Top PDF PERILAKU NGELEM PADA ANAK JALANAN

PERILAKU NGELEM PADA ANAK JALANAN

PERILAKU NGELEM PADA ANAK JALANAN

Tempat ngelem pun tidak tentu. Tapi yang pasti dia ngelem bersama 4 teman- temannya di pinggir jalan dan emperan toko. Efeknya, setelah menghirup lem (berbentuk jel) hingga berubah kering, dalam waktu satu jam kepala menjadi pusing, ngantuk, lalu tertidur. "Karena pengaruh lingkungan. Banyak teman-teman seperti itu. Orang tua juga tidak tahu, sudah masa bodoh. Ngelem bisa ngelupain masalah, bisa tertidur," kata Faisal. Faisal bukannya tidak tahu dengan dampak negatif ngelem itu. Namun dia berdalih tidak ada cara lain karena sudah kecanduan. "Ya karena mau beli minuman dan ganja mahal," tuturnya. Apalagi, dia melanjutkan, ngelem juga aman dan tidak pernah ditangkap polisi
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PENGETAHUAN, TEMAN SEBAYA DAN STATUS EKONOMI DENGAN PERILAKU NGELEM PADA ANAK JALANAN DI KOTA KENDARI TAHUN 2016

HUBUNGAN PENGETAHUAN, TEMAN SEBAYA DAN STATUS EKONOMI DENGAN PERILAKU NGELEM PADA ANAK JALANAN DI KOTA KENDARI TAHUN 2016

Hasil tabulasi silang pengaruh teman sebaya dengan perilaku ngelem pada tabel 13 menunjukkan bahwa dari 33 anak jalanan yang memiliki perilaku ngelem sebagian besar adalah anak jalanan yang terpengaruh oleh teman sebayanya sebanyak 24 responden (88,9%). Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh teman sebaya sangat berdampak sehingga mempengaruhi perilaku ngelem pada anak jalanan di Kota Kendari. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 responden (11,1%) yang terpengaruh oleh teman sebaya dan tidak memiliki perilaku ngelem atau tidak melakukan aktivitas ngelem. Hal ini di sebabkan oleh faktor lain yang mempengaruhi, salah satunya adalah responden memiliki pengetahuan tentang ngelem yang cukup. Sedangkan terdapat 9 responden (40,9%) yang tidak terpengaruh oleh teman sebaya namun memiliki perilaku ngelem atau melakukan aktivitas ngelem. Hal ini dikarenakan adanya faktor pengetahuan ngelem yang kurang pada responden dan status ekonomi yang rendah. Sesuai dengan pengamatan dan wawancara yang dilakukan pada saat penelitian bahwa anak jalanan yang melakukan aktivitas mengamen setiap hari dengan niat untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya. Namun sebagian dari anak jalanan tersebut menyisihkan hasil dari mengamen untuk membeli lem.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Perilaku “Ngelem” Pada Anak Jalanan  (Studi Kasus Anak Jalanan di Jalan Ngumban Surbakti Kelurhan Sempakata Kecamatan Medan Selayang).

Perilaku “Ngelem” Pada Anak Jalanan (Studi Kasus Anak Jalanan di Jalan Ngumban Surbakti Kelurhan Sempakata Kecamatan Medan Selayang).

benar-benar lari dan tidak kembali selama setahun dua tahun lebih. Setelah di jalanan, proses tahap kedua yang harus dilalui anak jalanan adalah inisiasi. Pada proses inilah biasanya untuk anak-anak jalanan yang masih baru akan menjadi objek pengompasan anak jalanan yang lebih dewasa. Barang-barang mereka yang relatif masih bagus akan diambil secara paksa. Selain itu, mereka juga tidak jarang dipukuli oleh teman sesama anak jalanan yang telah lebih dahulu hidup di jalanan dan diajak untuk melakukan hal-hal yang biasanya mereka lakukan di jalanan, seperti merokok, minum minuman keras, maupun ngelem. Kebiasaan tersebut mengakibatkan anak-anak jalanan terlibat pada tindakan- tindakan kriminal, seperti mengompas dan mencuri karena keterbatasan uang untuk bisa merasa senang (http://id.wikipedia.org/wiki/Anak_jalanan, diakses 30 November 2010, pukul 09:30 WIB).
Baca lebih lanjut

114 Baca lebih lajut

TEKNIK PENULISAN NASKAH DALAM PRODUKSI PROGRAM NEWS INVESTIGASI `TELUSUR` EPISODE PENYALAHGUNAAN LEM SINTETIS DAN DAMPAK NEGATIFNYA.

TEKNIK PENULISAN NASKAH DALAM PRODUKSI PROGRAM NEWS INVESTIGASI `TELUSUR` EPISODE PENYALAHGUNAAN LEM SINTETIS DAN DAMPAK NEGATIFNYA.

Perilaku ngelem merupakan perilaku menyimpang yang seringkali dilakukan oleh anak di bawah umur atau golongan kurang mampu atau anak-anak jalanan. Lokasi pengambilan gambar di sekitar Kota Semarang, seperti jembatan penyebrangan Pasar Bulu dan Sam Po Kong. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi, studi pustaka, pendekatan studi kasus dengan teknik wawancara, dan dokumentasi. Penulis memproduksi program news investigasi yang membahas tentang penyalahgunaan lem sintetis. Untuk lebih jauh membahasnya maka dibuat sebuah program news investigasi “Telusur” episode penyalahgunaan lem sintetis dan dampak negatifnya. Dalam episode ini penulis berperan sebagai penulis naskah. Sebagai seorang penulis naskah harus mampu membangun emosi melalui bahasa dan kalimat dan kualitas jalan cerita yang baik dan logis. Program news investigasi “Telusur” diharapkan mampu memberikan informasi mengenai zat-zat yang berbahaya dan sebagai media pembelajaran bagi remaja dan orang tua.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PERILAKU SEKS BEBAS DI KALANGAN ANAK JALANAN (Studi pada Tempat-tempat Persinggahan Anak Jalanan di Bandar Lampung)

PERILAKU SEKS BEBAS DI KALANGAN ANAK JALANAN (Studi pada Tempat-tempat Persinggahan Anak Jalanan di Bandar Lampung)

Tipe dalam penelitian ini adalah deskriptif, dengan lokasi penelitian yang berada pada tempat-tempat persinggahan anak jalanan di Kota Bandar Lampung. Populasinya adalah anak-anak jalanan dengan jumlah sampel sebanyak 52 orang yang tersebar di lima tempat. Sampel ditentukan dengan teknik Simple Random Sampling secara proposonal pada masing-masing tempat di lokasi penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, observasi, dan dokumentasi, sedangkan untuk menganalisis datanya dilakukan menggunakan tabulasi tunggal dengan cara menguraikan data tersebut secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku seks bebas di kalangan anak jalanan cukup memprihatinkan, karena di kalangan mereka perilaku berhubungan badan atau behubungan kelamin yang sudah mereka alami mencapai angka tertinggi yaitu 46,2%. Anak jalanan mendapatkan informasi tentang perilaku seks bebas terbesar melalui teman yaitu sebesar 51,9%. Faktor-faktor yang mendorong mereka melakukan perilaku seks bebas tersebut adalah faktor ekonomi keluarga atau penghasilan orangtua, keutuhan keluarga anjal yang rata-rata sudah tidak utuh sekitar 34,6%, tingkat pendidikan orangtua maupun anak jalanan sendiri, dan yang terakhir adalah pergaulan anak jalanan.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

MORAL ANAK JALANAN

MORAL ANAK JALANAN

disekitarnya kemungkinan akan menjadi contoh dalam segala bentuk perilaku yang mereka lakukan. Perilaku anak-anak jalanan terkadang membuat masyarakat merasa resah, seperti perilaku yang pernah dilakukan oleh anak jalanan yang mencoret kendaraan pengendara di jalan. Adapun penelitan ini bertujuan untuk memberikan (1)pandangan, (2)perilaku, dan juga

2 Baca lebih lajut

HUBUNGAN KETERSEDIAAN AKSES LAYANAN KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN PERILAKU PREMARITAL SEKS PADA ANAK JALANAN DI RUMAH SINGGAH GIRLAN NUSANTARA SLEMAN TAHUN 2015 NASKAH PUBLIKASI - Hubungan Ketersediaan Akses Layanan Kesehatan Reproduksi dengan Perilaku Prem

HUBUNGAN KETERSEDIAAN AKSES LAYANAN KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN PERILAKU PREMARITAL SEKS PADA ANAK JALANAN DI RUMAH SINGGAH GIRLAN NUSANTARA SLEMAN TAHUN 2015 NASKAH PUBLIKASI - Hubungan Ketersediaan Akses Layanan Kesehatan Reproduksi dengan Perilaku Prem

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa jumlah responden 35 anak jalanan dengan perilaku premarital seks yaitu di lihat dari item pertanyaan “Berpegangan tangan paling besar pernyataan saya pernah berpegangan tangan dengan pacar saya” sebesar 94,3% (33 responden), item pertanyaan berpelukan paling besar yaitu pertanyaan “Saya pernah memeluk pacar saya saat berboncengan” sebesar 77,15% (27 respo nden), item pertanyaan ciuman kering yang paling besar yaitu pertanyaan “Saya pernah mengungkapkan perasaan sayang dengan mencium pipi pasangan saya” sebesar 68,6 % (24 responden).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

MAKALAH ISBD PERILAKU SOSIAL ANAK JALANAN

MAKALAH ISBD PERILAKU SOSIAL ANAK JALANAN

Segala puji dan syukur senantiasa kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena denganlimpahan rahmat dan hidayah- Nya, akhirnya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “ PRILAKU SOSIAL ANAK JALANAN “. Makalah yang kami susun inimerupakan salah satu tugas matakuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar.Kami menyadari, makalah yang kami susun ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itukritik dan saran sangat kami harapkan dari berbagai pihak. Sebagai manusia biasa, kamiberusaha dengan sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin, dan sebagai manusia biasa juga kamitidak luput dari segala kesalahan dan kekhilafan dalam menyusun makalah ini.Pada kesempatan ini dengan penuh rasa hormat kami haturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Fahrurrazi,Shi.M.si selaku dosen pembimbing yang telah membimbingdan sudi membagi ilmunya kepada kami sehingga dapat terselesaikannya makalah ini. Tak lupa juga kami ucapakan terima kasih kepada rekan-rekan seperjuangan dan semua pihak yang telahmembantu sehingga makalah ini dapat kami selesaikan tepat pada waktunya.Untuk menyempurnakan makalah ini, kami dengan senang hati akan menerima kritik dansaran yang sifatnya membangun dari berbagai pihak. Sehingga di kemudian hari kami dapatmenyempurnakan makalah ini dan kami dapat belajar dari kesalahan-kesalahan yang telah kamilakukan.Akhirnya kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat khusunya bagi kami danumumnya bagi semua pihak yang berkepentingan. Amin.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA DAN LINGKUNGAN TERHADAP PERILAKU KEKERASAN ANAK JALANAN DI Jl. TANJUNG PUTRAYUDHA II MALANG

PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA DAN LINGKUNGAN TERHADAP PERILAKU KEKERASAN ANAK JALANAN DI Jl. TANJUNG PUTRAYUDHA II MALANG

Orang tua mempunyai peran sebagai pengasuh, pembimbing, pemelihara, dan sebagai pendidik bagi anak-anaknya. Selain itu, orang tua mempunyai peranan penting dalam pembentukan identitas anak. Pentingnya unsur pola asuh orang orang tua dalam kehidupan anak menyebabkan dibutuhkanya pola asuh orang tua. Akan tetapi, banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa cara mereka mendidik membuat anak merasa tidak diperhtaikan, di batasi kebebasanya, bahkan ada yang merasa tidak di sayang oleh orang tuanya. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Baumrind (Latifah. M, 2010) menunjukkan bahwa: “ orang tua yang demokratis lebih mendukung
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

PERILAKU SEKS BEBAS DI KALANGAN ANAK JALANAN (Studi pada Tempat-tempat Persinggahan Anak Jalanan di Bandar Lampung)

PERILAKU SEKS BEBAS DI KALANGAN ANAK JALANAN (Studi pada Tempat-tempat Persinggahan Anak Jalanan di Bandar Lampung)

Dasawarsa terakhir ini isu kesejahteraan anak terus mendapat perhatian masyarakat dunia, mulai dari permasalahan buruh anak, peradilan anak, pelecehan seksual pada anak, dan anak jalanan. Hal tersebut juga dicerminkan dari banyaknya dokumen internasional yang berkaitan dengan perlindungan hak-hak anak. Sedikitnya terdapat 16 dokumen internasional yang terkait dengan permasalahan anak, beberapa diantaranya: United Nations Standard Minimum Rules For The Administration Of Juvenile Justice (Peraturan Administrasi Standar Minimum Persatuan Bangsa-bangsa Untuk Keadilan Anak), Resolusi MU PBB 1985: The Use of Children in The Illicit Traffi in Narcotic Drugs (Peran Anak- anak Dalam Perdagangan Obat-Obatan Narkotika), Resolusi MU-PBB 1988: Convention on The Right of The Child (Konvensi Hak Anak), Resolusi MU-PBB 1989: The Effects of Armed Conflicts on Children Lives (Efek Dari Penanganan Konflik Anak), Resolusi Komisi HAM PBB 1991: The Special Rapporteur on The Sale of Children, Child Prostitution and Child Pornography (Pelopor Perdagangan Anak, Prostusi Anak dan Pornograpi Anak), dan Resolusi Komisi HAM PBB 1994.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI ANAK JALANAN KOTA SAMARINDA | Suharto | FORUM EKONOMI 47 59 1 PB

KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI ANAK JALANAN KOTA SAMARINDA | Suharto | FORUM EKONOMI 47 59 1 PB

Masa remaja seringkali dihubungkan dengan mitos dan stereotip mengenai penyimpangan dan tidakwajaran. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya teori-teori perkembangan yang membahas ketidakselarasan, gangguan emosi dan gangguan perilaku sebagai akibat dari tekanan-tekanan yang dialami remaja karena perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya maupun akibat perubahan lingkungan. Dari beberapa bukti dan fakta tentang remaja, karakteristik dan permasalahan yang menyertainya, terlepas dari bersekolah atau tidaknya mereka, semoga dapat menjadi wacana bagi orang dewasa untuk lebih memahami karakteristik remaja dan perubahan perilaku mereka. Perilaku mereka kini tentunya berbeda dari masa kanak-kanak. Hal ini terkadang yang menjadi stressor tersendiri bagi orang tua. Oleh karenanya, butuh tenaga dan kesabaran ekstra untuk benar- benar mempersiapkan remaja kita kelak menghadapi masa dewasanya. Terlepas dari bagaimana kondisi sosial ekonomi remaja yang ada. Bersekolah ataupun tidak mereka menjadi tanggung jawab kita bersama.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PERILAKU SEKS BEBAS DI KALANGAN ANAK JALANAN (Studi pada Tempat-tempat Persinggahan Anak Jalanan di Bandar Lampung)

PERILAKU SEKS BEBAS DI KALANGAN ANAK JALANAN (Studi pada Tempat-tempat Persinggahan Anak Jalanan di Bandar Lampung)

12. Buat anak- anak Sosiologi ’05; Elya, Erna, Asri, Riris, Dewi (Mrs. Korea, hehe… Maksh bwt semua bntuan2nya, dan informasi2 terUpdate t ntg artis2 Korea nya ya… Ngmg2 akibat Mr. Big ni kita jadi deket ya bu), Melly (weits,,blkangan ini lo lmyan bnyak bntu2 gw ni bu, mksih bnyak ya,,trs klo bisa angong m plin-plan dikurangin dkit, he..), Yaya tyg, Mia (kpn ke Papua nya? Bosen gw liat lo disini), Junday (minum susu yg bnyak biar klo naek motor gk melayang,,piss (^_^)v), Ay Aye’ (tt ep ligat ya klo gw lg urgent pulsa), Linda, Desi, Risky, Ocha, Putri. Nah,,giliran anak cowok ni; Dony (tmn sperjuangan + kakak sperguruan), Acep (teruskan perjuanganmu dlm mncari cnta sjati, Hahay,,) , Fredy, Kautsar, To’ing, Andika, Guntur, Dimas, Dwarte, si Nyo, Wisnu Santoso Putro (Request tu minta ditulis nama lengkap, Hmmh.. Mksih bngt ya pak buat bantuan2nya,,sorry klo mnta tlongnya suka dadakan, he..), Yuri, Dayat, Komeng (pada kemana si tu anak2?). Makasih ya semuanya, terutama teman2 yg udh bantuin dalam seminar 1 & 2 gw. Dan smw yg nmanya gk ketulis disini, teuteup kompak ya…
Baca lebih lanjut

66 Baca lebih lajut

KONSEP DIRI ANAK JALANAN  Konsep Diri Anak Jalanan.

KONSEP DIRI ANAK JALANAN Konsep Diri Anak Jalanan.

Tingkah laku seseorang ditentukan oleh konsep diri yang dimiliki. Jika konsep diri yang dimiliki positif maka perilaku yang ditunjukan juga positif, sedangkan bila konsep diri yang dimiliki negatif maka perilakunya juga negatif. Menurut Syam (2012) seseorang dikatakan mempunyai konsep diri negatif jika seseorang meyakini dan memandang bahwa diri sendiri lemah, tidak berdaya, tidak dapat berbuat apa-apa, tidak kompeten, gagal, malang, tidak menarik, tidak disukai dan kehilangan daya tarik terhadap hidup. Orang yang memiliki konsep diri negatif juga cencerung bersikap pesimis terhadap kehidupan dan kesempatan yang dihadapi. Orang yang memiliki konsep diri negatif juga akan mudah, menyerah sebelum melakukan tindakan dan jika gagal akan menyalahkan diri sendiri atau menyalahkan orang lain. Sebaliknya seseorang yang memiliki konsep diri positif akan terlihat optimis, penuh percaya diri dan selalu bersikap positif terhadap segala sesuatu. Orang yang memiliki konsep diri positif akan mampu menghargai diri sendiri dan melihat hal-hal positif yang dapat dilakukan demi keberhasilan di masa depan.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

KONSEP DIRI ANAK JALANAN  Konsep Diri Anak Jalanan.

KONSEP DIRI ANAK JALANAN Konsep Diri Anak Jalanan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep diri yang dimiliki anak jalanan dan faktor yang mempengaruhi terbentuknya konsep diri anak jalanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan observasi. Informan dalam penelitian ini dipilih seraca purposive sampling dengan teknik pengambilan sampel secara snowball sampling . Informan penelitian berjumlah 10 orang. Data dianalisis secara tematik. Hasil penelitian ini menemukan bahwa anak jalanan memiliki konsep diri yang negatif. Hal tersebut dilihat dari aspek penilaian diri yaitu pesimis, iri, gagal, malu dengan penampilan dan merasa tubuh tidak terawat. Aspek penilaian sosial, yaitu merasa orang yang tidak berguna, tidak mempunyai sopan santun, membuat malu, tidak dipercayai orang lain, dinilai negatif orang lain, dinilai tidak baik, menjelekan nama keluarga. Anak jalanan menerima penilaian orang lain terhadap dirinya namun terkadang anak jalanan akan memukul orang yang menghina dirinya jika dirasa sudah keterlaluan. Aspek citra diri yaitu anak jalanan memiliki cita-cita yang tidak realistis, merasa banyak kekurangan, bodoh, memiliki IQ rendah, orang tua kekurangan, merasa malu dengan keadaan orang tua dan tidak disayangi dan diperhatikan orang tua. Faktor yang mempengaruhi terbentuknya konsep diri anak jalanan adalah keluarga, dukungan sosial, status sosial ekonomi dan kelompok rujukan. Konsep diri yang dimiliki anak jalanan akan mempengaruhi sikap dan perilaku terhadap hubungan interpersonal.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

BUKU ABSTRAK KONAS IAKMI XIII MAKASAR 2016

BUKU ABSTRAK KONAS IAKMI XIII MAKASAR 2016

Dalam teori Health Belief Model didasarkan pada pemahaman bahwa seseorang akan mengambil tindakan yang berhubungan dengan kesehatan berdasarkan persepsi dan kepercayaannya. Kaitannya dalam hal ini adalah bagaimana persepsi anak-anak yang rentan untuk memutuskan menjadi anak jalanan atau tidak. 7 Perubahan perilaku dalam teori HBM dituangkan dalam lima segi pemikiran dalam diri individu, yang mempengaruhi pengambilan keputusan dalam diri individu untuk menentukan apa yang baik bagi dirinya yaitu, demografi, persepsi kerentanan dan keseriusan, persepsi ancaman, Cues to action, hambatan dan manfaat. 7 Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik, penilaian dan persepsi siswa-siswi Sekolah Dasar terhadap perilaku anak jalanan.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

PERILAKU SEKS BEBAS DI KALANGAN ANAK JALANAN (Studi pada Tempat-tempat Persinggahan Anak Jalanan di Bandar Lampung)

PERILAKU SEKS BEBAS DI KALANGAN ANAK JALANAN (Studi pada Tempat-tempat Persinggahan Anak Jalanan di Bandar Lampung)

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan kinerja aparat Badan Narkotika Provinsi BNP Lampung dalam penanggulangan penyalahgunaan narkotika, Kinerja Aparat Badan Narkotika Provinsi BNP La[r]

128 Baca lebih lajut

PERILAKU ANAK JALANAN PEREMPUAN DALAM BERSOSIALISASI DAN MENCARI NAFKAH ( Studi Pada Anak Jalanan di Komplek Pasar Johar Semarang)

PERILAKU ANAK JALANAN PEREMPUAN DALAM BERSOSIALISASI DAN MENCARI NAFKAH ( Studi Pada Anak Jalanan di Komplek Pasar Johar Semarang)

basis lokasi mereka adalah di antara ke enam kawasan tersebut dengan basis terbesar di kawasan Pasar Johar dan Terminal Terboyo. Menurut Sunarti (1998), kedua tempat ini lebih banyak disukai oleh para anak jalanan karena adanya kios-kios, lorong dan taman yang dapat mereka fungsikan sebagai tempat bermain sekaligus berinteraksi dengan masyarakat yang berada di tempat tersebut. Di tempat itu pula mereka dapat beristirahat dan bermalam. Indikator yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi rumah anak jalnan adalah dekat dengan pusat kegiatan ekonomis, gedung-gedung kosong yang tidak dipakai dan tidak adanya pengawasan terhadap suatu tempat tertentu. Lebih lanjut dijelaskan bahwa faktor penarik dari tempat-tempat yang difungsikan sebagai rumah adalah gedung-gedung tua yang sudah tidak berpenghuni dan kehadiran mereka di tempat itu biasanya disebabkan:
Baca lebih lanjut

114 Baca lebih lajut

Perilaku Merokok Pada Anak Jalanan di Kota Semarang ( Studi Kasus Pada Anak Jalanan di Simpang Lima ).

Perilaku Merokok Pada Anak Jalanan di Kota Semarang ( Studi Kasus Pada Anak Jalanan di Simpang Lima ).

Dari Data Riskesdas 2010, di kalangan remaja 15-19 tahun sebesar 38,4 persen laki-laki dan 0,9 persen perempuan yang merokok. Sekitar dua dari lima perokok saat ini rata-rata merokok sebanyak 11-20 batang per hari. Sedangkan prevalensi yang merokok rata-rata 21-30 batang per hari dan lebih dari 30 batang per hari masing- masing sebanyak 4,7 persen dan 2,1 persen. Provinsi dengan rata-rata penduduk yang merokok 1-10 batang per hari paling tinggi dijumpai di Maluku (69,4%), disusul oleh Nusa Tenggara Timur (68,7%), Bali (67,8%), DI Yogyakarta (66,3%) dan Jawa Tengah (62,7%). Untuk data dari dinas kesehatan kota Semarang sendiri menyebutkan bahwa perokok anak atau remaja mencapai 4,0 % dan perokok dewasa mencapai 4,5 % dari jumlah penduduk kota Semarang. 1
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

HUBUNGAN TIPE KEPRIBADIAN DENGAN RELAPSE NGELEM PADA ANAK JALANAN USIA 10-18 TAHUN DI KOTA MALANG

HUBUNGAN TIPE KEPRIBADIAN DENGAN RELAPSE NGELEM PADA ANAK JALANAN USIA 10-18 TAHUN DI KOTA MALANG

4. Penelitian yang dilakukan oleh Gany Noldi Ratta (2008) Dampak Psikologis Ngelem pada Anak Jalanan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian dua anak jalanan usia dibawah 18 tahun, sedang mengkonsumsi lem. Pemilihan subjek penelitian dilakukan secara purposive, metode pengambilan data dengan wawancara, penelitian dilaksanakan pada tanggal 1 Mei 2008 sampai tanggal 24 juli 2008, hasil penelitian dampak psikologi ngelem pada anak jalanan yaitu sering melamun, berhayal, ketergantungan yang menerus, emosi tidak stabil, panic atau cemas dan gugup dalam menghadapi masalah, sulit berpikir, sulit berkonsentrasi, mudah lupa, tidak fokus dengan apa yang mereka lihat dan apa yang dialami. Perbedaan penelitian tersebut dengan penelitian ini terletak pada variabel dependen relepse ngelem, waktu dilakukan pada bulan Maret 2015, tempat penelitian di Kota Malang, dan teknik pengambilan sample menggunakan total sampling.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PERILAKU SEKS BEBAS DI KALANGAN ANAK JALANAN (Studi pada Tempat-tempat Persinggahan Anak Jalanan di Bandar Lampung)

PERILAKU SEKS BEBAS DI KALANGAN ANAK JALANAN (Studi pada Tempat-tempat Persinggahan Anak Jalanan di Bandar Lampung)

Tipe dalam penelitian ini adalah deskriptif, dengan lokasi penelitian yang berada pada tempat-tempat persinggahan anak jalanan di Kota Bandar Lampung. Populasinya adalah anak-anak jalanan dengan jumlah sampel sebanyak 52 orang yang tersebar di lima tempat. Sampel ditentukan dengan teknik Simple Random Sampling secara proposonal pada masing-masing tempat di lokasi penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, observasi, dan dokumentasi, sedangkan untuk menganalisis datanya dilakukan menggunakan tabulasi tunggal dengan cara menguraikan data tersebut secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku seks bebas di kalangan anak jalanan cukup memprihatinkan, karena di kalangan mereka perilaku berhubungan badan atau behubungan kelamin yang sudah mereka alami mencapai angka tertinggi yaitu 46,2%. Anak jalanan mendapatkan informasi tentang perilaku seks bebas terbesar melalui teman yaitu sebesar 51,9%. Faktor-faktor yang mendorong mereka melakukan perilaku seks bebas tersebut adalah faktor ekonomi keluarga atau penghasilan orangtua, keutuhan keluarga anjal yang rata-rata sudah tidak utuh sekitar 34,6%, tingkat pendidikan orangtua maupun anak jalanan sendiri, dan yang terakhir adalah pergaulan anak jalanan.
Baca lebih lanjut

125 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...