• Tidak ada hasil yang ditemukan

LANGI(AH 4

Dalam dokumen u;.-ffi, - Bina Darma e-Journal (Halaman 72-75)

1

l!2

xofi6t8w1al14J4u Butrlt 2 : PERANCAN4AN PER-KERASANJALAN

c). Jenis dan tebal lapis pondasi bawah.

d).

Sifat kekuatan struktur: CBR tanah dasar, CBR effektip, kuat tarik lentur.

e).

Faktor keamanan beban.

1 lu

,lou6c8urcr'J4J,4u ButP<|,. 2 : PER,ANC^NqAN PERKER.ASAN JAL-AN

Tabel4.18. Koefisien

gesek P.

c. Penulangan pada perkerasan beton semen

menerus

dengan tulangan.

cl.

Penulangan

memzniang.

Tulangan

memaniang

yang dibutuhkan pada

perkerasan beton

,.*.r,

bertulang menerus, dengan tulangan dihitung dengan rumus berikut ini.

p -

100 .f ,,(r,3

- 0,2p)

...(4.36.)

fr-''.f,',

Metoda Perancangan Perkerasan Jalan 185

P. =

prosentase luas tulangan memanjang yarig dibutuhkan terhadap luas penampang beton (%o).

f., =

kuat tarik langsung beton= 0,4+0,5 f., (

kg/cm).

fy =

tegangan leleh rencanabaia GS/cm,;

n =

angka ekivalensi antart-bajz dan

beton(E"/E)

$abel

4.20.)

=

koefisien gesekan

^fitara pelat dan lapis dibawahnya.

=

modulus elastisitas baia =2,1x100 1kg/cm2;

=

modulus elastisitas beton

=

1485

{ {

Gg/cmr).

Tabel4.20. Proporsi

angka ekivalen baja dan beton (n).

f. ftg/.m') n

1,75

-225

235

*

28s

290 - l<eatas

i0 I

6

Prosentase minimum dari tulangan memanjang pada perkerasan beton menerus adalah 0,6oh

x luas

penampang beton.

Jumlah

optimum tulangan memanjang perlu dipas

^ng ag

r

jarak dan lebar retakan dapat dikendalikan.

Secara

teoritis

jarak antara reta.k^n pada perkerasan

beton

menerus dengan tulangan dihitung dengan rumus berikut:

t1

E.

E.

L.,

= -f",'

... (4.37.)

n.p'

.u.-ft(e

".E "

-

-f",) dimana:

L." = jank

teoritis

^ntara retakan (cm)

p =

perbandingan luas tulangan memanjang dengan luas penampang beton

u =

perbandingan keliling terhadap luas tulangan

= 4/d

fb =

tegangan lekat antan tulangan dengan beton = 1,97!

f,

GS/cm';.

es =

koefisien susut beton

=

400.106.

f,, =

kuat tarik langsung beton

=

0,4 + 0,5 f., (

kg/cm).

n =

angka ekivalensi

^nt^r^baja dan beton

(n=E./E)

E. =

modulus elastisitas beton

=

l4B5

{ q 6g/cm).

E" =

modulus elastisitas baia =2,1x10u

0.g/.-1

No. I-APIS

PEMECAH IKATAN

(bound breakel KOE.FISIEN GESEKAN (r)

nI

-)

Tapii-esap

ikat aspal diatas permukaan pondasl bawah.

L;b;;"

parafin tipis pemecah

ikaun Krret

koinpon

()

rhloinottd rubber t*ritg n*poan$

1,U 1,5 2,0

Tabet 4.19.

Ukuran

dan berat

tulangan

anyaman polos

dilas'

TUIj.NGAN

MEMANIANG

TULANGAN MELINTANG

LUAS PENAMPANG TUI-ANGAN

Berat per- satuafl

luas (ks/m2) Diameter

/mm)

Jaral<.

