Top PDF Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB IX

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB IX

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB IX

Indikator Kinerja merupakan alat ukur spesifik secara kuantitatif dan/atau kualitatif yang terdiri dari unsur masukan, proses, keluaran, hasil, manfaat, dan/atau dampak yang menggambar[r]

18 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB IX

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB IX

Penetapan indikator dan asumsi pembangunan daerah tahun 2012-2017 berpedoman pada Peraturan Daerah Nomor 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah 2005-2025, Rencana Pembangunan Jangka Panjang Menengah Nasional 2005-2025, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2010-2014, dan visi misi kepala daerah terpilih periode 2012-2017. Selain itu, kondisi awal juga menjadi pertimbangan dalam upaya untuk menentukan target kinerja serta memperhatikan peluang dan tantangan selama kurun waktu lima tahun mendatang sampai dengan tahun 2017. Indeks Pembangunan Manusia merupakan tolak ukur pembangunan daerah yang harus dicapai pada setiap tahapan pembangunan jangka menengah.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB IX 54

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB IX 54

Proses pembangunan pada dasarnya merupakan proses yang berkesinambungan, berlangsung secara terus menerus. Karena itu, RPJMD Kabupaten Gorontalo 2011-2015 memiliki titik sambung dengan program-program pembangunan pemerintahan sebelumnya. Demikian pula halnya, RPJMD ini akan memiliki kesinambungan dengan RPJMD periode selanjutnya.

2 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB VI

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB VI

Melalui RKPD Kota Sawahlunto Tahun 2016 ini, berbagai prioritas pembangunan sebagai penjabaran dari Visi dan Misi Kota sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kota Sawahlunto diharapkan akan menjadi faktor akselerasi dalam pencapaian tujuan pembangunan yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan secara bersama antara SKPD dan Stakeholder kota terjadi koordinasi, integrasi dan sinergitas pembangunan dalam mencapai sasaran yang telah ditentukan.

1 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB V

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB V

Rencana kerja pembangunan pada semua bidang yang akan dilaksanakan pada Tahun 2016 oleh seluruh SKPD disusun setelah dilakukan sinkronisasi melalui Forum Gabungan SKPD yang dilaksanakan pada tanggal 9 s/d 13 Maret 2015, dan guna mendapatkan masukan dari stake holder kota dan respon masyarakat rencana kerja ini dibahas melalui Musrenbang Kota yang dilaksanakan pada tanggal 18 Maret 2015.

230 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah Bab 9

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah Bab 9

1. Aspek Kesejahteraan Masyarakat; menggambarkan kinerja pemerintah terkait kesejahteraan masyarakat, yang meliputi indikator-indikator kesejahteraan dan pemerataan ekonomi, kesejahteraan sosial serta seni budaya dan olahraga.

27 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah Bab IV

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah Bab IV

segala bidang dengan mengoptimalkan pemanfaatan dan potensi daerah dengan rincian sebagai berikut: pembangunan sumber daya manusia; tercapainya pertumbuhan ekonomi yang stabil dan berkelanjutan; terbangunnya struktur perekonomian yang kokoh dengan basis keunggulan kompetitif pada sektor–sektor ekonominya; terwujudnya jaringan infrastruktur transportasi dan ekonomi yang handal dan terintegrasi; terwujudnya pasokan energi listrik dan air bersih baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun industri, terwujudnya Musi Rawas sebagai Cyber District melalui pengembangan sistem informasi berbasis elektronik yang mampu mendorong produktivitas; dan terwujudnya Kabupaten Musi Rawas yang aman, nyaman dan damai.
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB IV

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB IV

1. Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan. Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi dan berkelanjutan merupakan landasan utama untuk mempersiapkan Indonesia lepas dari posisi sebagai negara berpendapatan menengah menjadi negara maju. Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan ditandai dengan terjadinya transformasi ekonomi melalui penguatan pertanian dan pertambangan, berkembangnya industri manufaktur di berbagai wilayah, modernisasi sector jasa, penguasaan iptek dan berkembangnya inovasi, terjaganya kesinambungan fiskal, meningkatnya daya saing produk ekspor non migas terutama produk manufaktur dan jasa, meningkatnya daya saing dan perananUMKM dan koperasi, serta meningkatnya ketersediaan lapangan kerja dan kesempatan kerja yang berkualitas.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB III

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB III

Arah kebijakan pengelolaan belanja daerah ditujukan untuk kelancaran pelaksanaan program dan kegiatan daerah melalui komponen belanja langsung yang efisien, transparan dan akuntabel serta terjaminnya kelancaran penyelenggaraan pemerintahan seperti gaji dan pengembangan aparatur, pemeliharaan dan peningkatan sarana dan prasarana kerja aparatur, disamping pembinaan kemasyarakatan yaitu dengan pemberian subsidi untuk lembaga yang berpartisipasi dalam penyelenggaraan pemerintah yang mendasar seperti pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya. Bantuan keuangan dan Bagi Hasil untuk penyelenggaraan pemerintahan desa serta penyediaan anggaran untuk penanggulangan dampak akibat bencana alam, sosial dan kewenangan daerah lainnya yang belum dianggarkan.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB II

