KCINJ$qllR uK$u UAII,]AN RAYA
SUKI
PHffiENfrEF$ffi&ru
FeH,/-}tr
c-{-
P- ffiP-F.:Ft ti
1[i
ffi&Y,e,
. '.i i..:;r
., ' ri$* : r- l'' ,- -., .s : - *..,_-.:
' :-
_.-....:.::...ix:"-'**:"t:;'-:.:*W8qii{4- *iroi
.-//' :
-. .,r..
".:,/,
L,l,
,' #f, f-di;*I ;t.! , , . i
^ffitd;S,:- u;.-ffi,
p$fimlBfistrfl fr{}ryix ffi&,t{*}ulf{{d
ECTI{$
2PERfi NCf, l{Gf, N PERKERf,Sf, il ,61fiil Rf,Yf,
IR. |{A&\IRFIAN SAODANG
MSCTTPENDRBII NOVA
Kotak Poc l4rBA BANDIING
Saodang, Hamirhan
tr(onstruksi Jalan
Cetakon l.
---3
iil.
16x
23cm.
Eaya / oleh Hcmirhan Soodong Bcndung
:Nova, 2oo5.
Buku:
1.
GE0METRTKJATAN.2.
PERANCANGAN PERKERASANJAilIN MYA.
3.
STRUKTUR & KoNSTRUKSI JAIIIN RAYA.Bibliografi zhlm.24t
ISBN ISBN ISBN ISBN
979
-
95847-2-8
979-95847-3-6
979
-
95847- 4-
4979-95847
-5-2 1.
JalanRaya l.
no.iil. lengkcrp)
KONSTRUKSI JAI-AN RAYA
625.7
iil.
ri11.2
iil.3
Hak
cipta dilindungi
Undang-
undang.Dilarang
memperbanyak karyatulis ini
sebagiandalam bentuk dan dengan car^
^p^pun, termasuk tanpa
ijin
tertulis dari penerbit.atau
seluruhnya, stensil, fotokopi,(rt(gt<rt<a(8(4tcqt@t<*r$@t(6<rt(8<gt<qt<$(rt(rt(6<a(fi<4t<8<qt(8<8<qt@tca<8cs(8(8
dideniftaaifran untuft
keduo o,r0r4g
tuo ,
donbeLuatgabu ,
r,itodL,l;l*, aW,l,;-
<qtgt(gtcqtgtcgt<a(qt@tc$<rt(g(g<rt<B(8<8<8(8<A<4t(8<rt<8(fi
KATA PtrDSGAB$TAR
Posisi Perkerasan Jalan didalam Konstruksi Jalan Raya sangat sentral mengingat perkerasan adalah esensi didalam
struktur
jalan- JalanRaya selalu menuntut keberadaan perkerasan yang
kuat,tahan lama,nyaman,murah tepat sasaran dan banyak hal lagi.Ini
semua merupakanindikator dari
keingin^n^gar
jalan
raya berfungsi sebagaiman,-..tirryr.
Untuk
mendapatkan fungsi yang baik tentunya memedukan dua hal yaitu pef.ancngan yang
sempufnadan
keberhasilan pelaksanaanagar
sesuai denganr^nc
flgan.Buku 2 :
Perancangan Perkerasan Jalan Rayaini
membahas perancangan perkerasanjalan raya baik
perkerasanlentur
maupun perkerasankaku. Dengan
mengedepankanprinsip-prinsip dari
kedua perkerasan,konsep dasardan metodologi
perancangan.Dibagian
akhir diselipkan pera,ncangn
perkerasanlenrur yang bersifat aplikatip
untuk mencoba menjelaskan sejauh mana perkembangan sistem perkeiasan di Indonesia.Seperti sudah dijelaskan sebelumnya pada
Buku
1: Geometrik Jalan,ttgabuku
yang pen),usun terbitkan,tidak terkait langsung saru sama lain,sehingga siapapun yanghanya berniat untuk memiliki salah satu sajadai
ketiga buku tidak akan kehilangan konteks permasal ahan.p ada kenyataannya memang dalam kurikulum nasional Geometrik Jalan dzn perkerasan
Jalan
telpisah
sendiri-sendiri,walaupunada
koneksitas permasalahan.Sehingga pen)^rsun mengikuti pola pemisahan tersebut,dan bahkan dilengkapi dengan rencn Buku 3:
Struktur dan Konstruksi Jalan yang merupakan bahasan teknik-teknik pelaksanaan konstruksi jalan.Buku 1
Geometrik Jalan diterbiikanJuni
2004dan Buku 2
:Perancangan PerkerasanJalan Raya
ini
direncanakan awal tahun 2005 paling lambat kuartal peftaLm^ sudah bisa diterbitkan juga.Sengaja
penulis mengambil kosa kata
pefancangan bukan perencanaan karena pengertian perancangan bermakna lebih luas dari pada perencanaan. Materi perkerasanjilan
ttda.k hanya merencanakan perkerasan saja,berapa tebal perke r^san,apa j enis perkerasan,material
apa pembentukI(aa
lPengwtar1rc'rlicmstn dan lain-lain,tapi fuga mempunyai pengertian bagaimana dasar pemikiran konsep dalam penentuari suatu kebutuhan perkerasan. Bagaimana pula design prlcess samp4i terpilihnya suatu bentuk perkerasan. Interaksi apa dan dimana kedudukar[ perker4san jalan terhadap suatu sistem manajemen ialan datr dimana pula fosisinya dalam pengembangan sara;n dan prasarana transportasi. \X/alaupun
penulis tidak
membahasitu
semua,tapi penulis beranggapan bahwaistilah
perancanganlebih tepat
digunakan didalam pengertiandan
kedudukan perkerasan jalan yang merupakan salah satu elemen transportasi,berfungsiuntuk
mengakomodir seluruh perencanaan- perencanan lain untuk membentuk suatu sistem
transPoftasi secara keseluruhan.Akhirul kata penulis sangat
mengharapkanbilamana
ada masukan-masukanuntuk
perbaikanpenfrsunan
yanglebih
lengkap dari buku perancng
rr perkerasan ialanrayairu.Wassalam.
Bandung, akhir tahun 2004.
PENUL[S.
DAFTARl
HALAMANJUDUL
KATA PENGANTAR
1iii
2
-)
DAF'TAR ISI
BAB
1BAB
2BAB
3PENDAI{ULUAN
1.1.
Lingkup Bahasan1.2.
Istilah dan Pengerttannya.KRITERIA PERANCANGAN PERKERASAN JALAN
2.1.
Kriteria DasarPerancangan... ..
172.2.
Pendekatan MetodaPerancangan...
222.3.
I(onsep PerancanganPerkerasanJalan
242.4.
Kriteria PerancanganPerkerasanJalan...
252.5.
Paramater PerancanganPerkerasanJalan
25ELEMEN STRUIffUR PERKERASAN JALAN
3.1. KelompokStrukturJalanLentur
Kelompok Struktur Jalan Kaku...Elemen Struktur Perkerasan Interblock
METODA PERANCANGAN PERKERASAN JAI-AN
4.1,.
Pengertian Umum Perwufudan Perkerasan.3.2.
J.-).
JJ 57 /-t
77 78
BAB
44.2.
MekanismeKerusakan4.3.
4.4.
5.6.
5.7.
BAB
66.1.
6.2.
6.3.
DAFTAR PUSTAKA.
Doftar lsi
Penilaian
Penr,,uiudan
79Metoda
Perancangan...
81BAB 5 RANCANGAN BAHAN PERKERASAN JAI-AN
5.1.
Bahan Tanah 1525.2. Pasir...
1545.3.
BahanAgregat...
1545.4.
BahanAspal
1585.5.
CampuranBitumen....
162Pemeriksaan Bahan Perkerasan Jalan Lentur Pemeriksaan Bahan Campuran Aspa1...
5.8.
JobMix
Design @esain Campuran)5.9.
Metoda Rancangan Campuran dari AsphaltInstitute...
1995.10.
Metoda Perancangan CampuranAspal...
204SISTEM PERANCANGAN PERKERASAN JALAN
164 168 170
224 229 230
243 245 246
251.
