Top PDF Hilangnya nilai nilai pancasila dalam

Hilangnya nilai   nilai pancasila dalam

Hilangnya nilai nilai pancasila dalam

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian tenggang rasa adalah dapat (ikut) menghargai (menghormati) perasaan orang lain. Dalam Pancasila sila kedua “Kemanusiaan yang adil dan beradab”, terlihat jelas bahwa Pancasila mengajarkan kita untuk memiliki sikap tenggang rasa. Tenggang rasa adalah sikap dimana kita mampu untuk menghargai dan menghormati orang lain yang berbeda dengan kita. Baik dalam segi pendapat, kepercayaan, suku dan bahasa. Sikap tenggang rasa adalah sikap yang sangat penting untuk dimiliki. Namun sayangnya, keadaan saat ini berbanding terbalik dengan nilai-nilai Pancasila ini. Terlihat jelas bagaimana tenggang rasa amat sulit ditemukan di masyarakat kita. Banyak kita temui kejadian-kejadian yang tidak mencerminkan sikap tenggang rasa. Contoh kecilnya dalam kehidupan beragama. Ketika ada kegiatan beribadah baik yang muslim atau non-muslim, sering kali kita temukan orang-orang yang mengendarai sepeda motor lewat di depan rumah peribadatan dengan suara motor yang memekakkan telinga. Hal ini tentunya sangat mengganggu dan tidak menunjukkan sikap menghormati antar sesama.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Implementasi Nilai Nilai Pancasila Untuk

Implementasi Nilai Nilai Pancasila Untuk

Bagi kita di Indonesia tidak boleh ada sikap dan perbuatan yang anti ketuhanan yang Maha Esa, serta anti kehidupan beragama. Sebagai sila pertama menjadi sumber pokok nilai-nilai kehidupan, yang menjiwai dan mendasari serta membimbing perwujudan kemanusiaan yang adil dan beradab, penggalangan persatuan Indonesia yang telah membentuk negara RI yang berdaulat penuh, bersifat kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Hakekat pengertian nilai-nilai diatas sesuai dengan Pernyataan dalam Pembukaan UUD 1945 yaitu keyakinan atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa. Dalam sila pertama ini tercakup nilai religi yang mengatur hubungan negara dan agama, hubungan manusia dengan Sang Pencipta, serta nilai yang menyangkut hak asasi yang paling asasi.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Nilai nilai pancasila dalam keperawatan (7)

Nilai nilai pancasila dalam keperawatan (7)

Perjuangandalam memperebutkan kemerdekaan tak jua lepas dari nilai Pancasila. Sejak zamanpenjajahan hingga sekarang, kita selalu menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila tersebut.Indonesia hidup di dalam berbagai macam keberagaman, baik itu suku, bangsa, budayadan agama. Dari ke semuanya itu, Indonesia berdiri dalam suatu keutuhan.

10 Baca lebih lajut

PENERAPAN NILAI NILAI PANCASILA yang pdf

PENERAPAN NILAI NILAI PANCASILA yang pdf

Kesimpulan  Pancasila merupakan dasar dari segala aspek dalam Negara Indonesia  Penerapan nilai-nilai Pancasila telah berlangsung dari zaman dahulu kala zaman kerajaan-kerajaan di In[r]

25 Baca lebih lajut

INTERNALISASI NILAI NILAI PANCASILA SEBA

INTERNALISASI NILAI NILAI PANCASILA SEBA

Secara yuridis maka dasar urgensitas internalisasi nilai-nilai Pancasila melalui pemberlakuan konsep pendidikan karakter dan budaya bangsa di letakkan pada aspek kebijakan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Mengacu pada ketentuan hukum maka Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat meletakkan cita-cita luhurnya dalam bernegara di dalam alinea ke empat UUD NRI Tahun 1945 yang berbunyi:“Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”. 13
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

ANALISIS NILAI NILAI PANCASILA DAN WAWAS

ANALISIS NILAI NILAI PANCASILA DAN WAWAS

Wawasan nusantara adalah sikap dan cara pandang warga negara Indonesia yang didasarkan pada UUD 1945 dan Pancasila. Dalam menjalankan wawasan nusantara, diutamakan untuk memenuhi kesatuan wilayah dan menghargai perbedaan yang ada untuk mencapai tujuan nasional. Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki banyak daerah bahkan pulau yang masih belum berpenghuni. Banyaknya suku bangsa dan kebudayaan yang berbeda membuat negara Indonesia kaya dengan beragam asetnya. Perbedaan ini menjadikan Indonesia sebagai negara yang luas dan memiliki banyak keragaman.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pengaruh Nilai nilai Pancasila dan Ajara

Pengaruh Nilai nilai Pancasila dan Ajara

Pada tanggal 1 Juni 1945 dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia, Ir. Soekarno mengusulkan agar dasar Negara Indonesia merdeka diberi nama Pancasila. Dengan demikian dapatlah dimengerti, bahwa dasar Negara kita Pancasila bukanlah lahir pada tanggal 1 Juni 1945; dan kiranya lebih tepat dikatakan, bahwa tanggal 1 Juni 1945 adalah “hari lahir” istilah Pancasila sebagai nama Dasar Negara kita, yang kemudian diterima dan disahkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang merupakan penjelmaan atau wakil-wakil dari seluruh Bangsa Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945. Jadi telah cukup jelas, bahwa Pancasila yang dimaksud di sini adalah lima dasar Negara Indonesia sebagaimana yang tercantum didalam pembukaan UUD 1945 alinea ke empat, yang berbunyi sebagai berikut :
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Revitalisasi Nilai nilai Pancasila Pengg

Revitalisasi Nilai nilai Pancasila Pengg

Namun ditengah-tengah kuatnya arus globalisasi, memunculkan asumsi bahwa proses globalisasi akan membuat dunia menjadi seragam, menghapus identitas dan jati diri masyarakat setempat. Kebudayaan lokal atau etnis atau tepatnya lagi nilai-niai kearifan lokal akan ditelan oleh kekuatan budaya besar atau kekuatan budaya global. Dan disini kedudukan pancasila sebagai idelogi terbuka, sebuah ideologi yang tidak menutup diri terhadap tantangan global. Dan tantangan globalisasi itu akan menjadi suatu hal yang positif jika bangsa Indonesia mampu memelihara identitasnya yang majemuk dalam komitmen persatuan nasional dan di sisi lain bisa beradaptasi sehingga mampu bersaing diantara bangsa-bangsa lain yang memiliki identitas budaya yang belum tentu cocok dengan bangsa Indonesia.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

INTERNALISASI NILAI NILAI PANCASILA DALA

INTERNALISASI NILAI NILAI PANCASILA DALA

Pancasila dilahirkan dari himpitan dua ideology besar yang saat itu menguasai dunia. Ibarat bayi yang baru lahir, Pancasila harus menghadapi dua raksasa yang sudah memiliki segalanya: kekuasaan, senjata, modal, dan tentu saja pasukan. Akan tetapi bayi Pancasila ini kemudian bertumbuh dan akhirnya menjadi semakin besar. Dan mulai diperhitungkan dalam percaturan ideology dunia. Dua ideologi tersebut adalah kapitalisme dan sosialisme, dua ideology yang membawa kekuatannya masing-masing. Saling bertentangan. Bangsa Indonesia melalui para pendiri bangsa sadar benar bahwa ada kekuatan lain yang harus menjadi penyeimbang diantara keduanya. Agar dua kekuatan tersebut tidak berlanjut pada pertarungan fisikyang saat itu sudah diujung tanduk.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

MAKALAH NILAI NILAI PANCASILA DALAM KERU

MAKALAH NILAI NILAI PANCASILA DALAM KERU

satu agama, tidak pula memperkenankan pemisahan negara dari agama, apalagi sampai mengakui tidak tunduk pada agama manapun. Negara Pancasila mendorong dan memfasilitasi semua penduduk untuk tunduk pada agamanya. Penerapan hukum-hukum agama secara utuh dalam negara Pancasila adalah dimungkinkan. Semangat pluralisme dan ketuhanan yang dikandung Pancasila telah siap mengadopsi kemungkinan itu. Tak perlu ada ketakutan ataupun kecemburuan apapun, karena hukum-hukum agama hanya berlaku pada pemeluknya. Penerapan konsep negara agama-agama akan menghapus superioritas satu agama atas agama lainnya. Tak ada lagi asumsi mayoritas – minoritas. Bahkan pemeluk agama dapat hidup berdampingan secara damai dan sederajat. Adopsi hukum-hukum agama dalam negara Pancasila akan menjamin kelestarian dasar negara Pancasila, prinsip Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENGGALIAN NILAI NILAI PANCASILA PADA MA

