Return On Assets (ROA)

Top PDF Return On Assets (ROA):

Analisis Pengaruh Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), Dan Economic Value Added (EVA) Terhadap Market Value (MV) Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bei

Analisis Pengaruh Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), Dan Economic Value Added (EVA) Terhadap Market Value (MV) Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bei

Penulis menggunakan analisis terhadap pengaruh variable independen return on assets (ROA), return on equity (ROE) dan Economic Value Added (EVA) terhadap variable dependen Market Value (MV) pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI. Berdasarkan uraian dan serta permasalahan yang telah dikemukakan sebelumnya maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Analisis Pengaruh Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE) dan Economic Value Added (EVA) Terhadap Market Value (MV) Pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di BEI.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Return On Assets (ROA)

Return On Assets (ROA)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Non-Performing Loan (NPL), Net Interest Margin (NIM), Rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), dan Liquidity to Debt Ratio (LDR) terhadap kinerja perusahaan perbankan yang diproksikan dengan Return On Assets (ROA). Populasi penelitian ini adalah bank umum swasta nasional yang berstatus devisa yang terdaftar di Bank Indonesia periode 2009-2011. Terdapat 75 laporan keuangan dari 25 bank yang dapat dijadikan sampel penelitian selama tahun pengamatan. Hasil analisis menunjukan bahwa Net Interest Margin (NIM) berpengaruh positif terhadap Return On Assets (ROA) dan Rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) berpengaruh negatif secara signifikan terhadap Return On Assets (ROA), sedangkan Liquidity to Debt Ratio (LDR), Non-Performing Loan (NPL), dan Capital Adequacy Ratio (CAR) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Return On Assets (ROA).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGARUH RETURN ON ASSETS ROA RETURN ON

PENGARUH RETURN ON ASSETS ROA RETURN ON

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Bagaimana Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), Earning Per Share (EPS) dan pergerakan harga saham (2) Bagaimana pengaruh secara parsial Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE) dan Earning Per Share (EPS) terhadap harga pasar saham. Menurut konsep bila Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE) dan Earning Per Share (EPS) pada laporan keuangan naik, hal ini menunjukkan kinerja keuangan yang baik yang akan berdampak pada kenaikan harga pasar saham. Hal inilah yang mendasari penulis untuk menguji konsep yang ada apakah Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE) dan Earning Per Share (EPS) benar berpengaruh positif terhadap harga pasar saham dan berapa besar pengaruhnya tersebut bila diterapkan berdasarkan kondisi yang tercermin pada PT Bakrie Telecom, Tbk. Data yang digunakan untuk variabel X pada penelitian ini adalah data time series sedangkan data untuk variabel Y menggunakan rata-rata tertimbang harga pasar saham 6 hari setelah publikasi laporan keuangan. Data diolah dengan menggunakan SPSS versi 17. Untuk menganalisis pengaruh Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE) dan Earning Per Share (EPS) secara parsial terhadap harga pasar saham dilakukan analisis persamaan regresi linear berganda, uji asumsi klasik, uji koefisien determinasi dan uji t. Dari hasil analisis data diketahui bahwa secara parsial Return on Equity (ROE) dan Earning Per Share (EPS) berpengaruh signifikan terhadap harga pasar saham, sedangkan Return on Assets (ROA) tidak berpengaruh terhadap harga pasar saham.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

RETURN ON ASSETS (ROA) PADA BANK

RETURN ON ASSETS (ROA) PADA BANK

keuntungan yang tinggi yang dapat digunakan untuk membiayai kegiatan usaha operasional sampai dengan kegiatan ekspansi dimasa mendatang. Untuk mengukur tingkat kemampuan bank dalam mendapatkan keuntungan dengan menggunakan rasio profitabilitas, salah satunya yaitu Return On Asset ( ROA). Semakin besar ROA yang dicapai oleh suatu bank tersebut maka semakin baik posisi bank tersebut dari segi penggunaan asset.

18 Baca lebih lajut

RETURN ON ASSETS (ROA) PADA BANK PEMBANGUNAN DAERAH

RETURN ON ASSETS (ROA) PADA BANK PEMBANGUNAN DAERAH

Hasil penelitian menunjukkan bahwa IPR, APB, NPL, BOPO,FBIRdan FACR memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ROA secara bersamaan pada Bank Pembangunan Daerah. IPR, APB, NPL,BOPO dan FACR mempunyai pengaruh negatif tidak signifikan terhadap ROA pada Bank Pembangunan Daerah. LDR , IRR, FBIR dan PR mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap ROA pada Bank Pembangunan Daerah.