263 Proses P erancangan...
T ahapan Pro ses P er ancangan ...
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran
A
Lampiran B Lampiran C
?eno$flwuqn
6V)
erkerasan]alan adalahbagian dari jalur lalu lintas,yang bila kitalyf
perhatikan secara strukturil pada penampangmelintingialan,
<
merupakan penampang strukrur dalam kedudukan yang paling sentral dalam suatu badanjalan.
Lalu lintas langsung terkonsentrasi pada bagian ini,dan boleh dikatakan merupakanurat
nadidari
suatu konstruksi jalan. Perkerasan jalan dalam kondisi baik maka arus lalu lintas akan berjalan dengan lancar, demikian sebaliknya kalau perkerasan ialan rusak,lalu lintas akan sangat terganggu.Apapun jenis
perkerasanlalu
lintas,diaharus dapat
memfasilitasi sejumlah pergerakanlalu
lintas,apakah berupa jasa angkutan manusia,arau jasa angkutanbanng berupa seluruh komoditas yang diiiinkan untuk berlalu lalang disitu. Dengan beragam jenis kendaraan dengan angkutan banngnya,akan
memberikanvariasi beban
sedangsampai
berat,jenis kendaraan penumpang akan memberikan pula sejumlah variasi beban ringan sampai sedang.Ini harus dapat didukung oleh
perkerasan jalan.Daya dukungperkerasan ialan ini,akan menentukan kelas jalzn yani
bersangkutan,misalnya
jalan kelas I akan
menerimabeban yang
lebih besar,dari jalan kelas Il,sehingga sudahbanngtentu
mutu bahanp.rt.rur".,
jalan,akan disyaratkan berbeda sesuai dengan kualifi kasi pembebanannya.
)aringan
jalandi
Indonesia,tersebar meluas keseluruh pelosok yangdapat
dijangkau transportasidarat.
Mengingat luasnya cakupan wiiayrhtransportasi, dan dengan belum
seimbangnyakemampuan
sumberdana,masih banyak daerah yaflg belum dapat dijangkau
oleh transportasi,sehingga mungkin dibanyak tempat masih belum seimbangnya pras^r^na jalan,dengan kebutuhan yang ada. Barangkah bznyak desa-desa di2 Xon6cfiuKa) 74J,4ll B^KA 2 : PER,4No,+NqAN PERKER.4SANJAL-qN
Irrcloncsia yang masih
bertumpu
hanya padajalan
setapak,sebagai satu- satunyapr^szrzn
penghubung dengan desa lainnya. Sehingga sudah barungtcntu
perkerasan jalan-nya belum terbentuk,masih berupa ialan-jalan tanah alamiah.Namun
demikiandari
tinjauanhistoris
ialzn,jilan-ialan
sepertiinilah yang
akan meniadi cikal-bakal perkerasan ialan dimasa yang akan datang.Untuk tfi)
^gar dipahami bahwa:
* )alan
harus direncanakan sehingga sesuai dengan kebutuhan lalu lintas yang akan dilayani pada ruas tersebut.tr
Jalanharus
direncznakan dengan standarteknik yang
masuk akal,yang ditetapkan oleh irrstansi yang berwenang.*
Jalan harus dibangun dalam keterikatan waktu,tenaga dar, dana yang bias an y a terbatzs.*
Perhatianharus diberikan pada
pengaruhdampak
lingkungan daenh sekitarnya.*
Jalan harus dibangun dengan tetap meniaga keseimbangan wilayah.*
Jalan agar dibangun dengan tuiuan yang tertentu,belpotensi untuk pengembangan wtlayah,pengembangn ekonomi
ataupun untuk tuiuan lainnya yang memang sangat diperlukan.Dengan
maksud-maksuddiatas,mungkin saia dengan
tambahanlain,para perencana
^t^r7 pelaksana
Lta:ubadan y^flg terkait
harusmengikutinya sebagai suatu komitmen kerja.
1.I. LINGKUP BAHASAN.
Cakupan
dari buku I(onstruksi Jalan - Buku 2
:I)crkerasan Jalan ini,adalah :
0 Metoda
lJmum
Perancangan0
I(riteria
Perancangan Jalan,meliputi Konsep
f)asar [)asar Teoritis0
h ualifikasi Perkerasan Jzlan0
I rlt'men Struktur Perkerasan Jalan 0 l\lt'torla Rancangan Perkerasan Lenturl i\lct,tlt
Rancangan Perketasan I(aku (i ll,rlr;rrr l)crkerasan dan PengujiannyaI'
r,r,,I( nr I)t'rrrncangan PerkerasanJalanl',r,l.r
l,,rlr:rs;rny^ng memedukan tambahan
penjelasan,biamana dl*tr41e ;, 1,, r I r r.,r l. :r r r r I i bcrikan contoh perhitungan.Petancangan
Perancangan
Pendahuluan
7.2. ISTII.AH DAN PENGERTIANI{YA.
1.2.I. BE,BAN
LALU LINTAS.
(1). Sunai lalulintas (trafftc counting)
Untuk
mendapatkan pral<traan lalulintas yang representarif,dalam rangka menghitung ahranlaht lintas,selamaiangka desain,.n
^n^ 5,10 atau 20 tahun yang dipedukan untuk desain struktur perkerasan,dilakukan survai lalulintas untuk menentukan :
,)
Lalulintas Harian Rata-Rata tahunan(LHR)
padasetiap
ruas jalan.ii). Identifikasi jenis dan berat
sect^ umum dari
setiap kategori kendaraan.iii).
Distribusi model lalu lintas pada setiap ruas jalan.iv).
Perkiraan kecepatan operasi normal pada setiap ruas jalan.'Perhitungan lalu lintas dilakukan dengan cara
mencacah/menghitung kendaraanyang lewat pada pos-pos
pencaratanlalu lintas yang
telah ditentukan. Pencacahan/perhitungan dilakukanpada formulir lalu
lintas diisikan sesuai dengan klassifikasi kendaraan.\waktu
pelaksanaan survailalu lintas
tergantung keteritian yang diinginkan dan target perancng n.
Umumnya dibagirn".rjrdi 3
kelompof, yaitu:1..
Kategori A.2.
Kategori B dan3.
Kategori CSurvai lalu lintas kategori
A
dilakukan sebagai berikut:selama
72
jamdengan 3x4 periode-
periode1:
jam-
periode2:
jam- periode3:jam
-
periode4:jam
24.00
-
06.0006.00
-
12.0012.00
-
18.0018.00
-
24.00Survai sebagai
lalu lintas kategori
B
dilakukan selama36
iamdengan 2x3 periode berikut-
periode 7 : jam 06.00-
12.00-
periode2:
jam12.00-
18.00-
periode 3 : jam 18.00-
24.004,1orl6c41lt<6J7,rJ,4rl
Bt Kq2:
PER^NoANqANPER'KERASANJAI-ANSurvai lalu lintas kategori
C
dilakukan selama24
iamdengan 2x2 periode sebagai berikut-
periode 7 : jam 06.00-
12.00-
periode 2 : iam 12.00-
18.00CATATAN: Untuk
ialan-ialan strategis dapat saia dilaksanakan waktu pelaksanaan 7x24 iarn dengan katcgori A..Pencacahan
jumlah
kendaraanuntuk
setiap arahlalu
lintas,harus dibuat terpisah,kecuali untuk lalu lintas dengan hznya satu arah. Pencacahan selalumemasukkan han-harr padat,bahkan pada pos
persimpangan padat,dilaksanakanpada jam-jam
sibui< pagi,siangdan sore
bersamaan dengan pencacahan lalu lintas pada pos yang berada diruas ialan.Jam-jam sibuk tersebut adalah :
i.
iam sibuk pagi^ntar
fam 07.00-
09.00.ii.
iam sibuk siang antara iam 1'2.00-
14.00.iii. j^^
sibuk sore^ntar^ iam 14.00
-
16.00..Kelas rertcain lalu lintas,kelas kendaraan dan tingkat pertumbuhan,maupun beban gandar merupakan pz:i: metef desain lalu lintas yang harus didapatkan atau diasumsikan berdasarkan data realistis dilapangan sesuai survai ini.