PENGGALIAN NILAI NILAI PANCASILA PADA MA

Perancangan lambang negara dimulai pada Desember 1949, beberapa hari setelah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia Serikat oleh Belanda. Kemudian pada tanggal 10 Januari 1950, dibentuklah Panitia Lencana Negara yang bertugas menyeleksi usulan lambang negara. Dari berbagai usul lambang negara yang diajukan ke panitia tersebut, rancangan karya Sultan Hamid II lah yang diterima. Sultan Hamid II (1913–1978) yang bernama lengkap Syarif Abdul Hamid Alkadrie merupakan sultan dari Kesultanan Pontianak, yang pernah menjabat sebagai Gubernur Daerah Istimewa Kalimantan Barat dan juga Menteri Negara Zonder Portofolio pada era Republik Indonesia Serikat. Dalam rancangannya yang pertama masih menampilkan bentuk tradisional garuda dengan tangan dan berbahu manusiayang memegang perisai dan dianggap terlalu bersifat mitologis. Sultan Hamid II kembali mengajukan rancangan gambar lambang negara yang telah disempurnakan berdasarkan aspirasi yang berkembang, sehingga tercipta bentuk Rajawali-Garuda Pancasila. Ketika itu gambar bentuk kepala Rajawali Garuda Pancasila masih "gundul" dan tidak berjambul seperti bentuk sekarang ini. Soekarno terus memperbaiki bentuk Garuda Pancasila. Pada tanggal 20 Maret 1950 Soekarno memerintahkan pelukis istana, Dullah, melukis kembali rancangan tersebut; setelah sebelumnya diperbaiki antara lain penambahan "jambul" pada kepala Garuda Pancasila, serta mengubah posisi cakar kaki yang mencengkram pita dari semula di belakang pita menjadi di depan pita, atas masukan Presiden Soekarno. Dipercaya bahwa alasan Soekarno menambahkan jambul karena kepala Garuda gundul dianggap terlalu mirip dengan Bald Eagle (Lambang Negara Amerika Serikat).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Nilai Nilai Pancasila pada Masa Kerajaan

Nilai Nilai Pancasila pada Masa Kerajaan

Kerajaan Sriwijaya berdiri pada abad ke VII, di bawah kekuasaan Wangsa Sailendra dikenal sebagai Kerajaan Maritim yang mengadakan jalur perhubungan laut. Sistem perdagangan telah diatur dengan baik, supaya rakyat mengalami kemudahan dalam pemasarannya. Selain itu juga sudah ada badan yang bertugas mengurus pajak, harta benda kerajaan, kerohaniawan yang menjadi pengawas teknis pembangunan dan patung-patung suci sehingga kerajaan dapat menjalakan sistem negaranya dengan nilai-nilai ketuhanan.

8 Baca lebih lajut

NILAI NILAI PANCASILA DALAM UUD 1945

NILAI NILAI PANCASILA DALAM UUD 1945

Pasal 7A  Presiden dan/atau Wakil Presiden dapat diberhentikan dalam masa jabatannya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat atas usul Dewan Perwakilan Rakyat, baik apabila terbukti telah [r]

13 Baca lebih lajut

MAKALAH PENDIDIKAN PANCASILA NILAI NILAI

MAKALAH PENDIDIKAN PANCASILA NILAI NILAI

Sebuah filsafat politik yang mendukung nilai-nilai tradisional. Istilah ini berasal dari kata dalam bahasa latin, conservāre, melestarikan; "menjaga, memelihara, mengamalkan". Karena berbagai budaya memiliki nilai-nilai yang mapan dan berbeda-beda, kaum konservatif di berbagai kebudayaan mempunyai tujuan yang berbeda-beda pula.Sebagian pihak konservatif berusaha melestarikan status quo, sementara yang lainnya berusaha kembali kepada nilai-nilai dari zaman yang lampau, the status quo ante.

45 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI NILAI NILAI PANCASILA DALAM (1)

IMPLEMENTASI NILAI NILAI PANCASILA DALAM (1)

Secara Filosofis bangsa Indonesia sebelum mendirikan negara adalah sebagai bangsa yang berketuhanan dan berkemanusiaan, hal ini berdasarkan kenyataan obyektif bahwa manusia adalah mahluk Tuhan YME. Setiap aspek penyelenggaraan negara harus bersumber pada nilai-nilai Pancasila termasuk sistem peraturan perundang-undangan di Indonesia. Oleh karena itu dalam realisasi kenegaraan termasuk dalam proses reformasi dewasa ini merupakan suatu keharusan bahwa Pancasila merupakan sumber nilai dalam pelaksanaan kenegaraan, baik dalam pembangunan nasional, ekonomi, politik, hukum, sosial budaya, maupun pertahanan keamanan.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Contoh Makalah Nilai Nilai Pancasila

Contoh Makalah Nilai Nilai Pancasila

Bangsa dan negara Indonesia terdiri dari berbagai macam unsur yang membentuknya yaitu suku bangsa, kepulauan, kebudayaan golongan serta agama yang secara keseluruhan merupakan suatu kesatuaan. Setelah melalui proses yang cukup panjang dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia menemukan jat dirinya, yang didalamnya tersimpul ciri khas, sifat dan karakter bangsa yang berbeda dengan bangsa lain, kemudian oleh para pendiri negara kita dirumuskan dalam satu rumusan yang sederhana namun mendalam, yaitu Pancasila.

20 Baca lebih lajut

A. Nilai nilai Dalam Pancasila

A. Nilai nilai Dalam Pancasila

Pancasila kurang efektif untuk memperjuangkan pencapaian masyarakat adil dan makmur yang diidamkan seluruh bangsa Indonesia) diperlukan usaha bersama yang tak kenal lelah guna menghayati Pancasila sebagai warisan budaya bangsa yang bernilai luhur, suatu sistem filsafat yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama, bersifat normatif dan ideal, sehingga pengamalannya merupakan tuntutan batin dan nalar setiap manusia Indonesia. Dari berbagai kenyataan di atas timbul berbagai pertanyaan, apakah pancasila sudah tidak cocok lagi dalam kehidupan masyarakat Indonesia, kalau pancasila masih cocok di Indonesia, dalam hal ini siapa yang salah, bagaimana membangun Indonesia yang lebih baik sehingga sesuai dengan cita-cita para pendiri bangsa.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

pancasila nilai nilai dalam TPA

pancasila nilai nilai dalam TPA

Nilai adalah “Value” (bhs. Inggris) termasuk bidang kajian filsafat. Persoalan-persoalan tentang nilai dibahas dan dipelajari salah satu cabang filsafat yaitu Filsafat Nilai (Axiology, Theory of Value). Filsafat sering juga diartikan sebagai ilmu tentang nilai-nilai. Istilah nilai di dalam bidang filsafa dipakai untuk menunjuk kata benda abstrak yang artinya “keberhargaan” (Worth) atau ‘kebaikan’ (goodness), dan kata kerja yang artinya suatu tindakan kejiwaan tertentu dalam menilai atau melakukan penilaian (Prof. DR. Kaelan, M.S, 2012: 80). Di dalam nilai itu sendiri terkandung cita- cita, harapan-harapan, dambaan-dambaan dan kehausan. Maka apabila kita berbicara tentang nilai, sebenarnya kita berbicara tentang hal yang ideal, tentang hal yang merupakan cita-cita, harapan dambaan dan keharusan (Kodhi, 1989: 21).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

INPLEMENTASI NILAI NILAI PANCASILA DALAM

INPLEMENTASI NILAI NILAI PANCASILA DALAM

ABSTRAK: Menyadari bahwa untuk kelestarian kemampuan dan kesaktian Pancasila itu, perlu diusahakan secara nyata dan terus menerus penghayatan dan pengamalan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya oleh setiap warga negara Indonesia, setiap penyelenggara negara serta setiap lembaga kenegaraan dan lembaga kemasyarakatan, baik di pusat maupun di daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui arti Pancasila sebenarnya dan untuk mengetahui implementasi nilai- nilai pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. Pancasila sebagai dasar Negara dan mendasarkan diri pada hakikat nilai kemanusiaan monopluralis maka pertahanan dan keamanan negara harus dikembalikan pada tercapainya harkat dan martabat manusia sebagai pendukung pokok negara. Dasar-dasar kemanusiaan yang beradab merupakan basis moralitas pertahanan dan keamanan negara. Oleh karena itu pertahanan dan keamanan negara harus mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam sila-sila pancasila.Dan akhirnya agar benar-benar negara meletakan pada fungsi yang sebenarnya sebagai suatu negara hukum dan bukannya suatu negara yang berdasarkan atas kekuasaan.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENERAPAN NILAI NILAI PANCASILA DALAM KE

PENERAPAN NILAI NILAI PANCASILA DALAM KE

Sangat disesalkan mengingat sampai sekarang, belum terlihat jelas upaya mewujudkan nilai-nilai dalam sila-sila Pancasila secara sungguh-sungguh dan tidak pernah sepenuh hati dilaksanakan secara konkret. Jangankan dilaksanakan dengan kesungguhan, keinginan membicarakannya saja cenderung ditinggalkan belakangan ini, Pancasila terkesan seperti ditelantarkan. Eksistensi negara-bangsa Indonesia yang pluralistik terancam tamat jika dasar negara dan konstitusi tidak dijadikan ukuran dan acuan dalam berpikir serta berprilaku sebagai warga negara. (Rikard Bangun-2011)
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...