T
126 Xon6t4w1e11AJ,4tt By!}<l( 2 : PERANCAN4,4N PERKER^S.+N J/4L^N
Gambar 4.8a.
mempresentasikankondisi sumbu tunggal,
roda tunggal. dalam selang3 -
'10ton, Gbr.
4.8b. sumbu tunggal, roda ganda, dalam selang 4-
1,6ton
dan Gbr.4.8c. adalah kondisi untuk sumbu ganda roda ganda dalam selangI -
24 ton.- A O".rgn Cnrd lu Singta-ffiected Sngte Oa.tg\ Ch*t tu Atsbwnaillad E,ngk Ar!.$
Gbr.
4.8
a.Nomogram untuk sumbu tunggal,
rodatunggal
b.Nomogram untuk
sumbutunggal,
roda ganda(Sulfnen: Cement & Concrete Association of Austalia.)
c.
Kekuatan Tanah Dasar dan Lapis Pondasi Bawah.I(ekuatan
Tanth
dasar dapat didekati dengan modulus reaksi tanah dasar (modulusof
subgrade reaction),atau California
Bearing Ratio (cBR).Konversi nilai dari angka CBR ke angka Subgrade Reaction k, dapat dilihat pada Gbr. 4.8d.
Pemakaian lapis pondasi bawah, dapat digunakan bahan campuran
beton
dengan kekuatanrendah
(biasadisebut
sebagaiCTSB -
Cement Treated Sub-Base), namun dapat juga digunakan
^ggreg
t saja,
tanpa pengikat semen.Bila
digunakan aggregat tanpa bahan pengikat, fungsinya hanya sebagai dasar perata permukaan untuk duduk pelat beton perkerasan kaku.aItE iSS€lliBLY LOA0 lre*ll
t{H!$d*.rr
El+t
eu'*BRC Oa$rern Crra/f to. Bilal.Wtreeled TaAGafi Axles
CTLlFQfrilIA gF^fiNG fiTDd $I
n Fetat,oash,p 8ei$€6n hlodulus ol - Suograde Reacton afld Cahlornia
8sa.,og Aeao
Gbr.
4.8
c.Nomogram untuk sumbu
tandem, roda ganda.d. Nomogram unruk konversi nilai CBR
ke SubgradeReaction (k)
Apabila digunakan aggregar rersemen (bound sub-base),lapisan sub- base
ini
dapat meningkatkan kekuatan tanah dasar.bila
digunakan dalamhal
demikian, peningkatan kekuatanini,
dapat dilihat
pada Gbr.4.9.1
128 t1ovt6c4ur6J7424u El.;t'/c'..l. 2 : PER,ANCAN(AN PERKER.4S,4NJAL"4N Metoda Peroncangan Perkerasan Jdlan ln
Namun
metodaini
iuga sebenarnya mengadopsi metoda dari PCA diatas, walaupun dilakukan modifi kasi.l' arameter yang digunakan antaru
l{rn:
a.
Bebanlalu Lintas
Rencana, sebagaimana padz 8ab.L.2.1. Hanya kendaraan niaga dengan berat total>
5 ton yang diakomodir.b.
Modulus subgrade reactionk,
dilapangan dapat dilakukan dengan pengujian 'Platc Bearing Test(AASHTO T
222-81) atau ASTNID
1196.
c. CBR
lapangan dilakukan dengan pengujianCBR
lapangan sesuai denganSNI
03-1731-1989 atauCBR
laboratorium sesuai dengansNr
03-1744-1989.Apabila CBR mempunyai
nilai <
2o/o maka harus dipasang pondasi bawah terbuat dari beton kurus (LeanMix
Concrete) setebal 15 cm yang dianggap mempunyai ntlat CBR tanah dasar effektip 5o/o.Tebal pondasi bawah
minimum
didapatkandari
Gbr.4.10. dengan tebal paling sedikit 10 cm yang mempunyai mutu sesuai dengan SNI No.03-6388-2000 danAASHTO
M-155 sertaSNI
03-1743-1989.Bila direncanakan perkerasan beton semen bersambung tanpa ruji, pondasi bawah harus menggunakan campuran beton kurus
(CBI!.
CBR tanah dasar effektip dapat dilihat pada Gbr.4.11. CBR effektip adalah peningkatan
CBR
tanah dasar sesudah diperkuat dengan campuran beton kurus (CBK).Beberapa ienis pondasi bawah yang direkomendasikan adalah : sirtu
@ranalar sabbase),
beton kurus gilas padat
(lean rolled conrete),campuran beton kurus (CBI(=lean mix concrete), atau stabilisasi.
