Kitab Mazmur

Top PDF Kitab Mazmur:

Metafora tentang Tuhan dalam Kitab Mazmur.

Metafora tentang Tuhan dalam Kitab Mazmur.

Data metafora yang sudah diklasifikasikan dianalisis melalui proses penafsiran atau interpretasi. Sebelum menginterpretasikan data, perlu ditekankan bahwa metafora, khususnya ranah sumbernya, merupakan hasil pemikiran, penghayatan, dan pengalaman manusia sebagai penutur bahasa (Suhandano, 2014: 1045). Setiap jenis diinterpretasikan sesuai dengan konteks budaya seputar Kitab Mazmur. Konteks tersebut diketahui dengan menghubungkan metafora dalam Mazmur dengan kisah-kisah dalam kitab-kitab lain di Alkitab Perjanjian Lama. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui bagaimana konsep tentang Tuhan tecermin melalui metafora-metafora yang ada.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Mazmur dalam Kitab Suci docx

Mazmur dalam Kitab Suci docx

Kitab mazmur sendiri ditemukan dalam tempat yang berbeda-beda (Qumran, Bait Jerusalem, kuil-kuil persembahan) akan tetapi para ahli dengan cara mencari hubungan dan mungkin referensi antar mazmur dapat menjadi satu keterhubungan yang membentuk satu gulungan atau satu buku kumpulan mazmur. Dalam proses pengumpulan atau mengkategorikan Kitab Mazmur, para ahli melihat dari isi mazmur serta waktu penulisan mazmur tersebut. Ya! Berbagai jenis mazmur dapat ditemukan dalam Kitab Suci sekarang ini. Mazmur Daud, mazmur Musa dan juga mazmur-mazmur dari pemazmur Israel adalah contoh-contoh yang memperlihatkan bahwa banyak sekali jenis-jenis mazmur yang mau mengatakan atau mengungkapkan refleksi iman para pemazmur kepada Allah.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

pesta modul ppl Referensi 4a

pesta modul ppl Referensi 4a

Sebagian besar mazmur bisa dimengerti bukan hanya sebagai lagu pujian, tetapi juga sebagai liturgi yang lebih komprehensif. Mazmur tersebut bukan hanya merefleksikan pujian dan penyesalan para penyembah, namun juga memuat respons Allah atas ibadah itu (misalnya, Mzm. 2, 12, 20, 21, 45, 50, 81, 89, 91, 95, 108, 110, 132). Respons-respons ini sering mirip dengan berita dari para nabi PL, baik dalam gaya maupun substansinya. Karenanya ada pendapat bahwa di Bait Allah Yerusalem ada sekelompok nabi yang pekerjaannya, bersama dengan para imam, memimpin umat di dalam ibadah. Pendapat ini, ketika pertama kali dikemukakan sangat mengejutkan banyak ahli PL. Pada abad ke-19, sering dianggap begitu saja bahwa pada masa PL, para nabi dan imam sangat bertolak-belakang satu sama lain; bahwa para imam memperhatikan penampilan mekanis dari ritus "agama" sedangkan para nabi memberikan perhatian terhadap wahyu sejati, yaitu membawa firman hidup dari Allah untuk umat mereka. Tentu saja benar bahwa kebanyakan nabi sering menyampaikan berita yang keras tentang penampilan yang tak berarti dari ritus agamawi yang kosong. Tetapi, pembedaan yang tajam antara imam dengan nabi ini sering kali disebabkan lebih oleh pandangan anti-Katolik yang kuat dari para ahli, daripada karena fakta PL. Bahkan, Amos, yang sering dianggap sebagai salah satu dari mereka yang paling keras melawan ritus agamawi, jelas menyampaikan beritanya di dalam konteks pelaksanaan ibadah yang terorganisasi di Betel. Sedangkan kitab Yeremia tidak hanya mendaftarkan para nabi dan para imam bersama-sama sebagai pemimpin dari umat (Yer. 18:18), tetapi juga memberikan indikasi lain tentang para nabi yang dikaitkan dengan Bait Allah Yerusalem (contoh: Yer. 5:30-31; 23:11; 26:7,16; 27:16; 29:26). Para nabi ini sering disebut "nabi ibadah" (cultprophets) untuk membedakannya dari orang-orang seperti Amos atau Yeremia. Pada masa Yeremia, kebanyakan dari mereka memberikan jaminan palsu kepada umat, dan akibatnya jabatan mereka hilang setelah pembuangan Babel. Tetapi, kitab Mazmur memberikan beberapa indikasi bahwa pada masa yang lebih awal mereka mempunyai peranan penuh dan sah di dalam ibadah kepada Allah di Bait Allah.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Bahan UTS MAZMUR.doc

