Dengan segala rahmat, taufik, bimbingan dan inayah yang telah diberikan, penulis mampu menyelesaikan skripsi yang berjudul: “PENGARUH PENERAPAN NILAI-NILAI SYARIAH PADA BANK BERBASIS SYARIAH TERHADAP LOYALITAS NASABAH PADA PT.BANK SYARIAH MANDIRI CAB.MAKASSAR”. Dengan diundangkannya undang-undang ini, maka berdirilah bank syariah pertama di Tanah Air, yaitu Bank Muamalat Indonesia (BMI).
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat hasil penelitian
Nilai-Nilai Islam Dalam Perbankan Syariah
Pembahasan nilai-nilai Islam pasti akan berkaitan dengan Al-Qur'an sebagai pedoman bagi masyarakat. Nilai-nilai Islam pada hakikatnya adalah kumpulan prinsip hidup, ajaran bagaimana seharusnya manusia menjalani kehidupannya di dunia ini.
Pengertian Perbankan Syariah
Bank bermaksud institusi kewangan yang bertindak sebagai perantara kewangan antara dua pihak iaitu pihak yang mempunyai kelebihan dana dan pihak yang kekurangan dana. Gabungan dua perkataan di atas menjadi bank syariah bermaksud bank syariah adalah institusi kewangan yang bertindak sebagai perantara antara pihak yang kelebihan dana dengan pihak yang kekurangan dana untuk aktiviti perniagaan dan aktiviti lain yang sesuai dengan syariat Islam.
Karakteristik Perbankan Syariah Dalam Konsep Produk Jasa Bank Syariah Syariah
Oleh karena itu, interaksi antara penyedia layanan bank dan nasabah merupakan ciri khusus pemasaran layanan bank. Bank juga dapat melakukan survei nasabah untuk memperoleh masukan guna meningkatkan kualitas layanan perbankan dan pelayanan nasabah.
Loyalitas Nasabah
Loyalitas seringkali dihubungkan antara nilai-nilai dimana pelanggan setia merasakan ikatan emosional dengan perusahaan. Ikatan emosional inilah yang menjadikan pelanggan setia dan mendorong mereka untuk terus membeli produk perusahaan dan memberikan rekomendasi. Saat ini, meski belum melakukan pembelian, mereka sudah mengetahui keberadaan perusahaan dan layanan yang ditawarkan melalui rekomendasi dari pihak lain.
Pelanggan meliputi semua pelanggan yang telah membeli barang/jasa yang dibutuhkan dan ditawarkan perusahaan secara berkelanjutan, hubungan ini bertahan lama, dan mempunyai sifat retensi. Pelanggan yang loyal merupakan suatu aset yang penting bagi perusahaan, hal ini terlihat dari karakteristik yang dimilikinya, seperti yang diungkapkan oleh Griffin (2002:31) dalam Harriyati bahwa pelanggan setia mempunyai ciri-ciri sebagai berikut. Sedangkan Joko Riyadi (2004:83) dalam Hurriyati menyebutkan lima faktor utama yang mempengaruhi loyalitas konsumen sebagai berikut.
Kualitas produk yang semakin baik secara langsung akan mempengaruhi tingkat kepuasan konsumen, dan jika hal ini terjadi secara terus menerus maka akan menyebabkan konsumen selalu loyal untuk membeli atau menggunakan produk tersebut dan hal ini disebut dengan loyalitas konsumen. Kualitas pelayanan, selain kualitas produk, ada hal lain yang mempengaruhi loyalitas konsumen yaitu kualitas pelayanan.
Kerangka Pikir
Al-Qur'an dan Al Hadits dengan jelas dan tegas menjelaskan pokok permasalahan (keyakinan, akhlak dan ibadah). Jika ada suatu hal yang tidak penting dalam Al-Qur'an dan hadisnya tidak dijelaskan secara jelas dan tegas, maka ulama boleh mengambil fatwa (keputusan) mengenai hal itu. 7 Tahun 1992 tidak memperbolehkan beroperasinya bank syariah yang membuka unit usaha konvensional dan sebaliknya.
Pada tanggal 10 Oktober 1998, muncul bank syariah baru dan unit usaha syariah (bank konvensional yang membuka unit usaha syariah). Dengan semakin banyaknya bank syariah dan unit usaha syariah, timbul permasalahan dalam operasionalisasi bank syariah. Diduga ada beberapa bank syariah yang kegiatannya tidak sesuai dengan prinsip dan nilai Islam.
