• Tidak ada hasil yang ditemukan

Untitled - Jurnal Ilmiah Mahasiswa STKIP PGRI Sumbar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Untitled - Jurnal Ilmiah Mahasiswa STKIP PGRI Sumbar"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

PENDAHULUAN

Salah satu aspek penting dalam kehidupan masyarakat yang berperan meningkatkan kualitas hidup yang dapat berarti peningkatan kesejahteraan adalah pendidikan. Pentingnya pendidikan tercermin dalam UUD 1945 pasal 31 pada alinea ke-4 dimana dinyatakan bahwa, pendidikan merupakan hak setiap warga Negara yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Mengingat pendidikan sangat berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, maka pembangunan di bidang pendidikan meliputi pembangunan pendidikan secara formal maupun non formal. Pemerintah sangat memperhatikan pembangunan di bidang pendidikan ini, berbagai dana baik melalui APBN maupun dana lain seperti dana kompensasi kenaikan BBM cukup banyak ditujukan untuk pembangunan bidang pendidikan.1

Pendidikan merupakan sarana untuk meningkatkan kualitas manusia. melalui pendidikan, kualitas manusia dapat ditingkatkan, dengan kualitas yang meningkat, maka produktivitas individual manusia pun akan meningkat pula. Selanjutnya, jika secara individual produktivitas manusia meningkat maka secara komunal produktivitas bangsa akan meningkat. Selain itu Pendidikan merupakan tolak ukur bagi kemajuan suatu bangsa. jika kita ingin melihat seberapa maju suatu bangsa saat ini dan di masa yang akan datang maka lihatlah pada sektor pendidikan yang berlaku di negara tersebut. Pendidikan merupakan satu-satunya cara untuk menjadikan masyarakat berkualitas, untuk memajukan sebuah bangsa diperlukan masyarakat yang berkualitas, hanya dengan pendidikan masyarakat (individu) dapat menjadi pribadi yang berkualitas dan berdaya saing.

Usaha pemerintah dalam meningkatkan pembangunan dalam bidang pendidikan salah satunya adalah dengan membentuk lembaga pendidikan di luar jam sekolah dengan tujuan untuk menambah kebutuhan belajar siswa.

Munculnya lembaga sosial berbentuk yayasan memberikan warna tersendiri dalam pengelolaan lembaga pendidikan swasta di wilayah Sumatera Barat. salah satu lembaga pendidikan yang mempunyai potensi yang baik adalah lembaga Pendidikan Nurul Fikri yang terdapat di Kota Padang.

Nurul Fikri juga mempunyai peraturan untuk siswa dan siswinya agar ber akhlak sesuai dengan ajaran Islam, memberikan mata pelajaran khusus dinamakan dengan Bimbingan Informasi Pendidikan (BIP). Dalam pelajaran Bimbingan Informasi Pendidikan ini Nurul Fikri memberikan

1 Inkesra Kota Padang 2013, Badan Statistik Kota Padang. Hlm 33

pemahaman kepada siswa tentang belajar agama dan juga di berlakukan bagi siswa yang muslim diharuskan memakai jilbab dan bagi siswa yang non muslim hanya ada peraturan memakai baju sopan kemeja panjang tangan dan tidak diperbolehkan memakai baju pendek. Peraturan ini tidak dimiliki oleh Bimbel lain, bimbel lain hanya memberikan pelajaran IPA, IPS dan pelajaran lainnya tanpa adanya tambahan pelajaran agama seperti di Nurul Fikri.

Nurul Fikri berkiprah membangun sejumlah institusi pendidikan yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan umat dalam menyongsong masa depan. Nurul Fikri merupakan lembaga pendidikan yang tidak hanya membangun siswa atau anak didiknya untuk terampil dan mempunyai ilmu pengetahuan namun Nurul Fikri juga memberikan nilai-nilai moral yang sesuai dengan pengajaran agama islam yaitu tentang bagaimana berakhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.