'
Lokasi Pos Lalu-lintas.Lokasi pos-pos survai ditentukan terutama pada :
a.
Jalan-jalan masuk danialan-ialan keluar kota.b. Titik
simpul pada jalur-ialur ialan arten dan kolektor.c.
Tempat-tempat yang dianggap penting dalam kota'd.
Simpang yangpadat arus lalu lintas..Identifikasi dan pencacahanlalu lintas dalam dua kelompok,yaitu kelompok
bukan
kendaraanbermotor,dan kelompok
kendaraanbermotor
yang dipecah lagi meniadi kelompok fenis kendaraan sbb.:-
Sepeda motor,scooter dan sepeda kumbang.-
Kendaraan bermotor rcda 3 (seperti bemo,helicak dll.)- Mobil
penumpang (seperti sedan,station-wagon,ieeP,combi, opelet,pickup
dan suburban).Yang termasuk kelompokini
adalah semua kendaraanbermotor
roda-4untuk
zngkutan penumpang denganmaksimum 10 orang
termasuk pengemudi.Pickup yang
dibuatuntuk mengangkut penumpang termasuk golongan ini iog,
(misalnya pickup opelet,colt-diesel dll.)
Pendahuluan 5
. -
Mikrobis. Yang termasuk golonganini
adalah semua kendaraan yangdigunakan untuk angkutan
penumpang,denganjumlah t.*p"i
duduk yangadauntuk 20 orungatau lebih termasuk pengemudi.
- Bis. Yang
rermasuk golonganini
adalah semua kendaraan yang digunakan unruk angkutan penumpang dengan jumlah 40otangatai
lebih termasuk pengemudi.
-
Pickup danMobil
Angkutan. Yang termasuk kelompokini
adalah semua kendaraanbermotor rodz-4
ftec,pali truck),yang dipakai untuk angkutanbarung. I
-
Mikrotruck. Yang termasukkelompok ith
adalah semua kendaraan bermotor rcda-4 ftecuali truck),yang dipakai untuk angkutan barang dengan tonase 2,5 ton,termasuk mobil tangki.-
Truck dengan2
as,termasuk mobil tangki.-
Truck dengan 3 as artau lebih,termasuk mobil tangki.-
Mobil gandengan dan semi trailer.-
Sepeda yang ditarik manusia (termasuk becak) dan hewan.-rKendaraan yang ditarik hewan seperti pedati,sado,delmin dll.
Sedangkan kendaraan
lain
misalnya:mesin gilas,kendaraan militer (seperti tank) tidak dihitung.Q). Beban Sumba Standar ( Equiualent Standard Axle ).
Beban perkerasan ialan diasumsikan hanya akibat beban hidup yaitu beban lalulintas sajl-,sedangkan beban mati,relatif kecil dan diabaikan. Beban rencana lalulintas,merupakan sejumlah repetisi beban sumbu standar.
Beban sumbu standar dalam perancangan perkerasan adalah berupa beban sambuf as tungal, mda ganda seberat
l8
kips atau 18.000 lbs atau s,l d ton.Angka Ekivalen (AE)
atau EquivalentAxle Load (EAt )
suatu bebansumbu standar,adalah jumlah lintasan kendaraan as tunggal sebesar 1g kips yang mempunyai derajat kerusakan
@F =
damage fzctor),yang sama bila jenis as tersebut lewat satu kali. Dapat diartikan pula bila suaru as kendaraan lewat satu kali=
as 18 kips lewatAE
kali.Beban sumbu standar mempunyai
DF =
1.Angka Ekivalen (AE)
masing-masinggolongan beban sumbu tirp
kendaraan, ditentukan dengan rumus berikut ini:
-i).
AE.u*burunssr=
( bebansatusumbutunggaldalamkg\a[ 8160 ]
-ii).
AE.u-burandem = o,oao (bebansatusumulrllnssal aahm*s)*
-iii).
AE .u-r,, r.i,r,- = 0,053 (bebansan sumlllrlltssat
datamks)o
Dari
rumus -diatas dapatdilihat
bahwa pengguflaanas
tandem atautridem
sangat menguntungkan karenaAE
atauDF
masing-masing hanya 8,6oh dan 5,3o/o.6 t1dyl664w$a7424r1 ByIK;L 2 : PERANCAN4ANPERKER^SANJALAN
Beban Gandar 18000 Lbs. = 18 KIP = 8,16 Ton
Gbr 1.1.
Beban Sumbu/Gand^t
(3). Konfgarasi Sambu dan Pembebanan.
Kendaraan sec
r^ nyata
dllapaingzn mempunyaibeban total
yang berbeda,tergantungpada berat sendiri
kendaraandan muatan
y^ngdiangkutnya. Beban
ini
terdistribusike
perkerasanialan
melalui sumbu kendaraan,selaniutnya roda kenda rzanbart
ke perkeras an ialan. Makin berat muatan akan memedukan jumlah sumbu kendaraan yang makin banyak,agarmuaran sumbu tidak melampaui muatan sumbu y^ng
disyaratkan.Pembebanan setiap sumbu ditentukan oleh muatan dan konfigurasi sumbu kendaraan.
Ada beberapa konfigurasi sumbu kendaraan,yaitu:
-Sumbu Tunggal Roda Tunggal -Sumbu Tunggal Roda Ganda -Sumbu Tandem Roda Ganda -Sumbu Tridem Roda Ganda.
(4). Muatan Sarnba Terberat (MST ).
Masing-masing kelas jalan dtbatasi
untuk
menefima muztan sumbu rcrberar agar ialan tidak cepat rusak akibat beban berlebih.Ada 5 (
lima ) katcgori MST, yaitu :1. STRT 2. STRG 3. STdRG 4. STrRG
Pendahuluan 7
.MST= 10ton .MST= 8ton oMST=
5ton danoMST= 3,5ton
dalam hal ini,MSTr,-b**ngg"r
=
8116 tonMST.,^b,,".a"_
= 15
ton MSTr,_t, uar = 20
tondengan konfigurasi MST,sebag aimana terlihat pada Gbr.1 .2.
7.2.2.
FjLEMEN PENAMPANG JALAN.
\
0).
Jalur l-^alu Lintas, adalah bagsan jalan yang digunakan untuk lalulintas kendaraan (carriage way,traffrc lane), secara fisik berupa perkerasan jalan.@. r-{ur
adalah bagianjalur lalu
lintas yang memanjang,dibatasi oleh markalajur jalan,memiliki lebar yang cukup untuk dilewati suatu kendaraan bermotor sesuai kendaraan rencana.(3),
Babu Jalan,adalah bagian jalan yang berdampinganditepi ialur
lalu lintas, dan harus diperkeras,berfungsiunruk lajur lalu
lintas darurat,ruang bebas samping dan penyangga perkerasan terhadap beban ralu rintas.(4).
Median,adalah baglan ialan yang secarafisik
memisahkan dua jalurlalu
lintaq .yang bedawanan arah,grna memungkinkan kendaraan bergerak cepatdan
aman. Fungsi median adalah:memisahkan dua aliran lalu lintas yang berlaw anzn,rv^ng lapak tunggu penyeberang j alan,penempatan fasilitas jalan,tempat pras^rana pekerjaan sementara,penghijauan, pimberhentiandarrrat,
cadangan laj.,r. dan mengurangi silau darilampu
kendaraan pada malamhiri
dari anhberla'wanan.(5)."
ltrengftalad,adalah bagian tepi perkerasan yang
diberi kemiringan,untuk menyalurkan air ke saluran tepi. Dapat juga berarti lereng kiri-kanan jalan dari suatu perbukitan,yangdipotong ,rrt.rt
pembentukan badan jalan.(6)-
separator,adalah baglan ialan yang ditinggikan pada ruang pemisah jalur, biasa ditempatkan dibagian luar dibatasi oleh kerb,untuk
mincegah kendaraan keluar dari jalur.O Pulaa
l-,aluLinta:(trffic
island),adalahbagian dari
persimpangan jalan,yang ditinggikan dengankerb yang berfungsi untuk
mengrrahkr., lalulintas,juga sebagai fasilitas pejalan kaki pada saat menunggu kesempatan menyeberang.(8). Kanal
Jalan(Cbannel),adalahmerupakan bagian
persimpangan sebidang, yang khusus disediakanuntuk
membeloknya kendaraan,&tandai oleh marka jalan,atan dipisahkan oleh pulau lalu lintas.8 tlorl6aqwrl&J7'4J,Au
B^Kq2:
PERANo^NqANPELI4ERASANJAI-AN(9). Jalar
tambahan(auxilliarylane),adalah merupakan lalur
yangdisediakan untuk belok kiri/kanan atau perlambatanf percePatan kendataan.
