{
l?i8 rlovlgG4Ut1&JwJ.rrl BJ/(PC{ 2: PSR/tNoANq/AiNPERI4ERr't-SANJAL-AN
b2. Petapisan tambahan langsun
g (dircct overlal)
Tebal lapis tambahan dihitung dengan rumus berikut ini:T,
=
',0{( T'3- c,.T"'') ...
...(4.39.)dimana:
T. =
tebal laPis tambahanT =
tebal yang diperlukan berdasarkan beban fencana dan daya dukung tanah dasar dan atza lapis pondasi bawah dafr. ialzn Iama sesuai Prosedur diatas.To =
tebal pelat lama.(yang ada).C. =
koefisien yang menyatakan keadaan struktur perkerasan lama yang bernilai^ntaf^ 0,75
+
1.Tebal minimum lapis tambahan
ini
sebesar 130 mm'Letak sambungan pada lapis tambahan harus pada posisi yang sama dengan
letak sambrrrg* pada perkensan
lzmz.Jenis
sambungan danp..rilr.rgrn
pada lapis tambahan tidak harus sama dengan ienis sambunganirt, p.*rlrtgrtt prd,
perkerasan lama' Perkerasan lamz yang mengalamir.trk ,-^l (C.=0,2S) dapat diberi lapisan
tambahan langsung bila kerusakann ya dapat diPerbaiki.Lapis tambah
petkerasanbeton
aspal diatas petketasanbeton
semenlarna.
Pedu
ada evaluasi kembali mengenaikondisi struktuf
perkerasan beton lama supaya tebal effektifnya dapat dinilai sebagai aspal beton. Untuk menenrukaniebal effektif (f)
setiaplapis
perkerasanyang ada
harus dikonversikan kedalam tebal ekivalen aspal beton sesuai dengan Tabel 4'19'Dengan demikian tebal lapis tambahan y^tg diperlukan,
dihitungberdasarkan perhitungan lapis tambah an pada perkerasan lentur.
Dalam menentukan tebal ekivalen perkerasan beton
semen,
perlu memperhatikankondisi dan
dayadukung lapis beton
semenyzng
ada.Apabila
lapisa;r-lapisanperkerasan telah diketahui dan
kondisinya diietapkan,kemrdi^n faktor
konversidipilih
sesuai Larnpiran C-11, tebaleffektip dari
setiap lapisan dapat ditentukan. Tebaleffektip
setiap lapisanm.*prkm
hasilperkali^t
^ntar
tebal lapisan dan faktor konversi' Tebaleffekip untuk seluruh
perkerasan merupakaniumlah kumulatif
tebal effektip dari masing-masing lapisan.'I
Meloda Perancangan Perkerasan Jalon lgg
Tebal lapisan tambahan dihitung dengan rumus berikut ini:
T,
= T-T...
...(4.40.) dimana:T, =
tebal lapis tambahanT =
tebal yang dipedukan berdasarkan beban rencanadan
dayadukung tanah
dasardan atau
lapis pondasibawah
dan jzlan lama sesuai prosedur diatas.T" =
tebal effektip perkerasan lama.Tebal
lapis
tambahan perkerasanlenrur
yang diletakkan langsung diatas perkerasan beton semen, dianjurkanminimum
100 mm. Bila tebal lapisan tambahan lebih dari 180 mm, strukrur lapis tambahan dapat menggunakan lapis peredam retak (Gbr.4.1,2)I
beton aspal sebagai lapis aus (l)j
bcton aspal sebagai hpis perau (2) beton aspal sebagai lapis peredam retak (3){
perkerasan beton semen lama(png ada)-(4)s
tanah dasar (5)Gbr.4.lZ.
