Top PDF UJI PRASKRINING AKTIVITAS ANTIKANKER DAUN LENGKENG (Euphoria longana Lamk) DENGAN METODE Brine Shrimp Lethality Test (BST) (Ekstrak n-Heksana dan Ekstrak Metanol)

UJI PRASKRINING AKTIVITAS ANTIKANKER DAUN LENGKENG (Euphoria longana Lamk) DENGAN METODE Brine Shrimp Lethality Test (BST) (Ekstrak n-Heksana dan Ekstrak Metanol)

UJI PRASKRINING AKTIVITAS ANTIKANKER DAUN LENGKENG (Euphoria longana Lamk) DENGAN METODE Brine Shrimp Lethality Test (BST) (Ekstrak n-Heksana dan Ekstrak Metanol)

v RINGKASAN Sampai saat ini, penyakit kanker masih termasuk salah satu penyakit yang sangat ditakuti oleh masyarakat, hal ini disebabkan karena angka kematian akibat kanker sangat tinggi. Terapi pengobatan kanker pada umumnya dilakukan dengan cara operasi, radiasi, kemoterapi dan immunoterapi. Selain cara-cara diatas, sebagian penerita lebih memilih melakukan pengobatan alternative, salah satunya dengan memanfaatkan bahan alam. Hal ini dilatarbelakangi karena maha;lnya harga obat antikanker dan tidak tahan terhadap efek buruk kemoterapi. Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai antikanker adalah (Euphoria longana Lamk.).
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

UJI PRASKRINING AKTIVITAS ANTIKANKER DAUN KEMBANG BOKOR (Hydrangea macrophylla) DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (Ekstrak n-Heksana dan Ekstrak Metanol)

UJI PRASKRINING AKTIVITAS ANTIKANKER DAUN KEMBANG BOKOR (Hydrangea macrophylla) DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (Ekstrak n-Heksana dan Ekstrak Metanol)

iv KATA PENGANTAR BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM Alhamdulillahirobbil ‘alamin . Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, atas segala limpahan rahmat, nikmat dan pertolongan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul UJI PRASKRINING AKTIVITAS ANTIKANKER DAUN KEMBANG BOKOR (Hydrangea macrophylla) DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (Ekstrak n- Heksana dan Ekstrak Metanol) yang diajukkan untuk memperoleh gelar sarjana Farmasi pada Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

UJI PRASKRINNING AKTIVITAS ANTIKANKER DAUN MATOA (Pometia pinnata) DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (Ekstrak n-Heksana dan Ekstrak Metanol)

UJI PRASKRINNING AKTIVITAS ANTIKANKER DAUN MATOA (Pometia pinnata) DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (Ekstrak n-Heksana dan Ekstrak Metanol)

Pada penelitian ini masing-masing ekstrak n-heksana dan ekstrak metanol diuji aktivitas antikankernya terhadap nauplii Artemia salina Leach. Pada kelompok kontrol diberi perlakuan penambahan media air laut hingga volume menjadi 5 ml. Kelompok uji diberi perlakuan larutan ekstrak n-heksana dan ekstrak metanol daun matoa (Pometia pinnata) dengan konsentrasi 10ug/ml, 50ug/ml, 100ug/ml, 500ug/ml, dan 1000ug/ml masing-masing ditambah air laut sampai volume mencapai 5 ml.kemudian diinkubasi selama 24 jam. Setelah diinkubasi dilakukan perhitungan nauplii udang yang mati. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Probit Analysis. Apabila masing-masing ekstrak yang diuji mempunyai LC 50 < 1000 ug/ml maka dianggap memiliki aktivitas antikanker. Kemudian ekstrak yang memiliki aktivitas antikanker dilakukan skrinning fitokimia untuk mengetahui golongan senyawa kimia yang mempunyai aktivitas antikanker yang terkandung didalamnya.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

