Top PDF Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah Hasil Rapat ke II

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah Hasil Rapat ke II

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah Hasil Rapat ke II

Kalau   dalam   hal   ini   bisa   diadakan   tindakan   jang   nasional dan   semesta,   saja  kira  akan   membawa  suasana  dan  perubahan  jang sangat   besar   didalam   kegembiraan   bekerdja.   Selandjutnja   kami tidak   membiarkan,   bahwa   sebetulnja   ada   kaum   buruh   atau   pegawai jang   sekarang   ini   tidak   bekerdja   penuh   7   djam   sehari   dan   ini saja   akui,   tetapi   sesungguhnja   sebetulnja   kalau   diperiksa   sum­ berbja   –   seperti   pepatah   jang   mengatakan   :   Kalau   guru   ketjing b e r d i r i ,   mu r i d   k e t j i n g   b e r l a r i   –   d i s i n i   s e s u n g g u h n j a   k a r e n a a d a   s u a s a n a   j a it u   b e l u m   b i s a   d i t j i p ta k a n   s ua t u   p i m p i n a n   j a n g bisa memberi djiwa kepada pegawainja, djiwa pada kaum buruhnja dan   dalam   hal   ini   Presiden   sudah   memberi   djalan   keluar   dengan apa   jang   disebut   retooling   dan   berhubung   dengan   itu   saja   usul­ kan   untuk   memberikan   kegembiraan   bekerdja,   retooling   ini   dilak­ sanakan.   Kaum   buruh   sesungguhnja   mengenai   retooling   ini   tidak minta   jang   tidak­tidak.   Kami   ambil   tjontoh   umpamanja   GIA. Sesudah K.L.M. dioper oleh Pemerintah, dikeluarkan suatu peratu­ ran bahwa dalam pengangkatan dalam pimpinan jang diambil otoma­ tis   nama­nama   jang   dulu   pangkatnja   tertinggi   waktu   djaman K.L.M.,   sedangkan   dulu   mereka   kebanjakan   tidak   termasuk   jang berdjiwa   USDEK,   seperti   jang   diminta   oleh   Presiden   sekarang   ini. Maka   timbullah   kelesuan   tidak   hanja   dari   kaum   buruhnja,   tetapi djuga  dari   angkatan   mudanja,   sehingga   sekarang   saja  lihat   bahwa hampir   semua   tenaga   menengah   dan   tinggi   jang   baru­baru   dari   GIA hampir   serentak   minta   keluar,   karena   mereka   tidak   mempunjai kesempatan   untuk   memegang   djabatan   jang   lebih   tinggi,   karena ini   diberikan   setjara   otromatis   seperti   dulu   hierarchisch   waktu djaman   K.L.M.   dulu.   Djadi   kalau   disini   tidak   ada   retooling   se­ suai   dengan   semangat   USDEK   maka   akan   sulit,   untuk   memberi   ke­ gembiraan bagi golongan muda dan sampai kepada kaum buruhnja.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB II-CETAK

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB II-CETAK

Pengelolaan kerasipan merupakan salah satu hal penting yang harus dilakukan dan perlu adanya penyeragaman dan penyamaan persepsi dari masing-masing institusi dalam menyusun dan mengorganisir kearsipan untuk menunjang tata pemerintahan di Kabupaten Banyumas. Pemerintah daerah Kabupaten Banyumas melalui Perbup Nomor 190 Tahun 2005 tentang Pedoman Klasifikasi Arsip di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyumas dan Perbup Nomor 42 Tahun 2009 tentang Pedoman Penataan Berkas di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyumas telah menyusun pedoman penataan dan klasifikasi arsip sebagai acuan seluruh SKPD dalam menyelenggarakan kearsipan. Selanjutnya pada tahun tahun 2009 diterapkan Sistem Pengelolaan Arsip secara baku sesuai dengan pedoman sebanyak 288 instansi, kemudian bertambah menjadi 447 instansi pada tahun 2012 dan bertambah 124 pengelola arsip dari UPK dan Sekolah pada tahun 2013. Dukungan sumberdaya manusia yang memadai dan kompeten di bidang pengelolaan kearsipan diharapkan penyelenggaraan kearsipan akan optimal. Untuk itu peningkatan SDM pengelola kearsipan selama periode tahun 2009-2013 dilaksanakan Bintek Pengelolaan Kearsipan, yang jumlah pesertanya tersebut bertambah setiap tahunnya.
Baca lebih lanjut

