1
l!2
xofi6t8w1al14J4u Butrlt 2 : PERANCAN4AN PER-KERASANJALANc). Jenis dan tebal lapis pondasi bawah.
d).
Sifat kekuatan struktur: CBR tanah dasar, CBR effektip, kuat tarik lentur.e).
Faktor keamanan beban.1 lu
,lou6c8urcr'J4J,4u ButP<|,. 2 : PER,ANC^NqAN PERKER.ASAN JAL-ANTabel4.18. Koefisien
gesek P.c. Penulangan pada perkerasan beton semen
menerusdengan tulangan.
cl.
Penulanganmemzniang.
Tulangan
memaniangyang dibutuhkan pada
perkerasan beton,.*.r,
bertulang menerus, dengan tulangan dihitung dengan rumus berikut ini.p -
100 .f ,,(r,3- 0,2p)
...(4.36.)fr-''.f,',
Metoda Perancangan Perkerasan Jalan 185
P. =
prosentase luas tulangan memanjang yarig dibutuhkan terhadap luas penampang beton (%o).f., =
kuat tarik langsung beton= 0,4+0,5 f., (kg/cm).
fy =
tegangan leleh rencanabaia GS/cm,;n =
angka ekivalensi antart-bajz danbeton(E"/E)
$abel
4.20.)=
koefisien gesekan^fitara pelat dan lapis dibawahnya.
=
modulus elastisitas baia =2,1x100 1kg/cm2;=
modulus elastisitas beton=
1485{ {
Gg/cmr).Tabel4.20. Proporsi
angka ekivalen baja dan beton (n).f. ftg/.m') n
1,75
-225
235
*
28s290 - l<eatas
i0 I
6
Prosentase minimum dari tulangan memanjang pada perkerasan beton menerus adalah 0,6oh
x luas
penampang beton.Jumlah
optimum tulangan memanjang perlu dipas^ng ag
r
jarak dan lebar retakan dapat dikendalikan.Secara
teoritis
jarak antara reta.k^n pada perkerasanbeton
menerus dengan tulangan dihitung dengan rumus berikut:t1
E.
E.
L.,
= -f",'
... (4.37.)
n.p'
.u.-ft(e".E "
-
-f",) dimana:L." = jank
teoritis^ntara retakan (cm)
p =
perbandingan luas tulangan memanjang dengan luas penampang betonu =
perbandingan keliling terhadap luas tulangan= 4/d
fb =
tegangan lekat antan tulangan dengan beton = 1,97!f,
GS/cm';.es =
koefisien susut beton=
400.106.f,, =
kuat tarik langsung beton=
0,4 + 0,5 f., (kg/cm).
n =
angka ekivalensi^nt^r^baja dan beton
(n=E./E)
E. =
modulus elastisitas beton=
l4B5{ q 6g/cm).
E" =
modulus elastisitas baia =2,1x10u0.g/.-1
No. I-APIS
PEMECAH IKATAN
(bound breakel KOE.FISIEN GESEKAN (r)nI
-)
Tapii-esap
ikat aspal diatas permukaan pondasl bawah.L;b;;"
parafin tipis pemecahikaun Krret
koinpon()
rhloinottd rubber t*ritg n*poan$1,U 1,5 2,0
Tabet 4.19.
Ukuran
dan berattulangan
anyaman polosdilas'
TUIj.NGANMEMANIANG
TULANGAN MELINTANG
LUAS PENAMPANG TUI-ANGAN
Berat per- satuafl
luas (ks/m2) Diameter
/mm)
Jaral<.