UJI PRASKRINING AKTIVITAS ANTIKANKER EKSTRAK HERBA Impatiens balsamina Linn DENGAN METODE BST (Ekstrak n-Heksana dan Ekstrak Metanol dari Herba Pacar Air)

UJI PRASKRINING AKTIVITAS ANTIKANKER EKSTRAK HERBA Impatiens balsamina Linn DENGAN METODE BST (Ekstrak n-Heksana dan Ekstrak Metanol dari Herba Pacar Air)

iv KATA PENGANTAR Alhamdulillahi robbil’alamin, segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas segala limpahan rahmat, nikmat dan pertolongan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul UJI PRASKRINING AKTIVITAS ANTIKANKER EKSTRAK Impatiens balsamina Linn DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (Ekstrak n-Heksana dan Ekstrak Metanol dari Herba Pacar Air), yang diajukan untuk memperoleh gelar sarjana farmasi pada Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

UJI PRASKRINING AKTIVITAS ANTIKANKER DAUN KUCAI (Allium odorum L.) DENGAN METODE Brine Shrimp Lethality Test (BST) (EKSTRAK n-HEKSANA DAN EKSTRAK METANOL)

UJI PRASKRINING AKTIVITAS ANTIKANKER DAUN KUCAI (Allium odorum L.) DENGAN METODE Brine Shrimp Lethality Test (BST) (EKSTRAK n-HEKSANA DAN EKSTRAK METANOL)

3 tradisional mendorong untuk diadakannya berbagai penelitian guna membuktikan khasiatnya secara ilmiah. Penelitian yang telah dilakukan mencoba meneliti aktivitas antioksidan dari daun kucai. Hasil penelitian Chan Kung Chi dari Providence University Taiwan, serta Hsu Cheng Chin dan Yin Mei Chin dari Chungshan Medical University Taiwan, menunjukkan bahwa kucai berfungsi sebagai antioksidan. Banyaknya komponen diallyl sulphides dalam kucai mampu mencegah oksidasi platelet di dalam darah, sehingga berfungsi antioksidan (http://www.suaramedia.com, 5 November 2010).
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

UJI PRASKRINING AKTIVITAS ANTIKANKER BIJI RAMBUTAN (Nephelium lappaceum Linn.) DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BST) (Ekstrak n-Heksana dan Ekstrak Metanol)

UJI PRASKRINING AKTIVITAS ANTIKANKER BIJI RAMBUTAN (Nephelium lappaceum Linn.) DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BST) (Ekstrak n-Heksana dan Ekstrak Metanol)

Pemanfaatan bahan tanaman untuk pengobatan kanker biasanya dilakukan berdasarkan pengalaman secara turun-temurun. Tetapi pada saat ini telah dilakukan beberapa penelitian tanaman obat yang berkhasiat sebagai antikanker, diantaranya adalah acetogenins dalam sirsak yang dapat menghambat adenosina trifosfat sebagai sumber energi pada sel kanker, vinblastin dan vinkristin dalam tapak dara yang dapat menghambat pembelahan sel kanker pada tingkat mitosis, menghambat sintesis purin, DNA dan RNA pada sel kanker sehingga perkembangan sel kanker dapat dihambat. Dengan demikian, data – data penelitian dari beberapa tanaman diatas dapat dikembangkan ke produk fitofarmaka yang telah diuji secara klinis (Wijayakusuma, 2008).
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

UJI PRASKRINING AKTIVITAS ANTIKANKER HERBA CIPLUKAN (Physalis minima Linn.) DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BST) (Ekstrak n-heksana dan Ekstrak Metanol)

UJI PRASKRINING AKTIVITAS ANTIKANKER HERBA CIPLUKAN (Physalis minima Linn.) DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BST) (Ekstrak n-heksana dan Ekstrak Metanol)

