Anak Pelaku Tindak Pidana Narkotika

Top PDF Anak Pelaku Tindak Pidana Narkotika:

Pemberian Rehabilitasi Terhadap Anak Pelaku Tindak Pidana Narkotika (Studi Kasus Tiga Putusan Pengadilan)

Pemberian Rehabilitasi Terhadap Anak Pelaku Tindak Pidana Narkotika (Studi Kasus Tiga Putusan Pengadilan)

BAB III PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MEMBERIKAN REHABILITASI TERHADAP ANAK PELAKU TINDAK PIDANA NARKOTIKA A. Pertimbangan Hakim Dalam Memberikan Rehabilitasi Terhadap Anak Pelaku Tindak Pidana Narkotika Pada Penetapan Nomor 111/Pid.Sus-Anak/2014/Pn.Sby ....................................................... 83

7 Baca lebih lajut

ANALISIS YURIDIS PUTUSAN PEMIDANAAN TERHADAP ANAK PELAKU TINDAK PIDANA NARKOTIKA (Putusan Nomor 417/Pid.B/2011/PN.Mkt)

ANALISIS YURIDIS PUTUSAN PEMIDANAAN TERHADAP ANAK PELAKU TINDAK PIDANA NARKOTIKA (Putusan Nomor 417/Pid.B/2011/PN.Mkt)

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis diberi kemudahan, dan kesabaran dalam menyelesaikan skripsi dengan judul : “ANALISIS YURIDIS PUTUSAN PEMIDANAAN TERHADAP ANAK PELAKU TINDAK PIDANA NARKOTIKA (Putusan Nomor 417/Pid.B/2011/PN.Mkt) ” yang disusun guna memenuhi salah satu syarat menyelesaikan program studi ilmu hukum dan mencapai gelar sarjana hukum pada Fakultas Hukum Universitas Jember.

18 Baca lebih lajut

Penjatuhan Sanksi Pidana Dibawah Batas Minimum Ancaman Hukuman Bagi Anak Pelaku Tindak Pidana Narkotika

Penjatuhan Sanksi Pidana Dibawah Batas Minimum Ancaman Hukuman Bagi Anak Pelaku Tindak Pidana Narkotika

Berdasarkan latar belakang di atas, maka dalam penelitian ini dirumuskan 2 (dua) permasalahan yang akan diteliti, yaitu: Bagaimana pengaturan hukuman bagi anak di bawah umur pelaku tindak pidana Narkotika, Bagaimana pertimbangan Hakimdalam menjatuhkan hukuman pidana di bawah batas minimum ancamana sanksi pidana anak pelaku tindak pidana Narkotika. Penelitian proposal tesis ini menggunakan penelitian yuridis normatif. Jenis metode penelitian yuridis normatif berguna untuk mengetahui atau mengenal apakah dan bagaimanakah hukum positifnya mengenai suatu masalah tertentu dan juga dapat menjelaskan atau menerangkan kepada orang lain apakah dan bagaimanakah hukumnya mengenai peristiwa atau masalah yang tertentu.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

PROSES PERADILAN PIDANA ANAK PELAKU TINDAK PIDANA NARKOTIKA DALAM RANGKA PEMBERIAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK (Studi Kasus No. 07/Pid.Sus.Anak/2016/ PN. Smg di Pengadilan Negeri Semarang) - Unika Repository

PROSES PERADILAN PIDANA ANAK PELAKU TINDAK PIDANA NARKOTIKA DALAM RANGKA PEMBERIAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK (Studi Kasus No. 07/Pid.Sus.Anak/2016/ PN. Smg di Pengadilan Negeri Semarang) - Unika Repository

Pada kesempatan ini, judul yang diangkat untuk menjadi karya akhir Penulis adalah “ PROSES PERADILAN PIDANA ANAK PELAKU TINDAK PIDANA NARKOTIKA DALAM RANGKA PEMBERIAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK ” (STUDI KASUS No. 07/Pid.Sus.Anak/2016/ PN. Smg DI PENGADILAN NEGERI SEMARAN G)”.

14 Baca lebih lajut

Pemberian Rehabilitasi Terhadap Anak Pelaku Tindak Pidana Narkotika (Studi Kasus Tiga Putusan Pengadilan)

Pemberian Rehabilitasi Terhadap Anak Pelaku Tindak Pidana Narkotika (Studi Kasus Tiga Putusan Pengadilan)

Landasan hukum atas pemberian rehabilitasi terhadap anak pelaku tindak pidana narkotika adalah menurut ketentuan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009, dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012. Rehabilitasi adalah fasilitas yang sifatnya semi tertutup, maksudnya hanya orang-orang tertentu dengan kepentingan khusus yang dapat memasuki area ini. Rehabilitasi narkotika adalah tempat yang memberikan pelatihan keterampilan dan pengetahuan untuk menghindarkan diri dari narkotika. Menurut Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009, ada dua jenis rehabilitasi yaitu rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial. Pertimbangan hakim dalam melakukan pemeriksaan sidang dalam perkara narkotika yang dilakukan anak adalah menjatuhkan pidana narkotika dengan melakukan rehabilitasi terhadap terdakwa. Hakim menyatakan bahwa dalam Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak terhadap anak yang bermasalah dengan hukum disebut sebagai anak nakal. Hakim menyatakan bahwa sungguh pun dalam dakwaan penuntut umum, namun demikian hakim memandang dalam memberikan hukuman pidana terhadap pemakai narkotika dengan pelaku anak, maka dengan memperhatikan asas utama bagi anak yaitu kepentingan terbaik bagi anak dalam menjatuhkan sanksi, maka ketentuan tentang rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial bagi terdakwa dapat diterapkan.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Penjatuhan Sanksi Pidana Dibawah Batas Minimum Ancaman Hukuman Bagi Anak Pelaku Tindak Pidana Narkotika

Penjatuhan Sanksi Pidana Dibawah Batas Minimum Ancaman Hukuman Bagi Anak Pelaku Tindak Pidana Narkotika

Berdasarkan latar belakang di atas, maka dalam penelitian ini dirumuskan 2 (dua) permasalahan yang akan diteliti, yaitu: Bagaimana pengaturan hukuman bagi anak di bawah umur pelaku tindak pidana Narkotika, Bagaimana pertimbangan Hakimdalam menjatuhkan hukuman pidana di bawah batas minimum ancamana sanksi pidana anak pelaku tindak pidana Narkotika. Penelitian proposal tesis ini menggunakan penelitian yuridis normatif. Jenis metode penelitian yuridis normatif berguna untuk mengetahui atau mengenal apakah dan bagaimanakah hukum positifnya mengenai suatu masalah tertentu dan juga dapat menjelaskan atau menerangkan kepada orang lain apakah dan bagaimanakah hukumnya mengenai peristiwa atau masalah yang tertentu.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Penjatuhan Sanksi Pidana Dibawah Batas Minimum Ancaman Hukuman Bagi Anak Pelaku Tindak Pidana Narkotika

Penjatuhan Sanksi Pidana Dibawah Batas Minimum Ancaman Hukuman Bagi Anak Pelaku Tindak Pidana Narkotika

dan tidak perlu Hakim menjatuhkan pidana penjara sebagaimana diformulasikan yang ada di Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Dengan demikian, sifat imperatif dari stetsel sanksi di dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika telah dilanggar di dalam pasal 5 Undang-Undang Pengadilan Anak yaitu dalam hal penyalahgunaan narkotika itu dilakukan oleh orang yang belum mencapai umur 8 (delapan) tahun. Berdasarkan ketentuan pasal 5, jo. pasal 22. Jo. pasal 26 Undang-Undang Pengadilan Anak dapat dipahami bahwa sistem perumusan ancaman pidana yang ada di Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika tidak lagi bersifat imperatif. Artinya dalam hal penyalahgunaan narkotika itu dilakukan oleh anak yang belum mencapai umur 8 (delapan) tahun tidak perlu Hakim tapi cukup penyidik dapat memberikantindakan supaya yang bersalah dikembalikan kepada orang tuanya, walinya atau orang asuhnya tanpa pidana apapun atau memerintahkan supaya yang bersalah diserahkan kepada Dinas Sosial tanpa pidana apapun.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

PENERAPAN SANKSI PIDANA TERHADAP ANAK PELAKU TINDAK PIDANA NARKOTIKA DAN PSIKOTROPIKA DI PENGADILAN NEGERI SURABAYA.

PENERAPAN SANKSI PIDANA TERHADAP ANAK PELAKU TINDAK PIDANA NARKOTIKA DAN PSIKOTROPIKA DI PENGADILAN NEGERI SURABAYA.

Konsep tentang anak nakal manurut Soedarto menganut penggunaan istilah “ Juvenile Deliuency ” yang didalamnya meliputi tindak pidana yang dilakukan oleh anakanak, sehingga dapat disimpulakan bahwa tindak pidana anak-anak yang merupakan bagian dari kenakalan anak-anak/ remaja. Dalam istilah yang lazim, peerkataan “ Juvenile “ sering digunakan sebagai istilah lain dari anak-anak. Terhadap istilah ini ada dua penafsiran dalam pengertiaanya : pertama pengertian anak untuk pertimbangan aparat penegak hukum (Polisi, Jaksa, Hakim) dalam rangka menerapkan kebijakan pidana dalam proses peradilan anak. Dari yang pertama ini hanya dimaksudkan untuk membedakan antara pelaku pidana yang masih anak-anak ( non adult offender ) dengan pelaku tindak pidana yang sudah dewasa ( adult offender ). Kemudian pengertian yang kedua adalah pengertian remaja, sebutan ini biasanya didasarkan pada kondisi psikologis seseorang, dimana pada usia belasan tahun sering disebut sebagai remaja. Namun demikian pengertian inipun tidak semua orang dapat menerimanya, karena pengertian “ Juvenile “ terlalu umum dan mencakup semua orang yang masih muda usianya. 9
Baca lebih lanjut

77 Baca lebih lajut

PENERAPAN SANKSI PIDANA TERHADAP ANAK PELAKU TINDAK PIDANA NARKOTIKA DAN PSIKOTROPIKA DI PENGADILAN NEGERI SURABAYA

PENERAPAN SANKSI PIDANA TERHADAP ANAK PELAKU TINDAK PIDANA NARKOTIKA DAN PSIKOTROPIKA DI PENGADILAN NEGERI SURABAYA

tempat-tempat perkumpulan genk. Hal itu terjadi, antara lain karena kurangnya perhatian orang tua dan banyaknya masalah rumah tangga, sehingga mengakibatkan anak - anak memilih narkotika dan psikotropika sebagai pelariaanya. saat ini para orang tua sangat longggar dalam memberikan pengawasan dan bimbingan terhadap generasi muda, karena sibuknya mencari nafkah untuk keluarga, sehingga mereka mudah terjerumus pada obat-obatan yang bisa merusak syaraf manusia tersebut. Para orang tua akhirnya merasa cemas dan takut bila anaknya para orang tua murid dan berharap agar ada komunikasi yang baik antara guru dan murid, khususnya soal perilaku anak. Anak merupakan bagian dari generasi muda yang memiliki peranan stategis yang mempunyai cirri dan sifat khusus, selain itu anak merupakan titipan dari Tuhan yang diberikan kepada orang tua untuk dididik dan dilindungi sebagai penerus bangsa. Dan karena kota Surabaya adalah sebagai Ibu Kota dari Jawa Timur, di Surabaya pasti terdapat berbagai macam kejahatan-kejahatan.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

PENULISAN HUKUM / SKRIPSI  PERTIMBANGAN HAKIM DALAM PUTUSAN PERKARA TERHADAP ANAK PELAKU TINDAK PIDANA NARKOTIKA DI PENGADILAN NEGERI SLEMAN.

PENULISAN HUKUM / SKRIPSI PERTIMBANGAN HAKIM DALAM PUTUSAN PERKARA TERHADAP ANAK PELAKU TINDAK PIDANA NARKOTIKA DI PENGADILAN NEGERI SLEMAN.

1. Pengertian Tindak Pidana Narkotika Anak........................ 34 2. Sebab-Sebab Terjadinya Penyalahgunaan Narkotika Anak 37 3. Akibat Dari Penyalahgunaan Narkotika Anak…..………. 42 4. Gambaran Penyalahgunaan Narkotika Anak Di Pengadilan

13 Baca lebih lajut

Penjatuhan Sanksi Pidana Dibawah Batas Minimum Ancaman Hukuman Bagi Anak Pelaku Tindak Pidana Narkotika

Penjatuhan Sanksi Pidana Dibawah Batas Minimum Ancaman Hukuman Bagi Anak Pelaku Tindak Pidana Narkotika

Hukum Pidana; Komentar atas Pasal-Pasal Terpenting dari Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Belanda dan Padanannya dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Indonesia.. Filsafat Hukum ; Edis[r]

5 Baca lebih lajut

Penjatuhan Sanksi Pidana Dibawah Batas Minimum Ancaman Hukuman Bagi Anak Pelaku Tindak Pidana Narkotika

Penjatuhan Sanksi Pidana Dibawah Batas Minimum Ancaman Hukuman Bagi Anak Pelaku Tindak Pidana Narkotika

Teori relatif ini melihat bahwa penjatuhan pidana bertujuan untuk memperbaiki si penjahat agar menjadi orang yang baik dan tidak akan melakukan kejahatan lagi. Menurut Zevenbergen ”terdapat tiga macam memperbaiki si penjahat, yaitu perbaikan yuridis, perbaikan intelektual, dan perbaikan moral.” Perbaikan yuridis mengenai sikap si penjahat dalam hal menaati undang-undang. Perbaikan intelektual Menurut teori ini suatu kejahatan tidak mutlak harus diikuti dengan suatu pidana. Untuk ini, tidaklah cukup adanya suatu kejahatan, tetapi harus dipersoalkan perlu dan manfaatnya suatu pidana bagi masyarakat atau bagi si penjahat sendiri. Tidaklah saja dilihat pada masa lampau, tetapi juga pada masa depan. Dengan demikian, harus ada tujuan lebih jauh daripada hanya menjatuhkan pidana saja. Dengan demikian, teori ini juga dinamakan teori tujuan. Tujuan ini pertama-tama harus diarahkan kepda upaya agar dikemudian hari kejahatan yang dilakukan itu tidak terulang lagi (prevensi).
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

PROSES PERADILAN PIDANA ANAK PELAKU TINDAK PIDANA NARKOTIKA DALAM RANGKA PEMBERIAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK (Studi Kasus No. 07/Pid.Sus.Anak/2016/ PN. Smg di Pengadilan Negeri Semarang) - Unika Repository

PROSES PERADILAN PIDANA ANAK PELAKU TINDAK PIDANA NARKOTIKA DALAM RANGKA PEMBERIAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK (Studi Kasus No. 07/Pid.Sus.Anak/2016/ PN. Smg di Pengadilan Negeri Semarang) - Unika Repository

pukul 14.00 WIB, anak FRM telah membeli 1 bungkus plastik berisi shabu 1 (satu) gram seharga Rp 1.200.000,00, selanjutnya pada hari Jumat tanggal 08 April 2016, anak bersama saksi DENI ANANTO Alias BATHOK telah menggunakan narkotika jenis shabu tersebut di rumah kos saksi DENI dengan cara pipa kaca/ pipet yang telah diisi dengan shabu dipanaskan dengan menggunakan korek api gas, setelah keluar asapnya kemudian dihisap melalui alat hisap berupa bong yang dibuat dari botol bekas air mineral yang dihubungkan dengan sedotan, bergantian antara anak dan saksi DENI sampai asap tersebut habis;
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

Implementasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak terhadap Anak Pelaku Tndak Pidana Narkotika (Studi Putusan: Nomor 44 Pid.Sus-nak 2015 PN Medan)

Implementasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak terhadap Anak Pelaku Tndak Pidana Narkotika (Studi Putusan: Nomor 44 Pid.Sus-nak 2015 PN Medan)

Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis mengangkat skripsi yang berjudul “Implementasi Undang -undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak Terhadap Anak Pelaku Tindak Pidana Narkotika (Studi Putusan Nomor 44/Pid.Sus-Anak/2015/PN Mdn). Dalam skripsi ini, penulis mengungkapkanpermasalahan bagaimana pengaturan hukum bagi anak pelaku tindak pidana narkotika dan implementasi Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak Pada Putusan Nomor 44/Pid.Sus- Anak/2015/PN Mdn.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Peranan Hakim Dalam Menjatuhkan Putusan Terhadap Anak Pelaku Tindak Pidana Pengguna Narkotika

Peranan Hakim Dalam Menjatuhkan Putusan Terhadap Anak Pelaku Tindak Pidana Pengguna Narkotika

Anak yang berkonflik dengan hukum memerlukan perlindungan mengingat anak adalah individu yang masih belum matang dan masih sangat tergantung pada orang lain. Pada hakikatnya anak tidak dapat melindungi diri sendiri terhadap berbagai ancaman mental, fisik, sosial dalam berbagai bidang hidup, kehidupan dan penghidupan, khususnya dalam pelaksanaan peradilan pidana anak yang masih asing bagi dirinya. Bahwa terhadap anak yang melakukan tindak pidana tidak dapat dipertanggungjawabkan secara penuh seperti halnya orang dewasa yang melakukan kejahatan. Pemahaman demikian kemudian secara eksplisit dirumuskan dalam Undang-Undang Nomor 3 tahun 1997 tentang Pengadilan Anak, yang mengatur bahwa terhadap anak tersebut dapat dijatuhkan sanksi berupa sanksi pidana atau sanksi tindakan. Asas yang paling mendasar bahwa pemberian sanksi terhadap anak, harus memperhatikan keberadaan anak sebagai manusia yang mempunyai “ciri dan sifat khusus”. Walaupun telah diatur demikian, namun dalam praktik nya dijumpai terhadap anak yang melakukan tindak pidana salah satunya tindak pidana pengguna narkotika, pemberian sanksi oleh penegak hukum dalam hal ini hakim lebih dilandasi oleh alam fikiran normative-legalistik, karena kenyataannya sanksi yang paling banyak dijatuhkan adalah sanksi Pidana berupa pidana Penjara, yang sebenarnya bentuk sanksi yang paling dihindari terhadap anak.
Baca lebih lanjut

168 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Peranan Hakim Dalam Menjatuhkan Putusan Terhadap Anak Pelaku Tindak Pidana Pengguna Narkotika

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Peranan Hakim Dalam Menjatuhkan Putusan Terhadap Anak Pelaku Tindak Pidana Pengguna Narkotika

Anak yang terlibat dalam penyalahgunaan narkotika tentunya tidak muncul dengan tiba-tiba, melainkan melalui proses pertimbangan dari organisasi-organisasi kejahatan atau sindikat peredaran narkotika, dimana kejahatan tersebut memang menjanjikan keuntungan yang menggiurkan. Dalam perkembangan masyarakat belakangan ini terdapat beberapa hal yang kian mendorong akselerasi merajalelanya organisai-organisasi kejahatan atau sindikat peredaran narkotika tersebut untuk memperluas jaringan dan bergerak melintasi negara atau bersifat internasional, utamanya yang menyangkut adanya kemajuan teknologi komunikasi dan transportasi sehingga memudahkan mobilitas manusia keseluruhan dunia, disamping itu karena keuntungan yang menjanjikan tersebut berpengaruh terhadap upaya organisasi- organisasi kejahatan atau sindikat peredaran narkotika untuk memasuki kesemua wilayah dunia dan semua lapisan masyarakat, hal tersebut semakin dipacu akibat adanya perubahan-perubahan: 7
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

Implementasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak terhadap Anak Pelaku Tndak Pidana Narkotika (Studi Putusan: Nomor 44 Pid.Sus-nak 2015 PN Medan)

Implementasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak terhadap Anak Pelaku Tndak Pidana Narkotika (Studi Putusan: Nomor 44 Pid.Sus-nak 2015 PN Medan)

Diversi juga memiliki tujuan untuk menghindari stigmatisasi terhadap anak yang diduga melakukan tindak pidana, sehingga diharapkan anak dapat kembali ke dalam lingkungan sosial yang wajar dan juga menegakkan hukum tanpa melakukan tindakan kekerasan yang menyakitkan dengan memberi kesempatan kepada seseorang untuk memperbaiki kesalahannya tanpa melalui hukuman pidana oleh negara yang mempunyai otoritas penuh, salah satu contoh latar belakang pentingnya penerapan konsep diversi dilakukan karena tingginya jumlah anak yang masuk ke peradilan pidana dan diputus dengan penjara dan mengalami kekerasan saat menjalani rangkaian proses dalam sistem peradilan pidana. 41
Baca lebih lanjut

43 Baca lebih lajut

PENUTUP  PERLINDUNGAN TERHADAP ANAK SEBAGAI PELAKU DALAM TINDAK PIDANA NARKOTIKA DI TINGKAT PENYIDIKAN.

PENUTUP PERLINDUNGAN TERHADAP ANAK SEBAGAI PELAKU DALAM TINDAK PIDANA NARKOTIKA DI TINGKAT PENYIDIKAN.

memberikan keterangan untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. Kendala terakhir adalah kurangnya kerjasama dan Koordinasi, perlindungan anak adalah suatu hasil interaksi karena adanya interrelesai antara fenomena yang ada dan saling mempengaruhi. Maka dari itu koordinasi dan kerjasama perlu dilaksanakan dalam rangka mencegah ketidakseimbangan kegiatan perlindungan anak, yang pada hakekatnya menghambat kegiatan perlindungan anak secara keseluruhan.

6 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PERLINDUNGAN TERHADAP ANAK SEBAGAI PELAKU DALAM TINDAK PIDANA NARKOTIKA DI TINGKAT PENYIDIKAN.

PENDAHULUAN PERLINDUNGAN TERHADAP ANAK SEBAGAI PELAKU DALAM TINDAK PIDANA NARKOTIKA DI TINGKAT PENYIDIKAN.

Secara umum yang dimaksud dengan narkotika adalah sejenis zat yang dapat menimbulkan pengaruh-pengaruh tertentu bagi orang-orang yang menggunakannya, yaitu dengan cara memasukkan ke dalam tubuh. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dalam Pasal 1 ayat (1) yang dimaksud dengan narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan. Menurut Sudarto, dalam bukunya Kapita Selekta Hukum Pidana dikatakan bahwa ’’ narkotika berasal dari bahsa yunani ’’Narke’’, yang berarti terbius sehingga tidak merasakan apa-apa.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Implementasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak terhadap Anak Pelaku Tndak Pidana Narkotika (Studi Putusan: Nomor 44/Pid.Sus-nak/2015/PN Medan)

Implementasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak terhadap Anak Pelaku Tndak Pidana Narkotika (Studi Putusan: Nomor 44/Pid.Sus-nak/2015/PN Medan)

Menurut penulis tindakan yang lebih tepat dijatuhkan kepada anak Tina Novita Lubis adalah berupa kewajiban mengikuti pendidikan formal dan/atau pelatihan yang diadakan oleh pemerintah atau badan swasta (sesuai dengan Pasal 82 Ayat 1 huruf e Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak), karena berdasarkan keterangan orangtua terdakwa bahwa anak Tina Novita Lubis putus sekolah (tingkat SMP) karena kemauannya sendiri dan tidak mau melanjutkan sekolah lagi, menurut penulis jika anak Tina Novita Lubis dikembalikan kepada orangtuanya maka peluang untuk Tina Novita Lubis melakukan pengulangan tindak pidana tetap ada dikarenakan anak Tina Novita Lubis tidak memiliki kegiatan sehari-hari akibat putus sekolah.
Baca lebih lanjut

97 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...