119 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB II Final

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB II Final

informasi dan komunikasi daerah sehingga terwujud keakuratan, keaslian dan keamanan informasi dari berbagai kemungkinan sabotasi, penyadapan dan cyber crime, Pemerintah Provinsi NTB telah menjalin kerjasama dengan Lembaga Sandi Negara dibidang pemenuhan material sandi dan pemberian jaminan keamanan sistem informasi NTB Online. Perjanjian kerjasama tersebut telah ditindaklanjuti dalam bentuk dukungan peralatan keamanan informasi dan komunikasi dari Lembaga Sandi Negara kepada Pemerintah Provinsi NTB berupa : 1 (satu) set Counter Survelence yaitu peralatan untuk mendekteksi adanya upaya penyadapan dari pihak-pihak tertentu terhadap komunikasi pemerintah daerah, serta 2 (dua) unit Jamer (alat pengacak sinyal), 30 unit handy talky (HT) dan 12 buah Handphone yang telah dilengkapi secure system, sehingga dengan mengaktifkan secure system tersebut, komunikasi pemerintah daerah akan terjamin keamanannya terutama dari kemungkinan upaya penyadapan. Selain itu, Lembaga Sandi Negara juga akan memberikan dukungan pengamanan jaringan dan penguatan sumberdaya manusia TIK.
Baca lebih lanjut

309 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB II B

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB II B

Terlaksananya Pengawasan Pemeriksaan secara Terpadu Terkelolanya Hasil Temuan Melalui Kegiatan Pengawasan Terlaksananya Evaluasi Temuan Hasil Pengawasan Evaluasi LAKIP SKPD Pemeriksaan Kasus Monitoring dan Evaluasi Laporan Keuangan Pemda sesuai dengan SAP dan SPIP Review Laporan Keuangan Pemerintah Daerah

15 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB II NET

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB II NET

Kinerja pembangunan pelayanan umum bidang perencanaan pembangunan daerah tahun 2009­2013 adalah tersusunnya RPJPD pada tahun 2013 yang selanjutnya menjadi dokumen pembangunan jangka panjang daerah 2005­2025 dan telah tetapkan   dengan   Peraturan   Daerah   pada   tahun   2014   dan tersedianya   dokumen   Rencana   Pembangunan   Jangka Menengah   Daerah   RPJMD   2013­2018   yang   ditetapkan dengan oleh Peraturan  Daerah.  Disamping itu juga dilihat dari   tersusunnya   dokumen   perencanaan   jangka   pendek yang   berupa   Rencana   Kerja   Pemerintah   Daerah   (tahunan) atau   yang   disingkat   RKPD   yang   ditetapkan   dengan Peraturan   Kepala   Daerah.   Tantangan   ke   depan   adalah menjaga   konsistensi   dan   kesinambungan   perencanaan dengan   implementasinya.   Berikut   gambaran   kinerjan perencanaan pembangunan daerah selama 5 tahun : 
Baca lebih lanjut

107 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB II RKPD

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB II RKPD

Manajemen Pengelolaan Dana. Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa adanya hambatan internal di desa dalam penyusunan perdes APBDes khususnya keharmonisan antara pemerintah desa dengan BPD, tingginya frekuensi perpindahan aparatur desa khususnya sekretaris dan bendahara desa sehingga berpengaruh pada penyusunan perdes APBDes, Terbatasnya kemampuan sekretaris dan bendahara desa dalam menyusun APBDes, adanya rasa apatis sebagian masyarakat untuk mengikuti musrenbang mengingat banyaknya usulan masyarakat yang tidak terealisasi dalam pelaksanaan pembangunan di desa yang diakibatkan oleh keterbatasan anggaran pemerintah, Masih kurangnya perhatian dan kepedulian pemerintah desa/kecamatan untuk mengangkat dan mempromosikan bentuk TTG di desa dan kecamatanya untuk mengikuti lomba TTG di kabupaten atau Provinsi.
Baca lebih lanjut

103 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB II EVALUASI

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB II EVALUASI

62,15% dengan persentase ketercapaian 94,89% artinya target yang telah ditetapkan belum tercapai, jika dibandingkan dengan akhir tahun perencanaan yaitu 73% maka perlu dilakukan upaya pencapaian terget setiap tahunnya dengan memberikan intervensi kebijakan pada pendidikan menengah. Kebijakan itu dapat berupa menambah cost anggaran Program Sekolah Gratis baik yang didanai oleh APBD Provinsi atau APBD Kabupaten melalui dana sharing untuk pendidikan menengah dan pembangunan SMA/SMK serta pembangunan ruang kelas baru untuk menampung penduduk usia sekolah menengah agar tidak sekolah ke luar daerah.
Baca lebih lanjut

