• Tidak ada hasil yang ditemukan

CATATAN

Dalam dokumen u;.-ffi, - Bina Darma e-Journal (Halaman 69-72)

T

126 Xon6t4w1e11AJ,4tt By!}<l( 2 : PERANCAN4,4N PERKER^S.+N J/4L^N

Gambar 4.8a.

mempresentasikan

kondisi sumbu tunggal,

roda tunggal. dalam selang

3 -

'10

ton, Gbr.

4.8b. sumbu tunggal, roda ganda, dalam selang 4

-

1,6

ton

dan Gbr.4.8c. adalah kondisi untuk sumbu ganda roda ganda dalam selang

I -

24 ton.

- A O".rgn Cnrd lu Singta-ffiected Sngte Oa.tg\ Ch*t tu Atsbwnaillad E,ngk Ar!.$

Gbr.

4.8

a.

Nomogram untuk sumbu tunggal,

roda

tunggal

b.

Nomogram untuk

sumbu

tunggal,

roda ganda

(Sulfnen: Cement & Concrete Association of Austalia.)

c.

Kekuatan Tanah Dasar dan Lapis Pondasi Bawah.

I(ekuatan

Tanth

dasar dapat didekati dengan modulus reaksi tanah dasar (modulus

of

subgrade reaction),

atau California

Bearing Ratio (cBR).

Konversi nilai dari angka CBR ke angka Subgrade Reaction k, dapat dilihat pada Gbr. 4.8d.

Pemakaian lapis pondasi bawah, dapat digunakan bahan campuran

beton

dengan kekuatan

rendah

(biasa

disebut

sebagai

CTSB -

Cement Treated Sub-Base), namun dapat juga digunakan

^ggreg

t saja,

tanpa pengikat semen.

Bila

digunakan aggregat tanpa bahan pengikat, fungsinya hanya sebagai dasar perata permukaan untuk duduk pelat beton perkerasan kaku.

aItE iSS€lliBLY LOA0 lre*ll

t{H!$d*.rr

El+t

eu'*BR

C Oa$rern Crra/f to. Bilal.Wtreeled TaAGafi Axles

CTLlFQfrilIA gF^fiNG fiTDd $I

n Fetat,oash,p 8ei$€6n hlodulus ol - Suograde Reacton afld Cahlornia

8sa.,og Aeao

Gbr.

4.8

c.

Nomogram untuk sumbu

tandem, roda ganda.

d. Nomogram unruk konversi nilai CBR

ke Subgrade

Reaction (k)

Apabila digunakan aggregar rersemen (bound sub-base),lapisan sub- base

ini

dapat meningkatkan kekuatan tanah dasar.

bila

digunakan dalam

hal

demikian, peningkatan kekuatan

ini,

dapat diliha

t

pada Gbr.4.9.

1

128 t1ovt6c4ur6J7424u El.;t'/c'..l. 2 : PER,ANCAN(AN PERKER.4S,4NJAL"4N Metoda Peroncangan Perkerasan Jdlan ln

Namun

metoda

ini

iuga sebenarnya mengadopsi metoda dari PCA diatas, walaupun dilakukan modifi kasi.

l' arameter yang digunakan antaru

l{rn:

a.

Beban

lalu Lintas

Rencana, sebagaimana padz 8ab.L.2.1. Hanya kendaraan niaga dengan berat total

>

5 ton yang diakomodir.

b.

Modulus subgrade reaction

k,

dilapangan dapat dilakukan dengan pengujian 'Platc Bearing Test

(AASHTO T

222-81) atau ASTNI

D

1196.

c. CBR

lapangan dilakukan dengan pengujian

CBR

lapangan sesuai dengan

SNI

03-1731-1989 atau

CBR

laboratorium sesuai dengan

sNr

03-1744-1989.

Apabila CBR mempunyai

nilai <

2o/o maka harus dipasang pondasi bawah terbuat dari beton kurus (Lean

Mix

Concrete) setebal 15 cm yang dianggap mempunyai ntlat CBR tanah dasar effektip 5o/o.

Tebal pondasi bawah

minimum

didapatkan

dari

Gbr.4.10. dengan tebal paling sedikit 10 cm yang mempunyai mutu sesuai dengan SNI No.03-6388-2000 dan

AASHTO

M-155 serta

SNI

03-1743-1989.

Bila direncanakan perkerasan beton semen bersambung tanpa ruji, pondasi bawah harus menggunakan campuran beton kurus

(CBI!.

CBR tanah dasar effektip dapat dilihat pada Gbr.4.11. CBR effektip adalah peningkatan

CBR

tanah dasar sesudah diperkuat dengan campuran beton kurus (CBK).

Beberapa ienis pondasi bawah yang direkomendasikan adalah : sirtu

@ranalar sabbase),

beton kurus gilas padat

(lean rolled conrete),

campuran beton kurus (CBI(=lean mix concrete), atau stabilisasi.

