Top PDF DAFTAR PUSTAKA Kemampuan Guru Biologi SMA Negeri 1 Gondang Sragen Dalam Penyusunan Penilaian Autentik (Authentic Assesment) Sebagai Evaluasi Pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA  Kemampuan Guru Biologi SMA Negeri 1 Gondang Sragen Dalam Penyusunan Penilaian Autentik (Authentic Assesment) Sebagai Evaluasi Pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA Kemampuan Guru Biologi SMA Negeri 1 Gondang Sragen Dalam Penyusunan Penilaian Autentik (Authentic Assesment) Sebagai Evaluasi Pembelajaran.

“Studi Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam dalam pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran di SMA Negeri 88 Jakarta”[Skripsi].. Jakarta: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syari[r]

4 Baca lebih lajut

KEMAMPUAN GURU BIOLOGI SMA NEGERI 1 GONDANG SRAGEN DALAM PENYUSUNAN PENILAIAN AUTENTIK (Authentic Assesment)  Kemampuan Guru Biologi SMA Negeri 1 Gondang Sragen Dalam Penyusunan Penilaian Autentik (Authentic Assesment) Sebagai Evaluasi Pembelajaran.

KEMAMPUAN GURU BIOLOGI SMA NEGERI 1 GONDANG SRAGEN DALAM PENYUSUNAN PENILAIAN AUTENTIK (Authentic Assesment) Kemampuan Guru Biologi SMA Negeri 1 Gondang Sragen Dalam Penyusunan Penilaian Autentik (Authentic Assesment) Sebagai Evaluasi Pembelajaran.

Alhamdulillah, segala puji dan syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan inayah-Nya sehingga dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul “Kemampuan Guru Biologi SMA Negeri 1 Gondang Sragen Dalam Penyusunan Penilaian Autentik ( Authentic Assesment ) Sebagai Evaluasi Pembelajaran” .

17 Baca lebih lajut

KEMAMPUAN GURU BIOLOGI SMA NEGERI 1 GONDANG SRAGEN DALAM PENYUSUNAN PENILAIAN AUTENTIK  Kemampuan Guru Biologi SMA Negeri 1 Gondang Sragen Dalam Penyusunan Penilaian Autentik (Authentic Assesment) Sebagai Evaluasi Pembelajaran.

KEMAMPUAN GURU BIOLOGI SMA NEGERI 1 GONDANG SRAGEN DALAM PENYUSUNAN PENILAIAN AUTENTIK Kemampuan Guru Biologi SMA Negeri 1 Gondang Sragen Dalam Penyusunan Penilaian Autentik (Authentic Assesment) Sebagai Evaluasi Pembelajaran.

Evaluasi pembelajaran merupakan suatu usaha untuk memperbaiki mutu proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan guru biologi SMA Negeri 1 Gondang Sragen dalam menyusun penilaian autentik ( Authentic Assesment ) sebagai evaluasi pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non hipotesis dengan menggunakan pendekatan survei, teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumenter dan wawancara. Data yang diperoleh berupa instrumen penilaian yang telah disusun guru Biologi SMA Negeri 1 Gondang Sragen semester gasal tahun ajaran 2013/2014. Data yang sudah terkumpul dianalisis menggunakan statistic deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian prosentase penyusunan instrumen autentik guru biologi dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) di SMA Negeri 1 Gondang Sragen adalah guru A untuk penilaian observasi (69,6%), penilaian uraian (45%), penilaian tes penugasan (54,2%), penilaian kinerja (70,8%), penilaian proyek (75%), penilaian portofolio (75%), guru B untuk penilaian uraian (55%) dan penilaian proyek (25%), sedangkan untuk guru C penilaian observasasi (50%), penilaian pilihan ganda (39%), penilaian uraian (37%), serta penilaian proyek (33,3%). Prosentase kemampuan kesesuaian penyusunan instrumen autentik dengan kriteria yang telah distandarkan guru Biologi di SMA Negeri 1 Gondang Sragen pada semester gasal tahun ajaran 2013/2014 yaitu penyusunan yang tidak sesuai kriteria yakni guru A (53,5%), guru B (92,03%) dan guru C (80,75%), sedangkan penyusunan yang sesuai kriteria yakni guru A (46,5%), guru B (7,97%) dan guru C (19,25%). Umumnya penyebab ketidak sesuaian penyusunan instrumen penilaian adalah format rubrik penilaian yang digunakan di SMA Negeri 1 Gondang Sragen belum seragam dalam pelaksanaannya serta tidak semua guru mengetahui butir penilaian yang harus digunakan.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Kemampuan Guru Biologi SMA Negeri 1 Gondang Sragen Dalam Penyusunan Penilaian Autentik (Authentic Assesment) Sebagai Evaluasi Pembelajaran.