(10).
Jalur tepian (marginal strip),adalah bagian dari median atau sePafator luar,disisi bagian yang ditinggikan,yang sebidang denganialur lalu
lintas, diperkeras dengan bahan yang sama dengan ialur lalu Iintas,dan disediakan untuk mengamankan ruang bebas samping dari ialur lalu lintas'(11).
Jatar:epeda (bicycle way),adalah ialur khusus pengendara sepeda dan becak,biasaditangrrn
seyzjx dengan ialur lalu lintas,namun dipisahkan dariialur lalu
lintasoleh struktur fisik
sepertikerb
atau gaardrail. Fasilitasini
sangat iarang ditemuidi
Indonesia,paling-paling hanya berupajalur
lanbal yang dapat merangkap sebagai ialat frontage..(12).
Jalur parkir\ptarkinglane/stopping
lane),adalahialur
khusus yangdisediakan untuk parkir atau berhenti,yang merupakan bagian dari ialur lalu lintas.
(13).
Jalur tanaman (planted strip),adalah bag1an dan ialan yang disediakan untuk penanaman pohon,yang ditempatkan menefus sepaniangttotox,ialan
sepeda atau bahu ialan.
(14).
Jalarlalu
lintas lambat,tdalahialur
yang ditentukan khusus untuk kendaraan lambat.(15). Jalar
putaraz(turning lane),adalahialur khusus
kendaraan y^flgdisediakan pada persimpangan
untuk
perlambatan,perpindahanialur
danuntuk menunggu pada saat kendaraan berputar.
(16).
Jalur percrpatan/perlanbatan (acceleration/decelerationlane)
,adalahialur
yang diiediakanuntuk
percepatan /perlambztan kendaraan pada saat akan masukfkelux
jalur lalu lintas menerus.(17).
Penisabluar (outer
separation),adalah ruang yang diadakan untuk memisahkanjalur samping dari ialur lalu lintas
menerus,atau untuk memisahkan ialur lalu lintas lambat dari jalur lain.(18).
Pengaturan jalan masuk (access control),adalah suatu kaidah mengenaiialan
masuk,yang ditefapkanmelalui
suatuatufan dan hak
falan masukumum, dari dan ke tempat-temPat yang ber'ada disepaniang ialan'
(19). Ro*g
bebas jalan (clearanceof
road),adalah ruang pengandaian yangdibirt
pada permukaanialm
yang hanya disediakanuntuk
kendaraan atau pejalankakidimana dalam
batasruang
tefsebuttidak diiiinkan
adanyaitruktor lain
seperti bangunan,fasilitasdan utilitas
lainnyabukan
untuk ialan,pohonatau
bendatidak
bergerak lainnya;selainstruktur ialan
dan utilitas falan(dimensi ruang bebas dapat dilihat pada Gbr.2.9.)Pendahuluon g
1.2.3.
ELEMEN STRUI(TUR PERKERASAN JALAN.
Q0).
Badan Jalan,zdalahbagsanialan,yangmeliputi seluruh jalur lalu lintas,trotoar,median dan bahu jalan,serta talud/lereng badan
jalan,yang merupakan satu kesatuanuntuk
mendukung bebanlalu
lintas yang lewat diatas permukaan jalan.Q1).
Anbang Pengaman,laiurterluar
Damaja(ihat Buku 1:
GeometrikJilan
Raya),dimaksudkanuntuk
mengamankanbangunan
konstruksi ialan,terhadap struktur lain untuk tidak masuk kawasan jalan.t6T
Gbr.1.2.
Konfigurasi MST =
10 tr 8t,5 t
dan 3,5 t.Q2)
Perkerasan Jalan, adalah lapisan konstruksi yang dipasang langsung diatas tanah dasar badan ialan pada jalurlalu
lintas yang bertujuan""t"[
menerima dan menahan beban langsung dari lalu lintas.
Q3)
Perkerasan Jalan l-,entar\flexlble pavement),bilamanabahanperkerasan terdiri dari campuranf gabungan aggregat dan aspal.*I -ii -i il
Q4)
Perkerasan Jalan perkerasan beton semen beton.(25).
Tanah dasar (subgrade),adalahlapisan tanah asli/tidak asli
yang disiapkan/diperbaiki kondisinya,untuk meletakkan perkerasan ialan.Q6).
I-apis Pondasi Bawah (sub-base course) bagian struktur perkerasan ialan, yang tedetak diatas lapis tanah dasar,untuk perkerasanlentur
biasa terdiridari bahan batu
pecah,stabilisasi semen,stabilisasikapur atilr
bahan lainnya;sedang untuk perkerasan kaku,berupa lapis beton kurus.Q7). Iupit
PondaiiAtas
@ase-course) adalzh lapisan diatas lapis pondasi bawah,pada perkerasanlentur
dapa.tberupa
^ggiregat
^t^v
campuranaggregat dan aspal;sedangkan pada perkerasan kaku,lapisan ini tidak ada.
QS)
l-nph perruakaan (surface course) lapis paling atas dari perkerasan ialan, pada perkerasan lentur berupa camPuran aggregat dan aspal,pada perkerasan kaku berupa pelat beton. Secara alternatif dibawah lapisini
ada binder coarseiuga berupa campuran aspal dengafl
^ggreg t halus.
Q9)
I-.apisruE
pengikat (prime-coat) berupa laburan aspal sebagai bahan pengikat lapis perkerasan baru dengan lapisan atas berikutnya.(30)
I-^apis peruap (tack-coat) berupa laburan aspal sebagai bahan pengikat lapis perkerasan lama dengan lapisan diatasnya.1.2.4. ELEMEN NON-STRUT(rUR PERKERASAN JAr-AN.
(31) L.anskap
(I-andscape)dapat
berupalaiur
sepaniang ialan,setempat-setempat
^tzu hanya dilokalisir disuatu tempat
saja,merupakan jalur hijau,berfungsi untukmeredam
polusi udara,polusi suara,peneduh,penangkal sinar lampu dan keindahan artistik lingkungan.(32) Marka Jalan,tanda
^t^v c t
yang dipasang pada permukaan ialan,untuk menandai garis tengah ialan,garis tepi ialan,batas lajur,dan lainJain.(33)
Patok kilometerdznpatok hektometer,patok menandakan batas 1 km dan batas ratusan meter disepanjang ruas ialan.(34)
Rambu lalu lintas,berupa tanda-tanda lalu lintas pengarah dan petunfuk bagi pengemudi.(35).
Trotoar,adalahjahx
peialankaki yang tedetak pada
Damiia,diberilapisan
permukaan,diberielevasi yang lebih titgg, dari
permukaan lrcrkerasan,dan umumnya sejaiar dengan jalur lalu lintas kendaraan.(\6)..\'aluran tepi sanpingadalah selokan
di kiri-kanany^ng
berfungsi untuk nr('n:rrnlrung dan mengalirkan air hujan,limpasan dari permukaan ialzn dan ,l,r, r,rlr st'l<itarnya lalu membuaingnye- ke saluran alamiah(sungai,danau dll.)BltK/. 2 : PER,ANCAN4AN PERKER;{SAN JALAN
Kaka
(tgrd pavement)disebut iog^
sebagaidimana bahan perkerasan terdiri dari bahan adukan
Pendahuluan
1.2.s.
BAHAN PERKERASAN JAr-AN
1.2.5.1.