Bahan UTS MAZMUR.doc

Dalam beberapa dasawarsa terakhir ini studi tentang susunan dan terjadinya kitab Mazmur serta apa teologinya banyak dilakukan serta membawa kemajuan yang cukup berarti dalam pemahatnan kita tentang kitab ini. Persoalannya ialah apakah kitab Mazmur memiliki suatu kesatuan dan kesatuan yang bagaimana? Bagaimana susunannya? Bagaimana kiranya proses terjadinya dan apa tujuan pembukuannya? Siapa penulisnya dan bagi siapa ditulis? Itulah sejumlah pertanyaan besar dan menyeluruh yang perlu dilakukan terhadap kitab ini agar kita dapat memahaminya dengan lebih baik. Pertanyaan-pertanyaan tersebut sama sekali tidak mudah dijawab.Dari sebab itu, untuk memudahkan pemahamannya, maka langsung di sini kami berikan jawabannya secara singkat. Kitab Mazmur a) sebenarnya merupakan kitab yang terdiri atas kumpulankumpulan mazmur b) yang dikumpulkan secara bertahap dalam kurun waktu beberapa abad c) oleh sekelompok penyair dan akhirnya diterbitkan oleh kaum bijak d) dengan tujuan untuk digunakan dalam ibadat dan untuk menjadi bahan renungan. Penjelasannya adalah sebagai berikut.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

MAZMUR 1 CIRI CIRI ORANG YANG BERBAHAGIA

MAZMUR 1 CIRI CIRI ORANG YANG BERBAHAGIA

Kitab Mazmur telah lama digunakan dalam ibadah, baik oleh jemaah Yahudi maupun oleh jemaat Kristen. Memang Kitab ini juga digunakan sebagai bahan pengajaran yang sangat penting, sebagaimana terlihat dari banyaknya kutipan dari Kitab ini dalam Perjanjian Baru (Band. Rm. 2:6 dengan Mzm. 62:13; Rm. 3:4 dengan Mzm. 51:6), namun pengajaranpun pada akhirnya memang dimaksudkan untuk beribadah pada Tuhan, yakni pemberian tanggapan yang wajar atas keberadaan, firman, dan perbuatan-perbuatan-Nya dalam realitas sejarah. Sesungguhnya "Kitab Mazmur merupakan tanggapan yang diinspirasikan dari hati manusia terhadap wahyu Allah mengenai diri-Nya sendiri dalam hukum, sejarah, dan nubuatan." 4
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

ANALISIS SKEMA CITRA TERHADAP MAZMUR 23

ANALISIS SKEMA CITRA TERHADAP MAZMUR 23

Dalam Kitab Suci (The Bible), Kitab Mazmur (KM) dikategorikan dalam genre teks sastrawi karena berupa kumpulan doa, pujian, dan lagu yang penuh metafora. KM diperkirakan ditulis dalam kurun waktu abad ke-10 sampai abad ke-5 Sebelum Masehi, semula ditulis dalam Bahasa Ibrani dan Aram, selanjutnya diterjemahkan dalam Bahasa Yunani dan Latin, kemudian diterjemahkan ke ratusan bahasa nasional dan lokal di seluruh dunia. Sampai sekarang KM masih digunakan baik sebagai lagu maupun doa dalam peribadatan di kalangan umat kristiani dan Yahudi, demikian juga bagi umat muslim KM dikenal sebagai Kitab Jabur yang ada dalam Al Quran. Dengan demikian, KM adalah teks kuno yang memiliki nilai penting, khususnya dalam konteks agama-agama samawi (Yahudi, Kristiani, dan Islam). KM adalah ungkapan pengalaman religius yang muncul dari relasi dan interaksi pemazmur yang mendalam dengan realitas transenden, yang disebut sebagai Yahwe (Tuhan, Allah). KM terdiri dari 105 mazmur, salah satu yang sangat populer adalah Mazmur 23 yang diberi judul metaforis “Tuhan adalah Gembalaku”. Mazmur 23 berfungsi untuk mencitrakan Tuhan sebagai seorang gembala, dan melukiskan hubungan yang erat antara pemazmur dan Tuhan seperti hubungan antara domba dan gembala. Kitab Suci ditulis dan diterjemahkan juga memiliki fungsi pengajaran atau pewarisan nilai-nilai religius dan moral dari satu generasi ke generasi berikutnya. Namun demikian, teks yang sarat dengan metafora seperti Mazmur 30 tentu tidak mudah bagi pembaca untuk menginterpretasikan makna dan pesan yang mau disampaikannya. Apalagi dari perspektif linguistik kognitif, fenomena metafora bukan sekedar menyangkut bahasa saja, melainkan bersumber dari proses kognitif sehubungan bagaimana manusia memahami dunia dan membangun pengetahuannya ( Lakoff &Johnson, 1984). Oleh sebab itu, untuk menginterpretasi makna dari metafora dibutuhkan pendekatan yang berbasis teori kognitif.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