PENDAHULUAN Kemampuan Guru Biologi SMA Negeri 1 Gondang Sragen Dalam Penyusunan Penilaian Autentik (Authentic Assesment) Sebagai Evaluasi Pembelajaran.

Pengembangan kurikulum 2013, bertujuan untuk mencetak generasi yang siap di dalam menghadapi masa depan. Karena itu kurikulum disusun untuk mengantisipasi perkembangan masa depan. Kurikulum ini bertujuan untuk mendorong peserta didik atau siswa, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan/ mempresentasikan, apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran (Anonim a , 2013).

5 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Kreativitas Guru Ipa Dalam Penyusunan Authentic Assessment Berdasarkan Kurikulum 2013 Di SMP NEGERI se-Kabupaten Kudus Semester Genap Tahun Ajaran 2014/2015.

PENDAHULUAN Kreativitas Guru Ipa Dalam Penyusunan Authentic Assessment Berdasarkan Kurikulum 2013 Di SMP NEGERI se-Kabupaten Kudus Semester Genap Tahun Ajaran 2014/2015.

Hasil penelitian Pantiwati (2013) tentang profil sistem penilaian oleh guru menunjukkan bahwa tes tulis bentuk obyektif mendominasi intrumen pengukuran hasil belajar siswa, selain itu respon siswa juga mendukung bentuk tes tertulis dibanding bentuk asesmen yang lain. Siswa juga tidak menyukai asesmen melalui analisis kritis artikel yang menuntut siswa berikir tingkat tinggi. Demikian juga siswa tidak menyukai asesmen bentuk portofolio. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Riani (2014) tentang kemampuan guru Biologi SMA Negeri 1 Gondang Sragen dalam penyusunan penilaian autentik (Authentic Assesment) sebagai evaluasi pembelajaran. Dari tiga guru Biologi yang diteliti menunjukkan prosentase kemampuan kesesuaian penyusunan instrumen autentik dengan kriteria yang telah distandarkan guru A (53,5%), guru B (92,03%) dan guru C (80,75%), sedangkan penyusunan yang sesuai kriteria yakni guru A (46,5%), guru B (7,97%) dan guru C (19,25%). Dari prosentase yang ditunjukkan kemampuan guru biologi dalam penyusunan penilaian autentik yang sesuai dengan kurikulum yang ditentukan masih sangat rendah. Guru hanya menerapkan hanya dua atau tiga bentuk penilaian dari penilaian autentik. Dari hasil penelitian, guru rata-rata masih kesulitan dalam pembuatan instrumen penilaian diri dan penilaian portofolio.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

KREATIVITAS GURU IPA KELAS VII DAN VIII DALAM PENYUSUNAN PENILAIAN AUTENTIK DI SMP NEGERI 1  Kreativitas Guru IPA Kelas VII Dan VIII Dalam Penyusunan Penilaian Autentik Di SMP Negeri 1 Pecangaan Jepara Semester Gasal Tahun Ajaran 2014/2015.

KREATIVITAS GURU IPA KELAS VII DAN VIII DALAM PENYUSUNAN PENILAIAN AUTENTIK DI SMP NEGERI 1 Kreativitas Guru IPA Kelas VII Dan VIII Dalam Penyusunan Penilaian Autentik Di SMP Negeri 1 Pecangaan Jepara Semester Gasal Tahun Ajaran 2014/2015.

