permintaan listrik rumah tangga (R1-900 VA)

Top PDF permintaan listrik rumah tangga (R1-900 VA):

Analisis Permintaan Listrik Rumah Tangga 900 VA di Kabupaten Karanganyar

Analisis Permintaan Listrik Rumah Tangga 900 VA di Kabupaten Karanganyar

awal dari keberhasilan dalam penggunaan model ini dapat dilihat tanda koefisien regresi variabel Y(-1), yang mempunyai tanda positif dan secara statistik signifikan. Dikatakan tanda koefisien positif karena besarnya 0.986741 dan secara statistic signifikan karena t-hitung > t-tabel, di mana besarnya t-hitung = 3.316694 dan t-tabel (α, n-k) = t-tabel (5%, 96-6) = (5%, 90) = 1.665. Dengan demikian, hasil estimasi model penyesuaian parsial untuk model ini dapat digunakan untuk mengestimasi atau menghitung koefisien jangka panjang dari fungsi analisis permintaan listrik rumah tangga 900 VA di Kabupaten Karanganyar selama periode penelitian. Jadi, model persamaan regresi dengan PAM ini bisa digunakan lebih lanjut dalam menjelaskan uji statistik (uji t, uji F, koefisien determinasi) dan uji ekonometrika (penyimpangan asumsi klasik).
Baca lebih lanjut

111 Baca lebih lajut

DETERMINAN PERMINTAAN LISTRIK RUMAH TANGGA DI KOTA YOGYAKARTA

DETERMINAN PERMINTAAN LISTRIK RUMAH TANGGA DI KOTA YOGYAKARTA

indeks alat-alat listrik, jumlah anggota keluarga, jumlah ruangan rumah, ras, serta harga dari energi lain sebagai subtitusi listrik. Lalu, dalam model penelitian pengembangan variabel independen ditambah denga variabel lainnya terutama ditambah dengan variabel yang berhubungan degan demografik rumah tangga yang belum pernah di estimasi sebelumnya ataupun sudah pernah diestimasi tetapi dianggap perlu untuk dikembangkan lagi. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwasannya permintaan energi listrik rumah tangga dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh variabel pendapatan, jumlah anggota keluarga, indeks peralatan listrik, jumlah ruangan, kegiatan keluarga dan harga bahan bakar minyak. Serta dipengaruhi secara negatif dan signifikan oleh willingness to pay (WTP) per kWH. Kelima variabel demografik (pekerjaan, tingkat pendidikan, kegiatan keluarga, lokasi dan layanan) yang dimasukkan ke dalam model dasara yaitu variabel kegiatan keluarga yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap permintaan listrik rumah tangga. Hal ini menunjukkkan bahwa frekuensi kegiatan keluarga adalah variabel yang memberi pengaruh terhadap permintaan listrik disektor rumah tangga.
Baca lebih lanjut

161 Baca lebih lajut

ANALISIS PERMINTAAN LISTRIK RUMAH TANGGA (R1-900 VA) DI KABUPATEN SUKOHARJO TAHUN 1981 - 2005.

ANALISIS PERMINTAAN LISTRIK RUMAH TANGGA (R1-900 VA) DI KABUPATEN SUKOHARJO TAHUN 1981 - 2005.

Untuk menganalisis dan menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen digunakan model persamaan regresi berganda linier double log. Variabel independen meliputi pendapatan perkapita, tarif biaya beban listrik, dan harga minyak tanah di Kabupaten Sukoharjo. Secara umum fungsi permintan listrik rumah tangga golongan R1-900 VA dapat ditulis sebagai berikut:

16 Baca lebih lajut

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN ENERGI LISTRIK RUMAH TANGGA DI KABUPATEN LAMPUNG UTARA

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN ENERGI LISTRIK RUMAH TANGGA DI KABUPATEN LAMPUNG UTARA

39 Kabupaten Karanganyar. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data time series periode 2001-2008 dan bulanan dengan model the Partial Adjustment Method. Hasil dari regresi menggunakan the Partial Adjustment Method menunjukkan bahwa dalam jangka pendek PDRB berpengaruh positif dan tidak signifikan pada permintaan listrik rumah tangga 900VA. PDRB tidak mempengaruhi secara langsung akan permintaan listrik rumah tangga 900VA, akan tetapi pertumbuhan PDRB akan berdampak pada pertumbuhan daya beli masyarakat. Dalam jangka pendek UMK dan rasio elektrifikasi berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap permintaan listrik rumah tangga 900VA. Perkembangan jumlah rumah yang sudah dilistriki
Baca lebih lanjut

75 Baca lebih lajut

Permintaan energi rumah tangga di pulau Jawa

Permintaan energi rumah tangga di pulau Jawa

Alberini, et al., (2010) menganalisis permintaan perumahan untuk listrik dengan menggunakan data agregat tahunan di tingkat negara bagian untuk 48 negara bagian Amerika Serikat 1995-2007. Perkiraan model dilakukan dengan penyesuaian parsial dinamis menggunakan Kiviet dikoreksi estimator LSDV (1995) dan Blundell-Bond (1998). Selain lag variabel dependen, persamaan meliputi harga energi, pendapatan, pendinginan dan pemanasan hari derajat, dan ukuran rumah tangga rata-rata. Mereka menemukan bahwa elastisitas harga jangka-pendek sendiri konsumsi adalah sama, elastisitas jangka pendek adalah yang terendah ketika mereka menggunakan pendekatan Blundell-Bond GMM yang memperlakukan harga listrik sebagai variabel eksogen. Elastisitas jangka panjang yang dihasilkan oleh sistem metode GMM Blundell-Bond yang terbesar, dan bahwa LDSV dari bias-dikoreksi lebih besar daripada LSDV yang konvensional. Dari titik pandang kebijakan energi, hasil yang diperoleh menggunakan estimator Blundell-Bond menyiratkan bahwa dalam suatu sistem tenaga listrik terutama didasarkan pada pembangkit listrik tenaga batubara dan gas, ada kemungkinan untuk mengurangi pemakaian listrik perumahan dan menahan gas rumah kaca emisi dengan memberlakukan pajak karbon.
Baca lebih lanjut

147 Baca lebih lajut

ANALISIS BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI JUMLAH PERMINTAAN SAMBUNGAN LISTRIK PADA SEKTOR RUMAH TANGGA DI KABUPATEN GRESIK.

ANALISIS BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI JUMLAH PERMINTAAN SAMBUNGAN LISTRIK PADA SEKTOR RUMAH TANGGA DI KABUPATEN GRESIK.

Tenaga listrik merupakan sumber energi yang sangat penting bagi kehidupan manusia baik untuk kegiatan industri, kegiatan komersial, maupun dalam kehidupan sehari-hari rumah tangga. Energi listrik dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan penerangan dan juga proses produksi yang melibatkan barang-barang elektronik dan alat-alat atau mesin industri. Mengingat begitu besar dan pentingnya manfaat energi listrik sedangkan sumber energi pembangkit listrik terutama yang berasal dari sumber daya tak terbarui, keberadaannya terbatas, maka untuk menjaga kelestarian sumber energi ini perlu diupayakan langkah-langkah strategis yang dapat menunjang penyediaan energi listrik secara optimal dan terjangkau.
Baca lebih lanjut

102 Baca lebih lajut

JEJAK KARBON KONSUMSI LPG DAN LISTRIK PA

JEJAK KARBON KONSUMSI LPG DAN LISTRIK PA

Rumah tangga merupakan sektor pengguna energi terbesar ketiga setelah industri dan transportasi. Saat ini permintaan sektor rumah tangga (tanpa biomasa) mencapai 8% dari total penggunaan energi. Pemanfaatan energi sektor rumah tangga terkait dengan kebutuhan tenaga listrik (untuk penerangan, pengkondisian ruangan, peralatan elektronik lainnya) dan energi panas untuk memasak. Kebutuhan energi panas dipenuhi dengan pembakaran BBM misalnya minyak tanah, LPG, gas bumi (untuk beberapa wilayah kota besar) dan kayu bakar (untuk beberapa wilayah pinggiran kota dan pedesaan). Di beberapa daerah yang belum memiliki akses ke tenaga listrik, kebutuhan akan penerangan dipenuhi dengan memanfaatkan lampu minyak tanah (Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, 2012).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Permintaan energi rumah tangga di pulau Jawa