Sumatera Barat dikenal sebagai penduduknya yang berbasis Islam sedang mengalami kerusakan moral bagi anak-anak remaja karena masuknya budaya asing tanpa adanya filter kebudayaan dari luar. Di sisi lain sebagian besar anak-anak muda muslim sedang diupayakan melepaskan diri dari ikatan iman mereka yang asli, sehingga mereka terdampar kekanan dan kekiri oleh gelombang kehidupan, dan tidak memikirkan tujuan hidup yang lebih tinggi dan luhur. Sehingga mengakibatkan banyak terjadinya prilaku menyimpang yang dialami oleh anak-anak pemuda muslim di Sumatera Barat.2

Keberadaan Bimbingan Belajar (Bimbel) Nurul Fikri dapat membantu orang tua dalam mendidik siswa, sekaligus orang tua telah menitipkan anak mereka untuk mendapatkan pembinaan akhlak yang mulia dan terpuji yang justru menjadi cita-cita setiap orang tua. Selain pembinaan akhlak, siswa juga diberikan bekal untuk bisa mengembangkan strategi belajar yang sesuai dengan gaya dan kecendrungan mereka masing-masing.3

Oleh sebab itu peran Nurul Fikri Padang ini mengubah paradigma masyarakat akan hal tersebut. salah satu keinginan Nurul Fikri ini tidak hanya menjadikan anak didiknya pintar dalam intelektual tetapi juga mengubah cara tingkah laku dan berakhlak mulia, dengan cara menjalankan ajaran-ajaran agama Islam tentang cara berpakaian dan berprilaku baik terhadap sesama, ini merupakan salah satu bidang studi yang ada di Nurul Fikri yang dinamakan dengan

2 Bakhtiar Dk, Ranah Minang Ditengah Cengkeraman Kristenisasi, (Sumatera Barat:

Muhammadiyah)

3 Profil Nurul Fikri

(3)

Bimbingan Informasi Pendidikan (BIP) yaitu pembinaan tentang keislaman, dan bidang studi itu satu-satunya yang hanya di miliki oleh Nurul Fikri.

Kualitas yang telah dicapai dan keunggulan yang telah diperoleh oleh Nurul Fikri yaitu telah banyak meluluskan anak didiknya ke Perguruan Tinggi Negeri Favorit diantaranya Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gajah Mada, Universitas Padjajaran, Universitas Andalas, dan Universitas Negeri Padang. Nurul Fikri telah berpengalaman sejak tahun 1985, pengajar Nurul Fikri merupakan lulusan terbaik dari Perguruan Tinggi Negeri favorite. Pada tahun 2013 siswa Nurul Fikri padang yang lulus Fakultas Kedokteran lebih dari 124 siswa.

Nurul Fikri telah mampu membuktikan kualitas yang dimilikinya, dan memberikan kenyamanan kepada peserta didiknya dalam belajar, mempunyai sarana dan prasarana sehingga membuat kenyamanan dalam suasana belajar dan memberikan sistem belajar yang memang menuntut peserta didiknya mempersiapkan diri dalam pembekalan terpadu dan seimbang antara mental religius dengan strategi jitu untuk menjawab soal-soal dalam menghadapi SBMPTN.4

Lembaga Pendidikan Nurul Fikri secara umum mensejahterakan anak didik tidak hanya pintar intelektual, tetapi juga mengubah cara bertingkah laku dan berakhlak mulia, jika hanya pintar secara intelektual tanpa di imbangi dengan cara berakhlak dan bertingkah laku yang didasari dengan ajaran agama maka akan menimbulkan gejolak yang tidak bisa di tahan dalam pergaulan.

Seperti pergaulan bebas yang dilakukan anak remaja masa kini. Semua itu terjadi karena tidak adanya moral dan dasar agama yang ditanamkan pada diri remaja dalam menghadapi pertumbuhan dan pekembangan anak, sehingga terjadinya ketidak stabilan tingkah laku dan norma yang dihadapi remaja zaman sekarang.

Ada beberapa hal yang mendasari diambilnya Perkembangan Lembaga Pendidikan Yayasan Nurul Fikri di Kota Padang . Alasan pertama, belum ada kajian tentang Perkembangan Nurul Fikri di Kota Padang. Alasan kedua adalah pergaulan remaja yang semakin tidak terkontrol membuat prilaku remaja menyimpang, sehingga Nurul Fikri menciptakan pendidikan bernuansa islam untuk membentuk karakter anak menjadi baik dan berakhlak mulia.