(mm)

Diameter

(mm) Jamk

(mm)

Memaniang (mm2/m)

Melintang (mm'/m)

ErnpatPetsegiPaniqL

12,5 17,2 10

100 100 100

I I

8

200 200 200

r227 9tJ6 785

?51 251 251

11,6A6 9J07 8,138 9

8 7.1

100 100 100

8 8 8

200 200 200

636 503 396

251 251 251

6967 5,919 5,091 9

8

200 200

I

8

250 250

318 251

201

201"

4,076 3.552 Buiut $anskat

I

10 9 8

100 200 200

2N

I

10

I

8

100 200

2N

200

503 393 318 251,

503 393 318

251

7,892 5,165 4.994 3.946 7,1

6,3 5 4

204 2W 200 200

7,1 6,3 5 4

200 200 200 200

198

t56

98 83

198 r56 98 83

3,108 2,447 1,542 0987

T

lffi ,ldnGtqUN&J,J424U Byty-|/. 2: PERANoANqANPERKER.+SANJAT-AN

Untuk meniamin

agar dtd^pat retakan yang

halus

dan iatak

^fltar^

rctakan yang optimum, maka:

- o/o tulangan dan perbandingan

^nt^r^ keliling dan

luas tulangan(u) harus besar.

- perlu menggunakan tulangan ulir

(deformed

baA

ufltuk

mempetoleh tegangan lekat yang lebih tinggi.

Jarzk retakan teoritis yang dihitung dengan Persamaan 4.37. dtatas harus membedkan hasil antara 150 dan 250 cm.

Jaruk antara talangan 100 mm

+

225 mm. Diameter batang tulangan memaniang berkisar

atttat

X2 mm dan 20 mm.

c2.

Penulangan

melintang.

Luas tulangan melintang

(A)

yang diperlukan pada perkerasan beton menerus dengan tr.rlangan dihitung menggunakan rumus 4.35.

Tulangan melintang direkomendasikan sebagai berikut:

-

Diameter batang ulir tidak lebih kecil dari 1'2 mm.

-

Jankmaksimum tulangan dari sumbu kesumbu 75 cm.

c3. Penempatan

tulangan.

Penulangan melintang pada perkerasan beton semen

harus

ditempatkan pada kedalaman

>

65 mm dari permukaan (untuk tebal pelat <

20 cm dan maksimum sampai

1/3

tebal pelat (untuk tebal pelat

>

20 cm).

Tuiangan arah memaniang dipasang diatas tulangan arah melintang.

4.4.3.3.3. Perancangan

Lapis Tambah

pada Perkerasan

Beton

Semen.

Ada beberapa kondisi dimana diperlukan pelapisan tambah (ouerlEl pada perkerasan beton semen yaitu:

a.

Pelapisan tambahan perkerasan beton semen diatas perkerasan lentur.

b.

Pelapisan tambahan perkerasan

beton

semen diatas perkerasan beton semen lama.

c. Pelapisan tambahan perkerasan lentur diatas perkerasan beton semen.

^. Lapis tambah perkerasan beton semen diatas

perkerasan

beton

aspal.

Penambahan

lapis tambahan

perkerasan

beton semen

diatas perkerasan lentur dalam hal ini perkerasan beton aspal, dihitung dengan cara

Metoda Perancangan Perkerasan Jalan lll

\'1rng sama seperti perhitungan tebal pelat beton semen pada peren clanEan pcrkerasan beton semen baru yang sudah dijelaskan diatas.

Modulus reaksi perkerasan lama

ft)

diperoleh dengan melakukan lrcngujian pembebanan pelat (pkte bearing tes) berdasxkan

AASHTO r

222-

ttl

pada perkerasan lzma yang selanjutnya dikorelasikan terhadap nilai CBR (lihat Lampiran c-10). Bila nilai

k

>140

KPa/mm 0a kg/cm),

maka nilai k

tcrsebut dianggap sama dengan 140

KPa/mm 0a kg/cm)

dengan nilai

cBR

50%.

b. Lapis tambah

perkerasan

beton

semen diatas perkerasan

beton

semen lama.

bl- Pelapisan tambahan dengan lapis pemisah (unbounded

atau sepatated ovetlay)

Tebal lapis tambahan dihitung dengan mmus berikut ini:

T, = {( r, - c,.r"1

. (4.38.)

dimana:

T, T

T"

C, bernilai:

C"

= 1

kondisi struktur perkerasan lama masih baik.

C"

= 0,75

kondisi struktur perkerasan lama baru mengalami retak awal pada sudut-sudut sambungan.

C,

= 0,35

kondisi struktur perkerasan lama sudah rusak.

Tebal minimum lapis tambahan dengan lapis pemisah sebesar 150 mm.

Fungsi

lapis

pemisah

untuk

mencegah refleksi penyebaran retak perkerasan lama ke lapis tambahan, yang biasanya terbuat dari beton aspal dengan ketebalan minimum 3 cm. Letak dan jenis sambungan serta penulangan pada lapisan tambah tidak perlu sama dengan yang ada pada perkerasan lama. Penulangan pada lapis tambahan tidak tergantung pada tulangan dan kondisi perkerasan lama.

