sifat fisis dan sifat mekanis

Top PDF sifat fisis dan sifat mekanis:

Sifat Fisis dan Sifat Mekanis Kayu Kemenyan (Styrax sp.)

Sifat Fisis dan Sifat Mekanis Kayu Kemenyan (Styrax sp.)

Penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai informasi yang ilmiah dan akurat tentang sifat fisis dan sifat mekanis kayu kemenyan (Styrax sp.) bagi pihak yang membutuhkan baik dalam bidang pendidikan, masyarakat dan instansi tertentu yang ingin memanfaatkan kayu kemenyan (Styrax sp.) ini.

2 Read more

Sifat Fisis dan Sifat Mekanis Kayu Kemenyan (Styrax sp.)

Sifat Fisis dan Sifat Mekanis Kayu Kemenyan (Styrax sp.)

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sifat fisis dan sifat mekanis tiga jenis kayu Kemenyan dari Tapanuli Utara. Pohon yang dijadikan sampel berumur lebih dari 15 tahun. Contoh uji bebas cacat diuji berdasarkan standar BS-373 yang terdiri dari parameter sifat fisis kayu seperti berat jenis, kadar air segar dan penyusutan volume serta parameter untuk sifat mekanis kayu yang meliputi keteguhan patah (MOR), kekakuan (MOE), tekan sejajar serat dan kekerasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut arah horizontal batang, bagian tepi lebih bagus dibandingkan bagian dekat empulur. Sementara menurut arah vertikal batang, bagian pangkal lebih bagus daripada bagian ujung. Berdasarkan berat jenisnya, semua jenis kayu kemenyan diklasifikasikan ke dalam kelas kuat III-IV. Kayu kemenyan memiliki stabilitas dimensi yang baik, dilihat dari nilai perbandingan penyusutan tangensial dan radial mencapai satu. Berdasarkan sifat mekanisnya, kayu kemenyan cocok digunakan sebagai bahan baku konstruksi ringan, mebel dan kerajinan tangan.
Show more

11 Read more

Sifat Fisis dan Sifat Mekanis Kayu Kemenyan (Styrax sp.)

Sifat Fisis dan Sifat Mekanis Kayu Kemenyan (Styrax sp.)

Berdasarkan gambar 30, hasil penelitian menunjukkan bahwa secara vertikal nilai MOE tertinggi pada bagian pangkal dan secara horizontal nilai MOE tertinggi pada bagian tepi. Tren ini serupa untuk nilai MOR sebagaimana ditunjukkan pada gambar 31. Hal ini dikarenakan kayu pada bagian pangkal dan tepi memiliki berat jenis lebih tinggi dibandingkan bagian tengah dan ujung. Selanjutnya proporsi kayu teras dan struktur kayu dewasa mendominasi pada bagian pangkal batang. Haygreen dan Bowyer (1989) dan Forest Products Laboratory (1999) menyatakan bahwa MOE meningkat secara linier seiring dengan peningkatan BJ kayu. Schneider et al. (1991) melaporkan bahwa sifat mekanis dan kerapatan dasar bervariasi sepanjang tinggi pohon mulai dari pangkal hingga ujung. Nilai MOE tertinggi berada pada bagian pangkal batang dan menurun hingga bagian ujung. Seperti halnya MOE, MOR mengalami penurunan mulai dari pangkal batang hingga ujung. Hal ini mengindikasikan bahwa pada peningkatan proporsi kayu juvenil pada bagian ujung mengakibatkan terjadinya penurunan nilai MOR. Ishengoma dan Gillah (1992) melaporkan bahwa bagian pusat kayu atau kayu juvenil memiliki kerapatan yang rendahdaripada kayu dewasa. Nilai korelasi Pearson sebesar 0.425 menunjukkan signifikansi korelasi antara BJ dengan kekerasan pada selang kepercayaan 95%. Nilai korelasi positif antara BJ dan MOR ditunjukkan pada Gambar 32. Berdasarkan Gambar tersebut dinyatakan bahwa peningkatan BJ kayu mengakibatkan terjadinya peningkatan nilai MOR dari kayu.
Show more

50 Read more

Sifat Fisis dan Sifat Mekanis Kayu Kemenyan (Styrax sp.)