Lapis
peredam retak pada pelapisan tambahan perkerasan beton semen. (Sumber: pd.T -14-2003)CONTOH
SOAL 4.6.l10 t1onGarut<G;t
l,rJJrt
Et{tly. 2 : PERANCANqAN PERKER.A.SANJAI-4N*
truck 2 as- 6ton(I(cl)=
*
truck 2 as- '1,3 ton(Bs)=*
truck 3 as- 20ton(fd)=
*
truck gandeng 5as-30t=Pernrmbuhan
lalin
= Umurrencana
= -CB\**0"",=
4,5oh.Perkerasan beton semen mempunyai:
754kend./hri
685 kend./hari 410 kend./hari
25kend./han
6%o per-tahun 25 tahun
a). tipe
BBTT
b). tipeBBDT
c). tipeBMDT
dengan ketentuan :
- kuat tarik
lentur
=4,25IVIP, (f =
310 kg/cm2,silinder) - bahan pondasi bawah=stabilisasi semen 72,5 cm- mutu baia nrlangan
BJTU 32 (fr=tegangan leleh
3200kg/cm) untuk BMDT' BJTU
24(fr=teganganleleh 2400kglcml
untukBBDT'
- tanpa bahu jalan beton-
^ntarapelat beton dan lapis
pondasi bawahdiberi lapis
bound breaker dengan koefisien gesekp=
1,5Perbiturgan:
Langkah
1.:1.
Nilai CBR=
4,5%oLangkalr2z
2a).Menghitung
jumlah
konfigurasibeban sumbu untuk
masing-masing jenis kenda raan niaga danJSKN,
2b).Menghitung jumlah sumbu kendaraan niaga
(JSKN
) rencana.JSKNuR
=
365 XJSKNHX R
dari (rumus 4-29.) darr JSKNu*hi"=JSKN,*x C
dari rumus (4.33.)Untuk Umur
Rencana 25 tahun, dengan i=6oh didapat R=54,9(fabel
4.14) dan dalam halini
, menurut Tabel 4.2. untuk4laiut
2 anh, n:.Ial C=
0,45JSKNUR
=365x
3284x54,9=
6,58 x 107JSI${
uRr"i"=
6,58 x107 x 0,45=
2,96x
107.2c).Menghitung iumlah repetisi kumulatif tiap kombinasi konfigurasi/beban sumbu pada laiur rencana.
,/
Metoda Perancangan Perkerasan Jalan
CATATAN: RD=roda depan, RB=roda belakang, RGD=roda gand."g dip""3cn=od"
gandeng belakang, BS=beban sumbu, JS=f umlah sumbu,STRT=sumbu tunggal roda tunggal, STRG= sumbu tunggal roda ganda,STdRG=sumbu tandem roda ganda
Langkah
3:
Memilih tipe struktur perkerasan a). Sifat dan ienis srruktur :Menggunakan Ruji (Dowel) Tanpa bahu beton
f.r= 4,25MPa
Lapis Pondasi bawah: stabilisasi semen
l2,S
cm.CB&"run a"r",
=
4r5o/oCBR"u.uoo
-
20oh ( dari Gbr.4.11)F* =
1,2.b).Jenis perkerasan:tipe
BBTT,BBDT
atau tipeBMDT.
tlt
Tabel Contoh Sod 4.6(1)
T
142
'@u6cttttlstMt4u
?W1u. 2 : PERANoAN(ANPERKER,ASANJAL N
\
Metoda Perancangan Perkerasan Jolan 143
- STdRG= 140 *1.2= 21... dst.
8
c).
Gunakan Tabel pada LampiranD.
- untuk kondisi tanpa bahu,tebal pelat 19 cm dan CBR effektip
=
20o/o masing-masing akan didapat untuk:TErr*, =
1,09TErr*" =
1,75 TErro*"=
7,45FErro,
= 1,82 FErr*" =
2,42 FErro*"=
2,48 (dengan ruii).d).
FRTsrRu= TErrr, = l'09 =o-zo"ft
4'25FRTrr*o=
TErr^, = l'75 =0.+tFRrsranc: 4*:'i.:.'
==r.r,
f.r
4'25e),0,9
dan h).Gunakan
Lampiran E-1
dengan masing-masing bebanroda
dan masing-masing FRT untuk mendapatkan repetisi beban ijin(fatik).Gunakan pula Lampiran
E-2
(untuk kondisi tanpa bahu beton pada analisa erosi untuk mendapatkan repetisi bebaniiin
(erosi).t),),k). Lihat petunjuk pada kolom pada Tabel.