Perkembangan penggunaan dan penelitian tanaman obat merupakan suatu peluang yang sangat besar bagi Indonesia, karena sebagai suatu negara yang beriklim tropis banyak sumber daya alam hayati yang bisa dimanfaatkan. Meskipun penggunaan tanaman obat sudah banyak digunakan, namun hal tersebut belum disertai data-data yang menunjang mengenai aktivitas tanaman obat terhadap pengobatan suatu penyakit. Untuk itu diperlukan suatu penelitian pendahuluan atau praskrining. Selanjutnya dari hasil uji praskrining dapat dilakukan penelitian yang lebih lanjut, misal uji skrining. Uji skrining merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa kimia yang terkandung dalam tanaman, yang biasanya mempunyai aktivitas biologi secara tepat dan teliti. Dari data-data yang diperoleh dapat digunakan untuk menunjang penggunaan tanaman obat agar lebih diterima oleh masyarakat pada umumnya dan tenaga medis pada khususnya (Mardiani, 2005).
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

UJI PRASKRINING AKTIVITAS ANTIKANKER KULIT BATANG TABEBUIA BUNGA KUNING (Tabebuia chrysantha Nichols.) DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BST) (Ekstrak n-Heksana dan Ekstrak Metanol)

UJI PRASKRINING AKTIVITAS ANTIKANKER KULIT BATANG TABEBUIA BUNGA KUNING (Tabebuia chrysantha Nichols.) DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BST) (Ekstrak n-Heksana dan Ekstrak Metanol)

Salah satu metode untuk menguji bahan-bahan yang bersifat sitotoksik yaitu dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BST). Metode ini menggunakan larva Artemia salina Leach. sebagai hewan coba. Uji toksisitas dengan metode BST ini merupakan uji toksisitas akut yaitu efek toksik dari suatu senyawa ditentukan dalam waktu singkat setelah pemberian dosis uji. Prosedurnya dengan menentukan nilai LC 50 dari aktivitas komponen aktif tanaman terhadap larva Artemia salina Leach. Suatu ekstrak dikatakan aktif sebagai antikanker berdasarkan metode BST jika harga LC 50 < 1000 μg/ml.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

UJI PRASKRINING AKTIVITAS ANTIKANKER EKSTRAK HERBA Chentotheca longilamina Ohwi (Dengan Metode BST pada Ekstrak n-Heksana dan Ekstrak Metanol)

UJI PRASKRINING AKTIVITAS ANTIKANKER EKSTRAK HERBA Chentotheca longilamina Ohwi (Dengan Metode BST pada Ekstrak n-Heksana dan Ekstrak Metanol)

ABSTRACT Cancer is the second major cause of death after cardiac disease. The high cost and adverse effect of cancer therapy give a chance to make an exploration of research a medicine of cancer.Variety of plants in Indonesia provides opportunity to utilize Chentotecha longilamina Ohwi for research a compound of new anti-cancer. The research aimed to find out that n-heksana and methanol extract herbs Chentotecha longilamina Ohwi has anti- cancer activity with a method of Brine Shrimp Lethality Test and to find out a chemical content that show up an activity that potentially as anti-cancer with doing Herbal toxicity test Chentotecha longilamina Ohwi to Artemia salina leach as first biologist’s screening. An activity test refers to extract n-heksana n extract methanol chentotecha longilamina Ohwi.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

UJI PRASKRINNING AKTIVITAS ANTIKANKER BIJI GANDARIA (Bouea macrophylla Griffith) DENGAN METODE Brine Shrimp Lethality Test (BST) (Ekstrak n-Heksanadan Metanol)

UJI PRASKRINNING AKTIVITAS ANTIKANKER BIJI GANDARIA (Bouea macrophylla Griffith) DENGAN METODE Brine Shrimp Lethality Test (BST) (Ekstrak n-Heksanadan Metanol)