Permintaan energi rumah tangga di pulau Jawa

Alberini, et al., (2010) menganalisis permintaan perumahan untuk listrik dengan menggunakan data agregat tahunan di tingkat negara bagian untuk 48 negara bagian Amerika Serikat 1995-2007. Perkiraan model dilakukan dengan penyesuaian parsial dinamis menggunakan Kiviet dikoreksi estimator LSDV (1995) dan Blundell-Bond (1998). Selain lag variabel dependen, persamaan meliputi harga energi, pendapatan, pendinginan dan pemanasan hari derajat, dan ukuran rumah tangga rata-rata. Mereka menemukan bahwa elastisitas harga jangka-pendek sendiri konsumsi adalah sama, elastisitas jangka pendek adalah yang terendah ketika mereka menggunakan pendekatan Blundell-Bond GMM yang memperlakukan harga listrik sebagai variabel eksogen. Elastisitas jangka panjang yang dihasilkan oleh sistem metode GMM Blundell-Bond yang terbesar, dan bahwa LDSV dari bias-dikoreksi lebih besar daripada LSDV yang konvensional. Dari titik pandang kebijakan energi, hasil yang diperoleh menggunakan estimator Blundell-Bond menyiratkan bahwa dalam suatu sistem tenaga listrik terutama didasarkan pada pembangkit listrik tenaga batubara dan gas, ada kemungkinan untuk mengurangi pemakaian listrik perumahan dan menahan gas rumah kaca emisi dengan memberlakukan pajak karbon.
Baca lebih lanjut

85 Baca lebih lajut

Analisis Permintaan kWh Listrik rumah tangga  Tarif R1, Kelurahan Siti Rejo III, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan.

Analisis Permintaan kWh Listrik rumah tangga Tarif R1, Kelurahan Siti Rejo III, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan.

Perkembangan kelistrikan di Sumatera Utara terus mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang begitu pesat, hal ini di tandai dengan semakin bertambahnya jumlah pelanggan, perkembangan fasilitas kelistrikan, kemampuan pasokan listrik dan indikasi pertumbuhan lainnya. Untuk mengantisipasi pertumbuhan dan perkembangan kelistrikan Sumatera Utara di masa-masa mendatang serta sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan jasa kelistrikan, maka berdasarkan Surat Keputusan No. 078.K/023/DIR/1996 Tanggal 9 Agustus 1996 dibentuk organisasi baru di bidang jasa pelayanan kelistrikan yaitu PT PLN (PERSERO) Pembangkitan dan Penyaluran Sumatera Bagian Utara. Dengan pembentukan organisasi baru PLN Pembangkitan dan penyaluran Sumatera Utara yang terpisah dari PLN Wilayah II, maka fungsi- fungsi Pembangkitan dan Penyaluran yang sebelumnya di kelola PLN Wilayah II berpindah tanggungjawab pengelolaannya ke PLN Pembangkitan dan Penyaluran Sumbagut. Sementara itu, PLN Wilayah II berkonsentrasi pada distribusi dan penjualan tenaga listrik.
Baca lebih lanjut

100 Baca lebih lajut

Proyeksi Permintaan Listrik Sektor Rumah Tangga dengan Menggunakan Model End-Use | Darmawan | Teknofisika 5811 9933 1 PB

Proyeksi Permintaan Listrik Sektor Rumah Tangga dengan Menggunakan Model End-Use | Darmawan | Teknofisika 5811 9933 1 PB

