• Tidak ada hasil yang ditemukan

RANCANGAN PERKERASAN BETON SEMEN

Dalam dokumen u;.-ffi, - Bina Darma e-Journal (Halaman 75-78)

{

l?i8 rlovlgG4Ut1&JwJ.rrl BJ/(PC{ 2: PSR/tNoANq/AiNPERI4ERr't-SANJAL-AN

b2. Petapisan tambahan langsun

g (dircct overlal)

Tebal lapis tambahan dihitung dengan rumus berikut ini:

T,

=

',0{( T'3

- c,.T"'') ...

...(4.39.)

dimana:

T. =

tebal laPis tambahan

T =

tebal yang diperlukan berdasarkan beban fencana dan daya dukung tanah dasar dan atza lapis pondasi bawah dafr. ialzn Iama sesuai Prosedur diatas.

To =

tebal pelat lama.(yang ada).

C. =

koefisien yang menyatakan keadaan struktur perkerasan lama yang bernilai

^ntaf^ 0,75

+

1.

Tebal minimum lapis tambahan

ini

sebesar 130 mm'

Letak sambungan pada lapis tambahan harus pada posisi yang sama dengan

letak sambrrrg* pada perkensan

lzmz.

Jenis

sambungan dan

p..rilr.rgrn

pada lapis tambahan tidak harus sama dengan ienis sambungan

irt, p.*rlrtgrtt prd,

perkerasan lama' Perkerasan lamz yang mengalami

r.trk ,-^l (C.=0,2S) dapat diberi lapisan

tambahan langsung bila kerusakann ya dapat diPerbaiki.

Lapis tambah

petkerasan

beton

aspal diatas petketasan

beton

semen

larna.

Pedu

ada evaluasi kembali mengenai

kondisi struktuf

perkerasan beton lama supaya tebal effektifnya dapat dinilai sebagai aspal beton. Untuk menenrukan

iebal effektif (f)

setiap

lapis

perkerasan

yang ada

harus dikonversikan kedalam tebal ekivalen aspal beton sesuai dengan Tabel 4'19'

Dengan demikian tebal lapis tambahan y^tg diperlukan,

dihitung

berdasarkan perhitungan lapis tambah an pada perkerasan lentur.

Dalam menentukan tebal ekivalen perkerasan beton

semen,

perlu memperhatikan

kondisi dan

daya

dukung lapis beton

semen

yzng

ada.

Apabila

lapisa;r-lapisan

perkerasan telah diketahui dan

kondisinya diietapkan,

kemrdi^n faktor

konversi

dipilih

sesuai Larnpiran C-11, tebal

effektip dari

setiap lapisan dapat ditentukan. Tebal

effektip

setiap lapisan

m.*prkm

hasil

perkali^t

^ntar

tebal lapisan dan faktor konversi' Tebal

effekip untuk seluruh

perkerasan merupakan

iumlah kumulatif

tebal effektip dari masing-masing lapisan.

'I

Meloda Perancangan Perkerasan Jalon lgg

Tebal lapisan tambahan dihitung dengan rumus berikut ini:

T,

= T-T...

...(4.40.) dimana:

T, =

tebal lapis tambahan

T =

tebal yang dipedukan berdasarkan beban rencana

dan

daya

dukung tanah

dasar

dan atau

lapis pondasi

bawah

dan jzlan lama sesuai prosedur diatas.

T" =

tebal effektip perkerasan lama.

Tebal

lapis

tambahan perkerasan

lenrur

yang diletakkan langsung diatas perkerasan beton semen, dianjurkan

minimum

100 mm. Bila tebal lapisan tambahan lebih dari 180 mm, strukrur lapis tambahan dapat menggunakan lapis peredam retak (Gbr.4.1,2)

I

beton aspal sebagai lapis aus (l)

j

bcton aspal sebagai hpis perau (2) beton aspal sebagai lapis peredam retak (3)

{

perkerasan beton semen lama(png ada)-(4)

s

tanah dasar (5)

Gbr.4.lZ.