214 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah COVER BUKU II

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah COVER BUKU II

BUKU II RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2016.[r]

1 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah Bab II B

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah Bab II B

Selain   itu   olahraga   merupakan   suatu   kegiatan   jasmani   yang dilakukan   dengan   maksud   untuk   memelihara   kesehatan   dan memperkuat kondisi tubuh, kegiatan ini dalam perkembangannya dapat dilakukan sebagai kegiatan yang menghibur, menyenangkan atau juga dilakukan   dengan   tujuan   untuk   meningkatkan   prestasi.   Pemerintah sendiri menjadikan olahraga  sebagai pendukung  terwujudnya  manusia yang   sehat   dengan   menempatkan   olahraga   sebagai   salah   satu   arah kebijakan   pembangunan   yaitu   menumbuhkan   budaya   olahraga   guna meningkatkan   kualitas   manusia   Indonesia   sehingga   memiliki   tingkat kesehatan   dan   kebugaran   yang   kuat.  Kinerja   pembangunan   urusan kepemudaan dan olahraga Provinsi Sulawesi Tengah hingga Tahun 2013 pada masing­masing indikator dapat dilihat pada tabel berikut:
Baca lebih lanjut

77 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah Bab II  Pembiajaan

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah Bab II Pembiajaan

Salah satu keputusan jang penting jang telah dihasilkan oleh MUNAP jalah ketentuan bahwa Rentjana Pembangunan akan dititik beratkan pada 3 lapangan, jaitu: produksi bahan makanan, produksi bahan pakaian dan pembangunan sektor pengangkutan, terutama pelajaran. Keputusan-keputusan ini adalah penting artinja, karena semua projek-projek-nja adalah “capital-intensive”, sehingga akan mengakibatkan pergeseran-pergeseran didalam pembiajaan, ter- utama didalam pengeluaran-pengeluaran devisen.

15 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB II A

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB II A

Dibalik   capaian   pertumbuhan   ekonomi   yang   relatif   tinggi,   masih terdapat sebagian penduduk yang hidup dalam himpitan kondisi kemiskinan. Untuk   menangani   kemiskinan,   pemerintah   bersama   instansi   terkait mengambil langkah yang strategis melalui berbagai intervensi baik melalui program   multi   sasaran   maupun   melalui   operasi   pasar   dan   pengendalian harga.  Upaya  tersebut  terus  dilakukan  seperti  Raskin,  Jamkesmas,  PNPM mandiri, berbagai program sektoral. Upaya ini telah menbuahkan hasil dan secara berangsur dapat menurunkan jumlah penduduk miskin. 
Baca lebih lanjut

104 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB II OKE

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB II OKE

Selain RTRW Provinsi, kabupaten yang belum menetapkan Perda RTRW adalah Musi Banyuasin, Musi Rawas Utara dan Penukal Abab Lematang Ilir, untuk Musi Banyuasin disebabkan karena Evaluasi Raperda RTRW Kabupaten Musi Banyuasin belum dapat dilaksanakan karena masih menunggu peninjauan kembali Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: SK.822/Menhut-II/2013 tentang perubahan peruntukan dan fungsi kawasan hutan Provinsi Sumatera Selatan. Sedangkan penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara dan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir belum dilakukan mengingat kabupaten tersebut baru ditetapkan secara definitif sebagai Daerah Otonom Baru (DOB) pada tahun 2013, dan kedua kabupaten tersebut telah menyusun Draft RTRW kabupaten dan dilanjutkan menjadi dokumen RTRW serta dilakukan penetapan pada tahun 2015.
Baca lebih lanjut

141 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB II RPJMD

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB II RPJMD

Analisis kinerja atas fasilitas wilayah/infrastruktur dilakukan terhadap indikator-indikator: rasio panjang jalan per jumlah kendaraan, jumlah orang/barang yang terangkut angkutan umum, jumlah orang/barang melalui dermaga/bandara/terminal per tahun, luas wilayah kebanjiran, luas wilayah kekeringan, jenis dan jumlah bank dan cabang-cabangnya, persentase rumah tangga yang menggunakan air bersih, rasio ketersediaan daya listrik, persentase rumah tangga yang menggunakan listrik, persentase penduduk yang menggunakan HP/telepon, jumlah restoran, dan jumlah penginapan/hotel. Hasil analisis kinerja atas fasilitas wilayah/infrastruktur disajikan pada tabel d bawah ini.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB II