KITAB-KITAB TENTANG MUSHAF

KITAB-KITAB TENTANG MUSHAF

Adapun yang sampai kepada kita di antara kitab-kitab itu ialah, Kitab al-Masahif, susunan Abu Bakar as-Sijistaniy, kitab ter- sebut dapat menghimpun hampir semua pendapat ulama sebelumnya, karena ma- sa hidup Abu Bakar lebih akhir daripada masa hidup mereka. Namun demikian, sesudah Abu Bakar pun banyak kitab yang membahas perbedaan mushaf. (Ibrahim al-Ibyariy, 1965: 100).

1 Baca lebih lajut

2. IMAM KEPADA KITAB-KITAB ALLAH SWT. - IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH

2. IMAM KEPADA KITAB-KITAB ALLAH SWT. - IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH

Arti iman menurut bahasa adalah percaya. Iman kepada kitab Allah menurut bahasa artinya percaya kepada kitab Allah. Menurut istilah iman kepada kitab Allah adalah sikap percaya dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT telah menurunkan kita- kitabNya kepada para rasul dan nabinya untuk dijadikan pedoman hidup manusia agar dapat meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.

6 Baca lebih lajut

materi Sejarah Kitab Suci

materi Sejarah Kitab Suci

Alasan lainnya: media yang dipakai untuk menuliskan ayat-ayat Alkitab, disebut papirus - sangat mudah hancur dan tidak tahan lama, sedangkan perkamen, yang terbuat dari kulit binatang dan lebih tahan lama, sulit didapat. Kedua materi inilah yang dimaksud dalam 2 Yohanes 1:12 dan 2 Timotius 4:13. Umat Kristen purba, setelah membuat salinan Alkitab, juga tidak terlalu peduli untuk menjaga kitab aslinya. Mereka tidak beranggapan penting untuk memelihara tulisan-tulisan asli oleh Santo Paulus atau Santo Matius oleh karena mereka percaya penuh kepada Gereja Katolik yang

20 Baca lebih lajut

BAB 2 IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH - 02. Iman kepada Kitab-kitab Allah

BAB 2 IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH - 02. Iman kepada Kitab-kitab Allah

Wahyu-wahyu Allah SWT yang diterima oleh para rasul, dalam perkembangannya ada yang dibukukan berbentuk kitab dan ada yang tidak dibukukan berbentuk suhuf yang hanya berupa lembaran-lembaran terpisah. Namun keduanya, baik kitab maupun suhuf berisi Firman Allah yang diberikan kepada para Nabi dan Rasul.

7 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Musica Ecclesia Reformata, Musica Ecclesia Semper Reformanda: Ibadah Kreatif dalam Rangka Memperingati Hari Reformasi Gereja

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Musica Ecclesia Reformata, Musica Ecclesia Semper Reformanda: Ibadah Kreatif dalam Rangka Memperingati Hari Reformasi Gereja

bereformasi. Di awal kebaktian kita telah mendengarkan dan menyanyikan karya-karya dari bapak-bapak reformator kita : Mazmur 98 dari buku Mazmur Jenewa yang digagas oleh Johannes Calvin, dan lagu Allahku Benteng Yang Teguh karya Martin Luther, dan dalam ibadah ini kita bersama-sama menjadi saksi bagaimana semangat reformasi yang dimulai 499 tahun yang lalu men- transformasi musik gereja sampai pada hari ini. Firman Tuhan yang mendasari ibadah kita pada hari ini terambil dari Mazmur 96 : 1-4 yang berbunyi demikian : “ Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan, menyanyilah bagi Tuhan, hai segenap bumi! Menyanyilah bagi Tuhan, pujilah namaNya, kabarkan keselamatan yang dari padaNya dari hari ke hari. Ceritakanlah kemuliaanNya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatanNya yang ajaib di antara segala suku bangsa. Sebab Tuhan maha besar dan terpuji sangat, Ia lebih dahsyat dari pada segala allah. ”
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Iman Kepada Kitab Kitab Allah

Iman Kepada Kitab Kitab Allah

Kita mengimani bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menurunkan kepada para rasul-Nya kitab-kitab sebagai hujjah buat umat manusia dan sebagai pedoman hidup bagi orang-orang yang mengamalkannya, dengan kitab-kitab itulah para rasul mengajarkan kepada umatnya kebenaran dan membersihkan jiwa mereka dari kemusyrikan.