Material
Material Perkerasan yang umum digunakan di Indonesia,adalah:
c a.Material untuk Lapis Permukaan :
*
Struktur ialan dengan campuran aspal* Struktur jalan
denganbeton
semen(perkerasan kaku) slab/pelat beton.o b. Material untuk Lapis Pondasi Atas :
*
Agregat Kelas A.*
Stabilisasi tanah dengan semen,kapu\atatr dengan bahan kimia.x Cement Treated Base.
o c. Material untuk Lapis Pondasi Bawah:
*
Agregat Kelas B.*
Stabilisasi tanah dengan semen, kapur,atau dengan bahan kimia.*
Struktur beton semen kurus (perkerasan kaku).1.2.5.2.
Jens Lapis permukaan
Q7). Bartu,Labuan Aspal Satu Lapis,terdiri dari laburan aspal
y^ngdicampur dengan 8 pph kerosene dan ditutup dengan
batuafl penutup,ukuran nominal 13 mm. Digunakan untuk lalu lintas ringan sampai sedang.Q8). Burda,Laburan Aspal dua Lapis,terdiri dari laburan aspal dicampur 8
pph kerosene ditutup dengan dua kali batuan penutup.
Q9).
Lqen
Lapis Penetrasi Mac Adam,perkerasanuntuk
pe:.at^ atau untuk permukaan jalan,terdiridari
lapisan baruan pokok,batuan pengunci dan batuan penutup,yang dicor dengan aspal panas sehingga membentuk suatu lapisan yangpadat.(40).
lasbutaglapis Asbuton
Agregar,untuklapis
perkerasan perat^^tz,.
lapis permukaan,terdid dari campuran aspal alam Asbuton,dicampur dengan
^greg
t dan
bahan modifier,kemudian dihampardan
dipadatkan sebagai perkerasan campuran dingin (cold-nix).(41).
I-zsbutag Mikro,mengglnakanAsbuton
Mikro,bahanAsbuton
yang sudah dihaluskan,dicampur secarz dingin.(42).
AcAspbaltic conretq
merupakan lapis permukaan yangterdiri
dari campuran aspal dan agaegt
yang dicampur secara panas (hot-mix)dlhamparl2 NdnGGqUtlcJ Ml,4u Bvl<,y. 2 : PER^NoANqAN PERKER,4S,4NJ,+L-{N
dan dipadatkan membentuk perkerasan yang kedap air. Digunakan untuk lalu lintas berat.
(43).
HRS,Hot Rolled Sbeet,mentpakan campuran hot-mix,sama seperti AC, hanyamenggunakan bahan^gregat dengan gradasi seniang (g@ gradeS.
(44). DGEM,Dense Graded Emalsion Mixes,perkerasan untuk permukaan yang merupakan campuran aspal emulsi dengan
^gregat yang bergradasi rapat, dicampur kemudian dihampar dan dipadatkan secara dingrn.
(45).
OGEM,Operu Graded EmahionMix, sama seperti DGEM
hanya menggunakan agtegat dengan gradasi terbuka.(46). Slarrl Seal,adalah lapis
tipis
petkerasanuntuk
permukaan,merupakanbubur
campuran aspal emulsi dan abu batu,yang dihamparkan pada lapis perkerasan.(47). SMA,Split Mastic Asphalt,adalah campuran beton aspal menggunakan gradasi terbuka,dengan rongga campuran cukup besar' Rongga campuran
ini diisi
aspal sehingga kandungan aspal cukup tinggr. Aspal yang digunakan aspal minyak,yang digunakan padabeton
aspal biasa.Kadar
aspal yangtirgg
akan mengakibatkanflow
camparan aspal yangtinggi
pula,sehingga memungkinkan perubahan plaStis permalren,yangakan
mengakibatkan ruttingpada permukaan jalan.Untuk
menghindarihal
tersebut,campufan diberi bahan stabilisasi yang berupa sef^t selulose (misalnya dengan merk dagang:Technocel,Viatop, Roadcel,CustomFibre dll). Dalam
pelaksanaan serat sellulose sejumlah kurang lebih 0,3% berat campuran,dicampur dengan agregt
(drymix) selama15 detik,
sebelum dimasukkan kedalam pwgrnill (mesin pengaduk campuranpada AMP- lihat Buku 3 : Struktur
dan Konstruksi Perkerasan J alan).(48). HSMA,High Sffiess Modalus Asphalt, sec rz umum sama seperti SMA diatas,hanya
^greg t untuk HSMA mempunyai gradasi khusus,demikian pula aspal yang dipakai,mempunyai sifat-sifat khusus
yang
ditentukan dalam Spesifikasi. Pada pelaksanaan pencampurandi AMP,tidak
diperlukan lagi bahanadditif.
Dengan demikian prosedur PencamPuranmateial
HSMAsama dengan prosedur pembuatan AC biasa.
(49). BMA,Batonite Mastic AE halt,sebagarmana HSMA,BMA iuga merupakan campuran dengan agrcgat,sifat camPuran dan aspal yang ditetapkan secara khusus dalam spesifikasi. Prosedur pencamPufan sama seperti pencampuran AC biasa. Aspal
BMA
adalah aspal hasil olahan dan 67oh bahan aspal buton(Asbuton),28% aspal minyak pen 80/100,dan
5o/omodifier.
Secarapemasafan
BMA
tersediaberupa
aspal dengan susunanmaterial
50%obitumen, dan 5Oo/o
filler
mineral. MengingatBMA
mengandung 50%o filler, dalam pelaksanaanbila
digunakantangki
suplai aspalAMP
biasa,harus ditambahkan pompa aspal khusus^g
r filler
dapat dipompakan bersama-Pendahuluan
l3sama dengan aspal.
Demikian pula
padatangki
aspal,pedu ditambahkanpengaduk agar tidak terjadi
segregasiaspal dengan filler,pada
saat pemompaan aspal*
filier ke pugmill.(50). Beton Aspal Mldirted dengan Cberncrete
(Ac-Acl0,campuran
dan gradasiAC-ACM
sama dengan campuran dan gradasi beton aspal biasa, demikianpula
aspal minyak yang dipakai,hanya diberikanadditif
chemcrete @ahankimia)
sebanyak2oh dari berat
aspalyang
ada dalam campuran. Pada pelaksanaan bahan chemcrete ditempatkan pada tangki khusus,kemudian dialirkan dengan pompa melalui pipa pemasok aspa[ kedalam pugmill.(51). Beton Arpal Modfied dengan Gilsonite (AC-Gil.),sama dengan campuran dan gradasi
beton aspal
biasa,demikianpula
aspal minyak yang dipakai.Hanya campuran
diberi
bahanadditif
Gilsonite,sebanyak8oh
dz:il.bent
aspal dalam campuran untuk weaing coarse
-
lapis permukaan aus;dan 1,0o/o- 72oh dari berat aspal dalam campuran untuk binder czurse-
lapis permukaan binder. Dalam pelaksanaan dilapangan,pemberian additif gilsonite,dilakukan dengan mencampur bahan dengan^gregat (drymix) selama 15 detik, sesuai
jumlah
prosentase diatas,sebelum dimasukkan langsung kedalam pugnill (mesin pengaduk campuranpada AMP- lihat Buku 3 : Struktur
dan Konstruksi Perkerasan).Jenis perkensan pada
butir
(47) sampai (51),adalah jenis perkerasan khusus,yang digunakan oleh Bina Marga pada ruas-ruas jalan dengan kondisi lalu lintas sangat padat dan frekuensi sangattirgs
dalam rangka mengadopsi perkembangan teknologi dalam bidang jalan.1.2.5.3.
Kondisi
PerkerasanJalan
(52) Segnn Jalan Homogen adalah sepotong ruas ialan secara fisik mempunyai
karakteristik y^ng sempa yaitu karakteristik:volume lalu
lintas(I-HR/AADT),lebar
perkerasan ialan,tingkat kerusakanialan(SDf)
dankekasaran permukaan ialan
(IR!.