Lapis

peredam retak pada pelapisan tambahan perkerasan beton semen. (Sumber: pd.T -14-2003)

CONTOH

SOAL 4.6.

l10 t1onGarut<G;t

l,rJJrt

Et{tly. 2 : PERANCANqAN PERKER.A.SANJAI-4N

*

truck 2 as- 6

ton(I(cl)=

*

truck 2 as- '1,3 ton(Bs)=

*

truck 3 as- 20

ton(fd)=

*

truck gandeng 5as-30t=

Pernrmbuhan

lalin

= Umur

rencana

= -

CB\**0"",=

4,5oh.

Perkerasan beton semen mempunyai:

754kend./hri

685 kend./hari 410 kend./hari

25kend./han

6%o per-tahun 25 tahun

a). tipe

BBTT

b). tipe

BBDT

c). tipe

BMDT

dengan ketentuan :

- kuat tarik

lentur

=4,25IVIP, (

f =

310 kg/cm2,silinder) - bahan pondasi bawah=stabilisasi semen 72,5 cm

- mutu baia nrlangan

BJTU 32 (fr=tegangan leleh

3200kg/cm) untuk BMDT' BJTU

24(fr=teganganleleh 2400

kglcml

untuk

BBDT'

- tanpa bahu jalan beton

-

^ntara

pelat beton dan lapis

pondasi bawah

diberi lapis

bound breaker dengan koefisien gesek

p=

1,5

Perbiturgan:

Langkah

1.:

1.

Nilai CBR

=

4,5%o

Langkalr2z

2a).Menghitung

jumlah

konfigurasi

beban sumbu untuk

masing-masing jenis kenda raan niaga dan

JSKN,

2b).Menghitung jumlah sumbu kendaraan niaga

(JSKN

) rencana.

JSKNuR

=

365 XJSKNH

X R

dari (rumus 4-29.) darr JSKNu*hi"=

JSKN,*x C

dari rumus (4.33.)

Untuk Umur

Rencana 25 tahun, dengan i=6oh didapat R=54,9

(fabel

4.14) dan dalam hal

ini

, menurut Tabel 4.2. untuk

4laiut

2 anh, n:.Ial C

=

0,45

JSKNUR

=365

x

3284x54,9

=

6,58 x 107

JSI${

uRr"i"

=

6,58 x107 x 0,45

=

2,96

x

107.

2c).Menghitung iumlah repetisi kumulatif tiap kombinasi konfigurasi/beban sumbu pada laiur rencana.

,/

Metoda Perancangan Perkerasan Jalan

CATATAN: RD=roda depan, RB=roda belakang, RGD=roda gand."g dip""3cn=od"

gandeng belakang, BS=beban sumbu, JS=f umlah sumbu,STRT=sumbu tunggal roda tunggal, STRG= sumbu tunggal roda ganda,STdRG=sumbu tandem roda ganda

Langkah

3:

Memilih tipe struktur perkerasan a). Sifat dan ienis srruktur :

Menggunakan Ruji (Dowel) Tanpa bahu beton

f.r= 4,25MPa

Lapis Pondasi bawah: stabilisasi semen

l2,S

cm.

CB&"run a"r",

=

4r5o/o

CBR"u.uoo

-

20oh ( dari Gbr.4.11)

F* =

1,2.

b).Jenis perkerasan:tipe

BBTT,BBDT

atau tipe

BMDT.

tlt

Tabel Contoh Sod 4.6(1)

T

142

'@u6cttttlstMt4u

?W1u. 2 : PERANoAN(ANPERKER,ASANJAL N

\

Metoda Perancangan Perkerasan Jolan 143

- STdRG= 140 *1.2= 21... dst.

8

c).

Gunakan Tabel pada Lampiran

D.

- untuk kondisi tanpa bahu,tebal pelat 19 cm dan CBR effektip

=

20o/o masing-masing akan didapat untuk:

TErr*, =

1,09

TErr*" =

1,75 TErro*"

=

7,45

FErro,

= 1,82 FErr*" =

2,42 FErro*"

=

2,48 (dengan ruii).

d).

FRTsrRu= TErrr, = l'09 =o-zo

"ft

4'25

FRTrr*o=

TErr^, = l'75 =0.+t

FRrsranc: 4*:'i.:.'

==

r.r,

f.r

4'25

e),0,9

dan h).

Gunakan

Lampiran E-1

dengan masing-masing beban

roda

dan masing-masing FRT untuk mendapatkan repetisi beban ijin(fatik).