Baca lebih lajut

Pengaruh Return On Assets (ROA) dan Economic Value Added

Pengaruh Return On Assets (ROA) dan Economic Value Added

Untuk mengetahui pengaruh, variabel ROA dan EVA terhadap tingkat pengembalian saham, digunakan analisis Regresi Linear Berganda yang dibantu dengan alat uji SPSS versi 10.0. Untuk menguji hipotesis digunakan uji F dan uji t pada tingkat kepercayaan 95%. Melalui uji F terlihat bahwa F hitung sebesar 2,185 lebih kecil dari F tabel sebesar 3,222 hal ini menunjukkan ROA dan EVA secara bersama-sama tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap tingkat pengembalian saham. Dari hasil uji t terlihat bahwa secara parsial ROA dan EVA juga tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap tingkat pengembalian saham. Koefisien R Square hasil regresi sebesar 0,094. Artinya bahwa variasi variabel bebas yaitu ROA dan EVA dapat menjelaskan 9,40 % terhadap variabel tak bebas, sedangkan sisanya sebesar 90,6 % dijelaskan oleh variabel bebas lain yang tidak diteliti.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH RETURN ON ASSETS (ROA), RETURN ON EQUITY (ROE), EARNING PER SHARE (EPS), PRICE TO EARNING RATIO (PER), DAN CURRENT RATIO (CR) TERHADAP RETURN SAHAM (STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN REAL ESTATE DAN PROPERTI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIO

PENGARUH RETURN ON ASSETS (ROA), RETURN ON EQUITY (ROE), EARNING PER SHARE (EPS), PRICE TO EARNING RATIO (PER), DAN CURRENT RATIO (CR) TERHADAP RETURN SAHAM (STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN REAL ESTATE DAN PROPERTI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIO

Perusahaan. Pada penelitian yang dilakukan peneliti tersebut rasio yang digunakan adalah earning per share (EPS), net profit margin (NPM), return on asset (ROA), return on equity (ROE), Debt to equity ratio (DER). Bedanya dalam penelitian ini adalah net profit margin (NPM) diganti dengan rasio price earning share (PER) dikarenakan price earning share (PER) adalah harga laba yang dimana para investor ingin memperoleh laba yang tinggi karena semakin tinggi price earning share (PER) maka pertumbuhan laba yang diharapkan mengalami kenaikan. Rasio debt to equity ratio (DER) diganti dengan current ratio (CR) karena rasio merupakan ukuran yang paling utama terhadap kesanggupan perusahaan membayar hutangnya dalam jangka pendek.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH RETURN ON ASSET, RETURN ON EQUITY DAN EARNING PER SHARE TERHADAP RETURN SAHAM PEMBENTUK INDEKS KOMPAS 100

PENGARUH RETURN ON ASSET, RETURN ON EQUITY DAN EARNING PER SHARE TERHADAP RETURN SAHAM PEMBENTUK INDEKS KOMPAS 100

Hasil Koefisien Korelasi Berganda (r) variabel Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE) dan Earning Per Share (EPS) menunjukkan hubungan yang sangat lemah terhadap Return Saham. Hasil Koefisien Determinasi sebesar 14,7% return saham dipengaruhi oleh variabel ROA, ROE dan EPS. Pengujian secara simultan (uji F) menunjukkan bahwa ROA, ROE dan EPS secara bersama- sama berpengaruh terhadap return saham. Sedangkan untuk pengujian secara parsial (uji t) menunjukkan bahwa hanya variabel ROE yang memiliki pengaruh terhadap return saham. Sementara ROA dan EPS tidak berpengaruh terhadap return saham.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

