasi berbasis teknik inquiring minds want to know berbantuan media gambar

KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil pengembangan yang telah dilakukan, maka diperoleh kesimpulan dihasilkannya LKS berbasis pemecahan masalah untuk materi operasi aljabar pada

LKS berbasis penemuanterbimbing yang valid, praktis, danefektifdapat digunakan sebagai bahan ajar bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran untuk materi sistem persamaan linear dua

Dari hasil wawancara guru menjelaskan bahwa LKS yang digunakan untuk melatih siswa dalam menyelesaikan soal-soal belum mampu membantu siswa dalam memahami dan mengingat konsep

Selanjutnya kegiatan yang dilakukan pada tahap develop adalah validasi produk oleh validator dan praktikalitas produk dengan cara produk diuji-cobakan pada enam orang siswa yang telah