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB II

Dari tahun 2010 penduduk Kota Sawahlunto yang berusia 15 tahun ke atas pada umumnya bekerja di lapangan usaha jasa-jasa kemasyarakatan, sosial dan perorangan terlihat dari persentase jumlah penduduk yang bekerja usia diatas 15 Tahun. Tahun 2014 berdasarkan data BPS persentase jumlah penduduk usia di atas 15 tahun yang bekerja pada lapangan usaha jasa-jasa kemasyarakatan, sosial dan perorangan adalah 31,32%. Sektor jasa-jasa ini terdiri dari sub sektor pemerintahan umum/pertahanan dan sub sektor jasa swasta. Untuk sub sektor pemerintah umum/pertahanan ini mencakup semua departemen dan non departemen, kantor-kantor dan badan-badan yang berhubungan dengan administrasi pemerintah dan pertahanan sedangkan sub sektor jasa swasta terdiri dari sosial kemasyarakatan, jasa hiburan dan rekreasi dan jasa perorangan dan rumah tangga. Untuk tenaga kerja pada lapangan usaha listrik, gas dan air bersih mempunyai persentase paling kecil Tahun 2014 sebesar 1,23%, lapangan usaha listrik, gas dan air bersih ini seperti PLN dan PDAM.
Baca lebih lanjut

127 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB V

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB V

diperkirakan akan meningkatkan investasi baik secara langsung di sektor-sektor unggulan di mana Kabupaten Musi Rawas memiliki posisi yang kuat maupun berupa percepatan pembangunan infrastruktur skala besar. Peluang berikutnya datang dari masih meningkatnya permintaan global atas komoditi pangan dan energi, termasuk sumber energi terbarukan (etanol, biodisel). Di sisi lain, tren peningkatan lapisan kelas menengah provinsi dengan daya beli tinggi juga diperkirakan masih berlangsung. Kesemuanya ini menyediakan peluang bagi pengembangan sektor-sektor unggulan wilayah Kabupaten Musi Rawas.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB 3

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB 3

Dalam rangka memahami arah kebijakan ekonomi daerah yang menjadi   acuan   dalam   perumusan   rencana   Kerja   Pemerintah   Daerah Kabupaten   Minahasa   Selatan   Tahun   2016   maka   pada   bagian   ini diuraikan   gambaran   tentang   realisasi   ekonomi   makro   tahun   2014, perkiraan pada tahun 2016, dan target yang akan dicapai pada tahun 2016   dengan   mempertimbangkan   perkembangan   ekonomi   makro nasional serta kebijakan pemerintah pusat dalam bidang perekonomian. Prospek   perekonomian   Minahasa   Selatan   tahun   2016   akan dipengaruhi   oleh   perkembangan   perekonomian   nasional   yang   tidak terlepas   dari   keadaan   perekonomian   dunia.   Perkembangan   ekonomi global   berpengaruh   cukup   berarti   terhadap   perekonomian   Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, setelah mengalami krisis yang cukup berat,   perekonomian   Amerika   Serikat   (AS)   pada   pertengahan   tahun 2014  mulai membaik. Namun demikian perekonomian beberapa Negara maju   lainnya   belum   menunjukkan   perbaikan   secara   memadai. Pemulihan   Kawasan   Eropa   masih   lambat,   pertumbuhan   ekonomi Tiongkok terus menurun, dan ekonomi Jepang masih mengalami resesi. Dalam   periode   yang   sama   penurunan   permintaan   dunia   diikuti   oleh penurunan   harga   komoditas   internasional,   termasuk   harga   minyak dunia   yang   turun   dengan   tajam.   Perekonomian   Indonesia   juga dihadapkan   pada   makin   sulitnya   likuiditas   dunia   sejalan   dengan kebijakan   pengurangan/penghentian   pembelian   obligasi   (tapering   off) yang dilakukan oleh Bank Sentral AS. Dengan perkembangan ini, pada tahun   2014   perekonomian   global   hanya   tumbuh   3,4   persen,   namun dengan  didorong   oleh  makin  baiknya  perekonomian   AS,  negara maju lainnya, dan emerging market, maka tahun 2015 pertumbuhan ekonomi global   diperkirakan   akan   terus   membaik,   dan   tumbuh   sebesar   3,5 persen.  
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah bab 5

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah bab 5

Perencanaan pembangunan yang telah disusun bersama ini tidak mungkin seluruhnya menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan. Namun demikian, melalui program/kegiatan yang telah direncanakan diharapkan dapat mengurangi permasalahan pembangunan, terutama permasalahan pembangunan yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

2 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah bab 4

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah bab 4

Dalam   visi   dan   misi   Presiden   Joko   Widodo   dan   Jusuf   Kalla sebagaimana   tercantum   dalam   RPJMN   2015­2019   disebutkan   bahwa setelah     mempertimbangkan   masalah   pokok   bangsa,   tantangan pembangunan   yang   dihadapi   dan   capaian   pembangunan   selama   ini, maka   visi   pembangunan   nasional   untuk   tahun   2015­2019   adalah: TERWUJUDNYA   INDONESIA   YANG   BERDAULAT,   MANDIRI,   DAN BERKEPRIBADIAN BERLANDASKAN GOTONG­ROYONG”. 

25 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah bab 2

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah bab 2

Untuk Kantor Telekomunikasi hanya terdapat di Kecamatan Amurang.   Sedangkan   Kantor   Pos   tersedia   di   hampir   semua kecamatan.     Selain   itu,   hampir   semua   kecamatan   terjangkau dengan   jaringan   radio,   baik   milik   pemerintah   maupun   yayasan atau   swasta.     Untuk   jaringan   televisi,   dengan   perkembangan teknologi  saat  ini  dapat  menjangkau  sampai  di   pelosok   wilayah Kabupaten Minahasa Selatan.  Sedangkan untuk sarana informasi yang   berakses   di   wilayah   Kabupaten   Minahasa   Selatan,   berupa media   massa   harian,   tabloid   mingguan,   bulanan,   dan   warnet. Jumlah   sarana   telekomunikasi   dan   sarana   informasi   yang berakses di wilayah Kabupaten Minahasa dapat dilihat pada Tabel 2.130.
Baca lebih lanjut

167 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah bab 1

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah bab 1

Rencana   Kegiatan   Pembangunan   Daerah  (RKPD)  Kabupaten Minahasa Selatan 2016 yang berisi sasaran, arah kebijakan, program, dan prioritas kegiatan, menjadi rujukan sekaligus landasan penyusunan Kebijakan   Umum   Anggaran   (KUA)   dan   Prioritas   Plafon   Anggaran Sementara   (PPAS),   Rancangan   Anggaran   Pendapatan   dan   Belanja Daerah   (RAPBD),   dan   Rencana   Kerja   (Renja)   Satuan   Kerja   Perangkat Daerah   (SKPD)   serta   penyusunan   Laporan   Keterangan   Pertanggung Jawaban   (LKPJ)   kepala   daerah,   sekaligus   menjadi   tolok   ukur   kinerja kepala daerah.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB VIII

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB VIII

Setelah dijabarkan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Pokok Pembangunan 5 (Lima) Tahun kedepan, serta secara hirarki dijabarkan menjadi beberapa arah kebiakan, pada Bab.VIII ini akan pencapaian Visi dan Misi Kepala Daerah tersebut akan di Implementaskan dalam program. Program tersebut merupakan pelaksanaan dari Prioritas Pembangunan daerah jangka menengah yang diagendakan Walikota dan Wakil Walikota. Program pembangunan ini dikelompokkan kedalam urusan wajib dan pilihan dengan dilengkapi SKPD penanggungjawab program tersebut.

58 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB I

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB I

Dalam penyusunan RKPD 2016 berpedoman pada dokumen perencanaan pembangunan lainnya, seperti rencana tata ruang rencana pembangunan jangka menengah provinsi, rencana pembangunan jangka panjang provinsi serta memperhatikan RPJP dan RPJM Nasional. Di samping itu, RKPD Provinsi Sumatera Barat ini disusun dengan memperhatikan sumber daya dan potensi yang dimiliki, faktor-faktor keberhasilan, evaluasi kinerja pembangunan 2 (dua) tahun sebelumnya serta isu-isu strategis yang berkembang.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB  VI

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB VI

tepat untuk dilaksanakan oleh lembaga yang menjalankan urusan tersebut. Arah kebijakan untuk melaksanakan strategi pada Misi 7 adalah Meningkatkan kerjasama tingkat regional, nasional dan internasional dalam rangka penguatan status kota pusaka, Meningkatkan Manajemen Transportasi Perkotaan sehingga transportasi dapat terintegrasi antara pariwisata dan umum, Meningkatkan Kualitas dan kuantitas Prasarana dan fasilitas Perhubungan (Penerangan Jalan Umum, Marka Jalan dsb), Meningkatkan promosi pada skala regional, nasional dan internasional terhadap sektor-sektor potensial di Kota Sawahlunto, Meningkatkan iklim berinvestasi yang kondusif bagi investor, Meningkatkan kualitas lembaga pendukung investasi yang aman, terpercaya dan memudahkan proses investasi, Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana investasi, meningkatkan iklim investasi yang menarik dan mudah bagi investor, Memeratakan informasi dan kemudahaan akses mencari investor dan mencari sektor yang potensial untuk berkembang dan Mendorong Terwujudnya Kerjasama Pemerintah dan Swasta (KPS) dalam pembangunan infrastruktur
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB  X

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB X

RPJMD Kota Sawahlunto Tahun 2013-2018 akan menjadi acuan bagi penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Sawahlunto untuk tahun 2014, 2015, 2016, 2017, dan tahun 2018. Dengan mempertimbangkan hal tersebut, ditetapkan kaidah-kaidah pelaksanaan sebagai berikut :

3 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...