Hal yang menarik dari kajian ini adalah belum ada Bimbel di Kota Padang yang menerapkan dan mendalami Agama Islam dalam pembelajarannya. Nurul Fikri tidak hanya

4 Wawancara dengan siswa Nurul Fikri, Adam, Tanggal 8 Maret 2014

merupakan Bimbingan Belajar bagi anak-anak muda, tetapi diajarkan bagaimana cara berakhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari menanamkan nilai-nilai moral keagamaan kepada anak-anak muda agar mereka tidak labil dalam pergaulan sehari-hari sehingga mereka tidak mengalami prilaku menyimpang, sebab telah ditanamkan dari dini nilai-nilai kegamaan melalui bimbel nurul fikri.

Bimbingan akhlak di Bimbel Nurul Fikri, karena kesibukan orang tua menyebabkan waktu untuk bertemu dengan anak juga berkurang, melalui Bimbel Nurul Fikri ini sekaligus orang tua telah menitipkan anak mereka untuk mendapatkan pembinaan akhlak yang mulia dan terpuji yang justru menjadi cita-cita setiap orang tua, selain pembinaan akhlak, siswa juga diberikan bekal untuk bisa mengembangkan strategi belajar yang sesuai dengan gaya dan kecendrungan mereka masing-masing. Selain itu Bimbel Nurul Fikri memiliki keunggulan dibandingkan dengan Bimbel lain yang ada di Kota Padang diantaranya, (1) dilihat dari cara belajarnya dalam penempatan tempat duduk antara laki-laki dan perempuan dipisahkan sedangkan di Bimbel lain tempat duduk antara laki-laki dan perempuan disamakan.5 (2) dilihat dari cara berpakaian bagi wanita diwajibkan memakai jilbab sedangkan di tempat Bimbel lain bagi siswa wanita dalam berpakaian tidak diharuskan memakai jilbab. (3) dalam pembelajaran siswa siswi di Nurul Fikri di beri pembelajaran yang dinamakan Bimbingan Informasi Pendidikan (BIP) didalam pembelajaran tersebut siswa dibekali dengan ilmu agama seperti belajar pendidikan Agama Islam, sedangkan di tempat Bimbel lain siswanya hanya difokuskan untuk UN dan SBMPTN.

Untuk memperjelas pokok permasalahan di atas, maka perlu di rumuskan permasalahan tersebut dalam bentuk pertanyaan penelitian sebagai berikut :

1. Apa yang melatar belakangi berdirinya Nurul Fikri di kota Padang ?

2. Bagaimana perkembangan Nurul Fikri di Kota Padang tahun 2003-2013 ?

3. Bagaimana respon masyarakat terhadap lembaga Nurul Fikri ?

Tujuan yang ingin di capai dalam penelitian ini adalah :

1. Menjelaskan bagaimana latar belakang berdirinya Lembaga Nurul Fikri di Kota Padang

5 Wawancara dengan Manager Keuangan Nurul Fikri, Reni Elina, Tanggal 8 Maret 2014

(4)

2. Menjelaskan bagaimana perkembangan Nurul Fikri di Kota Padang tahun 2003-2013 3. Menjelaskan bagaimana respon masyarakat

terhadap Lembaga Nurul Fikri Metode Penelitian

Langkah-langkah dalam penulisan ini tidak terlepas dari metode sejarah. Metode sejarah adalah proses mengkaji dan menganalisis secara kritis rekaman dan peninggalan masa lampau manusia guna memperoleh konstruksi aktifitas manusia tersebut pada masa lampau.6 Metode sejarah disebut juga metode kritik sumber atau metode penelitian dokumenter. Ada empat tahap dalam metode penelitian sejarah, yaitu Heuristik, Kritik Sumber, Interprestasi dan Historiografi.7

Tahap pertama yaitu Heuristik yang merupakan tahap mencari dan mengumpulkan sumber primer merupakan dokumen dan arsip- arsip yang diperoleh dari data fisik Nurul Fikri sumber yang telah didapatkan antara lain berupa daftar nama anak siswa-siswi Nurul Fikri, data siswa-siswi Nurul Fikri yang telah lulus di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Selain itu peneliti juga melakukan wawancara kepada para karyawan dan siswa di Nurul Fikri. diantaranya adalah Manager Keuangan yang bernama Reni Elina, Anita Nur Ama dan siswa Nurul Fikri yang bernama Adam, Begum dan Tiffany. Sumber Sekunder yang digunakan adalah bentuk buku, dan hasil-hasil penelitian lainnya yang relevan dengan masalah yang akan diteliti. Pengumpulan sumber sekunder dilakukan melalui studi kepustakaan, antara lain perpustakaan STKIP PGRI, UNP dan Unand.

Tahap yang kedua yaitu kritik atas sumber berguna untuk menguji kebenaran yang penulis dapatkan, selanjutnya penulis melakukan kritik sumber yang berupa kritik ekstern dan kritik intern. Tujuannya adalah untuk melihat sejauh mana keabsahan dan nilai sumber itu bagi sejarah. Setelah sumber terkumpul, langkah selanjutnya adalah kritik atas sumber yaitu melakukan pengujian data yang ditemukan dengan melakukan kritik eksternal yaitu melakukan pengujian otensitas (keaslian) data- data yang diperoleh di Nurul Fikri melakukan pengujian otensitas (keaslian) data-data yang diperoleh di Nurul Fikri. Sementara kritik Internal yaitu untuk memastikan kredibilitas isi

6 Taufik Abdullah, Ilmu Sejarah dan Historiografi, (Jakarta: PT. Persada, 1985), hlm, 52

7 Mestika Zed, Metodologi Sejarah, (Padang: Fakultas Ilmu Sosial UNP, 1999), hlm, 37

informasi bagi sejarah dan sedang diteliti, menceritakan tentang kejadian yang sebenarnya.

Selanjutnya langkah yang ketiga yaitu interprestasi dimana data-data yang diperoleh dari lapangan dan studi kepustakaan dianalisis dan dirangkaikan berdasarkan sebab-akibat, serta dikelompokkan sesuai dengan urutan bab yang telah ditentukan. Langkah yang terakhir yaitu tahap penulisan atau historiografi dimana sumber yang didapatkan tersebut, kemudian diolah melalui beberapa tahap dalam metode sejarah, baru dituangkan kedalam bentuk karya ilmiah yang berupa skripsi.8

PEMBAHASAN

Latar belakang adanya Nurul Fikri di Kota Padang yaitu untuk menghadirkan Bimbel bernuansa Islami yang ada di Kota Padang, setelah adanya Bimbel Adzkia di Kota Padang baru adanya Bimbel Nurul Fikri yang bertemakan Islami kedua dari Adzkia tetapi meskipun sama- sama Bimbel Islami ada terdapat perbedaan dengan Nurul Fikri, dilihat dari segi ilmu yang diberikan dan mata pelajaran Bimbingan Informasi Pendidikan (BIP) yang hanya terdapat di Nurul Fikri. Adzkia hanya memberikan konsep islami hanya untuk peraturan memakai jilbab dan memakai jilbab tidak diharuskan di Adzkia berbeda dengan Bimbel Nurul Fikri yang memang mengharuskan Siswi nya memakai jilbab sebagai peraturan.Latar belakang adanya Nurul Fikri di Kota Padang selanjutnya yaitu mengembangkan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) di dalam Bidang Pendidikan Informal di wilayah Kota Padang.dan untuk membuka lapangan kerja serta mencari keuntungan bagi instansi atau Lembaga Nurul Fikri di Kota Padang.9

Adanya Nurul Fikri di Kota Padang juga untuk merubah adanya bimbel Assalam tingkat Lokal pertama Sebelum Nurul Fikri di Kota Padang nama Bimbelnya yaitu Bimbel Assalam yang hanya didirikan 7 orang lulusan dari IKIP, Unand dan Universitas Indonesia diantara pendirinya adalah bapak Novrizon, Amor F.

Muhammad, Desrizal, Tata, Syarifuddin, M.

Fathul Ma’arits, Suryanto dirubah ke Bimbel Nurul Fikri di Kota Padang tingkat Nasional cabang dari Nurul Fikri di Jakarta.

8 Louis Gottschalk. Mengerti Sejarah. Trj.

Nugroho Notosusanto, (Jakarta: UI Press, 1996) hlm, 18

9Wawancara dengan Novrizon, salah seorang Manager Marketing Nurul Fikri. Padang 21 Oktober 2014

(5)

Tujuan Nurul Fikri di Kota Padang juga untuk memajukan masyarakat Sumatera Barat yang mana pandangan masyarakat, sebagian besar tentang Pendidikan Perguruan Tinggi Negeri Favorit itu hanya untuk golongan- golongan masyarakat menengah keatas.

Golongan masyarakat menengah ke bawah itu hanya berkemungkinan kecil untuk bisa melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri. Oleh sebab itu peran Nurul Fikri Padang ini mengubah paradigma masyarakat akan hal itu.

Melihat perkembangan dan kemajuan Nurul Fikri meningkat setiap tahunnya masyarakat lebih percaya bahwa Nurul Fikri memberikan motivasi yang luar biasa untuk anak- anak zaman sekarang agar tidak menjadi Remaja yang tidak tahu dengan arus gelombang kehidupan yang mengikuti budaya luar tanpa memfilternya terlebih dahulu, seperti berpakaian yang tidak sopan yang mana telah menghilangkan budaya Minang. Keberadaan Nurul Fikri memberikan motivasi dan kebiasaan yang bisa merubah akhlak dan tingkah laku para siswa atau remaja zaman sekarang yang telah mulai memudar dari ajaran Agama Islam.

PENUTUP KESMPULAN

Latar belakang adanya Nurul Fikri di Kota Padang yaitu untuk menghadirkan Bimbel bernuansa Islami yang ada di Kota Padang, selanjutnya yaitu untuk mengembangkan potensi Sumber Daya Manusia di dalam Bidang Pendidikan Informal di wilayah Kota Padang. dan untuk membuka lapangan kerja serta mencari keuntungan bagi Instansi atau Lembaga Nurul Fikri di Kota Padang. tujuan Nurul Fikri di Kota Padang juga untuk memajukan masyarakat Sumatera Barat yang mana pandangan masyarakat, sebagian besar tentang Pendidikan Perguruan Tinggi Negeri Favorit itu hanya untuk golongan-golongan masyarakat menengah keatas.

Golongan masyarakat menengah ke bawah itu hanya berkemungkinan kecil untuk bisa melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri. Oleh sebab itu peran Nurul Fikri Padang ingin merubah paradigma masyarakat akan hal itu.

Nurul Fikri mulai dioperasikan pada bulan Januari tahun 2003 yang berlokasi di Jln.

Belakang Olo No. 38 dan diberi nama pertama Bimbel Lokal, yaitu sebagai bimbel yang hanya didirikan untuk pelajar menambah ilmu oleh perorangan tanpa adanya tujuan untuk penyeleksian masuk Perguruan Tinggi Negeri atau persiapan SNMPTN. Pendiri pertama Bapak Novrizon dkk mengetahui adanya informasi tentang iklan Nurul Fikri di Jakarta yang

membuka cabang bimbel untuk semua wilayah di Indonesia.

Berbagai respon dari masyarakat juga ditemukan terhadap pandangan tentang Nurul Fikri di Kota Padang. Menurut Masyarakat Nurul Fikri tidak hanya menjadikan siswa siswinya pintar intelektual, tetapi juga mengubah cara bertingkah laku dan berakhlak mulia sesuai dengan ajaran Agama Islam. Keberadaan Nurul Fikri dalam lingkungan masyarakat dapat membawa nilai positif dan dipercayai masyarakat sebagai Bimbel yang mampu mewujudkan cita- cita dan tujuan pemerintah dalam menunjang pendidikan yang berprestasi dan ber moral.

SARAN

Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahap yaitu heuristik (mencari dan mengumpulkan sumber), kritik sumber (yang terdiri dari kritik eksteren dan kritik interen), interpretasi (penafsiran fakta sejarah) dan historiografi (penulisan).

1. Di harapkan kepada Lembaga Bimbingan Belajar Nurul Fikri lebih meningkatkan prestasi siswa dalam belajar agar dapat menghasilkan siswa atau pelajar yang mempunyai IPTEK motivasi yang lebih baik dan ransangan semangat dalam belajar agar terciptanya penerus bangsa yang lebih berkualitas untuk kedepannya.