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB II

Pengangguran didefinisikan sebagai penduduk yang sedang mencari kerja atau mempersiapkan usaha dan penduduk yang tidak sedang mencari kerja atau mempersiapkan usaha karena putus asa untuk mendapatkan pekerjaan atau sudah diterima bekerja tetapi belum mulai bekerja. Tingkat pengangguran dapat memberikan gambaran sesungguhnya mengenai kesehatan ekonomi suatu negara. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik keamanan dan sosial sehingga menganggu pertumbuhan pembangunan ekonomi. Tingkat pengangguran ini dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dengan persen. Angkatan kerja adalah penduduk yang sudah memasuki usia kerja, baik yang sudah bekerja maupun belum bekerja atau sedang mencari pekerjaan. Gambaran secara lengkap mengenai Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) dan penduduk usia 15 tahun ke atas menurut angkatan kerja dan bukan angkatan kerja di Kota Sawahlunto selama kurun waktu 2009-2013 sebagai berikut :
Baca lebih lanjut

127 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah RKPD_2016_BAB II

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah RKPD_2016_BAB II

Aksi Daerah (RAD) GRK 2011 – 2020. Fokus utama RAD GRK Kota Batu adalah inisiatif lokal, kesesuaian konteks, dan tindakan. Proses penyusunan RAD GRK dilakukan dengan berdasar kepada basis teknis dan ilmiah yang kuat dengan pengayaan dari stakeholder pembangunan. Pelibatan pelaku-pelaku pembangunan ini dimaksudkan agar substansi RAD GRK yang dihasilkan kemudian dapat didukung implementasinya. Penyusunan RAD GRK berdasarkan kesesuaian dengan RPJP, RPJM Kota Batu dan juga RAN-GRK yang merupakan proses bottom-up dan menggambarkan langkah yang akan ditempuh dalam mengurangi emisi gas rumah kaca untuk masing-masing sektor (pertanian, kehutanan, energi, transportasi, industri dan pengelolaan limbah) melalui perhitungan seberapa besar emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dan target pengurangannya. 5) Bencana Alam
Baca lebih lanjut

89 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB II

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB II

Luas wilayah perkotaan dibanding dengan luas wilayah kota adalah sebesar 2,11% dengan total jumlah penduduk sebanyak 14.064 orang. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan utama masyarakat kota Sawahlunto masih bertumpu pada sektor pertanian yang berada di wilayah pedessaan yang mencakup 97,89% dari luas wilayah kota. Namun apabila melihat tingkat perkembangan kegiatan pembangunan sepuluh tahun belakangan ini menunjukkan bahwa kegiatan perdagangan dan jasa sudah sangat meningkat di wilayah pinggiran perkotaan seperti Muaro Kalaban, Santur, Talawi Hilir, Sijantang.
Baca lebih lanjut

103 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah RKPD_BAB II

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah RKPD_BAB II

Indikator kinerja makro daerah merupakan tolak ukur kemajuan yang akan dicapai oleh perangkat pemerintah daerah dan seluruh masyarakat pemangku kepentingan dalam mewujudkan visi dan prioritas dalam RPJMD melalui berbagai program dan kegiatan pembangunan. Indikator kinerja makro Kabupaten Tabalong diukur berdasarkan pertumbuhan PDRB, tingkat pengangguran terbuka, PDRB perkapita, Indeks pembangunan manusia (IPM), dan persentase penduduk miskin. Pencapaian indikator kinerja makro daerah tahun 2013 dapat dilihat pada tabel berikut:
Baca lebih lanjut

101 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah Hasil Rapat ke I

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah Hasil Rapat ke I

Saudara Ketua, selandjutnja perlu saja kemukakan disini bahwa sua­ tu tjontoh ialah di Kalibawang daerah Djokjakarta, Kulon Progo. Perta­ma pembangunan   slokan   itu   diletuskan   daripada   kehendak   rakjat   setem­ pat daerah   ketjamatan   Kalibarang   jang   belum   diketahui   bahwa   pembangun­an itu   pembanguna   raksasa.   Pada   permulaan   belum   diteliti   sesungguh­ sungguh   oleh   ahli,   sehingga   satu   sama   lainnja   bersimpang­siur   dan   me­ ngatakan   bahwa   tidak   mungkin   Kalibawang   itu   dibangun   denga   gotong­ro­ jong. Ini dari segi ilmiah memang bisa dibenarkan bahwa itu tidak mung­ kin.   Lebih­ lebih   terlalu   ingewikked   itu,   uangnja   dari   mana,   tidak   bi­ sa   begitu   sadja.   Tapi   alhamdulilah   achirnja   bisa   dimulai   dan   bisa   ber­ djalan   sampai   kurang   lebih   sekarang   ini   sedah   12   km,   bisa   ditjapai   de­ ngan   dasar   pokok   gotong­rojong   itu.   Tetapi   karena   masalah   gotong­ro­ jong tadi saja katakan bersangkut­paut dengan kebutuhan hidup, maka ka­ lau tidak ada kontra­prestasi langsung, maka gotong­rojong itu terba­tas. Kalau ada tenaga jang rumahnja ambruk, tanpa undangan, semua
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB II

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB II

Pembangunan daerah merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Pembangunan dilaksanakan di setiap wilayah dengan mendasarkan pada rasa keadilan, namun masalah ketimpangan antar wilayah masih juga terjadi dan saat ini merupakan masalah yang perlu mendapat perhatian. Upaya pembangunan pada wilayah yang relatif masih tertinggal terus dilakukan dan telah dimulai beberapa tahun yang lalu namun hasilnya masih belum dapat sepenuhnya dinikmati oleh masyarakat yang tinggal di wilayah tertinggal tersebut. Yang dimaksud dengan daerah tertinggal adalah suatu daerah kabupaten yang masyarakatnya serta wilayahnya relatif kurang berkembang dibandingkan dengan daerah lain dalam skala nasional. Ketertinggalan daerah dimaksud dapat berupa keterisolasian akibat minimnya infrastruktur dasar seperti jalan, air bersih, listrik dan pelayanan publik lainnya. Ekonomi yang kurang berkembang diakibatkan akses pasar yang tidak ada, serta prasarana sosial seperti sekolah dan puskesmas yang minim.
Baca lebih lanjut

135 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB II

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB II

Kawasan kelautan dan perikanan diperuntukkan bagi kegiatan Perikanan Tangkap, Perikanan Budidaya, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) serta Kelautan. Sektor Kelautan dan Perikanan diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian wilayah, terutama pada Perikanan Tangkap melalui kegiatan penangkapan ikan di perairan laut bagian utara Kabupaten Donggala yang memiliki garis pantai terpanjang. Potensi perikanan tangkap yang dimiki Kabupaten Donggala cukup besar, jika dikelola secara optimal, potensi lestari yang dapat dicapai adalah sekitar 99.100,8 ton/tahun. Jenis ikan yang terdapat diperairan Selat Makasaar dan Laut Sulawesi meliputi ikan pelagis dan ikan demersal. Sedangkan hasil Perikanan Budidaya melalui kegiatan Usaha Perikanan Budidaya Air Tawar berbasis teknologi perkolaman, Keramba Jaring Apung, Keramba Tancap Tancap, Usaha Perikanan Budidaya Air Payau berbasis teknologi Pertambakan serta Usaha Perikanan Budidaya Air Laut berbasis pada teknologi KJA dan Pen Cultuture. Untuk mendukung produksi hasil perikanan kegiatan Kelautan dalam pengelolaan sumberdaya perikanan meliputi kegiatan pengawasan sumberdaya kelautan dan perikanan, mutlak dilakukan sebagai upaya untuk pelestarian dan pencegahan tindakan pencurian ikan atau penangkapan ikan dengan merusak ekosisistem sumberdaya kelautan dan perikanan. Pelaksanaan pengawasan sumberdaya kelautan dan perikanan di laksanakan oleh petugas PPNS (Penyidik pegawai Negeri Sipil) didampingi Polisi Perairan TNI AL. Selain itu kegiatan Pengelolaan sumberdaya laut pesisir dan pulau-pulau kecil dilakukan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir dan Sosialisasi dan Upaya mitigasi bencana bagi masyarakat di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) memegang peranan penting pada produksi hasil perikanan. Produksi komoditi perikanan merupakan komoditi yang cepat mengalami kerusakan (perishable) sehingga perlu dilakukan penanganan dengan baik untuk menjamin kualitas yang layak dikonsumsi oleh konsumen. P2HP dilakukan melalui pembangunan sarana dan prasarana sistem rantai dingin (Cool Chain System-CCS) di TPI, selain penerapan CCS pada setiap kantong produksi perikanan dilakukan kegiatan pengolahan dan pengasapan ikan untuk mendapatkan hasil produk olahan dengan mutu yang lebih baik. Data potensi Kelautan dan Perikanan kabupaten Donggala disajikan pada tabel berikut:
Baca lebih lanjut

219 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...