=

tebal lapis tambahan

=

tebal yang diperlukan berdasarkan beban rencana dan

daya

dukung tanah dasar dan atau lapis pondasi bawah

dariialm

lama sesuai prosedur diatas.

=

tebal pelat lama (yang ada).

= koefisien yang

menyatakan

kondisi pelat lama

yang

{

l?i8 rlovlgG4Ut1&JwJ.rrl BJ/(PC{ 2: PSR/tNoANq/AiNPERI4ERr't-SANJAL-AN

b2. Petapisan tambahan langsun

g (dircct overlal)

Tebal lapis tambahan dihitung dengan rumus berikut ini:

T,

=

',0{( T'3

- c,.T"'') ...

...(4.39.)

dimana:

T. =

tebal laPis tambahan

T =

tebal yang diperlukan berdasarkan beban fencana dan daya dukung tanah dasar dan atza lapis pondasi bawah dafr. ialzn Iama sesuai Prosedur diatas.

To =

tebal pelat lama.(yang ada).

C. =

koefisien yang menyatakan keadaan struktur perkerasan lama yang bernilai

^ntaf^ 0,75

+

1.

Tebal minimum lapis tambahan

ini

sebesar 130 mm'

Letak sambungan pada lapis tambahan harus pada posisi yang sama dengan

letak sambrrrg* pada perkensan

lzmz.

Jenis

sambungan dan

p..rilr.rgrn

pada lapis tambahan tidak harus sama dengan ienis sambungan

irt, p.*rlrtgrtt prd,

perkerasan lama' Perkerasan lamz yang mengalami

r.trk ,-^l (C.=0,2S) dapat diberi lapisan

tambahan langsung bila kerusakann ya dapat diPerbaiki.

Lapis tambah

petkerasan

beton

aspal diatas petketasan

beton

semen

larna.

Pedu

ada evaluasi kembali mengenai

kondisi struktuf

perkerasan beton lama supaya tebal effektifnya dapat dinilai sebagai aspal beton. Untuk menenrukan

iebal effektif (f)

setiap

lapis

perkerasan

yang ada

harus dikonversikan kedalam tebal ekivalen aspal beton sesuai dengan Tabel 4'19'

Dengan demikian tebal lapis tambahan y^tg diperlukan,

dihitung

berdasarkan perhitungan lapis tambah an pada perkerasan lentur.

Dalam menentukan tebal ekivalen perkerasan beton

semen,

perlu memperhatikan

kondisi dan

daya

dukung lapis beton

semen

yzng

ada.

Apabila

lapisa;r-lapisan

perkerasan telah diketahui dan

kondisinya diietapkan,

kemrdi^n faktor

konversi

dipilih

sesuai Larnpiran C-11, tebal

effektip dari

setiap lapisan dapat ditentukan. Tebal

effektip

setiap lapisan

m.*prkm

hasil

perkali^t

^ntar

tebal lapisan dan faktor konversi' Tebal

effekip untuk seluruh

perkerasan merupakan

iumlah kumulatif

tebal effektip dari masing-masing lapisan.

'I

Meloda Perancangan Perkerasan Jalon lgg

Tebal lapisan tambahan dihitung dengan rumus berikut ini:

T,

= T-T...

...(4.40.) dimana:

T, =

tebal lapis tambahan

T =

tebal yang dipedukan berdasarkan beban rencana

dan

daya

dukung tanah

dasar

dan atau

lapis pondasi

bawah

dan jzlan lama sesuai prosedur diatas.

T" =

tebal effektip perkerasan lama.

Tebal

lapis

tambahan perkerasan

lenrur

yang diletakkan langsung diatas perkerasan beton semen, dianjurkan

minimum

100 mm. Bila tebal lapisan tambahan lebih dari 180 mm, strukrur lapis tambahan dapat menggunakan lapis peredam retak (Gbr.4.1,2)

I

beton aspal sebagai lapis aus (l)

j

bcton aspal sebagai hpis perau (2) beton aspal sebagai lapis peredam retak (3)

{

perkerasan beton semen lama(png ada)-(4)

s

tanah dasar (5)

Gbr.4.lZ.

Lapis

peredam retak pada pelapisan tambahan perkerasan beton semen. (Sumber: pd.T -14-2003)

CONTOH

SOAL 4.6.

Dalam dokumen u;.-ffi, - Bina Darma e-Journal (Halaman 72-75)