214784382 PENGARUH RETURN ON ASSETS ROA RETURN ON EQUITY ROE DAN EARNING PER SHARE EPS TERHADAP HARGA SAHAM

214784382 PENGARUH RETURN ON ASSETS ROA RETURN ON EQUITY ROE DAN EARNING PER SHARE EPS TERHADAP HARGA SAHAM

iii Alhamdullilah segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya penulis telah dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul “ Pengaruh Return On Asset, Return On Equity, dan Earning Per Share terhadap Harga Saham” (Survey pada perusahaan LQ 45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2007-2011). Skripsi ini diajukan untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Universitas Widyatama Bandung. Penulis telah berusaha dengan segala upaya agar karya tulis ilmiah ini dapat selesai dengan sebaik-baiknya. Penulis menyadari bahwa skripsi ini memiliki kekurangan yang disebabkan oleh keterbatasan kemampuan, pengalaman, dan pengetahuan yang dimiliki penulis. Oleh karena itu, penulis menerima segala kritik dan saran sebagai masukan untuk perbaikan di masa yang akan datang. Harapan penulis semoga penyusunan skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE), Return On Investment ( ROI), Debt to Equity Ratio ( DER), dan Book Value (BV) Per Share Terhadap Harga Saham Properti di Bursa Efek Indonesia

Pengaruh Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE), Return On Investment ( ROI), Debt to Equity Ratio ( DER), dan Book Value (BV) Per Share Terhadap Harga Saham Properti di Bursa Efek Indonesia

Return On Assets (ROA) secara parsial memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap harga saham, sebagaimana ditunjukkan oleh angka signifikansinya sebesar 0,2172 > 0,05. Dari hasil penelitian ini, variabel ROA memiliki koefisien regresi yang positif sebesar 35. Artinya, apabila ROA berubah 1 persen, maka akan berdampak pada naiknya harga saham pada perusahaan properti sebesar 35,84615 persen. Hal ini dapat juga berarti bahwa informasi ROA perusahaan yang terdapat dalam laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan bukan merupakan hal yang utama diperhatikan oleh investor dalam membuat keputusan investasinya. Hasil penelitian ini sesuai dengan 3 penelitian terdahulu yaitu Lenny Kielsan (2010) dan Ester Farida (2005), serta hasil penelitian Noer Sasongko dan Nita Wulandari (2006) yang menghasilkan kesimpulan bahwa return on assets (ROA) tidak berpengaruh terhadap harga saham . Dari segi teori, hasil penelitian in sesuai dengan Capital Structure Theory yang isinya mengenai laba tidak mempengaruhi harga saham.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), Net Profit Margin (NPM), dan Tangible Assets terhadap Deviden Tunai,

Analisis Pengaruh Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), Net Profit Margin (NPM), dan Tangible Assets terhadap Deviden Tunai,

2,030 menggunakan probabilitas value juga dapat dilihat bahwa probabilitas value sebesar 0,299 lebih besar dari 0,05 (0,299 > 0,05), maka Ho diterima atau Ha ditolak, sehingga dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa secara parsial tidak ada pengaruh yang signifikan antara Tangible Assets terhadap Dividen Tunai. Hal ini mengindikasikan bahwa Pada umumnya, perusahaan yang memiliki proporsi tangible assets lebih besar kemungkinan juga akan lebih mapan dalam industri, memiliki resiko lebih kecil dan akan menghasilkan tingkat leverage yang besar. Besarnya kebutuhan untuk membiayai pengembangan aktiva perusahaan, semakin banyak dana yang dibutuhkan dikemudian hari maka besar pula laba yang harus ditahan dan tidak dibayarkan.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Return On Assets (Roa), Return On Equity (ROE) Dan Net Profit Margin (Npm) Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010-2013.

PENDAHULUAN Pengaruh Return On Assets (Roa), Return On Equity (ROE) Dan Net Profit Margin (Npm) Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010-2013.

Ukuran kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dapat dilihat dari ROE, dimana ROE sebagai salah satu alat analisisnya. Return On Equity (ROE) merupakan salah satu cara untuk menghitung efisiensi perusahaan dengan membandingkan antara laba yang tersedia bagi pemilik modal sendiri dengan jumlah modal sendiri yang menghasilkan laba tersebut. Dalam perhitungannya ROE merupakan perbandingan antara Earning After Tax dengan modal sendiri/ekuitas pemilik.

Baca lebih lajut

Pengaruh Roa, Roe, Der, Eps, dan Tato Terhadap Return Saham.

Pengaruh Roa, Roe, Der, Eps, dan Tato Terhadap Return Saham.

Britain's decision out of the European Union on June 24, 2016 impact on the global economy, including Indonesia. Indonesia received indirect impacts that affect the fund market in Indonesia. If there are no investors who invest in the stock market, the company was experiencing a lack of funds. That's because an unqualified investors in analyzing the stock market return of capital through the financial statements. Analysis of the financial statements can be measured by the company's financial ratios. In this regard, the research try to know the influence of financial ratios on stock returns in manufacturing companies during the years 2012-2015. The financial ratios used include Return On Assets (ROA), Return on Equity (ROE), Debt to Equity Ratio (DER), Earning Per Share (EPS), and Total Assets Turn Over (TATO). The results showed ROA and TATO positive influence on Stock Return, while ROE, DER, and EPS does not have an influence on Stock Return. Simultaneously, at least there is one independent variable which affects the Stock Return.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh Profitabilitas dan Leverage Terhadap Return Saham Pada Sektor Properti Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

Pengaruh Profitabilitas dan Leverage Terhadap Return Saham Pada Sektor Properti Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

Return on Assets (ROA) yang sering disebut juga sebagai Return on Investment (ROI) digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan aktiva yang dimilikinya. Rasio ini merupakan rasio yang terpenting diantara rasio profitabilitas yang lainnya. ROA atau ROI diperoleh dengan cara membandingkan antara laba bersih setelah pajak terhadap total aktiva. Semakin besar ROA atau ROI menunjukkan kinerja yang semakin baik, karena tingkat kembalian akan semakin besar. Secara matematis ROA dapat dirumuskan sebagai berikut (Abdullah, 2005:57) :
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Pengertian dan Karakterisitik Perusahaan Pertambangan - Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Harga Saham Perusahaan Pertambangan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (Bei)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Pengertian dan Karakterisitik Perusahaan Pertambangan - Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Harga Saham Perusahaan Pertambangan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (Bei)

Return On Assets merupakan rasio perbandingan antara laba bersih dengan total aktiva perusahaan. Harahap (2008 :305), “ROA menunjukan berapa besar laba bersih diperoleh perusahaan bila diukur dari nilai aktiva.”Return On Assets atau rentabilitas ekonomi adalah ukuran kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba masa lalu. Analisa ROA mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dengan menggunakan total aset (kekayaan) yang dipunyai perusahaan setelah disesuaikan denga biaya-biaya untuk mendanai aset tersebut(Hanafi dan Halim 2003 : 84, 159).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Kinerja Keuangan Terha (1)

Analisis Pengaruh Kinerja Keuangan Terha (1)

Banyak orang menganggap bahwa return on assets sama dengan return on investment, namun sebenarnya kedua rasio tersebut berbeda, karena dalam Investment hanya ada unsur modal, yaitu pinjaman jangka panjang dan ekuitas, sedangkan assets dibiayai dari sumber pinjaman jangka panjang, ekuitas, dan hutang jangka pendek (Susilawati, 2012). Return On Assets adalah salah satu rasio profitabilitas (Susilawati, 2012). Rasio ini sering disebut sebagai rentabilitas ekonomis, yaitu merupakan ukuran kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan semua aktiva yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. Semakin tinggi nilai ROA, dapat diartikan bahwa perusahaan telah efisien dalam menciptakan laba dengan cara mengolah dan mengelola semua aset yang dimilikinya (Susilawati 2012). Dengan meningkatnya ROA berarti kinerja perusahaan semakin baik dan sebagai dampaknya harga saham perusahaan semakin meningkat (Susilowati dan Turyanto, 2011). Dengan meningkatnya harga saham, maka return saham perusahaan yang bersangkutan juga meningkat. Penelitian Marlina dan Danica (2009), Hernendiastro (2005), Wadira (2013) berpendapat bahwa ROA berpengaruh positif terhadap return saham perusahaan. Hal ini dikarenakan semakin tinggi ROA yang dihasilkan, mengindikasikan semakin besar laba yang diperoleh perusahaan dan akan berdampak pada return yang diterima oleh investor. Dengan demikian ROA berhubungan positif terhadap return saham. Berdasarkan keterangan diatas, maka penulis menyimpulkan hipotesis sebagai berikut :
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ANALISIS KINERJA KEUANGAN TERHADAP PROFI