Langkah 4:
Menghitung Kekuatan Pelat Betona). Dengan data dari langkah 3
gunakanLampirao
2s/dB
dengan :gambar
grafik
pada- Lalu Lintas dalam kotii. dengan
ruii;f.t=4,25;CBR.rr.uor=2070
dan :'-petisi
sumbu=2,96x107 pendekatan tebal perkerasan= 19,0 cm'F*r=1 ,2;
didapat
b) Beban Rencana per-roda:
- STRT
' 60
xl.2 = 362
- STRG
= 9xr.2
= 244
CATATAN: TE=Tegangan Ekivalen,FRT=Faktor Rasio Tegangan,FE=Faktor terbatas.
Tabel Contoh Soal Pe Sumbu rencana.
JENIS SUMBU
BEBAN SUMBU {torD
JUMIdH SUMBU
o/o
BHBAN TERHADAP
TOTAL
PROFORSI SUMBU
LAtU LINTAS RENCANA
REPETISI SUMBU
YANG TERJADI
(1) (2) (3) (4) (s) (6) o)
=gx(s)x(6)
STRT 6
5 4 J 2
435 135 754 586 754
0,13 443 0,21 0,1s 0,23
0,66 0,66 0,66 0,66 0,66
2,96x107 296x1A7 2,96x10r 2,96x10?
2,96x10?
2,54x1ff 4,49xi06 4,49x106 3,51x106 4,49x1ff
TOTAL 3.264 1,00
STRG 8
5
685 586
A,54 0A6
026
4,2{t
2,96x107
296xl(f
4,15x106 3,54x1ff
TOTAL 1.271 1.00
STdRG 14 43s 1,00 0,08 2,96x.1U 2,31xl06
TOTAL 435 1,00
KUMUIATIF 2,96x101
Tabel Contoh Soal4.6(3). Analisa Fatik dan Erosi.
NIS MtltI
BEBAN SUMBU ToN&N)
BEBAN BENCANA PER.RODA
(kN)
REPETISI YANG lErJADl
ITAKTOR TEGANGAN
DAN ERt)sI
ANALISTI FATIX ANAIISA EROSI
*EPETI$1
IrN
PE&strN IUSAK frt)
R"E,FETISI IJIN
PE[SEN TI'EAK
(e6)
(r) a) (3) (4) (s) (6) (7)3(a)x
100/(o (E (q=(4)*
100/(8)
IRT 6(60)
s(50) 4(40) 3(30)
2@
36,00 10,00 24,N 18,0o 12,00
2,54x1 06 4.4}{106 4l}{10F 3,51xlS 4.49*10
IE=1,09 FnI:036
FE-221
fi
TIT T1 T'f
0 0 0 o
II
1T.IT .IT TT
0 0 0 0
I'RG E(U0.)
5{50) 15,00 3,54t106 FRT-0,4I
FE=488
TT
461 o
3J1106 TT
,18 0
14(r40) 27,lN 2J7x I tP
FtT=0,34 FE=e9S
o 4.6rlO{ 51
46I>I{XFl{ 169>t$yt
...dst. Erosi, TT=tidak
14
rldlt€GqtltlE tril./a$
BIAKIA 2 : PER.4NCAN6AN PERKER,QSAN JAL-qNPersen rusak kedua analisa melebihi 7}}oh,iadt tebal 19 cm tidak memenuhi.
l-,akukan pengulangan perbitangaa nulai dari 4a lagi Ambil tebal pelat 20 cm.
Tabel Contoh Soal4.6(4). Analisa Fatik dan Erosi(ulangan)
CATATAN: TE=Tegangan Ekivalen,FRT=Faktor Rasio Tegangan,FE=Faktor Erosi,. fi=tidak
terbatas.
Jadi tebal pelat beton
20
cm aldalah yang palingtipis
dan Paling ekonomis untuk kondisi sebagaiman^ yang ditentukan.