Top PDF Istoria Konsep Pemikiran Ki Hajar Dewantara 1

BAB IV KONSEP KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU MENURUT PEMIKIRAN KH. HASYIM ASY’ARI DAN KI HAJAR DEWANTARA DAN RELEVANSINYA TERHADAP PENDIDIKAN DI INDONESIA A. Perbedaan dan Persamaan Konsep Kompetensi Kepribadian Guru Menurut KH. Hasyim Asy’ari dan Ki Hajar D

BAB IV KONSEP KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU MENURUT PEMIKIRAN KH. HASYIM ASY’ARI DAN KI HAJAR DEWANTARA DAN RELEVANSINYA TERHADAP PENDIDIKAN DI INDONESIA A. Perbedaan dan Persamaan Konsep Kompetensi Kepribadian Guru Menurut KH. Hasyim Asy’ari dan Ki Hajar D

Adapun Ki Hajar pemikirannya banyak dipengaruhi oleh pendapat pendidikan barat dan juga falsafah kehidupan jawa. Seperti contoh kritik Ki Hajar terhadap pendidikan barat (Belanda) yang menerapkan sistem regering, (perintah) tucht (hukuman) dan orde (ketertiban). Menurut Ki Hajar pendidikan dengan model ini tidak baik untuk batin anak karena akan merusak kejiwaan anak. Anak akan melaksanakan perintah tapi karena terpaksa. Hal demikian menurutnya merupakan perkosaan terhadap jiwa anak. 35 Pendidikan pada hakikatnya diartikan sebagai daya upaya dengan sengaja (bewust) untuk memajukan hidup, tumbuhnya budi pekerti (rasa, pikiran, roh) dan badan anak dengan jalan pengajaran, teladan dan pembiasaan (learning, voobleeld en gewenning) jangan disertai perintah
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

ANALISIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA KONSEP TRIKON DAN RELEVANSINYA TERHADAP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (Kajian Pemikiran Ki Hajar Dewantara) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Kewajiban dan Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd)

ANALISIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA KONSEP TRIKON DAN RELEVANSINYA TERHADAP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (Kajian Pemikiran Ki Hajar Dewantara) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Kewajiban dan Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd)

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis nilai-nilai pendidikan karakter pada konsep Trikon (2) mengetahui relevansi antara konsep Trikon terhadap Pendidikan Agama Islam (PAI). Jenis penelitian ini adalah penelitian studi pustaka (library research) dengan menggali pemikiran-pemikiran Ki Hajar Dewantara melalui data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan membaca literatur-literatur yang memiliki informasi serta relevan dengan topik penelitian ini. Adapun literatur tersebut berupa jurnal, laporan hasil penelitian, surat kabar, buku dan sebagainya. Referensi tersebut kemudian diolah dengan metode Content Analysis (analisis isi) yang menekankan pada isi atau pesan yang dibangun secara objektif, sistematis dan generalisasi.
Baca lebih lanjut

144 Baca lebih lajut

Konsep pendidikan humanistik Ki Hajar Dewantara dalam paradigma pendidikan Islam.

Konsep pendidikan humanistik Ki Hajar Dewantara dalam paradigma pendidikan Islam.

Dilihat dari leluhurnya, ia adalah putra dari Suryaningrat, putra Paku Alam III. Perjalanan hidupnya benar-benar diwarnai dengan perjuangan dan pengabdian demi kepentingan bangsanya. Ia menamatkan Sekolah Dasar di ELS (Sekolah Dasar Belanda), kemudian sempat melanjutkan ke Sekolah Guru (Kweek School), tetapi belum sempat menyelesaikannya, ia pindah ke STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputra), tapi tidak sampai tamat pula karena sakit. Kemudian ia bekerja sebagai wartawan di beberapa surat kabar antara lain Sedyotomo, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia, Koem Moeda, Tjahaja Timoer dan Poesara. Pada masanya ia tergolong penulis handal. Tulisan-tulisannya sangat komunikatif, tajam dan patriotok sehingga mampu membangkitkan semangat anti kolonial bagi pembacanya. 1
Baca lebih lanjut

140 Baca lebih lajut

STRATEGI KEBUDAYAAN DALAM PENDIDIKAN KARAKTER (STUDI PEMIKIRAN KI HADJAR DEWANTARA DAN PAULO FREIRE)

STRATEGI KEBUDAYAAN DALAM PENDIDIKAN KARAKTER (STUDI PEMIKIRAN KI HADJAR DEWANTARA DAN PAULO FREIRE)