(53)
Suface DistressIndex (SDI)
^ta:u tingkat
kerusakan permukaan ialzn,adalzh ukuran gabungan kondisi kerusakan permukaan jalan,meliputi bekas-bekas roda,retak-retak,pelepasan butir,lubang-lubang,kerusakan tepi dan kekasaran permukaan.(54) International Roagbnus Index QRI) angka skala dari kekasaran permukaan yang mengakumulasi
bentuk
kekasaran disebabkan depression(amblesan)akibat
berbagai faktor,yang menunjukkan kenampakan permukaan yangtidak
mulus,amblesan kecil,amblesan ber-ulang-ulangsampai
amblesan dalam.l1 XOnCG4UT$,rr41J'yl
Bt;tKw2:
PERANoANqANPEeKER,+SANJAu+N(55) Indek: Pennakaan[P),adalah
nilai
kerataan dan kekokohan permukaan perkerasan dihubungkan dengantingkat
pelayanan yangdiberikan
oleh ialan.(56) Pruent Seniceabiliry Index QSl),rating(peringkat) dari kemampuan ialan memberikan pelayanan terhadap
lalu lintas
dalam tingkatan memberikan kenyamanan bag pengendara.(57) I n di kator Ki neja J alan adalah rating kenampakan perwuiud zn ialan dalam
hubungan kinerja suatu ruas ialzn. Indikator kineria ini
merupakangabungan dari IR[,Indeks BOK@iaya Operasi Kendaraan) dan kecepatan kendaraan.Sebagai
contoh kinerja jalan=l arinya permukaan
ialan mulus(IR[ rendah) dan tidak ada kemacetan(kecepatan tinggi) memberikan bizya operasi kendaraan rendah.(58) Data Jalan
terdir dari Inventory
Data,Strength Data,Condition Datadan Project Data. Data tambahan bisa berupa Administrative
Data@rovincial Data,rMilayahData dan Seksi Data) dan Cost Data(unit cost,road user
cost=BOK
dX.)(59) Inaentory Data
terdti
dari deskripsi ruas,DRP@ata Reference Point) dan RNIS.oad Network Inventory).(60)
StrengtbData terdiri dari Deflection Dzta dan
CBR/Ketebalan Perkerasan.(61) Data
KondisiJalan,terdiri dari RCSfi.oad Condition
Survey)Data,Roughness Data, Peninggian Badan Jalan (grade raisir$ data dan data iembatan kecil.
(62)
ProjectData, terdiri dari Committed
Project,On-going Project,Road Maintenance Data dan Road Condition Data.(63) Ratting (alur),kerusakan permukaan jalan berupa deformasi tetap dari perkerasan ditandai dengan alur-alur memanjang sepaniang lintasan ban kendaraan.Mungkin akibat formulasi
iob-mix
felek (stabilitas rendah,terlalu banyak aspal,atau terlalu banyakbutir
halus),aspal terlalulunak
sehinggasensitif
terhadap panas,lapis perkerasankurang
padat,hilangnya gesekan ,lnt,lra agregat,lalv lintas melebihi kapasitas atau cluac .(64)
Stripping(pengelupasan),kerusakan permukaan jalzn
berupa pengelupasan lapis permukaan akibatikatan
afltara lapis permukaan dan dibawahnyakurang atau
akibatlapis
permukaanterlalu tipis
atau lapis 1rt'rmukaan tedalu banyak kadar aspal atau akibat air permukaan.(t,\)
.\'bouing(sungkur),kerusakan berupa amblesan dan deformasi melintang l,,rrl;r sisiluar
ban.Bisa akibat bebanlalin
tedalu besar,pemadatan kurang ,rr.rrurr;rtt'r'ial tidak memenuhi syarat.Pendahuluan
15(66) Rauettingkerusakan berupa lepasnya
butir
agregat bisa akibat pemadatan kurang,agregat kotor,kadar aspal kurang atau pemanasan campuran tedalu ti.ggr.(67)
PotboleQubang),kerusakan perkerasan berupa terbentuknya mangkok atau lubang yang dalam.Dapat disebabkan aspal kurang,butir halus terlalu banyak atau terlalu sedikit,penguncian agregat kurang,drainase tidak baik (68) Depressio,z(amblesan),dengan ata;u t^flpa retak dengan kedalaman lebihdari 2
cm.Biasanyaakibat
pemadatan kurang,tedalubanyak
agregt
halus,terlalubanyak
aspalJevelinglapis
dibawahnyajelek
^t^v
akibatsetdement lapis dibawahnya.
(69) Bheding ftegemukan),kerusakan perkerasan akibat kadar aspal terlalu
tinggi,lapis resap pengikat
^t^E pengikat terlau banyak at^o
tedalu sedikit,butir halus campuran kurang.Q
0)
C m c k(retak),dapat berupa retak rambut,retak buaya,retak pinggir,retak refleksi,retak selip,retak susut atau retak melebar.Banyak penyebabnya mulaidari
bahan kurang baik,tanah dasar kurang stabil,air tanah,pondasi tidakbaikJapis permukaan lapuk,penyusutan tanah,sokongan
samping hilang,setdement,tanah dasar ekspansip,perubahanvolume akibat
tedalubanyak aspal dengan penetrasi rendah,agregat halus
tedalubanyak,pem adaLtafl kurang dll.
1.2.6.
BANGUNAN PEI.ENGKAP DAN PERLENGKAPAN
JAr-AN.
a).
Bangunan Pelengkap Jalzn,adalah konstruksi yang berhubungan denganialan
yanglebih bersifat struktural seperti:J embatan,Gorong-gorong,Bangunan Pengam an J alan (G aide B lo ck,G ai de
Post,Guard Raill,Saluran
Tepi,Tembok
Penahan,Bangunan PengamanSungai/Laut yang berdampingan dengan jalan
@rcniong,Nprap, tanggul,mercu,konstruksi pemecah ombak) dll.b)
PerlengkapanJalan (Road Famiture),konstruksi dan struktur yang bersifat fasilitas jalan,tidak tedalu struktural,seperti:Trzffic
Light,Rambu,Marka,Kerb,Trotoar,PapanNama
Jalan,Lampu Penerangan Jalan,Papanpetunjuk
LegendaKota/Angkutan,
Papan Petuniuk Lalu Lintas, fasilitas fisik lanskap dan lainlain.KnuaruA ?en$ncqnhqn
?eilEnqsf,tc tq$n
ecara umum,perkerasan jalan ruya harus cukup kuat terhadap
tiga
tinjauan kekuatan :(1).
Secara keseluruhan haruskuat
terhadap beban lalulintas yang melaluinya.@.
Permukaanjalan
harustahan terhadap
keausan akibatban
kendaraan,air dan hujan.(3).
Permukaan jalan harus cukup tahan terhadap cuaca dan temperatur,dimana jalan itu berada.Bila
tidak memenuhi persyaratan diatas,terutamabutir
1),maka perkerasan secara perlahan akan mengalami deformasi akibat beban lalulintas,danini
merupakanawal dari
kerusakan perkerasan.Danbila tidak
memenuhi persyaratan 2), permukaan akan rusak diawali dengan munculnya lobang- lobangmungkin
semulakecil
saja,makinlama makin
besardan
dalam.Apabila tidak tahan terhadap 3),berakibat melelehnya permukaan, atau bila tidak akan terjadi oksidasi dalam waktu yang relatif pendek,selanjutnya akan teriadi kerusakan secara berahap.
Umumnya desain
perkerasan didasarkanpada metoda
empiris mengacu padateori
analisa tegangan pada perkerasan. Berdasarkan hasily ang adz, dikembangk an lag; sesuai dengan penemuan-penemuan baru.
