Top PDF ANALISIS PEMANFAATAN AIR KONDENSAT PADA

ANALISIS PEMANFAATAN AIR KONDENSAT PADA

ANALISIS PEMANFAATAN AIR KONDENSAT PADA

• Bagaimana menghitung efisiensi biaya bahan bakar untuk membandingkan antara penggunaan air kondensat sebagai air umpan boiler dengan air akuades.. • Apakah penggunaan air kondensat s[r]

9 Baca lebih lajut

TAP.COM -   ANALISIS KELAYAKAN EKONOMI TEKNIK PADA PEMANFAATAN LAHAN IRIGASI ...

TAP.COM - ANALISIS KELAYAKAN EKONOMI TEKNIK PADA PEMANFAATAN LAHAN IRIGASI ...

Sehubungan dengan usaha meningkatkan intensitas tanam dan memperluas lahan siap olah, maka pola tanam rencana yang diusulkan adalah Padi-Padi-Palawija serta intensitas pengembangan 300% dengan persentase 160% untuk padi dan 140% untuk palawija dengan besaran kebutuhan air irigasi (NFR) sebesar 1,09 lt/det/Ha.

13 Baca lebih lajut

Analisis Kehilangan Minyak Kelapa   Sawit Pada Air Kondensat Unit Perebusan Di PTPN III PKS Rambutan Tebing Tinggi

Analisis Kehilangan Minyak Kelapa Sawit Pada Air Kondensat Unit Perebusan Di PTPN III PKS Rambutan Tebing Tinggi

Pemanasan sebaiknya menggunakan penangas air untuk menghindari bahaya kebakaran atau bila terpaksa menggunakan kompor listrik harus dilengkapi pembungkus labu dari asbes. Lipida akan terekstraksi dan melalui sifon terkumpul ke dalam labu godok. Pada akhir ekstraksi yaitu kira-kira 4 – 6 jam, labu godok diambil dan ekstrak dituang ke dalam botol timbang atau cawan porselen yang telah diketahui beratnya, kemudian pelarut diuapkan di atas penangas air sampai pekat. Selanjutnya dikeringkan dalam oven sampai diperoleh berat konstan pada suhu 100ºC. Berat residu dalam botol ditimbang dinyatakan sebagai berat lemak atau minyak. Agar diperoleh lemak dan minyak bebas air dengan cepat maka pengeringan dapat menggunakan oven vakum.
Baca lebih lanjut

51 Baca lebih lajut

Penentuan Kehilangan Minyak Kelapa Sawit Pada Air Kondensat Unit Perebusan Di PTPN III PKS Rambutan Tebing Tinggi Dengan Metode Ekstraksi Sokletasi

Penentuan Kehilangan Minyak Kelapa Sawit Pada Air Kondensat Unit Perebusan Di PTPN III PKS Rambutan Tebing Tinggi Dengan Metode Ekstraksi Sokletasi

Selama proses pengolahan kelapa sawit menjadi minyak kelapa sawit terjadi losses minyak kelapa sawit pada air kondensat pada saat perebusan. Standar kehilangan minyak kelapa sawit yang ditetapkan oleh pabrik adalah 0,70 %. Adapun catatan pabrik yang perlu diingat yaitu: Air rebusan (air kondensat) dianalisa, tetapi tidak merupakan bagian dari kehilangan karena sudah memenuhi standar. Apabila tidak memenuhi standar harus dihitung sebagai kehilangan. Kehilangan minyak kelapa sawit yang terlalu tinggi pada air kondensat dapat mempengaruhi hasil akhir pengolahan kelapa sawit, sehingga perlu dilakukan analisis kehilangan minyak kelapa sawit pada air kondensat yang secara laboratorium dilakukan dengan menggunakan metode ekstraksi sokletasi.
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

Analisis Kebijakan Pengelolaan dan Pemanfaatan Air Tanah di Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi

Analisis Kebijakan Pengelolaan dan Pemanfaatan Air Tanah di Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga bentuk intervensi tersebut belum berjalan optimal. Terbatasnya anggaran belanja dan kurang tegasnya pengawasan diindikasikan mendorong penggunaan instrumen dengan mekanisme pasar berdasarkan pada kuantitas produk maupun kuantitas masukan. Akan tetapi, intervensi atas dasar kuantitas seperti perizinan memerlukan perbaikan sistem administrasi dan pengawasan pelaksanaan kewajiban yang telah tertera dalam SIPA. Adapun bentuk intervensi dengan menggunakan instrumen pajak diindikasikan masih berdampak lemah terhadap pembatasan pemanfaatan air tanah oleh perusahaan, potensi pendapatan dari pajak air tanah relatif masih rendah jika dibandingkan dengan kebutuhan biaya pemeliharaan lingkungan.
Baca lebih lanjut

114 Baca lebih lajut

Analisis Pemanfaatan Air Sungai Terhadap Daya Dukung Wilayah Dan Pengaruhnya Bagi Peningkatan...

Analisis Pemanfaatan Air Sungai Terhadap Daya Dukung Wilayah Dan Pengaruhnya Bagi Peningkatan...

Keberadaan sungai Kr. Peusangan di wilayah Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Aceh Tengah, merupakan sumber daya alam yang sangat potensial dan bermanfaat bagi pengembangan pembangunan di kedua wilayah, khususnya untuk wilayah Kabupaten Aceh Utara, sungai tersebut dimanfaatkan untuk banyak keperluan/kegiatan antara lain : untuk irigasi, sumber air baku industri, sumber air minum/bersih dan pertambangan rakyat/galian C (pasir dan kerikil). Di masa mendatang sungai tersebut akan dimanfaatkan juga sebagai sarana Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), yaitu di hulu sungai atau tepatnya pada outlet Danau Laut Tawar di Kabupaten Aceh Tengah.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGELOAAN DAN PEMANFAATAN AIR

ANALISIS PENGELOAAN DAN PEMANFAATAN AIR

Eksploitasi air bawah tanah sulit dikendalikan, bahkan akan terus bertambah seiring dengan kebutuhan air yang terus menigkat. Berdasarkan data yang dimiliki Prof. Suripin terdapat 1.500 lebih sumur bor dengan kedalaman 40-150 meter kapasitas air yang disedot 15 juta m3 pertahun. Sedangkan data dari Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Semarang pada tahun 2015 penggunaan ABT mencapai 400 perusahaan, berupa hotel, restoran, dan berbagai jenis usaha lain. Namun, dari jumlah itu yang aktif melaporkan pajak atau terpantau hanya separuhnya.

8 Baca lebih lajut

ANALISIS DAN PENANGGULANGAN KONDENSAT PADA AIR DENGAN ADSORBEN SERBUK KAYU DI WILAYAH OPERASI JOINT OPERATING BODY PERTAMINA TALISMAN JAMBI MERANG - POLSRI REPOSITORY

ANALISIS DAN PENANGGULANGAN KONDENSAT PADA AIR DENGAN ADSORBEN SERBUK KAYU DI WILAYAH OPERASI JOINT OPERATING BODY PERTAMINA TALISMAN JAMBI MERANG - POLSRI REPOSITORY

Beberapa bahan yang memiliki kadar air awal yang relatif tinggi, pengurangan kadar air awal secara linear dapat dihitung berdasarkan fungsinya berdasarkan waktu pada interval waktu tertentu, yang disebut dengan periode laju pengeringan konstan. Biasanya pada periode ini, kadar air permukaan di luar partikel sedang berpindah dari bahan. Laju pengeringan pada periode ini bergantung pada laju pindah panas dari bahan. Jika pengeringan dilanjutkan, kemiringan kurva akan berubah menjadi lebih landai (laju pengeringan berkurang) dan tidak menjadi linear, hingga akhirnya kurva menjadi datar. Kadar air produk lalu berada pada kondisi konstan yang disebut dengan kadar air kesetimbangan. Selama periode berkurangnya laju pengeringan, migrasi air dari bagian dalam ke permukaan bahan terjadi secara difusi molekular di mana bagian yang lebih basah (bagian dalam) memindahkan air ke bagian yang lebih kering (bagian permukaan). Bahan yang dikeringkan umumnya akan mengalami perubahan bentuk dan ukuran yang signifikan, kecuali pada proses pengeringan beku.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