(mm)
Diameter
(mm) Jamk
(mm)
Memaniang (mm2/m)
Melintang (mm'/m)
ErnpatPetsegiPaniqL
12,5 17,2 10
100 100 100
I I
8
200 200 200
r227 9tJ6 785
?51 251 251
11,6A6 9J07 8,138 9
8 7.1
100 100 100
8 8 8
200 200 200
636 503 396
251 251 251
6967 5,919 5,091 9
8
200 200
I
8
250 250
318 251
201
201"
4,076 3.552 Buiut $anskat
I
10 9 8
100 200 200
2N
I
10
I
8
100 200
2N
200
503 393 318 251,
503 393 318
251
7,892 5,165 4.994 3.946 7,1
6,3 5 4
204 2W 200 200
7,1 6,3 5 4
200 200 200 200
198
t56
98 83
198 r56 98 83
3,108 2,447 1,542 0987
T
lffi ,ldnGtqUN&J,J424U Byty-|/. 2: PERANoANqANPERKER.+SANJAT-AN
Untuk meniamin
agar dtd^pat retakan yanghalus
dan iatak^fltar^
rctakan yang optimum, maka:
- o/o tulangan dan perbandingan
^nt^r^ keliling dan
luas tulangan(u) harus besar.- perlu menggunakan tulangan ulir
(deformedbaA
ufltukmempetoleh tegangan lekat yang lebih tinggi.
Jarzk retakan teoritis yang dihitung dengan Persamaan 4.37. dtatas harus membedkan hasil antara 150 dan 250 cm.
Jaruk antara talangan 100 mm
+
225 mm. Diameter batang tulangan memaniang berkisaratttat
X2 mm dan 20 mm.c2.
Penulanganmelintang.
Luas tulangan melintang
(A)
yang diperlukan pada perkerasan beton menerus dengan tr.rlangan dihitung menggunakan rumus 4.35.Tulangan melintang direkomendasikan sebagai berikut:
-
Diameter batang ulir tidak lebih kecil dari 1'2 mm.-
Jankmaksimum tulangan dari sumbu kesumbu 75 cm.c3. Penempatan
tulangan.
Penulangan melintang pada perkerasan beton semen
harusditempatkan pada kedalaman
>
65 mm dari permukaan (untuk tebal pelat <20 cm dan maksimum sampai
1/3
tebal pelat (untuk tebal pelat>
20 cm).Tuiangan arah memaniang dipasang diatas tulangan arah melintang.
4.4.3.3.3. Perancangan
Lapis Tambah
pada PerkerasanBeton
Semen.Ada beberapa kondisi dimana diperlukan pelapisan tambah (ouerlEl pada perkerasan beton semen yaitu:
a.
Pelapisan tambahan perkerasan beton semen diatas perkerasan lentur.b.
Pelapisan tambahan perkerasanbeton
semen diatas perkerasan beton semen lama.c. Pelapisan tambahan perkerasan lentur diatas perkerasan beton semen.
^. Lapis tambah perkerasan beton semen diatas
perkerasanbeton
aspal.Penambahan
lapis tambahan
perkerasanbeton semen
diatas perkerasan lentur dalam hal ini perkerasan beton aspal, dihitung dengan caraMetoda Perancangan Perkerasan Jalan lll
\'1rng sama seperti perhitungan tebal pelat beton semen pada peren clanEan pcrkerasan beton semen baru yang sudah dijelaskan diatas.
Modulus reaksi perkerasan lama
ft)
diperoleh dengan melakukan lrcngujian pembebanan pelat (pkte bearing tes) berdasxkanAASHTO r
222-ttl
pada perkerasan lzma yang selanjutnya dikorelasikan terhadap nilai CBR (lihat Lampiran c-10). Bila nilaik
>140KPa/mm 0a kg/cm),
maka nilai ktcrsebut dianggap sama dengan 140
KPa/mm 0a kg/cm)
dengan nilaicBR
50%.b. Lapis tambah
perkerasanbeton
semen diatas perkerasanbeton
semen lama.bl- Pelapisan tambahan dengan lapis pemisah (unbounded
atau sepatated ovetlay)Tebal lapis tambahan dihitung dengan mmus berikut ini:
T, = {( r, - c,.r"1
. (4.38.)dimana:
T, T
T"
C, bernilai:
C"
= 1
kondisi struktur perkerasan lama masih baik.C"
= 0,75
kondisi struktur perkerasan lama baru mengalami retak awal pada sudut-sudut sambungan.C,
= 0,35
kondisi struktur perkerasan lama sudah rusak.Tebal minimum lapis tambahan dengan lapis pemisah sebesar 150 mm.