I)isamping tiga pertimbangan diatas,masih ada satu pertimbangan lain,yaitu
\';urg mcnyangkut nilai ekonomis perkerasan ialzn,yang sudah barang tentu
Ir,rr
rrs <lipertimbangkan untuk mendapatkan suatu 'benefit'
yangtOlr6t4l'lt<G;t 1,AA/ttl Bt k'tr 2 : PERANCAN4AN PERKERASANJAL*N 17
cukup,dikaitkan
pada biaya
yang dikeluarkanuntuk
pembangunan dan pemeliharaan ialan,dengan nilai tambah sesudah falan dibangun.2.1. KRITERIA DASAR PERANCANGAN
2.I.1. TEORI PENYEBARAN
GAYA.Penyebaran gaya pada lapisan
struktur
perkerasan adalah sama dengan penyebaran struktur pada umumnya,jelasnya lihat Gambar 2.7.Gaya yang bekeria
Bidang konaak ban karet (tampak atas)
Gbr
2.1 Penyebaran GayaPenyebaran
g y^ pada struktur
perkerasaniilan sepeni
padzGambar 2.1, dipengaruhi oleh bidang kontak roda
kendaraan padapermukaan ialan yzng bentuknya menyerupai bentuk lonjong.
Penyebaran ga,ya pada perkerasan
lentur
sampai ketanah dasar dantebal
perkerasandiberikan
sampaidengan kondisi
kemampuan tanahI Kritcrio Perancangan Pirkerasan Jalan
lenerima beban
ata;u tegng n(
Gbr.2.2.a.),sedangkafi pada perkerasan aku,gaya sepenuhnya dipikul oleh pelat beton,jelasnyahhat Gbr 2.2.b.Beberapa teori pedapisan muncul menganalisis kondisi ini,antara lain:
a.Penlcbamao Ga1,a Pada Perkemsan
I:nrur
CI'
b.. Penyebammn Gaya Padr Pctkcmsan Kaku
Gbr 2.2 Penyebaran Gaya Pada Perkerasan
Lentur
dan Kaku2.1.7.7. Teori
Boussinesq.- Material dianggap homogen,elastis dan isotropis - Perkerasan hanya dianggap sebagai 'single laler'.
- Penyebaran tegangan parabolis, dengan sebaran mengikuti formula berikut:
3p
ar=
2z{1+51/z),\,/,.
Penyebaran tegangan tergantung kedalaman,dan radius jarak beban.
- Mengabaikan pengaruh media yang menyebabkan perubahan tegarrgzrr.
Dalam
peflgembanganlebih lanjut, formula
menambah faktor defleksi:,<on6cailt$,J 14J.1fi Btvtl<y. 2 : pER ANCAN-?AN PER.KER.4.SANJAL 4N 1,5 P. a")
D_
2E
(a2 -tz2 \trz.2.1.1.2. Teori Burmister.
Menindaklanjuti teori Bossinesq,hanya berbeda kriteria :
- Dengan anggapan hao lalers.
- Setiap lapis,homogen,elastis dan isotropis - Formula defleksi :
1.,5 p. az
D - ---
F, ( untuk lentur ) E2dimana: E, =
modulus elestisitas perkerasanEz =
modulus elestisitas tanah dasar.F2 =
koefisien defleksi kedua lapisan.a =
jarak beban darititik
pusat radial.Bilamana modulus
E, = E,
persis sama dengan Boussinesq.2.1.1.3. Teori
Berlapis Banyak(Multi Layer
Theory).sudah
menganggap perkerasandan tanah dasar
sebagai satu kesatuan yang terdiri dari banyak lapisan.Formula memberikan kondisi regangan dalam 3 dimensi :
e,=7fEt o,-*(o,*o,)}
e,=1fE{q-p(o,+o,)}
et=
1.fE{ o,- l,
(q +
o,)}.
z,t,r berturut-turut dalam arah vertikal, tangensial dan radial Rumus
yang
sebenarnya merupakanformula umum
tegangan-
regangan yangbanyak kita jumpai di struktur badan kaku lain.
Lanis Perekar Laois Pcrmukaan
Lanis Pondasi Atas lapis Resap
Pengikat
t9
Gbt.2.3 Struktur Lapis
PerkerasanLentur
m Kriltrr,t l'(t1ttt<.ttrgun Perkerasan Jalon
LoPlt do.or. A
Gomb. t - PEMANCARAN B[-:BAN RODA YG MEL'\Lul PERKERASAN
GoTTb. 2 l-AK ADA FENYEBARAN E}EBAN MEL;\LU STRUI<TUR P€RKERASAN YANG BASAH
Gbt.2.4. PenYebaran GaYa akibat pengaruh adanYa air.
Pada perkefasan
lentur
(Gbr.2.3.),lapis permukaan bisaterdiri
darilapis
surface coilrse dan binder,lapis pondasi aras,lapis Pondasi bawahdan
tanah dasar. Karena masing-masing bahan mempunyai nilai karakteristik sendiri-sendiri,misalnyanilai
F,(modalus elastis),1t"(zngkaPoisson),ketebalan berbeda,isotropis
dan
homogenitas bahan, danfriksi
yang mungkin tefiadi pada masing-masing batas lapisan.Padakondisi
lapangan dimanamuncul
permukaan air,teon Penyebaran mengalami sedikit modifikasi,sebagaimana terlihat paLda'Gbl
2'4'2.L.2. PROSES PEBANCAhIGAN (DESIGN
PROCESS)STRUIffURJALAN
Proses disain struktur pefkefasan haruslah memperhatikan aspek
-
aspek secara keseluruhan
mulai dari kondisi tanah
dasar,lalu-
lintas,lingkungan,
sumber
dayaalm
yang berkaitan dengan material, sampaid.ngrn
p.mbiayaan dan proses pemeliharaan. EJ. Yoder dan M.W. Witczak dalam bukunya Principlesof
Pavement Design (edisi kedua), memberikan gambaran proses disain seperti pada Gbt.2.5.,<Orl664l0<ettrefi
B^P-t^ 2Dari gambar diatas dijelaskan dibagt dalam empat tahap,yaitu :
1.
Variabelinput
sebagai basis dari penganalisaan:: PERANCAN4AN PERKERA.SAN],4L*N N bahwa proses disain secara garis besar
dasar
rancangan (fundamentall,terdiri x Tegangan-
Regangan dalam struktur*
Analisa Pembebanan Struktur akibat Lalu Lintas* Tiniau
fugafaktor
lingkungan,fang
akan memberikan faktor pengaruh regional.Variabel input lainnya
adalahjenis material y^ng akan
memberikan parameter rancangan: ienis
material tanah dasar,lapis pondasi dan lapis permukaan.2.
Dari variabelinput
diatas akan menentukan arah proses selanjutnya yaitu'proses pengambilan keputusan' berdasarkan variabilitas input tersebut, denganmemutuskan nilai - nilai disain yang
bagatmanayang
akan ditempuh,yang akan memberikan risiko alternatif biaya yang ber-beda-beda.Pada tahapan
ini
kondisi pendanaan sangat mempengaruhi disain mana yang akan dipilih.3.
Pada tahapan ini,setelah melalui proses pemilihan dan pengambilan keputusan pada langkah Z,berdasarkan aspek padabutir 1
diatas, akan terpilih jenis disain-disain struktur yang tepat sesuai kriteria yang ada. Hasil pilihan struktur padabutir
3,harus dilakukan pemeriksaan lebihrinci
yang mengarah pada proses pemeriksaan kineria struktur apakah akan cukup baik menerimabeban yang
ada, atau melampaui persyarztan standar. Disini dilakukan evaluasi dan re-evaluasi pemilih^n yang telah dilakukan di langkah 7,2dan 3. Sudah dipertimbangkan pula masa pemellharaan dan rekonstruksi selama umuf rencana, apakah memang memadai dengan semua asumsi yang ada. Blla tidak sesuai lakukan perubahan dan kembali ke langkah 3 dengan merubah pengambilan keputusaflyang
sudahdiambil,
tentunya dengan merubah pula asumsi-asumsi yang diambil pada langkahL
dan 2. Demikian lakukan proses ulang,sampai memenuhi semua syarat kriteria perancangan.Tahapan
-
tahapanini
harus terinventarisasi denganbaik
dalam suatu pangkalan data (dala base),sehingga aliran proses perancangan dapat tersusun dengan baik. Dikemudian hari bilamana terjadi kesalahan, dataini
dapat difadikan bahan kajiankembak(reaiew).Secara lebih luas lagl data dapatdifadikan bahan kaiizn untuk penelitian dan
pengembangan struktur perkerasan seca;ta spesifik pada lokasi lain,dengan mengambil formulasi daridata yang sudah diamati dan diteliti tersebut.
