.ilgregat campuran harus mempunyai gradasi menerus,dari butir yang kasar sampai halus,dan harus memenuhi salah satu pilihan gradasi pada T abel 3.13.
Agregat campuran yafig diperoleh melalui
Pencampuraflmeflurut proporsi yang dipedukan dalam 'iob
mix',nilaiekivalensi pasir tidak kurang dari 50oh.
Aspal yang digunakan
untuk
aspal beton harus dari salah satuPEN 60/70 at^v 80/100 yang
seragam,tidak mengandung airdan bila dipanaskan sampai 175" C,tidak berbusa.Elemen Struktur Perkeresan Jalan
5.
CAMPURAN ASPALDAN AGREGAT
untuk Aspal Beton.-
Kadar aspal dalam campuran 4o/o-7o/o-
Kadar aspal yang tepat,harus ditentukan berdasarkan pengujianMarshall,dan memenuhi persyaratan sebagaimana
pada Lampiran B-11 (Sumber: Asphalt Institute)Tabel3.13.
Persy^r^tan CampuranLapis
AspalBeton
CATATAN:
1. Rongga dalam campuran aspal, dihitung berdasarkan Berat Jenis maksimum reorids campuran (berdasarkan berat jenis effektip agregat),atau berdasarkan berar jenis maksimum campuran menun.rt AASHTO T 209-82.
2. Rongga dalam agregat ditetapkan berdasarkan berat jenis curah @ulk) dad agregat.
3. Indeks pcrendaman ditetapkan berdasarkan rumus:
STABILITAS I\{ARSHAI-I- se telatr dircndam dalam air,sclama 4fl jam,pada suhu 60,,C ( kg)
--- x 10001, STABILITAS N{ARSH;\LI- ( kg )
4. Kcpalatan I.alu l.intas :
,. Berat : lebih bcsar 500 UE 18 KSAl-/hariljalur.
ir. Sedang : 50 sampai 500 UE 18I{SAl-/hari/jalur.
iii). I(ecil : lebih kecil 50 UE 18 KSAL /hariljalur.
-).
4.
Tabel
3.12. Persy at^tatt Bahan PengisiSIFATUMUM
KADARAIR MAX 1%
GUMPALAN PARTIKE.I, T1DAKADA
BUKAAN SAFJNGAN (mm ) % LOLOS SARINGAN Gradasi
No. 30 ( 0,59 mm ) No. 50 ( 0,279 mm ) No.100(0,'149mm) No. 200 ( 0.074 mm )
100 90
-
10090 * 100 65 - 100
SI}.AT CAMPURAN
LALIN BERAT
(2x75
tumbukan )
LALIN SEDANG
(2x50
tumbukan )
I.ALIN RINGAN
(2x 35 tumbukan )
MlN MAKS MIN MAKS MIN MAKS
STABILITAS&s) 550 450 3s0
KI],LELE}IAN ( FLOW )mm 2,0 4,0 2.0 4.5 2,0 5.0
STARILITAS/ KELEI-EHAN Gg/mm)
200 350 200 350 200 350
RONGGA DLM CAMPURAN ( % ) 3 5 ) 5 .) 5
R{)5664 DAIAM AGRr,.CAT (o/o) LIHAT Tabel 3.14 TNDEKS PERENDAMAN(70)
75 75 75
54 r<orr6c4ut1et tr4t4% B Kw 2 : PER:4NCANqAN PERKERASANJAL*N
Tabel
dalam3.1.4.9. o
Lataston (Lapis Tipis
AspalBeton;=gRS (Hot
Rolled Sheet)Lataston atau
Hot
Rolled Sheet (HRS) adalah campuran aspal yang dirancang dengan kadar aspalti.gg
^gzr
perketasan mempunyai fleksibilitas tinggi,awet dan tahan terhadap
kelelahan
(fatigue). Kadar aspal yangtirgg
akan menyebabkan
film
aspal yang meltputibutir-butir
aggregat menjaditebal, dan
sebagiandari
aspalakan
rnengisirongga
udara yang masih kosong.HRS
termasuk kelompok ienis campuran yang disebutHRA (Hot Rolled Asphalt).Yang lainnya
adalahATBL (Asphalt Treated
BaseLevelling),
sebagaibahan levelling
sebelumHRS
dihampar,danATB
(Asphalt Treated Base),sebagai lapis pondasi atas.Gradasi
^gglcg
t yang dipakai untuk
HRS,mempunyai gradasi senjang, dimana zggtegt
memeflukafl pfoses penyaringan(screening) setelah material diambil dari lokasi penambangafl nya Oof f ow-pit),s ehingga beberap avariasi ukuran
disisihkan,sehingga nantTny^kurva
gradasi dibagianini menjadi lebih
datar(lihatGbr.3.2.).
