Top PDF Perlindungan Hukum Bagi Konsumen dalam Penyediaan Jasa Virtual Office

Perlindungan Hukum Bagi Konsumen dalam Penyediaan Jasa Virtual Office

Perlindungan Hukum Bagi Konsumen dalam Penyediaan Jasa Virtual Office

Virtual office are the effect of technology and communication development. A company that generally own an office building as place for an activity now can lease an “office address” that they could used as a company address and the employees could do a work activity anywhere. Virtual office transaction is one of an example of e-commerce transactions, because virtual office transaction use internet as an tool to do its transactions. One of minus point of virtual office are the absence of regulation regarding of virtual office. In the process, the regulation of virtual office could be seen from some relevant regulations as the book of Civil Law, regulation Number 19 of 2016 concerning Information and Electronic Transaction, and regulation Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. In a transaction, there are possibility of loss that could happen to a service providers in their position as a businessman, and a service users in their position as a consumer. Regulation concerning rights and obligations for consumer and businessman could be seen in regulation number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. The suggestions given is there should be a regulation for virtual office transaction and regulation for consumer in e- commerce trasanction.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

JURNAL ILMIAH PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PASIEN SEBAGAI KONSUMEN JASA TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN DITINJAU DARI UNDANG- UNDANG NOMOR 8 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN

JURNAL ILMIAH PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PASIEN SEBAGAI KONSUMEN JASA TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN DITINJAU DARI UNDANG- UNDANG NOMOR 8 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami kedudukan hukum pasien terhadap pelayanan kesehatan dan bagaimanakah bentuk perlindungan hukum bagi pasien terhadap pelayanan kesehatan metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian normatif-empiris. pendekatan hukum yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual dan pendekatan sosiologis. Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif, perlindungan hukum bagi pasien belum sepenuhnya terlaksana dan pengaturan di undang-undang perlindungan konsumen tidak begitu jelas mengenai bentuk-bentuk perlindungan pasien(konsumen jasa).
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PASIEN SELAKU KONSUMEN JASA PELAYANAN KESEHATAN YANG MENGALAMI MALPRAKTEK

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PASIEN SELAKU KONSUMEN JASA PELAYANAN KESEHATAN YANG MENGALAMI MALPRAKTEK

Banyak kasus malpraktik yang terjadi dari tahun 2006 sampai 2012, tercatat ada 182 kasus kelalaian medik dan malpraktik yang terbukti dilakukan oleh dokter di Indonesia, hal ini menyebabkan perlindungan hukum terhadap pasien sebagai konsumen pelayan medik sangat penting untuk didiskusikan. Kurangnya pemahaman terhadap hak tentang pasien menyebabkan pasien memiliki posisi yang lemah sebagai konsumen pelayan publik. Dalam jurnal ini, akan dibahas tentang hubungan antara pasien dan dokter, hak pasien dan penyelesaian sengketa malpraktik. Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi singkat untuk dapat memahami lebih baik tentang hak-hak pasien dan tindakan apa yang dapat diambil jika mengalami malpraktik dalam pelayanan kesehatan.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN PENGGUNA JASA TAKSI DI MAKASSAR

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN PENGGUNA JASA TAKSI DI MAKASSAR

Skripsi ini berjudul ”Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Pengguna Jasa Taksi di Makassar”. Dalam skripsi ini terdiri dari 2 (dua) sub masalah yakni (1). Bagaimana tanggung jawab perusahaan taksi terhadap pengguna jasa taksi, (2). Bagaimana prosedur yang dapat ditempuh pengguna jasa taksi atas kerugian yang dialami pengguna jasa taksi. Untuk menyelesaikan sub masalah tersebut, maka digunakan metode pengumpulan data yang bersumber dari studi dokumen dan wawancara. Adapun teknik pengolahan data yang digunakan dianalisa secara kualitatif yaitu suatu cara penelitian yang dilakukan guna mencari kebenaran kualitatif, selanjutnya akan disajikan secara deskriptif yaitu dengan cara menjelaskan, menguraikan dan menggambarkan permasalahan serta penyelesaiannya.
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN PADA PRAKTIK USAHA JASA LAYANAN TAMAN REKREASI

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN PADA PRAKTIK USAHA JASA LAYANAN TAMAN REKREASI

Perlindungan hukum terhadap konsumen dalam dunia pariwisata dirasakan masih rendah. Konsumen hanya dijadikan sebagai objek bisnis pelaku usaha tanpa memperhatikan hak-hak yang dimiliki oleh konsumen, Di Indonesia, perlindungan konsumen diatur dalam Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen yang diharapkan dapat menjadi payung hukum untuk melindungi hak-hak yang dimiliki konsumen sehingga pelaku usaha dapat bertanggung jawab jika ada hak konsumen yang tidak dapat terpenuhi. Tindakan pelaku usaha untuk memenuhi hak konsumen dapat dilihat dari bagaimana pengawasan yang dilakukan penyelenggara jasa layanan taman rekreasi pada wahana yang terdapat dalam kawasan taman rekreasi tersebut, serta apakah upaya hukum yang dapat ditempuh konsumen jika terjadi hal-hal yang menimbulkan kerugian terhadap konsumen.
Baca lebih lanjut

57 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Bagi Pasien Selaku Konsumen Jasa Pelayanan Kesehatan yang Mengalami Malpraktek

Perlindungan Hukum Bagi Pasien Selaku Konsumen Jasa Pelayanan Kesehatan yang Mengalami Malpraktek

Banyak kasus malpraktik yang terjadi dari tahun 2006 sampai 2012, tercatat ada 182 kasus kelalaian medik dan malpraktik yang terbukti dilakukan oleh dokter di Indonesia, hal ini menyebabkan perlindungan hukum terhadap pasien sebagai konsumen pelayan medik sangat penting untuk didiskusikan. Kurangnya pemahaman terhadap hak tentang pasien menyebabkan pasien memiliki posisi yang lemah sebagai konsumen pelayan publik. Dalam jurnal ini, akan dibahas tentang hubungan antara pasien dan dokter, hak pasien dan penyelesaian sengketa malpraktik. Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi singkat untuk dapat memahami lebih baik tentang hak-hak pasien dan tindakan apa yang dapat diambil jika mengalami malpraktik dalam pelayanan kesehatan.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

perlindungan hukum terhadap konsumen

perlindungan hukum terhadap konsumen

Saat ini asuransi telah menjadi kebutuhan hidup sebahagian masyarakat Indonesia. Sejak sepuluh tahun terakhir kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan asuransi tumbuh pesat dilihat dari jumlah premi yang berhasil dihimpun oleh perusahaan asuransi oleh karena itu kepercayaan masuarakat terhadap asuransi harus didukung dengan regulasi dan perbaikan kinerja perusahaan asuransi. KUH Perdata,KUH Dagang, dan UU NO. 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian telah memberikan perlindungan hukum bagi pemegang polis asuransi. UU No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen mengetapkan tentang hak,kewajiban dan perbuatan yang dilarang oleh perusahaan asuransi sebagai pelaku usaha serta penyelesaian sengketa klaim asuransi.Walaupun hubungan hukum antara pemegang polis asuransi dan peruisahaan asuransi termasuk ke dalam hukum keperdataan, namun UU Perlindungan Konsumen mengenakan sanksi pidana bagi pelanggar UU Perlindungan Konsumen termasuk bagi perusahaan asuransi.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN PENGGUNA JASA ANGKUTAN UDARA DALAM HAL GANTI RUGI.

PENDAHULUAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN PENGGUNA JASA ANGKUTAN UDARA DALAM HAL GANTI RUGI.

Pelaksanaan Ganti Rugi diatur dalam Pasal 4 huruf h Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, namun dalam prakteknya masih menimbulkan permasalahan hukum. Dalam pelaksanaannya, pemberian hak ganti rugi kepada konsumen sangat sulit untuk dilaksanakan. Seharusnya dibuatnya Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan konsumen memiliki tujuan utama untuk melindungi konsumen, sehingga hak-hak yang dimiliki konsumen dapat terpenuhi dan diberikan oleh pelaku usaha. Implementasi Perlindungan Konsumen terdapat beberapa kelemahan atas perlindungan hukum, tidak dijelaskan dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen bagaimana tata cara penyelesaian ganti rugi, pemberian ganti rugi berbentuk apa, berapa besar ganti rugi yang diberikan oleh pelaku usaha kepada konsumen dan lain-lain.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN ATAS JASA TUKANG GIGI DI KOTA PANGKALPINANG SKRIPSI

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN ATAS JASA TUKANG GIGI DI KOTA PANGKALPINANG SKRIPSI

Alhamdulillah, segala puji dan syukur siang dan malam dihaturkan kehadirat yang maha kuasa Allah SWT, semoga terlimpahkan rahmat dan hidayahNYA kepada segenap umat RasulNya yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk dapat menyelesaikan Skripsi ini, yang merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung. Skripsi ini berjudul Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Atas Jasa Tukang Gigi Di Kota Pangkalpinang.

14 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN   PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN PENGGUNA JASA ANGKUTAN UDARA DALAM HAL GANTI RUGI.

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN PENGGUNA JASA ANGKUTAN UDARA DALAM HAL GANTI RUGI.

Dari hasil penelitian, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen belum dapat memberikan perlindungan hukum, tetapi dengan diundangkannya Peraturan Menteri Nomor 77 Tahun 2011 Tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara sudah dapat memberikan perlindungan hukum terhadap konsumen pengguna jasa angkutan udara.

12 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN DALAM MENGGUNAKAN JASA TRANSPORTASI ONLINE UBER DAN GRAB DI INDONESIA

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN DALAM MENGGUNAKAN JASA TRANSPORTASI ONLINE UBER DAN GRAB DI INDONESIA

Makalah ini berjudul Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Dalam Menggunakan Jasa Transportasi Online Uber dan Grab di Indonesia. Makalah ini menggunakan metode penelitian hukum normatif kemudian dikaji menggunakan pendekatan perundang - undangan. Tujuan dari penulisan ini yaitu untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap konsumen dalam menggunakan jasa transportasi online dan tanggung jawab pelaku usaha apabila adanya kerugian dari konsumen dalam menggunakan jasa transportasi

5 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Ata

Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Ata

Sekarang banyak bermunculan Perusahan yang menawarkan jasa telekomunikasi yang jauh lebih murah dibanding dengan biaya tarif PSTN. Sistem Penghemat Tarif Telephone ini bekerja dengan mengalihkan panggilan telephone dengan nomer awal 0 ke jaringan yang dikelola oleh Perusahaan tsb. Ten tunya pengertian “mengalihkan pangilan” tsb, bukan berarti melakukan penyadapan atas suatu saluran komunikasi. Dengan penghematan berkisar 25% sd 80% dan dengan kualitas suara yang jernih bisnis ini menjadi alternative dalam rangka mengendalikan biaya telephone. Makalah ini mengambil topik perlindungan konsumen Telephone Hemat dengan judul “ Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Atas Penggunaan Telephone Hemat pada PT XYZ.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN TERHADA

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN TERHADA

Sertifikasi halal bertujuan untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan hukum bagi konsumen, khususnya konsumen muslim. Berdasarkan hasil kajian, perlindungan hukum bagi konsumen terhadap produk pangan yang tidak bersertifikat halal dapat disimpulkan, bahwa Pertama, perlindungan hukum bagi konsumen muslim dari produk pangan yang tidak bersertifikat halal di atur dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH). Sertifikat halal bersifat wajib (mandatory) sehingga produk pangan yang tidak bersertifikat halal dan berlabel halal tidak bisa lagi beredar di Indonesia, baik yang diproduksi di dalam negeri maupun yang berasal dari luar negeri. Kedua, Pelaku usaha yang telah memperoleh sertifikat halal wajib mencantumkan label halal pada kemasan produk, bagian tertentu dari produk dan/atau tempat tertentu pada produk. Ketiga, Peran pemerintah dalam melakukan pengawasan terhadap beredarnya produk pangan yang tidak bersertifikat halal diatur dalam Undang-Undang Pangan dan Undang-Undang Jaminan Produk Halal (JPH). Dalam Undang-Undang Pangan pengawasan dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sedangkan dalam Undang-Undang JPH, pengawasan dilakukan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BJPH), kementerian dan/atau lembaga terkait.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN JASA PENCUCIAN MOBIL OLEH PERUSAHAAN ROS3 GROUP

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN JASA PENCUCIAN MOBIL OLEH PERUSAHAAN ROS3 GROUP

Perlindungan konsumen berkaitan dengan perlindungan hukum, oleh karena itu, perlindungan konsumen mengandung aspek hukum. Adapun materi yang mendapatkan perlindungan itu bukan sekedar fisik, melainkan terlebih-lebih hak- haknya yang bersifat abstrak. 4 Berdasarkan aspek hukumnya, aspek dalam hukum perlindungan konsumen merupakan bagian dari hukum perdata. Beberapa kaidah berkaitan dengan aspek hukum perlindungan konsumen seperti yang termuat di dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUHPdt) yang paling banyak di gunakan atau berkaitan dengan asas-asas dan kaidah hukum mengenai hubungan dan masalah konsumen adalah Buku Ketiga tentang perikatan dan Buku Keempat tentang pembuktian dan kadaluarsa. Buku Ketiga memuat berbagai hubungan hukum konsumen, hubungan hukum itu Perikatan yang terjadi baik berdasarkan suatu perjanjian maupun yang lahirnya karena undang-undang (Pasal 1233 KUHPdt). Hubungan hukum konsumen itu adalah untuk memberikan sesuatu, berbuat sesuatu atau untuk tidak berbuat sesuatu (Pasal 1234 KUHPdt).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

URGENSI PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PENGGUNA JASA MOTORCYCLE TAXI PERSPEKTIF HUKUM PERLINDUNGAN KONSUMEN DAN TEORI MASHLAHAH

URGENSI PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PENGGUNA JASA MOTORCYCLE TAXI PERSPEKTIF HUKUM PERLINDUNGAN KONSUMEN DAN TEORI MASHLAHAH

Ojek berada pada posisi tatimmat/takammulat, tahsiniyah (pelengkap) apabila ia hadir ditegah rasio Kendaraan Bermotor umum untuk Angkutan orang memadai dalam hal kapasitas Angkutan orang dengan Kendaraan Bermotor umum berupa, Mobil Bus, dan Mobil Penumpang, kehadiran ia memberi lebih banyak opsi kepada pengguna jasa angkutan umum. ( عجري لاام ةثلاثلا ةبترلا تاداعلا فى جهانلما نسحأ ةياعرو دئازلماو ياازملل يرسيتلاو ينيزتلاو ينسحتلا عقوم عقي نكلو ,ةجاح لىإلاو ةرورض لىا تلاماعلماو ) Bagi al-Ghazali, mashlahah Tahsiniyyat adalah peringkat memperbaiki, memperindahkan serta mempermudahkan suatu keadaan supaya mendatangkan nilai tambah, baik dalam urusan harian ataupun muamalat. 28
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN UMUM PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN PENGGUNA JASA PARKIR

BAB II TINJAUAN UMUM PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN PENGGUNA JASA PARKIR

3) mengikuti upaya penyelesaian hukum sengketa perlindungan konsumen secara patut. Menyangkut kewajiban konsumen beriktikad baik hanya tertuju pada transaksi pembelian barang dan/atau jasa. Hal ini tentu saja disebabkan karena bagi konsumen, kemungkinan untuk dapat merugikan produsen mulai pada saat melakukan transaksi dengan produsen. Berbeda dengan pelaku usaha kemungkinan terjadinya kerugian bagi konsumen dimulai sejak barang dirancang/diproduksi oleh produsen (pelaku usaha). Kewajiban lain yang perlu mendapat penjelasan lebih lanjut adalah kewajiban konsumen mengikuti upaya penyelesaian hukum sengketa perlindungan konsumen secara patut. Kewajiban ini dianggap sebagai hal baru, sebab sebelum diundangkannya Undang-Undang Perlindungan Konsumen hampir tidak dirasakan adanya kewajiban secara khusus seperti ini dalam perkara perdata, sementara dalam kasus pidana tersangka/terdakwa lebih banyak dikendalikan oleh aparat kepolisian dan/atau kejaksaan. Adanya kewajiban seperti ini diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen dianggap tepat, sebab kewajiban ini adalah untuk mengimbangi hak konsumen untuk mendapatkan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut. Hak ini akan menjadi lebih mudah diperoleh jika konsumen mengikuti penyelesaian sengketa secara patut. Hanya saja kewajiban konsumen ini, tidak cukup untuk maksud tersebut jika tidak diikuti oleh kewajiban yang sama dari pihak pelaku usaha. 17
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Bagi Konsumen Pada Pe

Perlindungan Hukum Bagi Konsumen Pada Pe

a. Pasar internasional Dengan penerapan e-commerce sebuah perusahaan dapat memiliki sebuah pasar internasional. Bisnis dapat dijalankan tanpa harus terbentur pada batas negara dengan adanya teknologi digital. Pihak perusahaan dapat bertemu dengan partner dan kliennya dari seluruh penjuru dunia. Hal ini menciptakan sebuah lembaga multinasional virtual.

8 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM KONSUMEN DALAM JASA PELAYANAN PENYALURAN ARUS LISTRIK DENGAN SISTEM TOKEN

PERLINDUNGAN HUKUM KONSUMEN DALAM JASA PELAYANAN PENYALURAN ARUS LISTRIK DENGAN SISTEM TOKEN

Menurut Bapak Subadra Yani Moersalin, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Bandar Lampung, untuk mengatasi pelanggaran yang dilakukan oleh penyedia jasa pelayanan listrik konsumen harus lebih jeli dalam melakukan transaksi serta penggunaan sistem token didasarkan kepada UUPK mengenai hak dan kewajiban konsumen. 12 PT PLN (Persero) harus terus meningkatkan mutu pelayanannya terhadap konsumen pengguna sistem listrik token terutama dalam hal mensosialisaikan sistem token di masyarakat khususnya masyarakat pedesaan, sehingga sistem token dapat digunakan oleh berbagai kalangan masyarakat. 13
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen eBa

Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen eBa

Situs eBay sebagaimana telah dipaparkan di atas, tidak dengan strict membatasi berlakunya hukum California untuk menyelesaikan masalah- masalahnya. Berdasarkan urutan, opsi untuk menentukan pilihan hukum secara alternatif ialah kesepakatan para pihak (mutual agreement), negara pembeli (origin of reception), negara pembuat kontrak (origin of country), dan negara yang membawahi yurisdiksi eBay. Perkara-perkara yang muncul kemudian tidak serta- merta diselesaikan dengan proses litigasi, akan tetapi diprioritaskan penyelesaian masalah melalui Alternative Dispute Resolution, dimana dalam hal ini pilihannya jatuh kepada proses arbitrase.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects