Top PDF Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Diare adalah pengeluaran feses yang tidak nomal dan cair. Atau buang air besar yang tidak normal dan berbentuk cair dengan frekuensi lebih banyak dari biasanya. Bisa di artikan diare adalah sebuah penyakit dimana tinja atau feses berubah menjadi lembek atau cairan yang biasanya terjadi paling sedikit tiga kali dalam 24 jam. kematian balita, dan juga membunuh lebih dari normal frekuensi buang air besar pada bayi usia 0- 6 bulan adalah 1- 7 kali atau bahkan hanya 1 - 2 kali dalam sehari. Bayi usia 0 -6 bulan (Non Asi) adalah sehari 3 - 4 kali atau sampai hanya 1 - 2 kali dalam sehari. Usia di atas 6 bulan Biasanya 3- 4 kali dalam sehari sama seperti orang dewasa. jika frekuensi orang BAB bayi masih dalam rentang di atas berarti normal dengan catatan tidak di sertai penurunan berat badan atau gejala lain. Oleh karena itu, Penyakit diare biasanya berlangsung beberapa hari, dan akan hilang tanpa pengobatan. Akan tetapi adapula penyakit diare yang berlangsung selama berminggu 2,atau lebih. Atas dasar itulah penyakit diare digolongkan menjadi diare akut dan diare kronis (Nanny, 2011)
Baca lebih lanjut

63 Baca lebih lajut

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Nama saya Dewi Harahap, sedang menjalani pendidikan di program D- IV Bidan pendidik Fakultas Keperawatan USU.Saya sedang melakukan penelitian yang berjudul “ Hubungan Pengetahuan Dan Perilaku Hidup Bersih Dan sehat ( PHBS) Terhadap Kejadian Diare Pada Balita

5 Baca lebih lajut

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari uju Statistik Chi squaer memperoleh nilai p = 0,001 dapat di simpulkan bahwa ada hubungan signifikan antara pengetahuan Ibu dengan kejadian Diare pada balita di Desa Marindal. Hasil uju statistikChi Squaer memperoleh nilai p = 0,001 dapat di simpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) dengan kejadian Diare pada balita di Desa Marindal

2 Baca lebih lajut

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari uju Statistik Chi squaer memperoleh nilai p = 0,001 dapat di simpulkan bahwa ada hubungan signifikan antara pengetahuan Ibu dengan kejadian Diare pada balita di Desa Marindal. Hasil uju statistikChi Squaer memperoleh nilai p = 0,001 dapat di simpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) dengan kejadian Diare pada balita di Desa Marindal

11 Baca lebih lajut

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah ada hubungan pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat dengan kejadian diare pada balita usia 1 – 5 tahun di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang tahun 2015?

5 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI POSYANDU DUSUN KETANGI DESA BANYUSOCO KECAMATAN PLAYEN KABUPATEN GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA

HUBUNGAN ANTARA PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI POSYANDU DUSUN KETANGI DESA BANYUSOCO KECAMATAN PLAYEN KABUPATEN GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA

Penilaian Perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat di Posyandu Dusun Ketangi Desa Banyusoco dengan menggunakan kuesioner yang mencakup 8 indikator PHBS seperti : mengkonsumsi buah dan sayur, ASI Eksklusif, pengelolaan Sampah dan pemberantasan jentik nyamuk, melakukan aktifitas fisik setiap hari, penggunaan jamban sehat, penggunaan air bersih, mencuci tangan dengan sabun, dan menimbang balita setiap bulan. Penilaian perilaku hidup bersih dan sehat diukur dengan menggunakan skala ordinal. Check List ini berbentuk 24 perntanyaan dengan jawaban “ya” dan “tidak”. Jawaban “ya” bila sesuai dengan pertanyaan yang diberikan dan jawaban “tidak” untuk sebaliknya. Coding untuk jawaban “ya” adalah 1 dan 0 untuk jawaban “tidak”. Hasil dari pengkajian PHBS akan dikelompokkan dalam kategori sebagai berikut (Arikunto, 1988 cit Wantiyah, 2004):
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Prosedur penelitian suatu pendekatan praktek, Jakarta : Rineka Cipta Arikunto, 2007.. Pedoman pelaksanaan p;rogram P2 Diare.[r]

1 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA IBU DENGAN KEJADIAN DIARE BALITA UMUR 2-5 TAHUN DI DUSUN SEMBUNGAN BANGUNJIWO KASIHAN BANTUL TAHUN 2015 NASKAH PUBLIKASI - Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Ibu dengan Kejadian Diare

HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA IBU DENGAN KEJADIAN DIARE BALITA UMUR 2-5 TAHUN DI DUSUN SEMBUNGAN BANGUNJIWO KASIHAN BANTUL TAHUN 2015 NASKAH PUBLIKASI - Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Ibu dengan Kejadian Diare

Dari hasil penelitian yang dilakukan PHBS pada ibu memiliki perilaku positif mayoritas berpendidikan SMA sehingga lebih cepat menerima informasi atau pesan-pesan kesehatan yang mengubah pemikiran dan persepsi mereka untuk meningkatkan derajat kesehatan yang lebih baik sehingga dapat mempengaruhi perilaku akan pola hidup terutama dalam memotivasi untuk sikap serta peran ibu dalam perilaku.