Kepuasan nasabah terhadap produk, pelayanan dan sistem pada bank syariah akan menjadikan nasabah bank syariah menjadi loyal. Produk yang ditawarkan, layanan yang diberikan dan sistem syariah yang diterapkan sesuai dengan prinsip dan nilai-nilai Islam.
Hipotesis
Metode Pengumpulan Data
Jenis dan Sumber Data
Populasi dan Sampel 1. Populasi Penelitian
Sampel Penelitian
Dari hasil tersebut dibulatkan menjadi 100 responden. Besar sampel sebanyak 100 responden diperkirakan memenuhi konsep mewakili seluruh pelanggan PT. Bnak Syariah Mandiri Cabang Makassar.
Metode Analisis
Setiap indikator atau subvariabel yang dinilai oleh responden diklasifikasikan menjadi 5 (lima) alternatif jawaban dengan menggunakan jawaban yang dapat dipilih oleh responden. Total skor setiap variabel atau subvariabel dihitung sama dengan penjumlahan seluruh skor indikator seluruh responden. Dihitung total skor tiap variabel atau subvariabel sama dengan penjumlahan seluruh skor indikator variabel seluruh responden.
Deskripsi seperti distribusi frekuensi dan tampilan dalam bentuk tabel Klasifikasi atau kategori yang dikemukakan oleh Sugiono (2004:14) dan digunakan dalam penelitian ini adalah. Sangat setuju diberi bobot 5. Setuju diberi bobot 4. Setuju diberi bobot 3. Tidak setuju diberi bobot 2. Perbedaan kuat diberi bobot 1. Penentuan rentang mengacu pada hitungan yang digunakan yaitu banyaknya kelas interval pada angka 1 sampai dengan 5.
Definisi operasional merupakan batasan yang digunakan untuk menghindari perbedaan penafsiran terhadap variabel yang diteliti. Adil dan sebenarnya, setiap akad (transaksi) harus benar-benar memperhatikan rasa keadilan dan sebisa mungkin menghindari rasa ketidakadilan (Dzalim), sehingga harus ada persetujuan bersama dari masing-masing pihak.
Sejarah Singkat PT.BANK SYARIAH MANDIRI
Bank konvensional saat itu yang merasakan dampak krisis antara lain PT Bank Susila Bakti (BSB). Saat itu, BSB berusaha keluar dari krisis dengan melakukan merger atau merger dengan sejumlah bank lain dan mengundang investor asing. Pada saat yang sama, pada tanggal 31 Juli 1999, pemerintah menggabungkan empat bank (Bank Dagang Indonesia, Bank Bumi Daya, Bank Exim dan Bapindo) menjadi satu bank baru bernama PT. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk selanjutnya melakukan konsolidasi dan membentuk Tim Pengembangan Perbankan Syariah sebagai tindak lanjut keputusan pemerintah melakukan merger.
Tim yang dibentuk ini bertujuan untuk mengembangkan layanan perbankan syariah di grup perusahaan Bank Mandiri, sebagai respon atas disahkannya undang-undang no. Oleh karena itu, Tim Pengembang Bank Syariah segera mempersiapkan infrastruktur dan sistem agar kegiatan usaha BSB berubah dari bank konvensional menjadi bank syariah dengan nama PT Bank Syariah Mandiri dengan akta notaris: Sutjipto, SH, No. 23 tanggal 8 September Tahun 1999 PT Bank Syariah Mandiri dengan ini resmi mulai beroperasi sejak Senin tanggal 25 Rajab 1420 H atau tanggal 1 November 1999 M sampai sekarang.
Visi, Misi PT. Bank Syariah Mandiri
Struktur Organisasi dan Job Description 1. Struktur Organisasi
Optimalisasi peran Direktur Kepatuhan terus ditingkatkan, khususnya sebagai pengurus Forum Komunikasi Direktur Kepatuhan Perbankan (FKDKP). Optimalisasi fungsi kepatuhan Bank Syariah Mandiri akan semakin disempurnakan seiring dengan perkembangan organisasi Bank Syariah Mandiri. Komite Audit BANK SYARIAH MANDIRI pada dasarnya memenuhi persyaratan GCG, namun terdapat juga beberapa komite lainnya (Komite Pemantau Risiko, Komite Remunerasi merangkap Komite Nominasi). G.
Pada sub bab ini penulis akan memaparkan hasil yang penulis lakukan terhadap 100 responden yang merupakan nasabah PT BANK SYARIAH MANDIRI MAKASSAR TAK. Berikut hasil penyebaran kuesioner kepada pelanggan yang memberikan informasi mengenai identitas responden dan variabel yang diteliti. Perlu diketahui bahwa identitas responden yang ditabulasi tidak mencantumkan nama responden dan nama perusahaan karena ini bukan data yang dapat ditabulasi.
Gambaran umum responden dapat dilihat pada kuesioner yang dikumpulkan dari nasabah PT BANK SYARIAH MANDIRI CABANG MAKASSAR. Hasil jawaban kuesioner dari responden yang dianggap lengkap untuk dijadikan bahan analisis berjumlah 100 dengan rincian sebagai berikut.
Karakteristik Responden
- Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
- Karakteristik responden berdasarkan lama menjadi nasabah Tabel 5.3
- Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan
- Karakteristik berdasarkan usia
- Karakteristik responden berdasarkan pekerjaan
Berdasarkan tabel diatas karakteristik responden berdasarkan lama menjadi nasabah di PT BANK SYARIAH MANDIRI CAB MAKASSAR nasabah terbanyak didominasi oleh mereka yang sudah menjadi nasabah 1-3 tahun yaitu 36% dari total 100 responden , dan <1 tahun yaitu 31 % dari total 100 responden, 4-6 tahun yaitu 15% dari total 100 responden, 7-9 tahun yaitu 15% dari total 100 responden, kemudian hanya >10 tahun 3 % dari total nasabah di PT.BANK MANDIRI SYARIAH. Karakteristik nasabah berdasarkan tingkat pendidikan nasabah PT BANK SYARIAH MANDIRI MAKASSAR TAK dapat dilihat pada tabel dibawah ini yaitu. Dari tabel 6 diatas yaitu karakteristik responden berdasarkan tingkat pendidikan terlihat bahwa nasabah PT BANK SYARIAH MANDIRI CABANG MAKASSAR lebih didominasi oleh lulusan Sarjana yaitu sebesar 23% dari 100 responden, disusul oleh responden yang bergelar Magister pendidikan sebesar 22%, kemudian disusul responden dengan pendidikan S3 berjumlah 21%, dan responden dengan pendidikan D3 berjumlah 19%, sedangkan responden dengan pendidikan SMP dan SMA berjumlah 6% dan 9% dari 100 responden.
Berdasarkan Tabel 7, karakteristik responden menurut usia nasabah PT BANK SYARIAH MANDIRI CABANG MAKASSAR didominasi oleh nasabah berusia 41-50 tahun yaitu 32% dari total 100 responden, dan berusia 31-40 tahun. yaitu 26% dari total 100 responden, disusul responden berusia 26-30 tahun yaitu 22% dari total 100 responden, dan berusia <25 tahun yaitu 12% dari total 100 responden, pembeli berusia >50 tahun yaitu 8%. dari total 100 responden di PT BANK SYARIAH MANDIRI CABANG MAKASSAR. Dari tabel 8 diatas yaitu karakteristik responden menurut jabatan pekerjaannya terlihat bahwa diantara nasabah PT.BANK SYARIAH MANDIRI CABANG MAKASSAR lebih dominan adalah wiraswasta yaitu 27% dari 100 responden , diikuti oleh responden pelajar sebanyak 22%, disusul responden dengan jasa lain 17%, dan swasta 14%, PNS dan ibu rumah tangga 13% dan 7% dari 100 responden.
Deskriptif Hasil Penelitian
Berdasarkan variabel-variabel yang mengacu pada rumusan masalah dalam penelitian ini, uraian data dapat dikelompokkan menjadi 2 (dua) bagian, yaitu: variabel nilai-nilai Islam, dan loyalitas pelanggan. 1 0 Berdasarkan tanggapan responden terhadap variabel kejujuran di atas terlihat bahwa variabel ini mempunyai mean sebesar 4,03 yang termasuk dalam kategori baik. Artinya secara umum penerapan nilai-nilai Islam menurut persepsi nasabah PT Bank Syariah Mandiri cabang Makassar sudah baik. Berdasarkan jawaban responden terhadap variabel kesetaraan di atas terlihat bahwa variabel ini mempunyai mean sebesar 3,99 yang termasuk dalam kategori baik. Berdasarkan jawaban responden terhadap variabel keadilan di atas terlihat bahwa variabel ini mempunyai rata-rata sebesar 3,96 yang termasuk dalam kategori baik. Berdasarkan tanggapan responden terhadap variabel loyalitas pelanggan di atas terlihat bahwa variabel ini mempunyai mean sebesar 3,92 yang termasuk dalam kategori baik. Uji t digunakan untuk menguji apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel independen dan variabel dependen secara terpisah. Pembahasan Hasil Penelitian
Hasil Analisis Data 1. Uji Regresi Berganda