Pada konteks kurikulum, ada usaha untuk terus membongkar pasang. Hingga kini sudah beberapa kali pergantian kurikulum yang dicangkokkan pada sistem pendidikan. Tapi uji coba ini nyatanya tidak membawa garis perubahan berarti. Kurikulum lalu dianggap sebagai perkara proyek ketimbang usaha perbaikan ke arah yang lebih baik. Konsep belajar telah kehilangan makna sejatinya. Terlebih dengan padatnya kandungan kurikulum membuat hak-hak siswa banyak sekali terbuang. Termasuk hak-nya untuk bersosialisasi dalam keluarga dan masyarakat, seperti yang dikemukakan Ki Hajar bahwa pendidikan juga harus menempatkan pentingnya peran keluarga.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

KONSEP GURU DALAM PANDANGAN KI HAJAR DEWANTARA DILIHAT DARI PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM.

KONSEP GURU DALAM PANDANGAN KI HAJAR DEWANTARA DILIHAT DARI PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM.

Guru merupakan komponen terpenting dalam dunia pendidikan. Pembelajaran tanpa adanya sosok guru tidak akan berjalan dengan baik. Oleh karena itu agar seorang guru dapat menjalankan tugasnya dengan baik maka guru dituntut untuk menguasai kompetensi keguruan. Namun disinyalir guru-guru menghiraukan aspek- aspek tersebut. Guru hanya melakukan pengajaran tanpa menguasai kemampuan pedagogik, guru hanya menuntut profesionalisme gaji tanpa meningkatkan profesionalisme dalam mengajar, guru hanya sebatas pengajar di kelas tanpa menyadari bahwa dirinya merupakan panutan bagi para muridnya di luar kelas baik itu dari aspek penampilan, tingkah laku, sikap dan berbicara. Melihat realita tersebut, seharusnya guru memahami konsep guru ideal, salah satunya seperti yang diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara. Hal ini dimaksudkan agar seorang guru mampu bersikap profesional dalam mengajar disertai pemahaman mengenai ilmu kependidikan dengan landasan pribadi yang mulia. Di dalam penelitian ini pemikiran Ki Hajar Dewantara akan ditinjau dari segi pandangan pendidikan Islam, dengan maksud untuk mengetahui keselarasan pemikiran Ki Hajar Dewantara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan ditunjang oleh studi literatur. Selain dari itu teknik pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research). Hasil temuan menunjukan bahwa, konsep guru yang dijelaskan oleh Ki Hajar Dewantara meliputi tugas guru sebagai among atau pembimbing, penasehat, pendidik, pengajar, pemberi motivasi, penuntun dan pemimpin, dan menjelaskan kompetensi keguruan yang harus dikuasai yaitu pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian, dan terakhir pandangan Ki Hajar Dewantara mengenai gaji guru. Dari hasil temuan tersebut kemudian dilakukan analisis serta pembahasan menggunakan teori pendidikan Islam dan hasilnya konsep guru dalam pandangan Ki Hajar Dewantara dan Pendidikan Islam berjalan selaras karena memiliki banyak kesamaan. Meskipun Ki Hajar Dewantara adalah seorang tokoh nasionalis, namun sebagai seorang muslim, pemikiran Ki Hajar Dewantara tidak terlepas dari nilai-nilai Islam dan dari hasil pembahasan mengenai pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang guru dapat dikatakan termasuk ke dalam pemikiran pendidikan Islam.
Baca lebih lanjut

45 Baca lebih lajut

KONTRIBUSI PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA PADA PERKEMBANGAN PENDIDIKAN IPS DI INDONESIA - IAIN Syekh Nurjati Cirebon

KONTRIBUSI PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA PADA PERKEMBANGAN PENDIDIKAN IPS DI INDONESIA - IAIN Syekh Nurjati Cirebon

1. Ki Hajar Dewantara lahir pada 2 Mei 1889 merupakan anak dari pasangan Suryaningrat dan Raden Ayu Sandiyah juga merupakan cucu Sri Paku Alam III. Semula bernama R.M. Suwardi Suryaningrat. Ki Hajar Dewantara memiliki seorang istri dengan nama R.A Sutartinah yang diperistri pada bulan agustus 1916 pada masa Suwardi berstatus tahanan akibat dari tulisannya yang menyinggung pemerintah kolonial. Gelar kebangsawannya ditanggalkan ketika ia harus menjalani hukuman pengasingan di Negeri Belanda. Kemudian sejak 23 februari 1928, tepat pada usia lima windu atau 40 tahun menurut perhitungan tahun jawa, namanya diganti menjadi Ki Hajar Dewantara.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

PEMAHAMAN SISWA TERHADAP PEMIKIRAN PENDIDIKAN KI HAJAR DEWANTARA DI SMA TAMAN MADYA SE-KOTA YOGYAKARTA.

PEMAHAMAN SISWA TERHADAP PEMIKIRAN PENDIDIKAN KI HAJAR DEWANTARA DI SMA TAMAN MADYA SE-KOTA YOGYAKARTA.

Taman Siswa didirikan pada tanggal 3 Juli 1922. Pada waktu itu, nama yang dipakai adalah “Nationall Onderwejis Instituut Taman Siswa.” (Darsiti Soeratman, 1983: 1). Taman Siswa merupakan badan perjuangan yang berjiwa nasional; suatu pergerakan sosial yang menggunakan kebudayaan sendiri sebagai dasar perjuangannya (Sartono Kartodirdjo dalam Darsiti Soeratman, 1983: 2). Bagi Taman Siswa, pendidikan bukanlah tujuan, melainkan media untuk mencapai tujuan perjuangan, yaitu mewujudkan manusia Indonesia yang merdeka lahir dan batinnya. Merdeka lahiriyah artinya tidak dijajah secara fisik, ekonomi, politik, dan lain sebagainya, sedangkan merdeka secara batiniyah adalah mampu mengendalikan keadaan.
Baca lebih lanjut

138 Baca lebih lajut

RELEVANSI KONSEP PENDIDIKAN KI HAJAR DEWANTARA DENGAN KONSEP PENDIDIKAN ISLAM

RELEVANSI KONSEP PENDIDIKAN KI HAJAR DEWANTARA DENGAN KONSEP PENDIDIKAN ISLAM

Perkumpulan ini pada mulanya memang tidak memperhatikan soal-soal politik. Kemudian datang orang-orang buangan seperti Dr. Cipto Mangunkusumo dan R. M Suryaningrat. Perkumpulan ini mulailah memperhatikan soal-soal politik. Tujuan perhimpunan Indo nesia pun semakin tegas yakni ”Indonesia Merdeka” , bahkan majalahnya pun yang tadinya bernama Hindia Putra menjadi Indonesia Merdeka, Demikianlah Suwardi di Negeri pembuangannya tidak tinggal diam, beliau terus bergerak dan memperjuangkan cita-cita bangsanya yakni Indonesia Merdeka. Usaha Suwardi penting lainnya ialah mendirikan Indonesische Persbureau. Biro pers Indonesia ini merupakan kantor berita nasional pertama di negeri Belanda. Selain dari kegiatan-kegiatan politik Suwardi juga mempelajari dan mendalami soal-soal pendidikan dan pengajaran. Bahkan selama di negeri Belanda Suwardi berhasil memperoleh akte guru Eropa (Europeesche akte). Di negeri pembuangannya itu Suwardi mengenal pula aliran-aliran pendidikan yang terkenal. Beliau mempelajari pemikiran tokoh-tokoh pendidik yang termashur, antar lain: Jan Lighthart, Maria Montessori, Rudolf Rabbinranath Tagore. 26
Baca lebih lanjut

109 Baca lebih lajut

PEMIKIRAN PENDIDIKAN KI. HAJAR DEWANTARA DAN RELEVANSINYA DENGAN KURIKULUM 13

PEMIKIRAN PENDIDIKAN KI. HAJAR DEWANTARA DAN RELEVANSINYA DENGAN KURIKULUM 13

Pendidikan memegang peranan penting dalam memajukan suatu bangsa, sejak zaman perjuangan kemerdekaan dahulu, para pejuang serta perintis kemerdekaan telah menyadari bahwa pendidikan merupakan faktor yang sangat vital dalam usaha untuk mencerdaskan kehidupan bangsa serta membebaskannya dari belenggu penjajahan. Oleh karena itu, mereka berpendapat bahwa disamping melalui organisasi politik, perjuangan ke arah kemerdekaan perlu dilakukan melalui jalur pendidikan. Pendidikan dijadikan media untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokraris serta bertanggung jawab. Untuk mengemban fungsi tersebut pemerintah menyelenggarakan suatu sistem pendidikan nasional sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 1
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

1 PENDIDIKAN HUMANIS DALAM PERSPEKTIF IBNU KHALDUN DAN KI HAJAR DEWANTARA DAN RELEFANSINYA DENGAN TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM SKRIPSI

1 PENDIDIKAN HUMANIS DALAM PERSPEKTIF IBNU KHALDUN DAN KI HAJAR DEWANTARA DAN RELEFANSINYA DENGAN TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM SKRIPSI

Berdasarkan uraian diatas, maka perlu penelitian lebih lanjut tentang pemikiran visioner dari Ibnu Khaldun dan Ki Hajar Dewantara. Mereka mengemukakakan sebuah pemikiran dalam pendidikan tentang bagaimana seharusnya menjadi seorang pendidikan, dan juga bagaimana seorang pendidikan memperlakukan peserta didik sehingga baik pendidik dan peseta didik dapat mencapai tujuan pendidikan mereka masing-masing tanpa menghilangkan sisi humanis dari pendidikan sendiri. Oleh karena itu, pemikiran kedua tokoh tersebut sangat menarik untuk di jadikan obyek penelitian, mengingat pendidikan adalah sebagai tonggak utama kemajuan bangsa, dan dengan pendidikan seperti saat ini perlu bagi kita sebagai penerus pendidikan bangsa menawarkan formula baru berupa pendidikan humanis sebagai jawaban atas problematika pendidikan pada saat ini. Penulis mencoba meneliti lebih lanjut tentang pendidikan humanis dan menjabarkan pemikiran dua tokoh yakni Ibnu Khaldun dan
Baca lebih lanjut

83 Baca lebih lajut

66 BAB III GURU PROFESIONAL MENURUT KI HAJAR DEWANTARA

66 BAB III GURU PROFESIONAL MENURUT KI HAJAR DEWANTARA

Pendidikan secara profesional oleh guru termasuk bidang kajian yang mendapat perhatian yang menonjol dari Ki Hajar Dewantara. Pemikiran tentang guru profesional secara akademis amat luas, kokoh dan kenprehensif, sebagaimana hal ini terlihat pada sejumlah referensi dari para tokoh dalam bidangnya yang ia gunakan. Penguasaannya terhadap ilmu jiwa yang demikian luas dan mendalam telah digunakannya secara fungsional, proporsional dan elegan dalam membangun konsep atau teorinya tentang pendidikan. Demikian pula semangat nasionalisme, kemandirian dan
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

BAB III BIOGRAFI KH. HASYIM ASY’ARI DAN KI HAJAR DEWANTARA A. Biografi KH. Hasyim Asy’ari 1. Latar Belakang Keluarga - KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU MENURUT KH. HASYIM ASY’ARI DAN KI HAJAR DEWANTARA (STUDI KOMPARATIF) - STAIN Kudus Repository

BAB III BIOGRAFI KH. HASYIM ASY’ARI DAN KI HAJAR DEWANTARA A. Biografi KH. Hasyim Asy’ari 1. Latar Belakang Keluarga - KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU MENURUT KH. HASYIM ASY’ARI DAN KI HAJAR DEWANTARA (STUDI KOMPARATIF) - STAIN Kudus Repository

Di dalam buku Karya Ki Hadjar Dewantara Bagian Pertama Pendidikan tidak terdapat konsep trilogi pendidikan. Ki Hajar hanya menyinggung konsep tutwuri handayani. Hanya saja konsep trilogi ini banyak dituangkan di buku lain seperti Majelis Luhur Perguruan Taman Siswa, Peraturan Besar dan Piagam Persatuan Taman Siswa, MLPTS, Yogyakarta, 1992, hlm. 19-20. Lihat juga Ki Tyasno Sudarto, Pendidikan Modern dan Relevansi Pemikiran Ki Hadjar Dewantara, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, 1985, hlm. 7. Muchammad Tauchid, Op. Cit., hlm. 26. Bartolomeus Samho, Op. Cit., hlm. 78. Haidar Musyafa, Sang Guru Novel Biografi Ki Hadjar Dewantara, Kehidupan, Pemikiran, dan Perjuangan Pendirian Tamansiswa (1889-1959), Penerbit Imania, Jakarta, 2015, hlm. 288
Baca lebih lanjut

45 Baca lebih lajut

Mengenal pahlawan nasional : Ki Hajar Dewantara dan WR. Soepratman - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Mengenal pahlawan nasional : Ki Hajar Dewantara dan WR. Soepratman - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Bu Kokom mulai bicara dan mengatakan bahwa Ki Hadjar Dewantara dianggap sebagai pelopor pendidikan untuk kaum pribumi Indonesia. Perjalanan hidup Ki Hadjar Dewantara tidaklah mulus. Ki Hadjar Dewantara pernah diasingkan di Belanda karena tulisannya dianggap mengkritik pemerintah kolonial. Namun, ia tidak berdiam diri. Ia tetap aktif bergelut di dunia pendidikan. Selama di pengasingan, ia mendapat pengalaman dan belajar banyak hal, terutama dalam bidang politik dan pendidikan. Karena semangatnya yang tinggi, Ki Hadjar Dewantara mencari tahu tentang metode pendidikan yang sesuai untuk digunakan di Indonesia. Ki Hadjar Dewantara ingin metode pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik. Selain itu, metode pendidikan dapat diterima dengan nyaman dan mudah.
Baca lebih lanjut

74 Baca lebih lajut

KETELADANAN DALAM PENDIDIKAN KARAKTER PADA ANAK REMAJA : KAJIAN PEMIKIRAN KI HADJAR DEWANTARA.

KETELADANAN DALAM PENDIDIKAN KARAKTER PADA ANAK REMAJA : KAJIAN PEMIKIRAN KI HADJAR DEWANTARA.

Pendidikan di sekolah mempunyai andil yang cukup besar dalam upaya pembinaan akhlak, kepribadian, dan karakter baik remaja, yaitu melalui keteladanan, pembinaan dan pendidikan pada remaja. Pendidikan harus dapat memperbaiki budi pekerti dan karakter siswa khususnya remaja. Di samping itu, kepribadian, sikap, cara hidup, bahkan sampai cara berpakaian, bergaul dan berbicara yang dilakukan oleh seorang pendidik juga mempunyai hubungan yang signifikan dengan proses pendidikan dan pembinaan moralitas yang sedang berlangsung. 9 Maka sarana yang paling tepat untuk pembinaan dan pembentukan kepribadian manusia adalah dengan mengaplikasikan pendidikan seperti konsep keteladanan yang diajarkan oleh Ki Hadjar Dewantara, karena mengingat betapa pentingnya pendidikan untuk membentuk akhlak bagi remaja maka perlu adanya penanaman nilai-nilai keagamaan sesuai dengan ajaran yang benar, berdasarkan tuntunan agama yang berdasar pada al-Qur’an dan Sunnah Rasul.
Baca lebih lanjut

98 Baca lebih lajut

KETERLAKSANAAN PEMBELAJARAN PERMAINAN BOLAVOLI DENGAN PENDEKATAN SCIANTIFIC PADA KELAS V SD SE GUGUS KI HAJAR DEWANTARA.

KETERLAKSANAAN PEMBELAJARAN PERMAINAN BOLAVOLI DENGAN PENDEKATAN SCIANTIFIC PADA KELAS V SD SE GUGUS KI HAJAR DEWANTARA.

voli mini dengan ukuran nomor 4, dan hanya mempunyai 1 net. Ada siswa yang tidak mendapatkan kesempatan bermain bolavoli mini karena jumlah bolavoli mini sedikit tidak sesuai jumlah siswa dalam pembelajaran. Belum diketahui s eberapa baik pelaksanaan pembelajaran permainan bolavoli mini dengan pendekatan scientific karena ada sebagian siswa yang merasa kurang senang mengikuti kegiatan pembelajaran bolavoli mini dan tidak mau mencoba bermain bolavoli mini kembali , Dengan pendekatan scientific siswa diharapkan akan menyenangi dan lebih mudah mempraktikkan gerak dasar pembelajaran permainan bolavoli mini. Dari latar belakang di atas penulis tertarik untuk mengadakan pe nelitian tentang ” Keterlaksanaan Pembelajaran Permainan Bolavoli Mini dengan Pendekatan Scientific pada kelas V SD se Gugus Ki Hajar Dewantara. ”
Baca lebih lanjut

95 Baca lebih lajut

EFEKTIVI TAS KEBIJAKAN RELOKASI PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) DI JALAN KI HAJAR DEWANTARA SURAKARTA

EFEKTIVI TAS KEBIJAKAN RELOKASI PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) DI JALAN KI HAJAR DEWANTARA SURAKARTA

Perda Nomor 8 Tahun 1995 mendefinisikan PKL adalah setiap orang yang melakukan usaha dagang maupun jasa di tanah milik negara. Berdasarkan definisi tersebut, semua PKL yang menempati area publik atau tanah-tanah milik pemerintah adalah ilegal, tak terkecuali PKL di Jalan Ki Hajar Dewantara. Hal itu bukan diartikan bahwa PKL harus dihilangkan dari daftar perekonomian masyarakat. Akan tetapi, PKL diharapkan menjadi mitra pemerintah dalam membangun pilar-pilar perekonomian masyarakat. (dalam quilljournal.wordpress.com) PKL merupakan usaha perdagangan sektor informal yang merupakan perwujudan hak masyarakat dalam berusaha dan perlu diberi kesempatan untuk berusaha guna memenuhi kebutuhan hidupnya.
Baca lebih lanjut

144 Baca lebih lajut

BAB IV PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN 4.1 Profil Gugus Ki Hajar Dewantara - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Implementasi Supervisi Klinis Dengan Tehnik Kunjungan Kelas Di Gugus Ki Hajar Dewantara Kecamatan Ungaran Timur

BAB IV PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN 4.1 Profil Gugus Ki Hajar Dewantara - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Implementasi Supervisi Klinis Dengan Tehnik Kunjungan Kelas Di Gugus Ki Hajar Dewantara Kecamatan Ungaran Timur

Tujuan kepala sekolah dalam memberikan supervisi klinis dengan teknik kunjungan kelas di gugus Ki Hajar Dewantara kec. Ungaran Timur adalah untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan guru serta perbaikan profesionalisme guru dalam pengelolaan pembelajaran agar menjadi lebih baik dan maksimal. Hal ini berdasarkan hasil wawancara pada beberapa kepala sekolah dan juga guru diperoleh informasi bahwa supervisi kunjungan kelas yang dilakukan oleh kepala sekolah bertujuan untuk mengetahui keluhan guru terutama untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan guru khususnya yang berhubungan dengan proses belajar mengajar. Kepala sekolah bisa memperbaiki kemampuan profesionalisme guru dalam pengelolaan pembelajaran, kinerja guru yang masih rendah dan mensupport guru yang memiliki kinerja bagus khususnya dalam pengelolaan pembelajaran agar bisa mempertahankan kinerjanya.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN KI HAJAR DEWANTARA DALAM MENINGKATKAN KESADARAN TERHADAP IBADAH HARTA BAGI SISWA SMA PGII 2 BANDUNG.

EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN KI HAJAR DEWANTARA DALAM MENINGKATKAN KESADARAN TERHADAP IBADAH HARTA BAGI SISWA SMA PGII 2 BANDUNG.

Setelah dilakukan distribui homogenitas lalu dilakukan uji coba metode pembelajaran Ki Hajar Dewantara terhadap kelompok kelas eksperimen, sementara itu pada kelompok kelas kontrol masih tetap menggunakan metode konvensional. Dalam kelompok kelas eksperimen diperlakukan secara khusus karena kelompok kelas eksperimen ini merupakan kelas uji coba metode pembelajaran Ki Hajar Dewantara, sedangkan untuk kelompok kelas kontrol tidak dilakukan perlakuan khusus karena kelompok kelas ini sebagai pembanding untuk kelompok kelas ekperimen. Setelah itu tes akhir (post tes) yang digunakan peneliti untuk mengukur seberapa besar tingkat keberhasilan atau keefektivitasan metode pembelajaran Ki Hajar Dewantara dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islām di sekolah dalam materi „Ibādaħ harta yaitu zakat, wakaf dan sedekah, tetapi sebelumnya dilakukan pre tes atau tes awal dulu kepada kedua kelompok kelas yaitu kelas ekperimen dan kelas kontrol. Pre tes sendiri bertujuan untuk mengetahui kemampuan atau pengetahuan awal siswa terhadap materi „Ibādaħ harta yaitu zakat, wakaf dan sedekah dengan menggunakan metode pembelajaran Ki Hajar Dewantara. Setelah pre tes selanjutnya dilakukan post tes atau tes akhir yang bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya perubahan signifikan pada kelas eksperimen, berupa perubahan pemahaman dan kesadaran perilaku siswa terhadap materi „Ibādaħ harta yaitu zakat, wakaf dan sedekah dengan menggunakan metode pembelajaran Ki Hajar Dewantara, dengan siswa pada kelompok kelas kontrol yang mendapat materi pembelajaran yang sama dengan menggunakan metode konvensional.
Baca lebih lanjut

119 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...