Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA)

Top PDF Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA):

Penyediaan pakan berkelanjutan melalui inokulasi fungi mikoriza arbuskula dan aplikasi fosfat alam pada arachis pintoi cv Amarillo dalam tumpang sari dengan jagung atau Sorgum

Penyediaan pakan berkelanjutan melalui inokulasi fungi mikoriza arbuskula dan aplikasi fosfat alam pada arachis pintoi cv Amarillo dalam tumpang sari dengan jagung atau Sorgum

A. pintoi cv Amarillo merupakan hijauan pakan jenis leguminosa rambat, mempunyai gizi tinggi, mudah dipanen, produksi stabil dari tahun ke tahun (Dywer l991). Masalah utama yang dihadapi dalam penyediaan pakan hijauan adalah terbatasnya penggunaan dan pemilikan lahan. Umumnya lahan produktif digunakan untuk tanaman pangan, sedangkan lahan -lahan marginal yaitu lahan- lahan yang mempunyai tingkat kesuburan rendah digunakan untuk tanaman pakan ternak, sehingga penyediaan hijauan pakan yang berkualitas dan kontinyu sulit dicapai. FMA adalah mikroorganisme tanah yang berperan penting dalam memperbaiki produktivitas lahan, bersifat simbion obligat, karena tanpa tanaman inang pertumbuhan hifa tidak berkembang, dan hanya mampuh bertahan hidup 20-30 hari (Fortin et al. 2002). Pemanfaatan Fungi mikoriza arbuskula pada hijauan pakan dapat membantu meningkatkan pertumbuhan tanaman menjadi lebih baik.
Baca lebih lanjut

177 Baca lebih lajut

Keanekaragaman  Fungi  Mikoriza  Arbuskula  Di  Hutan  Pantai Sonang, Tapanuli Tengah

Keanekaragaman Fungi Mikoriza Arbuskula Di Hutan Pantai Sonang, Tapanuli Tengah

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan dan keanekaragaman Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) di hutan Pantai Sonang, Tapanuli Tengah dan hubungannya dengan tingkat salinitas tanah. Sampel tanah diambil dari setiap petak ukur. Untuk isolasi spora digunakan 50 gram tanah sampel dari setiap petak ukur. Isolasi spora FMA menggunakan metode tuang saring untuk penghitungan spora, identifikasi spora dan kolonisasi akar diteliti dengan menggunakan metode pewarnaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salinitas berpengaruh negatif terhadap keberadaan dan keanekaragaman FMA serta persentase kolonisasi akar. Penurunan tingkat salinitas tanah diikuti dengan peningkatan kepadatan dan keanekaragaman spora serta persentase kolonisasi akar. Hasil trapping spora dengan tanaman inang Pueraria javanica menghasilkan jumlah spora yang lebih banyak dibandingkan dengan spora yang diisolasi dari lapangan. Pada penelitian ini didapat 28 jenis spora FMA, 26 jenis merupakan genus Glomus dan 2 jenis lainnya merupakan genus Acaulospora. Kolonisasi ditemukan pada semua akar tanaman sampel. Persentase kolonisasi secara umum adalah rendah sampai dengan sedang
Baca lebih lanjut

89 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Fungi Mikoriza Arbuskula dan Fungi Pelarut Fosfat untuk Meningkatkan Pertumbuhan Bibit Glodokan (Polyalthia longifolia) pada Tanah Marginal

Pemanfaatan Fungi Mikoriza Arbuskula dan Fungi Pelarut Fosfat untuk Meningkatkan Pertumbuhan Bibit Glodokan (Polyalthia longifolia) pada Tanah Marginal

Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara fungi mikoriza arbuskula (FMA) dan fungi pelarut fosfat (FPF) tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati. Pemberian jenis fungi Aspergillus + Penicillium merupakan isolat terbaik dalam meningkatkan rataan pertambahan tinggi dan rasio tajuk akar. Pemberian FMA dengan dosis 15 gram merupakan yang terbaik untuk meningkatkan bobot kering tanaman, rasio tajuk akar, dan serapan P.

2 Baca lebih lajut

KERAGAMAN TANAMAN UMBI DAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) DI BAWAH TEGAKAN HUTAN RAKYAT SULAWESI SELATAN

KERAGAMAN TANAMAN UMBI DAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) DI BAWAH TEGAKAN HUTAN RAKYAT SULAWESI SELATAN

Penerapan sistem agroforestri pada hutan rakyat yang memadukan jenis tanaman kehutanan andalan setempat Vitex cofassus (bitti), Toona sinensis (suren), Tectona grandis (jati) dan Alleurites moluccana (kemiri) dengan jenis tanaman semusim seperti umbi-umbian akan menciptakan peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan ekonomi dan ketahanan pangan. Keberadaan tanaman di bawah tegakan hutan rakyat diharapkan juga dapat mengurangi laju erosi tanah dan memperluas habitat mikroorganisme tanah bermanfaat seperti Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA). Penelitian bertujuan mengidentifikasi keragaman tanaman umbi dan FMA pada rhizosfer tanaman umbi yang tumbuh di bawah tegakan hutan rakyat bitti, suren, jati dan kemiri di Sulawesi Selatan. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat 12 jenis tanaman umbi yang tumbuh di bawah tegakan hutan rakyat, dimana 7 jenis di antaranya merupakan sumber pangan alternatif. (2) Amorphophallus campanulatus (iles-iles/suweg) dan Xanthosoma violaceum (kimpul) merupakan jenis tanaman umbi yang dijumpai tumbuh di bawah semua tegakan hutan rakyat, (3) semua jenis tanaman umbi yang tumbuh di bawah tegakan hutan rakyat berasosiasi dengan FMA, dimana ada 3 genus FMA yaitu Glomus sp. Acaulospora sp. dan Gigaspora sp. dengan kepadatan spora tergolong rendah.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Fungi Mikoriza Arbuskula dan Keberadaan Inangnya Dapat Memperbaiki Pertumbuhan Kedelai Organik

Fungi Mikoriza Arbuskula dan Keberadaan Inangnya Dapat Memperbaiki Pertumbuhan Kedelai Organik

Pemberian pupuk hayati dan pupuk organik ke dalam tanah dapat meningkatkan produksi pertanian baik kualitas maupun kuantitas, mengurangi pencemaran lingkungan, dan meningkatkan kualitas lahan secara berkelanjutan. Sumber pupuk hayati yang berpotensi untuk dikembangkan dalam upaya peningkatan produksi kedelai organik adalah fungi mikoriza arbuskula (FMA). Menurut Sutanto (2006), hifa mikoriza bersimbiosis dengan perakaran tanaman dan membantu penyerapan fosfat. Mikoriza dapat meningkatkan luas permukaan akar sehingga meningkatkan absorpsi hara, terutama jenis hara fosfat yang mempunyai mobilitas rendah dalam larutan tanah. Mikoriza juga membantu penyerapan air dan melindungi akar dari serangan patogen akar. Potensi FMA tersebut sangat menarik untuk dikembangkan khususnya pada budidaya kedelai organik. Aplikasi FMA yang tepat menjadi peluang tersendiri untuk dimanfaatkan sebagai upaya untuk meningkatkan produksi kedelai organik. Fosfat sangat membantu dalam proses pengisian biji kedelai, sehingga dengan keberadaannya diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kedelai.
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

ANALISA KANDUNGAN MINYAK ATSIRI PADA RIMPANG TANAMAN JAHE ( Zingiber Officinale Rosc ) YANG DI INDUKSI DENGAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA ( FMA ).

ANALISA KANDUNGAN MINYAK ATSIRI PADA RIMPANG TANAMAN JAHE ( Zingiber Officinale Rosc ) YANG DI INDUKSI DENGAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA ( FMA ).