CATATAN:
Scbagai alternatif (walau bukan cara Bina Matga) untuk mencari kekuatan sub-base
rrnhound dan boand subbase dapat menggunakan Tabel 4.16 dan Tabel 4.17, yang nrerupakan effek ketebalan sub-base pada k desain(Handbook of Concrete Engineering
-
llobert G. Packard ).
f. Analisa
perkerasanbeton semen
didasarkanatas dua
model kerusakan yaitu:-
fatik : kelelahan struktur pelat beton akibat repetisi beban.-
erosi pada pondasi bawah atau tanah dasar yang diakibatkan oleh lendutan berulang pada sambungan dan tempat retak yang direncanakan.29
atau31 (tJK), US
Corpsof
Engineers dll;metodaPCA
lebih ringkasdan
sederh afla,^f:rtar^
lain tidak
memerlukan pendekatan t".iiudup ikiim(seperti kondisiy'ee<!0
tbap -bekn&leleh) yang tidakditemui dinegara tropis termasuk Indonesia' Demikian
pulaElfective lncrease in Subgrade Strength Oue to
Cement'keated
Sub-EdseGbt.4.9.
Peningkatan kekuatan
subgradedengan
adanYa CTSB.penilaian perwuiudan perkerasan dalam bentukan seniceabiliry Qthat
i.e.;
,iarU^Atin)au. Sehingga relatif lebih mudah untuk dilaksanakan.4.4.3.3.Metoda
Bina Marga
2003.PadadasarnyaPerzncaflg^ndenganmetodaBinaMargasesuai
dengan pedoman
Pl.reic n
^n
Perkerasan JalanBeton
Semen ("dT-14-2OOZ),
*"rrg"dopri
perancangan perkerasankaku
dart Aastroad Australia.F
:U t\z i"o
,uff
0C u.l
rg*
<;
G3{5^
U- Wt-
ur lJ
ail
(Jnur; f,o
u.ro
d.
e.
Maximum value Permitted bY NAASRA
ASSESSECI SUSGftAOE STfiENSTH -C8N {SbI
Tabel4.16.
PengatuhUnbound
Sub-Base padanilai k NIIAI
KTANAH DASAR
NILAI k SUB-BASE ( pci )
4in 6in 9in
12 trt50 100 20a 300
65 130 220 32A
t:t 14A 230 330
85 160 27A 370
110 190 32A 430
I
ll0 roil644ux&JMt4u
Eutlz-u" 2 : PERANCAN(,AN PERKERASAN JAL.AN Metoda Perancangan Perkerosan Jalan& 5 6 ? a .?0 .t2 1' 20 zS ror5
CBR Tmah Dr.er R.nc.ne (r6t
Gbr.4.11. CBR
Tanah
Dasareffektip
dantebal
pondasi bawahuntuk
perkerasan beton semen( Sumber Pedoman Pd T-14-2003)
4.4.3.3.1. Prosedut Perancangan Perkerasarr
Beton
Semen.I,ANGKAH
1:1. Tentukan nilai CBR tanah dasar.
I,ANGKAH
2:2.
Merubah data lals lintas dalam satuan kendaraan meniadi dalam satuan sumbu kendaraan.i).
Menghitung jumlah konfigurasi beban sumbu untuk masi,g-masing jenis kendaraan riaga.ii).
Menghitung jumlah sumbu kendaraanniaga
0SI(NJ) rencana dicari dengan rumus 4.29.iii).Menghitung jumlah repetisi kumulatif tirp
kombinasi konfigurasi /beban sumbu padalajw renc^n .I-ANGKAH
3:3.
Piiih tipe struktur perkerasan.a). Jenis perkerasan :BBDT, BBTT, atau
BMDT
dengan atau tanpa ruji.b) Bahu ada/ldak,kalas
ada apa fenis bahu.13t
il
l0s
Eeo
Io i
ItI Ii
.cl !e
G. tt a,
.)t f hld t0? 3r{' lr
ilosprutilp.ief,n
&tMh trpelbitunbu:Ir:-rlr.sra
Gbr.4.10. Tebal Pondasi Bawah minimum untuk Perkerasan Beton Semen ( Sumber: Pedoman Pd T-14-2003)
Tabel4.L7.
Nilai k untuk
CementTreated
Sub-Base NII-AI KTANAH DASAR
NII-A,I kSUB-BASE (Pci )
4iu 6in
8in 10 in50 100 200
170 280 41A
230 400 640
310 520 830
390 640
SUMBER: Cement & Concrete Association of Austtalia.
' Jit6 CBR < 2q5 glnhn hb.l pond..t b.r'ah CBK lgt M drn .i€g.ir |wFfFt rfl.a CBR
l'nhdg{r*M5*
lifla CBR bnalr daar hrratg dad 2t,
gunakar C8l(, tr[dnlnlmum llcm
1
l!2
xofi6t8w1al14J4u Butrlt 2 : PERANCAN4AN PER-KERASANJALANc). Jenis dan tebal lapis pondasi bawah.