(---7
L
--J
V
i--/
I 1
ri
2, Kriteria Perancangan Perkerasan Jalan
Gbr 2.5. Proses-Perancangan Struktur
Jalan2.2. PENDEKATANMETODAPERANCANGAN.
Ada dua metoda utama,yaitu :
a). Pendekatan metoda desain yang didasarkan pada beban kendataan rencaflaryung akan menyebabkan
tingkat
kerusakan,yang dibatasi pada tingkat kerusakan yang diijinkan.b).
Pendekatan metoda desain yang didasarkan padajumlah
repetisi kendaraan standar,yangiuga
dibatasi sampaitingkat
kerusakan yang diiiinkan.{--
E.J. Yoder. M.W. Witczak
,aoil6Gqw<&t1,11J+t,
Bt'"t^
a:
pERANoAN/TANPER.KERASANJALN n
Pendekatan pertamarmengasumsikan akibat beban sumbu ekivalen, yang merupakan ekivalensi dari beban lalu lintas yang terdiri dari konfigurasimulti
roda yangdimiliki
oleh kendaraan desain.Disini
dianggap kendaraan desain adalah kendaraan yangpaling berat
yang akanmirusak
struktur perkerasan tanpa meniniau peranan dari kendaraan lain. Asumsinya adalah bilamanastruktur cukup kuat
terhadap kendaraan desainyang
paling berat,otomatis kendaraan denganvariasi berat yang lebih
rendah-akai
mampudipikul oleh
perkerasan.variabel lain adalah
tanah dasar yang merupakantempat tumpuan struktur
perkerasan.Ada korelasi
(seperti ditunjukkan pada Gbr. 2.6a, yaitubrla daya dukung tanah meningkat,jumlah beban sumbu yang dapat ditampung akan meningkat pula,namun tebalstruktur
perkerasanotomatis
akan meningkatpula. Metoda
pendekatan ini,dianut oleh beberapainstitusi
diantarznya USArmy corp oi
Engineersyang
berbasiskanmetoda cBR. Indonesia memilih metoda ini
untuk ranc ngzn perkerasan lentur.bertomboh *r,
Beban sumbu roda beriomboh-.
Repetisi hancur
=_t_
\r - ./
tonoh bertombo
Sumber: Yoder-Witzak:Principles of Pavement Design
Gbr.2.6. Pendekatan
Metoda.
Pendekatan kedua,
meflganggap selamaumuf
rencana, akan zda sejumlah repetisi beban sumbu standar pada perkerasan yang terletak padatanah dasar yang
bervariasi kekuatannya(Gbr.2.6b.).pada akhir
masa pelayanan/umuf rencana, struktur perkerasan diperkirakan akan mengalami batas kerusakanyang diijinkan.
Pada metoda pendekatanini,dipJukan
perhitunganfaktor
kerusakan Qlaruagrngfactof untuk
berbagai berat beban sumbu standar yang ada dalam konfigurasi seluruh beban lalu lintas. Jumlah perkalian antara damaging factor dengan volume setiap jenis kendarain akan menghasilkan repetisi beban sumbu srandar, yang akan menenrukan tebal perkerasan.Metoda
pendekatanini,
biasanya dipakaiuntuk
merancangCC)a
PF
<D=(D c!
a1io0) _o-oo)
I
cd
tso
co b
a
q
6
E
€)I
2{ Kriteria Perancangan Perkerasan Jalan
struktur pefkefasan dengan beban lalu lintas campufan' beragam dari ienis kendaraan,volume
dan macam-macam konfigurasi sumbu.
MetodaPendekatan
ini d'iikuti oleh NAASRA
$rlational Associationof
Australia btate Road Authorities). Indonesiamemilih
metoda pendekatan ini,dalam merancang perkerasan kaku.2.3. KONSEP PERANCANGAN PERKERASAN JALAN
Konsep per^ncang n ialan secafa garis besar dapat dibedakan dalam dua kelompot -yalro
r
p"r*.r.rganialanbaru
dan peningkatan ialanlama.2.3.1. PERANCANGAN JAr-AN BARU.
Sas aran dari petanc
^ngaLn ialan batu dapat berupa :
z.
Pembukaan lahan Potensial barub.
Pengembangan wilaYahc.
Pembukaan iaringan transPortasi darat barud.
Pengemban gan tatz,ruange.
Membuka daeruh Yang terisolirPada
\dasarnya dalam
perancanganialan baru,umumnya
yang diutamakan keseimbang^nt^ta ruang wilayah yang sudah
ada' Konsistensifr..rg.-brngrn tidak
merubah peruntukan lahan yang sudah ada. Mala denganp"rr"-prtun lokasi ialan
yang sesuai diusahakan membantu /erbaikan peruntukan lahan yang sudah ada''J , , .-t ^.-^^^- L^^-^
Jl, p.r^.,.r.,gan
falan danperkerY".LrT: .*:19k":
pola f,],ngada dan poia-pola
y^nglk^n
dikembangkan. Prediksi lalu lintas dan prediksi perkembang^npoi^
tiansportasi harus diarahkan pada sistem yang akan dibangun.2.3.2. PENINGKATAN JALAN LAMA-
/,1Sasaran dari perancangaflpen{ngkatan ialanlzma dapat berupa :
a.
Struktur perkerasan ialanlania sudah melampaui masa pelayananfiya (umurrcnc
t:rz),yung memedukan rekonstruksi baru'b.
Struktur perkefasan ialanlama sudah melampaui masa pelay2;nzntry^(umur
rencana),namun masih beradadalam kondisi
yzng hanya memerlukan rehabilitasi dibeberapa tempat saia'xo?r6c4ut16J tr,AJ,An B^KA 2 : PERANoAN4ANPER.KERASANJAL^N 25
c.
Jalan lama dengan perubahan karakteristiklalu - lintas
sehingg;astruktur petkerasan yang ada
tidak
mampu memikul beban lalu-
lintas.
d.
Teriadinya kerusakan pada struktur perkerasan akibat kondisi alam, bencana alam,atau penyebab lainnya.e.
Kapasitas jalan sudah tidak dapat menampung arus lalu-
lintas.Kriteria perancangan dan parameternya akzn berbeda sesuai dengan sasaran
dan
kondisi yang ada. Umumnya menggunakan data dasar yang semula, dengan beberapamodifikasi
bagian-
bagian yang sudah tidak memenuhi syafat.Termasuk
pada
kategonin
adalah petancanganbagi
jalan-jalanuntuk program
peningkatan jalan, pemehharaanialan,
rehabilitasi jalan, rekonstruksi jalan dan pelapisan ulang jalan.Pada
Buku 3 : Struktur & Konstruksi
Jalan akanlebih
banyak dibahas mengenai hal ini.2.4. KRITE,RIA PERANCANGAN PERKERASAN JAI-AN
Dalam
perancangan perkerasan,dengan
menggunakan metoda manapun,selalu ada 3 ( tiga ) parameter desain,yaitu :(1). PEMBEBANAI\T LALU LINTAS
( lihat Bab 1,.2.1,. ) didepan.
(2) UMAR RENCANA
Umur
rencana ditetapkan sesuai dengan progfam penanganan jalan yang direncanakan,mis alnya :.
PembangunanJalan Baru,untuk masalayan 20 tahun..
Peningkatan Jalan,untuk masa layan 70 tahun dan.
Pemeliharaan Jalan,untuk langka 5 tahun.(3). STANDAR DA
rI(ELASIALAN.
Klassifikasi Jalan menurut Kelas Jalan dapat
dilihat
pada Tabel 2.1a (untukj^l^n
antar kota) dan Tabel 2.1b.(untuk jalan perkotaan) dan Tabel 2.1c. (untuk jalan Kabupaten).2.5. PARAMETERPERANCANGANPERKERASANJAI-AN.
1).
I(LASSTFIT(ASrI{ENDARAAN
Pengelompokan kendaraan