ANALISIS POTENSI DAN PEMANFAATAN AIR WADUK CIPANCUH DI KABUPATEN INDRAMAYU

ANALISIS POTENSI DAN PEMANFAATAN AIR WADUK CIPANCUH DI KABUPATEN INDRAMAYU

Daerah Irigasi Cipancuh merupakan salah satu penghasil beras di Kabupaten Indramayu, dengan luas persawahan 6319 ha. Permasalahan yang timbul pada Daerah Irigasi tersebut adalah kekurangan air terutama pada musim tanam kedua. Pengalokasian air yang kurang baik merupakan masalah yang dijumpai dilapangan yang berdampak pada kekurangan air di sebagian lahan pertanian. Petani yang memiliki lahan dekat dengan sumber air cenderung menggunakan air sebanyak- banyaknya, sementara yang jauh mengalami kekurangan air. Ketidak seimbangan antara ketersediaan dan pemanfaatan sumberdaya air merupakan permasalahan yang harus dicari jalan keluarnya. Penelitian ini difokuskan pada kebutuhan air Daerah Irigasi Cipancuh yang airnya diambil dari waduk Cipancuh. Perhitungan kebutuhan air irigasi dengan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhinya antara lain: evapotranspirasi, perkolasi, penggunaan air penyiapan lahan, penggunaan air konsumtif, pergantian lapisan air dan curah hujan efektif. Masa tanam ditentukan dengan mensimulasikan tingkat ketersediaan dan kebutuhan air setengah bulanan selama satu tahun. Pola tanam mengikuti pola tanam yang sudah berjalan, yaitu padi dua kali setahun. Sementara pengaturan pola pemberian air didasarkan pada tingkat ketersediaan air dengan mengatur pintu air pada saluran sekunder. Sumberdaya Air
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

ANALISIS DAN PENANGGULANGAN KONDENSAT PADA AIR DENGAN ADSORBEN SERBUK KAYU DI WILAYAH OPERASI JOINT OPERATING BODY PERTAMINA TALISMAN JAMBI MERANG - POLSRI REPOSITORY

ANALISIS DAN PENANGGULANGAN KONDENSAT PADA AIR DENGAN ADSORBEN SERBUK KAYU DI WILAYAH OPERASI JOINT OPERATING BODY PERTAMINA TALISMAN JAMBI MERANG - POLSRI REPOSITORY

Serbuk kayu melakukan penyerapan (adsorption) terhadap kondensat sangat dipengaruhi ukuran partikel dan kandungan air permukaan dan air terikat didalamnya. Adapun serbuk kayu yang berasal dari industri di daerah Kecamatan Bayung Lencir memiliki ukuran yang tidak sama (heterogen) dengan kandungan air berbeda pula pada setiap satuan ukuran setelah pengayakan (mesh). Dengan perbedaan ukuran dan presentasi kandungan air didalam setiap ukuran serbuk kayu maka akan terdapat perbedaan juga terhadap daya serap serbuk kayu. Pada penelitian ini, serbuk kayu digunakan sebagai adsorben kondensat JOB Pertamina Talisman Jambi Merang dengan variabel ukuran partikel dan presentasi kandungan air. Melalui proses simulasi pengontakan antara serbuk kayu dengan kondensat diketahui bahwaefisiensi adsoprsi serbuk kayu homogen (20, 30, 40, 50, 60, 70 dan 80) meshadalah(28,221, 41,063, 52,890, 55,998, 54,882, 54,882, 53,99, 56,666)%dengan waktu maksimum adsorpsi 12 menit. Nilai ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan serbuk kayu heterogen dengan efisiensi adsorpsi sebesar19,205 %dan waktu maksimum adsorpsi 16 menit.Adapun proses pengeringan berfungsi untuk meningkatkan efisiensi adsorpsi dimana setelah proses pengeringan efisiensi adsoprsi serbuk kayu heterogen meningkat sebesar1,44 % sedangkan serbuk kayu homogen meningkat sebesar 11,97 %.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Analisa Pemanfaatan Air Sungai Terhadap Daya Dukung Wilayah Dan Pengaruhnya Bagi Peningkatan Pendapa

Analisa Pemanfaatan Air Sungai Terhadap Daya Dukung Wilayah Dan Pengaruhnya Bagi Peningkatan Pendapa

Keberadaan sungai Kr. Peusangan di wilayah Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Aceh Tengah, merupakan sumber daya alam yang sangat potensial dan bermanfaat bagi pengembangan pembangunan di kedua wilayah, khususnya untuk wilayah Kabupaten Aceh Utara, sungai tersebut dimanfaatkan untuk banyak keperluan/kegiatan antara lain: untuk irigasi sumber air baku industri, sumber air minum/bersih dan pertambangan rakyat/galian C (pasir dan kerikil). Di masa mendatang sungai tersebut akan dimanfaatkan juga sebagai sarana Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), yaitu di hulu sungai atau tepatnya pada outlet Danau Laut Tawar di Kabupaten Aceh Tengah.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

KINERJA REAKTOR ELEKTROKIMIA BATCH ALUMUNIUM BESI DENGAN VARIASI RASIO ELEKTRODA CAIRAN UNTUK PENGOLAHAN AIR LIMBAH BATIK.

KINERJA REAKTOR ELEKTROKIMIA BATCH ALUMUNIUM BESI DENGAN VARIASI RASIO ELEKTRODA CAIRAN UNTUK PENGOLAHAN AIR LIMBAH BATIK.

(sumber : Laboratorium Proses, JTK) Tabel 4.2 memaparkan hasil pengujian kandungan zat terlarut dengan spektrofotometer. Sampel in merupakan sampel air limbah batik yang diambil langsung dari bak tampungan industri batik, artinya sampel yang diuji merupakan air limbah yang belum melalui proses pengolahan dengan REB-AB. Secara rata- rata hasil pengujian dengan spektrofotometer menghasilkan angka adsorbat yang relatif besar. Hal ini menunjukkan kandungan zat terlarut, dalam hal ini zat warna, pada air limbah sangat pekat. Sehingga tidak layak untuk dibuang secara langsung ke badan air. Sedangkan pada sampel yang telah melalui proses memiliki nilai adsorbat yang bervariatif sehingga diperlukan analisis mengenai beberapa parameter yang diharapkan mendapatkan variasi komponen yang paling efisien digunakan di lapangan. Untuk itu dilakukan proses analisis yang meliputi kebutuhan daya arus listrik dan timbulnya panas yang dibahas lebih lanjut pada sub bab Analisis dan Pembahasan.
Baca lebih lanjut

67 Baca lebih lajut

Pengelolaan Limbah Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Sungai Pinang Estate, PT. Bina Sains Cemerlang Minamas Plantation, Sime Darby Group, Musi Rawas, Sumatera Selatan.

Pengelolaan Limbah Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Sungai Pinang Estate, PT. Bina Sains Cemerlang Minamas Plantation, Sime Darby Group, Musi Rawas, Sumatera Selatan.

Stasiun pencacahan (digester) dan pengempaan (presser). Berondolan yang dibawa oleh screw conveyor dimasukkan ke dalam digester, untuk memisahkan biji dengan serabut. Dalam proses pencacahan ini digunakan uap air yang temperaturnya selalu dijaga antara 80 0 -90 0 C. Setelah mengalami pencacahan massa buah dimasukkan ke dalam alat pengempaan (presser) agar minyak keluar dari biji dan fibre. Pada proses pengempaan akan diperoleh minyak kasar, ampas, dan biji. By product yang dihasilkan dari proses ini adalah serat/fiber yang akan dimanfaatkan sebagai sumber energy pada boiler. Sebelum minyak kasar ditampung ke dalam Crude Oil Tank, dilakukan pemisahan kandungan pasir yang dilakukan di dalam vibrating screen, sedangkan ampas dan biji yang masih mengandung minyak di kirim ke Depericarper (pemisahan ampas dan biji). Dalam proses penyaringan kasar, minyak kasar dipompakan ke dalam Decanter untuk memisahkan solid dan liquid. Pada fase cair yang berupa minyak dan air ditampung pada Continuous Settling Tank lalu dikirim ke oil tank, sedangkan pada fase padatan (sludge) yang terdiri dari air dan padatan terlarut ditampung ke dalam Sludge Tank lalu dikirim ke Sludge Separator untuk memisahkan minyaknya.
Baca lebih lanjut

85 Baca lebih lajut

LAPORAN PENGESAHAN LABORA TORIUM OPERASI

LAPORAN PENGESAHAN LABORA TORIUM OPERASI

A. Bagian tube terus menerus ditutupi dengan pembentukkan lapisan film dari kondensat. Dalam hal ini untuk tube vertikal yang digunakan pada HILTON HE steam to water lapisan film kira-kira sama dengan seluruh area keliling tube dan semakin lama akan bertambah bersama dengan aliran kondensat yang menetes meninggalkan tube.

16 Baca lebih lajut

Pengaruh Tekanan Uap dan Waktu Perebusan Terhadap Kehilangan Minyak dan Kadar NOS ( Non- Oil Solid ) pada Air Kondensat di Stasiun Perebusan  dengan Pola Perebusan Sistem Tiga Puncak ( Tripple Peak ) di PTPN III  PKS Rambutan Tebing Tinggi

Pengaruh Tekanan Uap dan Waktu Perebusan Terhadap Kehilangan Minyak dan Kadar NOS ( Non- Oil Solid ) pada Air Kondensat di Stasiun Perebusan dengan Pola Perebusan Sistem Tiga Puncak ( Tripple Peak ) di PTPN III PKS Rambutan Tebing Tinggi

a. Manual, yang kesemuanya kejadian pemasukan uap, pengeluaran uap dan kondensat menggunakan tenaga manusia. Seperti diutarakan diatas bahwa pengaturan uap didasarkan pada kondisi sumber uap dan pemakaian uap. Karena pelaksanaannya membutuhkan kekuatan fisik di operator maka diperlukan 2-3 orang tiap sift untuk kapasitas 30 ton TBS/jam. Dalam pelaksanaan pola perebusan tiga puncak maka keadaan pembukaan dan penutupan kran uap sangat sibuk sehingga sering terlupakan kegiatan- kegiatan yang seharusnya dikerjakan pada pola tiga puncak.

61 Baca lebih lajut

Penentuan Kadar Kehilangan Minyak ( Losis ) Dengan Metode Sokletasi Pada Air Kondensat Ptpn Iii Pabrik Kelapa Sawit Aek Nabara Selatan Chapter III V

Penentuan Kadar Kehilangan Minyak ( Losis ) Dengan Metode Sokletasi Pada Air Kondensat Ptpn Iii Pabrik Kelapa Sawit Aek Nabara Selatan Chapter III V

Jika waktu rebus lebih dari 85 – 95 menit, maka kadar minyak pada TBS akan berkurang sehingga berpengaruh pada minyak produksi dan kadar minyak pada kondensat meningkat. Dan jika waktu perebusan kurang dari 85 menit, maka pematangan buah menjadi tidak sempurna dan minyak produksi yang dihasilkan pun akan lebih sedikit. Kadar minyak yang diperoleh pada hari pertama :2,60%, hari kedua : 1,13%, hari ketiga : 1,04%, dan norma oil losis pada kondensat yang diizinkan seharusnya 0,7%. Losis pada air rebusan di PKS Aek Nabara Selatan sebagian besar disebabkan oleh diameter pipa kondensat yang kecil sehingga jika ada brondolan yang jatuh, besar kemungkinan akan menutup pipa kondensat tersebut hingga tumpat. Dengan tumpatnya pipa kondensat ini, maka level air kondensat dalam rebusan akan naik dan brondolan yang berada pada lori bagian bawah akan tergenang sehingga minyak yang terdapat pada buah akan memar atau nyonyot akan mengalir ke air kondensat tersebut.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pengaruh Waktu, Temperatur Dan Tekanan Terhadap Kehilangan Minyak Pada Air Kondensat Dengan Perebusan Sistem Tiga Puncak Di Pabrik Kelapa Sawit PTPN III Kebun Rambutan Tebing Tinggi

Pengaruh Waktu, Temperatur Dan Tekanan Terhadap Kehilangan Minyak Pada Air Kondensat Dengan Perebusan Sistem Tiga Puncak Di Pabrik Kelapa Sawit PTPN III Kebun Rambutan Tebing Tinggi

Sterilisasi buah dapat menyebabkan penurunan kadar air buah dan inti, yaitu dengan cara penguapan baik saat perebusan maupun saat sebelum pemipilan. Penurunan kandungan air buah menyebabkan penyusutan pada buah sehingga terbentuk rongga- rongga kosong pada perikarp yang mempermudah proses pengempaan. Interaksi penurunan kadar air dan panas dalam buah akan menyebabkan minyak sawit antar sel akan bersatu dan mempunyai viskositas yang rendah sehingga mudah keluar dari dalam sel sewaktu proses pengempaan berlangsung. Perikarp yang mendapat perlakuan panas dan tekanan akan menunjukkan sifat serat mudah lepas. Hal ini meningkatkan efesiensi digester dan polishing drum. Air yang terkandung dalam inti akan menguap melalui mata biji sehingga kernel susut dan proses pemecahan biji akan lebih mudah.
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

STUDI IDENTIFIKASI DAN DESAIN AIR BAKU  (1)

STUDI IDENTIFIKASI DAN DESAIN AIR BAKU (1)

Maksud dilaksanakan pekerjaan ”Studi Identifikasi dan Desain Air Baku di Kabupaten Rote Ndao” adalah melakukan desain pemanfaatan potensi air tanah yang keluar sebagai mata air di Kabupaten Rote Ndao, melalui kegiatan pengukuran, analisis topografi dan perencanaan bangunan penyadap, perpipaan, penampungan dan pemompaan (bila perlu) untuk memenuhi kebutuhan air baku dan irigasi disekitar daerah tersebut.

7 Baca lebih lajut

PENGARUH TEKANAN DAN WAKTU PEREBUSAN TERHADAP KEHILANGAN MINYAK (LOSSES) PADA AIR KONDENSAT DI STASIUN STERILIZER DENGAN SISTEM TIGA PUNCAK (TRIPLE PEAK) DI PABRIK KELAPA SAWIT PTPN IV (Persero) PULU RAJA TUGAS AKHIR - Pengaruh Tekanan dan Waktu Perebusan

PENGARUH TEKANAN DAN WAKTU PEREBUSAN TERHADAP KEHILANGAN MINYAK (LOSSES) PADA AIR KONDENSAT DI STASIUN STERILIZER DENGAN SISTEM TIGA PUNCAK (TRIPLE PEAK) DI PABRIK KELAPA SAWIT PTPN IV (Persero) PULU RAJA TUGAS AKHIR - Pengaruh Tekanan dan Waktu Perebusan

Karya ilmiah ini berjudul “Pengaruh Tekanan dan Waktu Perebusan terhadap Kehilangan Minyak (Losses) pada Air Kondensat di Stasiun Sterilizer dengan Sistem Tiga Puncak (Triple Peak) di Pabrik Kelapa Sawit PTPN IV (Persero) Pulu Raja” adalah merupakan syarat untuk mendapatkan gelar Ahli Madya pada Program Studi D3 Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sumatera Utara.

12 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...