13 Baca lebih lajut

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Merupakan salah satu penyakit yang berbasis lingkungan.Dua faktor yang dominan,yaitu sarana air bersih, dan pembuangan tinja akan bereaksi dengan perilaku manusia, apabila faktor lingkungan tidak sehat akan tercemar kuman diare serta berakumulasi dengan perilaku tidak sehat pula yaitu melalui makanan dan minuman, yang dapt menimbulkan kejadian diare pada balita.

17 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI DESA KEMBARAN DAN DESA LINGGASARI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEMBARAN I KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2015 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagai Syarat Mencapai Derajat

HUBUNGAN ANTARA PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI DESA KEMBARAN DAN DESA LINGGASARI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEMBARAN I KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2015 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagai Syarat Mencapai Derajat

PHBS adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, yang menjadikan seseorang, keluarga, kelompok atau masyarakat mampu menolong dirinya sendiri (mandiri) di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat (Kemenkes RI, 2011). PHBS di tatanan rumah tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar sadar, mau dan mampu melakukan PHBS untuk memelihara dan meningkatkan kesehatannya, mencegah resiko terjadinya penyakit dan melindungi diri dari ancaman penyakit serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat (Depkes RI, 2009).
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan Kejadian Diare di Desa Pardede Onan Kecamatan Balige Tahun 2011

Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan Kejadian Diare di Desa Pardede Onan Kecamatan Balige Tahun 2011

yang belum memiliki jamban sehat. Jenis jamban tidak sehat yaitu jenis jamban tanpa tangki septik atau jamban cemplung dan rumah yang tidak memiliki jamban sehingga bila buang air besar mereka pergi ke sungai. Jenis tempat pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat kesehatan, akan berdampak pada banyaknya lalat. Tinja yang dibuang di tempat terbuka dapat digunakan oleh lalat untuk bertelur dan berkembang biak. Lalat berperan dalam penularan penyakit melalui tinja (faecal borne disease), lalat senang menempatkan telurnya pada kotoran manusia yang terbuka, kemudian lalat tersebut hinggap di kotoran manusia dan hinggap pada makanan manusia. Masih ada sebagian masyarakat yang belum memiliki jamban pribadi, sehingga apabila mereka buang air besar mereka menumpang di jamban tetangga, buang air besar di sungai dekat rumah atau buang air besar di jamban cemplung yang ada di kebun dekat rumah. Bila dilihat dari perilaku ibu, masih ada sebagian ibu yang tidak membuang tinja balita dengan benar, mereka membuang tinja balita ke sungai, ke kebun atau pekarangan. Mereka beranggapan bahwa tinja balita tidak berbahaya.
Baca lebih lanjut

125 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) RUMAH   TANGGA  DENGAN   KEJADIAN  DIARE   HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) RUMAH TANGGA DENGAN KEJADIAN DIARE DI DUSUN GROBOGAN DESA MUSUK WILAYAH PUSKESMAS SAMBIREJO KABUPATEN SRAGEN.

HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) RUMAH TANGGA DENGAN KEJADIAN DIARE HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) RUMAH TANGGA DENGAN KEJADIAN DIARE DI DUSUN GROBOGAN DESA MUSUK WILAYAH PUSKESMAS SAMBIREJO KABUPATEN SRAGEN.

World Health Organization (WHO) pada tahun 2004 menyatakan bahwa diare penyebab nomor satu kematian balita di dunia, dan UNICEF melaporkan setiap detik satu anak meninggal karena diare. Hal ini banyak terjadi di negara- negara berkembang seperti Indonesia karena buruknya perilaku higiene perorangan dan sanitasi masyarakat yang dipengaruhi oleh rendahnya tingkat sosial, ekonomi dan pendidikan. Pada bulan Oktober 2010 kejadian diare di dusun Grobogan Desa Musuk meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Kejadian diare di dukuh Grobogan terjadi pada semua umur, tetapi paling banyak menyerang umur 14 tahun sampai 24 tahun. Hasil observasi awal di dusun Grobogan desa Musuk, menunjukkan terdapat beberapa masyarakat yang memiliki perilaku PHBS yang buruk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah hubungan antara perilaku hidup bersih dan sehat dengan kejadian diare pada masyarakat di dusun Grobogan desa Musuk wilayah kerja Puskesmas Sambirejo Sragen. Metode penelitian ini merupakan penelitian correlational dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah keluarga yang tinggal di Dusun Grobogan, Desa Musuk wilayah kerja Puskesmas Sambirejo Kabupaten Sragen. Sampel penelitian sejumlah 98 masyarakat dengan teknik proporsional random sampling. Instrumen penelitian adalah checklist perilaku dan kuesioner kejadian diare. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perilaku PHBS responden sebagian besar adalah cukup baik, (2) sebagian besar penduduk di Grobogan, Desa Musuk, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen adalah tidak terjadi diare, dan (3) ada hubungan antara perilaku PHBS dengan kejadian diare di Dusun Grobogan, Desa Musuk, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Perilaku Ibu Terhadap Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Boloh Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan.

PENDAHULUAN Hubungan Perilaku Ibu Terhadap Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Boloh Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan.

Desa Boloh merupakan salah satu Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan mempunyai penduduk 2990 jiwa dari semua umur. Desa Boloh di dapatkan setiap tahunnya mengalami peningkatan, terbukti pada tahun 2013 penyakit diare menyerang kelompok semua umur sebesar 260 kasus, dan menurut kategori umur di kurang dari satu tahun atau bayi mencapai 100 kasus diare dan umur satu sampai lima tahun mencapai 125 kasus. Dan pada tahun 2014 penderita diare dari kelompok semua umur mencapai 320 kasus, dan menurut kategori umur kurang dari satu tahun atau bayi mencapai 150 kasus dan usia satu sampai lima tahun atau balita mencapai 160 kasus (Data Puskesmas Boloh 2015) .
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Pengaruh Stategi Promosi Kesehatan Terhadap Tingkat Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Pada Tatanan Rumah Tangga DI Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Pengaruh Stategi Promosi Kesehatan Terhadap Tingkat Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Pada Tatanan Rumah Tangga DI Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Pengetahuan adalah merupakan hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah seseorang melakukan penginderaan terhadap sutu objek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia, yakni melalui mata dan telinga. Ada 6 tingkatan pengetahuan yang tercakup dalam ranah kognitif ini, yaitu: (1). Tahu (know), diartikan hanya sebagai recall (memanggil) memori yang telah ada sebelumnya setelah mengamati sesuatu; (2). Memahami (comprehension), artinya seseorang itu telah dapat mengenterpretasikan secara benar tentang objek yang diketahui tersebut; (3).Aplikasi (application), diartikan apabila orang yang telah memahami objek yang dimaksud dapat menggunakan atau mengaplikasikan prinsip yang diketahuinya pada situasi yang lain; (4). Analisis (analysis),adalah kemampuan seseorang untuk menjabarkan dan/ atau memisahkan , kemudian mencari hubungan antara komponen- komponen yang terdapat dalam suatu masalah atau objek yang diketahui; (5). Sintesis (synthesis), menunjukkan kemampuan seseorang untuk merangkum atau meletakkan
Baca lebih lanjut

108 Baca lebih lajut

DAFTAR  PUSTAKA  Hubungan Perilaku Ibu Terhadap Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Boloh Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan.

DAFTAR PUSTAKA Hubungan Perilaku Ibu Terhadap Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Boloh Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan.

Dewi, D. 2012. Pengaruh Kelompok Pendukung (KP) Ibu Terhadap Pengetahuan Dan Perilaku Ibu Dalam Pemberian ASI Dan MP, ASI, Serta Status Gizi Balita 6-24 Bulan. Tesis Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Program Pasca Sarjanah Fakultas Kedokteran Universitan Gajah Mada Jogjakarta.

4 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERILAKU IBU TERHADAP HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH  Hubungan Perilaku Ibu Terhadap Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Boloh Kecamatan Toroh Kabu

HUBUNGAN PERILAKU IBU TERHADAP HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH Hubungan Perilaku Ibu Terhadap Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Boloh Kecamatan Toroh Kabu

Latar Belakang : Kejadian diare di seluruh dunia masih cukup tinggi. Penduduk desa Boloh belum semuanya menerapkan PHBS dan setiap tahunnya mengalami peningkatan penyakit diare yang menyerang semua kelompok umur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan PHBS dengan kejadian diare pada balita. Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian Observasional analitik yang menggunakan rancangan Cross Sectional yang di laksanakan pada tanggal 21 Desember 2015 di Wilayah Kerja Boloh Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan. Populasi penelitian adalah semua ibu yang mempunyai balita usia 2 bulan – 5 tahun yang berjumlah 50 orang. Sedangkan pengambilan sampel menggunakan Cuplikan Probability Sample, dengan teknik Cluster Random Sampling.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN SUMBER AIR DAN KEBIASAAN PHBS (PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT) DENGAN KEJADIAN DIARE DI DESA SAWAHAN KECAMATAN NGEMPLAK KABUPATEN BOYOLALI TAHUN 2008.

HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN SUMBER AIR DAN KEBIASAAN PHBS (PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT) DENGAN KEJADIAN DIARE DI DESA SAWAHAN KECAMATAN NGEMPLAK KABUPATEN BOYOLALI TAHUN 2008.

Penyakit diare masih menjadi penyebab kematian balita (bayi di bawah lima tahun) terbesar di dunia. Menurut catatan United Nations Children federation (UNICEF), setiap detik satu balita meninggal karena diare. Diare seringkali dianggap sebagai penyakit biasa, padahal di tingkat global dan nasional fakta menunjukkan sebaliknya. Menurut catatan World Health Organization (WHO), diare membunuh dua juta anak di dunia setiap tahun. Di negara maju walaupun sudah terjadi perbaikan kesehatan dan ekonomi masyarakat, akan tetapi kasus diare masih tetap tinggi dan masih menjadi masalah. Tingginya kejadian diare di negara barat dikarenakan oleh foodborne infections dan waterborne infections yang disebabkan oleh bakteri Salmonella spp, Campylobacter jejuni, Stafilococcus aureus, Bacillus cereus, Clostridium perfringens dan Enterohemorrhagic Escherichia coli (EHEC) (Amiruddin, 2007).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN  SEHAT DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA USIA 12  Hubungan Antara Status Gizi Dan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 12 – 24 Bulan Di Wilayah Puskesmas Colomadu

HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA USIA 12 Hubungan Antara Status Gizi Dan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 12 – 24 Bulan Di Wilayah Puskesmas Colomadu

Metode penelitian : Penelitian ini menggunakan rancangan studi cross sectional di posyandu wilayah Colomadu 1. Total sampel pada penelitian ini sebanyak 45 responden yang diambil dengan teknik Simple Random Sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner kejadian diare dan PHBS. Analisis menggunakan uji statistic Rank Spearman’s.

18 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) RUMAH TANGGA DAN STATUS KESEHATAN DENGAN KEJADIAN GIZI  Hubungan antara Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Rumah Tangga dan Status Kesehatan dengan Kejadian Gizi Kurang pada Balita di Kelurahan Bu

HUBUNGAN ANTARA PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) RUMAH TANGGA DAN STATUS KESEHATAN DENGAN KEJADIAN GIZI Hubungan antara Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Rumah Tangga dan Status Kesehatan dengan Kejadian Gizi Kurang pada Balita di Kelurahan Bu

Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah observasional dengan desain penelitian cross sectional. Sampel yang diteliti sebanyak 47 balita yang berusia 24-60 bulan. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling. Cara pengambilan data PHBS dan status kesehatan dengan pengisian kuesioner oleh responden atau ibu balita sedangkan data berat badan balita diperoleh saat penimbangan di Posyandu. Analisis penelitian ini menggunakan uji Chi Square. Hasil: Berdasarkan hasil analisis diketahui balita yang berstatus gizi normal sebanyak 55,3% dan gizi kurang sebanyak 44,7%. PHBS responden sebagian besar tergolong pada Sehat Mandiri 46,8% dan paling rendah pada kategori Sehat Purnama 25,5%. Kategori balita yang pernah sakit 80,9% dan tidak pernah sakit 19,1% sedangkan balita yang lama hari sakit tinggi 53,2% dan lama hari sakit rendah 27,7%.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Efektivitas Penambahan Biodekstran dalam Menurunkan Kadar Biological Oxygen Demand (BOD) pada Air Limbah Pabrik Tahu di Kelurahan Sari Rejo Kecamatan Medan Polonia Tahun 2016

Efektivitas Penambahan Biodekstran dalam Menurunkan Kadar Biological Oxygen Demand (BOD) pada Air Limbah Pabrik Tahu di Kelurahan Sari Rejo Kecamatan Medan Polonia Tahun 2016

Muhajir, M.S. 2013. Penurunan Limbah Cair BOD dan COD pada Industri Tahu Menggunakan Tanaman Cattail (Typha Angusti Folin) dengan Sistem Constructed Wetland. Skripsi Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UNS. Semarang.

2 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...