Gunakan pula Lampiran

E-2

(untuk kondisi tanpa bahu beton pada analisa erosi untuk mendapatkan repetisi beban

iiin

(erosi).

t),),k). Lihat petunjuk pada kolom pada Tabel.

Langkah 4:

Menghitung Kekuatan Pelat Beton

a). Dengan data dari langkah 3

gunakan

Lampirao

2

s/dB

dengan :

gambar

grafik

pada

- Lalu Lintas dalam kotii. dengan

ruii;f.t=4,25;

CBR.rr.uor=2070

dan :'-petisi

sumbu=2,96x107 pendekatan tebal perkerasan= 19,0 cm'

F*r=1 ,2;

didapat

b) Beban Rencana per-roda:

- STRT

' 60

xl.2 = 36

2

- STRG

= 9xr.2

= 24

4

CATATAN: TE=Tegangan Ekivalen,FRT=Faktor Rasio Tegangan,FE=Faktor terbatas.

Tabel Contoh Soal Pe Sumbu rencana.

JENIS SUMBU

BEBAN SUMBU {torD

JUMIdH SUMBU

o/o

BHBAN TERHADAP

TOTAL

PROFORSI SUMBU

LAtU LINTAS RENCANA

REPETISI SUMBU

YANG TERJADI

(1) (2) (3) (4) (s) (6) o)

=gx(s)x(6)

STRT 6

5 4 J 2

435 135 754 586 754

0,13 443 0,21 0,1s 0,23

0,66 0,66 0,66 0,66 0,66

2,96x107 296x1A7 2,96x10r 2,96x10?

2,96x10?

2,54x1ff 4,49xi06 4,49x106 3,51x106 4,49x1ff

TOTAL 3.264 1,00

STRG 8

5

685 586

A,54 0A6

026

4,2{t

2,96x107

296xl(f

4,15x106 3,54x1ff

TOTAL 1.271 1.00

STdRG 14 43s 1,00 0,08 2,96x.1U 2,31xl06

TOTAL 435 1,00

KUMUIATIF 2,96x101

Tabel Contoh Soal4.6(3). Analisa Fatik dan Erosi.

NIS MtltI

BEBAN SUMBU ToN&N)

BEBAN BENCANA PER.RODA

(kN)

REPETISI YANG lErJADl

ITAKTOR TEGANGAN

DAN ERt)sI

ANALISTI FATIX ANAIISA EROSI

*EPETI$1

IrN

PE&strN IUSAK frt)

R"E,FETISI IJIN

PE[SEN TI'EAK

(e6)

(r) a) (3) (4) (s) (6) (7)3(a)x

100/(o (E (q=(4)*

100/(8)

IRT 6(60)

s(50) 4(40) 3(30)

2@

36,00 10,00 24,N 18,0o 12,00

2,54x1 06 4.4}{106 4l}{10F 3,51xlS 4.49*10

IE=1,09 FnI:036

FE-221

fi

TIT T1 T'f

0 0 0 o

II

1T.IT .IT TT

0 0 0 0

I'RG E(U0.)

5{50) 15,00 3,54t106 FRT-0,4I

FE=488

TT

461 o

3J1106 TT

,18 0

14(r40) 27,lN 2J7x I tP

FtT=0,34 FE=e9S

o 4.6rlO{ 51

46I>I{XFl{ 169>t$yt

...dst. Erosi, TT=tidak

14

rldlt€GqtltlE t

ril./a$

BIAKIA 2 : PER.4NCAN6AN PERKER,QSAN JAL-qN

Persen rusak kedua analisa melebihi 7}}oh,iadt tebal 19 cm tidak memenuhi.

l-,akukan pengulangan perbitangaa nulai dari 4a lagi Ambil tebal pelat 20 cm.

Tabel Contoh Soal4.6(4). Analisa Fatik dan Erosi(ulangan)

CATATAN: TE=Tegangan Ekivalen,FRT=Faktor Rasio Tegangan,FE=Faktor Erosi,. fi=tidak

terbatas.

Jadi tebal pelat beton

20

cm aldalah yang paling

tipis

dan Paling ekonomis untuk kondisi sebagaiman

^ yang ditentukan.

CONTOH

SOAL 4.7.

Dalam dokumen u;.-ffi, - Bina Darma e-Journal (Halaman 75-78)