10 Baca lebih lajut

MENGENAL KITAB KITAB ALLAH

MENGENAL KITAB KITAB ALLAH

44 . Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara Kitab-Kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya

50 Baca lebih lajut

Sejarah Perkembangan Studi Hadis pada ta (1)

Sejarah Perkembangan Studi Hadis pada ta (1)

b. Jami’ul Jawami’, susunan Al-Hafidh As-Suyuthi (911). Dalam kitab ini dikumpulkan hadis-hadis kitab enam dan lain-lain. kitab ini mengandung banyak hadis dha’if dan maudlu’. Alauddin Al-Hindy (975 H) telah menerbitkan kitab-kitab ini dalam sebuah kitab yang dinamai Kanzul Ummal fi Sunanil Aqwali wal Af’al. Kemudian diringkaskannya dalam kitab Muntakhabu Kanzil Ummal. As-Suyuthi sendiri telah mengikhtisarkan kitab itu. Mukhtasarnya dinamai Al-Jami’us Saghir fi Hadisil Basyiri Nadzir.

16 Baca lebih lajut

Kitab Ar risalah dan Kelahiran Ushul Fiq

Kitab Ar risalah dan Kelahiran Ushul Fiq

Pembukuan pemikirannya di era Baghdad ini terlihat pada sejumlah karyanya, seperti kitab Al-Hujjah dan Ar-Risalah. Kitab Ar-Risalah disusun di Baghdad atas permintaan Abdurrahman bin Mahdi di Makkah, yang mengusulkan kepada imam Syafi’i untuk menulis sebuah kitab yang menerangkan al-quran, ijma’, nasikh (penghapusan/pembatalan hukum syara’), mansukh (nash/hukum yang dibatalkan), dan hadits. Itulah sebabnya ia dinamakan Ar-Risalah, yang artinya sepucuk surat. Lantaran, sesudah selesainya didiktekan kepada murid-muridnya, kitab ini dikirim seperti mengirim surat kepada Abdurrahman bin Mahdi di Makkah.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PENDAPAT PARA AHLI TENTANG MAZMUR 57

PENDAPAT PARA AHLI TENTANG MAZMUR 57

Setiap manusia tidak pernah terlepas dari pergumulan dan masalah. Begitu juga hal ini dialami oleh Daud. Dalam karya tulis ini, Penulis akan membahas mengenai salah satu mazmur keluhan yaitu mazmur 57. Mazmur ini menceritakan tentang Daud yang sedang mengalami pergumulan dan ancaman yang menakutkan. Melalui ini, pembaca akan melihat bagaimana sikap dan tindakan Daud di dalam menghadapi pergumulan.

18 Baca lebih lajut

ART  Anne BY The Singing of Psalm Abstract

ART Anne BY The Singing of Psalm Abstract

Raja Daud dengan harpanya merupakan ikon musik Kekristenan yang paling dikenal di sepanjang abad. Ikon ini menggambarkan tentang signifikansi menyanyikan Mazmur dalam tradisi Kekristenan. Namun bertolakbelakang dengan penggambaran instrumen musik dan referensinya terhadap instrumen musik lainnya dalam Mazmur, kita mengalami kesulitan dalam memperoleh informasi yang akurat tentang bagaimana Mazmur dinyanyikan di gereja pada millennium pertama. Dalam artikel ini, penulis berharap dapat menguraikan secara singkat apa yang telah ditemukan oleh para ahli tentang bernyanyi Mazmur pada abad-abad permulaan, serta mengeksplorasi lebih jauh praktik bernyanyi Mazmur pada akhir abad Pertengahan. Dalam konteks pekerjaan yang dilakukan para musisi gereja, penulis ingin untuk mendekati materi ini mengajukan beberapa pertanyaan, yaitu: peranan apa yang dimainkan oleh Mazmur dalam kehidupan spiritual umat pada abad Pertengahan? Aspek musik apa saja yang memberi kontribusi terhadap pengalaman spiritual umat? Apa yang dapat kita pelajari dari pengalaman gereja pada abad Pertengahan sehingga memperbaharui cara bernyanyi Mazmur umat pada masa kini?
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Show all 3368 documents...