Sifat Fisis dan Sifat Mekanis Kayu Kemenyan (Styrax sp.)

Sribuono, H. 2000. Pengaruh Pemanasan Gelombang Mikro Terhadap Sifat Fisis Mekanis Kayu Sengon (Paraserianthes falcataria) dan kayu kecapi (Sandoricum koetjape). Skripsi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. Bogor.

3 Read more

Sifat Fisis dan Sifat Mekanis Kayu Kemenyan (Styrax sp.)

Sifat Fisis dan Sifat Mekanis Kayu Kemenyan (Styrax sp.)

berupa geser sejajar serat ( shear parallel/along to grain ), geser tegak lurus serat ( shear across the grain atau shear perpendicular to grain ), geser miring serat ( oblique shear ), serta geser antar serat ( rolling shear ). Sifat keteguhan ini biasanya disebut dengan modulus of rupture (MOR) (Tsoumis, 1991).

4 Read more

Sifat Fisis dan Sifat Mekanis Kayu Kemenyan (Styrax sp.)

Sifat Fisis dan Sifat Mekanis Kayu Kemenyan (Styrax sp.)

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sifat fisis dan sifat mekanis tiga jenis kayu Kemenyan dari Tapanuli Utara. Pohon yang dijadikan sampel berumur lebih dari 15 tahun. Contoh uji bebas cacat diuji berdasarkan standar BS-373 yang terdiri dari parameter sifat fisis kayu seperti berat jenis, kadar air segar dan penyusutan volume serta parameter untuk sifat mekanis kayu yang meliputi keteguhan patah (MOR), kekakuan (MOE), tekan sejajar serat dan kekerasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut arah horizontal batang, bagian tepi lebih bagus dibandingkan bagian dekat empulur. Sementara menurut arah vertikal batang, bagian pangkal lebih bagus daripada bagian ujung. Berdasarkan berat jenisnya, semua jenis kayu kemenyan diklasifikasikan ke dalam kelas kuat III-IV. Kayu kemenyan memiliki stabilitas dimensi yang baik, dilihat dari nilai perbandingan penyusutan tangensial dan radial mencapai satu. Berdasarkan sifat mekanisnya, kayu kemenyan cocok digunakan sebagai bahan baku konstruksi ringan, mebel dan kerajinan tangan.
Show more

2 Read more

Sifat Fisis, Sifat Mekanis, dan Sifat Finishing Kayu Mindi (Melia azedarach L.) setelah Perlakuan Pemanasan

Sifat Fisis, Sifat Mekanis, dan Sifat Finishing Kayu Mindi (Melia azedarach L.) setelah Perlakuan Pemanasan

Kayu mindi (Melia azedarach L.) termasuk jenis kayu cepat tumbuh yang cukup prospektif dikembangkan untuk industri kayu tetapi perlu aplikasi teknologi yang tepat untuk meningkatkan kualitas produk kayunya. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi efek perlakuan pemanasan dengan variasi suhu dan waktu terhadap sifat fisis, sifat mekanis, dan sifat finishing kayu mindi. Pemanasan kayu dilakukan dengan oven dan minyak pada suhu 120 °C, 150 °C, dan 180 °C selama 2, 5, dan 8 jam. Perlakuan pemanasan terbukti meningkatkan stabilitas dimensi kayu pada arah tangensial dan radial. Sifat fisis kayu seperti kadar air, kerapatan, dan stabilitas dimensi pada pemanasan minyak terbukti memiliki nilai yang lebih baik dibandingkan dengan yang dipanaskan dalam oven. Perlakuan pemanasan suhu 180 °C menurunkan sifat mekanis kayu. Hasil pengujian sifat finishing dengan metode cross cut menunjukkan pemanasan oven tidak mempengaruhi kualitas finishing kayu, kecuali pemanasan dengan minyak pada suhu 180 °C terbukti menurunkan kualitas finishing.
Show more

50 Read more

TUGAS AKHIR  Pengaruh Annealing Pada Perubahan Sifat Mekanis dan Sifat Fisis Pada Pengelasaan Baja Untuk Chasis Mobil.

TUGAS AKHIR Pengaruh Annealing Pada Perubahan Sifat Mekanis dan Sifat Fisis Pada Pengelasaan Baja Untuk Chasis Mobil.

PERUBAHAN SIFAT MEKANIS DAN SIFAT FISIS PADA PENGELASAN BAJA UNTUK CHASIS MOBIL ” , dapat terselesaikan atas dukungan dari beberapa pihak. Untuk itu pada kesempatan ini, penulis dengan segala ketulusan dan keiklasan hati ingin menyampaikan rasa terima kasih dang penghargaan yang sebesar-besarnya kepada:

16 Read more

Pembuatan Dan Karakterisasi Komposit Tip Blok Terbuat Dari Sisa Potongan Kayu Sembarang Dan Tripleks Sebagai Pengapit Dengan Menggunakan Resin Epoksi Dan Fox

Pembuatan Dan Karakterisasi Komposit Tip Blok Terbuat Dari Sisa Potongan Kayu Sembarang Dan Tripleks Sebagai Pengapit Dengan Menggunakan Resin Epoksi Dan Fox

Telah dilakukan penelitian tentang pengembangan pembuatan tip blok komposit yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan kayu yang semakin meningkat dan untuk memanfaatkan limbah potongan – potongan kayu dan tripleks cacat. Bahan baku tip blok komposit yang berlignoselulosa ( potongan – potongan kayu dan tripleks cacat ). Pada penelitian ini telah dievaluasi sifat fisis dari bahan tersebut diantaranya uji fisis yang dilakukan meliputi : Kerapatan dan Daya Serap Air, sifat mekanis meliputi :Uji Kuat Lentur, Uji Kuat Tarik, Uji Kuat Tekan dan Uji Impak dengan perlakuan fraksi volume tripleks cacat, potongan – potongan kayu dan perekat bervariasi yaitu: 100%, 90%, 80%, 70% dan 60 % dengan menggunakan standar JIS A – 5908 – 2003 dan SNI 03 – 2105 – 2006. Dari hasil penelitian ditunjukkan bahwa nilai sifat fisis dan sifat mekanik tip blok yang dihasilkan memenuhi standar JIS A – 5908 – 2003 dan standar SNI 03 – 2105 – 2006. Secara keseluruhan perlakuan didapat untuk sampel uji dengan persentase 60% sudah memenuhi standar yang telah ditentukan.
Show more

72 Read more

Sifat Fisis dan Mekanis Papan Semen dari Limbah Industri Pensil Dengan Berbagai Rasio Bahan Baku dan Target Kerapatan

Sifat Fisis dan Mekanis Papan Semen dari Limbah Industri Pensil Dengan Berbagai Rasio Bahan Baku dan Target Kerapatan

Hasil sidik ragam MOR menunjukkan bahwa faktor perlakuan rasio bahan baku dan target kerapatan serta interaksi keduanya tidak berpengaruh terhadap nilai MOR yang dihasilkan. Hal ini disebabkan oleh ukuran partikel yang kecil sehingga ikatan antar permukaan partikel rendah. Wahyuningsih (2011) menyatakan dalam penelitiannya bahwa partikel dengan ukuran 20 mesh memiliki sifat mekanis yang baik terutama pada nilai MOE dan MOR. Nilai MOR yang dihasilkan pada papan semen partikel serutan pensil tidak memenuhi standar JIS A 5417-1992 yaitu ≥ 63 kg/cm 2 .

65 Read more

Sifat Fisis Dan Mekanis Oriented Strand

Sifat Fisis Dan Mekanis Oriented Strand

b.Daya serap air 24 jam 1 13 10 2 12 6 15 8 3 7 9 14 4 5 11 sub total (a) 36 63 40 22 63 63 71 32 43 44 51 57 33 50 52 SIFAT MEKANIS 5 Keteguhan rekat 12 10 2 13 15 14 9 3 5 7 6 4 1 11 8 6 a. MOR // arah panjang 3 6 1 13 10 11 14 4 7 12 5 8 2 9 15

46 Read more

Rekayasa Pengaturan Epoxy/Montmorilonite Organoclay/ Serat Gelas untuk Mendapatkan Komposit Nano dengan Karakteristik Struktur Mikro dan Sifat Mekanis Kualitas Tinggi.

Rekayasa Pengaturan Epoxy/Montmorilonite Organoclay/ Serat Gelas untuk Mendapatkan Komposit Nano dengan Karakteristik Struktur Mikro dan Sifat Mekanis Kualitas Tinggi.

Penelitian diawali dengan mencari formula campuran katalis Versamid 410 dengan resin epoxy jenis DER 331 untuk mendapatkan sifat fisis dan mekanis yang terbaik. Dilanjutkan dengan mencari formula campuran organoclay komersial jenis Nanomer 1.30TC yang dicampur dengan formula yang diperoleh dari penelitian awal sebelumnya. Penelitian meliputi pengujian tarik, fracture KIC, SEM dan absorbsi air. Kegiatan tahun pertama digunakan untuk mencari sifat fisis dan mekanis dari material dan tahun kedua untuk menentukan sifat fisis, mekanis dan ketahanan air dari komposit nano hasil tahun pertama yang diperkuat dengan serat gelas. Seluruh data diperoleh melalui experimen di laboratorium dengan menggunakan alat dan prosedur yang sesuai dengan masing-masing jenis pengujian. Hasil yang diperoleh berupa tabel dan grafik yang menggambarkan hubungan karakteristik tarik, fracture KIC , dan absorbsi air terhadap fraksi berat hardener, MMT. Disamping itu dihasilkan pula foto SEM yang dapat digunakan untuk menginvestigasi deformasi/mekanisme penguatan nanokomposit.
Show more

Read more

Pengaruh Penambahan Nilon Murni Pada Nilon Daur Ulang Terhadap Kekerasan Permukaan Basis Gigi Tiruan Nilon Termoplastik

Pengaruh Penambahan Nilon Murni Pada Nilon Daur Ulang Terhadap Kekerasan Permukaan Basis Gigi Tiruan Nilon Termoplastik

Nilon termoplastik merupakan bahan basis gigi tiruan dari golongan kelas polimer yang banyak digunakan pada pasien dengan kebutuhan gigi tiruan. Nilon termoplastik banyak digunakan karena memiliki kelebihan seperti kelenturan yang baik (fleksibel), stabilitas yang tinggi, dan estetis yang baik.Teknik manipulasi nilon termoplastik dengan injection moulding akan menghasilkan gigi tiruan dan nilon sisa (spru) yang akan mengakibatkan penumpukan yang akan berdampak pada pencemaran lingkungan sehingga harus ditanggulangi dengan proses daur ulang. Namun, pada proses daur ulang akan terjadi perubahan pada sifat-sifat seperti sifat mekanis,fisis dan biologis pada nilon sisa setelah prosedur daur ulang maka dibutuhkan penambahan nilon murni pada nilon daur ulang untuk melihat apakah kombinasi nilon murni dengan nilon daur ulang memiliki pengaruh terhadap kekerasan permukaan basis gigi tiruan. Nilai kekerasan permukaan akan menujukkan besarnya ketahanan terhadap abrasi, goresan selama pemakaian maupun saat dilakukan pembersihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan 60% nilon murni pada 40% nilon daur ulang terhadap kekerasan permukaan basis gigi tiruan nilon termoplastik. Rancangan penelitian ini adalah eksperimental laboratoris. Sampel pada penelitian ini adalah nilon termoplastik berbentuk silindris berukuran diameter 40 ± 0,1 mm dan tebal 2 ± 0,1 mm. Jumlah sampel sebanyak 27 sampel untuk 3 kelompok. Sampel tersebut dilakukan pengujian kekerasan permukaan, kemudian dianalisis dengan uji Anova untuk mengetahui perbedaan nilai kekerasan permukaan masing-masing kelompok serta uji LSD untuk
Show more

Read more

PENGARUH PREHEATING PADA CETAKAN PERMANEN TERHADAP SIFAT FISIS DAN MEKANIS Pengaruh Preheating Pada Cetakan Permanen Terhadap Sifat Fisis Dan Mekanis Besi Cor Kelabu.

PENGARUH PREHEATING PADA CETAKAN PERMANEN TERHADAP SIFAT FISIS DAN MEKANIS Pengaruh Preheating Pada Cetakan Permanen Terhadap Sifat Fisis Dan Mekanis Besi Cor Kelabu.

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh preheating pada cetakan permanen besi cor ductile pada suhu 400 0 C terhadap sifat fisis dan mekanis besi cor kelabu. Pembekuan besi cor kelabu ini dipantau dengan ce meter dan setelah mengeras akan mengalami beberapa pengujian logam, antara lain: uji kekerasan, uji metalografi dan uji komposisi kimia. Penelitian ini menggunakan material besi cor kelabu. Dari spesimen besi cor kelabu ini akan ditentukan 16 titik uji untuk mengetahui sifat fisis dan mekanis dibeberapa titik yang telah ditentukan. Pengujian komposisi kimia menggunakan standar JIS.
Show more

Read more

Sifat Fisis Mekanis Papan Partikel Dari (1)

Sifat Fisis Mekanis Papan Partikel Dari (1)

Serbuk gergaji memiliki permukaan bidang rekat yang luas sehingga distribusi perekat menjadi kurang merata sempurna. Akibatnya saat dilakukan pengujian MOR, papan partikel tidak sanggup menahan beban uji. Demikian pula halnya dengan asal bahan baku, kayu dari percabangan memiliki sifat-sifat yang lebih rendah dari kayu batang utama (Okai et al. 2004; Bowyer et al. 2003).

Read more

Karakteristik Oriented Strand Board dari Kayu Akasia dan Afrika Berdasarkan Penyusunan Arah Strand

Karakteristik Oriented Strand Board dari Kayu Akasia dan Afrika Berdasarkan Penyusunan Arah Strand

Namun secara keseluruhan kerapatan sasaran kedua jenis kayu tidak mencapai kerapatan sasaran yaitu 0,75 g/cm 3 , menurut Bowyer et al. (2003) sukar untuk memproduksi papan dengan profil yang beragam. Perbedaan kerapatan ini hanya disebabkan oleh perbedaan ketebalan papan, meskipun untuk mencapai tebalan sasaran sebesar 0,9 cm telah digunakan stiker baja setebal 0,9 cm dalam pengempaan, namun akibat adanya efek spring back yaitu lepasnya tekanan dari partikel-partikel yang di kompresi (Tsoumis 1991) sebagian papan mengalami sedikit pengembangan tebal setelah tekanan kempa dihilangkan dan selama proses pengkondisian. Menurut Maloney (1993) kerapatan sangat mempengaruhi hampir semua sifat papan komposit kecuali stabilitas dimensi, kerapatan yang tinggi akan menghasilkan kontak yang intensif antara perekat dengan partikel sehingga penggunaan perekat lebih efesien. Data-data yang digunakan untuk nilai sifat fisis dan mekanis papan digunakan data terkoreksi berdasarkan kerapatan masing- masing papan sehingga hasilnya dianalisis pada kerapatan yang seragam yaitu 0,75 g/cm 3 .
Show more

Read more

NASKAH PUBLIKASI ILMIAH  Analisa Pengaruh Solution Treatment Pada Material Alumunium Terhadap Sifat Fisis Dan Mekanis.

NASKAH PUBLIKASI ILMIAH Analisa Pengaruh Solution Treatment Pada Material Alumunium Terhadap Sifat Fisis Dan Mekanis.

Rahman A (2004), dari hasil pengujian komposisi kimia pada penelitian sifat fisis dan mekanis Al, Mg, Si, pada material velg racing didapatkan unsur paduan yang paling besar, yaitu Si sebesar 2,80%, kemudian Al 82,69%, Mg 1,11%. Dari hasil pengujian struktur mikro pada sampel paduan alumunium terdiri dari Al, MgSi dan Si.

Read more

Karakteristik Cross Laminated Timber dari Kayu Sengon (Falcataria moluccana (Miq.) Barneby & J.W. Grimes) dan Mindi (Melia azedarach L) menggunakan Perekat Isosianat

Karakteristik Cross Laminated Timber dari Kayu Sengon (Falcataria moluccana (Miq.) Barneby & J.W. Grimes) dan Mindi (Melia azedarach L) menggunakan Perekat Isosianat

Kebutuhan kayu sebagai bahan baku struktural semakin meningkat. Seiring kemajuan teknologi rekayasa konstruksi kayu, maka dikembangkan produk dengan bahan baku yang berasal dari hutan rakyat dengan kualitas yang lebih baik. CLT (Cross Laminated Timber) merupakan salah satu produk rekayasa kayu berupa panel berlapis dengan setiap lapisan papan ditempatkan secara bersilang pada lapisan yang berdekatan untuk meningkatkan kekakuan dan stabilitas. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh jenis kayu terhadap karakteristik sifat mekanis dan sifat fisis dinding panel CLT dari kayu mindi (Melia azedarch L) dan kayu sengon (Falcataria moluccana (Miq.) Barneby & J.W. Grimes). Penelitian ini dilakukan melalui pembuatan panel CLT dan kemudian dilakukan pengujian sifat fisis (kerapatan, kadar air, kembang susut volume, delaminasi air dingin, dan delaminasi air panas) dan sifat mekanisnya (keteguhan rekat, kekakuan, dan kekuatan dinding geser). Hasil penelitian menunjukkan panel CLT-45 0 mindi relatif lebih kuat dibandingkan panel CLT-45 0 sengon. Kerapatan, kadar air, delaminasi rendaman air dingin, dan delaminasi rendaman air panas panel CLT-45 0 mindi lebih
Show more

35 Read more

Sifat fisis, mekanis serta keawetan batang kelapa hibrida

Sifat fisis, mekanis serta keawetan batang kelapa hibrida

penyusun. Rendahnya kelapa hibrida akan menyebabkan rendahnya sifat batang kelapa hibrida. Tingginya kadar air batang kelapa hibrida kondisi segar) disebabkan oleh kandungan ekstraktif dan dengan sifat higroskopis yang tinggi. Kandungan ekstraktit ini pula yang menyebabkan batang kelapa hibrida oleh faktor

Read more

TINJAUAN SIFAT FISIS DAN MEKANIS TANAH JUMAPOLO, KARANGANYAR.

TINJAUAN SIFAT FISIS DAN MEKANIS TANAH JUMAPOLO, KARANGANYAR.

Kerusakan bangunan di Jumapolo mungkin disebabkan karena adanya fenomena karakter tanah kohesif yaitu rendahnya kuat dukung dan kuat geser tanah setempat. Berdasarkan dugaan di atas, maka perlunya dilakukan penelitian untuk mengetahui sifat fisis dan mekanis tanah Desa Lemah Bang, Jumapolo, Kabupaten Karanganyar.

Read more

Show all 10000 documents...