Untuk meningkatkan metabolit sekunder dari rimpang jahe dapat dilakukan dengan teknik kultur (Hobir, 1998) tapi cara ini membutuhkan biaya yang mahal. Salah satu cara untuk meningkatkan metabolit sekunder yang aman dan murah adalah dengan menggunakan agen hayati Fungi Mikoriza Arbuskula selanjutnya disebut Mikoriza (FMA). Mikoriza ini mempunyai kamampuan untuk berasosiasi dengan hampir 90% jenis tanaman, serta telah banyak dibuktikan mampu memperbaiki nutrisi dan meningkatkan pertumbuhan tanaman (Yadi, 2007; Husna, 2007;). Keuntungan yang diharapkan dari pemanfaatan mikoriza ini berkaitan dengan pertumbuhan, kualitas dan produktivitas minyak atsiri dari tanaman jahe. Mikoriza dapat membantu akar tanaman dalam menyerapan unsur hara makro dan mikro terutama fosfat dengan mekanismenya: terjadi peningkatan permukaan absorbsi, kerja enzim fosfatase dan enzim oksalat (Husna, Tuheteru, dan Mahfudz, 2007).
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Pengaruh Cekaman Kekeringan dan Penambahan Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) terhadap Pertumbuhan dan ProduktivitasBeberapa Rumput Tropika (Chloris gayana, Paspalum dilatatum, dan Paspalum notatum)

Pengaruh Cekaman Kekeringan dan Penambahan Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) terhadap Pertumbuhan dan ProduktivitasBeberapa Rumput Tropika (Chloris gayana, Paspalum dilatatum, dan Paspalum notatum)

Struktur utama dari Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) adalah arbuskula, vesikula, hifa eksternal dan spora antara lain yaitu (Dewi, 2007) : (1) Arbuskula adalah struktur hifa yang bercabang-cabang seperti pohon-pohon kecil yang mirip haustorium (membentuk pola dikotom), berfungsi sebagai tempat pertukaran nutrisi antara tanaman inang dengan jamur. (2) Vesikel merupakan suatu struktur berbentuk lonjong atau bulat, mengandung cairan lemak, yang berfungsi sebagai organ penyimpanan makanan atau berkembang menjadi klamidospora, yang berfungsi sebagai organ reproduksi dan struktur tahan. (3) Hifa eksternal merupakan struktur lain dari FMA yang berkembang di luar akar. Hifa ini berfungsi menyerap hara dan air di dalam tanah. (4) Spora, merupakan propagul yang bertahan hidup dibandingkan dengan hifa yang ada di dalam akar tanah. Spora terdapat pada ujung hifa eksternal dan dapat hidup selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Perkecambahan spora bergantung pada lingkungan seperti pH, temperatur dan kelembaban tanah serta kadar bahan organik.
Baca lebih lanjut

101 Baca lebih lajut

ISOLASI DAN IDENTIFIKASI FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA DI LAHAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) TERCEMAR LOGAM BERAT Pb DI KECAMATAN WANASARI DAN KECAMATAN LARANGAN KABUPATEN BREBES - repository perpustakaan

ISOLASI DAN IDENTIFIKASI FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA DI LAHAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) TERCEMAR LOGAM BERAT Pb DI KECAMATAN WANASARI DAN KECAMATAN LARANGAN KABUPATEN BREBES - repository perpustakaan

Suamba, I Wayan dkk. 2014. Isolasi dan Identifikasi Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) Secara Mikroskopis pada Rhizosfer Tanaman Jeruk (Citrus spp.) di Desa Kerta, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar. E- Jurnal Agroekoteknologi Tropika. Vol. 3, No. 4, Oktober 2014.

6 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Fungi Mikoriza Arbuskula dan Fungi Pelarut Fosfat untuk Meningkatkan Pertumbuhan Bibit Glodokan (Polyalthia longifolia) pada Tanah Marginal

Pemanfaatan Fungi Mikoriza Arbuskula dan Fungi Pelarut Fosfat untuk Meningkatkan Pertumbuhan Bibit Glodokan (Polyalthia longifolia) pada Tanah Marginal

Adanya simbiosis dengan FMA telah banyak diketahui mampu memperbaiki hara tanaman inang melalui penyerapan hara dan air yang pada akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman. Inokulasi FMA pada cabai dapat meningkatkan serapan P (Haryantini dan Santoso, 2001) dan meningkatkan adaptasi terhadap kekeringan. Fungi mikoriza arbuskula yang menginfeksi sistem perakaran tanaman inang akan memproduksi jalinan hifa eksternal yang dapat tumbuh secara ekspansif dan menembus lapisan subsoil sehingga kapasitas akar dalam penyerapan hara dan air meningkat.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Respons Pertumbuhan Dan Produksi Kedelai                    (Glycine max L. Merrill) Terhadap Fungi Mikoriza Arbuskula Dan Perbandingan Pupuk An – Organik Dan Organik

Respons Pertumbuhan Dan Produksi Kedelai (Glycine max L. Merrill) Terhadap Fungi Mikoriza Arbuskula Dan Perbandingan Pupuk An – Organik Dan Organik

Pada bobot kering tajuk pada perlakuan inokulan FMA tertinggi pada perlakuan M1 sebesar 5,62 g dan terendah pada perlakuan M0 sebesar 4,41 g (Tabel 40). Hal ini menunjukkan bahwa asosiasi simbiotik antara jamur dengan akar tanaman dapat menambah bobot kering tajuk. Hal ini sesuai dengan pernyataan Gonggo (1998) dalam penelitiannya menyatakan bahwa inokulasi mikoriza memberikan bobot batang dan daun lebih berat dibandingkan tanpa inokulasi mikoriza. Inokulasi mikoriza lebih mampu menyerap hara dalam jumlah lebih besar, sehingga bobot tanaman meningkat. Seperti dikemukaan oleh Rao (1994) adanya simbiosis dengan Fungi Mikoriza Arbuskula maka daun tajuk pada tanaman semakin bertambah, dikarenakan inokulan FMA dapat meningkatkan penyerapan hara. Dengan adanya inokulan FMA akar tanaman akan menyerap banyak nutrien dari dalam tanah dan nutrien ini akan digunakan oleh daun dalam proses fotosintesis, oleh karena itu semakin banyak hara yang diserap oleh akar maka semakin luas bidang fotosintesis, yaitu daun sehingga menambah tajuk tanaman.
Baca lebih lanjut

92 Baca lebih lajut

PERUBAHAN MIKROORGANISME TANAH BEKAS TAMBANG BATUBARA DAN HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays) MELALUI PEMANFAATAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA.

PERUBAHAN MIKROORGANISME TANAH BEKAS TAMBANG BATUBARA DAN HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays) MELALUI PEMANFAATAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA.

Reklamasi merupakan suatu proses mengupayakan lahan bekas tambang agar dapat digunakan kembali untuk tujuan lain setelah tambang ditutup (World Coal Institute, 2005). Tujuan reklamasi sesuai dengan UU No.26 Tahun 2007, yaitu untuk mengelola lingkungan bekas tambang menjadi daerah yang bebas pencemaran secara lestari dalam jangka waktu yang lama. Proses reklamasi areal bekas tambang dapat dipercepat dengan bantuan mikroorganisme tanah karena mampu menghalangi tanaman menyerap logam dengan cara menahan logam di akar (Rao, 1994). Salah satu jenis mikroorganisme tanah yang dapat digunakan dalam reklamasi yaitu Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Respon Pertumbuhan Dan Produksi Jagung (Zea mays L.) Terhadap Pemberian Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) Dan Perbedaan Waktu Tanam

Respon Pertumbuhan Dan Produksi Jagung (Zea mays L.) Terhadap Pemberian Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) Dan Perbedaan Waktu Tanam

Salah satu alternatif yang digunakan untuk mengatasi waktu tanam yang berbeda pada penanaman jagung dan meningkatkan resistensi tanaman terhadap patogen terutama pada sistem perakaran adalah dengan menggunakan Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA). Rhizobia dan FMA sering berinteraksi secara sinergistik menghasilkan bintil akar, pengambilan nutrisi, dan hasil panen yang lebih baik. FMA dapat membantu tanaman untuk menyerang penyakit busuk akar. Hifa mempengaruhi morfofisiologi akar sehingga luas permukaan akar bertambah banyak. Oleh sebab itu, peneliti tertarik untuk meneliti respon pertumbuhan dan produksi jagung terhadap pemberian FMA dan perbedaaan waktu tanam.
Baca lebih lanjut

80 Baca lebih lajut

this PDF file KEPADATAN DAN KERAGAMAN SPORA FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA PADA DAERAH PERAKARAN BEBERAPA TANAMAN PANGAN DI LAHAN PERTANIAN DESA SIDERA | Yusriadi | Agroland 1 PB

this PDF file KEPADATAN DAN KERAGAMAN SPORA FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA PADA DAERAH PERAKARAN BEBERAPA TANAMAN PANGAN DI LAHAN PERTANIAN DESA SIDERA | Yusriadi | Agroland 1 PB

Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) adalah salah satu kelompok fungi yang hidup di dalam tanah, termasuk golongan endomikoriza yang mempunyai struktur hifa yang disebut arbuskula. Arbuskula berperan sebagai tempat kontak dan transfer hara mineral antara cendawan dan tanaman inangnya pada jaringan korteks akar. Mikoriza terbentuk karena adanya simbiosis mutualisme antara cendawan atau fungi dengan sistem perakaran tumbuhan dan keduanya saling memberikan keuntungan (Hidayat 2003). Manfaat yang dapat diperoleh dari adanya asosiasi mikoriza yaitu peningkatan unsur hara, meningkatkan ketahanan terhadap kekeringan dan tahan terhadap serangan patogen. Peningkatan serapan hara akibat kolonisasi FMA disebabkan oleh tiga hal, yaitu FMA mampu mengurangi jarak yang harus ditempuh
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pengaruh Fungi Mikoriza Arbuskula FMA Pa

Pengaruh Fungi Mikoriza Arbuskula FMA Pa

Dari Tabel 1 juga dapat dilihat bahwa perlakuan inokulasi mikoriza memperlihatkan pengaruh yang nyata terhadap berat basah akar tanaman. Hal ini dikarenakan Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) yang bersimbiosis dengan akar tanaman inang akan membentuk mikoriza. Mikoriza mampu meningkatkan penyerapan fosfat, air, dan zat hara lainnya dan meningkatkan penyerapan ion yang biasanya berdifusi menuju akar. Hal ini dimungkinkan karena mikoriza memiliki jaringan hifa eksternal yang luas dan diameter yang lebih kecil dari bulu-bulu akar, sehingga mampu memperluas bidang penyerapan air dan garam-garam mineral di dalam tanah (Salisbury dan Ross, 1995). Hal ini didukung oleh Abdullah (2005), bahwa pemanfaatan mikoriza pada tebu lahan kering memberi dampak positif terhadap pertumbuhan dan produksi tebu, dimana dengan penggunaan mikoriza sistem perakaran tebu akan lebih baik, dibandingkan dengan tebu yang tidak menggunakan mikoriza.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Potensi Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) di Ekosistem Tanaman Karet, Jambi

Potensi Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) di Ekosistem Tanaman Karet, Jambi

Mikoriza adalah suatu hubungan simbiosis mutualisme antara fungi dengan perakaran tumbuhan. Fungi mikoriza arbuskula merupakan fungi yang penyebarannya sangat luas di alam, tetapi penelitian FMA di ekosistem tanaman karet belum pernah dilakukan. Penelitian ini perlu dilakukan untuk mengetahui keanekaragaman dan potensi FMA di ekosistem tanaman karet. Pengamatan kolonisasi FMA pada akar Pueraria javanica menggunakan teknik pewarnaan akar sedangkan isolasi spora dengan menggunakan metode tuang basah. Penghitungan potensi propagul digunakan metode Most Probable Number (MPN). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa jumlah kepadatan spora tidak berpengaruh terhadap jumlah kolonisasi akar. Dalam penelitian ini ditemukan 3 genus spora yaitu Glomus sp., Acaulospora sp., dan Gigaspora sp. Genus Glomus merupakan genus yang paling dominan karena terdapat pada setiap lokasi. Jumlah propagul di ekosistem tanaman karet daerah Harapan lebih banyak dibandingkan dengan daerah Bukit Dua Belas.
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

Keanekaragaman Fungi Mikoriza Arbuskula Pada Berbagai Varietas Tanaman Kopi

Keanekaragaman Fungi Mikoriza Arbuskula Pada Berbagai Varietas Tanaman Kopi

Salah satu mikroba tanah yang menguntungkan adalah fungi mikoriza arbuskula (FMA). Pemanfaatan FMA memberikan pengaruh yang menguntungkan bagi peningkatan status nutrisi tanaman dan kemampuan tanaman untuk dapat bertahan pada kondisi stress lingkungan sehingga simbiosis ini menjadi salah satu kunci untuk pertanian yang berkelanjutan. Manfaat ini bervariasi tergantung strain FMA yang digunakan pada saat inokulasi dan pemilihan FMA yang efektif yang sesuai dengan kondisi lingkungan akan memberikan respon asosiasi yang positif.

2 Baca lebih lajut

Respons Pertumbuhan dan Produksi Sorgum (Sorghum bicolor (L.)Moench)  Terhadap Pemberian Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) dan Kompos Kascing

Respons Pertumbuhan dan Produksi Sorgum (Sorghum bicolor (L.)Moench) Terhadap Pemberian Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) dan Kompos Kascing

ini di sebabkan karena mikoriza dapat membantu penyerapan unsur hara dengan cara memperluas daerah pengambilan unsur hara dan di dalam tanah karena adanya hubungan timbal balik antar akar dan fungi mikoriza serta mampu meningkatkan laju pertumbuhan vegetatif tanaman lebih cepat. Hal ini sesuai dengan literatur Tirta (2006) Fungsi akar dalam memanfaatkan air dan unsur hara dapat ditingkatkan salah satunya dengan memberikan mikroorganisme seperti mikoriza. Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) sejenis jamur yang bersimbiosis dengan akar tanaman yang mampu meningkatkan serapan unsur hara dan meningkatkan efisiensi penggunaan air tanah sehingga mempunyai laju pertumbuhan vegetatif yang lebih cepat. Kehadiran mikoriza pada tanah dapat meningkatkan efisiensi penggunaan air, meningkatkan nilai tegangan osmotik sel-sel tanaman pada tanah yang kadar airnya cukup rendah, sehingga tanaman dapat melangsungkan kehidupannya
Baca lebih lanjut

101 Baca lebih lajut

PRODUKSI INOKULAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA PADA MEDIA PERBANYAKAN DAN SPESIES YANG BERBEDA

PRODUKSI INOKULAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA PADA MEDIA PERBANYAKAN DAN SPESIES YANG BERBEDA

Penelitian bertujuan untuk mengetahui media perbanyakan dan spesies Fungi Mikoriza Arbuskula yang berpengaruh paling baik pada produksi inokulan FMA. Penelitian dilaksanakan di wilayah Desa Dukuhwaluh, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas dengan ketinggian tempat sekitar 84 meter dpl. Penanaman dilakukan pada media tanah dan pasir yang ditempatkan dalam polybag. Pelaksanakan penelitian selama 5 bulan dimulai bulan Maret sampai dengan Juli tahun 2017.

15 Baca lebih lajut

Keanekaragaman Fungi Mikoriza Arbuskula Pada Berbagai Varietas Tanaman Kopi

Keanekaragaman Fungi Mikoriza Arbuskula Pada Berbagai Varietas Tanaman Kopi

Terdapat hubungan erat antara jumlah dan jenis FMA dengan Al di tanah, dimana hubungannya tidak searah, sehingga semakin tinggi Al di tanah mulai 1,23 sampai 2,85 %, maka jumlah dan jenis FMA semakin sedikit (Muzakir, 2011). Fungi mikoriza arbuskula dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif teknologi untuk membantu pertumbuhan, meningkatkan produktivitas dan kualitas tanaman terutama yang ditanam pada lahan-lahan marginal yang kurang subur atau bekas tambang/industri (Delvian, 2006).

9 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Fungi Mikoriza Arbuskula dan Fungi Pelarut Fosfat untuk Meningkatkan Pertumbuhan Bibit Glodokan (Polyalthia longifolia) pada Tanah Marginal

Pemanfaatan Fungi Mikoriza Arbuskula dan Fungi Pelarut Fosfat untuk Meningkatkan Pertumbuhan Bibit Glodokan (Polyalthia longifolia) pada Tanah Marginal

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian fungi mikoriza arbuskula (FMA) dan fungi pelarut fosfat (FPF) terhadap pertumbuhan bibit glodokan ( Polyalthia longifolia ). Penelitian ini dilaksanakan di rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Medan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan 2 faktor yaitu dosis mikoriza (0 g/bibit, 5 g/bibit, 10 g/bibit, 15 g/bibit) dan Fungi pelarut fosfat (kontrol, Aspergillus, Penicillium, dan Aspergillus + Penicillium ). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman,diameter batang, jumlah daun, bobot kering tanaman, rasio tajuk akar, persentase kolonisasi akar, dan serapan P pada tajuk.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Show all 1481 documents...