Fungsi
lapis
pemisahuntuk
mencegah refleksi penyebaran retak perkerasan lama ke lapis tambahan, yang biasanya terbuat dari beton aspal dengan ketebalan minimum 3 cm. Letak dan jenis sambungan serta penulangan pada lapisan tambah tidak perlu sama dengan yang ada pada perkerasan lama. Penulangan pada lapis tambahan tidak tergantung pada tulangan dan kondisi perkerasan lama.=
tebal lapis tambahan=
tebal yang diperlukan berdasarkan beban rencana dandaya
dukung tanah dasar dan atau lapis pondasi bawahdariialm
lama sesuai prosedur diatas.=
tebal pelat lama (yang ada).= koefisien yang
menyatakankondisi pelat lama
yang{
l?i8 rlovlgG4Ut1&JwJ.rrl BJ/(PC{ 2: PSR/tNoANq/AiNPERI4ERr't-SANJAL-AN
b2. Petapisan tambahan langsun
g (dircct overlal)
Tebal lapis tambahan dihitung dengan rumus berikut ini:T,
=
',0{( T'3- c,.T"'') ...
...(4.39.)dimana:
T. =
tebal laPis tambahanT =
tebal yang diperlukan berdasarkan beban fencana dan daya dukung tanah dasar dan atza lapis pondasi bawah dafr. ialzn Iama sesuai Prosedur diatas.To =
tebal pelat lama.(yang ada).C. =
koefisien yang menyatakan keadaan struktur perkerasan lama yang bernilai^ntaf^ 0,75
+
1.Tebal minimum lapis tambahan
ini
sebesar 130 mm'Letak sambungan pada lapis tambahan harus pada posisi yang sama dengan
letak sambrrrg* pada perkensan
lzmz.Jenis
sambungan danp..rilr.rgrn
pada lapis tambahan tidak harus sama dengan ienis sambunganirt, p.*rlrtgrtt prd,
perkerasan lama' Perkerasan lamz yang mengalamir.trk ,-^l (C.=0,2S) dapat diberi lapisan
tambahan langsung bila kerusakann ya dapat diPerbaiki.Lapis tambah
petkerasanbeton
aspal diatas petketasanbeton
semenlarna.
Pedu
ada evaluasi kembali mengenaikondisi struktuf
perkerasan beton lama supaya tebal effektifnya dapat dinilai sebagai aspal beton. Untuk menenrukaniebal effektif (f)
setiaplapis
perkerasanyang ada
harus dikonversikan kedalam tebal ekivalen aspal beton sesuai dengan Tabel 4'19'Dengan demikian tebal lapis tambahan y^tg diperlukan,
dihitungberdasarkan perhitungan lapis tambah an pada perkerasan lentur.
Dalam menentukan tebal ekivalen perkerasan beton
semen,
perlu memperhatikankondisi dan
dayadukung lapis beton
semenyzng
ada.Apabila
lapisa;r-lapisanperkerasan telah diketahui dan
kondisinya diietapkan,kemrdi^n faktor
konversidipilih
sesuai Larnpiran C-11, tebaleffektip dari
setiap lapisan dapat ditentukan. Tebaleffektip
setiap lapisanm.*prkm
hasilperkali^t
^ntar
tebal lapisan dan faktor konversi' Tebaleffekip untuk seluruh
perkerasan merupakaniumlah kumulatif
tebal effektip dari masing-masing lapisan.'I
Meloda Perancangan Perkerasan Jalon lgg
Tebal lapisan tambahan dihitung dengan rumus berikut ini:
T,
= T-T...
...(4.40.) dimana:T, =
tebal lapis tambahanT =
tebal yang dipedukan berdasarkan beban rencanadan
dayadukung tanah
dasardan atau
lapis pondasibawah
dan jzlan lama sesuai prosedur diatas.T" =
tebal effektip perkerasan lama.Tebal
lapis
tambahan perkerasanlenrur
yang diletakkan langsung diatas perkerasan beton semen, dianjurkanminimum
100 mm. Bila tebal lapisan tambahan lebih dari 180 mm, strukrur lapis tambahan dapat menggunakan lapis peredam retak (Gbr.4.1,2)I
beton aspal sebagai lapis aus (l)j
bcton aspal sebagai hpis perau (2) beton aspal sebagai lapis peredam retak (3){
perkerasan beton semen lama(png ada)-(4)s
tanah dasar (5)Gbr.4.lZ.