CATATAN:

Scbagai alternatif (walau bukan cara Bina Matga) untuk mencari kekuatan sub-base

rrnhound dan boand subbase dapat menggunakan Tabel 4.16 dan Tabel 4.17, yang nrerupakan effek ketebalan sub-base pada k desain(Handbook of Concrete Engineering

-

llobert G. Packard ).

f. Analisa

perkerasan

beton semen

didasarkan

atas dua

model kerusakan yaitu:

-

fatik : kelelahan struktur pelat beton akibat repetisi beban.

-

erosi pada pondasi bawah atau tanah dasar yang diakibatkan oleh lendutan berulang pada sambungan dan tempat retak yang direncanakan.

29

atau

31 (tJK), US

Corps

of

Engineers dll;metoda

PCA

lebih ringkas

dan

sederh afla,

^f:rtar^

lain tidak

memerlukan pendekatan t".iiudup ikiim(seperti kondisiy'ee<!

0

tbap -bekn&leleh) yang tidak

ditemui dinegara tropis termasuk Indonesia' Demikian

pula

Elfective lncrease in Subgrade Strength Oue to

Cement'keated

Sub-Edse

Gbt.4.9.

Peningkatan kekuatan

subgrade

dengan

adanYa CTSB.

penilaian perwuiudan perkerasan dalam bentukan seniceabiliry Qthat

i.e.;

,iarU^Atin)au. Sehingga relatif lebih mudah untuk dilaksanakan.

4.4.3.3.Metoda

Bina Marga

2003.

PadadasarnyaPerzncaflg^ndenganmetodaBinaMargasesuai

dengan pedoman

Pl.reic n

^n

Perkerasan Jalan

Beton

Semen ("dT-14-

2OOZ),

*"rrg"dopri

perancangan perkerasan

kaku

dart Aastroad Australia.

F

:U t\z i"o

,uff

0C u.l

rg*

<;

G3{5^

U- Wt-

ur lJ

ail

(Jn

ur; f,o

u.ro

d.

e.

Maximum value Permitted bY NAASRA

ASSESSECI SUSGftAOE STfiENSTH -C8N {SbI

Tabel4.16.

Pengatuh

Unbound

Sub-Base pada

nilai k NIIAI

K

TANAH DASAR

NILAI k SUB-BASE ( pci )

4in 6in 9in

12 trt

50 100 20a 300

65 130 220 32A

t:t 14A 230 330

85 160 27A 370

110 190 32A 430

I

ll0 roil644ux&JMt4u

Eutlz-u" 2 : PERANCAN(,AN PERKERASAN JAL.AN Metoda Perancangan Perkerosan Jalan

& 5 6 ? a .?0 .t2 1' 20 zS ror5

CBR Tmah Dr.er R.nc.ne (r6t

Gbr.4.11. CBR

Tanah

Dasar

effektip

dan

tebal

pondasi bawah

untuk

perkerasan beton semen

( Sumber Pedoman Pd T-14-2003)

4.4.3.3.1. Prosedut Perancangan Perkerasarr

Beton

Semen.

I,ANGKAH

1:

1. Tentukan nilai CBR tanah dasar.

I,ANGKAH

2:

2.

Merubah data lals lintas dalam satuan kendaraan meniadi dalam satuan sumbu kendaraan.

i).

Menghitung jumlah konfigurasi beban sumbu untuk masi,g-masing jenis kendaraan riaga.

ii).

Menghitung jumlah sumbu kendaraan

niaga

0SI(NJ) rencana dicari dengan rumus 4.29.

iii).Menghitung jumlah repetisi kumulatif tirp

kombinasi konfigurasi /beban sumbu padalajw renc^n .

I-ANGKAH

3:

3.

Piiih tipe struktur perkerasan.

a). Jenis perkerasan :BBDT, BBTT, atau

BMDT

dengan atau tanpa ruji.

b) Bahu ada/ldak,kalas

ada apa fenis bahu.

13t

il

l0

s

Eeo

Io i

ItI Ii

.cl !e

G. tt a,

.)

t f hld t0? 3r{' lr

ilo

sprutilp.ief,n

&tMh trpelbitunbu

:Ir:-rlr.sra

Gbr.4.10. Tebal Pondasi Bawah minimum untuk Perkerasan Beton Semen ( Sumber: Pedoman Pd T-14-2003)

Tabel4.L7.

Nilai k untuk

Cement

Treated

Sub-Base NII-AI K

TANAH DASAR

NII-A,I kSUB-BASE (Pci )

4iu 6in

8in 10 in

50 100 200

170 280 41A

230 400 640

310 520 830

390 640

SUMBER: Cement & Concrete Association of Austtalia.

' Jit6 CBR < 2q5 glnhn hb.l pond..t b.r'ah CBK lgt M drn .i€g.ir |wFfFt rfl.a CBR

l'nhdg{r*M5*

lifla CBR bnalr daar hrratg dad 2t,

gunakar C8l(, tr[dnlnlmum llcm

1

l!2

xofi6t8w1al14J4u Butrlt 2 : PERANCAN4AN PER-KERASANJALAN

c). Jenis dan tebal lapis pondasi bawah.

d).

Sifat kekuatan struktur: CBR tanah dasar, CBR effektip, kuat tarik lentur.

e).

Faktor keamanan beban.

Dalam dokumen u;.-ffi, - Bina Darma e-Journal (Halaman 69-72)