Penelitian menggunakan LEAP (Long-range Energy Alternatives Planning) telah dilakukan diantaranya untuk Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).Penelitian dilakukan untuk mengetahui permintaan energi di DIY. Permintaan energi dihitung berdasarkan besarnya aktivitas pemakaian energi dan besarnya pemakaian energi per aktivitas (intensitas pemakaian energi). Tingkat perekonomian dan jumlah penduduk sangat berpengaruh terhadap aktivitas pemakaian energi. Semakin tinggi tingkat pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan penduduk akan menyebabkan aktivitas pemakaian energi semakin tinggi. Penyediaan energi selain ditentukan dari besarnya perkiraan permintaan energi, juga ditentukan oleh jumlah cadangan energi, teknologi pemanfaatanenergi, kebijakan pemerintah dan tingkat investasi di bidang energi [3].
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Tenaga Listrik Rumah Tangga Di Kota Medan.

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Tenaga Listrik Rumah Tangga Di Kota Medan.

Dalam rangka pelaksanaan pembangunan tanaga listrik di Indonesia, baik untuk peningkatan penyediaan, pelayanan, maupun untuk pengelolaannya dihadapi beberapa masalah dan kendala, antara lain adalah besarnya jumlah penduduk yang bermukim di daerah pedesaan secara tersebar mengakibatkan rendahnya kepadatan beban sehingga biaya penyaluran tenaga listrik per KWh menjadi mahal, kondisi geografis yang terdiri dari kepulauan membatasi kemungkinan pelaksanaan interkoneksi sistem ketenagalistrikan sehingga upaya peningkatan skala ekonomi, efisiensi dan keandalan melalui interkoneksi sistem ketenagalistrikan terbatas, dan letak sumber daya energi yang umumnya jauh dari pusat beban sehingga memerlukan biaya transportasi energi listrik yang cukup tinggi.
Baca lebih lanjut

69 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI PROGRAM LISTRIK GRATIS DI KECAMATAN CURUG KOTA SERANG

IMPLEMENTASI PROGRAM LISTRIK GRATIS DI KECAMATAN CURUG KOTA SERANG

Jawab: tergantung ya, kita ada rencana jangka menengah yang secara 5 tahun nah 125rb rumah tangga nah setiap tahunnya 25ribu rumah tangga nah kita acuan itu harus terpasang. Jadi total rumah tangga itulah yang kita anggarkan. Kemudian kan dari sosialisasi juga kan dianggarkan. Untuk fisiknya, misalnya alat-alat kelistrikannya kalau pada naik kan kita naikin anggarannya. Untuk biaya penyambungan ke PLN, kalau mengalami kenaikan kan pasti ada penambahan dan yang mengatur anggaran itu program. Nah kalau besarannya yang pasti saya lupa tapi itu ada di RAB saya tidak ada RABnya, tapi kecil sih kalau untuk instalasi rumah (IR) itu hanya kabel ukuran 2x2,5-4x2,5 kemudian untuk arde yang ketanah itu, kemudian piting lampunya 3 atau mangkok lampunya saja, saklar, stop kontak terus ada pendukungnya itu seperti terminalnya. Yang mahalnya itu adalah untuk sambungan rumahnya atau SR ke PLNnya itu sekitar 800rb’an itu untuk biaya penyambungannya dengan 450watt.
Baca lebih lanjut

271 Baca lebih lajut

PASAR TENAGA KERJA PENGANGGURAN .docx

PASAR TENAGA KERJA PENGANGGURAN .docx

Pada ekuilibrium, harga dan upah mencerminkan dilema dilema antara nilai yang ditempatkan rumah tangga pada output dan nilai waktu luang serta kegiatan nonpasar. Pada ekuilibrium, orang yang tidak bekerja telah memilih untuk tidak bekerja pada upah pasar itu. Selalu ada penggunaan penuh dalam hal ini. Para ekonom klasik percaya bahwa pencapaian pasar akan hasil optimal terpulang pada perangkatnya sendiri, dan tidak ada yang bisa dilakukan oleh pemerintah untuk membuatnya lebih baik.