Materialhasil
penyisihan tadi,dapat dimanfaatkan unruk tambahan fraksi materialATB
atau ATBL.Pada
HRA
dengan gradasi seniang,iumlah aggregat kasar dalam campufan hanya sedikit dibandingk2n iengan aggfegat halusnya. Dengandemikian butir-butir
kasarnya ss-612h-olah melayang floatin$diantatabutiran
halus,yang mengakibatkan kurangnya bidang-bidang yang saling mengunci (intedocking) satusamalin.
Karenakurangnya sifat intedockingini
claya dukung komposisi aggfegat meniadi kurang pula. Oleh karena ituti<lal<lah
mengherankan,padaawalnya nilai stfuktuf HRS
tidak3.14. Prosentase
M inimum
}(ongga dalam agre UKURAN MAKSIMUMNOMINALAGREGAT
PROSTINTAITII MIN1MUM norric,ca
narel,t acngcnr
No.16 No.8 No. 4
3/8"
r/z u
3A"
1"
1, Yz"
2n 21/2"
23,5 21 18 L6 15 14 13
t2
11.5 11
Elemen Struktur Perkerasan Jalan 55
diperhitungkan dalam ranc ngar, perkerasan,namun dengan pertimbangan realitas
dan
ekonomis, belakangannilai struktur ini
dicantumkan dalam perhitungan struktur(fabel 3. 1 5.)BATAS-EATAS GRAOASI YAIC OtsTRAM(AT rtllt'(
xR3S KLASA ( 83 50all ra,
F'RI'CLE lItE llff'
EATAS - BAT'g oRADASI YAN6 OISANAII|(AI{ I.ilrUX ltRss KLAS A I BS lg.i t+t9!
Gtu. 3.2. Batas disttibusi ,u,;;; ffii;i'*,,,r. g,u,,rg,,
^gtegat
(HRS dan HRSS )
Tumbukan
pemadatan saatdiuji
dilaboratorium,pada
saat test Marshall,untuk
aspal konvensional, dilakukan35 kali uniuk lalu
lintas ringan,50 kali untuk lalu lintas sedang, dan 75 kali untuk lalu lintas berat.Pada
HRA
versiBina
Marga lg88,jumlah tumbukan selalu50
kali,untuk semua kategorilalu lintas (ihat
sub-bab 5.10.1.2.). PadaHRA
versi Bina Marga 1,997 jttmlah tumbukan 2x75untuk
semua kategori lalu lintas (lihat sub-bab 5.10.1.3.)Pemilihan-pemilihan diatas adalah
konsekwensi,diinginkannya fleksibilitas tinggi,awetdan
tahan fatik,tentunya dengan memperhatikan syarat-syar^tbatas struktur lainnya.
Sebagaikonsekwensi lain
dari diutamakannya kadar bitumen dan besarnya prosentase butiran halus,aclalah pedunya meneliti daya absorpsi aggregat,karena kalau aggregat absorpsinyaEATAS-8ATI3 GRAOASI YAI{O DISARANKAN UTITU( HRS
56 XO*1684UX8,J74L4n
besar sekali,penggunaan aspal menjadi tidak ekonomis lagi.
BqKq 2 ; PERANCAN(ANPERKERA.SANJ,4L N
menjadi
boros,dan menyebabkan strukrurO PERSYARATAN
BAHAN
HRS.Persyaratan bahan HRS secara lengkap dapat dilihat
pada
SNI. 03- 3425-1994D alam bentuk grafi k,persya r atan batas distribusi gradasi bahan algregat untuk HRS,HRSS-A dan HRSS-B ditunjukkan pada Gbr.3.2.
Tabel
3.15.Koefisien Kekuatan
(StrengthCoefficients) Lapis
PerkerasanLentur.
Sumber: World Bank,HDM-tII Model)
iu^*TtrRIAL PERKERASAN KOEFISIEN
KEKUATAN
Lapis Permukaan HRS
Stabilitas Marshall 450 +850 ks(990-i-1875 lbs)
0,28 l,apis Pondasi Atas Beraspal(ATB)
Stabilitas Marshall 450 ke(990 lbs)
0,25 t,apis Pondasi Atas Agregat
CBR=110%
4,14 Lapis Pondasi Atas Agregat
CBR=80%
0,125 Lapis Pondasi Atas Agregat
CBR=25ok
0,10 Lapis Pondasi Atas Soil-Cement
UCS=24 ks/cm2(340 osi)
4J,64 Lapis Pondasi Atas Soil-Cement
UCS > 7
ks/cr*
0,14 CATATAN: Untuk soil-cement basc,strength coefficient (a) mengikuti rumus :
ar= 0,075 +0,039 ucs - 0,00088 UCS2,dimana UCS=lrnconfincd (ir>mpressivc strength umur 14 hari ( dalam MPa.)
3.1.5. r-Aprs
RESAPPENGTKAT (PRIME COAT)
Lapis
resap pengikat merupakan bagiandari struktur
perkerasan lentur yang tidak mempunyainilai
struktur akan tetapi mempunyai fungsi yang sangat besar terhadap kekuatan dan keawetan struktur terutamz untuk menahang
yalztterz,l^tav gaya rem.
Lapis
resappengikat dilaburkan
diantara lapisanmaterial
tidak beraspaldengan lapisan
beraspaly^ng berfungsi unruk
menyelimuti permukaan lapisan tidak beraspal. Untuk jelasnya lihat Gambar 3.3.Elemen Struktur Perkerasan Jalan
Material tidak beraspal tanpa diberi lapis resap pengikat hanya mampu menahan gaya tekan yang bekerja pada bagian permukaannya.
Dengan diberi lapis resap pengikat maka bagian permukaan mampu menahan gaya tarik dan tekan yang bekerja pada bagian permukaannya.
Gbr 3.3. Fungsi Lapisan Resap Pengikat
sebelum pelapisan dengan
m teri^l
beraspal diatasnya dankondisi
sudah stabil(apis
resap pengikat sudah kering) sudah dapatdilalui oleh lalu -
lintas(khususnya
lalu - lintas proyek) tanpa akibat
perubahan kondisi permukaan yang berarti.3.1.6.
r-APrSPEREKAT
(TACK COAT
)Sama halnya dengan lapis resap peflgikat, lapis perekat dilaburkan
diantan
lapis beraspil lama dengan lapis beraspal yangbaru
(yang akan dihampar diatasnya), yang berfungsi sebagai perekat diantaranya.Kegagalan
konstruksi
aklbatlapis
perekat dapa;tterlihat
langsung pada lapis permukaan berupa :^.
Retak Selip (Sliperlt Cmck) yang diakibatkan oleh :1)
Permukaan lapisan lama kotor, atau2)
Pelaburan tidak merat^,3)
Perekatan kurang sempufna, ^t^u atau4)
Kuantitas pelaburan yang kurang, atau5)
Kombinasi diantaranya.b.
Kegemukan (Bleedin$ yang diakibatkan oleh kuantitas pelaburan yang tedalu banyak.3.2. KELOMPOKSTRUKTURJAT-AN KAr(U.
Struktur Jalan
Kaku @lgd
Pavement) disebut iuga Perkerasan JalanBeton
Semen.Dapat dilaksanakan padakondisi
daya dukung tanah dasar yang kurang baik(kecil,misal berkisar llulai 2 o/o),atau beban lalu-
lintas yang57
58 Novr6c4uxel74J,4% BqKq 2 : PERANCANq,AN PERKERASAN-JAL-AN
harus dilayani relatif besat,maka dibuat solusi dengan konstruksi perkerasan kaht(rigid paaemen) atau disebut iuga perkerasafl beton semen,karena bahan dasar terbuat dari beton semen.
Struktur perkerasan
kaku terdiri
atas pelatbeton
yang diletakkan pada lapis pondasi bawah yang menumpu pada tanah dasar,dengan atautanpa lapis
permukaan beraspal diatasnya. Jelasnyalihat Gambar
3.4.Berbeda dengan perkerasan lentur,beban lalu
-
lintas pada perkerasan kaku sepenuhnya dipikul oleh pelat beton. Yang diterima tanah dasar relatif kecil.Perkerasan beton semen dibedakan ke dalam lima jenis yaitu :
-1. Perkerasan beton semen lersambung t^np^
tulangan=BBTT SUCP=Jointed Unreinforced Concrete Pavement)-2. Perkerasan beton semen bersambung
dengan SRCP=Jointed Reinforced Concrete Pavement)-3. Perkerasan beton semefl menerus
dengan (CRCP= Continous Reinforced Concrete Pavement)-4.
Perkerasanbeton semen pra-tekan
(PRCP=Prestress Reinforced Concrete Pavement)-5.
Perkerasanbeton sdmen fibre (FRCP=Fibre Reinforced
Concrete Pavement)Dengan berbagai p-erti6bangan ienis perkerasan
beton
semen(4)
larangdilaksanakan di Inionesia,sehingg
a
pada Pedoman P erencanaan Perkerasanlalan Beton Semen Pd T-14-2003 fenis perkerasan beton
semen tersebut,tidak dibahas secara khusus.3.2.1,. ELEMEN TANAH DASAR
Dalam struktuf perkerasan beton
semen,tanahdasar
hanya dipengaruhi teganganakibat beban lalu - lintas dalam iumlah
relatifkecil,akan tetaptdaya dukung dan
keseragamantanah dasar
sangat mempengaruhi keawetan dan kekuatan perkerasan kaku.Untuk
memperoleh daya dukung dan keseragamanny^ maka dalam pelaksanaankonstruksi perlu
diperhatikanfaktor - faktot : kadar
airpemadatan (harus pada kondisi kadat a1r
optimum),kepadatan dan perubahan kadar air selama masa pelayanan.Daya dukung tanah dasar pada konstruksi
perkerasan beton semen,ditentukan berdasarkannilai CBR insitu
sesuai denganSNI 03 -
1731.
-
1989,atau CBR laboratorium sesuai denganSNI
03-
1,744-
1989.l)apat iuga didasarkan modulus subgrade reaction (k). Bila dibandingkan fungsi trLnah dasar pada perkerasan lcntur,sccara
relatif
fungsi tanah dasar padaElemen Struklur Perkerasan Jalan
perkerasan kaku(beton semen),tidak
tedalu
menentukandalam ata
kata bahwa perubahan besarnya dayadukung
tanah dasartidak
berpengaruh tcrlalu besar terhadap ketebalan pelat beton. Dapat disimak pada Road Note 29(TRLL-UI!
dinyatakan bahwauntuk
tznah dasar dengan nilai CBP. 2o/osampai dengan 1,5o/o, tebal pelat beton dinyatakan sama tebal.
3.2.2. ELEMEN I-APIS PONDASI BAWAH.
Hanya ada satu lapis pondasi,yaitu lapis pondasi bawah.Karenalya dapat juga langsung disebut sebagai lapis pondasi.Pada umumnya fungsi
lapis pondasi
bawah(sub-base)untuk struktur
perkerasan kaku,tidakbcrfungsi tcdalu
sttuktural,dalam artskata
keberadaannyatidak
untuk menyumbangkan nilai struktur terhadap tebal pelat beton.Menyediakan sub-base dengan hanpan berinteraksi dengan subgrade dalam usaha mengurang tebal pelat beton adalah tidak ekonomis (Technical Note 45, CCA =Cement and Concrete Association of Australia).
Lapis pondasi pada
perkerasankaku
mempunyaifungsi
utama sebagai lantai kerjay^ng rat^ dan
uniform,disamping fungsilain
sebagai berikut:a.
Mengendalikan kembang dan susut tanah dasar.b.
Mencegahintrusi
dan pemompaan pada sambungan retakan dan tepi-tepi pelat.c.
Memberikan dukungany^ngm
nt^p dan seragam pada pelat.Permukaan sub-base yang tidak rata,akan menyebabkan ketidak-rataafl pelat
b eton,yang dapat memicu timbuln y a kerctakan pelat.
Lapis pondasi bawah terdiri dari :
1) Pondasi bawah dengan material berbutir lepas
(anboand granalar)dapatbefupa
sirtu.Harus memenuhi persyaratan SNI03-6388-2000 dengan gradasi aggregat minimum
kelasB.I(etcbalan
minimum
lapis pondasi bawahuntuk
tanah dasar denganCBR minimum
5'% adalah15 cm.
Derajat kepadatan lapis pondasi bawah adalah minimum 10O%n,sesuai SNI 03-1743- 1989.2)
Pondasi bawah dengan bahan pengikat(=BP)- (bound granular subbase), dikenal clengan nama CTSB (CementT'reated 5'abbase).Dapat digunakan salah satu dari :
a. Stabilisasi material
berbutir
dengan kac'lar bahan pengikat scsuai rancangan,untuk menjamin kekuatan campufan dan 59tulangan=BBDT tulangan=BMDT
ffi
ron6E4ut16.1 MJA?| B"tk'7. 2 : PER.4N0,4NqANPERKER,4.SANJAL Nketahanan
terhadap
erosi.Bahanpengikat dapat
berupa semen,kapur,abu terbang (ffi ash),atau slag yang dihaluskan.b.
Campuran beraspal bergradasi rap^t (dense-graded arpbalt).c.
Campuran beton kurus giling padat (lean rolled concrete) yang mempunyaikuat tekan
karakteristikpada umur 28 hari
minimum 2,5MPa (55kg/cm).
3).
Pondasi bawah dengan campuran beton kurus=CBl((Lean-mix Concrete).CBI(
harus mempunyaikuat
tekanbeton
karakteristik pada umur 28 hari minimum 5 MPa(50 kg/cm'z) tanpa menggunakanabu
terbang,atau7 MPa(70 kg/cmz) bila
menggunakan abu terbang,dengan tebal minimum 10 cm.Lntara pelat dengan pondasi bawah tidak ada
ikatan(boandin!,sehingga
perlu
dipasangi bound breaker diatas subbase.Bound breakerini
biasanya berupa plastiktipis
atau laburan bahan tertentu untuk mencegah bounding subbase dengan pelat diatasnya.Halini
dilakukan untuk subbasetipe bound
granular (CTSB),namununtuk tipe unbound
seperti sirtu,tidaktedalu
dipedukanbound
breaker,karenatidak
teriadt lekatan^rrtzrz- subbase
dan
pelat.Kecualiada
kekhawattrafl dewateing camPuranbeton dari pelat masuk
kecelah-celah sirtu.Disampingitu
permukaansubbase
tidak boleh digaruk
(groorcmaupun
brusb).Berbeda
dengan permukaan pelat yang selalu harus digarukuntuk
mendapatkan gesekanpermukaan yang cukup
besar@roouingberupa alur memaniang
^t^tr melintang).
o
ELEMEN CEMENT TREATED SUB-BASE
(CTSB).a. Semen.
Semen
y^ng digunakan untuk
CTSB,adalahPordand
Cement biasa,sesuai dengan pefsyaratanSII.
0013-77"Cement Pordand"
AASHTO M 85
@ordand Cementtlpe
1). ^tavb.
Air.
Air yang
digunakanuntuk
mencampur,merawatatau
pemakaian lain,harus bebasdari
minyak,garam asam,alkali,gula,tumbuhan atau bahan lain yang merugikan hasil akhir.c. Agregat:
Elemen Struktur Perkerasan Jalan
Aggregat
untuk
CTSB,harus bebasdari
bongkah tanah lempung, li()tofan,unsur organik atau unsuf yang merugikan lainnya.Persyaratan aggregat
yang akan digynakan untuk
CTSB,agar rncmenuhi syarat pada T abel 3.16.Tabel3.16.
Spesifikasi bahan CTSB.URAIAN PERSYARATAN
. ANALISA SARINGAN:
Urutan Saringan:
1 y,,,
i/ r, /4
No.8 No.200 Indeks Plastisitas
Kadar Semen
%, lolos sadngan dalam berat 95
-
10050
-
10020*60
0 -15 max 9
!
6Yo6l
Lapis Pondasi Bawah
+-
N\WffilIi*.\.\N#iffi fAS$S#/'rFl',i{*$S\Sgrye4*+"sWW--k"ahoasar
Gbr 3.4" $truktur Perkera*an Kaku fltilu Beton
Semend. Bahan Campuran CISB.
Perencanaan campuran harus memberikan perbandingan komposisi aggregat,dengan beberapa
kadar semen dan kadar att
optimum,yang memberikanhasil
sesuai denganmutu beton yang diingini.
I(ekuatan campuran minimum,pada umur 28 hari,idak kurang dart 7 5 kg/
cm2 .3.2.3. ELEMEN PEI-AT BETON.
Pelat beton terbuat
dari
beton semcn mempunyaimutu
tinggi,yang dicor setempat diatas pondasi bawah. Elemen pelat beton dibuat dari bahan62 XOn6E4Ut1&t74J4n
yang biasa dipergunakan untuk ini.
a. .femen.
Bl^t<q 2 : PER ANCAN(AN PERKER-,4SAN JAL,AN
konstruksi beton,seperti diuraikan dibawah
Elemen Struktur Perkerasan .lalan 63
Semen
yang
digunakan merupakanjenis
semenpordand
yang memenuhi,AASHTO
M-85 kecuali jenisIA,IIA,IIIA
danIV.
Additive tidak boleh digunakan kecuali ada ljin direksi.b.
Air.
- seperti CTSB, diatas.
c. Agregat.
Sifat Agregat seperti pada Tabel. 3.17 dan 3.18.
d. Camparan beton.
i).
Persyaratan sifat Campuran Beton,mengikuti spesifikasi yang diberikan pada Tabel 3.19.ii). Beton
yang digunakan harus mempunyai Flexural Strength (kekuatan lenturbeton)
minimum 45 kg/cm2(sesuaiAASHTO
T-97).hekuatan struktur beton umumnya dinilai dari kekuatan nilai
kuattckan(compressiue strength).
Namun untuk struktur
perkerasankaku
faktor l<ekuatan ditentukan olehparameter Nilai Kuat Tarik
Lentur,karena pada pelat beton dengan perbandingan paniang danlebar yarrg
besar tekanan padabeton rrlaaf
kecil,sedangkan lenturan yang menyebabkan gayatarlk
cukup besar.Disamping parameter kuat tarik lentur,beber^pa parameter
lain
sepertt slump clan fatik beton sangat diperhatikan dalam r^ncanga;n perkerasan kaku.e. BatangTalangan.
Batang Tulangan baja yang dipakai,mengikuti
SII
0136-84 "BajaTtlangan
Beton,atauAASHTO
M-32"KawatBajaTankan
Dingin untuk PenulanganBeton", AASHTO M-55
"AnyamanKawat
Baja dilasuntuk
Penulangan Beton".Batang tulangan yang dipakai merupakan baja polos ataubaja berulir dengan
mutu
BJTU-24.Untuk
penulangan berupa^ny^m