Authentic assessment is an assessment process from beginning to the end in the learning process with a series of several specific assessment. On arranging authentic assessment is required creativity to process rubric which is available into a real assessment. This research is aim to determine the creativity science teachers VII and VIII class in arranging of authentic assessment at state junior high school of Pecangaan 1 Jepara odd semester of academic year 2014/2015. This research is a qualitative descriptive study using a case study approach, data collection techniques with the study of documentation, interviews and observation. Data obtained from arranging of assessment instruments in the RPP which has been prepared by science teachers at state junior high school of Pecangaan 1 Jepara odd semester academic year 2014/2015. The data has been analyzed using descriptive statistics. Based on the results of the research shown that creativity in arranging authentic assessment was ungood (49.33%). This is can be looked from the arranging of assessment observations (76.53%), self-assessment (68.99%), multiple choice assessment (49.66%), description of assessment (64.1%), assessment assignment (13.34%) , performance assessment (76.37%), project assessment (30%) and assessment of the portfolio (15.71%). An appropriatability of arranging authentic assessment with the criteria that have been standardized are unfavourable (49.24). It can be concluded that creativity and appropriatability grade of science teachers VII and VIII class in arranging authentic assessment in state junior high school of Pecangaan 1 Jepara odd semester academic year 2014/2015 are unfavorable.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

ANALISIS KEMAMPUAN GURU BIOLOGI DALAM MERENCANAKAN DAN MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN BERBASIS KURIKULUM 2013 DI SMA NEGERI SE-KOTA MEDAN.

ANALISIS KEMAMPUAN GURU BIOLOGI DALAM MERENCANAKAN DAN MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN BERBASIS KURIKULUM 2013 DI SMA NEGERI SE-KOTA MEDAN.

Terima kasih kepada sahabat baik saya Ana Fitria Rahman, serta keluarga besar Biologi Dik C 2010 telah berbagi cerita, motivasi, dukungan selama proses studi. Terima kasih kepada Ana, Taufik, Mustofa, Dina, Bima, Kholis telah membantu dalam proses penelitian. Terima kasih kepada keluarga besar UKMI Ar-Rahman, HMJ Biologi, Fostibi, SMART, Biologreen, Revolusioner dan Biology Exhibition yang telah mambagi ilmu dan pengalaman selama ini. Dengan segala kerendahan hati, sekali lagi terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan pengaruh, dukungan, dan mengisi potongan cerita kehidupan saya dalam menyelesaikan studi yang tidak dapat saya jabarkan satu persatu pada kesempatan ini.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

ANALISIS PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BIOLOGI DI SMA NEGERI SE-KABUPATEN ACEH TIMUR.

ANALISIS PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BIOLOGI DI SMA NEGERI SE-KABUPATEN ACEH TIMUR.

Seorang guru mata pelajaran biologi di jenjang SMA Negeri Se-Kabupaten Aceh Timur, keberhasilan membuat Perencanaan dan pelaksanaan Pembelajaran biologi di kelas X yaitu dalam mengelola kelas, melaksanakan ketrampilan proses mengajar dan sangat bergantung kepada kualitas guru itu sendiri. Keberhasilan implementasi suatu strategi pembelajaran akan tergantung pada kepiawaian guru dalam menggunakan metode, teknik, dan taktik dalam pelaksanaan pembelajaran Biologi di SMA Negeri Se-Kabupaten Aceh. Diyakini, setiap guru akan memiliki pengalaman, pengetahuan, kemampuan, gaya, dan bahkan pandangan yang berbeda dalam mengajar. Guru yang menganggap mengajar hanya sebatas menyampaikan materi pelajaran akan berbeda dengan guru yang menganggap mengajar adalah suatu proses pemberian bantuan kepada peserta didik. Masing-masing perbedaan tersebut dapat memengaruhi baik dalam penyusunan strategi atau implementasi pembelajaran di ruang kelas X.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Pengelolaan Penanaman Karakter Dalam Pembelajaran Biologi Di SMA Muhammadiyah 2 Gemolong Sragen.

DAFTAR PUSTAKA Pengelolaan Penanaman Karakter Dalam Pembelajaran Biologi Di SMA Muhammadiyah 2 Gemolong Sragen.

Natalina, Mariani; Yusuf, Yustini & Rahmayani, Desy. 2012. “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Picture And Picture Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI IPA SMA N 1 Ukui Tahun Ajaran 2009/2010”. Jurnal Pendidikan Biologi. FKIP. Riau: Universitas Riau.

4 Baca lebih lajut

EVALUASI   Penilaian Autentik

EVALUASI Penilaian Autentik

keterampilan, dan pengetahuan apa yang sudah atau belum dimiliki oleh peserta didik, bagaimana mereka menerapkan pengetahuannya, dalam hal apa mereka sudah atau belum mampu menerapkan perolehan belajar, dan sebagainya. 16. Atas dasar itu, guru dapat mengidentifikasi materi apa yang

16 Baca lebih lajut

KREATIVITAS GURU IPA KELAS VII DAN VIII DALAM PENYUSUNAN PENILAIAN AUTENTIK DI SMP NEGERI 1  Kreativitas Guru IPA Kelas VII Dan VIII Dalam Penyusunan Penilaian Autentik Di SMP Negeri 1 Pecangaan Jepara Semester Gasal Tahun Ajaran 2014/2015.

KREATIVITAS GURU IPA KELAS VII DAN VIII DALAM PENYUSUNAN PENILAIAN AUTENTIK DI SMP NEGERI 1 Kreativitas Guru IPA Kelas VII Dan VIII Dalam Penyusunan Penilaian Autentik Di SMP Negeri 1 Pecangaan Jepara Semester Gasal Tahun Ajaran 2014/2015.

Berdasarkan tabel 2, diperlihatkan bahwa kreativitas guru IPA kelas VII dan VIII dalam penyusunan penilaian autentik di SMP Negeri 1 Pecangaan Jepara semester gasal tahun ajaran 2014/2015 kurang baik dengan persentase 49,33%. Dalam hasil rerata persentase paling tinggi untuk kreativitas penyusunan penilaian autentik diperoleh guru C sebesar 58,82%, kemudian disusul guru D sebesar 53,23%, guru A 52,65%, guru E 42,75% dan persentase terendah dalam kreativitas penyusunan penilaian autentik diperoleh oleh guru B sebesar 39,22%. Jika dilihat lebih lanjut untuk ranah penilaian afektif yang terdiri dari penilaian observasi dan penilaian diri, kelima guru telah memiliki kreativitas yang baik dengan persentase diatas 51%. Untuk ranah penilaian kognitif yang terdiri dari pilihan ganda dan penilaian uraian masing-masing mendapatkan persentase 49,66% yang masuk kategori kurang baik dan 64,1% yang masuk kategori baik. Penilaian pilihan ganda mendapatkan persentase kurang baik lantaran beberapa guru bermasalah dengan terbatasnya waktu dan indikator yang sangat banyak. Kemudian ranah penilaian psikomotorik hanya penilaian kinerja yang masuk kategori baik dengan persentase 76,37%, sedangkan penilaian proyek dan penilaian portofolio masuk dalam kategori kurang baik dan sangat kurang baik dengan persentase 30% dan 15,71%. Hal ini dikarenakan untuk penilaian proyek persentase yang didapatkan masing-masing guru sangat rendah dan untuk penilaian portofolio hanya satu guru saja yang membuat.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  IMPLEMENTASI PENILAIAN AUTENTIK KOMPETENSI BERBICARA KELAS VII DI SMP NEGERI 1 TERAS.

DAFTAR PUSTAKA IMPLEMENTASI PENILAIAN AUTENTIK KOMPETENSI BERBICARA KELAS VII DI SMP NEGERI 1 TERAS.

Kusmijati, Neneng . 2014. “ Penerapan Penilaian Autentik sebagai Upaya Memotivasi Belajar Peserta Didik ”. Prosiding Seminar Nasional Hasil-hasil Penelitiandan Pengabdian LPPM UMP 2014. ISBN 978-602-14930-3-8 Purwokerto, 20 Desember2014. Halaman 55-62.

4 Baca lebih lajut

PENYUSUNAN INSTRUMEN AUTHENTIC ASSESMENT SEBAGAI IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA MATERI FLUIDA UNTUK SISWA SMA - UNS Institutional Repository

PENYUSUNAN INSTRUMEN AUTHENTIC ASSESMENT SEBAGAI IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA MATERI FLUIDA UNTUK SISWA SMA - UNS Institutional Repository

1 Silabus ......................................................................................................... 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ............................................................ 3 Lembar Kerja Siswa .................................................................................... 4 Kisi-Kisi Penilaian ....................................................................................... 5 Rubrik Penilaian Kognitif ............................................................................ 6 Rubrik Penilaian Psikomotorik ................................................................... 7 Daftar Nilai Peserta Didik Uji Coba Kelompok Kecil ................................ 8 Daftar Nilai Peserta Didik Uji Coba Lapangan ........................................... 9 Perhitungan Analisis Butir Soal Uji Coba Kelompok Kecil ....................... 10 Perhitungan Analisis Butir Soal Uji Coba Lapangan .................................. 11 Surat Pengajuan Judul ................................................................................. 12 Surat Keputusan Dekan ............................................................................... 13 Surat Izin Penelitian .................................................................................... 14 Surat Keterangan Melakukan Penelitian ..................................................... 15 Dokumentasi ................................................................................................
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PELAYANAN HAK MENDAPATKAN PENDIDIKAN  PADA SISWA KURANG MAMPU  Pelayanan Hak Mendapatkan Pendidikan Pada Siswa Kurang Mampu (Studi Kasus Pelaksanaan Program Sintawati Di Sma Negeri 1 Gondang Kabupaten Sragen).

PELAYANAN HAK MENDAPATKAN PENDIDIKAN PADA SISWA KURANG MAMPU Pelayanan Hak Mendapatkan Pendidikan Pada Siswa Kurang Mampu (Studi Kasus Pelaksanaan Program Sintawati Di Sma Negeri 1 Gondang Kabupaten Sragen).

3. Solusi dalam mengatasi kendala pelayanan hak mendapatkan pendidikan pada siswa kurang mampu di SMA Negeri 1 Gondang Kabupaten Sragen adalah Keaktifan masyarakat mampu sangat diperlukan agar Program Sintawati dapat berjalan secara maksimal, dan juga pemerintah Kabupaten Sragen seharusnya mengadakan sosialisasi secara merata di daerah tentang adanya Program Sintawati, supaya warga Kabupaten Sragen mengerti bahwa di Kabupaten Sragen ada kebijakan Pemerintah untuk mengatasi masalah di bidang pendidikan bagi warga kurang mampu atau mendirikan unit pelayanan kemiskinan di Kecamatan agar masyarakat secara mudah untuk registrasi di dalam Program Sintawati.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Penilaian Proyek Sebagai Implementasi Authentic Assesment untuk Meningkatkan Motivasi Pembelajaran Drama di Sekolah

Penilaian Proyek Sebagai Implementasi Authentic Assesment untuk Meningkatkan Motivasi Pembelajaran Drama di Sekolah

Proses pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan yang terdiri dari perencanaan, kegiatan belajar mengajar, dan evaluasi. Kegiatan belajar mengajar yang dirancang dalam bentuk rencana mengajar disusun oleh guru dengan mengacu pada tujuan yang hendak dicapai. Untuk mengetahui berhasil tidaknya tujuan yang diharapkan, maka guru perlu adanya evaluasi hasil pembelajaran. Menurut Ralph Tyler (dalam Arikunto dan Suharsimi 2002:3), evaluasi adalah sebuah proses pengumpulan data untuk menentukan sejauh mana, dalam hal apa, dan bagaimana tujuan pendidikan sudah tercapai. Evaluasi memiliki suatu alat yang disebut penilaian.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Daftar Pustaka  Pengelolaan Laboratorium Biologi Di SMA Negeri 1 Pacitan.

Daftar Pustaka Pengelolaan Laboratorium Biologi Di SMA Negeri 1 Pacitan.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga Laboratorium Sekolah / Madrasah.. Dan Nainggolan Ginova.[r]

4 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Bentuk, Hasil, Dan Respons Siswa Pada Penilaian Kemampuan Aktif Reseptif Dalam Pembelajaran Sastra Di Kelas X.5 SMA Negeri 1 Sragen Tahun Pelajaran 2012/2013.

PENDAHULUAN Bentuk, Hasil, Dan Respons Siswa Pada Penilaian Kemampuan Aktif Reseptif Dalam Pembelajaran Sastra Di Kelas X.5 SMA Negeri 1 Sragen Tahun Pelajaran 2012/2013.

Pembelajaran sastra dapat menumbuhkan pengetahuan dan mengembangkan apresiasi sastra siswa. Kegiatan apresiasi sastra dapat diwujudkan dengan mengarahkan peserta didik untuk mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis karya sastra. Kegiatan apresiasi sastra dapat menumbuhkan nilai-nilai keluhuran pada siswa. Menurut Stewig (dalam Nurgiyantoro, 2005: 4) sastra berperan memberikan pemahaman yang lebih baik terhadap kehidupan. Berbagai informasi tentang eksplorasi dari berbagai bentuk kehidupan, rahasia kehidupan, karakter manusia terkandung dalam karya sastra.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN PENILAIAN AUTENTIK DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH KURIKULUM 2013 DI SMA NEGERI 1 SAYUNG

PELAKSANAAN PENILAIAN AUTENTIK DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH KURIKULUM 2013 DI SMA NEGERI 1 SAYUNG

1. Pendidikan berakar pada budaya bangsa untuk membangun kehidupan bangsa masa kini dan masa mendatang. Pandangan ini menjadikan Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan budaya bangsa Indonesia yang beragam, diarahkan untuk membangun kehidupan masa kini, dan untuk membangun dasar bagi kehidupan bangsa yang lebih baik di masa depan. Mempersiapkan peserta didik untuk kehidupan masa depan selalu menjadi kepedulian kurikulum, hal ini mengandung makna bahwa kurikulum adalah rancangan pendidikan untuk mempersiapkan kehidupan generasi muda bangsa menjadi tugas utama suatu kurikulum. Untuk mempersiapkan kehidupan masa kini dan masa depan peserta didik. Kurikulum 2013 mengembangkan pengalaman belajar yang memberikan kesempatanluas bagi peserta didik untuk menguasai kmpetensi yang diperlukan bagi kehidupan di masa kini dan masa depan, dan pada waktu bersamaan tetap mengembangkan kemampuan mereka sebagai pewaris budaya bangsa dan orang yang peduli terhadap permasalahan masyarakat dan bangsa masa kini.
Baca lebih lanjut

105 Baca lebih lajut

PROBLEMATIKA GURU DALAM MENERAPKAN PENILAIAN AUTENTIK PADA KURIKULUM 2013 DI SD NEGERI BAYAN  Problematika Guru Dalam Menerapkan Penilaian Autentik Pada Kurikulum 2013 Di SD Negeri Bayan No. 216 Surakarta.

PROBLEMATIKA GURU DALAM MENERAPKAN PENILAIAN AUTENTIK PADA KURIKULUM 2013 DI SD NEGERI BAYAN Problematika Guru Dalam Menerapkan Penilaian Autentik Pada Kurikulum 2013 Di SD Negeri Bayan No. 216 Surakarta.

Penilaian autentik ini dianggap memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dengan penilaian sebelumnya. Penilaian autentik cenderung memperhatikan berbagi aspek yang ada pada siswa seperti pengetahuan, sikap dan keterampilan, sedangkan penilaian pada kurikulum sebelumnya cenderung hanya memperhatikan aspek pengetahuan siswa saja. Oleh sebab itu penilaian autentik dianggap sebagai penilaian yang tepat untuk mengukur sejauh mana kemampuan dan hasil belajar siswa. Penilaian autentik ini tentunya guru memiliki peranan yang sangat penting karena perencanaan dan pelaksanaan penilaian merupakan salah satu tugas pokok guru. Sebaik apapun konsep dan tujuan dari penilaian autentik, jika perencana dan pelaksana tidak bisa melaksanakannya dengan baik, maka tujuan dari penilaian autentik dalam kurikulum 2013 tidak akan bisa tercapai.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN PENILAIAN AUTENTIK (Autentik Assesment) OLEH GURU MATA PELAJARAN  IPA DI SMP NEGERI se-KECAMATAN  Pelaksanaan Penilaian Autentik (Autentic Assement) Oleh Guru Mata Pelajaran IPA Di SMP Negeri Se-Kecamatan Karanganyar.

PELAKSANAAN PENILAIAN AUTENTIK (Autentik Assesment) OLEH GURU MATA PELAJARAN IPA DI SMP NEGERI se-KECAMATAN Pelaksanaan Penilaian Autentik (Autentic Assement) Oleh Guru Mata Pelajaran IPA Di SMP Negeri Se-Kecamatan Karanganyar.

Penilaian autentik merupakan salah satu pendekatan dalam kegiatan evaluasi pembelajaran. Faktanya banyak sekolah-sekolah yang masih terlalu kaku dalam melaksanakan penilaian secara autentik ini. Mereka menganggap penilaian ini terlalu rumit dan sulit untuk dilakukan sehingga mereka menggunakan metode tradisional dalam melakukan penilaian terhadap peserta didiknya. Dalam penilaian secara tradisional ini hasil yang diperoleh kurang riil dan tidak dapat mewakili kemampuan dari peserta didik yang sebenarnya. Untuk itu pelaksanaan dalam penilaian autentik (Authentik assesment) penting untuk diperhatikan dalam usaha untuk memperbaiki sistem pendidikan di indonesia ini.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...