Top PDF PEMBERDAYAAN PENGAWAS SEKOLAH DALAM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN.

PEMBERDAYAAN PENGAWAS SEKOLAH DALAM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN.

PEMBERDAYAAN PENGAWAS SEKOLAH DALAM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN.

Pemberdayaan dapat diartikan sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan seseorang atau kelompok sehingga mampu melaksanakan tugas dan kewenangannya sebagaimana tuntutan kinerja tugas tersebut . Pemberdayaan merupakan proses yang dapat dilakukan melalui berbagai upaya, misalnya pemberian wewenang penuh, peningkatan partisipasi , pemberian kepercayaan sehingga setiap orang atau kelompok dapat memahami apa yang dapat dikerjakannya yang pada akhirnya akan berimplikasi pada peningkatan pencapaian tujuan secara efektif dan efisien ” . Sehingga diharapkan Pengawas sekolah itu betul-betul mampu melaksanakan tugasnya sesuai dengan tuntutan kinjerja dan kompetensi yang dipersyaratkan. Pentingnya pemberdayaan itu sesuai dengan pengertian pemberdayaan menurut Kenneth E Fracaro (2006 ; 4 ) meng emukakan :” Empowerment is assigning responsibilities, authority, and decision making power to employees and holding them accountable for results “. Hal ini di dasarkan kepada fungsi pengawas
Baca lebih lanjut

170 Baca lebih lajut

UPT Pusat Penjaminan Mutu STTR Cepu

UPT Pusat Penjaminan Mutu STTR Cepu

SISTEM PENJAMINAN MUTU SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI RONGGOLAWE CEPU BUKU VIII PEDOMAN STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN Pasal 63-72 PP No 19 Tahun 2005 PUSAT PENJAMINAN MUTU SEKOLAH TINGGI [r]

1 Baca lebih lajut

Petunjuk Pelaksanaan Penjaminan Mutu Pendidikan oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan

Petunjuk Pelaksanaan Penjaminan Mutu Pendidikan oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan

Kota, membangun kerjasama dengan Pemerintah Daerah (Provinsi dan Kabupaten/Kota), serta melakukan fasilitasi ke sekolah. Selain itu, LPMP juga bertugas melakukan Pemetaan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah. Melalui kegiatan- kegiatan tersebut diharapkan akan terjadi peningkatan komitmen para pemangku kepentingan dalam penjaminan mutu pendidikan dasar dan menengah. Demikian pula mutu pendidikan dari waktu ke waktu dapat diketahui, sebagai dasar untuk peningkatan mutu secara berkelanjutan. Pada akhirnya akan terbangun budaya mutu pada individu maupun pada institusi pemangku kepentingan, termasuk di lingkungan sekolah.
Baca lebih lanjut

78 Baca lebih lajut

Modul Pelatihan Sistem Penjaminan Mutu Internal untuk Fasilitator Penjaminan Mutu Pendidikan

Modul Pelatihan Sistem Penjaminan Mutu Internal untuk Fasilitator Penjaminan Mutu Pendidikan

Modul ini diperuntukkan bagi fasillitator SPMI untuk sekolah model penjaminan mutu pendidikan. Fasilitator harus memahami peserta yang mengikuti proses fasilitasi. Proses seleksi calon peserta memastikan bahwa peserta yang terpilih mengikuti pelatihan adalah peserta yang memenuhi persayaratan sebagaimana dijabarkan dalam Panduan Penyelenggaraan Pelatihan. Jadi dalam analisis kebutuhan pelatihan ini yang diperlukan adalah mendapatkan informasi yang cukup tentang keragaman dan kedalaman peserta dalam hal pengetahuan, sikap, keterampilan dan pengalamannya di bidang SPMI, bukan melakukan analisis kebutuhan terhadap materi pelatihan. 
 Modul dirancang untuk diterapkan dalam pelatihan secara berkesinambungan tidak terputus-putus mulai dari Modul 1 sampai dengan Modul 3. Apabila proses fasilitasi dilakukan di luar kelas, muatan dan alurnya tidak boleh mengurangi dari tiap-tiap sesi yang sudah ada. 

Baca lebih lanjut

102 Baca lebih lajut

KINERJA LEMBAGA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN (LPMP) DALAM PENJAMINAN MUTU SEKOLAH DASAR:Studi Kasus Pada LPMP Provinsi Jambi.

KINERJA LEMBAGA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN (LPMP) DALAM PENJAMINAN MUTU SEKOLAH DASAR:Studi Kasus Pada LPMP Provinsi Jambi.

Kedua, terjadi mismatch dunia pendidikan dengan kebutuhan (Bolton, 2000). Ashari (2009: 12) menyebutnya sebagai pendidikan yang antirealitas. Lembaga pendidikan formal seperti sekolah dan perguruan tinggi berjalan terpisah. Lembaga-lembaga itu lebih mengedepankan profesionalitas dan mengesampingkan adaptabilitas. Dampaknya tidak hanya terkait jumlah pengangguran yang membengkak, tapi juga lulusan yang telah bekerja pun kurang dapat berkontribusi secara proaktif bagi dirinya sendiri, keluarga, agama, masyarakat, bangsa, dan negara. Tidak mengherankan bila sebagian orang yang telah bekerja justru menjadi beban bagi lembaganya. Kasus korupsi, kolusi, nepotisme, perebutan kekuasaan, rendahnya citra hukum dan disiplin masyarakat, meningkatnya penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif lainnya serta kejahatan, lambannya pemulihan krisis ekonomi dan sosial yang marak dewasa ini, merupakan sebagian bukti bahwa pendidikan yang selama ini dilaksanakan kurang bermakna (meaningful).
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

Pengaruh Penerapan Pembelajaran dengan Teori Gagne Terhadap Hasil Belajar Matematika Pada Materi Pokok Sudut Siswa Kelas VII SMPN 1 Boyolangu - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Pengaruh Penerapan Pembelajaran dengan Teori Gagne Terhadap Hasil Belajar Matematika Pada Materi Pokok Sudut Siswa Kelas VII SMPN 1 Boyolangu - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Shadiq, Fadjar dan Nur Amini Mustajab. 2011. Penerapan Teori Belajar dalam Pembelajaran Matematika di SD . Kementerian Pendidikan Nasional Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Matematika.

2 Baca lebih lajut

Laporan Audit Mutu Internal SDN CIWANGI

Laporan Audit Mutu Internal SDN CIWANGI

SD Negeri Ciwangi merupakan Sekolah Dasar yang terus berusaha untuk meningkatkan kualitas baik dalam segi mutu maupun pelayanan administrasi bagi siswa itu sendiri. Hal ini juga terkait dengan visi Sekolah yaitu Unggul dalam prestasi, beriman dan berbudi pekerti. Menyikapi kondisi ini, sudah seyogyanya sekolah mengembangkan sistem penjaminan mutu dan melakukan pengendalian internal dengan melaksanakan audit mutu internal. Terkait dengan peningkatan mutu input, proses dan output pendidikan serta pengembangan sistem penjaminan mutu, maka diperlukan suatu audit mutu internal. Kegiatan audit mutu internal merupakan salah satu bentuk monitoring dan evaluasi yang dilakukan terhadap capaian maupun target-target yang telah ditetapkan.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

KOMUNIKASI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DALAM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN    KOMUNIKASI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DALAM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN (Studi Situs SMP Negeri 3 Polanharjo Klaten).

KOMUNIKASI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DALAM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN KOMUNIKASI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DALAM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN (Studi Situs SMP Negeri 3 Polanharjo Klaten).

Komunikasi ke bawah kepala sekolah dalam penjaminan mutu pendidikan merupakan suatu kegiatan memanej organisasi sekiolah yang memusatkan, pertama kali, atas pelanggan dan para penyalur nya. tqm di dalam organisasi, semua orang adalah pelanggan dan penyalur. Konsep ini menekankan pada sistematis pekerjaan yang alami di mana semua dilibatkan. Dengan kata lain, kerjasama sekelompok dan kolaborasi adalah penting.utama menjadi kebiasaan, pendidikan cenderung kolektif, dan kepentingan bersama.

13 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA    Pengelolaan Pembelajaran Matematika Kurikulum 2013 di SMP Negeri 2 Trucuk Klaten.

DAFTAR PUSTAKA Pengelolaan Pembelajaran Matematika Kurikulum 2013 di SMP Negeri 2 Trucuk Klaten.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Repulik Indonesia. 2012. Pedoman Pemenuhan Standar Nasional Pendidikan Pada Sekolah Menangah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs). Jakarta: Pusat Penjaminan Mutu Pendidikan Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

4 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Strategi Peningkatan Mutu Sekolah pada SMP Negeri 2 Tuntang Kabupaten Semarang T1 162011020 BAB II

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Strategi Peningkatan Mutu Sekolah pada SMP Negeri 2 Tuntang Kabupaten Semarang T1 162011020 BAB II

satuan atau program pendidikan, penyelenggara atau satuan atau program pendidikan, pemerintah daearah, pemerintah pusat dan masyarakat untuk menaikan tingkat kecerdasan kehidupan ba ngsa melaui pendidikan” 4 . Agar sistem penjaminan mutu pendidikan berkembang secara efektif dibutuhkan suatu lembaga yaitu lembaga penjaminan mutu pendidikan (LPMP). Lembaga lain yang juga mendukung terselenggaranya sistem penjamin mutu pendiidkan adalah Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Sistem penjaminan mutu pendidikan (SPMP) anatara lain harus memuat hal-hal sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Konsolidasi Penjaminan Mutu Pendidikan

Konsolidasi Penjaminan Mutu Pendidikan

• Kompetensi Kepala Tenaga Administrasi sesuai SNP • Kompetensi Pelaksana Urusan Administrasi sesuai SNP • Kompetensi Kepala Perpustakaan Sekolah sesuai SNP • Kompetensi Tenaga Perpustakaan Sekolah sesuai SNP • Kompetensi Tenaga Perpustakaan Sekolah sesuai SNP • Kompetensi Kepala Laboratorium sesuai SNP

37 Baca lebih lajut

View of Desain Sekolah Model: Studi Penjaminan Mutu Pendidikan

View of Desain Sekolah Model: Studi Penjaminan Mutu Pendidikan

Faktor penghambat yang ditemukan dalam segala proses pelaksanaan kegiatan tentu secepatnya harus ditindaklanjuti dan diperbaiki agar suatu kegiata yang dilaksanakan terhindar dari kendala- kendala yang akan muncul setelahnya, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Jambi khususnya pelaksana kegiatan Pengembangan Sekolah Model telah mencari upaya yang harus dilakukan dalam mengatasi kendala tersebut yakni dengan cara. Pertama, mengundang Dinas Kabupaten/kota pada saat Rakor dan Sosialisasi Bimtek SPME, yaitu pihak Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Jambi mengundang dinas kabupaten/kota pada level rapat koordinasi (Rakor) serta mengajak mereka terlibat pada saat pertemuan, lalu penanggung jawab program mensosialisasikan apa itu sekolah model, apa saja tahapan-tahapan yang harus dijalankan kemudian Tim Failitator Daerah Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan melakukan pendampingan ke sekolah model yang ada daerah-daerah dengan menghadirkan sekolah imbas agar semua mengerti apa itu sekolah model dan bagaimana pola pengimbasannya, kemudian akan dilakukaknnya sosialisai/bimbingan teknis Sistem Penaminan Mutu Eksternal kepada pemerintah daerah dengan harapan setelah diketahuinya bagaimana bentuk dari program sekolah model ini nantinya akan mendapat dukungan secara utuh dari pemerinyah daerah tetapi untuk sosialisasi/bimbingan teknis Sistem Penjaminan
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

d adp 0707538 table of content

d adp 0707538 table of content

Kemas Imron Rosadi, 2012 Kinerja Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Lpmp Dalam Penjaminan Mutu Sekolah Dasar Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu DAFTAR ISI B.. Id[r]

2 Baca lebih lajut

PENGELOLAAN SUPERVISI AKADEMIK PENGAWAS SATUAN PENDIDIKAN DI SD NEGERI MADYOTAMAN               Pengelolaan Supervisi Akademik Pengawas Satuan Pendidikan Di Sd Negeri Madyotaman Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta.

PENGELOLAAN SUPERVISI AKADEMIK PENGAWAS SATUAN PENDIDIKAN DI SD NEGERI MADYOTAMAN Pengelolaan Supervisi Akademik Pengawas Satuan Pendidikan Di Sd Negeri Madyotaman Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta.

Temuan tersebut juga mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Boardman (2009) bahwa Boardman aktivitas Pengawas sekolah sebagai supervisor dalam pemberdayaan guru meliputi: “ ... the effort to stimulate, coordinate, and guide the continued growth of the teacher in the school, both individually and collectively, in better understanding and more effective performance at all the functions of instructions so that may be better able to stimulate and guide the continued growth of every pupil toward the richest and most intelligent participation and modern democratic society ”. Temuan tersebut juga menegaskan hasil penelitia n Steyn (2005: 335) bahwa “ managers and educators in school and at all levels of the education system must have the capacity collaboratively to determine the strategic direction of their organizations, in other word, the vision, mission and leadership development plan ”.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Panduan OJL Kurikulum Nasional Bagi Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah | Potret Sekolah Indonesia Cover OJL

Panduan OJL Kurikulum Nasional Bagi Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah | Potret Sekolah Indonesia Cover OJL

PANDUAN OJL PELATIHAN KURIKULUM NASIONAL BAGI KEPALA SEKOLAH DAN PENGAWAS SEKOLAH KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL BADAN PENGEMBANGAN SDM PENDIDIKAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN [r]

3 Baca lebih lajut

PERFORMANCE OF PRIMARY SCHOOL SUPERVISORS IN EDUCATION QUALITY ASSURANCE SYSTEM IN THE METRO CITY (CASE STUDY ON THREE PRIMARY SCHOOLS IN THE METRO CITY) KINERJA PENGAWAS SEKOLAH DASAR DALAM SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN DI KOTA METRO (STUDI KASUS PAD

PERFORMANCE OF PRIMARY SCHOOL SUPERVISORS IN EDUCATION QUALITY ASSURANCE SYSTEM IN THE METRO CITY (CASE STUDY ON THREE PRIMARY SCHOOLS IN THE METRO CITY) KINERJA PENGAWAS SEKOLAH DASAR DALAM SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN DI KOTA METRO (STUDI KASUS PAD

pernah disentuh dengan inovasi yang terjadi. Temuan di lapangan dari pengawas yang hampir mewakili semua provinsi, menunjukkan tenaga pengawas kurang diminati sebab rekruitmen pengawas bukan karena prestasi tetapi semacam tenaga buangan dari kepala sekolah dan guru atau tenaga struktural yang memperpanjang masa pensiun. Kualifikasi pendidikan para pengawas umumnya sarjana (S1) namun masih ada yang belum sarjana terutama pengawas TK/SD, dan yang berpendidikan sarjana pun bidang ilmunya masih ada yang kurang relevan dengan bidang kepengawasannya. Usia rata-rata pengawas cukup tua yakni 52 tahun dengan rata-rata masa kerja sebagai PNS 25 tahun. Sedangkan masa kerja menjadi pengawas rata-rata 6 tahun. Jenjang karir pengawas masih kurang jelas dan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Pembinaan dan pengembangan kemampuan profesional tenaga pengawas boleh dikatakan tidak ada baik berupa Diklat kepengawasan, penataran khusus pengawas, seminar, lokakarya dan kegiatan ilmiah lainnya. Bahkan dalam kegiatan penataran/pelatihan guru, pelatihan kepala sekolah dan kegiatan akademik lainnya pengawas tidak pernah dilibatkan. Tugas pokok yang rancu bahkan di beberapa daerah menempatkan pengawas bukan lagi sebagai supervisor akademik dan manajerial. Selain itu daya dukung kurang menunjang untuk melaksanakan tugas kepengawasan satuan pendidikan. Biaya operasional/rutin untuk melaksanakan tugas kepengawasan tidak memadai terlebih lagi untuk pengawasan di daerah terpencil. Pengawas juga kurang diberikan penghargaan sebagaimana tenaga
Baca lebih lanjut

85 Baca lebih lajut

PERAN SANGGAR PENGAWAS DAN PENGAWAS SEKOLAH DALAM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN DI SEKOLAH: Suatu Studi Deskriptif Kualitatif pada Pengawas SMP di Lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

PERAN SANGGAR PENGAWAS DAN PENGAWAS SEKOLAH DALAM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN DI SEKOLAH: Suatu Studi Deskriptif Kualitatif pada Pengawas SMP di Lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

tetapi pelatihan dan sosialisasi yang dilaksanakan selama ini dipandang kurang memadai untuk menjangkau keseluruhan pengawas dalam waktu yang relatif singkat. Selama ini, pelatihan dan sosialisasi yang dilakukan karena waktunya yang singkat maka intensitas dan penguasaan materinya kurang optimal Berdasarkan kenyataan ini maka upaya peningkatan kompetensi pengawas harus dilakukan dengan strategi yang lain yang lebih inovatif. Salah satu strategi yang dapat ditempuh dengan melibatkan lebih banyak pengawas, dalam waktu yang singkat dan pada saat yang bersamaan serta sebaran wilayah yang luas, adalah dengan memanfaatkan forum Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS) dan Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah (MKPS) sebagai wahana belajar bersama. Forum dan wahana belajar ini diharapkan akan lebih efisien dan efektif mengingat para pengawas belajar dalam suasana kesejawatan yang akrab namun akademis. Para pengawas diharapkan dapat saling berbagi pengetahuan dan pengalaman guna bersama-sama meningkatkan kompetensi dan kinerja mereka di samping pula untuk memperkuat komitmen mereka untuk meningkatkan mutu pendidikan di daerah masing-masing.
Baca lebih lanjut

51 Baca lebih lajut

T2 942014018 Daftar Pustaka

T2 942014018 Daftar Pustaka

Karanganyar: Lembaga Pengembangan Dan Pemberdayaan Kepala Sekolah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan Dan Penjaminan Mutu Pendidikan LPPKS.. Proses Belajar Mengajar.[r]

3 Baca lebih lajut

Modul Pelatihan Sistem Penjaminan Mutu Internal untuk Sekolah Model Penjaminan Mutu Pendidikan

Modul Pelatihan Sistem Penjaminan Mutu Internal untuk Sekolah Model Penjaminan Mutu Pendidikan

Ujicoba perbaikan modul dilakukan dalam suatu pelatihan yang sesungguhnya kepada warga sekolah yang terdiri dari unsur pimpinan sekolah, guru, komite, dan pengawas dari delapan sekolah, serta Dewan Pendidikan dari Kota Mojokerto di LPMP Jawa Timur. Dalam ujicoba tersebut terlihat bahwa secara umum modul ini telah dapat dimanfaatkan sebagai pedoman dalam melakukan fasilitasi dalam pelatihan maupun pendampingan. Hasil ujicoba tersebut juga memberikan masukkan berharga dalam menyempurnakan modul hingga keluar dalam bentuk seperti ini.
Baca lebih lanjut

82 Baca lebih lajut

D PK 0800832 Table of content

D PK 0800832 Table of content

A. Pengembangan Kurikulum Pelatihan Pengawas Sekolah ........... 1. Pengertian Kurikulum Pelatihan ............................................ 2. Pengembangan Kurikulum ….…………………… ............ … 3. Aspek-Aspek Pelatihan Pengawas Sekolah ……… ... …… ... 4. Pengawas Sekolah dan Tugas Pokoknya ......................... … .. B. Kompetensi Supervisi Akademik ............................................ … 1. Pengertian Kompetensi .......................................................... 2. Supervisi Akademi …………… . …………………… ............ a. Pengertian Supervisi Akademik . … . …………………… b. Tujuan Supervisi Akademik .... …… . …………………. .. c. Fungsi Supervisi Akademik ……… .. ……………… ... … d. Prinsip Supervisi Akademik ……… .. ………………… ..
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...