ANALISIS KINERJA KEUANGAN TERHADAP PROFI

Sebaliknya apabila return on assets yang negatif menunjukkan bahwa dari total aktiva yang dipergunakan, perusahaan mendapatkan kerugian. Jadi jika suatu perusahaan mempunyai ROA yang tinggi maka perusahaan tersebut berpeluang besar dalam meningkatkan pertumbuhan. Tetapi jika total aktiva yang digunakan perusahaan tidak memberikan laba maka perusahaan akan mengalami kerugian dan akan menghambat pertumbuhan. Sistem Pengendalian Internal adalah suatu sistem usaha atau sistem sosial yang dilakukan perusahaan yang terdiri dari struktur organisasi, metode dan ukuran-ukuran untuk menjaga dan mengarahkan jalan perusahaan agar bergerak sesuai dengan tujuan dan program perusahaan dan mendorong efisiensi serta dipatuhinya kebijakan manajemen. ROA dapat membantu perusahaan yang telah menjalankan praktik akuntansi dengan baik untuk dapat mengukur efisiensi penggunaan modal yang menyeluruh, yang sensitif terhadap setiap hal yang mempengaruhi keadaan keuangan perusahaan sehingga dapat diketahui posisi perusahaan terhadap industri. Hal ini merupakan salah satu langkah dalam perencanaan strategi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Analisis Hubungan antara Rasio Profitabilitas dengan Nilai Tambah Ekonomis dalam Mengukur Kinerja Keuangan Perusahaan Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Analisis Hubungan antara Rasio Profitabilitas dengan Nilai Tambah Ekonomis dalam Mengukur Kinerja Keuangan Perusahaan Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Tujuan dari kebanyakan perusahaan adalah untuk memaksimumkan laba atau keuntungan. Akan tetapi, ada juga perusahaan yang tujuannya bukan untuk memaksimalkan laba atau sering disebut perusahaan nirlaba. Tujuan dari perusahaan nirlaba tersebut adalah untuk menghasilkan kemashalatan bagi masyarakat, seperti penelitian medis dan cagar alam. Dalam penelitian ini, Penulis menggunakan perusahaan penghasil laba, karena semua variabel yang digunakan dalam penelitian ini, yang mencakup Return on Assets, Return on Equity, Nilai Tambah Ekonomis merupakan alat ukur kinerja keuangan yang diperoleh dengan memperhitungkan laba (profit) yang dihasilkan oleh setiap perusahaan sampel yang digunakan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

THE IMPACT OF CORPORATE GOVERNANCE ON FRIM PERFORMANCE: EVIDENCE FROM MALAYSIA

THE IMPACT OF CORPORATE GOVERNANCE ON FRIM PERFORMANCE: EVIDENCE FROM MALAYSIA

that the total meeting is related to return on asset is accepted at the 10% level. This finding consistent to Vafeas (1999), Lawler et al. (2002) and Triki et al. (2011). Meetings bring benefits such as more time to discuss, set strategy, and monitor management, however, there are also cost associated with board meetings, for example managerial time, travel expense and director fees (Vafeas, 1992). Fancis, Hasan and Wu (2012) argues that board meetings activity is important channel through which directors can obtain firm-specific information, monitor management, and determine strategic responses to different events. This finding however incosistent with Bathula (2008) and Kreyeboah-Coleman (2007) who found that board meetings insignificantly related to return on assets. They argue board meetings are only a small part of corporate governance that actually makes a big impact on return on assets.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Analisis Rasio Profitabilitas Perusahaan Manufaktur yang go Public di Bursa Efek Indonesia (BEI) Sebelum dan Sesudah Diberlakukannya Undang-Undang Perpajakan Tahun 2008.

Analisis Rasio Profitabilitas Perusahaan Manufaktur yang go Public di Bursa Efek Indonesia (BEI) Sebelum dan Sesudah Diberlakukannya Undang-Undang Perpajakan Tahun 2008.

Taxes are the biggest source of state revenue that derive from non-oil sector which is used for development in the present and in the future. The main objective of this research is to determine whether there are significant differences Net Profit Margin (NPM), Return on Assets (ROA), and Return on Equity (ROE) before and after the enactment of the Tax Act of 2008. The method is used in this study is the method of hypothesis testing. The Financial data are taken from the manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for period 2008-2009. The data were analyzed using the method of Paired-Samples T Test. The results show that there are no significant difference in Net Profit Margin (NPM), Return on Assets (ROA), and Return on Equity (ROE) before and after the enactment of the Tax Act of 2008.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...