ABSTRAK Penyakit kanker, penyakit yang diakibatkan oleh adanya pertumbuhan sel-sel yang tidak terkendali. Keadaan ini terjadi akibat faktor-faktor seperti kelainan genetik, faktor lingkungan, makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya,infeksi virus, infeksi mikroorganisme, gangguan keseimbangan hormonal, emesional, radikal bebas, kebiasaan dan gaya hidup. Penyakit kanker termasuk urutan kedua setelah penyakit jantung.Besarnya biaya yang di keluarkan dan efek samping yang merugikan memberikan peluang untuk melakukan eksplorasi dalam usaha pencarian obat kanker.keanekaragaman tumbuhan indonesia memberi peluang untuk memanfaatkan biji Bouea macrophylla Griffith untuk pencarian senyawa anti kanker yang baru. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui apakah ekstrak n-heksana dan ekstrak metanol biji Bouea macrophylla Griffith Ohwi memiliki aktivitas antikanker dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BST) dan untuk mengetahui kandungan kimia yang menunjukan aktifitas yang berpotensi sebagai antikanker. Pada penelitian ini dilakukan uji toksisitas herba Bouea macrophylla Griffith terhadap Artemia salina Leach sebagai skrining awal aktifitas biologisnya. Uji aktifitas dilakukan terhadap ekstrak n-heksana dan ekstrak metanol Bouea macrophylla Griffith. Data yang di peroleh dengan menghitung jumlah larva yang mati setelah perlakuan 24 jam. Persen kematian digunakan untuk menghitung harga LC 50 dengan metode Probit Analysis menggunakan Brine Shrimp Lethality Test (BST). Komponen penyusun ekstrak paling aktif dianalisa dengan Komatrografi Lapis Tipis (KLT).
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

POTENSI EKSTRAK DAUN CANGKRING (Erythrina fusca Lour) SEBAGAI. ANTIKANKER DENGAN METODE BSLT (Brine Shrimp Lethality Test)

POTENSI EKSTRAK DAUN CANGKRING (Erythrina fusca Lour) SEBAGAI. ANTIKANKER DENGAN METODE BSLT (Brine Shrimp Lethality Test)

Cangkring merupakan tanaman liar yang biasa hidup dipinggir sungai dan oleh masyarakat dimanfaatkan sebagai tanaman obat. Masyarakat memanfaatkan daun cangkring sebagai obat cacar air, gabag dan penyakit kulit lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai toksik LC 50 ekstrak etanol Daun Cangkring (Erythrina fusca Lour.) melalui uji toksisitas menggunakan metode BSLT. Ekstraksi dilakukan dengan metode Maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Pengujian fitokimia meliputi alkaloid, saponin, tannin, flavonoid, triterpenoid dan steroid. Uji toksisitas dilakukan dengan menggunakan metode BSLT untuk menghitung jumlah kematian larva udang yang dimasukkan dalam empat larutan uji dengan konsentrasi larutan yaitu 1 mg/L, 10 mg/L, 100 mg/L ,1000 mg/L dan larutan kontrol. Pengamatan dilakukan selama 24 jam. Nilai LC 50 didapatkan berdasarkan perhitungan persen kematian larva udang menggunakan analisis probit. Hasil identifikasi fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun Cangkring mengandung alkaloid, tannin dan saponin. Ekstrak etanol daun Cangkring bersifat toksik terhadap larva udang berdasarkan nilai LC 50 <1000 µg/mL yaitu 54,95 µg/mL.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

POTENSI EKSTRAK DAUN JAMBU AIR (Syzygium samarangense) SEBAGAI ANTIKANKER DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT)

POTENSI EKSTRAK DAUN JAMBU AIR (Syzygium samarangense) SEBAGAI ANTIKANKER DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT)

the determination of water apple, making simplicia to be smooth powder, doing extraction of the powder by maseration method using 70% ethanol solvent for 3 days and then the result of vaporized extraction using evaporator and waterbath to get a viscous extract. The viscous extract is then identified using color test and Thin Layer Chromatography (TLC) with positive results containing flavonoids, tannins and daponins. The next step is testing of anticancer potential with BSLT method and animal test of shrimp larvae Artemia salina Leach. The viscous extract of water apple leaves is made in five consonations, those are 13.25, 62.5, 125, 250 and 500 ppm with each three times replication. The results show that the leaves of water apple has potency as anticancer with the substance of LC 50 that is 170.01 ppm with toxic potential category.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Uji bioaktivitas fraksi n-heksana, etilasetat, dan metanol daun Annona glabra L. dengan metode brine shrimp lethality test - USD Repository