2. Di harapkan agar dapat mempertahankan prestasi Nurul Fikri yang menciptakan siswa atau pelajar yang tidak melupakan budaya dan agamanya, dan selalu mempunyai moralitas yang baik dan berakhlak sesuai dengan ajaran Agama Islam.

DAFTAR PUSTAKA A. ARSIP

Data Statistik PUSKOM BKB Nurul Fikri cabang Padang

Inkesra Kota Padang 2013, Badan Pusat Statistik Kota Padang

Laporan Nurul Fikri Tahun 2010 tentang Tenaga Pengajar di Nurul Fikri Laporan Nurul Fikri tahun 2010, 2011,

2012, 2013 tentang siswa siswi Nurul Fikri yang lulus di Perguruan Tinggi

Profil BKB. Nurul Fikri Cabang Padang

(6)

Profil Daerah Kota Padang Tahun 2008 (Bappeda) Kota Padang

Profil Daerah Kota Padang Tahun 2010

B. BUKU

Ali Amran, 1991. Padang Kota Tercinta, Padang: Citra Utama Abadi Kota : Padang

Bakaruddin, 1994. Studi Perkembangan dan Peremajaan Kota, Padang:

FPIPS IKIP Padang Press.

Bakhtiar Dkk. Ranah Minang Ditengah Cengkeraman Kristenisasi.

Sumatera Barat :Muhammadiyah Colombijn Freek, 2006. Paco-Paco Kota

Padang, Yogyakarta: Ombak Elly M Setiadi. 2011. Pengantar

Sosiologi. Bandung: Kencana Gottschalk Louis . Mengerti Sejarah. Trj.

Nugroho Notosusanto, Jakarta:

UI Press, 1996

Jhingan. 2008. Pembangunan dan Perencanaan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Mestika Zed, Metodologi Sejarah, Padang: Fakultas Ilmu Sosial UNP, 1999

Made Pidarta, Landasan kependidikan stimulus ilmu kependidikan bercorak indonesia,Rineka Cipta

Paul B Horton. 1984. Sosiologi Jilid I.

Jakarta: Erlangga

Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. 2007. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka

Saleh Marzuki, Pendidikan Nonformal.

2010. Bandung, PT. Remaja Rosdakarya

Sartono Kartodirjo, pendekatan ilmu sosial dalam Metodologi Sejarah,

1993, Jakarta, PT. Gramedia Pustaka Utama

Soekanto Surjono, Sosiologi suatu pengantar. 1982. Jakarta, PT.

Raya Grafindo Persada

Soelaiman Joesoef. 1986, Konsep Dasar Pendidikan Luar Sekolah, Jakarta: Bumi Aksara

Taufik Abdullah, Ilmu Sejarah dan Historiografi, Jakarta: PT.

Persada, 1985

C. SKRIPSI

Fitri Mirdhatillah. Perkembangan Yayasan Pembina Pendidikan Sekolah Islam (YAPPSI) di Nagari Koto Anau Kabupaten Solok Tahun (1977-2007). Skripsi Padang Jurusan Sejarah Fakultas Sastra Universitas Andalas. 2003 Frans Sunatha. Universitas Putra

Indonesia (UPI YPTK) Padang : Dari Akademi menjadi Universitas (1985-2010). Skripsi Padang Jurusan Sejarah Fakultas Sastra Universitas Andalas. 2012 Welia Ritama. Yayasan Pendidikan Islam

(YAPI) 1963-2003. Skripsi Padang Jurusan Sejarah Fakultas Sastra Universitas Andalas. 2003 Hilza Hayati. “Sekolah Tinggi Ilmu Sosial

dan Politik Imam Bonjol Padang (1962-2008). Skripsi Padang Jurusan Sejarah Fakultas Sastra Universitas Andalas. 2011

Referensi

Dokumen terkait

Hal ini sesuai dengan pendapat Wietoler, 2007 bahwa masyarakat dengan pengetahuan dan kearifan lokal telah ada di dalam kehidupan masyarakat semenjak zaman dahulu mulai dari zaman

Media massa dapat membuat wawasan, pikiran, dan perasaan seorang menjadi baik dan semakin baik informasi yang disampaikan secara tertulis ataupun lisan akan semakin baik pula kecerdasan