14 Baca lebih lajut

Bab 26 tabungan,investasi,dan sistem keungan

Bab 26 tabungan,investasi,dan sistem keungan

Suku bunga adalah harga pinjaman. Suku bunga melambangkan jumlah yang dibayar pihak peminjam untuk pinjaman dan jumlah yang diterima oleh pihak pemberi pinjaman dari tabungannya. Karena suku bunga yang tinggi membuat peminjaman uang semakin mahal, jamlah dana pinjaman yang diminta jatuh seiring dengan naiknya suku bunga begitu sebaliknya. Dengan kata lain, kurva permintaan dana pinjaman melandai ke bawah, sedangkan kurva penawaran dana pinjaman melandai ke atas.

6 Baca lebih lajut

Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Konsumen Akan Sayuran Organik

Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Konsumen Akan Sayuran Organik

Untuk meneliti permintaan konsumen rumah tangga terhadap sayuran organik dikumpulkan data dari konsumen rumah tangga yang mengkonsumsi sayuran organik seperti sayuran sawi manis, patchoi[r]

110 Baca lebih lajut

Pengendali Listrik Alat Rumah Tangga Unt

Pengendali Listrik Alat Rumah Tangga Unt

Listrik sekarang ini telah menjadi salah satu elemen penting yang sangat dibutuhkan manusia. Pemakaian listrik banyak memberikan keuntungan serta kemudahan dalam aktivitas kehidupan. Penggunaan listrik biasanya banyak digunakan pada beberapa alat elektronik. Mayoritas alat elektronik yang bersumber pada listrik tersebut menggunakan kabel penghubung antara alat dan sumber listrik atau bisa disebut sebagai jembatan penghantar arus ke masing-masing alat tersebut agar berfungsi (Supratman, 2010). Dengan kemajuan teknologi, banyak peralatan yang dialihkan dari bentuk manual ke bentuk otomatis. Peralatan manual cenderung sangat kurang dalam hal kecepatan, ketepatan dan ketelitian, sehingga peralatan manual tidak dapat diandalkan lagi dan mulai dialihkan menjadi peralatan yang lebih otomatis.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

ANALISIS PERMINTAAN AIR MINUM ISI ULANG KOTA PEMATANG SIANTAR.

ANALISIS PERMINTAAN AIR MINUM ISI ULANG KOTA PEMATANG SIANTAR.

Mengingat sangat urgennya air bagi kehidupan manusia, semakin meningkat jumlah penduduk, makasemakin meningkat pula jumlah kebutuhan terhadap air.Jadi kebutuhan hidup manusia terhadap air akanterus meningkat, baik kebutuhan dalam rumah tangga, untuk keperluan pabrik/industri, keperluan kantor, sekolah dan untuk pertanian juga meningkat. Di lain pihak, sumber air mulai terbatas yang bahkan cenderung berkurang yang disebabkan oleh faktor-faktor yang bersumber dari kegiatan manusia, seperti penggundulan hutan, kerusakan alam, pengurangan
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

PENGARUH INFRASTRUKTUR TERHADAP PEMBANGUNAN MANUSIA DI PROVINSI-PROVINSI KAWASAN INDONESIA BAGIAN TIMUR PERIODE 2006-2013.

PENGARUH INFRASTRUKTUR TERHADAP PEMBANGUNAN MANUSIA DI PROVINSI-PROVINSI KAWASAN INDONESIA BAGIAN TIMUR PERIODE 2006-2013.

Pengaruh variabel proporsi rumah tangga yang mendapat atau memiliki akses listrik, proporsi rumah tangga yang mendapat atau memiliki akses air bersih, jumlah sekolah dasar terhadap muridnya (per 100 murid), dan rasio panjang jalan raya terhadap luas area disetiap provinsi terhadap pembangunan manusia dengan menggunakan fixed effect model pada data panel dapat disajikan dalam tabel berikut ini.

15 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...