Uji bioaktivitas fraksi n-heksana, etilasetat, dan metanol daun Annona glabra L. dengan metode brine shrimp lethality test - USD Repository

masuknya senyawa ke dalam tubuh larva. Sedangkan larva yang berumur kurang dari 48 jam, organ tubuhnya belum memiliki struktur yang sempurna sehingga mudah mati bukan karena senyawa yang diberikan melainkan tidak mampu beradaptasi dengan lingkungannya sehingga kurang tepat digunakan sebagai hewan uji. Sebenarnya, larva yang berumur 48 jam juga telah terselubungi membran namun masih sangat tipis sehingga masih dapat ditempus oleh senyawa antikanker. Selain itu, larva yang berumur 48 jam berada pada tahap instar II dimana pada tahap ini larva sudah memiliki mulut, saluran pencernaan dan dubur sehingga senyawa dapat mempengaruhi larva artemia melalui 2 cara, yaitu menembus membran dan melalui saluran pencernaan.
Baca lebih lanjut

96 Baca lebih lajut

Uji Fitokimia dan Uji Toksisitas (Brine Shrimp Lethality Test) Ekstrak Daun Kelakai (Stenochlaena palustris)

Uji Fitokimia dan Uji Toksisitas (Brine Shrimp Lethality Test) Ekstrak Daun Kelakai (Stenochlaena palustris)

lethality test) dengan larva udang Artemia salina Leach. Metode BSLT dipilih dengan berbagai alasan. Alasan petama, metode ini merupakan metode penapisan farmakologi awal yang mudah dan relatife tidak mahal. Kedua, metode ini merupakan metode yang telah teruji hasilnya dngan tingkat kepercayaan 95% untuk mengamati toksisitas suatu senyawa di dalam ekstrak kasar dan yang keempat metode ini sering dikaitkan sebagai metode penapisan untuk penyarian senyawa antikanker dari tanaman. Larva udang memiliki kulit yang tipis dan peka terhadap lingkungannya. Zat atau senyawa asing yang ada di lingkungannya akan terserap kedalam tubuh dengan cara difusi dan langsung mempengaruhi kehidupan larva udag tersebut. Larva udang yang sensitif ini akan mati apabila zat atau senyawa asing tersebut bersifat toksik (Meyer et al., 1982). BSLT pada penelitian ini menggunakan larva udang Artemia salima Leach. sebanyak 8-15 ekor pada setiap kolom uji yang ditambahkan ekstrak tanaman dari masing-masing pelarut. Percobaan dilakukan secara triplo dengan konsentrasi ekstrak 1000, 500, 250, 125, 62.5, 31.25, 15.62 dan 7,8 ppm. Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan analisis probit SAS terhadap ektrak kasar, fraksi n-heksana dan etil asetat dari daun tumbuhan kelakai (Stenolachlaena Palutris) diperoleh nilai LC 50 (Lethal Concentration 50%).
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

SKRINING AWAL EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH (Piper betle Linn) SEBAGAI ANTIKANKER DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BLT)

SKRINING AWAL EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH (Piper betle Linn) SEBAGAI ANTIKANKER DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BLT)

13. Nugroho T. Pengaruh pemaparan kombinasi ekstrak meniran (Phyllanthus niruri Linn) dan ekstrak sirih (Piper betle Linn) terhadap viabilitas tumor adenocarcinoma mammae mencit C3H secara in vitro. Tesis. Program Magister Ilmu Biomedik, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro. Semarang. 2003. 14. McLauglin JL, Chang CJ, Smith DL, 1993. Simple bench-top bioassays (brine shrimp and potato discs) for the discovery of plant antitumour compounds. In: Kinghorn AD, Balandrin MF, editors. Human medicinal agents from plants. Washington, D. C.: ACS Symposium 534, American Chemical Society; p. 112- 37.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

View of Skrining antikanker menggunakan metode BST (Brine Shrimp Lethality Test) pada ekstrak metanol daun saga (Abrus precatorius L.) dengan partisi etanol

View of Skrining antikanker menggunakan metode BST (Brine Shrimp Lethality Test) pada ekstrak metanol daun saga (Abrus precatorius L.) dengan partisi etanol

semakin besar tingkat ketoksikannya. Terdapat hubungan antara letalitas larva A.salina dengan sifat toksik suatu senyawa dari ekstrak tanaman (14). Jika suatu ekstrak tanaman bersifat toksik menurut metode BSLT maka ekstrak tersebut berpotensi untuk dikembangkan sebagai obat antikanker. Cara kerja senyawa toksik yang menyebabkan kematian larva A. salina adalah dengan bertindak sebagai stomach poisoning atau racun perut. Senyawa toksik ini dapat mengganggu alat pencernaan dan menghambat reseptor perasa pada daerah mulut larva. Hal inilah yang menyebabkan kegagalan larva mendapatkan stimulus rasa sehingga tidak mampu mengenali makanannya dan menyebabkan kematian larva (15).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

UJI AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK DAN FRAKSI DARI SPON LAUT Petrosia sp. DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST

UJI AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK DAN FRAKSI DARI SPON LAUT Petrosia sp. DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST

Pengujian aktivitas sitotoksik dari ekstrak kental dilakukan sebagai berikut: ekstrak kental ditimbang sebanyak 30 mg, kemudian dilarutkan dalam 3 ml metanol dan ini merupakan larutan induk sampel. Pengujian dilakukan dengan 3 variasi konsentrasi yaitu 1000 ppm, 100 ppm dan 10 ppm,dan setiap kensentrasi dibuat rangkap 3. Larutan uji dibuat dengan memipet masing-masing 500, 50 dan 5 µl dari larutan induk sampel, setelah itu larutan uji dimasukkan dalam desikator sampai semua pelarutnya menguap. Pelarut harus menguap sempurna agar tidak menganggu penentuan toksisitas. Sebagai kontrol disiapkan 3 vial yang hanya diisi 50 µl larutan DMSO. Ekstrak yang sudah kering dari masing-masing vial dilarutkan dengan 50 µl DMSO. Penambahan DMSO ke dalam larutan uji bertujuan untuk melarutkan ekstrak, fraksi ekstrak dan senyawa murni. DMSO yang ditambahkan adalah sebanyak 50 µl karena diatas jumlah tersebut DMSO dapat menyebabkan kematian pada larva. Kemudian ditambahkan air laut 2 ml. Sebanyak 10 larva udang dimasukkan kedalam vial tersebut dan kemudian volumenya dicukupkan 5 ml dengan air laut. Jumlah larva yang hidup dihitung setelah 24 jam, maka dapat diketahui jumlah larva yang mati.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

KANDUNGAN KIMIA DAN UJI AKTIVITAS TOKSIK MENGGUNAKAN METODE BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) DARI EKSTRAK DAUN KERSEN (Muntingia calabura)

KANDUNGAN KIMIA DAN UJI AKTIVITAS TOKSIK MENGGUNAKAN METODE BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) DARI EKSTRAK DAUN KERSEN (Muntingia calabura)

Aktivitas toksik yang ada pada ekstrak daun Kersen (muntingia calabura) timbul karena kandungan senyawa metabolit sekunder yang dimiliki tanaman tersebut, antara lain alkaloid, flavonoid, steroid, dan saponin. Diantara metabolit sekunder tersebut, flavonoid diperkirakan memiliki peran terbesar, dimana pada kadar tertentu, flavonoid mempunyai tingkat toksisitas akut. Salah satu mekanisme flavonoid sebagai antikanker berkaitan dengan aktivitasnya sebagai sebagai antioksidan yaitu melalui mekanisme pengaktifan jalur apoptosis sel kanker [8]. Selain Flavonoid, metabolit sekunder yang lain juga berperan terhadap timbulnya aktivitas toksik dari ekstrak daun Kersen (muntingia calabura) yaitu dengan bertindak sebagai racun perut.Apabila senyawa- senyawa tersebut masuk ke dalam tubuh larva, alat pencernaannya akan terganggu dan dapat menyebabkan kematian.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Uji toksisitas akut ekstrak metanol daun annona muricata l terhadap larva artemia salina leach dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)

Uji toksisitas akut ekstrak metanol daun annona muricata l terhadap larva artemia salina leach dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)

Mayoritas annonaceous acetogenin yang ditemukan memiliki sifat sitotoksik terhadap sel kanker dan menunjukkan aktivitas imunosupresif. Mekanisme sitotoksik acetogenin melalui: 1) Menghambat oksidase dari NADH di membran plasma pada sel kanker sehingga ATP yang dihasilkan akan menurun; 2) Menghambat komplek I (NADH : ubiquimone oxidoreduktase) dalam system transport electron di mitokondria dan menghambat fosforilasi oksidasi sehingga pertumbuhan sel kanker terhambat; 3) Menghambat sel kanker yang multidrug resistant. Meningkatkan ekspresi dari plasma membrane pump, P-glycoprotein yang berkontribusi terhadap multidrug resistant. Pompa meningkatkan eliminasi dari kandungan antikanker sebelum kandungan tersebut dapat berpengaruh terhadap sel kanker. Dua tempat ATP berikatan pada intraselular ditemukan pada P-glycoprotein, dan aktivitas pompa membutuhkan ATP. Acetogenin, melalui penurunan ATP, dapat menurunkan aktivitas atau mematikan pompa P- glycoprotein; 4) Sel kanker pada siklus sel fase S lebih rentan terhadap acetogenin annonacin. Annonacin mampu mengistirahatkan siklus sel pada fase G1 dan menghambat progresi fase S. Annonacin juga meningkatkan ekspresi p53 dan p21; 5) Acetogenin annonacin memicu apoptosis sel dengan cara meningkatkan ekspresi Bax dan Bad, tetapi tidak Bcl-2 atau Bcl-xL. 22
Baca lebih lanjut

69 Baca lebih lajut

Uji Toksisitas Akut Ekstrak Metanol Daun Garcinia benthami Pierre Terhadap Larva Artemia salina Leach dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)

Uji Toksisitas Akut Ekstrak Metanol Daun Garcinia benthami Pierre Terhadap Larva Artemia salina Leach dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)

Leach digunakan dalam metode BSLT karena memiliki kesamaan tanggapan/respon dengan mamalia, misalnya DNA-dependent RNA polymerase serupa dengan yang terdapat pada mamalia dan organisme yang memiliki ouabaine sensitive Na + dan K + dependent ATPase. Jika RNA polimerase dihambat, maka DNA tidak dapat mensintesis RNA dan RNA tidak dapat terbentuk sehingga sintesis protein juga dihambat. Protein merupakan komponen utama sel yang berfungsi sebagai unsur struktural, hormon, imunoglobulin dan berperan dalam transport oksigen. Jika protein tidak terbentuk maka metabolisme sel terganggu dan pada akhirnya dapat menyebabkan kematian sel. Apabila suatu senyawa menganggu kerja sistem pada Artemia dan menyebabkan kematian Artemia, maka senyawa tersebut bersifat toksik dan dapat mematikan sel mamalia. 29 Artemia memiliki respon stress yang sama dengan manusia, yaitu respon perilaku dan fisiologis terhadap stressor lingkungan. 30
Baca lebih lanjut

75 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects